Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Teknik Budidaya Sistem Irigasi Aerobik dan Pupuk Hayati Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Beras Hitam Khopid Mulidan; Wayan Wangiyana; Nihla Farida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pqb91e75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya sistem irigasi aerobik dan aplikasi pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras hitam, dengan melaksanakan percobaan di lahan sawah di Unram Farming, Narmada (Lombok Barat). Percobaan ditata menurut Rancangan Split Plot, yang terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu sistem irigasi (T1: aerobik, T0: konvensional) sebagai petak utama dan aplikasi pupuk hayati mikoriza (M0: tanpa, M1: dengan pupuk hayati) sebagai anak petak, sehingga diperoleh empat kombinasi perlakuan, yang masing-masing dibuat dalam tiga ulangan (blok). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat berangkasan (jerami) kering, jumlah malai, jumlah gabah berisi, berat gabah per rumpun, berat gabah per petak, dan berat 100 gabah berisi. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji Beda Nyata Jujur (Tukey’s HSD) pada taraf nyata 5%, menggunakan program CoStat for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem irigasi aerobik secara signifikan meningkatkan jumlah daun, laju pertumbuhan rata-rata (LPR) jumlah daun, berat berangkasan kering, jumlah malai, serta berat gabah per rumpun dan per petak dibandingkan sistem irigasi konvensional. Pupuk hayati mikoriza juga berpengaruh signifikan dalam meningkatkan tinggi tanaman, Lpr jumlah daun, berat berangkasan kering, jumlah malai, jumlah gabah berisi, dan berat gabah. Sebaliknya, tidak terdapat pengaruh interaksi terhadap semua variable pengamatan, tetapi hasil gabah lebih tinggi pada sistem irigasi aerobik (49,8 g/rumpun) dibandingkan sistem konvensional (44,6 g/rumpun), dan lebih tinggi pada padi beras hitam yang diaplikasikan pupuk hayati mikoriza (54,6 g/rumpun) dibandingkan tanpa mikoriza (39,8 g/rumpun). Jadi aplikasi pupuk hayati mikoriza maupun sistem irigasi aerobik dapat disarankan ke petani.
PENGARUH TEKNIK BUDIDAYA DAN APLIKASI PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI BERAS HITAM (Oryza sativa L.) Pratama, I Gusti Ngurah Agung; Mahardika, Ida Bagus Komang; Wangiyana, Wayan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1428

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya dan aplikasi pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras hitam, dengan melaksanakan percobaan di lahan sawah petani di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung (Bali), dari bulan April hingga Agustus 2024. Percobaan ditata dengan rancangan Split Plot dengan tiga blok dan dua faktor perlakuan, yaitu teknik budidaya padi (B1: konvensional; B2: sistem irigasi aerobik (SIA); B3: SIA + kacang hijau) sebagai petak utama, dan pupuk hayati mikoriza (M0: tanpa; M1: dengan mikoriza) sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati mikoriza berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan, kecuali jumlah gabah hampa. Teknik budidaya padi juga berpengaruh nyata terhadap hampir semua variabel pengamatan, kecuali tinggi tanaman, jumlah anakan, dan jumlah malai, tetapi pengaruh interaksi signifikan terhadap jumlah daun, anakan, malai, gabah berisi, dan hasil gabah. Berdasarkan pola interaksinya, kombinasi perlakuan terbaik adalah B3M1 (tumpangsari disertai aplikasi pupuk hayati), yang menghasilkan jumlah daun, anakan, malai, gabah berisi dan hasil gabah tertinggi, dengan hasil gabah 96,04 g/rumpun. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi teknik tumpangsari dan aplikasi pupuk hayati mikoriza berpotensi sebagai pendekatan budidaya berkelanjutan yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas padi beras hitam. Abstract. This study aims to determine the effect of cultivation techniques and mycorrhiza biofertilizer application on growth and yield of black rice, by conducting an experiment in a farmer's ricefield in Taman Village, Abiansemal District, Badung Regency (Bali), from April to August 2024. The experiment was arranged with Split Plot design comprising three blocks and two treatment factors, namely rice cultivation techniques (B1: conventional; B2: aerobic irrigation system (AIS); B3: AIS + mungbean) as main plots, and mycorrhiza biofertilizer (M0: without; M1: with mycorrhiza) as subplots. The results showed that mycorrhiza biofertilizer significantly affected all observation variables, except unfilled grain number. Rice cultivation techniques also significantly affected almost all observation variables, except plant height, tiller number, and panicle number, but interaction effects were significant on the number of leaves, tillers, panicles, filled grains, and grain yield. Based on the interaction pattern, the best treatment combination was B3M1 (intercropping with biofertilizer application), which produced the highest number of leaves, tillers, panicles, filled grains, and grain yield, with grain yield of 96.04 g/clump. These results indicate that integration of intercropping and biofertilizer application has the potential to be an effective sustainable cultivation approach to increase the productivity and quality of black rice.
Pertanian Terpadu: Prospek, Tantangan, dan Inovasi dalam Budidaya Terpadu Ikan dan Tanaman dalam Sistem Akuaponik Ida Ayu Widhiantari; Wayan Wangiyana; Husnul Jannah; Hanifah Ayu; Siska Cicillia; Sudarli, Sudarli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/3n6z8965

Abstract

Akuaponik merupakan sistem pertanian terintegrasi, yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik dalam sebuah sirkulasi tertutup. Sistem ini memanfaatkan limbah nitrogen dari ikan yang diubah oleh bakteri menjadi unsur hara bagi tanaman, yang pada gilirannya menyaring air untuk dikembalikan ke kolam ikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis prospek, inovasi terkini, dan tantangan dalam budidaya pertanian secara akuaponik, khususnya dalam aspek kinerja biologis, integrasi teknologi, dan kelayakan ekonomi. Metode yang digunakan adalah kajian komprehensif terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu yang membahas komponen sistem, pemilihan spesies, manajemen nutrisi, serta implementasi teknologi seperti Internet of Things (IoT). Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi sensor dan mikrokontroler memungkinkan pemantauan dan kontrol parameter kunci (seperti pH, suhu, amonia) secara real-time, yang sangat meningkatkan efisiensi dan stabilitas sistem. Secara biologis, larutan nutrisi dari sistem akuaponik yang diperkaya atau complemented aquaponic (CAP) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, seperti selada, hingga 39% lebih tinggi dibandingkan dengan sistem hidroponik konvensional, yang diduga akibat adanya senyawa organik dan mikroba yang merangsang pertumbuhan (PGPR). Namun demikian, profitabilitas sangat bergantung pada skala ekonomi dan strategi pemasaran, sedangkan diversifikasi produk olahan seperti fillet juga dapat meningkatkan Return on Investment (ROI). Tantangan utama ke depan adalah pengelolaan nutrisi, khususnya pendaurulangan fosfor dan kalium dari lumpur padat melalui teknologi mineralisasi yang efisien untuk mencapai sistem yang benar-benar berkelanjutan.
PENGARUH MULSA PLASTIK DAN TUMPANGSARI DENGAN KACANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI BERAS HITAM SISTEM IRIGASI AEROBIK Nggale, Aloysius Rabata; Mahardika, Ida Bagus Komang; WANGIYANA, Wayan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1429

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa plastik dan tumpangsari dengan kacang hijau terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras hitam pada sistem irigasi aerobik. Percobaan dilaksanakan di Desa Taman, Abiansemal, Badung, Bali dari dari bulan April sampai dengan Agustus 2024, yang ditata menurut rancangan Split Pot design dengan tiga blok (ulangan) dan dua faktor perlakuan, yaitu mulsa plastik (P0: tanpa mulsa plastik; P1: dengan mulsa plastik penutup bedeng) dan tumpangsari (T0: tanpa tumpangsari; T1: tumpangsari padi beras hitam dengan kacang hijau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mulsa plastik pada bedeng penanaman padi beras hitam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah anakan, jumlah malai, jumlah gabah berisi, jumlah gabah hampa, dan hasil gabah per rumpun dengan rata-rata hasil gabah lebih tinggi pada aplikasi mulsa plastik (84,97 g/rumpun) dibandingkan tanpa mulsa plastik (66,88 g/rumpun), sedangkan tumpangsari dengan kacang hijau hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat 100 gabah berisi. Namun demikian, pengaruh interaksi antar faktor perlakuan hanya signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah gabah berisi per malai dan per rumpun, berat 100 gabah, dan hasil gabah, dengan rata-rata hasil gabah tertinggi pada padi beras hitam tumpangsari dengan kacang hijau pada bedeng bermulsa plastik (89,65 g/rumpun). Abstract. This study aims to determine the effect of plastic mulch and intercropping with mungbean on growth and yield of black rice in an aerobic irrigation system. The experiment was conducted in Taman Village, Abiansemal, Badung, Bali from April to August 2024, which was arranged according to Split Pot design with three blocks (replications) and two treatment factors, namely plastic mulch (P0: without plastic mulch; P1: with plastic mulch covering the raised-beds) and intercropping (T0: without intercropping; T1: intercropping black rice with mungbean). The results showed that the application of plastic mulch on the raised-beds significantly affected number of leaves, tillers, panicles, filled grains, unfilled grains, and grain yield per clump with higher grain yield under application of plastic mulch (84.97 g/clump) compared to without plastic mulch (66.88 g/clump), while intercropping with mungbean only significantly affected plant height and weight of 100 filled grains. However, interaction effects between the treatment factors were significant only on plant height, number of filled grains per panicle and per clump, weight of 100 grains, and grain yield, with the highest grain yield was on black rice plants intercropped with mungbean grown on the raised-beds covered with plastic mulch (89.65 g/clump).
SISTEM AGROSILVOPASTURA TROPIS: TINJAUAN INTEGRASI KELAPA, JAHE, TURI DAN KAMBING UNTUK KEBERLANJUTAN AGROEKOSISTEM DAN PELUANG PENERAPANNYA DI PULAU LOMBOK Ariyana, Mutia Devi; WANGIYANA, Wayan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1541

Abstract

Pertanian skala kecil di wilayah tropis seperti Pulau Lombok menghadapi tantangan keberlanjutan akibat keterbatasan lahan, degradasi tanah, dan variabilitas iklim. Sebagai solusi, sistem agrosilvopastura yang mengintegrasikan kelapa (Cocos nucifera), jahe (Zingiber officinale), turi (Sesbania grandiflora), dan kambing menawarkan model pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kajian ini bertujuan menganalisis konsep, manfaat, dan peluang implementasi sistem ini melalui sintesis literatur. Hasil tinjauan menunjukkan adanya interaksi sinergis antar komponen: kelapa sebagai kerangka struktural yang memodifikasi iklim mikro dan penyedia jasa hidrologis melalui hydraulic lift; jahe sebagai tanaman sela bernilai ekonomi tinggi yang toleran terhadap naungan moderat (25–50%); turi sebagai leguminoseae fiksator nitrogen yang memperbaiki kesuburan tanah dan sumber pakan berkualitas tinggi; serta kambing sebagai komponen daur ulang nutrien melalui pupuk organik dan aset ekonomi likuid. Integrasi ini secara signifikan meningkatkan produktivitas penggunaan lahan, mendiversifikasi sumber pendapatan (jangka pendek, menengah, dan panjang), serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga terhadap guncangan pasar dan iklim. Secara ekologis, sistem ini membentuk siklus hara yang lebih tertutup, meningkatkan kesuburan dan kandungan karbon tanah, serta mengurangi ketergantungan pada input eksternal. Disimpulkan bahwa model agrosilvopastura kelapa, jahe, turi, dan kambing merupakan bentuk intensifikasi ekologis yang strategis dan relevan untuk wilayah semi-kering seperti Lombok, yang mampu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan agroekosistem sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Kata kunci: agrosilvopastura, jahe, kambing, kelapa, pertanian terpadu berkelanjutan
PENGUATAN BUDIDAYA PADI GENJAH M70D BERBASIS PUPUK ORGANIK DAN IRIGASI SUMUR DALAM : PENDEKATAN PARTISIPATIF IP400 DI DESA BANYU URIP Susilowati, Lolita Endang; Suwardji, Suwardji; Wangiyana, Wayan; Sukartono, Sukartono; Jaya, Dori Kusuma; Azizah, Isnaniar Rahmatul
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3119

Abstract

This community service activity was held on May 25, 2025 in Banyu Urip Village, Gerung District, West Lombok involving 45 farmers. This program aims to increase the capacity and adoption of M70D variety genjah rice cultivation technology to support the IP400 intensification system. The methods used include counseling, field demonstrations, and participatory-based mentoring, accompanied by pre-post test evaluation. The results showed a significant increase in farmers knowledge from 35% to 85% in the aspect of rice cultivation, and from 40% to 80% in weed control. Demonstrations on 6.2 acres of pilot land were actively attended by farmers and resulted in the early adoption of SRI (System of Rice Intensification) practices, and organic fertilization. Periodic assistance strengthens the application of cultivation techniques and the readiness of farmers to implement technology on their respective lands, This program demonstrates the effectiveness of a participatory approach and the use of local resources in increasing the technical capacity and sustainability potential of the IP400 system.
Pengembangan Model Pertanian Berkelanjutan Melalui Pola Tumpang Sari Ubi Jalar Cilembu-Legum: Kajian Terhadap Organoleptik dan Produktivitas Pada Beragam Agroekosistem: Development of a Sustainable Agricultural Model Through the Cilembu Sweet Potato-Legumes Intercropping Pattern: A Study of Organoleptic and Productivity in Various Agroecosystems Hanifah Ayu; Wayan Wangiyana; Ida Ayu Widhiantari; Sudarli
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9625

Abstract

In Indonesia has a diverse agroecosystem that plays a crucial role as biological and physical capital for sustainable agriculture. Cilembu sweet potato (Ipomoea batatas L.) is a superior commodity with high economic value, characterized by its distinctive sweet taste, caramel aroma, and soft texture. The main challenge in its cultivation is maintaining productivity and organoleptic quality sustainably. This study reviews the literature on legume intercropping strategies (peanuts, soybeans, sengon, lamtoro) to increase productivity, organoleptic quality, and appetite under various soil-climate conditions. One strategy is an intercropping system with nitrogen-fixing legumes, which not only improves sweet potato growth and yield but also improves land use efficiency, soil fertility, and ecosystem sustainability. Organic fertilization integrated with legume residues improves nitrogen and potassium availability, thus supporting sugar accumulation, tuber aroma, and texture. The effectiveness of this system is strongly influenced by agroecosystem suitability, including soil type and texture, elevation, temperature, and rainfall patterns. A site-specific approach is needed to maximize plant interactions, nutrient balance, and organoleptic quality. Standardized productivity and organoleptic quality assessments are essential to ensure that ecological intensification through intercropping and organic fertilization results in a productive, environmentally friendly agricultural system that maintains the unique honey flavor of Cilembu sweet potatoes.
Co-Authors A. Wires yamsi, A.A. Ketut Sudharmawan Abdus Syakur Assopi Ahmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Al-Bayani, Gangga Harijatullah Anjar Pranggawan Azhari Aprilia Wulandari Astam Wiresyamsi Azizah, Isnaniar Rahmatul Baharuddin AB Balkis, Nuzula Aziza Bambang Budi Santoso Cepy *1 Dian Mayasari Dori Kusuma Jaya Dwi Ayu Sunarti Dwi Ratna Anugrahwati Elmi Riskiani Elsa Fitriah Emi Iryani Engki Mawandi Farida , Nihla Filsa Era Sativa Friska Pebrianingsih Gangga Harijatullah Al-Bayani Hairil Ihsan Hanafi Abdurrachman Hanafi Abdurrachman Hanifah Ayu Hapisah Hapisah Harmaeni Harmaeni Husnul Jannah I Gde Ekaputra Gunartha I Gde Ekaputra Gunartha I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit 1 I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Made Sudantha I Putu Silawibawa I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I.B.K. Mahardika I.G.B. Udayana I.G.P. Muliarta Aryana Ida Ayu Widhiantari Ita Nirmala Janu Rahmaningsih Jekson Simarmata Jurnal Pepadu Khopid Mulidan Kisman Kisman Laiwan1 . Laksmi Ernawati, Ni Made M. Dahlan M. H anan 2 M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik M. Zairin Maemunah Maemunah Maesarah Maesarah Mahardika, Ida Bagus Komang Megawati Sitorus Moh. Romza Alfan Muhammad Hamam Nasiruddin Muhammad Kholid Muliartha, I Gusti Putu Mulyati Murni Nilawati Mutia Devi Ariyana, Mutia Devi Nggale, Aloysius Rabata Ni Made Laksmi Ernawati, Ni Made Laksmi Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nining Risnawati Novita Hidayatun Nufus Nur Inayah Pratama, I Gusti Ngurah Agung Rabani, Muhammad Billy Rahman Raihanun, Siti Ridha Ayumnuazmi Ridhon Khudairi Risnawati, Nining Roni Santuri Rosita, Baiq Aulia Siska Cicillia Siti Zainab Siti Zainab, Siti Sudarli Sudarli, Sudarli Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sukartono Sukartono Sukartono Suliartini, Ni Wayan Sri Suprayanti Martia Dewi Suwardji Syarif Husni Taslim Sjah Toibba, Huswatun Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop V.F.A. Budianto Wahyu Astiko Wahyu Astiko Wahyu Yuniati Nizar Wangiyana, I Gde Adi Suryawan Yakop, Uyek Malik Zahratul Aeni Zapril Laiwan2 Zubaidi, Akhmad Zubaidi, Akhmad