Claim Missing Document
Check
Articles

Latihan passing movement dan keterampilan short pass: penelitian kuantitatif pada siswa sekolah sepakbola 89 selindung u14 Gunawan, Candra; Budayati, Eka Swasta; Rismayanthi, Cerika
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 24, No 1 (2025): February
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v24i1.20777

Abstract

Kemampuan shortpass masih kurang, variasi latihan yang monoton sehingga siswa mengalami kejenuhan dalam latihan, dan setelah melakukan passing siswa tidak movement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan passing movement terhadap keterampilan shortpass pada siswa U14 di Sekolah Sepakbola 89 Selindung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Pre-Experimental Design, khususnya One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 siswa U14 dari Sekolah Sepakbola 89 Selindung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes passing bola rendah dalam sepakbola. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t-test, diperoleh nilai thitung 27,606, sedangkan dengan taraf signifikan 0,05% diperoleh nilai ttabel 1,729. Ternyata nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (27,606 > 1,729), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan passing movement terhadap keterampilan short pass siswa SSB 89 Selindung U14. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan latihan passing movement merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan shortpass pada siswa SSB 89 Selindung U14.
Punching bag and resistance band training: How does it affect the accuracy of Gyaku Tsuki punches in terms of arm muscle strength? Adriani, Desi; Rismayanthi, Cerika; Ciptadi, Zaniar Dwi Prihatin; Jurek, Joanna Michalina
Tanjungpura Journal of Coaching Research Vol 3, No 2 (2025): Tanjungpura Journal of Coaching Research
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tajor.v3i2.89689

Abstract

Background and Study Aim. Punch accuracy is an important aspect of karate, especially in the Gyaku Tsuki technique which demands precision and optimal strength. Various training methods have been developed to improve punch accuracy, including punching bag and resistance band training. This study aims to analyze the effect of punching bag and resistance band training on the accuracy of Gyaku Tsuki punches in karate athletes, considering arm muscle strength factors.Material and Methods. The research method used was an experiment with a 2x2 factorial design. The research subjects consisted of karate athletes who were divided into four groups based on the type of training and the level of arm muscle strength (high and low) there were 60 athletes practicing at Dojo Inkai. Measurement of punching accuracy was carried out using the targeted punching test and video analysis. Furthermore, the analysis was assisted by the SPSS 26 application.Results. The Two-Way ANOVA results showed a significant difference (p 0.05) between punching bag and resistance band training on Gyaku Tsuki accuracy. Athletes with high arm muscle strength benefited more from punching bag training, while no significant difference was found between the methods for those with low arm strength. An interaction effect (p 0.05) indicated that training effectiveness depends on athletes' physical characteristics.Conclusions. These findings provide important implications for coaches and athletes in developing more effective training programs. The punching bag exercise is recommended for athletes with high arm muscle strength, while resistance bands can be used as an alternative to improve stability and muscle endurance. This research also opens opportunities for further studies related to other training variations in improving the accuracy of punching techniques in karate.
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Rasio Lingkar Pinggang Dan Lingkar Panggul Pada Lansia Ramdhan, Reza Iman; Rismayanthi, Cerika
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v10i2.503

Abstract

Dampak dari kemajuan teknologi dapat menimbulkan kegemukan yang dapat mulai dirasakan dari usia anak-anak sampai dengan usia tua. Sudah banyak kita ketahui bahwa kegemukan atau obesitas sangat erat sekali dengan kejadian suatu penyakit. Hal ini akan dirasakan lebih parah lagi apabila terjadi pada usia lansia. Pada usia lansia sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh sudah mengalami kemunduran fungsi dan kehilangan kemampuan untuk melakukan regenerasi bila ada kerusakan. Metode antropometris merupakan metode paling sederhana yang dapat dipakai untuk mengetahui obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Indeks massa tubuh dengan rasio lingkar pinggang dan panggul pada anggota kelompok senam lansia Mina Makarti Condong Catur Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek Penelitian berjumlah 61 orang yang ditentukan secara purposive sampling. Subjek penelitian adalah seluruh anggota kelompok senam lansia Mina Makarti Condong Catur Sleman Yogyakarta. Pada semua subjek diukur tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang dan lingkar panggul. Tinggi badan diukur dengan stadiometer, berat badan dengan timbangan berat badan dan ukuran lingkar diukur dengan metlen. Kemudian dihitung IMT dan ditentukan besar kecilnya risiko terhadap terjadinya suatu penyakit. Hasil analisa korelasi menggunakan Pearson menunjukkan bahwa nilai korelasi IMT dengan rasio lingkar pinggang dan panggul adalah 0,142 (p> 0,05). Berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara IMT dengan rasio lingkar pinggang dan panggul.
Cortisol as Biomarker for Stress, Depression, And Physical Activity Among Medical Student: A Systematic Review Pratama, Yanasta Yudo; Rismayanthi, Cerika; Rahayu, Atikah
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol. 32 No. 1 (2025)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v32i1.2609

Abstract

Cortisol is one of the most commonly used stress biomarkers. Stress and depression are increasing in young people, especially among college students, especially medical students. Physical activity has been recommended for stress and depression relief, but its effect on cortisol has not been confirmed. This study aims to analyze cortisol measurements for stress, depression, their physical activity among medical student. This literature search utilized PubMed and Google Scholar, combining the keywords "cortisol", "stress", “depression”, “physical activity”, and "medical student" in publications from 2010 to 2025. Ten (10) studies that met our criteria. Most studies use saliva cortisol measurement to assess stress conditions. Our findings suggest cortisol as a measure of stress in medical students, but its contribution to the development of stress and depression remains unclear. There is no correlation between physical activity and cortisol in stress condition. Cortisol measurements can provide an objective test and reflect stress in medical students, but they do not adequately assess acute and stress-related cortisol release. Further studies are needed to assess the effectiveness of cortisol measurements.
Pelatihan health-related quality of life dan associated factors in functionally melalui self exercise and relaxation bagi lansia DIY As Shafi, Sabda Hussain; Cerika Rismayanthi; Enggista Hendriko Delano
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 29, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v29i2.90616

Abstract

Kualitas hidup lansia diukur dalam bentuk kepuasan terhadap pemenuhan kebutuhan lansia dengan berbagai macam faktor meliputi kesehatan fisik, hubungan sosisal, kesehatan lingkungan, psikologi, tempat tinggal, serta kualitas aktivitas lansia. Fase lansia ditandai dengan adanya proses degenerasi sel, jaringan, dan organ tubuh Penurunan fungsi tersebut menyebabkan gangguan pada sistem gerak motorik, homeostatis, massa otot berkurang, neurologis, imunitas tubuh, penurunan kognitif, dan perubahan sistem sensorik, seperti penglihatan dan pendengaran yang buruk. Pemberian sosialisasi program terapi latihan dan terapi relaksasi sebagai penerapan peningkatan kualitas hidup lansia Sasana Wredha Mulya sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Diharapkan adanya acara tersebut dapat meningkatkan keeratan sosial maupun akitvitas fisik lansia yang secara tidak langsung dapat menjaga imunitas lansia. Kegiatan PKM berupa penyelenggaraan Sosialisasi dan Pelatihan Health-Related Quality of Life Dan Associated Factors In Functionally Melalui Self Exercise And Relaxation Bagi Lansia DIY di Panti Sasana Wredha Mulya, Sinduadi, Mlati, Yogyakarta telah terlaksana dengan baik sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu pada tanggal 10 Mei 2025 survey dan obesrvasi, 17 mei 2025 sosialisasi penyakit degeneratif, 24 mei 2025 praktik self exercise and self relaxation, dan 31 Mei 2025 monitoring kegiatan aktivitas fisik. Kegiatan diikuti oleh 62 Lansia Sasana Wredha Mulya secara antusias.
Developing a gymnastics-based fundamental movement model to enhance motor development in elementary school students Sriwahyuniati, Christina Fajar; Nasrulloh, Ahmad; Rismayanthi, Cerika; Hermawan, Hedi Ardiyanto; Yuliawan, Dhedhy
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 11 No 3 (2025): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v11i3.26452

Abstract

This study aims to develop an engaging and innovative fundamental gymnastics movement model for elementary school students in Phases A (ages 6–8) and B (ages 8–10), with an emphasis on safety and practical applicability. Using the ADDIE development framework, Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation, the research followed a Research and Development (R&D) approach. Expert validation was carried out by seven raters, consisting of five media experts and two gymnastics and fitness specialists, and their assessments were analyzed using Aiken's V. Product trials were conducted on a small scale at the UNY sports laboratory school (3 participants) and on a large scale at Pakem State Elementary School (8 participants). The model demonstrated strong feasibility, validity, and reliability, with an average expert judgment score of 89.46%. Content validity ranged from high to very high (V = 0.762–0.952), and internal consistency reliability was excellent (Cronbach’s α = 0.890). Trial results were also positive, increasing from 93.33% in the small-scale trial to 95.93% in the large-scale trial, reflecting a 2.6% improvement in practicality. These findings indicate that the developed gymnastics-based fundamental movement model can serve as an effective instructional tool in Physical Education, Sports, and Health (PJOK), supporting motor development and increasing learning engagement among young learners.