Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI BERAS MERAH KONVENSIONAL DAN AEROBIK PADA BEDENG PERMANEN TERHADAP APLIKASI BERBAGAI LIMBAH ORGANIK PADA TAHUN KETIGA Elsa Fitriah; Wayan WANGIYANA; Nihla Farida
MEDIAGRO Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.809 KB) | DOI: 10.31942/mediagro.v18i1.5606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi berbagai limbah organik pada bedeng permanen pada tahun ketiga terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras merah antara teknik budidaya konvensional dan sistem irigasi aerobik pada bedeng permanen. Percobaan ditata menurut Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), yang terdiri atas dua faktor perlakuan yaitu teknik budidaya padi (T1= konvensional, T2= sistem irigasi aerobik pada bedeng permanen) sebagai petak utama dan limbah organik (L0=tanpa limbah, L1=sekam, L2=abu sekam dan L3=abu sekam + pupuk kandang) sebagai anak petak. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji Beda Nyata Jujur (Tukey’s HSD) pada taraf nyata 5% menggunakan program CoStat for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknik budidaya padi berpengaruh signifikan terhadap variabel hasil padi beras merah, yaitu persentase jumlah gabah hampa lebih rendah tetapi jumlah anakan produktif, jumlah malai, jumlah gabah berisi dan hasil gabah lebih tinggi pada padi sistem irigasi aerobik (T2). Faktor aplikasi limbah organik juga berpengaruh signifikan terhadap variabel pertumbuhan dan hasil, yaitu laju pertumbuhan jumlah anakan dan laju pertumbuhan jumlah daun lebih tinggi pada perlakuan L1, tetapi jumlah gabah berisi dan hasil gabah per rumpun lebih tinggi pada perlakuan L3. Terdapat pengaruh interaksi terhadap jumlah gabah berisi dan hasil gabah, dengan hasil gabah tertinggi (47,48 g/rumpun) pada padi sistem irigasi aerobik yang diberi abu sekam dan pupuk kandang (T2L3) dan terendah (28,78 g/rumpun) pada padi konvensional tanpa aplikasi limbah (T1L0).
PENGARUH PUPUK HAYATI MIKORIZA DAN TUMPANGSARI DENGAN KEDELAI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA GALUR PADI BERAS HITAM SISTEM IRIGASI AEROBIK: Kata kunci: Padi beras hitam, galur harapan, tumpangsari, kedelai, mikoriza. Maesarah Maesarah; Wayan Wangiyana; I Ketut Ngawit
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v24i2.7370

Abstract

Abstract. Black rice is a functional food ingredient that is very beneficial for human health, but in general, black rice varieties are mostly upland rice with low productivity. This study aimed to determine the effect of mycorrhiza biofertilizer and intercropping with soybean on growth and yield of two promising lines of black rice in an aerobic irrigation system. The experiment was carried out in Dasan Tebu, Kediri, West Lombok, from May to September 2020, which was arranged according to the Split Split-Plot design with three blocks and three treatment factors, namely black rice genotypes (G3; G9) as the main plots, intercropping with soybeans (T0: without intercropping; T1: with intercropping) as the sub-plots, and mycorrhiza biofertilizer application (M0: without; M1: with mycorrhiza) as the sub-sub-plots. The results indicated that both black rice genotypes were different only in the percentage of unfilled grains, i.e. lower in G3 (10.43%) than in G9 (14.39%). Additive intercropping with soybean significantly increased growth and yield components of black rice, with a higher grain yield was on black rice intercropped with soybeans (38.42 g/clump) compared to monocrop rice (32.62 g/clump). Application of mycorrhiza biofertilizers also significantly increased tiller number, dry straw weight, and grain yield per clump, and decreased the percentage of unfilled grains, with a higher grain yield was obtained in black rice supplied with mycorrhiza biofertilizer (38.47 g/clump) than without mycorrhiza (32.57 g/clump). However, there were significant interactions between the treatment factors, especially on grain yield, indicating that G9 was more responsive to application of mycorrhiza biofertilizer than G3.
Produksi Bibit Bawang Merah Melalui Seleksi Klon Berulang Sederhana dan Pemanfaatan Kacang Tanah Sebagai Refugia Hama Ulat Grayak Jurnal Pepadu; I Ketut Ngawit; Hanafi Abdurrachman; Akhmad Zubaidi; Wayan Wangiyana; Nihla Farida
Jurnal Pepadu Vol 2 No 4 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i4.2258

Abstract

Permasalahan budidaya bawang merah saat sekarang adalah, tingginya intensitas serangan hama, infeksi penyakit embun upas dan perubahan iklim terutama curah hujan yang fluktuatif. Keterbatasan akses akibat pandemi Covid-19, menambah penyebab produktivitas usahatani bawang merah di wilayah sasaran menurun drastis. Karena itu telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan metode tindak partisipatif melalui pelatihan dan pendampingan secara langsung di lapang. Tujuan yang ingin dicapai adalah, terjadi transfer teknologi tepat guna dalam usaha produksi bawang merah. Pengetahuan dan keterampilan petani tentang agribisnis dan pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu meningkat. Hasil evaluasi aktivitas kegiatan menunjukkan bahwa petani sasaran sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan. Teknologi tepat guna yang diintroduksikan menyebabkan pertumbuhan bawang lebih baik, intensitas serangan hama dan infeksi penyakit menurun, waktu panen normal sehingga memberikan hasil bawang merah dan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan hasil budidaya manual. Keuntungan rata-rata yang diperoleh dalam dua kali musim tanam sebanyak Rp 100.840.000,- ha-1 dengan BC-ratio 2,76-29,0. Sementara pengusahaan secara manual hanya memeberikan keuntungan rata-rata sebanyak Rp 44.110.000,- ha-1 dengan BC-ratio 1,66-1,75. Secara agronomis keuntungan yang diperoleh adalah pemeliharaan tanaman lebih mudah, efisien pengairan, pemupukan dan penggunaan pestisida. Aplikasi pupuk organik secara kontinyu dapat menjaga kesuburan tanah berkelanjutan.
PENYULUHAN TENTANG EFISIENSI BUDIDAYA SAYURAN-SAYUR SEMUSIM MELALUI PENINGKATAN APLIKASI PUPUK ORGANIK DI DUSUN BONGOR TAMAN AYU GERUNG LOMBOK BARAT Jurnal Pepadu; I Ketut Ngawit; Nihla Farida; Wayan Wangiyana
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2283

Abstract

Sayur-sayuran yang banyak ditanam di wilayah kegiatan adalah bawang merah, sawi, buncis dan kacang panajang. Budidayanya masih dengan pola konvensional yang sangat tergantung pada pupuk NPK, tidak efisien, biya produksi mahal sehingga keuntungan yang diperoleh sedikit. Oleh sebab itu maka, dilaksanakan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengusahakan tanaman sayur-sayuran secara efisien melalui petingkatan aplikasi pupuk organik dan mengurangi penggunaan pupuk NPK. Penyuluhan dilaksanakan dengan metode tindak partisipatif selama 6 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, penentuan sasaran, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi kemajuan program. Seluruh kegiatan penyuluhan dan pendampingan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Wawasan dan animo petani sasaran meningkat, terbukti dari tingginya antusiasme mereka untuk membuat pupuk organik dan mengusahakan bawang merah dan sayur-sayuran dengan sistem pola tanam tumpang gilir dalam skala yang lebih luas. Petani sasaran, yang mengusahakan cabe rawit setelah penanaman bawang merah dua kali tanam, dengan aplikasi pupuk organik 15 ton ha-1 memperoleh pendapatan dan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan pengusahaan tanaman kacang panjang, sawi, bayam dan jagung manis. Kesuburan kimia dan biologi tanah tetap stabil, pada petak-petak tanaman yang diberi pupuk organik matang 15 ton ha-1 sehingga hasil bawang merah, cabe rawit, sawi, kacang panjang, dan bayam tidak berbeda dengan hasil yang diperoleh pada petak-petak tanaman yang diberi pupuk NPK urea 300 kg ha-1, TSP 150 kg ha-1, dan ZK 150 kg ha-1.
Asosiasi Mikoriza Pada Pembibitan Rajumas (Duabanga moluccana Blume) dengan Sumber Inokulum Rizosfer dari Berbagai Jenis Tanaman Budidaya dan Gulma Wahyu Yuniati Nizar; Wayan Wangiyana,; Baharuddin AB
Ekosains Vol 9, No 01 (2017)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.622 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya asosiasi fungi mikoriza dan jenis fungi mikoriza yang berasosiasi dengan Rajumas dengan sumber inokulum rizosfer dari tanaman budidaya pertanian dan gulma dengan melakukan penelitian percobaan penanaman di rumah kaca. Percobaan penanaman dilakukan di rumah Gaharu Universitas Mataram, dari bulan Pebruari 2014 sampai dengan bulan April 2014 yang ditata menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengaturan perlakuan secara faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yaitu Faktor 1 :Sumber Inokulum Rizosfer yang terdiri dari 3 (tiga) aras yaitu S0 = Tanpa FMA/Steril, S1 = Rizosfer dari tanaman inang, S2 = Rizosfer + tanaman inang; Faktor 2 : Inang FMA (I) yang terdiri dari : I1 = Kedelai, I2 = Kacang Hijau, I3 = Jagung Ketan, I4 = Orok-orok, I5 = Rumput Belulang. Data dianalisis dengan analisis keragaman (ANOVA), yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulum FMA meningkatkan respon pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlah daun.Hasil analisis varians (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan beberapa sumber inokulum rizosfer dari berbagai inang berpengaruh nyata terhadap pertambahan diameter dan bobot kering, kolonisasi FMA sedangkan pada jumlah spora ada perbedaan yang signifikan antara perlakuan sumber inokulum dan inang.Jenis spora jamur mikoriza yang ditemui dalam penelitian ini hanya Glomus sp. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua jenis spora dapat mengkolonisasi perakaran tanaman Rajumas.
PENGARUH PENYISIPAN KACANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA GALUR HARAPAN PADI BERAS HITAM SISTEM IRIGASI AEROBIK Murni Nilawati; Wayan Wangiyana; Nihla Farida
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2768

Abstract

Black rice is a type of functional staple food that is very beneficial to human health, but its availability is scarce on the market so its production really needs to be increased. This study aimed to determine the effect of relay-planting mungbean between double rows of rice plants on growth and yield of several promising lines of black rice under aerobic irrigation systems. The experiment was conducted in Dasan Tebu village, West Lombok, from November 2020 to March 2021, which was arranged according to a Split Plot design with two treatment factors, namely black rice lines (G3; G9; G6 lines) as the main plots, and relay-planting of mungbean (P0: without; P1: with mungbean relay-planting) as the subplots. The results showed that the intercropping factor was more significant than the line differenes in increasing black rice yield. The effect of intercropping was more significant in increasing filled panicle number and grain yield per clump than in increasing black rice growth under aerobic irrigation systems. The interaction effect of treatment factors on grain yield per clump indicated that there were differences in the response between the promising lines of black rice to intercropping with mungbean, where the G6 line showed the highest increase in grain yield (43.6%) due to intercropping with mungbean with grain yield of 32.16 g/clump, followed by the G3 line (28.3%) with a grain yield of 33.61 g/clump, and the lowest was the G9 line (15.7%).INTISARIBeras hitam merupakan salah satu jenis bahan pangan pokok fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, namun ketersediaannya langka di pasaran sehingga sangat perlu ditingkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyisipan kacang hijau terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa galur harapan padi beras hitam pada sistem irigasi aerobik. Percobaan dilakukan di Dusun Dasan Tebu, Lombok Barat, dari bulan November 2020 sampai Maret 2021, yang ditata menurut rancangan Split Plot dengan dua faktor perlakuan, yaitu galur padi beras hitam (galur G3; G9; G6) sebagai petak utama, dan penyisipan kacang hijau (P0: tanpa penyisipan; P1: dengan penyisipan kacang hijau antar barisan kembar padi beras hitam) sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tumpangsari lebih banyak menunjukkan pengaruh signifikan dibandingkan dengan perbedaan galur dalam meningkatkan hasil padi beras hitam. Tumpangsari tanam-sisip dengan kacang hijau lebih signifikan pengaruhnya dalam meningkatkan jumlah malai berisi dan hasil gabah per rumpun dibandingkan dengan pertumbuhan padi beras hitam pada sistem irigasi aerobik. Adanya pengaruh interaksi faktor perlakuan terhadap hasil gabah per rumpun menunjukkan adanya perbedaan respon antar galur harapan padi beras hitam terhadap penyisipan dengan tanaman kacang hijau, di mana galur G6 menunjukkan peningkatan hasil gabah tertinggi (43,6%) akibat tumpangsari dengan kacang hijau dengan hasil gabah 32.16 g/rumpun, disusul oleh galur G3 (28.3%) dengan hasil gabah 33.61 g/rumpun, dan terendah pada galur G9 (15.7%).
PENGARUH PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA GALUR PADI BERAS HITAM PADA SISTEM IRIGASI AEROBIK Friska Pebrianingsih; Wayan Wangiyana Wayan Wangiyana; Uyek Malik Yakop
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2886

Abstract

This study aimed to determine the effect of the application of mycorrhiza biofertilizers on growth and yield of several promising lines of black rice in aerobic irrigation systems. The experiment was carried out from September 2021 to January 2022 in Ombe Baru Village (West Lombok), which was arranged according to a Split Plot design with three blocks and two treatment factors, namely black rice promising lines (G3, G6 and G9) as the main plots, and application of mycorrhiza biofertilizers (M0= without mycorrhiza, M1= with mycorrhiza) as the subplots. Data were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) and Tukey's HSD at 5% significance level using the CoStat for Windows program. The results showed that G9 showed higher growth rate of leaf number, growth rate of tiller number and grain yield than the G3 and G6 lines, while application of mycorrhiza biofertilizers only significantly increased panicle number per clump, weight of dry straw per clump, weight of 100 filled grain, filled grain number per clump, and grain yield per clump but reducing the percentage of unfilled grain number. Based on the interaction effect, the application of mycorrhiza biofertilizers only significantly increased the growth rate of leaf number, growth rate of tiller number, and dry straw weight in G9 but not in the G3 and G6 promising lines.INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa galur harapan padi beras hitam pada sistem irigasi aerobik. Percobaan dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai Januari 2022 di Desa Ombe Baru (Lombok Barat), yang ditata menurut Split Plot design dengan tiga blok dan dua faktor perlakuan, yaitu galur padi beras hitam (G3, G6 dan G9) sebagai petak utama, dan aplikasi faktor pupuk hayati mikoriza (M0 = Tanpa Mikoriza, MI = dengan Mikoriza) sebagai anak petak. Data dianalisis dengan Analisis Keragaman (ANOVA) dan uji BNJ (Tukey’s HSD) pada taraf nyata 5% menggunakan program CoStat for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa G9 menunjukkan laju pertumbuhan jumlah daun, laju pertumbuhan jumlah anakan dan hasil gabah lebih tinggi dibandingkan dengan G3 dan G6, sedangkan aplikasi pupuk hayati mikoriza hanya signifikan meningkatkan jumlah malai per rumpun, berat jerami kering per rumpun, berat 100 gabah berisi, jumlah gabah berisi per malai, dan hasil gabah per rumpun tetapi menurunkan persentase jumlah gabah hampa. Berdasarkan pengaruh interaksi faktor perlakuan, aplikasi pupuk hayati mikoriza hanya signifikan meningkatkan laju pertumbuhan jumlah daun, laju pertumbuhan jumlah anakan, dan berat jerami kering pada galur G9 tetapi tidak pada G3 dan G6.  
Partisipasi dan Antusiasme Petani pada Demplot Pengelolaan Tanah Tegakan Kelapa di Desa Mumbul Sari Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara NTB Wayan Wangiyana; I Ketut Ngawit; Akhmad Zubaidi; Novita Hidayatun Nufus
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i1.102

Abstract

Pengendalian gulma pada perkebunan kelapa dilakukan secara kimia dengan herbisida dan mekanis menggunakan sabit dan parang. Pengendalian cara ini tidak efektif karena membutuhkan tenaga kerja banyak dan dampak residu herbisida. Pengendalian kultur teknis, dengan pengelolaan tanah tegakan kelapa secara intensif melalui penerapan sistem pola tanam siklus dan seri lebih menguntungkan. Mengingat, di lokasi kegiatan tersedia fasilitas irigasi air tanah dengan semur bor, sehingga penanaman dapat dilakukan tanpa menunggu musim hujan tiba. Sehubungan dengan masalah itu, maka telah dilaksanakan demplot aplikasi model usahatani ekologis terpadu pada tanah tegakan kelapa. Pelaksanaan kegiatan demplot berlangsung dengan lancar, tertib, aman dan menyenagkan. Rata-rata tingkat partisipasi dan antusiasme peserta kegiatan demplot termasuk kategori tinggi dengan nilai partisipasi 75,0 % dan antusiasme 80,75 %. Demplot penanaman kacang panjang, buncis, bayam dan cabe rawit cukup berhasil. Karena hasil yang diperoleh signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan yang diusahakan secara konvensional. Pengelolaan yang intensif beberapa tanaman semusim pada tanah tegakan kelapa, berpengaruh terhadap semakin membaiknya pertumbuhan dan hasil tanaman kelapa. Setelah penerapan sistem usahatani ekologis terpadu dengan penanaman tanaman semusim dengan pola tanam siklus dan seri, pertumbuhan dan hasil kelapa mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu dengan jumlah daun rata-rata 8,46 – 10,42 tandan pohon-1, dan jumlah buah rata-rata 28,53 – 30,33 butir pohon-1 bulan-1.
Pengaruh Berbagai Jarak Tanam dan Penyisipan Kedelai terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L.) Muhammad Kholid; Wayan Wangiyana; I Made Sudantha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i1.2138

Abstract

Di Indonesia produksi jagung masih rendah dan belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Produksi jagung dapat ditingkatkan dengan melakukan penyesuaian jarak tanam dan penyisipan tanaman kacang-kacangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak tanam dan penyisipan tanaman kedelai di antara barisan tanaman jagung terhadap pertumbuhan dan komponen hasil tanaman jagung. Pada bulan Juni hingga September 2020, percobaan dilakukan di lahan sawah di Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, yang ditata menurut rancangan Split Plot dengan dua faktor perlakuan, yaitu teknik penyisipan (T) sebagai petak utama (T0= tanpa penyisipan kedelai dan T1= penyisipan kedelai) dan jarak tanam sebagai anak petak (J1= 20x45 cm, J2= 20x60 cm dan J3= 20x75 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor jarak tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun, jumlah daun saat panen, panjang tongkol panen, berat basah berangkasan tanaman, berat basah tongkol jagung, berat basah berangkasan per satuan luas, dan berat basah tongkol per satuan luas, sedangkan faktor penyisipan tanaman kedelai berpengaruh nyata terhadap panjang tongkol, berat basah tongkol, dan berat basah berangkasan per satuan luas serta adanya interaksi dari kedua faktor perlakuan terhadap jumlah daun panen, berat basah tongkol per tanaman, berat basah berangkasan per satuan luas, dan berat basah tongkol per satuan luas.
Respon Beberapa Galur Padi Beras Hitam Teknik Budidaya Konvensional terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza pada Pesemaian Moh. Romza Alfan; Wayan Wangiyana; Wahyu Astiko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i1.2431

Abstract

Di lahan sawah sistem tergenang (konvensional), populasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) pada umumnya menjadi sangat rendah pasca padi, sehingga tanaman palawija pasca padi sangat signifikan peningkatan hasilnya jika mendapat aplikasi pupuk hayati mikoriza. Padi beras merah maupun beras hitam sistem irigasi aerobik yang diberi pupuk hayati mikoriza menunjukkan peningkatan hasil yang sangat signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk hayati mikoriza pada pesemaian terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa galur harapan padi beras hitam setelah pindah tanam ke lahan sawah sistem tergenang. Percobaan dilaksanakan di sawah Desa Ombe Baru (Lombok Barat) dari bulan April sampai Agustus 2021, yang ditata menurut Split Plot Design dengan tiga blok dan dua faktor perlakuan yaitu galur harapan padi beras hitam (galur G3, G6 dan G9) sebagai petak utama dan pupuk hayati mikoriza (M0= tanpa, M1= dengan mikoriza) sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur padi hanya berbeda nyata dalam tinggi tanaman, yaitu tertinggi pada G3, sedangkan aplikasi pupuk hayati signifikan menurunkan persentase gabah hampa tetapi meningkatkan jumlah daun, jumlah batang, berat jerami kering, berat 100 gabah berisi, jumlah malai, dan hasil gabah per rumpun, dengan hasil gabah rata-rata lebih tinggi dengan pupuk hayati mikoriza (50,74 g/rumpun) dibandingkan tanpa mikoriza (33,82 g/rumpun). Namun demikian, pengaruh interaksi hanya signifikan terhadap jumlah batang dan jumlah malai per rumpun, dengan peningkatan jumlah malai tertinggi pada galur G9 (56,1%), yang bersesuaian dengan derajat kolonisasi FMA juga tertinggi (20,73%) pada akar bibit galur G9.
Co-Authors A. Wires yamsi, A.A. Ketut Sudharmawan Abdus Syakur Assopi Ahmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Al-Bayani, Gangga Harijatullah Anjar Pranggawan Azhari Aprilia Wulandari Astam Wiresyamsi Baharuddin AB Balkis, Nuzula Aziza Bambang Budi Santoso Cepy *1 Dian Mayasari Dwi Ayu Sunarti Dwi Ratna Anugrahwati Elmi Riskiani Elsa Fitriah Emi Iryani Engki Mawandi Farida , Nihla Filsa Era Sativa Friska Pebrianingsih Gangga Harijatullah Al-Bayani Hairil Ihsan Hanafi Abdurrachman Hanafi Abdurrachman Hapisah Hapisah Harmaeni Harmaeni I Gde Ekaputra Gunartha I Gde Ekaputra Gunartha I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit 1 I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Made Sudantha I Putu Silawibawa I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I.B.K. Mahardika I.G.B. Udayana I.G.P. Muliarta Aryana Ita Nirmala Janu Rahmaningsih Jekson Simarmata Jurnal Pepadu Khopid Mulidan Kisman Kisman Laiwan1 . Laksmi Ernawati, Ni Made M. Dahlan M. H anan 2 M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik M. Zairin Maemunah Maemunah Maesarah Maesarah Mahardika, Ida Bagus Komang Megawati Sitorus Moh. Romza Alfan Muhammad Hamam Nasiruddin Muhammad Kholid Muliartha, I Gusti Putu Mulyati Murni Nilawati Ni Made Laksmi Ernawati, Ni Made Laksmi Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nining Risnawati Novita Hidayatun Nufus Nur Inayah Pratama, I Gusti Ngurah Agung Rabani, Muhammad Billy Rahman Raihanun, Siti Ridha Ayumnuazmi Ridhon Khudairi Risnawati, Nining Roni Santuri Rosita, Baiq Aulia Siti Zainab Siti Zainab, Siti Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sukartono Suliartini, Ni Wayan Sri Suprayanti Martia Dewi Suwardji Syarif Husni Taslim Sjah Toibba, Huswatun Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop V.F.A. Budianto Wahyu Astiko Wahyu Astiko Wahyu Yuniati Nizar Wangiyana, I Gde Adi Suryawan Yakop, Uyek Malik Zahratul Aeni Zapril Laiwan2 Zubaidi, Akhmad Zubaidi, Akhmad