Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM AGROSILVOPASTURA TROPIS: TINJAUAN INTEGRASI KELAPA, JAHE, TURI DAN KAMBING UNTUK KEBERLANJUTAN AGROEKOSISTEM DAN PELUANG PENERAPANNYA DI PULAU LOMBOK Ariyana, Mutia Devi; WANGIYANA, Wayan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1541

Abstract

Pertanian skala kecil di wilayah tropis seperti Pulau Lombok menghadapi tantangan keberlanjutan akibat keterbatasan lahan, degradasi tanah, dan variabilitas iklim. Sebagai solusi, sistem agrosilvopastura yang mengintegrasikan kelapa (Cocos nucifera), jahe (Zingiber officinale), turi (Sesbania grandiflora), dan kambing menawarkan model pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kajian ini bertujuan menganalisis konsep, manfaat, dan peluang implementasi sistem ini melalui sintesis literatur. Hasil tinjauan menunjukkan adanya interaksi sinergis antar komponen: kelapa sebagai kerangka struktural yang memodifikasi iklim mikro dan penyedia jasa hidrologis melalui hydraulic lift; jahe sebagai tanaman sela bernilai ekonomi tinggi yang toleran terhadap naungan moderat (25–50%); turi sebagai leguminoseae fiksator nitrogen yang memperbaiki kesuburan tanah dan sumber pakan berkualitas tinggi; serta kambing sebagai komponen daur ulang nutrien melalui pupuk organik dan aset ekonomi likuid. Integrasi ini secara signifikan meningkatkan produktivitas penggunaan lahan, mendiversifikasi sumber pendapatan (jangka pendek, menengah, dan panjang), serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga terhadap guncangan pasar dan iklim. Secara ekologis, sistem ini membentuk siklus hara yang lebih tertutup, meningkatkan kesuburan dan kandungan karbon tanah, serta mengurangi ketergantungan pada input eksternal. Disimpulkan bahwa model agrosilvopastura kelapa, jahe, turi, dan kambing merupakan bentuk intensifikasi ekologis yang strategis dan relevan untuk wilayah semi-kering seperti Lombok, yang mampu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan agroekosistem sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Kata kunci: agrosilvopastura, jahe, kambing, kelapa, pertanian terpadu berkelanjutan
PENGUATAN BUDIDAYA PADI GENJAH M70D BERBASIS PUPUK ORGANIK DAN IRIGASI SUMUR DALAM : PENDEKATAN PARTISIPATIF IP400 DI DESA BANYU URIP Susilowati, Lolita Endang; Suwardji, Suwardji; Wangiyana, Wayan; Sukartono, Sukartono; Jaya, Dori Kusuma; Azizah, Isnaniar Rahmatul
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3119

Abstract

This community service activity was held on May 25, 2025 in Banyu Urip Village, Gerung District, West Lombok involving 45 farmers. This program aims to increase the capacity and adoption of M70D variety genjah rice cultivation technology to support the IP400 intensification system. The methods used include counseling, field demonstrations, and participatory-based mentoring, accompanied by pre-post test evaluation. The results showed a significant increase in farmers knowledge from 35% to 85% in the aspect of rice cultivation, and from 40% to 80% in weed control. Demonstrations on 6.2 acres of pilot land were actively attended by farmers and resulted in the early adoption of SRI (System of Rice Intensification) practices, and organic fertilization. Periodic assistance strengthens the application of cultivation techniques and the readiness of farmers to implement technology on their respective lands, This program demonstrates the effectiveness of a participatory approach and the use of local resources in increasing the technical capacity and sustainability potential of the IP400 system.
Pengembangan Model Pertanian Berkelanjutan Melalui Pola Tumpang Sari Ubi Jalar Cilembu-Legum: Kajian Terhadap Organoleptik dan Produktivitas Pada Beragam Agroekosistem: Development of a Sustainable Agricultural Model Through the Cilembu Sweet Potato-Legumes Intercropping Pattern: A Study of Organoleptic and Productivity in Various Agroecosystems Hanifah Ayu; Wayan Wangiyana; Ida Ayu Widhiantari; Sudarli
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9625

Abstract

In Indonesia has a diverse agroecosystem that plays a crucial role as biological and physical capital for sustainable agriculture. Cilembu sweet potato (Ipomoea batatas L.) is a superior commodity with high economic value, characterized by its distinctive sweet taste, caramel aroma, and soft texture. The main challenge in its cultivation is maintaining productivity and organoleptic quality sustainably. This study reviews the literature on legume intercropping strategies (peanuts, soybeans, sengon, lamtoro) to increase productivity, organoleptic quality, and appetite under various soil-climate conditions. One strategy is an intercropping system with nitrogen-fixing legumes, which not only improves sweet potato growth and yield but also improves land use efficiency, soil fertility, and ecosystem sustainability. Organic fertilization integrated with legume residues improves nitrogen and potassium availability, thus supporting sugar accumulation, tuber aroma, and texture. The effectiveness of this system is strongly influenced by agroecosystem suitability, including soil type and texture, elevation, temperature, and rainfall patterns. A site-specific approach is needed to maximize plant interactions, nutrient balance, and organoleptic quality. Standardized productivity and organoleptic quality assessments are essential to ensure that ecological intensification through intercropping and organic fertilization results in a productive, environmentally friendly agricultural system that maintains the unique honey flavor of Cilembu sweet potatoes.
The Effect of the Dose of the Proportion of Organic Fertilizer with NPK on the Management of Cashew Stands on the Growth and Yield of Plants, as Well as its Capacity for the Maintenance of Cattle I Ketut Ngawit; I Wayan Sudika; Wayan Wangiyana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12797

Abstract

The reason for the low productivity of cashew in the Indonesian province of West Nusa Tenggara is that they are never cared for and the land between the cashew tree rows is not intensively cultivated. The first factor is the type of organic fertilizer: cow, horse, and chicken manure; a mixture of cow + horse manure, cow + chicken manure, and horse + chicken manure. The second factor is the dosage ratio of organic fertilizer: 35 tons + NPK 0 kg ha-1, 25 tons + NPK 250 kg ha-1, 15 tons + NPK 500 kg ha-1, and 0 tons + NPK 750 kg ha-1. The application of organic fertilizer from a mixture of cow and chicken manure at a dose of 15-25 tons + NPK 250-500 kg ha-1 significantly increases soil fertility status and reduces the rate of soil erosion. When applying the best type of organic fertilizer, the dosage ratio of 35 tons + NPK 0 kg ha-1 and 0 tons + NPK 750 kg ha-1, the effect is not significantly different for all parameters. Applying a dose of 15 to 25 tons per hectare can replace the role of NPK fertilizer by 33.33 to 66.67% of the 750 kg per hectare dose and significantly increase the cattle breeding capacity of cashew plantations by up to 5,875 livestock unit hectare-1 season-1
Pengaruh Sistem Budidaya Aerobik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Beras Merah dan Beras Hitam di Lahan Sawah Kebon Ayu, Lombok Barat Lalu Rosmawan; Wayan Wangiyana; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/04wjvc68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem irigasi aerobik terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras merah dan beras hitam di lahan sawah. Percobaan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2025 di Kebon Ayu, Lombok Barat, menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design). Faktor petak utama adalah teknik budidaya (irigasi konvensional dan aerobik), sedangkan anak petak adalah jenis padi (beras merah dan beras hitam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem irigasi aerobik memberikan pengaruh nyata terhadap parameter vegetatif dan komponen hasil. Terdapat interaksi yang signifikan antara sistem irigasi dan varietas pada parameter berat kering jerami, jumlah malai, dan jumlah gabah hampa. Kombinasi varietas padi beras hitam dengan sistem irigasi aerobik (T1V2) menunjukkan performa terbaik dengan berat kering jerami tertinggi (59,45 g) dan hasil gabah tertinggi mencapai 82,91 g/rumpun. Penerapan sistem aerobik secara umum meningkatkan hasil gabah rata-rata menjadi 76,39 g/rumpun, lebih tinggi dibandingkan sistem konvensional yang hanya mencapai 48,75 g/rumpun. Dengan demikian, sistem irigasi aerobik merupakan strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas padi fungsional dan efisiensi penggunaan air di lahan sawah.
Crop Diversification Grown as Strip Intercropping Can Improve Farmers' Return in a Dryland with Sandy Soil I Komang Damar Jaya; Herman Suheri; Wayan Wangiyana; Akhmad Zubaidi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 6 (2024): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i6.7730

Abstract

Maize and mungbean are two common crops grown in dryland areas with sandy soil structures. This study aimed to explore the potential of adding cayenne pepper to increase crop diversity using strip intercropping (SI) as a potential system to improve farmers' return. There were seven treatments tested: monoculture maize, monoculture mungbean, monoculture cayenne pepper, SI maize and mungbean, SI maize and cayenne pepper, SI mungbean and cayenne pepper, and SI maize, mungbean, and cayenne pepper. The size of the treatment plot was 700 cm × 500 cm, and all the treatments were arranged in a Randomized Block Design with three replications. The study showed no difference in the land equivalent ratio (LER) for all the SI treatments, with a value of around 1.0. This indicates no advantage of SI over monocropping in terms of land usage. However, when the market prices valued the yield of each component crop in SI at harvest, the highest economic value came from monocrop cayenne pepper treatment (IDR 246 million ha-1). All the SI treatments involving cayenne pepper resulted in a higher return than the monoculture of maize or mungbean. The lowest economic value was shown by monoculture mungbean treatment (IDR 33.1 million ha-1). These results indicate that diversifying crops can improve farmers' return, especially by incorporating cayenne pepper in dryland with sandy soil.
PENGARUH PEMBERIAN ISOLAT BAKTERI BINTIL AKAR PUTRI MALU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) PADA BEBERAPA INTERVAL PENYIRAMAN BERBEDA Nuzula Aziza Balkis; Wayan Wangiyana; Novita Hidayatun Nufus
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v8i1.14509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis isolat bakteri bintil akar putri malu untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.)) pada beberapa interval penyiraman berbeda. Metode eksperimental dengan percobaan di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor. Faktor pertama isolat bakteri bintil akar dengan konsentrasi 10% yang terdiri atas P0 (tanpa isolat), P1 (dosis 10 ml isolat), P2 (dosis 20 ml isolat) dan faktor kedua interval penyiraman yang terdiri atas K1(penyiraman 2 hari sekali), K2 (penyiraman 4 hari sekali), dan K3 (penyiraman 6 hari sekali). Hasil penelitian ini adalah: Terdapat interaksi antara faktor perlakuan isolat bakteri bintil akar putri malu dan interval penyiraman terhadap berat biji kedelai dengan kombinasi terbaik terdapat pada perlakuan (P2K1) dengan nilai 22.10 g/ tanaman, perlakuan (P1K1) dengan nilai 21.43 g/tanamann, perlakuan (P0K1) dengan nilai 21.30 g/tanaman. Perlakuan isolat bakteri bintil akar putri malu sebagai faktor tunggal menunjukkan berpengaruh signifikan hanya pada variabel hasil yang terdiri dari parameter jumlah polong, persentasi polong bernas, jumlah biji dan berat biji dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan(P2K1) isolat bakteri bintil akar dengan dosis 20 ml dan interval penyiraman 2 hari sekali. Pada perlakuaninterval penyiraman sebagai faktortunggal berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel pengamatan dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan(K1) interval penyiraman 2 hari sekali.
PENGARUH JARAK ANTAR BARIS DAN JARAK TANAM SORGUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU DALAM SISTEM TUMPANGSARI SISIPAN Nur Masari Utami; Wayan Wangiyana; I Ketut Ngawit
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak antar baris dan jarak tanam sorgum terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau dalam sistem tumpangsari sisipan. Percobaan dilaksanakan di Unram Farming, Narmada, Lombok Barat, yang ditata menurut Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan. Kacang hijau, dari jarak tanam 25x20 dan 35x20 cm diubah menjadi barisan kembar 20x20 cm dan antar barisan kembar ini disisip tanaman sorgum (arah barisan timur-barat) dengan jarak antar baris menjadi 70 dan 50 cm (faktor I) dan jarak tanam dalam barisan 20, 40 dan 60 cm (faktor II), yang ditata secara faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak antar baris sorgum lebih banyak berpengaruh signifikan dibandingkan jarak dalam barisan, terutama terhadap komponen hasil kacang hijau, namun terdapat pengaruh interaksi terhadap jumlah daun 14 HST dan laju pertumbuhan tinggi tanaman kacang hijau. Dari komponen hasil kacang hijau, hanya jumlah biji per rumpun yang lebih tinggi pada antar jarak baris sorgum 70 cm dibandingkan 50 cm, tetapi per m2 lebih tinggi pada jarak antar baris 50 cm. Hasil biji kacang hijau per rumpun tidak berbeda nyata tetapi per m2 lebih tinggi (143,80 g/m2) pada jarak antar baris sorgum 50 cm dibandingkan 70 cm (109,65 g/m2).
Penyuluhan Tentang Kesesuaian Lahan Untuk Budidaya Kopi di Desa Pringgajurang Utara Kecamatan Montong Gading Lombok Timur I Ketut Ngawit; Ni Wayan Sri Suliartini; Wayan Wangiyana; Nihla Farida
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.241

Abstract

Dampak harga kopi semakin mahal, muncul berbagai isu dan promosi liar yang dapat menyesatkan petani kopi, seperti menanam jenis kopi populer, tanpa memperhitungkan cocok tidaknya jenis kopi tersebut dikembangkan di wilayahnya. Akibatnya banyak perkebunan kopi mengalami kerusakan sangat parah akibat terinfeksi patogen jamur H. vastatrix. Penyebabnya karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kopi. Selain itu pemahaman petani tentang kesesuaian lahan untuk budidaya kopi masih kurang. Karena masalah tersebut, maka dilaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kopi secara intensif. Hasil kegiatan ini menunjukkan, bahwa pelaksanaan penyuluhan dan pendampingan berlangsung tertib, lancar dan menyenangkan terbukti dari tingginya partisipasi dan antusiasme peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengetahuan dan keterampilan petani peserta semakin meningkat mengelola perkebunan kopinya, sehingga mereka berani mengambil keputusan tegas, bahwa kopi arabica tidak diusahakan di wilayah desa Pringgajurang Utara karena mengalami kerusakan sangat parah akibat terinfeksi jamur H. vastatrix. Penggantinya kopi robusta yang dipelihara intensif dengan memperbaiki sanitasi kebun, pemangkasan tanama kopi dengan motto: sering, sedikit dan ringan, penanaman tanaman peneduh sementara dan peneduh tetap dengan jarak tanam yang teratur, aplikasi bahan penyubur tanah dengan pupuk organik secara rutin dan pengandalian HPT secara terpadu.
Pelatihan dan Pendampingan tentang Budidaya Kakao secara Intensif di Dusun Lendang Mamben, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB I Ketut Ngawit; Nihla Farida; Wayan Wangiyana
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.242

Abstract

Penyebab rendahnya produktivitas kakao di dusun Lendang Mamben, desa Anyar, Bayan, Lombok Utara, adalah: Keadaan kebun sanitasi buruk, kurang terawat dan rata-rata umur tanaman sudah tua. Selain itu pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kakao masih rendah. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu: perawatan kebun intensif, melakukan pemangkasan tanaman dengan motto: sering, sedikit, dan simple, pengendalian organisme pengganggu tanaman terpadu, aplikasi pupuk organik dan peremajaan tanaman dengan sistem poliklon. Sehubungan dengan masalah tersebut, maka dilaksanakan program pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola tanaman kakao secara intensif. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani peserta mengelola tanaman kakao meningkat, terbukti dari tingkat partisipasi dan antusiasmenya yang semula rendah setelah mengikuti pelatihan dapat ditingkatkan menjadi tinggi. Pengelolaan perkebunan kakao dengan aplikasi tindak agronomi secara intensif memberikan hasil total jumlah buah gelondong per pohon signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perkebunan kakao yang dirawat seadanya dan yang tidak dirawat serta dengan sistem budidaya monoklon.
Co-Authors A. Wires yamsi, A.A. Ketut Sudharmawan Abdus Syakur Assopi Ahmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Al-Bayani, Gangga Harijatullah Anjar Pranggawan Azhari Aprilia Wulandari Astam Wiresyamsi Azizah, Isnaniar Rahmatul Baharuddin AB Balkis, Nuzula Aziza Bambang Budi Santoso Cepy *1 Dian Mayasari Dori Kusuma Jaya Dwi Ayu Sunarti Dwi Ratna Anugrahwati Elmi Riskiani Elsa Fitriah Emi Iryani Engki Mawandi Farida , Nihla Filsa Era Sativa Friska Pebrianingsih Galang Muslim Gangga Harijatullah Al-Bayani Hairil Ihsan Hanafi Abdurrachman Hanafi Abdurrachman Hanifah Ayu Hapisah Hapisah Harmaeni Harmaeni Herman Suheri Husnul Jannah I Gde Ekaputra Gunartha I Gde Ekaputra Gunartha I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit 1 I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Made Sudantha I Putu Silawibawa I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I.B.K. Mahardika I.G.B. Udayana I.G.P. Muliarta Aryana Ida Ayu Widhiantari Ita Nirmala Janu Rahmaningsih Jekson Simarmata Jurnal Pepadu Khopid Mulidan Kisman Kisman Laiwan1 . Laksmi Ernawati, Ni Made Lalu Rosmawan M. Dahlan M. H anan 2 M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik M. Zairin Maemunah Maemunah Maesarah Maesarah Mahardika, Ida Bagus Komang Megawati Sitorus Moh. Romza Alfan Muhammad Hamam Nasiruddin Muhammad Kholid Muliartha, I Gusti Putu Mulyati Murni Nilawati Mutia Devi Ariyana, Mutia Devi Nggale, Aloysius Rabata Ni Made Laksmi Ernawati, Ni Made Laksmi Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nining Risnawati Novita Hidayatun Nufus Nur Inayah Nur Masari Utami Nursan, Muhammad Nuzula Aziza Balkis Pratama, I Gusti Ngurah Agung Rabani, Muhammad Billy Rahman Raihanun, Siti Ridha Ayumnuazmi Ridhon Khudairi Risnawati, Nining Roni Santuri Rosita, Baiq Aulia Siska Cicillia Siti Zainab Siti Zainab, Siti Sudarli Sudarli, Sudarli Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sukartono Sukartono Sukartono Suliartini, Ni Wayan Sri Suprayanti Martia Dewi Suwardji Syarif Husni Taslim Sjah Toibba, Huswatun Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop V.F.A. Budianto Wahyu Astiko Wahyu Astiko Wahyu Yuniati Nizar Wangiyana, I Gde Adi Suryawan Yakop, Uyek Malik Zahratul Aeni Zapril Laiwan2 Zubaidi, Akhmad Zubaidi, Akhmad