Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA GIZI BESI PADA IBU HAMIL DI DESA NOELBAKI TAHUN 2010 Dethan, Maya E.; Jutomo, Lewi; Talahatu, Anna H.
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2011): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v3i1.122

Abstract

The anemia of iron nutrient is one of the nutrient problems occured in Indonesia and one of main causes of death. The pregnancy have become a vulnerabel group toward iron nutrient anemia as the result of the increase of nutrient needs for mother and fetus. During pregnancy the availabel of iron substance is not comparable with the excalation of blood volume. Manuaba (2007) stated that anemia during pregnancy is strictly dangerous especially when pregnant, giving birth and parturition. The aim of the research is to identify the determinant factors of the incident of iron nutrient anemia toward the pregnancy of Noelbaki in the year of 2010. Variables of the research are iron nutrient anemia, age, age of the pregnancy, the spacing of pregnancy, parity, iron sufficient level of iron substance, prohibited food, and income. Respondents in the research are all pregnancy of Noelbaki that are attempting and following all courses at the local clinic of Noelbaki. The research is analytic research with the design of cross-sectional study. The result of the research base don the multiple logistic regression tests shows that the determinant factor of the incident of iron nutrient anemia of pregnancy in Noelbaki
The Effect of Fruit, Vegetable, Fast Food Consumption, and Physical Activity on Waist Circumference in Adolescent Boys Muddzalifah, Dewi; Laga Nur, Marselinus; Oematan, Grouse; Jutomo, Lewi
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v14i2.469

Abstract

Background: Central obesity in adolescents is a growing health problem that has the potential to cause various non-communicable diseases in the future. Objectives: This study aims to analyze the influence of fruit and vegetable consumption, fast food consumption, and physical activity on waist circumference among male adolescents in Kupang City. Methods: The study design used was quantitative with a cross-sectional approach and utilized secondary data from the Indonesian Health Survey (SKI) in Kupang City for the year 2023. The sample size consisted of 115 male adolescents aged 10–18 years selected from 66 census blocks. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the chi-square test. Results: The results showed that there was no significant effect of fruit consumption (p-value=0.771 < 0.05), vegetables (p-value=1.000 < 0.05), fast food (p-value=0.487 < 0.05), as well as moderate and vigorous physical activity (p-value=0.950 < 0.005) and (p-value=0.397 < 0.05) on waist circumference. Conclusions: The conclusion of this study is that, in addition to fruit, vegetable, fast food consumption, and physical activity, other factors such as genetics and lifestyle also play an important role in controlling waist circumference in adolescent males, thus requiring healthy lifestyle interventions from an early age.
FAKTOR PENENTU KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG Mila Yana J. Kefi; Anna Henny Talahatu; Marselinus Laga Nur; Lewi Jutomo
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.340

Abstract

ABSTRAK Berat badan lahir rendah (BBLR) menjadi salah satu pemicu tingginya angka kematian bayi (AKB) dan memiliki dampak lebih besar untuk mengalami gangguan perkembangan dan pertumbuhan pada masa kanak-kanak dan bahkan mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisi faktor penentu kejadian berat badan lahir rendah di Puskesmas Oesapa tahun 2022-2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi case control. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Oesapa dengan sampel sebanyak 114 ibu di antaranya 57 ibu dengan kasus BBLR dan 57 ibu dengan BBLN. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariabel, bivariabel, dan mulivariat dengan uji statistik chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR adalah umur melahirkan, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, jarak kelahiran, tingkat pendapatan, pemanfaatan pemeriksaan ANC, dan kebiasaan makan selama hamil sedangkan faktor yang tidak berpengaruh adalah paritas (p= 0,061). Faktor kebiasaan makan selama hamil (ρ= 0,000), pemanfaatan ANC (ρ= 0,002) dan tingkat pendidikan (p= 0,001) merupakan faktor penentu kejadian BBLR. Puskesmas diharapkan dapat memanfaatkan berbagai media promosi kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu akan pentingnya pola konsumsi yang baik serta pentingnya pemeriksaan kehamilan selama ibu hamil. ABSTRACT Low birth weight (LBW) is one of the triggers for the high infant mortality rate (IMR) and has a greater impact on experiencing developmental and growth disorders in childhood and even stunting. This study aims to analyze the determinants of the incidence of low birth weight at the Oesapa Health Center in 2022-2023. This type of research is a quantitative research with a case control study approach. The study was conducted in the working area of the Oesapa Health Center with a sample of 114 mothers, including 57 mothers with LBW cases and 57 mothers with normal birth weight. The data analysis used was univariable, bivariable, and multivariate analysis with chi square statistical tests and multiple logistic regression. The results showed that the factors that affected the incidence of LBWwere age of delivery, level of education, level of knowledge, birth distance, income level, while the factors that did not affect were parity (p= 0.061). Factors such as eating habits during pregnancy (ρ= 0.000), utilization of ANC (ρ= 0.002) and education level (p= 0.001)) were determinants of the incidence of LBW. Puskesmas are expected to utilize various health promotion media in order to increase mothers' knowledge of the importance of good consumption patterns and the importance of pregnancy checks during pregnancy.
STUDI EPIDEMOLOGI KONSUMSI DAGING IKAN PAUS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA LAMALERA KABUPATEN LEMBATA TAHUN 2024 Agun, Archangela Rom Ose; Lewi Jutomo; Deviarbi Sakke Tira; Imelda F. E. Manurung
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.342

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, dikenal dengan tradisi berburu paus sperma (Physeter macrocephalus) sejak abad ke-17 untuk dikonsumsi, dijual, atau ditukar. Praktik ini merupakan tradisi masyarakat Desa Lamalera, mereka umumnya mengonsumsi daging paus yang diawetkan, dengan preferensi daging paus yang diawetkan karena daya simpannya yang lebih lama. Hipertensi merupakan gejala penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥ 140/≥ 90 mmHg. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara pola konsumsi daging paus (frekuensi, jumlah, dan jenis) dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Lamalera. Jenis penelitian penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di Desa Lamalera A dan B dengan sampel sebanyak 225 keluarga, dengan satu sampel per keluarga dengan usia 15–64 tahun. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,555 > 0,05), tidak ada hubungan antara jumlah konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,555 > 0,05), tidak ada hubungan antara jenis konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,535 p > 0,05. Dapat disimpulkan Pola konsumsi daging ikan paus tidak berakibat terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Lamalera. Penelitian ini membuktikan bahwa konsumsi daging ikan paus dapat mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi. ABSTRACT The Lamalera Village community, Lembata Regency, is known for its tradition of hunting sperm whales (Physeter macrocephalus) since the 17th century for consumption, sale, or exchange. This practice is a tradition of the Lamalera Village community, they generally consume preserved whale meat, with a preference for preserved whale meat because of its longer shelf life. Hypertension is a symptom of a disease characterized by increased blood pressure ≥ 140/≥ 90 mmHg. The purpose of the study was to determine the relationship between whale meat consumption patterns (frequency, quantity, and type) with the incidence of hypertension in the Lamalera Village community. The type of research was quantitative research with a cross-sectional design. The study was conducted in Lamalera Village A and B with a sample of 225 families, with one sample per family aged 15–64 years. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi-square statistical test. The results of the statistical test showed no relationship between the frequency of whale meat consumption and the incidence of hypertension (p-value= 0.555 > 0.05), there is no relationship betweenthe amount of whale meat consumption with the incidence of hypertension (p-value =0,555 > 0.05), there is no relationship between the type of whale meat consumptionwith the occurrence of hypertension (p-value= 0.535 p > 0.05. It can be concluded that the patternConsumption of whale meat does not result in the occurrence of hypertension inLamalera Village community. This study proves that consumption of fish meatWhales can prevent non-communicable diseases such as hypertension.
STUDI ASUPAN GIZI ENERGI DAN PROTEIN SERTA RIWAYAT SAKIT TERHADAP STATUS GIZI ANAK BATITA PADA MASYARAKAT LAMALERA Katarina Melania lelaona; Lewi Jutomo; Marselinus Laga Nur; Intje Picauly
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.353

Abstract

ABSTRAK Status gizi anak batita merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak dimasa awal kehidupan. Di Desa Lamalera, keterbatasan akses terhadap pangan nabati serta tingginya konsumsi pangan hewani dari hasil laut, seperti daging ikan dan ikan paus, menjadi ciri khas pola makan masyarakat. Tingginya kejadian penyakit infeksi ringan seperti demam dan flu juga turut menurunkan asupan serta penyerapan gizi anak. Kondisi ini mendorong pentingnya kajian terhadap asupan energi, protein dan riwayat sakit dalam hubungannya dengan status gizi anak batita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan studi asupan energi dan protein serta riwayat sakit terhadap status gizi anak batita pada masyarakat Lamalera. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Besar sampel penelitian sebanyak 60 anak batita dan di pilih secara cluster random sampling. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dengan analisis data menggunakan uji chi-square. Asupan energi dan protein yang tidak mencukupi serta riwayat sakit dalam sebulan terakhir terbukti berpengaruh terhadap status gizi anak batita di Desa Lamalera. Anak dengan asupan energi dan protein yang kurang serta riwayat sakit memiliki risiko lebih tinggi mengalami status gizi kurang. Hasil ini menekan pentingnya intervensi gizi serta pengendalian penyakit infeksi pada anak usia dini untuk mencegah masalah gizi diwilayah pesisir dengan keterbatasan akses pangan. ABSTRACT The nutritional status of toddlers is an important indicator in determining the quality of their health and development in early life. In Lamalera Village, limited access to plant-based foods and high consumption of seafood, such as fish and whale meat, characterize the community's dietary patterns. The high incidence of mild infectious diseases such as fever and flu also reduces children's nutrient intake and absorption. This condition emphasizes the importance of studying energy and protein intake, and medical history in relation to the nutritional status of toddlers. This study aims to determine the relationship between energy and protein intake and medical history and the nutritional status of toddlers in the Lamalera community. This study was quantitative with a cross-sectional design. The sample size of 60 toddlers was selected using cluster random sampling. Data processing was carried out computerized with data analysis using the chi-square test. Insufficient energy and protein intake and a history of illness in the past month have been shown to influence the nutritional status of toddlers in Lamalera Village. Children with insufficient energy and protein intake and a history of illness are at higher risk of malnutrition. These results emphasize the importance of nutritional interventions and control of infectious diseases in early childhood to prevent nutritional problems in coastal areas with limited access to food.
Edukasi Zat Gizi Mikro untuk Memelihara Kesehatan Lanjut Usia di Posyandu Siklus Hidup Kelurahan Fatukoa Kota Kupang Jutomo, Lewi; Regaletha, Tadeus Andreas Lada; Larasati, Galuh Wiedani Kusuma Dyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3534

Abstract

Kegiatan pengabdian  masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pentingnya konsumsi zat gizi mikro, khususnya vitamin dan mineral, guna mendukung pemeliharaan kesehatan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan tatap muka, penyediaan media edukasi berupa banner Isi Piringku di lingkungan Posyandu Siklus Hidup, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner yang mencakup aspek manfaat materi, pemahaman, rencana penerapan, dan tingkat kepuasan peserta. Hasil menunjukkan bahwa materi dinilai bermanfaat, mudah dipahami, serta mendorong penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan edukasi memperoleh respon positif. Edukasi promosi konsumsi zat gizi mikro terbukti dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai  upaya peningkatan kesehatan lansia.
Hubungan Antara Pengetahuan, Pendidikan Ibu, Pola Asuh dan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Wasting pada Balita di Puskesmas Melolo Irma Ivalda Kale; Marselinus Laga Nur; Talahatu, Anna Henny; Jutomo, Lewi
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i1.7004

Abstract

Wasting is one of the forms of acute malnutrition in toddlers that can increase the risk of morbidity and mortality. Various factors such as maternal education, knowledge, parenting style, and infectious diseases contribute to the occurrence of wasting. This study aims to analyze the relationship between maternal education, knowledge, parenting style, and infectious diseases with the incidence of wasting in toddlers within the working area of Puskesmas Melolo.  The research employs a quantitative approach with a case-control design. The sample consists of 72 toddlers, including 36 cases (wasting) and 36 controls (non-wasting). The case samples were determined using the Lemeshow formula and selected through simple random sampling based on nutritional status. Data were collected via interviews using questionnaires and then analyzed using bivariate analysis with Chi-square tests and odds ratio (OR) calculation at a 95% confidence interval. The results indicate that variables significantly associated with wasting are maternal knowledge (p=0.001; OR=5,200), feeding parenting style (p=0,001; OR=5,179), hygiene parenting style (p=0,000; OR=5,900), and infectious diseases (p=0,000; OR=6.000). Meanwhile, maternal education (p=0,326) and psychosocial parenting style (p=0,458) did not show significant associations. This study concludes that maternal behaviors, such as nutrition knowledge and proper parenting practices, have a stronger influence on a child's nutritional status than formal education. It is recommended that community and health workers enhance nutrition education and promote good parenting practices through Posyandu activities and health counseling to reduce the incidence of wasting in the Puskesmas Melolo area.
The Effect Of Administering Liquid Organic Fertilizer Doses For Petai Cina On The Growth Of Water Spinach And Kailan Vegetable Jegili, Yohanes Dwi Putra; Picauly, Intje; Laga Nur, Marselinus; Jutomo, Lewi
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v15i1.522

Abstract

Food availability is related to the sustainability of agriculture in drylands. Practical efforts to improve soil quality are through the application of organic fertilizer. The purpose of this study was to determine the effect of liquid fertilizer doses of Chinese Petai on the growth of Kale and Kailan vegetables. This study was conducted in July 2024-October 2025 on the land of Nusa Cendana University in the Food Ecology Project area.  This study is a parametric study with a Complete Random Design (CRD) design consisting of four treatments with five replications. The sample of this study involved two types of plants, namely kale and kailan vegetables. Data were analyzed using ANOVA, then Honest Real Difference (HSD) analysis followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of 5%.  The results of the analysis showed that the distribution of POC Chinese Petai has a very significant effect on the growth and development of Kale and Kailan. All plant growth parameters, leaf width and number of leaves showed a significant increase. Treatment P2: 10 tablespoons of POC (10 ml) / 5 L of water has the best effect on stem height, leaf width and number of Kale and Kailan leaves significantly different from treatment P0: Control (water), P1: 5 tablespoons of POC (5 ml) / 5 L of water, P3: 15 tablespoons (15 ml) / 5 L of water. POC Petai china is expected to be an alternative in limited organic fertilizer to support family and community food security factors.
Hubungan antara Paparan Penyakit dan Status Gizi pada Balita: Studi Cross-sectional di Oesapa, Indonesia Nau, Lidya Ludgardis; Jutomo, Lewi; Talahatu, Anna Henny; Picauly, Intje
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2579

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi isu penting karena berdampak pada kesehatan, pertumbuhan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pada usia dini, anak rentan terhadap berbagai faktor risiko, termasuk paparan sakit, yang dapat mempengaruhi status gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan paparan penyakit (frekuensi dan durasi) dan status gizi (BB/U, TB/U, BB/TB) pada balita di Kelurahan Oesapa. Jenis penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Total sampel dalam penelitian ini adalah 101 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi dokumentasi, lalu dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi sakit (p=0,000) dan durasi sakit (p=0,000), berhubungan dengan BB/U, tetapi tidak dengan TB/U dan BB/TB. Disimpulkan, paparan sakit (frekuensi dan durasi sakit) berhubungan signifikan dengan indikator BB/U, namun tidak berhubungan dengan TB/U dan BB/TB.
Beban Ekonomi Akibat Stunting pada Anak di Nusa Tenggara Timur: Pendeketan Sumber Daya Manusia Retrospektif Tahil, Yohana Efriani; Jutomo, Lewi; Liufeto, Mega Oktoviana Luisa; Picauly, Intje
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2580

Abstract

Stunting pada balita tidak hanya berdampak pada gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, tetapi juga menimbulkan konsekuensi jangka panjang terhadap produktivitas tenaga kerja serta potensi ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya potensi kerugian ekonomi akibat stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif melalui pengolahan data sekunder yang meliputi data prevalensi stunting yang bersumber dari e-PPGBM Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, data jumlah kelahiran dan data UMR yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Analisis perhitungan menggunakan rumus konig. Hasil menunjukkan prevalensi stunting sebesar 16,9% atau sekitar 64.507 balita. Stunting menyebabkan hilangnya potensi ekonomi dengan total kerugian di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 1,8 Triliun. Oleh karena itu, intervensi pencegahan stunting, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan, perlu diprioritaskan sebagai investasi strategis untuk meningkatkan kualitas modal manusia dan keberlanjutan pembangunan ekonomi.
Co-Authors - Sri Prilmayanti Awaluddin, - Abel, Yurike Adrianus Wio Adu, Apris A. Agun, Archangela Rom Ose Ali Warsito Anastasia T Astuti Anderias Umbu Roga Anita Bili Anjelina, Fordiana Aspatria, Utma Bait, Chrisna Lodyana Nike Benu, Yumi Noviyanti Bili, Octaviana E. Bulu, Apliana Christina Olly Lada Christine Natalia PS Lehot Dalung, Godeliva Daniela Boeky Daniela L.A Boeky Daniela L.Adelin Boeky Dara, Wilhems Dethan, Maya E. Deviarbi Sakke Tira Dewi, Ratna C. Dian Fitriyani Mosa Basa Djati, Hyronymus Edon, Caro David Hadel Emerensiana Dhiu Febronia Melania Woi Fitri, Ajra Gabriella Dhyang Dyah Puspitaningtyas Haning, Yeny Sunaria Helni, Antonius Bin Herianus J.D. Lalel Hironnymus Jati Hironnymus Jati Idawati Tresno Indriati A. Tedju Hinga Irma Ivalda Kale Ismail, Eddy H. Jacob Matheos Ratu Jefrianus Toy Sanan Jegili, Yohanes Dwi Putra Jeniati Bulu Johannis, Amanda Katarina Melania lelaona Kekado, Aprianjen Yehentina Lada, Christina O. Larasati, Galuh Wiedani Kusuma Dyah Liberty Putri Dwi Nggeong Liswaty Ga, Jefty Littik, Serlie K.A Liufeto, Mega O. L. Liufeto, Mega O.L Liufeto, Mega Oktoviana Luisa Lodong, Fabiola Densi Ludji, Emmy Tertaliana Magaringu, Eny M. Manurung, Imelda Februati Ester Maria Elsa Wea Maria Lidvina Maria Yuniarsi Veranda Marni Marni, Marni Matris Awardi Tamelab Mayners, Marline Meki Jefry Beti Mila Yana J. Kefi Milawati Ramli, Ramlah Mira Mangngi, Mariana Muddzalifah, Dewi Muhammad A. Mahmuddin Muntasir, Muntasir Murtin A. M. Anone Nalle, Merci Natalia Kristin Nau, Lidya Ludgardis Ndoen, Honey Ivon Nelson Keba Rangga Suba Nenabu, Michelle Revival Noorce Christiani Berek Nunung Hardiyanti Enggoe Nur , Marselinus Laga Nur Dewi Kartikasari, M. Nur, Marselinus Laga Oematan, Grouse Patricio Lourenco Andre Mendonca Pay, M E Picauly, Intje Prabu Aji, Sulistyani Rahayu, Tanti Riwu, Rut Rosina Rut Rosina Riwu Salesaman, Frans Sarci Magdalena Toy Sarci Magdalena Toy Sarniyati Wini Wanno SATRIYAS ILYAS Serlie K.A. Littik Siwe, Grace N Sunarto, Angelina R SYAMRUTH, YENDRIS K Tadeus Andreas Lada Regaletha Tahil, Yohana Efriani Talahatu, Anna H. Talahatu, Anna Henny Talahatu, Anna Heny Tarsisius Tas'au Titik Sri Harini Ully, Novini Handayani Utma Aspatria Weraman, Pius Werawan, Pius Widianti, Anggra Wulansari Wulansari Yohakim Dawi Yuliana Tandi Rubak Zainal Abidin