Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Desa Lendang Nangka Utara Melalui Sosialisasi dan Demplot Padi Varietas Unggul dan Bermutu Ni Wayan Sri Suliartini; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Wayan Wangiyana; I Wayan Sutresna; Suprayanti Martia Dewi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i2.212

Abstract

Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Dalam rangka mempertahankan swasembada beras di NTB dan memperkenalkan pangan sehat maka perlu dilakukan sosialisasi inovasi baru teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang benar melalui penyuluhan dan demontrasi plot. Permasalahan yang dijumpai pada kelompok tani Ingin Maju II Desa Lendang Nangka Utara Kecamatan Masbagik adalah belum menerapkan secara menyeluruh tentang PTT yaitu dalam hal penggunaan varietas unggul baru dan benih bermutu berlabel serta manfaat pangan sehat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok mitra terkait dengan penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu terutama dalam penggunaan inovasi varietas ungul baru yang sesuai dengan lingkungan tanaman serta benih bermutu dan berlabel. Metode yang digunakan pada program ini adalah penyuluhan yang dilanjutkan dengan diskusi dan demontrasi plot (demplot). Evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini dilakukan melalui respon peserta pada saat penyampai teori, pemberian pre test dan post test dengan skala sederhana. Keberhasilan demplot diperoleh berdasarkan tindak partisipasi aktif mitra dalam kegiatan budidaya padi sawah dengan penerapan penggunaan benih varietas unggul dan benih bermutu dalam pengelolaan tanaman terpadu padi sawah. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani tentang verietas unggul dan penggunaan benih bermutu dalam PTT untuk meningkatkan produksi padi sawah. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil pre test dan post test yang menunjukkan adanya peningkatan nilai peserta penyuluhan pada post test. Peningkatan keterampilan kelompok tani mitra ditunjukkan oleh partisipasi aktif mitra pada demontrasi plot. Kelompok tani mitra terlibat secara aktif dalam kegiatan budidaya padi sawah dengan menggunakan varietas unggul beras merah.
PENGARUH PEMBERIAN ISOLAT BAKTERI BINTIL AKAR DAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) PUTRI MALU (Mimosa pudica) DARI LAHAN KERING PRINGGABAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata) Nufus, Novita Hidayatun; Wangiyana, Wayan; Suliartini, Ni Wayan Sri
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4522

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiate) adalah tanaman legume yang kaya protein dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Untuk mmenuhi kebutuhan kacang hijau dalam negeri di tengah fluktuasi produksi, diperlukan adanya suatu upaya, salah satunya rekayasa budidaya tanaman melalui pemupukan dengan pupuk hayati. Untuk itu dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan isolat bakteri bintil akar dan Plant Growth Promoting Rhizobacteri (PGPR) tanaman putri malu yang hidup di lahan kering Kecamatan Pringgabaya terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman kacang hijau. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAK) dengan rancangan perlakuan Split Plot Design tiga faktor. Faktor pertama adalah isolat bakteri bintil akar (B), dengan 2 aras; B0 (tanpa isolat) dan B1 (pemberian isolat). Faktor kedua adalah aplikasi PGPR rizosfir Putri malu (P), dengan 2 aras; P0= tanpa PGPR, P1= pupuk dengan PGPR. Faktor ketiga adalah varietas kacang hijau yang terdiri atas 2 jenis; V2 (varietas Vima 2) dan V4 (varietas Vima 4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan pemberian PGPR putri malu (P) berpengaruh secara signifikan pada hampir seluruh parameter pengamatan. Interaksi antar ke-3 faktor perlakuan didapatkan pada parameter berat brangkasan basah dan jumlah polong tiap tanaman. Perlakuan B1P1V4 menghasilkan berat brangkasan basah tertinggi yaitu 13.493 gram. Adapun kombinasi perlakuan yang menghasilkan jumlah polong tertinggi tiap tanaman adalah perlakuan dengan kombinasi P1B1V2 dengan rata-rata 24.8 polong tiap tanaman.
APLIKASI TEKNOLOGI BIO-EM4 DALAM USAHA PRODUKSI PUPUK ORGANIK PETANI JAMBU METE DI DUSUN RENGGORONG DESA SAMBIK ELEN BAYAN LOMBOK UTARA NTB Ngawit, I Ketut; Zubaidi, Akhmad; Wangiyana, Wayan; Farida, Nihla
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5915

Abstract

Petani jambu mete di dusun Renggorong, desa Sambik Elen, Bayan, Lombok Utara, kesulitan mendapatkan pupuk untuk memenuhi kebutuhan pemupukan tanaman jambu metenya. Akibatnya produksi nut mete rendah baik kuantitas maupun kualitas sehingga kurang diminanti oleh konsumen dan daya jualnya rendah. Solusi untuk mengatasi masalah itu adalah mencari sumber bahan pupuk alternatif, yaitu memanfaatkan kotoran hewan, limbah kandang ternak sapi dan limbah pertanian menjadi pupuk organik untuk menggantikan pemakaian pupuk an-organik yang harganya semakin mahal dan langka. Namun ada masalah yang harus diatasi, yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani memproduksi pupuk organik. Selain itu kemampuan kewirausahaan dan wawasan agribisnis petani juga masih kurang. Karena masalah tersebut, maka telah dilaksanakan program penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola tanaman jambu metenya melalui aplikasi pupuk organik untuk menanggulangi kelangkaan dan mahalnya harga pupuk anorganik. Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani untuk memproduksi pupuk organik meningkat, terbukti dari tingkat partisipasi dan antusiasme petani yang semula rendah setelah mengikuti penyuluhan dapat ditingkatkan menjadi tinggi. Aplikasi beberapa tindak agronomi secara intensif seperti aplikasi pupuk organik 15 - 20 ton ha-1 dan pupuk NPK Ponska 75 – 150 kg ha-1, memberikan hasil total bobot buah gelondong pohon-1 dan total bobot nut pohon-1 signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi NPK Ponska 300 kg ha-1 tanpa aplikasi pupuk organik. Dosis aplikasi pupuk organik padat untuk tanaman jagung, kacang tanah, kacang panjang dan cabe yang diusahakan pada tanah tegakan jambu mete 25 ton ha-1 dengan waktu aplikasi setelah pengolahan tanah.
Pengaruh Jumlah Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Sorgum Hairil Ihsan; Wayan Wangiyana; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.4678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench), dengan melaksanakan percobaan di dalam rumah plastik, Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur pada bulan Juli - November 2020. Percobaan ditata dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor perlakuan, yaitu varietas sorgum (V1= Super-1, V2= Super-2, V3= Suri-4), dan jumlah pemberian air (A1= 350 mm/musim, A2= 400 mm/musim, A3= 450 mm/musim). Kedua faktor ini menghasilkan 9 kombinasi perlakuan, dan setiap kombinasi diulang tiga kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Data dianalisis dengan ANOVA (analysis of variance) pada taraf nyata 5% dilanjutkan dengan uji Tukey’s HSD menggunakan program Costat for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antar faktor perlakuan, tetapi varietas berbeda menunjukkan perbedaan pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah daun 70 HST, dan berat berangkasan kering), komponen hasil (panjang malai, berat malai, berat 1000 biji), dan hasil biji kering, yaitu tertinggi (54,97 g/tanaman) pada varietas Super-2. Sebaliknya, jumlah pemberian air hanya berpengaruh terhadap jumlah daun 70 HST, berat malai, dan hasil biji kering, yaitu tertinggi (47,03 g/tanaman) pada pemberian air 450 mm/musim.
Pengaruh Kompetisi Gulma Berdaun Lebar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) di Lahan Kering I Ketut Ngawit; Engki Mawandi; Wayan Wangiyana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan pengaruh gulma berdaun lebar terhadap pertumbuhan serta hasil beberapa varietas kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di lahan kering. Penelitian dilakukan di desa Pesanggrahan, kecamatan Montong Gading, kabupaten Lombok Timur, NTB. Penelitian dilaksanakan dari juni sampai september 2023. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)-Split Plot Design dengan faktor varietas kacang tanah (V) sebagai petak utama dan faktor Gulma (G) kacang tanah sebagai anak petak. Hasil penelitian menemukan enam spesies gulma berdaun lebar pada varietas Kelinci, Domba, dan Gajah, yaitu Cleome rutidosperma DC., Synedrella nodiflora (L.) Gaertn., Phyllanthus urinaria L., Amaranthus viridis L., Heliotropium indicum L., dan Physalis angulata L. Keanekaragaman gulma tinggi pada 20–35 HST, lalu menurun pada 50–80 HST. Daya adaptasi kacang tanah rendah terhadap Cleome rutidosperma DC. dan Synedrella nodiflora (L.) Gaertn. hingga 80 HST, tetapi meningkat terhadap gulma lainnya setelah 35 HST. Kehilangan hasil tertinggi akibat gulma terjadi pada 20–50 HST (Kelinci), 20–35 HST (Domba), dan 20 HST (Gajah), dengan dampak berkurang setelah 65 HST (Kelinci), 50 HST (Domba), dan 35 HST (Gajah). Keberadaan gulma berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan batang, di mana tanaman tanpa gulma (G0) memiliki batang lebih banyak tetapi lebih pendek dibandingkan dengan tanaman bergulma (G1). Gulma juga memengaruhi laju pertumbuhan daun dan cabang, tetapi tidak berpengaruh pada tinggi tanaman. Varietas Gajah (V3) memiliki bobot polong kering tertinggi (70,68 g), dengan gulma berpengaruh signifikan terhadap jumlah polong berisi dan bobot polong kering.
Potensi Plant Growth Promoting Rhizobacteria Akar Putri Malu sebagai Pupuk Hayati dalam Meningkatkan Produktifitas Kacang Hijau Ridha Ayumnuazmi; M. Taufik Fauzi; Suwardji; A.A. Ketut Sudharmawan; Taslim Sjah; Wayan Wangiyana; Mulyati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7284

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas pangan strategis yang kaya protein dan berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Namun, produksi dalam negeri belum mampu untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan produktivitas kacang hijau adalah melalui pemanfaatan pupuk hayati berbasis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). PGPR merupakan kelompok bakteri rizosfer yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui beberapa mekanisme seperti fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat, produksi hormon pertumbuhan, serta peningkatan ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan. Putri malu (Mimosa pudica) merupakan tumbuhan yang berasosiasi dengan mikroba rizosfer potensial seperti Rhizobium, Azospirillum, dan Pseudomonas yang efektif sebagai PGPR. Studi ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk mengevaluasi efektivitas isolat PGPR dari akar M. pudica dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Hasil studi menunjukkan bahwa aplikasi PGPR dari M. pudica, terutama dengan dosis 25 ml/liter yang dikombinasikan dengan pupuk NPK, mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah polong, dan bobot biji secara signifikan. Penggunaan PGPR tidak hanya mendukung produktivitas tanaman tetapi juga mendorong pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Peningkatan Produktivitas dan Nilai Ekonomi Pertanian: Tinjauan Keuntungan Penerapan Tumpangsari Tanaman Serealia dengan Kacang-kacangan Abdus Syakur Assopi; A.A. Ketut Sudharmawan; M. Taufik Fauzi; Suwardji; Wayan Wangiyana; Mulyati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7556

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat integrasi antara padi gogo (Oryza sativa L.) dan jagung (Zea mays L.) dengan tanaman kacang-kacangan seperti kacang tanah (Arachis hypogaea L.), kedelai (Glycine max L.), dan kacang hijau (Vigna radiata L.) dalam sistem tumpangsari. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa tumpangsari serealia dan legum dapat meningkatkan produktivitas lahan, efisiensi penggunaan sumberdaya (air, cahaya, dan hara), aktivitas mikroba dan memperbaiki kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen, serta menekan populasi hama melalui peningkatan keanekaragaman tanaman dan keberadaan musuh alami. Selain itu, aplikasi pupuk hayati mikoriza dan inokulan Rhizobium pada sistem tumpangsari terbukti meningkatkan hasil gabah padi dan biji jagung secara signifikan meskipun dengan pengurangan dosis pupuk anorganik. Dari sisi ekonomi, tumpangsari meningkatkan nilai B/C ratio dan dapat menstabilkan pendapatan petani. Oleh karena itu, sistem tumpangsari serealia dan kacang-kacangan merupakan solusi yang potensial dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di lahan kering secara berkelanjutan.
Pengaruh Mikroba Bintil Akar Beberapa Jenis Gulma dan Musim Tanam terhadap Pertumbuhan dan Pembentukan Bintil Akar Kacang Hijau Rosita, Baiq Aulia; Wangiyana, Wayan; Nufus, Novita Hidayatun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikroba bintil akar dari beberapa jenis tanaman terhadap pertumbuhan dan pembentukan bintil pada tanaman kacang hijau. Penelitian dilakukan di Greenhouse dan Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram menggunakan Percobaan dilakukan dengan RAL faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah sumber mikroba bintil akar, yang terdiri dari 4 aras yaitu M0 (tanpa isolat), M1 (dengan isolat bintil putri malu), M2 (dengan isolat bintil bunga telang), M3 (dengan isolat bintil kacang pintoi). Faktor kedua adalah musim tanam yang terdiri dari 2 aras yaitu musim tanam pertama (MT1) dan musim tanam kedua (MT2). Dengan demikian, diperoleh 8 kombinasi perlakuan yaitu, M0MT1; M1MT1; M2MT1; M3MT1; M0MT2; M1MT2; M2MT2; M3MT2, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil penelitian ini yaitu pemberian mikroba bintil akar dari beberapa jenis gulma leguminosa memberikan pengaruh yang nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan seperti M1 pada berat bintil akar dan M3 pada berat akar. Berdasarkan hasil analisis ragam, musim tanam tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap semua parameter pertumbuhan dan pembentukan bintil tanaman kacang hijau. Interaksi antara mikroba bintil akar dan musim tanam hanya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap satu parameter, yaitu jumlah cabang pada 6 MST. Pada parameter lain, tidak ditemukan adanya pengaruh interaksi yang nyata.
PENGARUH WAKTU PENYISIPAN BEBERAPA VARIETAS KACANG TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG KETAN PADA SISTEM TUMPANGSARI Risnawati, Nining; Wangiyana, Wayan
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyisipan beberapa varietas kacang tanah di antara barisan jagung ketan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan dalam sistem tumpangsari, dengan melaksanakan percobaan di Desa Beleke Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat dari bulan Oktober 2018 sampai bulan Januari 2019. Percobaan ditata dengan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan (blok) dan dua faktor perlakuan, yaitu varietas kacang tanah (V1= Hypoma 3; V2= varietas Lokal Wajik) dan waktu penyisipan tanaman kacang tanah di antara barisan jagung ketan (W1= penyisipan kacang tanah saat jagung ketan berumur 1 minggu; W2= 2 minggu; W3= 3 minggu setelah tanam (MST) jagung ketan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas kacang tanah tidak memberikan perbedaan pertumbuhan dan hasil jagung ketan dan hanya berpengaruh terhadap NKLp berat berangkasan kering jagung ketan, sedangkan waktu penyisipan kacang tanah berpengaruh terhadap berat kering tongkol dan berat biji kering pipil per tanaman, di mana hasil biji kering pipil pada penyisipan kacang tanah 1 MST (46,49 g/tanaman atau 3,1 ton/ha) dibandingkan penyisipan 2 MST (26,99 g/tanaman atau 1,8 ton/ha ) dan 3 MST (25,27 g/tanaman atau 1,7 ton/ha). Berdasarkan nilai NKLp penyisipan kacang tanah meningkatkan hasil biji jagung menjadi 220% (NKLp=2,20) pada penyisipan umur 1 MST dibandingkan dengan jagung monokrop, sedangkan menunda penyisipan kacang tanah memberikan nilai NKLp yang lebih rendah, yaitu NKLp= 1,31 (penyisipan 2 MST) dan NKLp= 1,25 (penyisipan 3 MST). Namun demikian, kedua faktor perlakuan tidak menunjukkan adanya pengaruh interaksi.
PENGARUH APLIKASI MULSA LIMBAH GABAH PADA PADI YANG DITANAM DENGAN TEKNIK BUDIDAYA BERBEDA TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG KETAN TUGAL LANGSUNG PASCA PADI Al-Bayani, Gangga Harijatullah; Wangiyana, Wayan
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya padi dan aplikasi mulsa limbah gabah pada tanaman padi beras merah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan yang ditugal langsung pasca padi beras merah tanpa olah tanah, dengan melaksanakan percobaan lapangan di desa Beleke, Gerung, Lombok Barat dari bulan September hingga Desember 2018. Percobaan dirancang dengan Split Plot Design, dengan tiga blok dan dua faktor perlakuan, yaitu teknik budidaya padi beras merah sebagai petak utama (T1= padi konvensional; T2= padi sistem irigasi aerobik pada bedeng tumpangsari dengan kacang tanah) dan aplikasi limbah gabah pada tanaman padi beras merah sebagai anak petak (L0= tanpa limbah; L1= sekam padi; L2= abu sekam). Jagung ketan ditugal langsung tanpa olah tanah setelah panen padi beras merah dengan jarak tanam 75x20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara kedua faktor perlakuan maupun limbah gabah yang diaplikasikan pada padi beras merah terhadap pertumbuhan dan hasil jagung ketan yang ditanam pasca padi. Sebaliknya, teknik budidaya padi berpengaruh laju pertumbuhan rata-rata (LPR) tinggi tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol, berat berangkasan kering, berat 100 biji dan hasi biji kering per tanaman jagung ketan. Hasil biji lebih tinggi (5,7 ton/ha) pada jagung ketan yang ditanam pasca padi sistem irigasi aerobik tumpangsari dengan kacang tanah dibandingkan pasca padi konvensional (1,9 t/ha).
Co-Authors A. Wires yamsi, A.A. Ketut Sudharmawan Abdus Syakur Assopi Ahmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Al-Bayani, Gangga Harijatullah Anjar Pranggawan Azhari Aprilia Wulandari Astam Wiresyamsi Baharuddin AB Balkis, Nuzula Aziza Bambang Budi Santoso Cepy *1 Dian Mayasari Dwi Ayu Sunarti Dwi Ratna Anugrahwati Elmi Riskiani Elsa Fitriah Emi Iryani Engki Mawandi Farida , Nihla Filsa Era Sativa Friska Pebrianingsih Gangga Harijatullah Al-Bayani Hairil Ihsan Hanafi Abdurrachman Hanafi Abdurrachman Hapisah Hapisah Harmaeni Harmaeni I Gde Ekaputra Gunartha I Gde Ekaputra Gunartha I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit 1 I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Made Sudantha I Putu Silawibawa I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I.B.K. Mahardika I.G.B. Udayana I.G.P. Muliarta Aryana Ita Nirmala Janu Rahmaningsih Jekson Simarmata Jurnal Pepadu Khopid Mulidan Kisman Kisman Laiwan1 . Laksmi Ernawati, Ni Made M. Dahlan M. H anan 2 M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik M. Zairin Maemunah Maemunah Maesarah Maesarah Mahardika, Ida Bagus Komang Megawati Sitorus Moh. Romza Alfan Muhammad Hamam Nasiruddin Muhammad Kholid Muliartha, I Gusti Putu Mulyati Murni Nilawati Ni Made Laksmi Ernawati, Ni Made Laksmi Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nining Risnawati Novita Hidayatun Nufus Nur Inayah Pratama, I Gusti Ngurah Agung Rabani, Muhammad Billy Rahman Raihanun, Siti Ridha Ayumnuazmi Ridhon Khudairi Risnawati, Nining Roni Santuri Rosita, Baiq Aulia Siti Zainab Siti Zainab, Siti Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sukartono Suliartini, Ni Wayan Sri Suprayanti Martia Dewi Suwardji Syarif Husni Taslim Sjah Toibba, Huswatun Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop V.F.A. Budianto Wahyu Astiko Wahyu Astiko Wahyu Yuniati Nizar Wangiyana, I Gde Adi Suryawan Yakop, Uyek Malik Zahratul Aeni Zapril Laiwan2 Zubaidi, Akhmad Zubaidi, Akhmad