Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN ISOLAT BAKTERI BINTIL AKAR PUTRI MALU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) PADA BEBERAPA INTERVAL PENYIRAMAN BERBEDA Balkis, Nuzula Aziza; Wangiyana, Wayan; Nufus, Novita Hidayatun
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v8i1.14509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis isolat bakteri bintil akar putri malu untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.)) pada beberapa interval penyiraman berbeda. Metode eksperimental dengan percobaan di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor. Faktor pertama isolat bakteri bintil akar dengan konsentrasi 10% yang terdiri atas P0 (tanpa isolat), P1 (dosis 10 ml isolat), P2 (dosis 20 ml isolat) dan faktor kedua interval penyiraman yang terdiri atas K1(penyiraman 2 hari sekali), K2 (penyiraman 4 hari sekali), dan K3 (penyiraman 6 hari sekali). Hasil penelitian ini adalah: Terdapat interaksi antara faktor perlakuan isolat bakteri bintil akar putri malu dan interval penyiraman terhadap berat biji kedelai dengan kombinasi terbaik terdapat pada perlakuan (P2K1) dengan nilai 22.10 g/ tanaman, perlakuan (P1K1) dengan nilai 21.43 g/tanamann, perlakuan (P0K1) dengan nilai 21.30 g/tanaman. Perlakuan isolat bakteri bintil akar putri malu sebagai faktor tunggal menunjukkan berpengaruh signifikan hanya pada variabel hasil yang terdiri dari parameter jumlah polong, persentasi polong bernas, jumlah biji dan berat biji dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan(P2K1) isolat bakteri bintil akar dengan dosis 20 ml dan interval penyiraman 2 hari sekali. Pada perlakuaninterval penyiraman sebagai faktortunggal berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel pengamatan dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan(K1) interval penyiraman 2 hari sekali.
PENGARUH MULSA PLASTIK DAN DOSIS PETROGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI BERAS HITAM PADA SISTEM IRIGASI AEROBIK Inayah, Nur; Wangiyana, Wayan; Laksmi Ernawati, Ni Made
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.1496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa plastik dan dosis petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras hitam pada sistem irigasi aerobik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Split Plot (petak terbagi) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah mulsa plastik (M) sebagai petak utama yang terdiri dari (M0= tanpa mulsa plastik dan M1= menggunakan mulsa plastik). Faktor kedua adalah pupuk petroganik (P) sebagai anak petak yang terdiri dari (P0= tanpa pupuk petroganik, P1= petroganik dosis 500 kg/ha, dan P2= petroganik dosis 1000 kg/ha). Kedua faktor tersebut diperoleh enam kombinasi perlakuan, diulang tiga kali sehingga memperoleh 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, mulsa plastik berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah malai, panjang malai, jumlah gabah berisi, dan hasil berat gabah berisi. Pupuk petroganik berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, akan tetapi hasil tertinggi didapatkan pada perlakuan P0 dibandingkan P1 dan P2. Interaksi terhadap mulsa plastk dan pupuk petroganik memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman padi beras hitam. Kata kunci: Padi Beras Hitam, Mulsa Plastik, Pupuk organik, Petroganik
Efforts to increase growth and brix level of various varieties of sorghum (Sorghum bicolor L.) through additive intercropping with peanut Toibba, Huswatun; Wangiyana, Wayan; Zubaidi, Akhmad
Jurnal Agrotek Ummat Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v10i2.13342

Abstract

Intercropping with legumes was reported to increase growth and yield components of cereal crops. To determine the effect of additive intercropping with peanut on growth and stem brix level of various varieties of sorghum (Sorghum bicolor L.), a pot experiment was carried out from September 2021 to January 2022 in plastic house, which were arranged according to a Completely Randomized Design consisting of two factors with three replications. The first factor was intercropping (T0: sorghum monocrop, T1: sorghum inserted with peanuts), and the second factor was sorghum varieties (V1: Latu Keta, V2: Gando Bura, V3: Gando Keta, V4: Samurai-2). Data were analyzed with analysis of variance (ANOVA) and Tukey's HSD at 5% significance level using Costat for Windows ver. 6.303. The results showed that intercropping only significantly increased plant height (42 and 56 DAP), number of leaves (42 and 56 DAP), and growth rate of leaf number, when compared with monocrop sorghum, whereas differences in varieties affected almost all observed variables, except number of leaves 28 DAP. However, there was an interaction effect of the treatment factors (T*V) on plant height at 56 DAP, growth rate of plant height, and number of leaves at 42 DAP. Intercropping significantly increased plant height and leaf number in Gando Bura and Gando Keta varieties, but the increase in stem brix content due to intercropping was significant only in Gando Bura variety. Further research in the field is needed for better results from the real farms.
Penyuluhan dan PendampinganTentang Budidaya Sayur-syuran di Luar Musim Anggota Kelompok Tani Gelogor-2 Desa Pesanggrahan Montong Gading Lombok Timur NTB I Ketut Ngawit; Akhmad Zubaidi; Nihla Farida; Wayan Wangiyana
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.142

Abstract

Mengusahakan sayur-sayuran di luar musim menguntungkan karena petani mendapatkan harga mahal. Masalahnya kesuburan tanah menurun akibat mengalami jenuh air sehingga aerasinya buruk, struktur pejal dan pH tanah rendah. Oleh sebab itu maka, dilaksanakan penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengusahakan tanaman sayur-sayuran di luar musim. Metode kegiatan tindak partisipatif yang dilaksanakan selama 6 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan dan pendampingan berlangsung tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat, terbukti tingginya partisipasi dan antusias mereka mengusahakan sayur-sayuran di luar musim. Aplikasi tindak agronomi seperti penggunaan mulsa plastik, pupuk organik 15- 20 ton ha-1 dan NPK Ponska 75-150 kg ha-1, memberikan hasil sawi-pakcoy, tomat, cabe dan bawang merah lebih tinggi dibandingken dengan aplikasi NPK Ponska 300 kg ha-1 tanpa pupuk organik dan mulsa. Pendapatan dan keuntungan dengan mengusahakan sawi-pakcoy, tomat, cabe dan bawang merah lebih banyak dibandingkan dengan mengusahakan bayam, kacang panjang dan jagung manis, karena nilai jualnya lebih mahal dan stabil dengan harga masing-masing, pakcoy Rp 12.500,- kg-1, tomat Rp 8.500,- kg-1, cabe Rp 20.000,- kg-1, dan bawang merah Rp 30.000,- kg-1.
Upaya Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Budidaya Sayur-sayuran di Lahan Pekarangan Masyarakat Desa Obel-obel Lombok Timur NTB I Ketut Ngawit; Wayan Wangiyana; Novita Hidayatun Nufus; Anjar Pranggawan Azhari
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.143

Abstract

Potensi lahan pekarangan dan tenaga kerja keluarga di Desa Obel-obel Lombok Timur tidak produktif secara ekonomi karena keterbatasan akses pengetahuan dan keterampilan penduduknya. Karena itu, dilaksanakan pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja keluarga mengusahakan tanaman sayur-sayuran di lahan pekarangannya. Metode kegiatan tindak partisipatif yang dilaksanakan selama 6 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dan demplot tentang pengusahaan tanaman sayur-sayuran di lahan pekarangan berlangsung dengan aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan mengusahakan sayur-sayuran meningkat, terbukti tingkat partisipasi dan antusiasme para peserta tinggi. Aplikasi beberapa tindak agronomi secara intensif seperti penggunaan mulsa, aplikasi pupuk organik 15 - 20 ton ha-1 dan pupuk NPK Ponska 75 - 150 kg ha-1, memberikan hasil tanaman sawi-pakcoy, tomat, cabai rawit dan cabai merah lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi NPK Ponska 300 kg ha-1, tanpa pupuk organik dan tanpa mulsa. Pendapatan dan keuntungan dengan mengusahakan sawi-pakcoy, tomat, cabai rawit dan cabai merah di lahan pekarangan lebih banyak dibandingkan dengan mengusahakan bayam. Dosis aplikasi pupuk organik padat untuk tanaman sawi-pakcoy, tomat, cabai rawit dan cabai merah di lahan pekarangan, 20 - 25 ton ha-1 dengan waktu aplikasi setelah pengolahan tanah.
Crop Diversification Grown as Strip Intercropping Can Improve Farmers' Return in a Dryland with Sandy Soil Jaya, I Komang Damar; Suheri, Herman; Wangiyana, Wayan; Zubaidi, Akhmad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 6 (2024): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i6.7730

Abstract

Maize and mungbean are two common crops grown in dryland areas with sandy soil structures. This study aimed to explore the potential of adding cayenne pepper to increase crop diversity using strip intercropping (SI) as a potential system to improve farmers' return. There were seven treatments tested: monoculture maize, monoculture mungbean, monoculture cayenne pepper, SI maize and mungbean, SI maize and cayenne pepper, SI mungbean and cayenne pepper, and SI maize, mungbean, and cayenne pepper. The size of the treatment plot was 700 cm × 500 cm, and all the treatments were arranged in a Randomized Block Design with three replications. The study showed no difference in the land equivalent ratio (LER) for all the SI treatments, with a value of around 1.0. This indicates no advantage of SI over monocropping in terms of land usage. However, when the market prices valued the yield of each component crop in SI at harvest, the highest economic value came from monocrop cayenne pepper treatment (IDR 246 million ha-1). All the SI treatments involving cayenne pepper resulted in a higher return than the monoculture of maize or mungbean. The lowest economic value was shown by monoculture mungbean treatment (IDR 33.1 million ha-1). These results indicate that diversifying crops can improve farmers' return, especially by incorporating cayenne pepper in dryland with sandy soil.
Pengaruh Mikroba Bintil Akar Beberapa Jenis Gulma dan Musim Tanam terhadap Pertumbuhan dan Pembentukan Bintil Akar Kacang Tanah Aprilia Wulandari; Wayan Wangiyana; Novita Hidayatun Nufus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/8nc92706

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman legum bernilai ekonomi tinggi yang mampu bersimbiosis dengan mikroba bintil akar untuk meningkatkan ketersediaan nitrogen tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikroba bintil akar dari beberapa jenis gulma, yaitu Mimosa pudica (putri malu), Clitoria ternatea (bunga telang), dan Arachis pintoi (kacang pintoi), serta musim tanam terhadap pertumbuhan dan pembentukan bintil akar kacang tanah varietas Bison. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi dan Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Mataram dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor: sumber mikroba (M0, M1, M2, M3) dan musim tanam (MT1 dan MT2), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, berat segar akar, berat bintil akar, dan berat segar bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroba bintil akar dari bunga telang (M2) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif dan berat bintil akar kacang tanah. Musim tanam berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan vegetatif, tetapi tidak terhadap pembentukan bintil akar dan berat segar tanaman. Interaksi antara musim tanam dan mikroba hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang pada umur 6 minggu setelah tanam (MST). Dengan demikian, mikroba bintil akar dari tanaman gulma, terutama bunga telang, berpotensi sebagai biofertilizer dalam meningkatkan produktivitas kacang tanah secara ramah lingkungan, yang menghasilkan rata-rata berat segar tanaman tertingi pada M2 (21,91 g/tanaman) dibandingkan dengan Kontrol (20,58 g/tanaman).
POTENSI DAN PERAN TANAMAN PEPPERMINT (MENTHA SP.) SEBAGAI COVER CROP DALAM MENINGKATKAN HASIL TANAMAN DI LAHAN KERING Aeni, Zahratul; WANGIYANA, Wayan; Fauzi, M. Taufik; Suwardji, Suwardji; Sudharmawan, A.A. Ketut
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1396

Abstract

Abstract. Dryland areas hold considerable potential to be developed as alternative sites for production of food crops, including upland rice. However, the productivity of dryland is generally low due to its limited water availability, low nutrient content, and high risks of erosion and pest problems for the crops, especially weed problem. To address these challenges, the use of cover crops is a relevant strategy. Peppermint (Mentha sp.) is a promising candidate as a cover crop due to its spreading growth habit, dense root system, and their active aromatic compounds contents. This literature review aims to explore the potential of peppermint in improving crop growth and yield in dryland farming systems, especially as cover crops. Findings indicate that peppermint can improve soil structure, increase soil moisture retention and water infiltration, and contribute organic matter through biomass they produce. Moreover, its allelopathic properties help suppress weeds, while its essential oils—particularly menthol—act as repellents against insect pests and rodents. Integrating peppermint as a living mulch also offers economic value if cultivated as an aromatic or medicinal crop. Therefore, peppermint shows a great potential to support more productive, and environmentally friendly dryland agriculture systems in a sustainable manner. Abstrak. Lahan kering memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif lahan budidaya tanaman pangan seperti padi gogo. Namun, produktivitas lahan kering cenderung rendah akibat keterbatasan air, hara, serta tingginya risiko erosi dan gangguan organisme pengganggu, terutama gulma. Untuk mengatasi hal ini, penggunaan tanaman penutup tanah (cover crop) dapat menjadi strategi yang relevan. Peppermint (Mentha sp.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berpotensi digunakan sebagai penutup tanah (cover crop) karena memiliki pertumbuhan merambat, sistem perakaran padat, dan kandungan senyawa aromatik aktif. Telaah pustaka ini bertujuan mengkaji potensi peppermint dalam meningkatkan hasil tanaman di lahan kering. Hasil kajian menunjukkan bahwa peppermint dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kelembaban dan infiltrasi air, serta menambah bahan organik melalui biomassa. Selain itu, peppermint bersifat alelopatik sehingga dapat menekan persaingan gulma, serta mengandung minyak atsiri seperti menthol yang efektif menolak serangga hama dan tikus. Penggunaan peppermint sebagai mulsa hidup di sela-sela tanaman utama juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan jika dibudidayakan sebagai tanaman aromatik. Oleh karena itu, peppermint dinilai potensial untuk mendukung pertanian lahan kering yang produktif dan berkelanjutan.
The Effect of the Dose of the Proportion of Organic Fertilizer with NPK on the Management of Cashew Stands on the Growth and Yield of Plants, as Well as its Capacity for the Maintenance of Cattle Ngawit, I Ketut; Sudika, I Wayan; Wangiyana, Wayan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12797

Abstract

The reason for the low productivity of cashew in the Indonesian province of West Nusa Tenggara is that they are never cared for and the land between the cashew tree rows is not intensively cultivated. The first factor is the type of organic fertilizer: cow, horse, and chicken manure; a mixture of cow + horse manure, cow + chicken manure, and horse + chicken manure. The second factor is the dosage ratio of organic fertilizer: 35 tons + NPK 0 kg ha-1, 25 tons + NPK 250 kg ha-1, 15 tons + NPK 500 kg ha-1, and 0 tons + NPK 750 kg ha-1. The application of organic fertilizer from a mixture of cow and chicken manure at a dose of 15-25 tons + NPK 250-500 kg ha-1 significantly increases soil fertility status and reduces the rate of soil erosion. When applying the best type of organic fertilizer, the dosage ratio of 35 tons + NPK 0 kg ha-1 and 0 tons + NPK 750 kg ha-1, the effect is not significantly different for all parameters. Applying a dose of 15 to 25 tons per hectare can replace the role of NPK fertilizer by 33.33 to 66.67% of the 750 kg per hectare dose and significantly increase the cattle breeding capacity of cashew plantations by up to 5,875 livestock unit hectare-1 season-1
Upaya Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kakao Dengan Sistem Poliklon Di Desa Rempek Darusalam Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara NTB Ngawit, I Ketut; Wangiyana, Wayan; Farida, Nihla; Ernawati, Ni Made Laksmi
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v7i2.638

Abstract

The causes of the low productivity of cocoa plants in the village of Rempek are that the plantations are planted with inferior seeds, the sanitary conditions of the plantations are poor, they receive little care, and the plants are old. Solutions to address these problems include: intensive care of the plantations, frequent, light, and simple pruning of the plants, integrated pest management, application of organic fertilizers, and rejuvenation of the plants through a polyclonal system. Another problem that needs to be addressed is the lack of knowledge and skills of farmers in managing cocoa plantations in the polyculture system. Furthermore, the entrepreneurial skills and agricultural knowledge of the farmers are also inadequate. Due to these issues, a training and support program has been established aimed at improving the knowledge and skills of farmers in managing cocoa plants in the polyclonal system. The execution of the training activities proceeded orderly, safely, and smoothly. The knowledge and skills of the participants in cultivating cocoa plants improved, as evidenced by the participation rate and the initially low enthusiasm, which could be raised to a high level after participating in the training. The management of cocoa plantations with a polyclone system and the intensive application of agronomic practices leads to a significantly higher total number of cocoa fruits per tree and a higher total weight of dry cocoa per tree compared to cocoa plantations that are only sporadically maintained and those that are not maintained as well as monoclonals.
Co-Authors A. Wires yamsi, A.A. Ketut Sudharmawan Abdus Syakur Assopi Ahmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Al-Bayani, Gangga Harijatullah Anjar Pranggawan Azhari Aprilia Wulandari Astam Wiresyamsi Baharuddin AB Balkis, Nuzula Aziza Bambang Budi Santoso Cepy *1 Dian Mayasari Dwi Ayu Sunarti Dwi Ratna Anugrahwati Elmi Riskiani Elsa Fitriah Emi Iryani Engki Mawandi Farida , Nihla Filsa Era Sativa Friska Pebrianingsih Gangga Harijatullah Al-Bayani Hairil Ihsan Hanafi Abdurrachman Hanafi Abdurrachman Hapisah Hapisah Harmaeni Harmaeni I Gde Ekaputra Gunartha I Gde Ekaputra Gunartha I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit 1 I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Made Sudantha I Putu Silawibawa I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I.B.K. Mahardika I.G.B. Udayana I.G.P. Muliarta Aryana Ita Nirmala Janu Rahmaningsih Jekson Simarmata Jurnal Pepadu Khopid Mulidan Kisman Kisman Laiwan1 . Laksmi Ernawati, Ni Made M. Dahlan M. H anan 2 M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik M. Zairin Maemunah Maemunah Maesarah Maesarah Mahardika, Ida Bagus Komang Megawati Sitorus Moh. Romza Alfan Muhammad Hamam Nasiruddin Muhammad Kholid Muliartha, I Gusti Putu Mulyati Murni Nilawati Ni Made Laksmi Ernawati, Ni Made Laksmi Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nihla Farida Nining Risnawati Novita Hidayatun Nufus Nur Inayah Pratama, I Gusti Ngurah Agung Rabani, Muhammad Billy Rahman Raihanun, Siti Ridha Ayumnuazmi Ridhon Khudairi Risnawati, Nining Roni Santuri Rosita, Baiq Aulia Siti Zainab Siti Zainab, Siti Sudharmawan, A.A. Ketut Sudharmawan, A.A.K. Sukartono Suliartini, Ni Wayan Sri Suprayanti Martia Dewi Suwardji Syarif Husni Taslim Sjah Toibba, Huswatun Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop V.F.A. Budianto Wahyu Astiko Wahyu Astiko Wahyu Yuniati Nizar Wangiyana, I Gde Adi Suryawan Yakop, Uyek Malik Zahratul Aeni Zapril Laiwan2 Zubaidi, Akhmad Zubaidi, Akhmad