p-Index From 2021 - 2026
5.715
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dialektika Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra BAHASTRA Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AT TA´DIB Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA Jurnal Gramatika LOKABASA Sawwa: Jurnal Studi Gender Indonesian Language Education and Literature Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya MUDRA Jurnal Seni Budaya Semiotika Jurnal Bahasa Lingua Scientia Kandai Jurnal Madah Hasta Wiyata SALINGKA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Suar Betang Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Jurnal Bébasan MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Kadera Bahasa Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Randwick International of Education and Linguistics Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Metamorfosis: Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan Pengajarannya BAHASTRA Susastra : Jurnal Ilmu Sastra dan Budaya Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat WIDYANTARA ANUFA Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra
Claim Missing Document
Check
Articles

SATUAN EKSPRESI PENAMAAN DAN PERSAMAAN WARNA DALAM PRODUK LIPSTIK Elen Inderasari, Wahyu Oktavia
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 1 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.365 KB) | DOI: 10.26499/loa.v14i1.1684

Abstract

Lipstick is one of makeup elements used to give color to the lips to beautify women’s appearance. The purpose of this study is to describe expression units for the naming and similarity of colors in lipstick products. It focuses on semantic aspects. The method used in this study is a qualitative descriptive. Data collection techniques used is observation and notes taking. It applies the data analysis techniques in three stages, namely the process of finding, managing, and presenting the data. The results of the study show that there are (a) expression units of color in the lipstick products, (b) expression units of labeling the lipstick colors, and (c) expression units of the lipstick color likeness.
VARIASI BAHASA SLANG DALAM TALKSHOW “HITAM PUTIH” TRANS7 Elen Inderasari, Rahmadani Linda Fadillah, Pasiyah Tahe
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i1.2253

Abstract

                                                          Abstrak Bahasa slang menjadi salah satu bahasa yang sangat populer di media sosial. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa slang dalam acara talkshow “Hitam putih” di Trans7. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang hasilnya berupa pendeskripsian kata-kata. Sumber data berwujud percakapan dalam acara Talkshow “Hitam Putih”. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknis analisis data dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu proses mencari data, mengelola data, dan menyajikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahasa slang dengan klasifikasi: (a) penggunaan bahasa gaul, seperti loe, gua, baper, okey, viral, akting, pres, dan hoax; (b) penggunaan kosa kata tidak beraturan, seperti baper, mager, kepo, unyu, dan narsis; (c) penggunaan partikel, seperti lo/loh, dong, eh, an, kok, ndak, ya, lah, dan ah; (d) penggunaan istilah bahasa asing, seperti thanks, vity, video, exspor, import, dan stand; serta (e) penggunaan bahasa daerah, seperti sampean, tiada, sopo, inyong, kie, teh, dan mangga. Fungsi yang berbeda-beda dalam tindak komunikasi digunakan untuk mencari jati diri, mengungkapkan ekspresi diri, metalingual, dan emosi serta untuk menunjukkan eksistensi sebagai kaum cendekia atau terpelajar kepada masyarakat luas.Kata kunci: bahasa slang, talkshow, hitam putih, Trans7                                          AbstractSlang is one of the most popular languages in social media. The purpose of this study is to describe the use of slang in "Hitam and Putih" talkshow on Trans7. It is descriptive qualitative. Data sources are conversations in "Hitam and Putih" Talkshow. It uses refer and note techniques. The data analysis is carried out in three stages, namely, the process of finding data, managing data, and presenting data. The results show the use of (a) slang words, like loe, gua, baper, okey, viral, akting, pres, and hoax; (b) irregular vocabulary, like baper, mager, kepo, unyu , and narsis; (c) particles, like lo/loh, dong, eh, an, kok, ndak, ya, lah, and ah; (d) foreign language terms, like thanks, vity, video, export, import, and stand; (e) local languages, like sampean, tiada, sopo, inyong, kie, teh, and mangga. Different functions of communication are also used in order to look for identity, express self-expression, metalingual, and emotion, and show the existence as scholars to the community.Keywords: slang, talkshow, hitam putih, talkshow, Trans7
PENGGUNAAN REGISTER PADA PODCAST SOAN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Desti Nur Aini Hidayati; Yoshi Prapuji Ningthias; Elen Inderasari
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v12i2.44027

Abstract

Penelitian yang berjudul Penggunaan Register Pada Podcast Soan Denny Caknan sebagai Kajian Sosiolinguistik menguraikan tentang ragam bahasa yang digunakan oleh Denny Caknan selaku pembawa acara dalam podcast tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud/bentuk, makna, dan fungsi register pada Podcast Soan Denny Caknan yang tayang di aplikasi YouTube, tepatnya channel Denny Caknan. Media tersebut dijadikan sebagai objek penelitian karena seluruh masyarakat sudah mengakses aplikasi YouTube yang sering dipakai sebagai media informasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan kajian Sosiolinguistik. Teknik yang digunakan yaitu simak dan catat. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ditemukan 31 register dalam Podcast Soan Denny Caknan dengan bentuk register lingual, register selingkung terbuka, serta register selingkung terbatas dengan fungsi register yang terdiri dari fungsi instrumental, regulasitoris, representasional, interaksional, dan heuristik. Penelitian ini dibuat agar pembaca dapat memahami dan membedakan mengenai  penggunaan register di dalam suatu bahasa.
CAMPUR KODE INTERN DAN EKSTERN DALAM TUTURAN PENYIAR ACARA “PAGI-PAGI” DI SOLO RADIO FM 92.9 MHz Oky Yahya Aprilia; Candra Alfiyani; Elen Inderasari
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 18, No 2 (2020): Medan Makna Desember
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v18i2.2688

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang wujud campur kode pada tuturan yang dilakukan oleh penyiar Solo RadioFM di kota Surakarta. Tuturan dalam acara “Pagi-Pagi” tersebut terjadi peristiwa campur kode, baik itu campur kode intern maupun campur kode ekstern. Peralihan bahasa yang terjadi, yaitu bahasa inggris dan Jawa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah siaran radio acara “Pagi-Pagi”yang dilakukan oleh Adis dan Abas sebagai penyiar pada acara tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode intern dan ekstern pada tuturan penyiar radio acara “Pagi-Pagi” Solo Radio FM.  Pengumpulan data, dilakukan melalui teknik rekam, simak dan teknik catat. Kemudian penulis menganalisis jenis dan faktor yang melatarbelakangi terjadinya campur kode dengan menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian ini sebagai berikut , pertama adalah bentuk campur kode beserta faktor penyebab terjadinya campur kode. Bentuk-bentuk campur kode yang ditemukan meliptin campur kode intern dan ekstern. Campur kode intern berupa campur kode dari bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa dialek Solo dan campur kode ekstern yang ditemukan berupa campur kode bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Datatentang campur kode baik campur kode intern dan campur kode ekstern dalam tuturan penyiar acara “Pagi-Pagi” Solo Radio FM ditemukan 66 peristiwa campur kode, yaitu 33 dalam bentuk kata baik itu campur kode intern dan ekstern, 12 berbentuk Frasa,  5 berbentuk baster, 6 berbentuk pengulangan kata, 10 berbentuk klausa.
A CULTURAL-BASED MEDIATION TO SOLVE DEFAMATION CASES: A FORENSIC LINGUISTIC STUDY Elen Inderasari; Ali Kusno; Hari Kusmanto
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2022): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v17i1.13341

Abstract

Defamation cases found through social media have increased significantly. The government has done restorative justice in handling defamation cases. This study aims to describe formulating a cultural-based mediation. This research is descriptive qualitative research. The data of this research was the language used on MY’s Facebook comment and police report regarding the case. An interactive model (data reduction, display, and conclusion drawing) is applied to analyze the data. The findings of this research show that cultural-based mediation may serve as an alternative to solving a defamation case as long as both parties share the same culture. It may be effective if the police have not yet handled the case and a third party who can act neutral and fair is present during mediation. If else, the case will be handled by the police, which can be based on an expert's opinion, the linguists.
Relasi Laki-laki dan Perempuan dalam Konstruksi Maskulinitas Jawa pada Lagu Dangdut Koplo Chafit Ulya; Bagus Wahyu Setyawan; Else Liliani; Elen Inderasari
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 36 No 3 (2021): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v36i3.1342

Abstract

Modernisasi telah memberikan perubahan besar pada struktur kehidupan manusia, termasuk relasi laki-laki dan perempuan dalam kehidupan berkeluarga. Perubahan ini melahirkan konsep baru tentang maskulinitas, terutama yang ditemukan pada lagu dangdut koplo dari Jawa Timur. Maka, penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan bagaimanakah bentuk relasi laki-laki dan perempuan dalam konstruksi maskulinitas Jawa pada lagu dangdut koplo? Metode deskriptif kualitatif digunakan dan memanfaatkan konsep maskulinitas sebagaimana dikemukakan oleh Janet Saltzman Chafetz. Chafetz menggambarkan tujuh wilayah maskulinitas tradisional pada budaya barat: fisik, fungsional, seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan sifat pribadi lain. Penulis artikel ini menyimpulkan bahwa lagu dangdut koplo Jawa menggambarkan relasi laki-laki dan perempuan dalam tiga dimensi maskulinitas: fungsional, emosional, dan intelektual. Dimensi fungsional memerankan laki-laki pada peran sebagai pencari nafkah; dan dimensi emosional sebagai memiliki ketenangan dan kematangan emosional yang tinggi; sedangkan dimensi intelektual menghadirkan sosok laki-laki dengan pemikiran yang logis, rasional, dan praktis.
Bal-Balan Sega Bentuk Tradisi Slametan dan Ngalap Berkah Bulan Sya'ban Pada Masyarakat Ngawi Jawa Timur Riza Mar'atus Sholikhah; Kalpika Cahya Buana; Elen Inderasari
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.40439

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya bentuk slametan dan ngalap berkah yang terdapat dalam folklore “Bal-balan Sega” yang kemudian akan dikaji oleh peneliti dengan menggunakan kajian antropologi sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk slametan dan ngalap berkah dari tradisi “Bal-balan Sega” di Dusun Tambakselo, Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumentasi video dan seorang informan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancaramendalam, rekam, catat, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori antropologi sastra menurut Endraswara yang kemudian dikaitkan dengan analisis model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa “Bal-balan Sega” merupakan salah satu tradisi unik yang berasal dari Ngawi khususnya masyarakat Tambakselo. Tradisi ini berbeda dari tradisi pada umumnya karena memiliki prosesi khusus yaitu perang nasi yang menjadi perhatian orang-orang awam yang belum mengetahuinya.
A Lessons in Pandemic Autonomous Learning Conflicts of Communicative Methods in English Curriculum 2013 along COVID-19 in Indonesia Giyoto Giyoto; Harun Joko Prayitno; Elen Inderasari; Tri Santoso; Amri Adi Nur Salam; Khoirul Adi Nur Alfisyahri
Randwick International of Education and Linguistics Science Journal Vol. 3 No. 4 (2022): RIELS Journal, December
Publisher : RIRAI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47175/rielsj.v3i4.578

Abstract

Communicative competence is the goal of language learning, for which students have to learn language in a real context; and it also becomes the focus of Curriculum 13 in Indonesia. However, due to the COVID-19 pandemic, there are conflicts in realizing communicative competence for the students online. This study aims to identify conflicts faced by the teachers in integrating communicative language teaching method and online platforms used during the pandemic, as the lessons in long distance learnings. This study is qualitative with in-depth interview as the main data collection technique. The respondents of this study cover 137 senior high school teachers. The data is analyzed by identifying the relevant interplays between graduate competences, language learning methods, online platforms used, and conflicts on the teachers and students learning autonomously along pandemic. The findings show that there are conflicts among the teachers and students in implementing online communicative language teaching autonomously, since the method and the used online learning platforms are irrelevant and internet literacy and infrastructure are still poor. There must be comprehensive understanding and skills of the teachers and students in handling autonomous learning digitally along the pandemic including learning outcome, materials, learning methods and process, and testing the outcome. These conflicts bring about lessons of adaptability, collaboration, communication, and resilience, they have learned valuable skills that will serve them well in their future education and careers.
VARIASI BAHASA BIDANG EKONOMI DI ERA PANDEMI COVID-19 ferdian achsani; Elen Inderasari; Farah Fauziyah Haqiqi; Siska Ayu Maharani
Kadera Bahasa Vol 14, No 1 (2022): KABA Vol 14 No. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47541/kaba.v14i1.183

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to describe the variety of languages in the Covid-19 pandemic era, especially in the economic field. This study uses a quantitative descriptive approach which will produce data in the form of descriptions of words instead of numbers. The form of diction or terms during the Covid-19 pandemic is the subject of this study. Meanwhile, the object of this research focuses on the characteristic patterns of various language terms in the economic sector in the Covid-19 pandemic era. This research technique uses observation techniques and data selection. This study provides results in the form of 51 data on the pattern of characteristics of various languages in the field of economic terms in the Covid-19 pandemic era and classified into 9 data in English, 8 data in synonym, 25 data in Indonesian abbreviation, 4 data in the form of language abbreviations. English, and 5 data in acronym form.Keywords:  
IMPLEMENTASI KURIKULUM BIPA (BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING) BERBASIS CULTURAL ISLAMIC STUDIES (INTERGRATED CURRICULUM) DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Elen Inderasari; Wahyu Oktavia
Jurnal Bahasa Lingua Scientia Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Unit Pengembangan Bahasa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ls.2019.11.1.127-144

Abstract

Kurikulum merupakan susunan dan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan, dalam rangka upaya pencapaian tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) berbasis cultural islamic studies (intergrated curriculum) di perguruan tinggi islam. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi yang digunakan terkait secara langsung maupun tidak langsung terhadap pengembangan kurikulum di pembelajaran BIPA IAIN Surakarta dengan mengambil sampel penyusun kurikulum BIPA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi yang berupa triangulasi sumber, metode dan teknik. Pada tahap analisis data peneliti menggunakan model analisis reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verivikasi terhadap penelitian yang dilakukan. Hasil analisis dalam penelitian menunjukkan adanya (a) model dalam kurikulum berbasis cultural islamic studies (integrated curicculum) dalam pengajaran kurikulum BIPA di perguruan tinggi islam, (b) implementasi dalam kurikulum BIPA berbasis cultural islamic stuides (integrated curicculum) di perguruan tinggi Islam. (c) keunggulan dan kelemahan dalam kurikulum BIPA berbasis cultural islamic studies (integrated curicculum) di perguruan tinggi Islam.
Co-Authors Achsani, Ferdian Achsani, Ferdian Adi Nur Alfisyahri, Khoirul Afifah Nuur Qory'ah Agus Tika Dwi Savira Ali Kusno Ali Kusno Aminuddin Faryabi Amri Adi Nur Salam Ananto, Arif Anggraini, Nabila Syifa Anis Rahmawati Anisa Dimas Tutik Aqnasya Khairul Akhila Arif Setiawan Arina Mana Sikana Arina Mana Sikana Aulia, Zeniar Nur Bagus Wahyu Setyawan Bini Lestari Cahyarani, Chairunnisa Lintang Candra Alfiyani Chafit Ulya Chafit Ulya Choirurrohim, Anisa Danang Wahyu Triantoro Dede Nugraha Kurniawan Desti Nur Aini Hidayati Diah Arum Hapsari Diah Arum Hapsari Diah Arum Hapsari Dian Uswatun Hasanah Dwi Kurniasih Dwi Kurniasih Dwi Kurniasih Dwi Kurniasih Dwi Rahmawati Elita Ulfiana Else Liliani Fajri Syafiah Farah Fauziyah Haqiqi Farida Yufarlina Rosita Faridhatun Nikmah Faryabi, Aminuddin Fatmi, Karisma Nabila Ferdian Achsani Ferdian Achsani Ferdian Achsani Gigit Mujianto Giyoto Hanafi, Dzulekha Isnawa Arpiya Hapsari, Diah Arum Harun Joko Prayitno Haryadi Hepy Delinasari Hilmi Mahya M. Hilmy Mahya Masyhuda Isah Cahyani Jayanti Nofiana Nur Kalpika Cahya Buana Kalpika Cahya Buana Khoirul Adi Nur Alfisyahri Kurniasih, Dwi Kurniawan, Dede Nugraha Kusmanto, Hari Lestari, Bini Lilik Untari Mahsusi Mahsusi marfu'ah nur jannah Masyhuda, Hilmy Mahya Nagari, Gandhi Putri Setya Nas Haryati Setyaningsih Nazulatur Rohmah Novianti, Rizky Nugraha, Dede Kurniawan Nur Fitriani Nurul Yuwana Ning Tyas Nurus Saadah Nuryani, Nuryani Oktavia, Wahyu Oky Yahya Aprilia Pangestuti, Aisyah Fitri Nur Puspitasari, Nisa Indah Rahayu, Cory Riza Mar'atus Sholikhah Riza Mar’atus Sholikhaha Saputri Ainaulmardiyah Setiawan, Muhammad Alvian Putra Setyaningrum, Rahmada Fitradewi Sikana, Arina Mana Siska Ayu Maharani Syahra, Putri Amelia Syihaabul Hudaa Tibyan, Imam Muhijuddin Tiya Agustina Tiya Agustina Tiya Agustina, Tiya Tri Santoso Utomo, Fatqia Rizki Amalia Wahyu Oktavia Widiyanti, Uma Latifa Yoshi Prapuji Ningthias Zeny Arisa Alfiyah Rofi