Claim Missing Document
Check
Articles

Crystal Palm Sugar Yield Optimization and Its Chemical and Sensory Characteristics Marwati; Irma Febriandini; Krishna Purnawan Candra; Yuliani; Hamka Nurkaya
Food Science and Technology Journal (Foodscitech) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fst.v6i2.6095

Abstract

Crystal palm sugar (CPS) is crystal brown sugar produced from palm tree sap. The quality of CPS depends on the quality/freshness of the sap, while the sap quality depends on the tapping method and its freshness. This study aimed to determine the appropriate sap tapping time of Arenga palm (Arenga pinnata) for raw material in CPS processing. The sap tapping time was carried out at 3, 6, 9, and 12 hours, each with four replications. Sap tapping was done by adding five grams of sodium bicarbonate into the sap container. Parameters observed were sap pH, yield, chemical properties (moisture content, ash content, and reducing sugar content), and sensory properties (color, aroma, texture, and taste) of the CPS. The data were processed by ANOVA and polynomial regression. The results showed that sap tapping time significantly affected (p<0.05) the sap pH and reducing-sugar content of CPS, but not (p>0.05) the yield, water content, ash content, and sensory response of CPS. However, using quadratic polynomial regression shows that CPS yield is optimum by processing the palm sap at about seven hours of tapping time, i.e., 14.56% and 12.47% for coarse and fine CPS, respectively. The sap pH obtained from the seven hours of tapping time was 6.8-7.1. The CPS has a reducing sugar content of 26.94% and overall hedonic characteristics of moderately like. The hedonic quality characteristics of the CPS are typical palm sugar for aroma, slightly brown for color, slightly hard for texture, and sweet for taste.
Study of white frangipani flower and bitter grape stem ethanol extract combination on antibacterial and antioxidant activities KRISHNA PURNAWAN CANDRA; WIJAYANTI KUSUMA WARDHANI; ANTON RAHMADI; MIFTAKHUR ROHMAH; YULIANI YULIANI
Jurnal Natural Volume 20 Number 3, October 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jn.v20i3.17175

Abstract

Frangipani flower (Plumeria acuminata) and bitter grape (Tinospora crispa L. Miers) stem extract alone shows antimicrobial and antioxidant activities. However, there is a limited report about the actions from the combination of both extracts. Combinations of ethanol extract of white frangipani flower (EFF) and ethanol extract of the bitter grape stem (EBS), each of 0, 1, 2, and 3% were tested for inhibition against Staphylococcus aureus growth and DPPH (1,1-diphenyl,2-picrylhydrazyl) free radicals. A yield of 3.17 and 2.62 g of EFF and EBS, respectively, were resulted from 100 g of dried powdered of the white frangipani flower and bitter grape stem using 200 mL of absolute ethanol. The antimicrobial test was assayed using a 10% stock solution of extract diluted in water. The combination of EFF and EBS showed a synergistic effect on antimicrobial activity, but it proved an antagonistic effect on antioxidant activity. The combination of EFF 3% and EBS 3% showed the highest inhibition index on the S. aureus growth , i.e. 2.02±0.06, which is higher than the inhibition index of Amoxycillin 2%, i.e. 1.85±0.09. The highest antioxidant activity showed by 1% EFF alone (57.5 ± 0.60%), while the lowest was from the combination of EFF 1% and EBS 3% (23.4±0.30%).  
Kelayakan daun keluak (Pangium edule Reinw) sebagai pengawet alami produk perikanan berdasarkan profil mutu sensoris dan keamanan mikrobiologi [The appropriateness of Pangi (Pangium edule Reinw) leaves as natural preservative based on sensory quality and microbiological safety profile] Candra, Krishna Purnawan; Setiawan, Agus; Yuliani, Yuliani; Emmawati, Aswita
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 29, No 1 (2024): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v29i1.35-43

Abstract

Daun keluak (Pangium edule Rinew) digunakan oleh masyarakat suku Dayak Ahoeng untuk mengawetkan daging dan ikan sebagai wujud dari kearifan lokal. Daun ini diketahui mengandung senyawa antibakteri yaitu tanin, fenol dan asam sianida. Sebuah percobaan faktor tunggal (lama pengawetan) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap telah dilakukan dengan tujuan untuk menentukan karakteristik mutu sensoris dan keamanan mikrobiologi ikan selama pengawetan menggunakan daun keluak. Perlakuan yang dicobakan adalah lama pengawetan 1 sampai 4 hari dan menggunakan ikan segar sebagai kontrol. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati adalah mutu sensoris hedonik ikan (SNI 2729:2013), ALT dan bakteri patogen (Coliform, Escherichia coli, Salmonella sp., Vibrio cholera, dan Vibrio parahaemolyticus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu sensoris hedonik ikan Lele Sangkuriang selama empat hari pengawetan menunjukkan perbedaan yang nyata (p<0,05) untuk semua atribut. Ikan lele Sangkuriang masih menunjukkan kualitas yang baik dengan skor mutu hedonik 6, 8, 7 dan 7 berturut-turut untuk kenampakan bola mata, lendir permukaan badan, bau dan tekstur pada pengawetan hari kedua. Pengawetan menggunakan daun keluak dapat mempertahankan keamanan mikrobiologi ikan lele Sangkuriang selama satu hari berdasarkan parameter ALT, Coliform, dan Salmonella sp. Cemaran V. parahaemolyticus mulai terdeteksi setelah dua hari pengawetan. Cemaran E. coli dan V. cholera mulai terdeteksi masing-masing setelah pengawetan selama 3 dan 4 hari. Pengawetan menggunakan cacahan daun keluak dapat mempertahankan mutu sensoris hedonik dan keamanan mikrobiologi ikan lele Sangkuriang sampai pengawetan hari ke satu berdasarkan syarat mutu SNI 2729:2013 tentang ikan segar.
Kelayakan daun keluak (Pangium edule Reinw) sebagai pengawet alami produk perikanan berdasarkan profil mutu sensoris dan keamanan mikrobiologi Candra, Krishna Purnawan; Setiawan, Agus; Yuliani, Yuliani; Emmawati, Aswita
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.1.%p

Abstract

Daun keluak (Pangium edule Rinew) digunakan oleh masyarakat suku Dayak Ahoeng untuk mengawetkan daging dan ikan sebagai wujud dari kearifan lokal. Daun ini diketahui mengandung senyawa antibakteri yaitu tanin, fenol dan asam sianida. Sebuah percobaan faktor tunggal (lama pengawetan) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap telah dilakukan dengan tujuan untuk menentukan karakteristik mutu sensoris dan keamanan mikrobiologi ikan selama pengawetan menggunakan daun keluak. Perlakuan yang dicobakan adalah lama pengawetan 1 sampai 4 hari dan menggunakan ikan segar sebagai kontrol. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati adalah mutu sensoris hedonik ikan (SNI 2729:2013), ALT dan bakteri patogen (Coliform, Escherichia coli, Salmonella sp, Vibrio cholera, dan Vibrio parahaemolyticus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu sensoris hedonik ikan Lele Sangkuriang selama empat hari pengawetan menunjukkan perbedaan yang nyata (p<0,05) untuk semua atribut. Ikan Lele Sangkuriang masih menunjukkan kualitas yang baik dengan skor mutu hedonik 6, 8, 7 dan 7 berturut-turut untuk kenampakan bola mata, lendir permukaan badan, bau dan tekstur pada pengawetan hari kedua. Pengawetan menggunakan daun keluak dapat mempertahankan keamanan mikrobiologi ikan Lele Sangkuriang selama satu hari berdasarkan parameter ALT, Coliform, dan Salmonella sp. Cemaran V. parahaemolyticus mulai terdeteksi setelah dua hari pengawetan. Cemaran E. coli dan V. cholera mulai terdeteksi masing-masing setelah pengawetan selama 3 dan 4 hari. Pengawetan menggunakan cacahan daun keluak dapat mempertahankan mutu sensoris hedonik dan keamanan mikrobiologi ikan Lele Sangkuriang sampai pengawetan hari ke satu berdasarkan syarat mutu SNI 2729:2013 tentang ikan segar.
Potential of frangipani flower (Plumeria sp.) as a source of antibacterial and antioxidants and its application in the pharmacological activities CANDRA, KRISHNA PURNAWAN; LESTARI, GISTI MALINDA; PRABOWO, SULISTYO; YULIANI, YULIANI; MARWATI, MARWATI; RACHMAWATI, MAULIDA
Jurnal Natural Volume 24 Number 2, June 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jn.v24i2.29356

Abstract

Frangipani (Plumeria spp.) was a flowering ornamental plant with several metabolites that can be used as traditional medicine for various diseases such as laxative, anti-itch, anti-inflammatory, diabetic, and malaria. The Frangipani flower showed antibacterial activity against E.coli, P.aeruginosa, S.aureus, C.albicans, S.pyogenes, S.typhi, B.pumilus, B.subtilis, S.dysenteriae, P.mirabilis, P.fluorescens, B.cereus, S.flexneri, and M.furfur. Frangipani flowers also have high antioxidant activity due to their significant phenol and flavonoid content. This study provided an overview of the application of Frangipani flowers for pharmaceutical purposes.
Karakteristik fisikokimia dan organoleptik makaroni substitusi tepung terigu dengan tepung wortel (Daucus carota L.) Sari, Eirine Yemeima; Prabowo, Sulistyo; Candra, Krishna Purnawan; Suprapto, Hadi
Journal of Tropical AgriFood Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.6.2.2024.16298.97-107

Abstract

Substitusi tepung wortel pada produk berbahan baku tepung terigu merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gandum dan terigu. Pada penelitian ini dilakukan substitusi tepung terigu dengan tepung wortel pada makaroni. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung wortel pada makaroni terhadap karakteristik fisiko-kimia dan organoleptik makaroni. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah kandungan tepung wortel dalam komposit tepung terigu dan tepung wortel, yaitu 0, 10, 20, dan 30%. Parameter yang diamati adalah karakteristik fisiko-kimia dan organoleptik hedonik makaroni. Data fisiko-kimia dianalisis dengan ANOVA, sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung wortel berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik fisiko-kimia yaitu pada tekstur, warna, daya kembang, kadar β-karoten, kadar air, kadar abu dan organoleptik hedonik makaroni. Sedangkan pada kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat berpengaruh tidak nyata (p>0,05).
KAJIAN RHODAMIN B, KUALITAS MIKROBIOLOGI DAN SANITASI PADA JAJANAN KAKI LIMA SEKITAR SEKOLAH DASAR DI SAMARINDA, INDONESIA [ASSESSMENT OF RHODAMINE B, MICROBIOLOGICAL QUALITY AND SANITATION OF STREET-VENDED FOOD-SNACK AROUND SCHOOL IN SAMARINDA] Krishna Purnawan Candra; Ratna Setia Ningsih; Sukmiyati Agustin; Elisa Maulidya Putri
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 42 No. 2 (2019): PGM VOL 42 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v42i2.2372

Abstract

The incidence of foodborne disease caused by street food in Indonesia tends to increase. Meatball served with tomato sauce is popular among elementary school students in Indonesia. This research examined the safety of the sauce used for meatball sold among the elementary school students in Samarinda. Rhodamine B and microbiological quality of the tomato sauce were examined from 25 vendors. Sanitation during the meatball preparation by each vendor was also questioned. Results showed that 79.2% of the vendor sold the meatball with Rhodamine B was positively detected in the tomato sauce. All sauce did not meet the requirements of the microbiological quality of Indonesian standard. It might be caused by cross-contamination of the pathogenic microbes from equipment, poor vendor sanitation while preserving the sauce, or the water used in the preserving processed. Contamination from air pollution also needs serious attention because the vendors sold the meatball in the street or by the roadside.
Sosialisasi Budidaya Udang Dengan Model Smart Silvofishery Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Kecamatan Muara Badak Esti Handayani Hardi; Haris Retno Susmiyati; Rita Diana; Nurul Puspita Palupi; Krishna Purnawan Candra
ABDIKU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman Vol. 1 No. 2 (2022): ABDIKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/abdiku.v1i2.380

Abstract

Shrimp farming is one of the most important livelihoods practiced by the community in the villages of Muara Badak Ulu and Salo Palai, Muara Badak District, Kutai Kartanegara Regency, using traditional management. Disease problems, decreasing of water quality, and natural food are all factors that reduce shrimp yields and pond productivity. This outreach and mentoring activity were held in collaboration with the Indonesian Peat and Mangrove Restoration Agency, with the goal of improving community skills in pond management through the use of environmentally friendly smart silvofishery. This method makes use of the nutrient cycle in the pond, as well as plant extracts to prepare and manage the pond. This activity was carried out for four discussed meetings by delivering environmental management and safety pond management. It involved nearly 155 people from the village community, local government, BRGM, and students from Mulawarman University's Faculty of Fisheries and Marine Sciences, forestry, agriculture, and law. This activity began with the identification of pond problems, followed by workshops and the preparation of smart silvofishery subjects, socialization activities for the application of the 10 steps of smart silvofishery, trials on demonstration plot ponds, and concluded with the monitoring and evaluation of activity implementation. Experiments on pond demonstration plots revealed that polyculture management with smart silvofishery increased yields up to 35 kg/ha, up from 14 kg/ha previously, and fish farmer have a standard step to manage their pond.
POTENSI KOMERSIALISASI DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L.) SEBAGAI HERBAL PENURUN TEKANAN DARAH Yani, Erna Handai; Candra, Krishna Purnawan
Cannarium Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v21i2.6917

Abstract

Rambusa (Passiflora foetida L.) adalah tanaman liar merambat yang sering ditemui di daerah seperti rawa dan pinggiran sungai. Daun tanaman rambusa ini mempunyai fungsi alternatif sebagai anti hipertensi dan anti diabetes. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik sensoris teh yang dihasilkan dari dua metode handmade yang berbeda, yaitu metode sangrai dan metode blanching. Bahan utama teh menggunakan sampel dari Desa Babulu Darat, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Penelitian ini dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap untuk membandingkan karakteristik sensoris teh yang dihasilkan dari dua metode handmade. Masing-masing perlakuan dilakukan dengan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah karakteristik keseluruhan sensoris hedonik teh yang dihasilkan meliputi warna, aroma, tekstur untuk teh dan warna, aroma, rasa untuk seduhannya. Skala yang digunakan adalah 1-5 yang menunjukkan sangat tidak suka, tidak suka, agak suka, suka, dan sangat suka. Data dianalisis dengan uji Uji Wilcoxon. Respons sensoris hedonik performance bentuk teh daun rambusa yang dihasilkan dengan metode sangrai secara nyata (p0,05) mendapatkan respons sensoris lebih tinggi tinggi (skor 4, suka) dibanding teh yang dihasilkan dengan metode blanching (skor 3, agak suka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode tersebut dapat digunakan, tetapi metode sangrai menghasilkan teh dengan sifat sensoris hedonik yang lebih disukai.
OPTIMASI RENDEMEN PADA EKSTRAKSI MINYAK KELAPA (Cocos nucifera L.) DENGAN METODE WET RENDERING Candra, Krishna Purnawan; Nindyana, Bhibies Arghita
Cannarium Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v21i2.6919

Abstract

Optimasi rendemen minyak kelapa telah dilakukan pada ekstraksi dengan metode wet rendering. Interaksi dua faktor dalam ekstraksi santan dipelajari menggunakan 250-750 mL air dengan suhu 28-65oC. Percobaan dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Central Composite Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air berpengaruh tidak nyata (p0,05) terhadap rendemen minyak, tetapi jumlah air dan interaksinya keduanya berpengaruh nyata (p0,05). Rendemen tertinggi 14,48% diperoleh pada ekstraksi menggunakan kombinasi jumlah dan suhu air sebesar 750 mL dan 28oC. Model persamaan yang cocok adalah 2FI, yaitu Rendemen (%) = 10,66 + 0,2338 A + 2,72 B – 2,10 AB (A = suhu air, oC; B = jumlah air, mL).
Co-Authors Abdul Hakim Ainudin Ainudin Akhmad Alberth Parlindungan Alfisyahrani Aloysius Hardoko Amin, Andi Syaiful Anis Sofianur Anton Rahmadi Anton Rahmadi Arba Susanty Arboby Gunawan Ariana Ariana Arif Kurniawan Asih Ika Suryandari Aswita Emmawati Bernatal Saragih Bernatal Saragih Bernatal Saragih Bhibies Arghita Nindyana Bujang, Kopli Chandra Kadwa Utama Sutrisno Daniel Tarigan David Patra Didimus Tanah Boleng Elisa Maulidya Putri Elsje Theodora Maasawet Elsje Theodore Massawet Emmawati, Aswita Erna Handai Yani Esti Handayani Esti Handayani Hardi Fitriani . Fitriani Fitriani Hadi Suprapto Hamka Haris Retno Susmiyati Hendra Saputra Hendri Wardana Herliani Herliani Hosana, Onedha Hudaida Syahrumsyah Hudaida Syahrumsyah Irma Febriandini Islamudin Ahmad Ismail Ismail Iwan Muhamad Ramdan Kasma Kasma Kusdiyanto, Hery Lambang Subagiyo LESTARI, GISTI MALINDA Lisnawati Lisnawati Makrina Tindangen Maria Ulfah Marwati Masitah - Masyhudi Masyhudi, Masyhudi Maulida Rachmawati Miftakhur Rohmah, Miftakhur Muhammad Amir Masruhim Muhammad Arifin Muhammad Fahri Muhammad Sultan Muhammad Zulkarnain Ramadana Asir Neni Suswatini Nindyana, Bhibies Arghita Nooryani Nooryani Nur Amaliah Nurul Hidayati Nurul Puspita Palupi Onedha Hosana PETER ROGGENTIN Prabowo, Sulistyo Prabowo, Sulistyo Purwanto, Herry Ratna Setia Ningsih Resi Mandalia Rezeki, Kartika Sri Ria Oktaviani Rinten Anjang Sari Rita Diana ROLAND SCHAUER Sari, Eirine Yemeima Sarinah . Sarwono . Sri Roma Yuliarta Sukartiningsih Sukartiningsih Sukmiyati Agustin Susanty, Arba Susilo Suwasono, Sony Taufan Purwokusumaning Daru, Taufan Purwokusumaning Tazri Amrullah Tholhah, Tholhah Vandalita Rambitan Viky Bayu Parytha WIJAYANTI KUSUMA WARDHANI Wiwit Murdianto Yani, Erna Handai Yeni Yunus Yudha Agus Prayitno Yuliani Yuliani Yuliani, Yuliani Yusak Hudiyono Yusak Hudiyono, Yusak