Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS MANIPULASI EFFLEURAGE TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Muhammad Nurul Anwar; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.343 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i2.29183

Abstract

Lansia merupakan tahap lanjut dari proses kehidupan yang ditandai dengan menurunnya kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya. Masa lansia merupakan tahap akhir dalam siklus perkembangan manusia di masa proses penuaan yang dialami oleh lansia dapat menyebabkan hilangnya kemampuan organ dan jaringan untuk memperbaiki diri secara perlahan-lahan dan semakin besarnya tekanan batin dan perasaan yang dialami. Tingkat aktivitas yang dilakukan oleh lansia kebanyakan merupakan aktivitas fisik ringan tetapi tetap dapat mendorong dan mempertahankan kemampuannya secara baik. Lansia banyak menghadapi masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintregasi. Pada lansia akan mengalami berbagai penurunan, yaitu kekuatan massa otot, menurunnya fungsi neuromuscular terutama pada persendian dan banyaknya mengeluh kelentukan yang berkurang karena kelelahan otot pada tubuh. Seiring dengan adanya penurunan kemampuan pada lansia sering munculnya perasaan cemas dan adanya pola pikir yang semakin dalam. Penelitian ini merupakan penelitian deskrpitif yang bertujuan memberikan apakah terdapat  efektivitas massage Effleurage terhadap tingkat depresi pada lansia di dusun Plumbon, Banguntapan, Bantul. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dangan persentase, bertujuan untuk mengumpulkan data, menyajikan data dan menentukan nilai. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat efektivitas manipulasi effleurage terhadap tingkat depresi pada Lansia adalah baik dengan pertimbangan rerata sebesar 5,6. Tingkat efektivitas massage effleurage terhadap tingkat depresi pada Lansia yang berkategori normal 10 orang atau 66,67%, ringan 5 orang atau 33,33%. EFFECTIVENESS OF MANIPULATION EFFLEURAGE DEPRESSION LEVELS IN ELDERLY AbstractElderly is an advanced stage of the life process marked by a decrease in the body's ability to adapt to the surrounding environment. The elderly is the final stage in the cycle of human development during the aging process experienced by the elderly can cause the loss of the ability of organs and tissues to repair themselves slowly and the increasing amount of inner pressure and feelings experienced. The level of activity undertaken by the elderly is mostly mild physical activity but can still encourage and maintain their abilities properly. Elderly faces many health problems that need to be handled immediately and integrated. In the elderly will experience a variety of decreased, namely the strength of muscle mass, decreased neuromuscular function, especially in the joints and the number of complaints of reduced flexibility due to muscle fatigue in the body. Along with a decrease in ability in the elderly often the emergence of feelings of anxiety and the existence of a deeper mindset. This research is a descriptive study aimed at providing whether there is an effectiveness of Effleurage massage on the level of depression in the elderly in the village of Plumbon, Banguntapan, Bantul. The data analysis technique used is descriptive with percentages, aiming to collect data, present data and determine values. The results of the study stated that the level of effectiveness of effleurage manipulation on the level of depression in the elderly was good with a mean consideration of 5.6. The effectiveness of massage effleurage on the level of depression in the elderly is in the normal category of 10 people or 66.67%, mild 5 people or 33.33%.
Validity and reliability test of screening questionnaires training movement appropriate to elderly people Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 19, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v19i2.34866

Abstract

Increased age experienced by each person will end with the elderly age group, which is vulnerable to various activities due to physiological function decrease occurred. On the other hand, the elderly need to stay alive. Instead of socio-psychological aspects, muscular function, cardiovascular and balance, and mobility aspects are important factors that support our body's work. The assessment in this study uses the questionnaire of "Appropriate Movement for the Elderly" distributed to personal trainers or instructors for the elderly. The results of the validity test can be concluded that G4 (Press the arm in front of the chest) with r count = 0.176 0.666; G12 (Hyper-extension) with r count = 0.176 0.666; G14 (Ankle to left and right chest) with a value of r count = -0.78 0.666; G15 (Russian paver) with a calculated value of r = -0.78 0.666; G18 (Turn the arm clockwise) with a value of r count = 0.176; G36 (Cow Cat Attitude) with r count = - 0.14; G42 (Raise the sumo calf on the wall) with a calculated r-value = 0.176 0.666. Whilst, reliability test with Cronbach's Alpha value calculation was obtained at 0.734 0.60, which shows various types of movements are reliable or consistent. It can be concluded that the questionnaire about screening exercises that are suitable for the elderly prove is consistent for all questions and valid for 40 movements, while 7 other movements (pressing the arm in front of the chest, Hyper-extension, Knee wrists to the left and right chest, Russian paw, Turn the arm in the direction of the needle clock, Cow Cat Attitude, and Raise sumo, raise calf on the wall) were invalid or not suitable for physical activities in the elderly. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner skrining gerakan latihan yang sesuai dengan lansia AbstrakPertambahan usia yang dialami oleh setiap orang akan berujung pada kelompok usia lansia, dimana rentan terhadap berbagai aktivitas karena adanya penurunan fungsi fisiologis yang terjadi. Di sisi lain, kebutuhan lansia untuk tetap dapat bertahan hidup harus dimiliki. Selain adanya aspek sosio-psikologis, aspek kemampuan otot, kardiovaskular dan keseimbangan serta mobilitas menjadi faktor penting untuk menunjang kerja tubuh. Pengukuran pada studi ini menggunakan kuesioner “Skrining Gerakan yang Cocok untuk Lansia” yang disebar kepada para personal trainer atau instruktur lansia. Diperoleh hasil uji validitas yang menyimpulkan bahwa G4 (Tekan lengan didepan dada) dengan r hitung = 0,176 0,666; G12 (Hiperektansi) dengan r hitung = 0,176 0,666; G14 (Pergelangan lutut ke dada kiri dan kanan) dengan nilati r hitung = -0,78 0,666; G15 (Puntir Rusia) dengan nilai r hitung = -0,78 0,666; G18 (Putar lengan searah jarum jam) dengan nilai r hitung = 0,176; G36 (Sikap Kucing Sapi) dengan nilai r hitung = - 0,14; G42 (Angkat sumo dan angkat betis di tembok) dengan nilai r hitung = 0,176 0,666. Sementara dalam uji reliabilitas diperoleh angka perhitungan nilai Cronbach’s Alpha 0.734 0.60, menunjukkan bahwa berbagai macam jenis gerakan yang ada termasuk reliabel atau konsisten. Dapat disimpulkan bahwa kuesioner mengenai skrining gerakan latihan yang sesuai dengan lansia terbukti konsisten dalam pemberian pertanyaan dan valid sebanyak 40 gerakan, sedangkan 7 gerakan lainnya (Tekan lengan didepan dada, Hiperektansi, Pergelangan lutut ke dada kiri dan kanan, Puntir Rusia, Putar lengan searah jarum jam, Sikap Kucing Sapi, dan Angkat sumo angkat betis di tembok) tidak valid atau tidak cocok untuk dilakukan oleh lansia saat beraktivitas fisik.
KONSUMSI PROTEIN UNTUKPENINGKATAN PRESTASI Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4763

Abstract

Gizi yang cukup yang dapat nnenjamin kesehatan optimaldibutuhkan oleh seorang atlet untuk berprestasi tinggi. Meskipundemikian, banyak atlet yang berbakat tidak mengerti hubunganlangsung gizi yang cukup dengan bentuk tubuh, endurance,fitness,dan pencegahan terhadap kecelakaan berlatih. Tuiisan di bawahini akan membahas salah satu zat gizi, yaitu protein dalamhubungannya dengan praktik makan atlet, pertumbuhan, dankekuatan, serta performance atlet, dengan harapan bahwa atlet,pelatih, manajer, ahli gizi, dan orang-orang yang memberikanpelayanan kepada atlet, memahami serta dapat mempraktikkannyadalam tugas nyata sehari-hari.Dalam hidup protein memegang peraran yang penting.Proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karenaadanya enzim, suaai protein yang berfungsi sebagai biokatalis. Disamping itu, hemoglobin dalam butir-butir darah merah ataueritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paruparuke selumh bagian aibuh, adalah satu jenis protein. Demikianpula zat-zat yang berperan untuk melawan bakteri penyakit atauyang disebut antigen, juga suatu protein.Maniisia memperoleh protein dari makanan yang berasaldari hewan dan tumbuhan. Protein yang berasal dari tumbuhandisebut protein nabati, sedangkan yang berasal dari hewan disebutprotein hewani. Beberapa sumber protein adalah daging, telur, 'susu, beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan buah-buahan.Katakunci: protein, kebutuhan, prestasi
PERILAKU HIDUP SEHAT MASYARAKAT YANGTERDAMPAK BANJIR LAHAR DINGIN MERAPI DIKABUPATEN MAGELANG Rifky Riyandi Prastyawan dan Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol. XII No. 1 April 2014
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.25 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku hidup sehat masyarakat yangterdampak banjir lahar dingin merapi di Kabupaten Magelang. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan teknikpengambilan datanya menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalahmasyarakat yang terkena dampak lahar dingin merapi di Kabupaten Magelangdengan jumlah responden sebanyak 30 orang, yang kemudian seluruh populasidijadikan subyek penelitian, item pernyataan angket sebanyak 55 item dinyatakanvalid dengan reliabilitas sebesar 0,975. Teknik analisis data menggunakan analisisdeskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase perilaku hidup sehat masyarakatyang terkena dampak lahar dingin merapi di Kabupaten Magelang kedalam limakategori, sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik dan sangat kurang baik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hidup sehat masyarakat yangterkena dampak lahar dingin merapi di Kabupaten Magelang secara keseluruhanadalah berkategori Cukup Baik, secara rinci 2 orang (6,67 %) mempunyai kategorisangat baik, 9 orang (30,00 %) mempunyai kategori baik, 9 orang (30,00 %)mempunyai kategori cukup baik, 8 orang (26,67 %) mempunyai kategori kurangbaik, dan 2 orang (6,67 %) mempunyai kategori sangat kurang baik.Kata Kunci: Perilaku hidup sehat, banjir lahar dingin.
PENGARUH GIZI SEIMBANG BAGI PENDERITA HIPERTENSI Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol. V,No. 1, April 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4695

Abstract

-
KESIAPAN PROFESI PERSONAL TRAINER DALAM PENYUSUNANPROGRAM LATIHAN DAN JASA LAYANAN YANG DIBERIKANPADA MEMBERS FITNESS DI YOGYAKARTA Ady Nova Kurnianto , Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 14, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.472 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i1.4571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan profesi personal trainer dalampenyusunan program latihan dan jasa layanan yang diberikan pada members fitness diYogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei denganinstrumen angket. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian iniadalah insidental sampling pada personal trainer di Yogyakarta yang meliputikabupaten Sleman, kabupaten Bantul dan kota Yogyakarta dengan jumlah 41 orang.Untuk menganalisis data digunakan statistik deskriptif dengan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 41 responden, sebanyak 1 responden(2,4 %) berkategori baik, 19 responden (46,3 %) pada kategori cukup baik, 18responden (43,9 %) berkategori kurang baik, dan 3 responden (7,4 %) berada padakategori tidak baik. Dilihat dari hasil penelitian mayoritas responden berada padakategori cukup baik (46,3 %). Berdasarkan hasil terebut diketahui kesiapan profesipersonal trainer dalam penyusunan program latihan dan jasa layanan yang diberikanpada members fitness di Yogyakarta adalah cukup baik.Kata kunci : kesiapan profesi, personal trainer, program latihan members fitness
PROFIL DAYA TAHAN AEROBIK POSISI GUARD, FORWARD, DAN CENTER ATLET BOLA BASKET Muhamad Fanani Augi Nugraha; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.892 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23480

Abstract

Pemahaman atlet bola basket Kabupaten Indramayu tentang daya tahan aerobik masih terbatas. Tidak optimalnya daya tahan aerobik dapat mengakibatkan penurunan kemampuan konsentrasi, kecepatan reaksi dan mudah lelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tahan aerobik posisi guard, forward, dan center atlet bola basket Kabupaten Indramayu.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah atlet bola basket Kabupaten Indramayu dengan jumlah 30 atlet. Pengambilan data menggunakan tes, dengan instrument yang digunakan adalah yo-yo intermittent recovery test. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase, yang terbagi dalam enam kategori pada norma VO2 Max.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa daya tahan aerobik (VO2 Max) atlet bola basket Kabupaten Indramayu yang terdiri dari 30 atlet terdapat 25 atlet (83,33 %) dalam kategori sedang. Daya tahan aerobik (VO2 Max) pada posisi guard (80 %) dalam kategori sedang, posisi forward (81,81 %) dalam kategori sedang, dan posisi center (88,89 %) dalam kategori sedang.
HUBUNGAN ANTARA STATUS HIDRASI SERTA KONSUMSI CAIRAN PADA ATLET BOLA BASKET Reza Iman Ramdhan, Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.202 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10068

Abstract

AbstrakSelain kebutuhan nutrisi, atlet juga membutuhkan pengaturan hidrasi dan konsumsi cairan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi atlet terhadap kebutuhan cairan (hidrasi) serta konsumsi cairan baik saat latihan dan pertandingan pada atlet bola basket putra dan putri kejurda kelahiran usia-18 tahun kabupaten indramayu.Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan rancangan Mixed methods (Metode campuran), karena pengambilan dan pengolahan data dilakukan dengan dua metode, kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan secara berkesinambungan. Metode kuantitatif dilakukan pada analisis konsumsi cairan, sedangkan metode kualitatif dilakukan untuk mengetahui status hidrasi dengan pengukuran PURI. Kuesioner “Food Beverage” (angket minuman) untuk mengumpulkan data meliputi konsumsi cairan, kebiasaan minum yang terdiri dari frekuensi, jenis, dan sumber minuman, dan pengetahuan tentang cairan. Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling populasi. Penelitian ini menggunakan populasi atlet bola basket kejurda putra/putri Kab.Indramayu yang berjumlah 24 atlet.Berdasarkan dari hasil penelitian bahwa (1) status hidrasi atlet bola basket kejurda KU-18 tahun Kab.Indramayu yaitu mayoritas mengalami dehidrasi, dari sebanyak 23 atlet; sebanyak 12 atlet atau sebanyak 52,2 % mengalami dehidrasi dan sisanya berada pada status baik, dehidrasi dan sangat dehidrasi. (2) konsumsi cairan pada atlet bola basket kejurda KU-18 tahun Kab. Indramayu mayoritas masih kurang, sebanyak 47 % (11 orang) dari keseluruhan responden berada pada kategori kurang konsumsi cairan. (3) Berdasarkan hasil koefisien korelasi product moment (Pearson Correlation) antara konsumsi cairan dan status hidrasi sebesar rXY -0,185 dengan p (sig.) sebesar= 0,399. Ternyata p0,05; dan arahnya negatif (-); dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak; sehingga dapat disimpulkan ada hubungan negatif yang tidak signifikan antara jumlah konsumsi cairan dan status hidrasi Atlet Kejurda Bola basket KU-18 tahunKata kunci: Status Hidrasi, Konsumsi Cairan, dan Bola Basket
Pengaruh pemberian teh hijau (camellia sinensis) dengan latihan aerobik terhadap penurunan berat badan pada remaja obesitas Cerika Rismayanthi; Yashinta Onna Purnama
MEDIKORA Vol 20, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v20i2.43187

Abstract

Obesitas atau overwight merupakan masalah sangat ditakuti oleh kaum wanita, karena  seorang wanita jika berat badannya sudah melebihi batas normal yang biasa ditentukan berdasarkan IMT (Indeks massa Tubuh) akan melakukan dengan segala cara untuk menurunkan berat badan menuju ideal atau sesuai yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman teh hijau (Camellia Sinensis) yang disertai dengan latihan aerobik terhadap penurunan berat badan pada remaja obesitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode one-group pre-test-post-test design, dengan pemberian perlakuan memberi minuman the hijau dan melakukan latihan aerobik. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran tinggi badan berat badan, lingkar pinggang dan lingkar panggul dan IMT. Populasi penelitian adalah siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 3 Pakem yang mengalami obesitas atau yang mempunyai IMT besar dari 25. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria berjumlah 20 orang. Sehingga sampelnya adalah sampel populasi yaitu mengambil semua sampel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan terhadap penurunan berat badan dengan nilai t-hitung 7,789, lingkar pinggang dengan nilai t-hitung 6,42, lingkar panggul dengan nilai t-hitung 6,307 dan IMT dengan nilai t-hitung 6,245 dengan taraf signifikansi 5 %. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa pemberian minuman teh hijau (Camellia Sinensis) yang diikuti latihan aerobik dapat menurunkan berat badan, penurunan lingkar pinggang dan panggul serta IMT.The effect of green tea (camellia sinensis) with aerobic exercise for weight loss in obesity adolescentsAbstractObesity or overweight is a problem that is very feared by women, because a woman if her weight has exceeded the normal limit which is usually determined based on BMI (Body Mass Index) will do everything possible to lose weight to the ideal or as desired. The purpose of this study was to determine the effect of drinking green tea (Camellia Sinensis) accompanied by aerobic exercise on weight loss in obese adolescents. This type of research is an experimental study with a one-group pre-test-post-test design method, with treatment giving green tea and doing aerobic exercise. Data collection techniques used measurements of height, weight, waist circumference and hip circumference and BMI. The population of the study was students of class VII and VIII of SMP Negeri 3 Pakem who were obese or who had a BMI greater than 25. The number of samples that met the criteria were 20 people. So that the sample is a population sample that is taking all samples that meet the criteria. The results showed that there was a very significant effect on weight loss with a t-count value of 7.789, waist circumference with a t-count value of 6.42, hip circumference with a t-count value of 6.307 and BMI with a t-count value of 6.245 with a significance level. 5%. The conclusion of this study is that giving green tea (Camellia Sinensis) followed by aerobic exercise can reduce body weight, decrease waist and hip circumference and BMI.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN, GAMBARAN TINGGI BADAN, BERAT BADAN, SERTA INDEKS MASA TUBUH (IMT) BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN FIK UNY TAHUN AKADEMIK 2018 DAN 2019 Prijo Sudibjo; Yudik Prasetyo; Sumarjo Sumarjo; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 18, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.68 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i2.29204

Abstract

Sehat dan bugar adalah dambaan setiap orang. Seseorang yang bugar tidak akan mudah lelah menghadapi kehidupan sehari-hari. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2018 dilakukan tes keterampilan dan kesehatan, sedangkan pada tahun 2019 tidak ada tes keterampilan dan kesehatan karena calon mahasiswa hanya mengunggah fortofolio dan tes tulus SBMPTN. Hal ini sangat berbeda dirasakan terutama pada mata kuliah gerak dasar yang sedikit mengalami kendala. Sehubungan dengan itu maka sekiranya perlu dilakukan tes keterampilan dan kesehatan pada mahasiswa prodi Ikor angkatan tahun 2019. Hal ini dikarenakan perlu k=kiranya dilakukan uji perbedaan yang dilihat berdasarkan indikator kebugaran fisik, berat badan dan tinggi badan serta Indeks Massa Tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Tingkat Kebugaran, Gambaran Tinggi Badan, Berat Badan, Serta Indeks Masa Tubuh (IMT) Bagi Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan FIK UNY Tahun Akademik 2018 Dan 2019. Penelitian ini merupakan Penelitian  komparatif  dapat  berupa  komparatif  deskriptif  (descriptive comparative) maupun komparatif korelasional (correlation comparative). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Rencana penelitian ini dilaksanakan Lapangan Tennis FIK UNY. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah. Untuk mengetahui kategori kebugaran jasmani maka data yang berupa waktu tempuh  dikonsultasikan dengan tabel penilaian Kebugaran jasmani. Teknik analisis data meliputi: uji normalitas, uji reliabilitas dan uji komparatif. COMPARISON OF FITNESS LEVELS, HEIGHT, WEIGHT, AND BODY MASS INDEX (BMI) FOR THE STUDENTS OF SPORT SCIENCE STUDY PROGRAM FIK UNY ACADEMIC YEAR 2018 AND 2019AbstractHealthy and fit is everyone's dream. A person who is fit will not be tired of facing everyday life. At the admission of new students in 2018 there will be a skills and health test, while in 2019 there will be no skills and health tests because prospective students only upload the SBMPTN portfolio and sincere tests. This is very different to be felt, especially in basic motion subjects that are slightly constrained. In connection with that, it is necessary to conduct skills and health tests on students of Ikor study program class of 2019. This is because it is necessary to test the differences that are seen based on indicators of physical fitness, weight and height as well as Body Mass Index. This study aims to determine the Comparison of Fitness Levels, Body Height, Weight, and Body Mass Index (BMI) for Students of Sport Science Study Program FIK UNY Academic Year 2018 and 2019. This research is a comparative study in the form of descriptive comparative (descriptive comparative) and correlational comparative (correlation comparative). Sampling was done by consecutive sampling technique. The research plan was carried out by the FIK UNY Tennis Court. The instrument used to collect data is. To find out the physical fitness category, the data in the form of travel time is consulted with a physical fitness assessment table. Data analysis techniques include: normality test, reliability test and comparative test.