Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Sistem Budidaya Aerobik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Beras Merah dan Beras Hitam di Lahan Sawah Kebon Ayu, Lombok Barat Lalu Rosmawan; Wayan Wangiyana; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/04wjvc68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem irigasi aerobik terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras merah dan beras hitam di lahan sawah. Percobaan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2025 di Kebon Ayu, Lombok Barat, menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design). Faktor petak utama adalah teknik budidaya (irigasi konvensional dan aerobik), sedangkan anak petak adalah jenis padi (beras merah dan beras hitam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem irigasi aerobik memberikan pengaruh nyata terhadap parameter vegetatif dan komponen hasil. Terdapat interaksi yang signifikan antara sistem irigasi dan varietas pada parameter berat kering jerami, jumlah malai, dan jumlah gabah hampa. Kombinasi varietas padi beras hitam dengan sistem irigasi aerobik (T1V2) menunjukkan performa terbaik dengan berat kering jerami tertinggi (59,45 g) dan hasil gabah tertinggi mencapai 82,91 g/rumpun. Penerapan sistem aerobik secara umum meningkatkan hasil gabah rata-rata menjadi 76,39 g/rumpun, lebih tinggi dibandingkan sistem konvensional yang hanya mencapai 48,75 g/rumpun. Dengan demikian, sistem irigasi aerobik merupakan strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas padi fungsional dan efisiensi penggunaan air di lahan sawah.
Crop Diversification Grown as Strip Intercropping Can Improve Farmers' Return in a Dryland with Sandy Soil I Komang Damar Jaya; Herman Suheri; Wayan Wangiyana; Akhmad Zubaidi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 6 (2024): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i6.7730

Abstract

Maize and mungbean are two common crops grown in dryland areas with sandy soil structures. This study aimed to explore the potential of adding cayenne pepper to increase crop diversity using strip intercropping (SI) as a potential system to improve farmers' return. There were seven treatments tested: monoculture maize, monoculture mungbean, monoculture cayenne pepper, SI maize and mungbean, SI maize and cayenne pepper, SI mungbean and cayenne pepper, and SI maize, mungbean, and cayenne pepper. The size of the treatment plot was 700 cm × 500 cm, and all the treatments were arranged in a Randomized Block Design with three replications. The study showed no difference in the land equivalent ratio (LER) for all the SI treatments, with a value of around 1.0. This indicates no advantage of SI over monocropping in terms of land usage. However, when the market prices valued the yield of each component crop in SI at harvest, the highest economic value came from monocrop cayenne pepper treatment (IDR 246 million ha-1). All the SI treatments involving cayenne pepper resulted in a higher return than the monoculture of maize or mungbean. The lowest economic value was shown by monoculture mungbean treatment (IDR 33.1 million ha-1). These results indicate that diversifying crops can improve farmers' return, especially by incorporating cayenne pepper in dryland with sandy soil.
PENGARUH PEMBERIAN ISOLAT BAKTERI BINTIL AKAR PUTRI MALU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) PADA BEBERAPA INTERVAL PENYIRAMAN BERBEDA Nuzula Aziza Balkis; Wayan Wangiyana; Novita Hidayatun Nufus
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v8i1.14509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis isolat bakteri bintil akar putri malu untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.)) pada beberapa interval penyiraman berbeda. Metode eksperimental dengan percobaan di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor. Faktor pertama isolat bakteri bintil akar dengan konsentrasi 10% yang terdiri atas P0 (tanpa isolat), P1 (dosis 10 ml isolat), P2 (dosis 20 ml isolat) dan faktor kedua interval penyiraman yang terdiri atas K1(penyiraman 2 hari sekali), K2 (penyiraman 4 hari sekali), dan K3 (penyiraman 6 hari sekali). Hasil penelitian ini adalah: Terdapat interaksi antara faktor perlakuan isolat bakteri bintil akar putri malu dan interval penyiraman terhadap berat biji kedelai dengan kombinasi terbaik terdapat pada perlakuan (P2K1) dengan nilai 22.10 g/ tanaman, perlakuan (P1K1) dengan nilai 21.43 g/tanamann, perlakuan (P0K1) dengan nilai 21.30 g/tanaman. Perlakuan isolat bakteri bintil akar putri malu sebagai faktor tunggal menunjukkan berpengaruh signifikan hanya pada variabel hasil yang terdiri dari parameter jumlah polong, persentasi polong bernas, jumlah biji dan berat biji dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan(P2K1) isolat bakteri bintil akar dengan dosis 20 ml dan interval penyiraman 2 hari sekali. Pada perlakuaninterval penyiraman sebagai faktortunggal berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel pengamatan dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan(K1) interval penyiraman 2 hari sekali.
PENGARUH JARAK ANTAR BARIS DAN JARAK TANAM SORGUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU DALAM SISTEM TUMPANGSARI SISIPAN Nur Masari Utami; Wayan Wangiyana; I Ketut Ngawit
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak antar baris dan jarak tanam sorgum terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau dalam sistem tumpangsari sisipan. Percobaan dilaksanakan di Unram Farming, Narmada, Lombok Barat, yang ditata menurut Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan. Kacang hijau, dari jarak tanam 25x20 dan 35x20 cm diubah menjadi barisan kembar 20x20 cm dan antar barisan kembar ini disisip tanaman sorgum (arah barisan timur-barat) dengan jarak antar baris menjadi 70 dan 50 cm (faktor I) dan jarak tanam dalam barisan 20, 40 dan 60 cm (faktor II), yang ditata secara faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak antar baris sorgum lebih banyak berpengaruh signifikan dibandingkan jarak dalam barisan, terutama terhadap komponen hasil kacang hijau, namun terdapat pengaruh interaksi terhadap jumlah daun 14 HST dan laju pertumbuhan tinggi tanaman kacang hijau. Dari komponen hasil kacang hijau, hanya jumlah biji per rumpun yang lebih tinggi pada antar jarak baris sorgum 70 cm dibandingkan 50 cm, tetapi per m2 lebih tinggi pada jarak antar baris 50 cm. Hasil biji kacang hijau per rumpun tidak berbeda nyata tetapi per m2 lebih tinggi (143,80 g/m2) pada jarak antar baris sorgum 50 cm dibandingkan 70 cm (109,65 g/m2).
Penyuluhan Tentang Kesesuaian Lahan Untuk Budidaya Kopi di Desa Pringgajurang Utara Kecamatan Montong Gading Lombok Timur I Ketut Ngawit; Ni Wayan Sri Suliartini; Wayan Wangiyana; Nihla Farida
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.241

Abstract

Dampak harga kopi semakin mahal, muncul berbagai isu dan promosi liar yang dapat menyesatkan petani kopi, seperti menanam jenis kopi populer, tanpa memperhitungkan cocok tidaknya jenis kopi tersebut dikembangkan di wilayahnya. Akibatnya banyak perkebunan kopi mengalami kerusakan sangat parah akibat terinfeksi patogen jamur H. vastatrix. Penyebabnya karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kopi. Selain itu pemahaman petani tentang kesesuaian lahan untuk budidaya kopi masih kurang. Karena masalah tersebut, maka dilaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kopi secara intensif. Hasil kegiatan ini menunjukkan, bahwa pelaksanaan penyuluhan dan pendampingan berlangsung tertib, lancar dan menyenangkan terbukti dari tingginya partisipasi dan antusiasme peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengetahuan dan keterampilan petani peserta semakin meningkat mengelola perkebunan kopinya, sehingga mereka berani mengambil keputusan tegas, bahwa kopi arabica tidak diusahakan di wilayah desa Pringgajurang Utara karena mengalami kerusakan sangat parah akibat terinfeksi jamur H. vastatrix. Penggantinya kopi robusta yang dipelihara intensif dengan memperbaiki sanitasi kebun, pemangkasan tanama kopi dengan motto: sering, sedikit dan ringan, penanaman tanaman peneduh sementara dan peneduh tetap dengan jarak tanam yang teratur, aplikasi bahan penyubur tanah dengan pupuk organik secara rutin dan pengandalian HPT secara terpadu.
Pelatihan dan Pendampingan tentang Budidaya Kakao secara Intensif di Dusun Lendang Mamben, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB I Ketut Ngawit; Nihla Farida; Wayan Wangiyana
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.242

Abstract

Penyebab rendahnya produktivitas kakao di dusun Lendang Mamben, desa Anyar, Bayan, Lombok Utara, adalah: Keadaan kebun sanitasi buruk, kurang terawat dan rata-rata umur tanaman sudah tua. Selain itu pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kakao masih rendah. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu: perawatan kebun intensif, melakukan pemangkasan tanaman dengan motto: sering, sedikit, dan simple, pengendalian organisme pengganggu tanaman terpadu, aplikasi pupuk organik dan peremajaan tanaman dengan sistem poliklon. Sehubungan dengan masalah tersebut, maka dilaksanakan program pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola tanaman kakao secara intensif. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani peserta mengelola tanaman kakao meningkat, terbukti dari tingkat partisipasi dan antusiasmenya yang semula rendah setelah mengikuti pelatihan dapat ditingkatkan menjadi tinggi. Pengelolaan perkebunan kakao dengan aplikasi tindak agronomi secara intensif memberikan hasil total jumlah buah gelondong per pohon signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perkebunan kakao yang dirawat seadanya dan yang tidak dirawat serta dengan sistem budidaya monoklon.
ORGANIC FERTILIZATIONTO INCREASE YIELD OF SOYBEAN VAR. ANJASMORO INTERCROPPED WITH VARIOUS VARIETIES OF RED RICE UNDER AEROBIC IRRIGATION SYSTEM Hapisah Hapisah; Wayan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol. 3 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3677

Abstract

This study aimed to examine the effect of organic fertilization and red rice varieties on growth and yield of soybean grown together with various red rice varieties under aerobic system irrigation. The pot experiment, carried out in the plastic house of the Faculty of Agriculture, University of Mataram in the Narmada experimental farm, was arranged according to the Completely Randomized Design, with three replications and two treatment factors, namely organic fertilization using bokashi of cattle manure (16 ton/ha) applied at rice planting (P0 = without; P1 = with organic fertilizer), and red rice varieties (V1= AM-G2, V2= AM-G4, V3= AM-G9, V4= AM-G10, V5= Inpari 24, V6= Inpago Unram-1), under aerobic irrigation system through sub-irrigation. Pre-germinated soybean seeds (“Anjasmoro” variety) were relay-planted 18 days after planting rice. The results indicated that organic fertilization only significantly increased weights of dry stover, dry pods and grain yield of soybean, whereas rice varieties only affected dry pod weight, and the interaction effect was significant only on soybean grain yield, with the highest average of 17.77 g/pot (equivalent to 2.84 ton/ha) in soybean relay-planted with organic-fertilized rice of “Inpari 24” variety, which grain yield was the lowest (11.1 g/pot or 1,78 ton/ha), indicating that there were below-ground competitions between rice and soybean grown in one pot. However, in the treatment producing the highest rice grain yield (40.9 g/pot or 6.54 ton/ha), the average soybean grain yield was 13.7 g/pot (or 2.19 ton/ha), which is still quite high (far above the national productivity), so relay-planting soybean with rice crop in aerobic irrigation systems supplied with organic fertilizer is still feasible.
EFFECTS OF RHIZOSPHERE AND NODULE BACTERIA OF LEGUMINOUS WEEDS ON YIELD OF MUNGBEAN GROWN FOLLOWING PADDY RICE Galang Muslim; Wayan Wangiyana; Novita Hidayatun Nufus
Jurnal Silva Samalas Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to examine the effect of rhizosphere and root nodule bacteria isolated from several leguminous weed species on growth and yield of mungbean grown following paddy rice. The experiment was conducted from February to May 2025 at the Unram Farming experimental field located in Nyurlembang Village, West Lombok, which was arranged according to Split Plot design, with three blocks and two treatment factors, namely weed species as bacteria sources (L1: Arachis pintoi, L2: Mimosa pudica, L3: Clitoria ternatea, L4: their mixture) as the main plots, and the types of bacteria (M0: without bacteria (autoclave sterilized bacterial isolates), M1: root nodule bacteria, M2: rhizosphere bacteria, M3: combination of both bacteria) as subplots. Observations were made on five sample clumps per treatment to measure growth, yield and yield components. Data were analyzed with ANOVA and Tukey's HSD at 5% significance level using CoStat for Windows. The results showed that application of rhizosphere and nodule bacteria significantly increased growth, yield, and yield components of mungbean, including branch number, nodule number, pod number, and grain yield per clump, with the best treatment being the combination of both types of bacteria isolated from A. pintoi, with the highest grain yield of 8.68 g/clump compared with 5.54 g/clump if without bacteria application. This indicates that these bacteria can potentially be developed as a local biofertilizer to support mungbean production in irrigated rice fields.
PROSPEK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN (AGROSILVOPASTURA- APIKULTUR TRIGONA) DI DESA SEDAU KECAMATAN NARMADA, LOMBOK BARAT Muhammad Nursan; Wayan Wangiyana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1677

Abstract

Permasalahan ketahanan pangan, keterbatasan akses pasar, dan degradasi lingkungan menjadi tantangan utama yang dihadapi masyarakat pertanian di Desa Sedau. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu pendekatan pertanian terpadu berkelanjutan yang mampu mengintegrasikan antar komponen usahatani secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis prospek dan merumuskan strategi pengembangan sistem pertanian terpadu berbasis agrosilvopastura dan apikultur Trigona di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada protokol PRISMA 2020, dengan korpus analisis sebanyak 30 artikel terseleksi dari 309 artikel awal melalui tahapan identification, screening, dan eligibility assessment. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pertanian terpadu berbasis agrosilvopastura dan apikultur lebah Trigona di Desa Sedau menunjukkan peluang yang baik untuk dikembangkan. Kondisi agroekosistem yang sesuai, didukung oleh ketersediaan sumber pakan lebah yang melimpah, menjadi modal utama dalam penerapan sistem ini. Integrasi berbagai komponen usaha tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan dan peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga mampu memperluas sumber pendapatan petani serta memperkuat keberlanjutan usaha pertanian. Strategi pengembangan diarahkan pada penggunaan spesies Trigona yang adaptif, penyediaan sumber pakan secara terintegrasi, penguatan kelembagaan komunitas, dan pengelolaan sistem secara adaptif berbasis data. Model integrasi Agrosilvopastura–Apikultur lebah Trigona dapat menjadi pendekatan inovatif dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa Sedau.
KELIMPAHAN BAKTERI PELARUT POSFAT DAN BAKTERI PENAMBAT NITROGEN PADA RIZOSFIR BEBERAPA GULMA LAHAN KERING LOMBOK UTARA novita hidayatun nufus; Reni Apriani; Nihla Farida; Dwi Noorma Putri; Wayan Wangiyana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1663

Abstract

Lahan kering di Lombok Utara memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian. Namun demikian, terdapat kendala utama berupa keterbatasan air dan rendahnya ketersediaan hara, khususnya nitrogen (N) dan fosfor (P). Pemanfaatan mikroba indigenus, seperti bakteri pelarut posfat (BPF) dan bakteri pemfiksasi nitrogen (BPN), yang mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam penerapan pertanian berkelanjutan merupakan salah satu alternatif dalam menghadapi kendala tersebut. Salah satu sumber potensial isolat BPF dan BPN adalah rizosfer gulma yang tumbuh alami di lahan kering Lombok Utara, karena mikroba tersebut telah beradaptasi dengan kondisi cekaman kekeringan dan keterbatasan hara. Untuk itu, telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh isolate BPF dan BPN dari lima jenis gulma di lahan kering desa Selengen Lombok Utara. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif yang bersifat analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 59 isolat bakteri yang berhasil diisolasi dari rizosfir 5 jenis gulma (Lantana camara L, Calotropis gigantea, Synedrella nodiflora, Ageratum conyzoides, dan Macroptilium atropurpureum) lahan kering Lombok Utara. Berdasarkan uji kelarutan posfat dan pengikatan nitrogen yang dilakukan, diperoleh 9 isolat bakteri pelarut posfat dan 14 isolat bakteri pemfiksasi nitrogen.
Co-Authors A. Wires yamsi, A.A. Ketut Sudharmawan Abdus Syakur Assopi Ahmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Al-Bayani, Gangga Harijatullah Alia Wartiningsih Anjar Pranggawan Azhari Aprilia Wulandari Astam Wiresyamsi Baharuddin AB Baiq Arriyadul Badi’ah Balkis, Nuzula Aziza Bambang Budi Santoso Cepy *1 Dian Mayasari Dori Kusuma Jaya Dwi Ayu Sunarti Dwi Noorma Putri Dwi Ratna Anugrahwati EKO HARY PUDJIWATI Elmi Riskiani Elsa Fitriah Emi Iryani Engki Mawandi Etty Wahyuni Farida , Nihla Filsa Era Sativa Friska Pebrianingsih Galang Muslim Gangga Harijatullah Al-Bayani Hairil Ihsan Hanafi Abdurrachman Hanafi Abdurrachman Hanifah Ayu Hanifah Ayu Hapisah Hapisah Harmaeni Harmaeni Herman Suheri Husnul Jannah Husnul Jannah I Gde Ekaputra Gunartha I Gde Ekaputra Gunartha I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I GUSTI PUTU MULIARTA ARYANA I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit 1 I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Made Sudantha I Putu Silawibawa I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I.B.K. Mahardika I.G.B. Udayana I.G.P. Muliarta Aryana Ida Ayu Widhiantari Ida Ayu Widhiantari Ida Ayu Widhiantari Isnaniar Rahmatul Azizah Ita Nirmala Janu Rahmaningsih Jekson Simarmata Jurnal Pepadu Khopid Mulidan Kisman Kisman Laiwan1 . Laksmi Ernawati, Ni Made Lalu Rosmawan Lolita Endang Susilowati M. Dahlan M. H anan 2 M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik M. Zairin Maemunah Maemunah Maesarah Maesarah Mahardika, Ida Bagus Komang Megawati Sitorus Moh. Romza Alfan Muhammad Hamam Nasiruddin Muhammad Kholid Muliartha, I Gusti Putu Mulyati Murni Nilawati Ni Made Laksmi Ernawati Ni Made Laksmi Ernawati, Ni Made Laksmi Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nining Risnawati Novita Hidayatun Nufus novita hidayatun nufus Nur Inayah Nur Masari Utami NURHASANAH NURHASANAH Nursan, Muhammad Nuzula Aziza Balkis Pratama, I Gusti Ngurah Agung Rabani, Muhammad Billy Rahman Raihanun, Siti Reni Apriani Ridha Ayumnuazmi Ridhon Khudairi Risnawati, Nining Roni Santuri Rosita, Baiq Aulia RUSDIANSYAH RUSDIANSYAH Siska Cicillia SITI ZAHARA Siti Zainab Siti Zainab, Siti Sudarli Sudarli, Sudarli Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sukartono Sukartono Suliartini, Ni Wayan Sri Suprayanti Martia Dewi Suwardji Suwardji Suwardji Syarafuddin Jarot Syarif Husni Taslim Sjah Toibba, Huswatun Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop V.F.A. Budianto Wahyu Astiko Wahyu Astiko Wahyu Yuniati Nizar Wahyudi Hadiatma Taqwa Wangiyana, I Gde Adi Suryawan WIDI SUNARYO Yadi Hartono Yakop, Uyek Malik Zahratul Aeni Zapril Laiwan2 Zubaidi, Akhmad Zubaidi, Akhmad