Claim Missing Document
Check
Articles

Etnoekologi, Biodiversitas Padi dan Modernisasi Budidaya Padi: Studi Kasus Pada Masyarakat Baduy dan Kampung Naga Johan Iskandar; Budiawati Supangkat Iskandar
Jurnal Biodjati Vol 3 No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2344

Abstract

Program Revolusi Hijau di Indonesia mulai digulirkan di akhir 1960-an. Program ini telah memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif di antaranya dapat meningkatkan poduktivitas padi sawah secara makro. Sementara itu, dampak ngatifnya diantara telah menyebabkan kepunahan anekaram varietas padi lokal secara masif. Oleh karena itu, kajian tentang kepunahan anekaragam padi lokal di berbagai kawasan perdesaan di Jawa Barat dan Banten sangat penting untuk diteliti. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji  pengetahuan masyarakat perdesaan tentang ekologi, terutama  kaitannya dengan pengeloaan keanekaragaman varietas padi lokal dan perubahannya dampak Revolusi Hijau, berlandaskan   dari studi kasus pada masyarakat Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten Selatan dan masyarakat Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnoekologi, yaitu peneliti mempelajari pengetahuan penduduk perdesaan tentang berbagai aspek ekologi dalam kaitannya dengan pengeloaan padi lokal. Teknik pengumpulan data lapangan dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam terhadap informan yang kompeten yang dipilih secara’ purposive’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejatinya para petani ‘huma’ Baduy dan petani sawah Kampung Naga memiliki peran penting dalam mengkonservasi anekaragam varietas padi lokal secara in-situ. Namun, akibat program Revolusi Hijau, beberapa varietas padi lokal sawah penduduk Kampung Naga mengalami kepunahan. Sementara itu, kepunahan anekaragam varietas padi lokal di ‘huma’ Baduy tidak terdokumentasikan. Mengingat penduduk Baduy tidak menerima program Revolusi Hijau. Kepunahan keanekaragam varietas padi lokal dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kebijakan pemerintah, perubahan ekosistem, dan akibat perubahan sistem sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Penelitian ini dapat memiliki kontribusi penting untuk ilmu pengetahuan dan kepentingan praktis. Berdasarkan kepentingan ilmu pengetahuan yaitu dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang etnoekologi dan etnobotani. Sementara itu, untuk kepentingan praktis, diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk dijadikan masukan  bagi berbagai pihak terkait, guna upaya konservasi anekaragam padi di Indonesia.   
Etnobotanical Study on Banana in Karangwangi Village, Cianjur District, West Java Tatang Suharmana Erawan; Rahmi Aulia Hidayat; Johan Iskandar
Jurnal Biodjati Vol 4 No 1 (2019): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v4i1.2954

Abstract

  Banana has been known as one of fruits that has an important function in the rural areas. Bananas have been traditionally planted by rural farmers in the homegarden, garden and mixed-garden in West Java. However, study on bananas in Karangwangi village,Cianjur has not been carried out. Aim of study was to explore varieties (landraces) of bananas, source of local knowledge on bananas, utilization of ba-nanas and diseases of bananas. Method used in this study was quali-tative with ethnobotanical approach and some techniques, including observation and semi-structure interview were applied in this study. The result of study showed that, it was recorded 13 variations of ba-nana; main source of local knowledge on bananas from the parent and friends; utilization of bananas, including consumption of ripe fruit, made of “sale” and some banana organs, including leaves, “jantung” (male flower), pseudostem, ”bonggol” (base of pseudostem) and roots of bananas were usually used by people. Main diseases of banana was known by local people as “Pireus” (virus). We recommended more intensive study on bananas must be carried on for near future.
The Effect of The Partial Solar Eclipse on Behavior of Three Species of Ardeidae In Rancabayawak Bandung Johan Iskandar; Budiawati Supangkat Iskandar
Jurnal Biodjati Vol 5 No 2 (2020): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v5i2.4578

Abstract

The natural occurrence of solar eclipses can cause various impact on bird species. The purpose of this study was to examine the effect of the partial solar eclipses on changes in behavior of three species of Ardeidae in the Rancabayawak, Gedebage, Bandung, West Java. The research method used was qualitative which direct observation sampling technique was applied.  The results of study showed that three bird species of Ardeidae namely Javan Pond-Heron (Ardeola speciosa Horsfield 1821), Buffalo Egret (Bubulcus ibis Linnaeus 1758, and small egrets (Egretta garzetta Linnaeus 1766) with total population 566 individuals were recorded in the resting and breeding place of bamboo trees and surrounding area of Rancabayawak during the partial solar eclipse.The behavior of these tree bird species, including sound of chicks, sunbathing, preening the feather, and flying of individual adults went out the resting and breeding place of bamboo trees observed tend to be normal before occurring the partial solar eclipse. During the partial solar eclipse, however, the sound of the chick stopped for a second. Some individual adult birds stopped involve in preening their feather. While, some adult individual birds were flying go back to the nest of bamboo trees that may be assumed it has already late afternoon due to dark of sun shine. Implication of this research have been considered to be very important for contributing the scientific knowledge on bird behavior changes caused by natural phenomena of the partial solar eclipse.Â