Claim Missing Document
Check
Articles

Efforts to increase growth and brix level of various varieties of sorghum (Sorghum bicolor L.) through additive intercropping with peanut Toibba, Huswatun; Wangiyana, Wayan; Zubaidi, Akhmad
Jurnal Agrotek Ummat Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v10i2.13342

Abstract

Intercropping with legumes was reported to increase growth and yield components of cereal crops. To determine the effect of additive intercropping with peanut on growth and stem brix level of various varieties of sorghum (Sorghum bicolor L.), a pot experiment was carried out from September 2021 to January 2022 in plastic house, which were arranged according to a Completely Randomized Design consisting of two factors with three replications. The first factor was intercropping (T0: sorghum monocrop, T1: sorghum inserted with peanuts), and the second factor was sorghum varieties (V1: Latu Keta, V2: Gando Bura, V3: Gando Keta, V4: Samurai-2). Data were analyzed with analysis of variance (ANOVA) and Tukey's HSD at 5% significance level using Costat for Windows ver. 6.303. The results showed that intercropping only significantly increased plant height (42 and 56 DAP), number of leaves (42 and 56 DAP), and growth rate of leaf number, when compared with monocrop sorghum, whereas differences in varieties affected almost all observed variables, except number of leaves 28 DAP. However, there was an interaction effect of the treatment factors (T*V) on plant height at 56 DAP, growth rate of plant height, and number of leaves at 42 DAP. Intercropping significantly increased plant height and leaf number in Gando Bura and Gando Keta varieties, but the increase in stem brix content due to intercropping was significant only in Gando Bura variety. Further research in the field is needed for better results from the real farms.
Penyuluhan dan PendampinganTentang Budidaya Sayur-syuran di Luar Musim Anggota Kelompok Tani Gelogor-2 Desa Pesanggrahan Montong Gading Lombok Timur NTB I Ketut Ngawit; Akhmad Zubaidi; Nihla Farida; Wayan Wangiyana
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.142

Abstract

Mengusahakan sayur-sayuran di luar musim menguntungkan karena petani mendapatkan harga mahal. Masalahnya kesuburan tanah menurun akibat mengalami jenuh air sehingga aerasinya buruk, struktur pejal dan pH tanah rendah. Oleh sebab itu maka, dilaksanakan penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengusahakan tanaman sayur-sayuran di luar musim. Metode kegiatan tindak partisipatif yang dilaksanakan selama 6 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan dan pendampingan berlangsung tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat, terbukti tingginya partisipasi dan antusias mereka mengusahakan sayur-sayuran di luar musim. Aplikasi tindak agronomi seperti penggunaan mulsa plastik, pupuk organik 15- 20 ton ha-1 dan NPK Ponska 75-150 kg ha-1, memberikan hasil sawi-pakcoy, tomat, cabe dan bawang merah lebih tinggi dibandingken dengan aplikasi NPK Ponska 300 kg ha-1 tanpa pupuk organik dan mulsa. Pendapatan dan keuntungan dengan mengusahakan sawi-pakcoy, tomat, cabe dan bawang merah lebih banyak dibandingkan dengan mengusahakan bayam, kacang panjang dan jagung manis, karena nilai jualnya lebih mahal dan stabil dengan harga masing-masing, pakcoy Rp 12.500,- kg-1, tomat Rp 8.500,- kg-1, cabe Rp 20.000,- kg-1, dan bawang merah Rp 30.000,- kg-1.
Upaya Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Budidaya Sayur-sayuran di Lahan Pekarangan Masyarakat Desa Obel-obel Lombok Timur NTB I Ketut Ngawit; Wayan Wangiyana; Novita Hidayatun Nufus; Anjar Pranggawan Azhari
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.143

Abstract

Potensi lahan pekarangan dan tenaga kerja keluarga di Desa Obel-obel Lombok Timur tidak produktif secara ekonomi karena keterbatasan akses pengetahuan dan keterampilan penduduknya. Karena itu, dilaksanakan pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja keluarga mengusahakan tanaman sayur-sayuran di lahan pekarangannya. Metode kegiatan tindak partisipatif yang dilaksanakan selama 6 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dan demplot tentang pengusahaan tanaman sayur-sayuran di lahan pekarangan berlangsung dengan aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan mengusahakan sayur-sayuran meningkat, terbukti tingkat partisipasi dan antusiasme para peserta tinggi. Aplikasi beberapa tindak agronomi secara intensif seperti penggunaan mulsa, aplikasi pupuk organik 15 - 20 ton ha-1 dan pupuk NPK Ponska 75 - 150 kg ha-1, memberikan hasil tanaman sawi-pakcoy, tomat, cabai rawit dan cabai merah lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi NPK Ponska 300 kg ha-1, tanpa pupuk organik dan tanpa mulsa. Pendapatan dan keuntungan dengan mengusahakan sawi-pakcoy, tomat, cabai rawit dan cabai merah di lahan pekarangan lebih banyak dibandingkan dengan mengusahakan bayam. Dosis aplikasi pupuk organik padat untuk tanaman sawi-pakcoy, tomat, cabai rawit dan cabai merah di lahan pekarangan, 20 - 25 ton ha-1 dengan waktu aplikasi setelah pengolahan tanah.
Pengaruh Mikroba Bintil Akar Beberapa Jenis Gulma dan Musim Tanam terhadap Pertumbuhan dan Pembentukan Bintil Akar Kacang Tanah Aprilia Wulandari; Wayan Wangiyana; Novita Hidayatun Nufus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/8nc92706

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman legum bernilai ekonomi tinggi yang mampu bersimbiosis dengan mikroba bintil akar untuk meningkatkan ketersediaan nitrogen tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikroba bintil akar dari beberapa jenis gulma, yaitu Mimosa pudica (putri malu), Clitoria ternatea (bunga telang), dan Arachis pintoi (kacang pintoi), serta musim tanam terhadap pertumbuhan dan pembentukan bintil akar kacang tanah varietas Bison. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi dan Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Mataram dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor: sumber mikroba (M0, M1, M2, M3) dan musim tanam (MT1 dan MT2), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, berat segar akar, berat bintil akar, dan berat segar bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroba bintil akar dari bunga telang (M2) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif dan berat bintil akar kacang tanah. Musim tanam berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan vegetatif, tetapi tidak terhadap pembentukan bintil akar dan berat segar tanaman. Interaksi antara musim tanam dan mikroba hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang pada umur 6 minggu setelah tanam (MST). Dengan demikian, mikroba bintil akar dari tanaman gulma, terutama bunga telang, berpotensi sebagai biofertilizer dalam meningkatkan produktivitas kacang tanah secara ramah lingkungan, yang menghasilkan rata-rata berat segar tanaman tertingi pada M2 (21,91 g/tanaman) dibandingkan dengan Kontrol (20,58 g/tanaman).
POTENSI DAN PERAN TANAMAN PEPPERMINT (MENTHA SP.) SEBAGAI COVER CROP DALAM MENINGKATKAN HASIL TANAMAN DI LAHAN KERING Aeni, Zahratul; WANGIYANA, Wayan; Fauzi, M. Taufik; Suwardji, Suwardji; Sudharmawan, A.A. Ketut
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1396

Abstract

Abstract. Dryland areas hold considerable potential to be developed as alternative sites for production of food crops, including upland rice. However, the productivity of dryland is generally low due to its limited water availability, low nutrient content, and high risks of erosion and pest problems for the crops, especially weed problem. To address these challenges, the use of cover crops is a relevant strategy. Peppermint (Mentha sp.) is a promising candidate as a cover crop due to its spreading growth habit, dense root system, and their active aromatic compounds contents. This literature review aims to explore the potential of peppermint in improving crop growth and yield in dryland farming systems, especially as cover crops. Findings indicate that peppermint can improve soil structure, increase soil moisture retention and water infiltration, and contribute organic matter through biomass they produce. Moreover, its allelopathic properties help suppress weeds, while its essential oils—particularly menthol—act as repellents against insect pests and rodents. Integrating peppermint as a living mulch also offers economic value if cultivated as an aromatic or medicinal crop. Therefore, peppermint shows a great potential to support more productive, and environmentally friendly dryland agriculture systems in a sustainable manner. Abstrak. Lahan kering memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif lahan budidaya tanaman pangan seperti padi gogo. Namun, produktivitas lahan kering cenderung rendah akibat keterbatasan air, hara, serta tingginya risiko erosi dan gangguan organisme pengganggu, terutama gulma. Untuk mengatasi hal ini, penggunaan tanaman penutup tanah (cover crop) dapat menjadi strategi yang relevan. Peppermint (Mentha sp.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berpotensi digunakan sebagai penutup tanah (cover crop) karena memiliki pertumbuhan merambat, sistem perakaran padat, dan kandungan senyawa aromatik aktif. Telaah pustaka ini bertujuan mengkaji potensi peppermint dalam meningkatkan hasil tanaman di lahan kering. Hasil kajian menunjukkan bahwa peppermint dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kelembaban dan infiltrasi air, serta menambah bahan organik melalui biomassa. Selain itu, peppermint bersifat alelopatik sehingga dapat menekan persaingan gulma, serta mengandung minyak atsiri seperti menthol yang efektif menolak serangga hama dan tikus. Penggunaan peppermint sebagai mulsa hidup di sela-sela tanaman utama juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan jika dibudidayakan sebagai tanaman aromatik. Oleh karena itu, peppermint dinilai potensial untuk mendukung pertanian lahan kering yang produktif dan berkelanjutan.
Upaya Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kakao Dengan Sistem Poliklon Di Desa Rempek Darusalam Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara NTB Ngawit, I Ketut; Wangiyana, Wayan; Farida, Nihla; Ernawati, Ni Made Laksmi
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v7i2.638

Abstract

The causes of the low productivity of cocoa plants in the village of Rempek are that the plantations are planted with inferior seeds, the sanitary conditions of the plantations are poor, they receive little care, and the plants are old. Solutions to address these problems include: intensive care of the plantations, frequent, light, and simple pruning of the plants, integrated pest management, application of organic fertilizers, and rejuvenation of the plants through a polyclonal system. Another problem that needs to be addressed is the lack of knowledge and skills of farmers in managing cocoa plantations in the polyculture system. Furthermore, the entrepreneurial skills and agricultural knowledge of the farmers are also inadequate. Due to these issues, a training and support program has been established aimed at improving the knowledge and skills of farmers in managing cocoa plants in the polyclonal system. The execution of the training activities proceeded orderly, safely, and smoothly. The knowledge and skills of the participants in cultivating cocoa plants improved, as evidenced by the participation rate and the initially low enthusiasm, which could be raised to a high level after participating in the training. The management of cocoa plantations with a polyclone system and the intensive application of agronomic practices leads to a significantly higher total number of cocoa fruits per tree and a higher total weight of dry cocoa per tree compared to cocoa plantations that are only sporadically maintained and those that are not maintained as well as monoclonals.
Pengaruh Teknik Budidaya Sistem Irigasi Aerobik dan Pupuk Hayati Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Beras Hitam Khopid Mulidan; Wayan Wangiyana; Nihla Farida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pqb91e75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya sistem irigasi aerobik dan aplikasi pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras hitam, dengan melaksanakan percobaan di lahan sawah di Unram Farming, Narmada (Lombok Barat). Percobaan ditata menurut Rancangan Split Plot, yang terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu sistem irigasi (T1: aerobik, T0: konvensional) sebagai petak utama dan aplikasi pupuk hayati mikoriza (M0: tanpa, M1: dengan pupuk hayati) sebagai anak petak, sehingga diperoleh empat kombinasi perlakuan, yang masing-masing dibuat dalam tiga ulangan (blok). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat berangkasan (jerami) kering, jumlah malai, jumlah gabah berisi, berat gabah per rumpun, berat gabah per petak, dan berat 100 gabah berisi. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji Beda Nyata Jujur (Tukey’s HSD) pada taraf nyata 5%, menggunakan program CoStat for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem irigasi aerobik secara signifikan meningkatkan jumlah daun, laju pertumbuhan rata-rata (LPR) jumlah daun, berat berangkasan kering, jumlah malai, serta berat gabah per rumpun dan per petak dibandingkan sistem irigasi konvensional. Pupuk hayati mikoriza juga berpengaruh signifikan dalam meningkatkan tinggi tanaman, Lpr jumlah daun, berat berangkasan kering, jumlah malai, jumlah gabah berisi, dan berat gabah. Sebaliknya, tidak terdapat pengaruh interaksi terhadap semua variable pengamatan, tetapi hasil gabah lebih tinggi pada sistem irigasi aerobik (49,8 g/rumpun) dibandingkan sistem konvensional (44,6 g/rumpun), dan lebih tinggi pada padi beras hitam yang diaplikasikan pupuk hayati mikoriza (54,6 g/rumpun) dibandingkan tanpa mikoriza (39,8 g/rumpun). Jadi aplikasi pupuk hayati mikoriza maupun sistem irigasi aerobik dapat disarankan ke petani.
PENGARUH TEKNIK BUDIDAYA DAN APLIKASI PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI BERAS HITAM (Oryza sativa L.) Pratama, I Gusti Ngurah Agung; Mahardika, Ida Bagus Komang; Wangiyana, Wayan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1428

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya dan aplikasi pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras hitam, dengan melaksanakan percobaan di lahan sawah petani di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung (Bali), dari bulan April hingga Agustus 2024. Percobaan ditata dengan rancangan Split Plot dengan tiga blok dan dua faktor perlakuan, yaitu teknik budidaya padi (B1: konvensional; B2: sistem irigasi aerobik (SIA); B3: SIA + kacang hijau) sebagai petak utama, dan pupuk hayati mikoriza (M0: tanpa; M1: dengan mikoriza) sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati mikoriza berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan, kecuali jumlah gabah hampa. Teknik budidaya padi juga berpengaruh nyata terhadap hampir semua variabel pengamatan, kecuali tinggi tanaman, jumlah anakan, dan jumlah malai, tetapi pengaruh interaksi signifikan terhadap jumlah daun, anakan, malai, gabah berisi, dan hasil gabah. Berdasarkan pola interaksinya, kombinasi perlakuan terbaik adalah B3M1 (tumpangsari disertai aplikasi pupuk hayati), yang menghasilkan jumlah daun, anakan, malai, gabah berisi dan hasil gabah tertinggi, dengan hasil gabah 96,04 g/rumpun. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi teknik tumpangsari dan aplikasi pupuk hayati mikoriza berpotensi sebagai pendekatan budidaya berkelanjutan yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas padi beras hitam. Abstract. This study aims to determine the effect of cultivation techniques and mycorrhiza biofertilizer application on growth and yield of black rice, by conducting an experiment in a farmer's ricefield in Taman Village, Abiansemal District, Badung Regency (Bali), from April to August 2024. The experiment was arranged with Split Plot design comprising three blocks and two treatment factors, namely rice cultivation techniques (B1: conventional; B2: aerobic irrigation system (AIS); B3: AIS + mungbean) as main plots, and mycorrhiza biofertilizer (M0: without; M1: with mycorrhiza) as subplots. The results showed that mycorrhiza biofertilizer significantly affected all observation variables, except unfilled grain number. Rice cultivation techniques also significantly affected almost all observation variables, except plant height, tiller number, and panicle number, but interaction effects were significant on the number of leaves, tillers, panicles, filled grains, and grain yield. Based on the interaction pattern, the best treatment combination was B3M1 (intercropping with biofertilizer application), which produced the highest number of leaves, tillers, panicles, filled grains, and grain yield, with grain yield of 96.04 g/clump. These results indicate that integration of intercropping and biofertilizer application has the potential to be an effective sustainable cultivation approach to increase the productivity and quality of black rice.
Pertanian Terpadu: Prospek, Tantangan, dan Inovasi dalam Budidaya Terpadu Ikan dan Tanaman dalam Sistem Akuaponik Ida Ayu Widhiantari; Wayan Wangiyana; Husnul Jannah; Hanifah Ayu; Siska Cicillia; Sudarli, Sudarli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/3n6z8965

Abstract

Akuaponik merupakan sistem pertanian terintegrasi, yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik dalam sebuah sirkulasi tertutup. Sistem ini memanfaatkan limbah nitrogen dari ikan yang diubah oleh bakteri menjadi unsur hara bagi tanaman, yang pada gilirannya menyaring air untuk dikembalikan ke kolam ikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis prospek, inovasi terkini, dan tantangan dalam budidaya pertanian secara akuaponik, khususnya dalam aspek kinerja biologis, integrasi teknologi, dan kelayakan ekonomi. Metode yang digunakan adalah kajian komprehensif terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu yang membahas komponen sistem, pemilihan spesies, manajemen nutrisi, serta implementasi teknologi seperti Internet of Things (IoT). Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi sensor dan mikrokontroler memungkinkan pemantauan dan kontrol parameter kunci (seperti pH, suhu, amonia) secara real-time, yang sangat meningkatkan efisiensi dan stabilitas sistem. Secara biologis, larutan nutrisi dari sistem akuaponik yang diperkaya atau complemented aquaponic (CAP) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, seperti selada, hingga 39% lebih tinggi dibandingkan dengan sistem hidroponik konvensional, yang diduga akibat adanya senyawa organik dan mikroba yang merangsang pertumbuhan (PGPR). Namun demikian, profitabilitas sangat bergantung pada skala ekonomi dan strategi pemasaran, sedangkan diversifikasi produk olahan seperti fillet juga dapat meningkatkan Return on Investment (ROI). Tantangan utama ke depan adalah pengelolaan nutrisi, khususnya pendaurulangan fosfor dan kalium dari lumpur padat melalui teknologi mineralisasi yang efisien untuk mencapai sistem yang benar-benar berkelanjutan.
PENGARUH MULSA PLASTIK DAN TUMPANGSARI DENGAN KACANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI BERAS HITAM SISTEM IRIGASI AEROBIK Nggale, Aloysius Rabata; Mahardika, Ida Bagus Komang; WANGIYANA, Wayan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1429

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa plastik dan tumpangsari dengan kacang hijau terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras hitam pada sistem irigasi aerobik. Percobaan dilaksanakan di Desa Taman, Abiansemal, Badung, Bali dari dari bulan April sampai dengan Agustus 2024, yang ditata menurut rancangan Split Pot design dengan tiga blok (ulangan) dan dua faktor perlakuan, yaitu mulsa plastik (P0: tanpa mulsa plastik; P1: dengan mulsa plastik penutup bedeng) dan tumpangsari (T0: tanpa tumpangsari; T1: tumpangsari padi beras hitam dengan kacang hijau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mulsa plastik pada bedeng penanaman padi beras hitam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah anakan, jumlah malai, jumlah gabah berisi, jumlah gabah hampa, dan hasil gabah per rumpun dengan rata-rata hasil gabah lebih tinggi pada aplikasi mulsa plastik (84,97 g/rumpun) dibandingkan tanpa mulsa plastik (66,88 g/rumpun), sedangkan tumpangsari dengan kacang hijau hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat 100 gabah berisi. Namun demikian, pengaruh interaksi antar faktor perlakuan hanya signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah gabah berisi per malai dan per rumpun, berat 100 gabah, dan hasil gabah, dengan rata-rata hasil gabah tertinggi pada padi beras hitam tumpangsari dengan kacang hijau pada bedeng bermulsa plastik (89,65 g/rumpun). Abstract. This study aims to determine the effect of plastic mulch and intercropping with mungbean on growth and yield of black rice in an aerobic irrigation system. The experiment was conducted in Taman Village, Abiansemal, Badung, Bali from April to August 2024, which was arranged according to Split Pot design with three blocks (replications) and two treatment factors, namely plastic mulch (P0: without plastic mulch; P1: with plastic mulch covering the raised-beds) and intercropping (T0: without intercropping; T1: intercropping black rice with mungbean). The results showed that the application of plastic mulch on the raised-beds significantly affected number of leaves, tillers, panicles, filled grains, unfilled grains, and grain yield per clump with higher grain yield under application of plastic mulch (84.97 g/clump) compared to without plastic mulch (66.88 g/clump), while intercropping with mungbean only significantly affected plant height and weight of 100 filled grains. However, interaction effects between the treatment factors were significant only on plant height, number of filled grains per panicle and per clump, weight of 100 grains, and grain yield, with the highest grain yield was on black rice plants intercropped with mungbean grown on the raised-beds covered with plastic mulch (89.65 g/clump).
Co-Authors A. Wires yamsi, A.A. Ketut Sudharmawan Abdus Syakur Assopi Ahmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Al-Bayani, Gangga Harijatullah Anjar Pranggawan Azhari Aprilia Wulandari Astam Wiresyamsi Azizah, Isnaniar Rahmatul Baharuddin AB Balkis, Nuzula Aziza Bambang Budi Santoso Cepy *1 Dian Mayasari Dori Kusuma Jaya Dwi Ayu Sunarti Dwi Ratna Anugrahwati Elmi Riskiani Elsa Fitriah Emi Iryani Engki Mawandi Farida , Nihla Filsa Era Sativa Friska Pebrianingsih Galang Muslim Gangga Harijatullah Al-Bayani Hairil Ihsan Hanafi Abdurrachman Hanafi Abdurrachman Hanifah Ayu Hapisah Hapisah Harmaeni Harmaeni Herman Suheri Husnul Jannah I Gde Ekaputra Gunartha I Gde Ekaputra Gunartha I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit 1 I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Made Sudantha I Putu Silawibawa I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I.B.K. Mahardika I.G.B. Udayana I.G.P. Muliarta Aryana Ida Ayu Widhiantari Ita Nirmala Janu Rahmaningsih Jekson Simarmata Jurnal Pepadu Khopid Mulidan Kisman Kisman Laiwan1 . Laksmi Ernawati, Ni Made Lalu Rosmawan M. Dahlan M. H anan 2 M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik M. Zairin Maemunah Maemunah Maesarah Maesarah Mahardika, Ida Bagus Komang Megawati Sitorus Moh. Romza Alfan Muhammad Hamam Nasiruddin Muhammad Kholid Muliartha, I Gusti Putu Mulyati Murni Nilawati Mutia Devi Ariyana, Mutia Devi Nggale, Aloysius Rabata Ni Made Laksmi Ernawati, Ni Made Laksmi Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nining Risnawati Novita Hidayatun Nufus Nur Inayah Nur Masari Utami Nuzula Aziza Balkis Pratama, I Gusti Ngurah Agung Rabani, Muhammad Billy Rahman Raihanun, Siti Ridha Ayumnuazmi Ridhon Khudairi Risnawati, Nining Roni Santuri Rosita, Baiq Aulia Siska Cicillia Siti Zainab Siti Zainab, Siti Sudarli Sudarli, Sudarli Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sukartono Sukartono Sukartono Suliartini, Ni Wayan Sri Suprayanti Martia Dewi Suwardji Syarif Husni Taslim Sjah Toibba, Huswatun Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop V.F.A. Budianto Wahyu Astiko Wahyu Astiko Wahyu Yuniati Nizar Wangiyana, I Gde Adi Suryawan Yakop, Uyek Malik Zahratul Aeni Zapril Laiwan2 Zubaidi, Akhmad Zubaidi, Akhmad