Claim Missing Document
Check
Articles

Struktur Argumentasi Mahasiswa dalam Pembuktian Sifat Ketertutupan Suatu Grup M. Zainul Arifin; Sudirman Sudirman; Rustanto Rahardi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2534

Abstract

Penelitian ini menerapkan Model Argumentasi Toulmin dalam mengidentifikasi struktur argumentasi pada pembuktian sifat ketertutupan suatu grup dengan pendekatan deduktif. Data diperoleh dari 30 mahasiswa yang menempuh mata kuliah pengantar teori gelanggang. Dari seluruh partisipan yang berpartisipasi, satu subjek dipilih berdasarkan jawaban lengkap dan benar untuk dianalisis lebih lanjut. Komponen-komponen model Toulmin diterapkan dalam analisis terhadap jawaban subjek yang dipilih. Hasil analisis menunjukkan bahwa subjek mampu merumuskan Claim yang jelas, menyajikan Warrant yang tepat dan Backing yang kuat, walaupun terdapat komponen argumentasi yang tersaji secara implisit, namun dapat diungkap dengan menggunakan Model Argumentasi Toulmin. Kelebihan penggunaan model argumentasi Toulmin dalam pembuktian deduktif terlihat dalam kemampuannya untuk merumuskan argumen yang terstruktur dan jelas. Model ini memungkinkan penjelasan yang sistematis dan memperkuat kepercayaan terhadap validitas pembuktian. Dengan adanya penelitian ini diharapkan memperkaya pemahaman tentang struktur argumentasi dalam pembuktian deduktif terhadap sifat ketertutupan grup dan menunjukkan potensi penggunaan Model Argumentasi Toulmin dalam mengidentifikasi argumentasi matematika.
Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Open-Ended pada Materi Bangun Datar SMP Nursani Indah Pratiwi; Susiswo Susiswo; Rustanto Rahardi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2616

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah open-ended pada materi bangun datar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif pada metode kualitatif. Penelitian dilaksanakn di MTsN 1 Kota Malang pada kelas VII-M, dengan menyaring siswa menjadi tiga yang mewakili ketiga aspek berpikir kreatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes masalah open-ended bangun datar dan wawancara. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ketiga subyek dengan mampu menyelesaikan masalah open-ended bangun datar dengan baik dan berbagai kemampuan siswa dalam memenuhi aspek berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, dan novelty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kreatif siswa berbeda-beda. Subjek TBS, AFS, dan ABW pada aspek fluency dapat memecahkan masalah dengan menghasilkan jawaban yang benar dan tepat yaitu memecah bangun menjadi beberapa bangun datar untuk menentukan luas bangun yang dibentuk oleh Bima. Aspek flexibility TBS dan AFS dapat memecahkan masalah dengan cara yang bervariasi yaitu membuat dua cara berbeda untuk menentukan luas bangun Bima. Subjek ABW tidak dapat memunculkan aspek flexibility. Aspek novelty hanya terlihat pada subjek TBS, dapat membuat kombinasi berbagai macam bangun dengan cara yang unik, berbeda, dan tidak biasa yaitu memunculkan bangun jajar genjang. Subjek AFS dan ABW tidak dapat memunculkan aspek novelty karena AFS dan ABW membuat kombinasi bangun datar yang biasa digunakan oleh siswa lainnya.
BERPIKIR RELASIONAL MAHASISWA PADA MATERI FUNGSI POLINOMIAL Saidah Ajilatun Nahdawiyah; Toto Nusantara; Rustanto Rahardi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.7177

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir relasional mahasiswa ketika menyelesaikan soal matematika pada materi fungsi polinomial berdasarkan tahap proses berpikir pada teori Mason. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes proses berpikir relasional yang berupa soal mengenai fungsi polinomial dan wawancara. Pemilihan subjek penelitian menggunakan strategi maximal variation sampling, yaitu dengan mencari sampel kasus atau individu yang memiliki perbedaan dalam hal karakteristik. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat tiga karakteristik mahasiswa yang berbeda dalam menyelesaikan soal yang diberikan, yaitu dengan menggunakan teorema faktor, teorema sisa, dan metode subtitusi dan eliminasi. Mahasiswa yang menggunakan teorema faktor dan teorema sisa ketika menyelesaikan soal melakukan aktivitas berpikir relasional dengan mengajukan dugaan penyelesaiannya. Sedangkan mahasiswa yang menggunakan metode subtitusi dan eliminasi ketika menyelesaikan soal belum dapat berpikir relasional. Kesimpulan yang diperoleh adalah proses berpikir relasional yang dimiliki setiap mahasiswa dalam menyelesaikan soal fungsi polinomial berbeda satu sama lain, proses berpikir relasional juga dapat mempengaruhi hasil dari pengerjaan mahasiswa tersebut.AbstractThis research is a descriptive qualitative research that aims to describe students' relational thinking process in solving mathematics problems of polynomial function material based on the thought process stages of Mason's theory. The research data was harvested from written questions and interviews. The selection of research subjects used a maximal variation sampling strategy, namely by looking for samples of cases or individuals who had differences in terms of characteristics. The research results obtained are that there are three different characteristics of students in solving the given problems, namely by using the factor theorem, the remainder theorem, and the substitution and elimination methods. Students who use the factor theorem and the remainder theorem when solving problems carry out relational thinking activities in proposing their alleged solutions. Meanwhile, students who use the substitution and elimination methods when solving problems have not been able to think relationally. The conclusion obtained is that each student's relational thinking process in solving problem polynomial function problems is different from one another, the relational thinking process can also affect the results of the student's work.
LITERASI MATEMATIKA SISWA GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT DALAM MENYELESAIKAN SOAL TRIGONOMETRI Arnaningtyas Rofi'i; I Nengah Parta; Rustanto Rahardi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.6837

Abstract

Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti membuktikan bahwa siswa belum mampu menerapkan konsep, prosedur, fakta dan alat-alat matematika. Hal ini mengakibatkan rendahnya literasi matematika contohnya dalam menerapkan rancangan model matematika. Penelitian. ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi literasi matematika tipe gaya kognitif field independent (FD) dan field dependent (FI) pada siswa dalam menyelesaikan soal trigonometri. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa kelas X SMA Negeri 1 Srengat terdiri dari kuat lemahnya kategori gaya kognitif field independent dan field dependent. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar wawancara dan lembar tes yang terdiri dari GEFT dan tes literasi matematika. Analisis tes literasi matematika mengacu pada indikator dari tiga tahapan literasi matematika yang dikembangkan dari OECD (2021) yaitu merumuskan (formulate), menggunakan (employ), interpretasi (interprete). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) subjek FD lemah (FDL) mampu memenuhi satu tahapan literasi matematika merumuskan (formulate); (2) subjek FD kuat (FDK) mampu pada satu tahapan literasi matematika merumuskan (formulate); (3) subjek FI lemah (FIL) mampu menguasai ketiga tahapan literasi matematika dengan tahapan menggunakan (employ) konsep perbandingan trigonometri; (4) subjek FI kuat (FIK) mampu menguasai ketiga tahapan literasi matematika dengan tahapan menggunakan  (employ) konsep aturan sinus dalam segitiga sebarang. A preliminary study conducted by researchers proved that students were not yet able to apply mathematical concepts, procedures, facts and tools. This results in low mathematical literacy, for example in implementing mathematical model plans. This research aims to obtain a description of mathematical literacy types of Field Independent (FD) and Field Dependent (FI) cognitive styles in students in solving trigonometry problems. The subjects of this research were 4 class X students of SMA Negeri 1 Srengat consisting of strong and weak categories of Field Independent and Field Dependent cognitive styles. The instruments in this research used interview sheets and test sheets consisting of GEFT and mathematical literacy tests. The analysis of the mathematics literacy test refers to indicators from the three stages of mathematics literacy developed by OECD (2021), namely formulating, employing, interpreting. The results of the research show that: (1) weak FD (FDL) subjects are able to fulfill one stage of formulating mathematical literacy; (2) strong FD subjects (FDK) are able to formulate at one stage of mathematical literacy; (3) weak FI (FIL) subjects are able to master the third stage of mathematical literacy with the stage of using (using) the concept of trigonometric comparisons; (4) Strong FI (FIK) subjects are able to master the third stage of mathematical literacy with the stage of using (using) the concept of the sine rule in any triangle.
Metakognisi Siswa MTs dalam Menyelesaikan Masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Berdasarkan Gender Lutfika Zayyenu Zuhairini; Rustanto Rahardi; Santi Irawati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2462

Abstract

The purpose of this study was to describe metacognition in solving problems of the linear equation with two variables based on gender. The research method used is descriptive qualitative. This research was conducted at MTs Plus Darul Ulum in classes VIII-B and VIII-G. Class VIII B is a class with a group of male students, and class VIII G is a class with a group of female students. Then two subjects with high abilities were selected, namely one male student and one female student. The instruments in this study were written test questions and interview guidelines. Metacognition indicators used in this study are knowledge about thinking processes and self-awareness. Based on the results of the study, male and female student subjects with high mathematical abilities in solving SPLDV problems read the problem and underlined the words that were considered important, wrote down the information contained in the problem, and were able to determine the solution plan to be used (elimination, substitution, or graphic) on the component of knowledge about thinking processes. Whereas in the self-awareness component, the two subjects were able to exemplify the variable x for father's age now and variable y for Fitri's age now, write in a mathematical model related to the two-variable linear equation (PLDV), carry out the solution process using method (substitution/ elimination/graph), and substituting the x and y values that have been obtained to find the difference between the father's age and Fitri's age. The results showed that there was no difference. Both subjects involved metacognitive activities on indicators of knowledge regarding thinking processes and self-awareness in solving SPLDV problems.
Inductive and Intuitive in Proving the Identity Element of A Group: A Structure of Argumentation Arifin, M. Zainul; Sudirman, Sudirman; Rahardi, Rustanto
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i1.25793

Abstract

This research applies the Toulmin Argumentation Model in identifying the argumentation structure and proving the identity property of a group with an inductive and intuitive approach. This research is qualitative descriptive research, and the instrument is one problem of proving the identity property of a group.  Data were collected from a cohort of 30 students who enrolled in the Introduction to Ring Theory course. All participants selected one Subject based on complete and correct answers for further analysis. The results showed that the Subject used his intuition to take one element, which would then be proven as the identity element of a group. Then, the Subject used an Inductive Warrant to prove it. The Subject only takes one element that fulfils the identity property. However, the Subject states that the conclusion applies in general, which makes the argument invalid because valid arguments are based on deductive. At the same time, students at the college level should use a deductive approach to proof. By using the Toulmin Argumentation Model, the subject's ability to formulate and construct arguments in a proof can be seen as structured and clear. This model allows a systematic explanation and strengthens confidence in the validity of the evidence. This research is expected to enrich the understanding of argumentation structure in inductive proofs of group identity properties and show the potential use of the Toulmin Argumentation Model in identifying more in-depth mathematical argumentation. Penelitian ini menerapkan Model Argumentasi Toulmin dalam mengidentifikasi struktur argumentasi pada pembuktian sifat identitas suatu grup dengan pendekatan induktif dan intuitif. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif, dan instrumen berupa satu soal pembuktian sifat identitas suatu grup. Data diperoleh dari 30 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengantar Teori Gelanggang. Dari seluruh partisipan, satu subjek dipilih berdasarkan jawaban lengkap dan benar untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menggunakan intuisinya dalam mengambil satu elemen yang kemudian akan dibuktikan sebagai elemen identitas suatu Grup. Kemudian Subjek menggunakan Warrant Induktif dalam membuktikannya. Subjek hanya mengambil satu elemen yang memenuhi sifat identitas, namun subjek menyatakan bahwa kesimpulan tersebut berlaku secara umum, yang menjadikan argumenya tidak valid. Karena argumen yang valid didasari pada deduktif. Padahal mahasiswa di tingkat perguruan tinggi seharusnya menggunakan pendekatan deduktif dalam pembuktian. Dengan menggunakan Model Argumentasi Toulmin, kemampuan Subjek dalam merumuskan mengonstruksi argumen dalam pembuktian dapat terlihat terstruktur dan jelas. Model ini memungkinkan penjelasan yang sistematis dan memperkuat kepercayaan terhadap validitas pembuktian. Penelitian ini juga menunjukkan kekuatan metode induktif dan intuitif dalam pembuktian matematika, menunjukkan bagaimana pendekatan ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pembuktian matematika. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai struktur argumentasi dalam pembuktian induktif sifat identitas grup dan menunjukkan potensi penggunaan Model Argumentasi Toulmin dalam mengidentifikasi argumentasi matematika yang lebih mendalam.
Pengenalan Media Manipulatif untuk Mendukung Konsep Matematika pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Gondang Nganjuk Dewi Utami, Anita; Rustanto Rahardi; Mochammad Hafiizh; Lucky Tri Oktaviana
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 2 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.446 KB) | DOI: 10.59110/rcsd.170

Abstract

Media manipulatif merupakan berbagai jenis benda yang dapat dimanipulasi untuk membantu siswa dalam memahami konsep matematis. Tujuan dari pengabdian ini adalah mengenalkan media manipulatif untuk mendukung pemahaman konsep matematis pada Siswa SMA Negeri 1 Gondang Nganjuk. Metode yang digunakan melalui empat tahap yaitu tahap pertama adalah persiapan tim dari Departemen Matematika. Tahap kedua adalah diskusi antar tim pengabdi tentang pemanfaatan media manipulatif. Tahap ketiga adalah koordinasi antara tim pengabdi dengan pihak sekolah. Tahap keempat yaitu penyampaian pemateri kepada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Gondang Nganjuk. Pengabdian telah terlaksana dengan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi mitra dalam pelaksanaan kegiatan pkm sangat antusias dan aktif. Tingkat keberhasilan pkm ini didasarkan pada indikator partisipasi peserta dalam pelaksanaan kegiatan dan daya serap peserta dari materi yang diberikan yaitu: (1) partisipasi peserta sangat tinggi, telah dibuktikan dengan kehadiran siswa pada kegiatan secara penuh dan selalu aktif mengemukakan pendapat serta antusias saat pelaksanaan. (2) Daya serap peserta pkm dalam penguasaan membuat media manipulatif memiliki rata-rata baik.
Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik Berbasis REACT Materi SPLDV Huda, Ristianur; Rahardi, Rustanto; Susanto, Hery
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v11i1.12757

Abstract

Kesulitan penemuan konsep dan pemodelan matematis terhadap materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) sering kali dialami oleh siswa. Strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating And Transferring (REACT) menjadi fokus penelitian untuk dapat diterapkan dalam pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ialah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk lembar kegiatan peserta didik (LKPD) dan dilakukan uji produk sehingga bernilai valid, praktis dan efektif. Subjek penelitian yakni 34 siswa MTSs Nurul Yaqin kelas VIIIA dan VIIIB. Hasil penelitian menunjukkan LKPD yang dikembangkan bernilai valid dan layak untuk diuji coba berdasarkan validasi ahli dengan akumulasi skor rata-rata yakni 67% terhadap aspek validasi media, 66% terhadap aspek validasi materi. Melalui uji coba lapangan menunjukkan hasil persentase rata-rata kepraktisan yakni 79% dan efektivitas  84%. Sehingga dapat disimpulkan LKPD yang dikembangkan bernilai valid, praktis dan efektif.
Pengembangan e-modul berbasis etnomatematika menggunakan Flip PDF Corporate pada materi sistem linier dua variabel Okviarini, Dewi; Rahardi, Rustanto
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 7, No 1 (2023): JURNAL KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um076v7i12023p32-42

Abstract

Konsep pembelajaran yang mengintegrasi budaya dan matematika dikenal dengan etnomatematika. Konsep pembelajaran etnomatematika menjadi lebih optimal apabila diterapkan secara nyata dengan mengajak peserta didik merasakan pengalaman secara langsung terhadap budaya di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk e-modul berbasis etnomatematika menggunakan Flip PDF Corporate pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) yang valid, praktis, dan efektif. Pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian Research and Development (R & D) dan model pengembangan ADDIE. Terdapat lima tahap pengembangan, diantaranya: (a) analisis (analysis), (b) desain (design), (c) pengembangan (development), (d) implementasi (implementation), dan (e) evaluasi (evaluation). Instrumen yang digunakan dalam proses pengolahan data, diantaranya angket dan soal evaluasi. Media ini divalidasi oleh ahli, dinyatakan praktis berdasarkan agket respon peserta didik, dan efektif melalui nilai evaluasi peserta didik. Berdasarkan hasil uji, e-modul ini dinyatakan valid, praktis, dan efektif dengan persentase kevalidan materi adalah 85,16 persen, sedangkan media berada pada persentase 93 persen, persentase kepraktisan e-modul ini adalah 88,85 persen, sementara persentase keefektifan e-moul ini adalah 84 persen.
Identitas matematis: Studi kasus pada siswa dyscalculia Astuti, Ririn Novia; Subanji, Subanji; Rahardi, Rustanto
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 6, No 1 (2022): JURNAL KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um076v6i12022p11-21

Abstract

This study aims to describe mathematical identity of dyscalculia student’s. The research method used descriptive qualitative with study case strategy. The research was conducted in SMP Negeri 18 Kota Malang. The subject of this study was a dyscalculia student who was 13 years old. Dyscalculia students were chosen as research subjects because these students were more open than other dyscalculia students. The results of the analysis are (1) mathematical identity regarding self-perception of mathematical competence that not all students who experience dyscalculia have a negative perception of mathematical competence because student worksheets can still state that they enjoy, like and do not feel bored when learning mathematics in special inclusive classes (2) mathematical identity regarding self-perception of mathematical participation are not yet independent in doing math assignments, teachers or parents always helping when studying, lack of motivation from friends, always re-recording material, and dare to ask others so they don't make mistakes and (3) Mathematical identity regarding self-perception of commitment and ambition to succeed in mathematics, are not afraid of failure, less persistent in completing exams, difficult to take the initiative to find new things, not afraid to ask questions and ask for help and less work hard in exams.
Co-Authors Abdur Rahman As’ari Abdur Rohim, Abdur Agusman, Agusman Alip Rahmawati Zahrotun Nisak Amelia Rizky Anik Rizka Rahmawati Anita Dewi Utami Ardan S, Muhammad Rey Ardan Saputra, Muhammad Rey Arnaningtyas Rofi'i Arumanita, Destri Mega Arwan Mhd. Said Astuti, Ririn Novia Aulia Ismi Aziz A’yunnisa Tsani Cahyani, Nia Cahyaningtyas, Octavita Cholis Sa’dijah Christiyanto, Dana Yuli Dahliatul Hasanah Dana Yuli Christiyanto Elis Dwi Wulandari Emanuel, Endrayana Putut Laksminto Erry Hidayanto Ewan Gunawan Faradila Nur Sabrina Fauziyyah Alimuddin HAFIIZH, MOCHAMMAD Herdiansyah, Adi Hery Susanto Huda, Ristianur I Made Sulandra I Nengah Parta Indriati Nurul Hidayah Irianto, Savitri Oktavia Izzah Khairu Rahmah Janah, Miftakul Khalisa Naura Imanda Kusumaningtyas, Nopem Lailin Hijriani Lailin Hijriani Lestary, Ratnah Lucky Tri Oktaviana Lutfika Zayyenu Zuhairini M Zainul Arifin Makbul Muksar Maulana Al - Ghofiqi Mei Dwi Jayanti Millenia Nugraha, Hermawan Septa Muhammad Rizaldi Nia Cahyani Novi Nurhayati Nugraha, Hermawan Septa Millenia Nursani Indah Pratiwi Octavita Cahyaningtyas Okviarini, Dewi Permadi, Hendro Prasetyo, Yudha Eka Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putra, Zuhadur Ra'is Ariyono Qomarudin, Moch Hamzah Rachmat Wasqita Rahma Wahyu Rahmadani, Desi Ratna Maulida RIA ANGGRAINI Ria Risyandani Akhidayati Risna Zulfa Musriroh Saidah Ajilatun Nahdawiyah Sapti Wahyuningsih, Sapti Sinta Agustin Ningseh Sisworo Siti Na’imah Slamet . Subanji Subanji Sudirman Sudirman Sukoriyanto Susiswo Suwanto Suwanto Swasono Rahardjo Syaiful Hamzah Nasution Tjang Daniel Chandra Tomi Listiawan Toto Nusantara Trianingsih Eni Lestari Widuri, Nabila Ekaputri Ziadatul Muslimah, Khilma Zuhadur Ra'is Ariyono Putra