Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI-NILAI PANCASILA DALAM TRADISI PRANIKAH BEKULO DI KABUPATEN REJANG LEBONG Milleniya, Lola Fitri; Dewi, Susi Fitria; Hasrul, Hasrul; S, Nurman
Jurnal Ideologi dan Konstitusi PKP UNP Vol 4 No 2 (2024): Jikons
Publisher : Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jikons.v4i2.151

Abstract

Nilai-nilai Pancasila pada tradisi bekulo merupakan suatu bentuk kegiatan melaksanakan nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan dan perbuatan. Tradisi bekulo dilaksanakan sebelum upacara perkawinan dengan melibatkan keluarga besar pihak bujang dan gadis yang terdiri atas Imam, Kutei, Rajo, dan Badan Musawarah Adat di Kabupaten Rejang Lebong. Pihak bujang melakukan musyawarah mufakat terkait dengan uang peng as dengan sik mengisik. Pelaksanaan tradisi bekulo terdiri dari 12 tahapan yang untuk berunding dan mencapai kesepakatan mempersatukan pihak bujang dan gadis yang diresmikan secara adat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjabarkan tradisi bekulo serta nilai-nilai pancasila dalam Tradisi Pranikah Bekulo di Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik Pengumpulan Data penelitian melalui observasi yang dilakukan selama tiga bulan, wawancara kepada delapan informan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 tahapan tradisi Pranikah Bekulo di Kabupaten Rejang Lebong memiliki kandungan nilai-nilai pancasila dari kelima sila pancasila di dalamnya, yaitu Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Nilai Keadilan.
PUDARNYA TRADISI BIMBANG ADAT DALAM UPACARA PERNIKAHAN Afiko, Dinang; Dewi, Susi Fitria; S, Nurman; Bakhtiar, Yusnanik
Jurnal Ideologi dan Konstitusi PKP UNP Vol 4 No 2 (2024): Jikons
Publisher : Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jikons.v4i2.152

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu, pertama untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan tradisi bimbang adat, mengidentifikasi faktor penyebab pudarnya tradisi bimbang adat, dan menganalisis bagaimana implikasi dari memudarnya tradisi bimbang adat terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Peneliti melakukan wawancara dengan informan yang dipilih melalui purposive sampling. Informan tersebut terdiri dari Kepala Desa, Ketua Adat, masyarakat yang melaksanakan, masyarakat yang tidak melaksanakan, dan generasi muda. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Uji keabsahan data kualitatif menggunakan metode triangulasi sumber, ketekunan pengamatan dan member check. Peneliti menemukan bahwa ada 3 tahapan dalam persiapan tradisi bimbang adat yaitu: musyawarah internal keluarga, musyawarah bersama masyarakat desa, dan musyawarah pembentukan panitia. Tradisi bimbang adat ini sudah jarang dilaksanakan oleh masyarakat karena ada beberapa faktor yaitu: a) berkurangnya sumber daya manusia yang kompeten untuk mewariskan pengetahuan yang berkaitan dengan tradisi, b) faktor ekonomi, c) Beralihnya seni hiburan masyarakat ke pertunjukan modern, d) Generasi muda enggan melestarikan tradisi bimbang adat. Pudarnya tradisi bimbang adat ini mengakibatakan: a) Kurangnya pemahaman masyarakat tentang tradisi bimbang adat, b) Kurangnya minat generasi muda terhadap tradisi, dan c) Lunturnya nilai gotong royong dalam masyarakat.
Peran Lembaga Adat Tigo Luhah Semurup dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Warisan di Semurup Rahman, Khawarizmi; Dewi, Susi Fitria; Rafni, Al; Bakhtiar, Yusnanik
Al-DYAS Vol 4 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/aldyas.v4i1.4130

Abstract

This research aims to describe the role of the Tigo Luhah Semurup Traditional Institution in resolving inherited land disputes in Semurup, as well as revealing the supporting and inhibiting factors of the Tigo Luhah Semurup Traditional Institution in resolving inherited land disputes in Semurup. The type of research used is qualitative research with descriptive methods. Determining research informants was carried out using a purposive sampling technique, namely informants were determined by researchers to obtain the required information, namely informants who were considered to know, understand and have experience related to this research. Data collection techniques and tools are carried out by means of observation, interviews and documentation. The tools used were observation sheets, interview guides, and cameras. Testing the validity of the data uses source triangulation. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data display and drawing conclusions.The results of the research show that the role of the Tigo Luhah Semurup traditional institution in resolving land disputes, it has been very good, this can be seen from the fact that almost all disputes resolved in traditional institutions have been successful, as for the role of the Tigo Luhah Semurup traditional institution as a mediator, facilitator and decision maker. Then there are several factors that hinder the Tigo Luhah Semurup traditional institution in carrying out its role, including; 1) Difficulty in calling/inviting disputing parties to deliberation, 2) Limited budget so that the customary justice process does not run optimally, 3) low commitment from members of traditional institutions in resolving disputes.. However, there are several supporting factors for the Tigo Luhah Semurup traditional institution in carrying out its role, including; 1) the presence of experts and intellectuals in the dispute resolution process, 2) good communication head of traditional institutions, 3) the existence of social legitimacy for the Tigo Luhah Semurup traditional institution.
Rekonstruksi gender: upaya perempuan melakukan transformasi terhadap patriarki Nazhifah, Suci Naurah; Fatmariza, Fatmariza; Montessori, Maria; Dewi, Susi Fitria
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 1 (2025): Eleventh Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i1.669

Abstract

Penelitian ini berfokus pada rekonstruksi gender sebagai upaya perempuan dalam menghadapi budaya patriarki di Desa Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Masalah utama yang diidentifikasi adalah ketidakadilan gender yang mengakibatkan perempuan mengalami berbagai keterbatasan dalam pendidikan, pekerjaan, dan peran sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi gender saat ini, mengidentifikasi langkah konkret yang diambil perempuan untuk melawan patriarki, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dengan perempuan di desa tersebut, yang memberikan pandangan tentang pengalaman mereka terkait budaya patriarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masih ada tantangan, perempuan mulai mengambil langkah-langkah untuk mencapai kesetaraan gender, seperti mengejar pendidikan yang lebih tinggi dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan keluarga. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi masyarakat dan pembuat kebijakan dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan menghapuskan budaya patriarki.
Faktor penyebab tingginya angka cerai gugat di Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Nurjannah, Nurjannah; Dewi, Susi Fitria; Fatmariza, Fatmariza; Muchtar, Henni
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 1 (2025): Eleventh Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i1.684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor Penyebab tingginya cerai gugat dan bagaimana dampak yang ditimbulkan akibat cerai gugat di Kecamatan Lembah Melintang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini menggunakan Purpose Sampling yaitu istri yang melakukan cerai gugat, suami, anak dan orangtua dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam pada keluarga informan, observasi selama 1 bulan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal tingginya cerai gugat di Kecamatan Lembah Melintang antara lain: permasalahan ekonomi dan ketidakpuasan seksual. Sedangkan faktor eksternalnya disebabkan adanya campur tangan orangtua dan perselingkuhan. Dampak yang yang ditimbulkan terhadap perempuan akibat cerai gugat di Kecamatan Lembah Melintang menimbulkan peningkatan kemandirian finansial dan merasa lebih tenang, sedangkan dampak negatifnya muncul perasaan malu dan anti sosial.
PENYELESAIAN KONFLIK TAPAL BATAS MASYARAKAT NAGARI Putri, Nadia Dwi; Dewi, Susi Fitria; Muchtar, Henni; Ersya, Muhammad Prima
Jurnal Ideologi dan Konstitusi PKP UNP Vol 5 No 1 (2025): Jikons
Publisher : Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jikons.v5i1.156

Abstract

Konflik tapal batas yang terjadi antara masyarakat Nagari Sumpur dengan Nagari Malalo Tigo Jurai telah berlangsung kurang lebih selama 8 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai faktor penyebab konlik tapal batas dan upaya penyeselaian konflik tapal batas masyarakat dari kedua nagari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan berbagai informan seperti Wali Nagari Sumpur dan Malalo, Ketua BPRN Nagari Sumpur dan Malalo, Ketua KAN Nagari Sumpur dan Malalo, Ketua Pemuda Nagari Sumpur dan Malalo, alim ulama, serta masyarakat yang mengetahui tentang konflik tapal batas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya konflik tapal batas yaitu, adanya saling klaim kepemilikan lahan antara kedua nagari serta terdapatnya dua bukti kepemilikan yang tumpang tindih. Adapun upaya penyelesaian konflik tapal batas adalah melakukan mediasi, rapat adat, dan pengajuan ke pengadilan negeri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya dua bukti kepemilikan yang tumpang tindih harus dapat diselesaikan melalui upaya pembuktian di pengadilan.
Tradisi Tahlilan di Nagari Simpang Kapuak Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota dan Nilai-Nilai Pancasila Akmal, Eko; Moeis, Isnarmi; Dewi, Susi Fitria; Luthfi, Zaky Farid
Journal of Civic Education Vol 8 No 1 (2025): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v8i1.1162

Abstract

This study explores the Tahlilan tradition, its core values, and its alignment with Pancasila principles using a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation, with analysis following data reduction, presentation, and conclusion verification. Findings reveal that Tahlilan consists of preparations and Tahlil recitations, embodying values such as religiosity, charity, solidarity, mutual cooperation, and justice. These values strongly align with Pancasila, particularly belief in God Almighty, as seen in the religious nature of the ritual. Humanitarian values emerge through social care and assistance, while national unity is reflected in community collaboration and gotong royong. The democratic principle appears in the deliberative selection of Tahlilan leaders, and social justice is evident in equal participation regardless of social status. This study highlights Tahlilan as a living manifestation of Pancasila, reinforcing spiritual solidarity and social harmony in Indonesian society.
Peran elit politik lokal dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2020 Marlina, Tika Indra; Dewi, Susi Fitria; Montessori, Maria; S, Nurman
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 2 (2025): Twelfth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i2.344

Abstract

Artikel ini akan membahas mengenai peran elit politik lokal dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat di Kelurahan Lubuk Buaya dan upaya yang dilakukan elit politik lokal dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat di Kelurahan Lubuk Buaya. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan berhasil mewawancarai sebanyak 12 Informan. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara dengan Lurah, Ketua RW, Ketua RT, serta masyarakat Kelurahan Lubuk Buaya. Kemudian melalui studi dokumentasi yang berhasil memperoleh foto dokumentasi kegiatan yang dilakukan elit politik lokal dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada PILKADA 2020. Uji Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga peran elit politik lokal dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat dikelurahan Lubuk Buaya yaitu peran sosialisasi, peran fasilitasi dan peran koordinasi. Upaya yang dilakukan oleh elit politik lokal dalam menjalankan perannya meningkatkan partisipasi politik masyarakat pada Pilkada 2020 terbagi atas peran mediator, peran fasilitator, dan peran coordinator.
Penerapan aplikasi simpeldesa sebagai perwujudan smart village di Nagari Santia, Windi; Dewi, Susi Fitria; Moeis, Isnarmi; Muchtar, Henni
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 2 (2025): Twelfth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i2.590

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan aplikasi simpeldesa dan mengidentifikasi faktor penghambat penerapan aplikasi simpeldesa sebagai perwujudan smart village di Nagari Lubuak Batingkok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pemilihan Informan menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, teknik dan alat pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan proses adopsi aplikasi simpeldesa di pemerintahan Nagari Lubuak Batingkok menggunakan teori difusi inovasi. Ppemerintahan Nagari Lubuak Batingkok mengetahui aplikasi simpeldesa melalui saluran komunikasi antarpersonal. Tahap persuasi yang menunjukkan bahwa pemerintah Nagari mengadopsi aplikasi simpeldesa dengan melakukan analisis kebutuhan Nagari Lubuak Batingkok. Ketiga, tahap pengambilan keputusan yang dengan melakukan MoU dengan PT. Telekomunikasi Indonesia. Tahap implementasi yaitu mensosialisasikan aplikasi simpeldesa yang diikuti tahap pemanfaatan fitur-fitur aplikasi simpeldesa. Tahap konfirmasi yang menunjukkan bahwa aplikasi simpeldesa sudah dievaluasi. Faktor penghambat penerapan aplikasi simpeldesa di Nagari Lubuak Batingkok adalah keterbatasan akses masyarakat, mindset aplikasi yang belum terlalu penting, kurangnya pengetahuan dan keterampilan digital masyarakat.
Hambatan Pekerja Sosial Masyarakat dalam menjalankan peran dan fungsi kepada penyandang disabilitas Jandrea Putri, Yunda; Dewi, Susi Fitria; Fatmariza, Fatmariza; Irwan, Irwan
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 2 (2025): Twelfth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i2.624

Abstract

This research aims to describe the role of Community Social Workers for people with disabilities in IV Jurai District, and to identify obstacles to Community Social Workers in carrying out their roles and functions for people with disabilities in IV Jurai District. The method used in this research is qualitative. The informants in this study were 7 people determined through purposive sampling. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. Test the validity of the data using source triangulation. The research results show that the role of Community Social Workers for people with disabilities is to a) take the initiative to help with administrative management of people with disabilities, b) provide social assistance information and emotional support to people with disabilities, c) help people with disabilities to obtain their rights them, such as rights to education, health and employment, d) assist the nagari government in providing complete data related to disabilities. Furthermore, the Social Community obstacles in carrying out their roles and functions for people with disabilities are a) Lack of PSM training and skills, b) Limited internet network for data processing. and c) Lack of professionalism among PSM members.
Co-Authors Afdol Tasmara Afdol Tasmara Afifa Rifki, Aufi Afiko, Dinang Ahbal, Syahdina Akmal, Eko Al Rafni Aldri Frinaldi Alvin Gumelar Hanevi Andes Hulfareza Andri Maijar Andriani Andriani Angraini, Nosy Mutia Arieska Dwi Asmil Arisman Trisno Audia, Yevi Ayla Fandhini Azwar Ananda Balok, Servasius Beska, Prima Indrata Brilliany Dwi Mitry Debi Lizarman Deby Andrila Delmira Syafrini Deno Arifianto Dimaz Oktama Andriyendi Dwi Fitri Rima Yoli Ega Dwi Sandrika Eka Vidya Putra Elma Lastiarma Erianjoni Erianjoni Erlina Pantja Sulistijaningtijas Ersya, Muhammad Prima Ersya, Muhammad Prima Fadli Ilham Fadli Nofratama Fatmariza Fatmariza Fatmariza Febri Yulika Fitri, Aida Gebri Jasman Gustiva Yelviani Hafizhah Hamim Nasution Hanika Gusti Sani Hanuzral, Muhammad Hasibuan, Huwaida Afra Hasrul Hasrul, Hasrul Hasrul Piliang Henni Muchtar Hidayah, Yayuk Hikma Damayanti Hutabarat, Wildan Yusran Ideal Putra Ifijalia Nofila Indah Rahayu Putri Indrawadi, Junaidi Irfan Saputra Irwan Hamdi Irwan Hamdi Irwan Irwan Irwan Irwan Isnarmi Isnarmi Moeis Jandrea Putri, Yunda Jelly Jelly Joni, Erian Julio, Axnes Junaidi Junaidi Junita, Upik Khairani Khairani Khairani Khairani Lely Suryani Nasution Lisa Suhaimar Lisna Waty Ritonga Luthfi, Zaky Farid M. Yusuf Siregar Mardhatillah, Ummi Maria Montessori Marlina, Tika Indra Melania Mesy Maisara Milleniya, Lola Fitri Monda Resta, Nova Monica Tiara Muhammad Ramez Mutia Afwinda Mutia Eka Masputri Mutia Shandy Nada Elva Susanti Nasution, Hafizhah Hamim Nazhifah, Suci Naurah Ningsih, Wella Ayu Nora. AN, Desri Nosy Mutia Angraini Nurjannah Nurjannah Nurman Nurman Nurman S Nurman S Nursaid, Imral Ofianto, Ofianto Oftayanti, Nala Oktaviani, Revi Paluvi, Mutiara Gita Pohan, Mukmin Pratama Putra, Dava Purnama, Tetti Eka Putra, Tommy Pratama Putri Novita Sari Putri Yanti, Putri Putri, Nadia Dwi Rahman, Khawarizmi Rahmat, Afdhalur Rahmi Fauzia Ramadhani, Riska Putri Recy Harviani Zurwanty Restu Diannisa Restu Syahputra Sinaga Rika Febriani Riri Trinanda Ririn Oktavia Rivad, Muhammad Rizka Morina Rozani, Devi Sakti, Reza Ginandha Salsabila Salsabila Sandra, Jerli Novia Santia, Windi Saputri, Rahmawati Sari, Yesi Fitria Sayuti, Aldimas Rakasi Sihombing, Radot Maruli T Siska Pratama Siti Rahmi Sonia Fantika Suri Sri Bunga Oktavia Sri Rahayu SRI RAHAYU Suhono Suhono, Suhono Suryanef Suryanef Susi Karmila Susilo, Riky Pratama Syafri Anwar Syamsuddin Anas Tama, Deva Alfian Tiara, Monica Tristiadina, Arini Ulpa, Fadilla utami, anis Wirdanengsih, Wirdanengsih Yessica Pratama Naibaho Yetty Oktayanty Yudiana Nofriani Yulia Almira Yulista, Maghfira Yuni Kartika, Yuni Yunita Rozalinda Yurni Suasti Yusnanik Bakhtiar Zahara, Nurul Husna Zatalini, Rinia Zhalsa Oktavilia