Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : EDUPEDIA

IMPLEMENTASI MEDIA WARBEN HUBBUL ILMII UNTUK MENSTIMULUS PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA PONOROGO Hikmah Nurul Fitria; Muhibbudin Fadli; Dian Kristiana
EDUPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v4i2.542

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan media warben hubbul ilmii untuk menstimulus perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Ponorogo. Penelitian ini merupakan  penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B dan guru kelas TK Negeri Pembina Ponorogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah  analisis Miles dan Huberman. Analisis ini terdiri dari berbagai  analisi yaitu reduksi data, penyajian data dan vertifikasi data atau simpulan. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi media warben hubbul ilmii  untuk menstimulus perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Ponorogo menunjukkan bahwa anak aktif ketika kegiatan pembelajaran terutama aktivitas mengenal warna, bentuk, dan angka dengan media warben hubbul ilmii. Guru makin mudah berinteraksi dengan anak ketika menggunakan media warben hubbul ilmii sebagai penunjang dalam proses aktivitas pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil proses penelitian maka dapat disimpulkan bahwa implememntasi media warben hubbul ilmii sudah dilaksanakan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari aspek belajar pemecahan masalah terjadi bila individu menggunakan berbagai konsep atau prinsip untuk menjawab suatu pertanyaan, berfikir logis mengklarifikasikan benda, berdasarkan fungsi, bentuk, warna atau ukuran, mengenal gejala sebab akibat yang terkait dengan dirinya, mengklarifikasikan benda ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis atau mengenal pola, dan berfikir simbolik yaitu menghitung jumalah banyak benda satu sampai dua puluh , mengenal konsep bilangan, mengenal lambang bilangan dan mengenal lambang huruf.
Hubungan Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di Era 4.0 Iven Rahmawati; Dian Kristiana; Muhammad Fadlillah
EDUPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v4i2.543

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui Hubungan Penggunaan Gadget dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 tahun di Era 4.0 di TK Kuncup Harapan Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana yang sebelumnya melakukan uji prasyarat normalitas,uji linearitas, uji Heteroskedastisitas . Teknik dari pengambilan sampel dengan cara non-probability sampling. Responden dalam penelitian adalah 20 anak TK Kuncup Harapan Ponorogo berdasarkan hasil pengamatan guru terhadap peserta didik dan 20 orang tua dengan persepsi orang tua terhadap anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket  dengan instrument berupa skala gadget dan skala perkembangan sosial emosional. Data diperoleh secara langsung oleh peneliti yaitu pengisian angket dengan dibantu applikasi google form. Teknik analisis yang dilakukan untuk mengetahui hipotesis penelitian. Analisis data dalam penelitian menggunakan bantuan perangkat software yaitu SPSS 16 for Windows 8. Dari hasil penelitian diperoleh nilai nilai signifikansi sebesar 0.013   0.05 yang dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah ada Hubungan Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 tahun di Era 4.0 yang bertempat di TK Kuncup Harapan Ponorogo.
PENGARUH PUZZLE GEOMEWA TERHADAP KEMAMPUAN DAN MINAT ANAK DALAM MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA KELOMPOK USIA 4-5 TAHUN DI BA‘AISYIYAH RONOWIJAYAN Pratama Endang Prabawati; Dian Kristiana; Muhammad Fadlillah
EDUPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.894 KB) | DOI: 10.24269/ed.v2i2.146

Abstract

This research aims to determine the various influence of the puzzle geomewa on the ability and interest of children to recognizethe shape of geometry. Subject of this research is syudents age group 4-5 years in BA ‘Aisyiyah Ronowijayan that numbered in the 17 student. Because the ability of the child in the form of geometry know there is less. Therefor the rescorchesy using a game of a puzzle geomew as amedium of learning the abiliy and interest of children from of geometry. A methode the research wing the kind of reseach experiment with a quantitative approach and we the study one group prettest-postest.the use of the test t and test wicoxon.based on result recokning know the price ttable (-12,611,7). Its means that is diffence of chidrenafter using puzzle geomewa. In the test wilcoxon showing that the value of Whitung Wtabel then H0 rejected. So form calculation can be conclouded the H1 accepted the means tehe interest of the child after using puzzle geomewa better then before using puzzle geomewa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh puzzle geomewa terhadap kemampuan dan minat anak dalam mengenal bentuk geometri. Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok usia 4-5 tahun di BA ‘Aisyiyah Ronowijayan yang berjumlah 17 siswa. Karena kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri  masih kurang terasah. Oleh sebab itu peneliti menggunakan permaianan puzzle geomewa sebagai media pembelajaran untuk mengasah kemampuan dan minat anak dalam mengenal bentuk geometri. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest. Analisis data mengunakan uji t dan uji wicoxon dengan perhitungan manual. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa harga t hitung lebih keci dari harga ttabel (-12,611,746) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya bahwa ada perbedaan kemampuan anak sesudah menggunakan puzzle geomewa. Dalam uji wilcoxon yang menujukkan bahwa nilai Whitung Wtabel maka H0 ditolak. Sehingga dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa H1 diterima artinya minat anak sesudah menggunakan puzzle geomewa lebih baik dibandingkan sebelum menggunaka puzzle geomewa.
Peran Guru Dalam Pembelajaran Daring pada Anak Usia Dini di Ra ‘Aisyiyah Karangan Balong Listiani Puspitasari; Dian Kristiana; Betty Yulia Wulansari
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i2.784

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk menggambarkan atau mendeskripsikan peran guru dalam kegiatan belajar mengajar secara daring pada anak usia dini di RA ‘Aisyiyah Karangan. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian guru dan orang tua di RA Aisyiyah Karangan Balong yang berjumlah 2 guru dan 2 orang tua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa kualitatif deskriptif. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara teknik observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran guru di RA Aisyiyah Karangan Balong terlaksana dengan baik. Guru menjalankan perannya sebagai pemimpin, fasilitator, moderator, evaluator, dan motivator belajar.
HUBUNGAN INTENSITAS MENONTON YOUTUBE DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Masrinda Mar'atul Janah; Muhibuddin Fadhli; Dian Kristiana
EDUPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.703 KB) | DOI: 10.24269/ed.v3i2.304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas menonon youtube dengan perkembangan sosial emosional pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional, data berupa yang digunakan berupa skor yang diambil menggunakan skala intensitas menonton youtube dan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini melibatkan orang tua anak sebagai responden dengan populasi sebesar 80 anak dan 46 sample. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi Spearman Rho dengan bantuan aplikasi SPPSS versi 24 for Windows.. Analisis korelasi Spearman Rho menghasilkan (r) sebesar  0,665 dengan nilai (p) taraf signifikan 0,000 (p 0,05) yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara intensitas menonton youtube dengan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hα diterima dan H0 ditolak yang berarti ada hubungan positif antara intensitas menonton youtube dengan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di TK Darma Wanita Tempuran.
IMPLEMENTASI PERMAINAN ENGMETRI (ENGKLENG GEOMETRI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL GEOMETRI ANAK USIA 4-5 TAHUN DI BA ‘AISYIYAH KAPONAN II KAPONAN MLARAK PONOROGO Kurofat, Siti; Kristiana, Dian; Muttaqin, Muhammad Azam
EDUPEDIA Vol 7, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v7i2.2173

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah bagaimana permainan engmetri (engkleng geometri) untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri di BA ‘Aisyiyah Kaponan II Mlarak Ponorogo. Bentuk geometri yang dikenalkan adalah segi empat, segitiga, dan lingkaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, dilakukan bekerja sama dengan guru kelas. Subjek penelitian sebanyak 11 anak, yang terdiri 6 laki-laki dan 5 perempuan. Objek penelitian adalah  permainan engmetri (engkleng geometri) untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan tes lisan. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi check list , dokumentasi, dan panduan tes lisan. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan secara bertahap pada kemampuan mengenal bentuk geometri dengan bermain engmetri (engkleng geometri). Peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri terlihat dari indikator kemampuan anak Menyebut dan menunjukkan bentuk-bentuk geometri, Mengelompokkan bentuk-bentuk geometri (lingkaran, segitiga dan persegi), Menyebut dan menunjuk benda-benda yang berbentuk geometri, Mendiskripsikan bentuk geometri. Peningkatan kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri melalui permainan engmetri (engkleng geometri) tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan persentase dari tahap Pra Tindakan  dan setelah dilakukan tindakan kelas. Hasil observasi pada tahap Pra Tindakan anak berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik hanya 1 orang anak atau 9,1%, setelah dilakukannya tindakan siklus I meningkat menjadi 6 orang anak atau 54,5% dan pada siklus II meningkat lebih baik lagi menjadi 10 orang anak atau 90,9 %.
MEDIA AUDIO PODCAST DALAM MENGENAL MERAK UNTUK ANAK USIA 4-5 TAHUN Anisa, Cahya Mutiara; Kristiana, Dian
EDUPEDIA Vol 7, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v7i2.2180

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan media podcast dalam mengenal merak pada anak usia 4-5 tahun di Eduwisata Ndalem Kerto. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media audio podcast yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RD) dengan model pengembangan Thiagarajan define, design, develop, dan disseminate (4D). Berdasarkan hasil uji media podcast dapat dilakukan melalui uji validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil penelitian validitas materi mendapat persentase 93% (sangat valid) dan media pada persentase 100% (sangat valid). Hasil uji kepraktisan terhadap respon guru diperoleh persentase 100% (sangat praktis). Dan hasil uji keefektifan siswa mendapat persentase 100% (sangat efektif).
PERAN GURU TERHADAP MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA DI RA TAHFIZH AL-FURQON PONOROGO Lathifah, Febia; Kristiana, Dian; Wulansari, Betty
EDUPEDIA Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v9i2.3463

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam membangkitkan motivasi belajar anak usia dini. Guru menerapkan strategi menarik agar anak merasa senang dan terdorong belajar. Minimnya minat anak usia dini menghafal Al-Qur’an dipengaruhi perasaan tidak mampu, sehingga semangat menghafal kurang. Kurangnya penguasaan tajwid, makharijul huruf, dan kelancaran membaca Al-Qur’an juga menjadi faktor kurangnya motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan peran guru terhadap motivasi menghafal siswa di RA Tahfizh Al Furqon Ponorogo, (2) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat peran guru terhadap motivasi menghafal siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peran guru dalam memotivasi siswa meliputi: (a) guru sebagai suri tauladan (role model), (b) guru sebagai penyedia dan pengelola lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif, serta (c) guru sebagai motivator. (2) Faktor pendukung meliputi kehadiran guru yang konsisten, kualitas dan kredibilitas guru tahfidz yang mendukung program, serta disiplin guru saat mengajar. Faktor penghambat adalah suasana kelas yang terkadang bising karena siswa bermain atau berbicara. Namun, guru mengatasinya dengan nasehat lembut dan peringatan edukatif, seperti mengajak murojaah bersama. Selain peran guru dalam motivasi, kerjasama dengan keluarga dan lingkungan sekitar sangat diperlukan agar pembelajaran tahfidz berjalan optimal dan siswa dapat mencapai target yang ditentukan.