Claim Missing Document
Check
Articles

PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI MELALUI SENAM AEROBIK LOW IMPACT Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol. VII No. 1 April 2011
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2810.464 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4657

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh latihan senam aerobik low impact terhadap penurunan tekanan darah pada penderita  hipertensi ringan. Mild hypertension (hipertensi ringan) yaitu apabila tekanan diastolik 90-104 mmHg.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan the one group pretest post-test design. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi stadium ringan yang berusia 39 tahun dan sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis statistik dengan uji-t amatan ulangan {paired t-test).Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikanlatihan senam aerobik low impact pada penderita hipertensi stadium ringan, terhadap penurunan tekanan darahnya. Latihan senam dapat menurunkan tekanan sistolik dan diastolik, latihan senam menimbulkan efek sepcrti beta blocker yang dapat menenangkan sistem saraf simpatikus dan melambatkan denyut jantung. Latihan Senam Jantung Sehat Indonesia dengan intensitas sedang (70-80 %), dengan lama latihan 20-60 menit sekali latihan, dan frekuensi latihan 3 kali seminggu, mampu menurunkan secara signifikan tekanan darah pada penderita hipertensi stadium ringan; dengan penurunan sebesar 3,346 % (sistolik) dan 4,273 % (diastolik).Kata Kunci: penurunan tekanan darah, hipertensi, senam aerobik low impa
HUBUNGAN TINGKAT PENGHASILAN, TINGKAT PENDIDIKANDAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANGMAKANAN BERGIZI DENGAN STATUS GIZI Irfan Dwi Febrianto dan Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol. XIII No. 1 Oktober 2014
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.118 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Penghasilan,Tingkat Pendidikan, dan Tingkat Pengetahuan Orangtua Tentang MakananBergizi dengan Status Gizi Siswa TK Islam Zahrotul Ulum, Karangampel,Indramayu.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan teknik angket danpengukuran status gizi. Subjek penelitian ini adalah orangtua dan siswa TK IslamZahrotul Ulum, Karangampel, Indramayu yang berjumlah 38 orang. Instrumenpenelitian untuk mengukur tingkat penghasilan, tingkat pendidikan, dan tingkatpengetahuan orangtua tentang makanan bergizi menggunakan angketsedangkan status gizi siswa menggunakan perhitungan BMI. Teknik menganalisisdata menggunakan korelasi product moment dan analisis regresi tiga prediktoryakni tingkat penghasilan (X1), tingkat pendidikan(X2) dan tingkat pengetahuanorangtua (X3) terhadap variabel outcome yakni status gizi (Y) dengan tarafsignifikan 5 %.Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) terdapat hubungan bermakna antaratingkat penghasilan orangtua dengan status gizi siswa dengan r= 0,649, 2) terdapathubungan bermakna antara tingkat pendidikan orangtua dengan status gizi siswadengan r= 0,590, 3) terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuanorangtua dengan status gizi siswa dengan r= 0,574, serta 4) terdapat hubunganbermakna positif antara hubungan tingkat penghasilan, tingkat pendidikan,dan tingkat pengetahuan orangtua tentang makanan bergizi dengan status gizisiswa dengan r= 0,759. Ketiga variabel bebas tersebut secara bermaknamemberikan sumbangan sebesar 57,545 %, dengan model statistik status giziY= 4,525 + 0,000767 X1 + 0,472 X2 + 0,453 X3.Kata Kunci: tingkat penghasilan, tingkat pendidikan, makanan bergizi,
PERSEPSI ATLET TERHADAP MACAM, FUNGSI CAIRAN, DAN KADAR HIDRASI TUBUH DI UNIT KEGIATAN MAHASISWA OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol. IX No. 1 Oktober 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4644

Abstract

Atlet yang memulai latihan/pertandingan dengan level hidrasi tubuh yang baikakan mempunyai performa daya tahan (endurance), kecepatan respons atau reaksi danjuga performa olahraga yang lebih prima. Hal ini membuat strategi hidrasi yang baikmenjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi atlet tidak hanya untuk menjaga performaolahraganya namun juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi atlet terhadap kebutuhan cairan(hidrasi) baik saat latihan dan recovery pada Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) olahragaUniversitas Negeri Yogyakarta (UNY).Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bermaksud meneliti danmenemukan informasi sebanyak-banyaknya dari suatu fenomena tertentu. Sampelberjumlah 56 orang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survei.Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan angket. Populasidalam penelitian ini adalah atlet yang mengikuti latihan pada Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) UNY. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknikincidental sampling.Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa persepsi atlet terhadapmacam, fungsi dan kebutuhan cairan tubuh pada UKM Olahraga UNY berada padakategori cukup baik dengan pencapaian skor 59,25 (skala 100). Dari 56 mahasiswasebagai responden penelitian, 14,3 % mempunyai persepsi terhadap macam, fungsi dankebutuhan cairan (hidrasi) tubuh yang baik; 53,6 % persepsinya cukup baik; dan 32,1 %persepsi kurang baik; serta tidak ada responden yang persepsinya berada pada kategoritidak baik. Mayoritas persepsinya berada pada kategori cukup baik (53,6 %). Kata Kunci: persepsi atlet, macam fungsi cairan, kadar hidrasi tubuh
LITERASI MEMBACA MAHASISWA OLAHRAGA Rizki Mulyawan; Guntur Guntur; Cerika Rismayanthi
LITERA Vol 20, No 3: LITERA NOVEMBER 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i3.43997

Abstract

Literasi menjadi bagian penting bagi masa depan seseorang. Pengetahuan akan lebih luas apabila kebiasaan membaca sudah ditanamkan sejak dini. Sayangnya, tingkat literasi masyarakat masih sangat rendah, maka dari itu muncul keinginan dalam mendalami bagaimana persepsi mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi tentang kebiasaan dalam literasi. Lebih spesifik, subjek penelitian berasal dari mahasiswa olahraga yang mengikuti perkuliahan telaah literatur. Terdapat sejumlah 85 orang yang terlibat dalam studi deskriptif secara sukarela. Pemilihan subjek penelitian dilakukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara observasi, angket, dan wawancara. Studi pendahuluan ini menghasilkan gambaran tentang kebiasaan membaca mahasiswa olahraga yang masih sangat rendah, 10-15 menit waktu membaca dilakukan oleh mahasiswa olahraga dengan presentase sebanyak 36,5%, diikuti oleh kebiasaan membaca dalam rentang 5 – 10 menit, 15 – 30 menit, di bawah 5 menit dan di atas 30 menit yaitu 34,1%, 15,3%, 9,4%, dan 4,7% dari mahasiswa olahraga yang terlibat pada studi pendahuluan ini. Lalu, mayoritas mahasiswa hanya membaca 1 kali sehari mencapai 64%. Meskipun begitu, pengetahuan tentang mencari informasi sudah mencakup sumber nasional dan/atau internasional. Hasil survey studi pendahuluan ini menyimpulkan bahwa minat baca mahasiswa olahraga sangat rendah, sehingga perlu cara untuk memperbaiki tingkat literasi mahasiswa olahraga untuk lebih membuka wawasan.
BIOMECHANICAL ANALYSIS OF SERVICE TECHNIQUES IN SENIOR DIY ATLET Cerika Rismayanthi; Abdul Alim
Jurnal Penelitian Saintek Vol 16, No 1: April 2011
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10010.091 KB) | DOI: 10.21831/jps.v16i1.1739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secara khusus kinerja teknik  servis atlet tenis  lapangan  senior DIY tahun 2010 dari tahap persiapan sampai  dengan follow­ through dengan kajian anal isis biomekanika.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  penelitian survei  dengan teknik observasi. Instrumen yang digunakan adalah kisi-kisi lembar  analisis, handycam dan treepod. Subyeknya penelitian adalah atlet senior di DIY yang  berjumlah 6 orang. Teknik analisis data penelitian adalah diskriptif dan persentase  dengan perhitungan  pada masing-masing tahap dan digunakan analisis sistem  perangkat lunak Dartfish Prosuite untuk mengetahui lebih jelas kinerja teknik servis yang dilakukan atlet senior DIY Tahun 2010.Hasil peneJitian menunjukkan: kinerja teknik servis tenis lapangan pada atlet senior Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2010 pada tahap persiapan baik, pada tahap  take back cukup  baik,  pada tahap  loading cukup  baik,  pada tahap  hitting baik,  pada tahap contact point baik, dan pad a tahap followthrough baik. Dari hasil  keseluruhan kinerja teknik servis tenis lapangan pada atlet senior Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2010 di kategorikan baik. Kata kunci: teknik servis, tenis lapangan, analisis biomekanik
IDENTIFIKASI FEMALE ATHLETE TRIAD (FAT) PADA ATLET PERSATUAN ANGKAT BESI, BERAT, DAN BINARAGA SELURUH INDONESIA (PABBSI) DIY Kukuh Wahyudin Pratama; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol. XI No. 1 Oktober 2013
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.2814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi female athlete triad (FAT) pada atlet PABBSI putri Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan datanya menggunakan angket. Subyek dalam penelitian ini adalah atlet putri PABBSI DIY yang berjumlah 26 atlet. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase identifikasi FAT pada atlet PABBSI putri Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terbagi dalam lima kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi FAT pada atlet PABBSI putri Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sedang. Secara rinci berdasarkan kecenderungan FAT, yaitu sebanyak 3atlet (11,54 %) masuk dalam kategori sangat tinggi, 3 atlet (11,54 %) masuk dalam kategori tinggi, 13 atlet (50,00 %) masuk dalam kategori sedang, 5 atlet (19,23 %) masuk dalam kategori rendah, dan 1 atlet (3,85 %) masuk dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan faktor risiko FAT, yaitu sebanyak sebanyak 4 atlet (15,38 %) yang masuk dalam kategori sangat tinggi, 5 atlet (19,23 %) masuk dalam kategori tinggi, 12 atlet (46,15 %) masuk dalam kategori sedang, 2 atlet (7,69%) masuk dalam kategori rendah, dan 3 atlet (11,54 %) masuk dalam kategori sangat rendah.Kata Kunci: female athlete triad (FAT), atlet PABBSI Putri
The relationship between arm muscle strength, leg muscle strength, arm power and leg power on the 25 meter crawl style swimming achievement Ardhika Falaahudin; Dody Tri Iwandana; Wildan Alfia Nugroho; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 20, No 1 (2021): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v20i1.40109

Abstract

This study aims to determine the relationship between arm muscle strength, leg muscle strength, arm power and leg power on the 25 meter crawl style swimming achievement. This research is a correlational research. The subjects of this study were all members of the swimming club Tirta Serayu Banjarnegara totaling 11 respondents. Data collection techniques using surveys. Data collection techniques using tests and measurements. The instruments used in this study were Hand grip dynamometer, Leg and Back dynamometer, modified spring scales, vertical jump, and 25 meter crawl style swimming. The data analysis technique used regression and correlation analysis, through the prerequisite test for normality and linearity. From the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between arm muscle strength and 25 meter crawl style swimming achievement, there is no significant relationship between leg muscle strength and 25 meter crawl style swimming achievement, there is a significant relationship between arm power and crawl style swimming achievement. 25 meters, there is no significant relationship between leg power and 25 meter crawl style swimming achievement. Overall, there is no significant relationship between arm muscle strength, leg muscle strength, arm power and leg power on the 25 meter crawl swimming achievement. HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN, OTOT TUNGKAI, POWER LENGAN DAN POWER TUNGKAI TERHADAP PRESTASI RENANG GAYACRAWL 25 METER AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai, power lengan dan power tungkai terhadap prestasi renang gaya crawl 25 meter. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Subyek dari penelitian ini adalah seluruh anggota klub renang Tirta Serayu Banjarnegara yang berjumlah 11 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan survey. Teknik pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa hand grip dynamometer, leg and back dynamometer, timbangan pegas modifikasi, vertical jump, dan renang gaya crawl 25 meter. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi dan korelasi, melalui uji prasyarat normalitas dan linearitas. Dari hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan prestasi renang gaya crawl 25 meter, tidak ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan prestasi renang gaya crawl 25 meter, ada hubungan yang signifikan power lengan dengan prestasi renang gaya crawl 25 meter, tidak ada hubungan yang signifikan antara power tungkai dengan prestasi renang gaya crawl 25 meter. Secara keseluruhan tidak ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai, power lengan dan power tungkai terhadap prestasi renang gaya crawl 25 meter.
PROFIL SOMATOTIPE DAN TINGKAT KELAINAN PERILAKU MAKAN PADA ATLET PABBSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Arbiarso Wijatmoko dan Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.825 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i2.7939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil somatotipe dan tingkat kelainan perilakumakan pada atlet PABBSI DIY.Somatotipe adalahadalah keadaan tubuh dari seseorang yangpada awalnya sangat menentukan atau cocok karena sangat memungkinkan untuk melakukanaktifitas terhadap suatu cabang olahraga. Sedangkan, kelainan perilaku makan adalahsebuahpenyakit ketika penderita mengalami gangguan dalam perilaku makan terkait pikiran danemosinya serta biasanya memperhatikan makanan dan beratbadannya.Penelitianinimerupakanpenelitian deskriptif menggunakanmetodesurvei denganteknik pengambilan data menggunakan angket dan pengukuran. Populasi dalam penelitian iniadalah atlet PABBSI DIY, pengambilan sampel menggunakan teknik purposif yaitu atletPABBSI DIY yang berjumlah 20 orang dengan rincian 9 atlet angkat besi, 8 atlet angkat berat,dan 3 atlet binaraga. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil somatotipe yang dimiliki oleh atletPABBSI DIY adalah mesomorphic endomorph sebanyak 7 atlet atau sebesar 35 %, tipe tubuhendomorphic mesomorph sebanyak 4 atlet atau sebesar 20 %, tipe tubuh mesomorphendomorph sebanyak 5 atlet atau 25 %, tipe tubuh balanced mesomorph sebanyak 2 atlet atau10 %, tipe tubuh ectomorphic endomorph sebanyak 1 atlet atau 5 % dan tipe tubuh balancedendomorph sebanyak 1 atlet atau 5 %. Sedangkan, tingkat kelainan perilaku makan yangdialami oleh atlet PABBSI DIY adalah kategori tinggi sebanyak 4 orang atau sebesar 20 %,kategori rendah sebanyak 9 orang atau sebesar 45 %, dan tingkat rendah sebanyak 7 orang atau35 %. Secara rata-rata, gangguan kelainan perilaku makan dari atlet PABBSI adalah padakategori “sedang”.Kata Kunci : Somatotipe, kelainan perilaku makan
HUBUNGAN STATUS HIDRASI DENGAN VO2 MAX PADA ATLET SEPAK BOLA Ari Widya Putra Pratama; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 17, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.326 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i1.23496

Abstract

Masih banyak atlet yang kurang memperhatikan tingkat kebugaran jasmaninya agar dapat mencapai performa terbaik, dan juga pemenuhan cairan dalam tubuh yang masih dianggap tidak penting. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status hidrasi terhadap VO2max pada atlet sepak bola.Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes status hidrasi menggunakan kolorisasi warna urin atau PURI dan VO2max mengunakan tes balke (lari 15 menit). Subjek penelitian yang digunakan adalah atlet sepak bola Beringin Putra Football Club Wonosobo yang berjumlah 18 atlet. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment dan analisis regresi berganda dengan taraf signifikansi 5 %.Berdasarkan hasil analisis hubungan status hidrasi dengan VO2max diperoleh harga rhitung = -0,794 r(0.05)(17) = 0,389, hasil tersebut disimpulkan ada hubungan antara status hidrasi terhadap VO2max pada atlet sepak bola Beringin Putra Football Club Wonosobo.
Hubungan antara sindrom metabolik dengan kebugaran jasmani pada lansia Prijo Sudibjo; Cerika Rismayanthi; Krisnanda Dwi Apriyanto
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 2: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.285 KB) | DOI: 10.21831/jk.v9i2.41007

Abstract

Prevalensi sindrom metabolik pada lansia cukup tinggi. Sindrom metabolik dapat dicegah salah satunya dengan aktivitas fisik. Aktivitas fisik juga dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi, kelenturan sendi, keseimbangan dan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sindrom metabolik dengan kebugaran kardiorespirasi, fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan teknik consecutive sampling pada 118 lansia di Yogyakarta. Sindrom metabolik ditetapkan berdasarkan kriteria diagnosis dari Adult Treatment Panel. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes jalan 6 menit (6-minute walking test), sit and reach, hand grip dynamometer, leg and back dynamometer dan berdiri satu kaki. Teknik analisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 32 lansia mengalami sindrom metabolik. Tujuh puluh dari 118 orang memiliki data yang lengkap untuk analisis korelasi. Terdapat korelasi antara sindrom metabolik dengan kekuatan otot tungkai/leg strength (r=-0,295, p=0,013) dan keseimbangan (r=-0,282, p=0,018), namun tidak ada korelasi antara sindrom metabolik dengan kekuatan peras tangan/hand grip, kekuatan otot punggung/back strength (p=0,405), kebugaran kardiorespirasi (p=0,103) dan fleksibilitas (p=0,488). Dapat disimpulkan bahwa lansia yang terdiagnosis mengalami sindrom metabolik cenderung mengalami pelemahan kekuatan tungkai dan penurunan keseimbangan. Oleh karenanya, lansia perlu melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai dan keseimbangan. The Correlation between metabolic syndrome and physical fitness in elderly AbstractThe prevalence of metabolic syndrome in the elderly is quite high. One way to prevent metabolic syndrome is by being physical active. Physical activity can also improve cardiorespiratory fitness, joint flexibility, balance and muscle strength. This study aimed to determine the relationship between metabolic syndrome and cardiorespiratory fitness, flexibility, strength, and balance in the elderly. This study was a cross sectional study with a consecutive sampling technique on 118 elderly people in Yogyakarta. Metabolic syndrome was defined based on the diagnostic criteria from the Adult Treatment Panel. The instruments used to collect the data were a 6-minute walking test, sit and reach, hand grip dynamometer, leg and back dynamometer and standing on one leg. The analysis technique used the Spearman correlation test. The results of the study showed that 32 elderly had metabolic syndrome. Seventy out of 118 people had complete data for correlation analysis. There was a correlation between metabolic syndrome and leg muscle strength (r = -0.295, p = 0.013) and balance (r = -0.282, p = 0.018), but there was no correlation between metabolic syndrome and hand grip strength. back muscle strength (p = 0.405), cardiorespiratory fitness (p = 0.103) and flexibility (p = 0.488). It can be concluded that the elderly who are diagnosed with metabolic syndrome tend to experience weakened leg strength and decreased balance. Therefore, the elderly need to do physical activity to improve leg muscle strength and balance.