p-Index From 2021 - 2026
7.667
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The relationship between the ratio of omega-6 and omega-3 consumption with caesarean section Mustikaningrum, Fitriana; Rahmaningtyas, Anindya; Ningtyas, Puput F.E.; Mardiyati, Nur Lathifah; Binti Che Ku Jusoh, Tengku Farizan Izzi
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 4, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(4).242-251

Abstract

Background : Many of research explained that Omega-3 and Omega-6 consumption during pregnancy affect delivery method. Omega-3 and omega-5 affect uterus contraction. The prevalence of caesarean section in 154 countries were 21.1%, and 43% in Primary health care. Caesarean section has a risk to get complication during and after parturition also could increase maternity cost. Objectives:  The aim of study was to determine the relationship between ratio omega-6: omega-3 intake and the incidence of cesarean section in postpartum mothers in the Bendosari Primary Health Care area. Method: This was observational study with cross sectional approach. The subjects of the study were 66 postpartum mothers who met the inclusion and exclusion criteria and were selected using the purposive sampling method. Data of omega-3 and omega-6 intake during the 2-3rd semester tri pregnancy period were obtained by interview method using the Semi Quantitative Food Frequency (SQ_FFQ) form. The relationship between omega-3 intake and caesarean section was analyzed with the Chi-Square test (P<0,05), while Fisher’s exact test was used to analyzed the relationship between intake ratio of omega-6 and omega-3 (P<0,05). Result: There was a relationship between omega-3 intake and ratio between omega-6: omega-3 intake with caesarean section with P-value 0.03. The mother who consume high omega-3 had prevalence ratio 3,6 times higher to have normal delivery compared than mother who had low consumption of omega-3. Moreover, mother who had sufficient ratio of omega 6: omega 3 in their diet had prevalence ratio 9 times higher to have normal delivery compared with mother who had high ratio of omega 6: omega 3in the diet during pregnancy. Pregnant women suggests to consume high omega-3 and sufficient ratio omega-6:omega-3 to prevent risk of  caesarean section
EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING UNTUK ANAK PRA SEKOLAH Mardiyati, Nur Lathifah; Pristianto, Arif; Shodikin, Ahmad Ari; Pangastuti, Niken Asih; Amalia, Norma Diena; Dewi, Nurmala
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.747 KB) | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v2i2.63

Abstract

Kejadian Stunting di Indonesia mencapai 24,4% pada tahun 2021. Namun masalah gizi stunting masih bisa dilakukan pencegahan dan penanganan yang baik pada usia prasekolah supaya tidak menjadi lebih parah dikemudian hari. Edukasi gizi seimbang pada anak sebagai langkah upaya pencegahan stunting, orang tua dan guru pengajar di sekolah diharapkan mempunyai bekal dalam pemahaman perbaikan pola makan gizi seimbang untuk balita. Kegiatan pengabdian ini sebagai program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan orang tua wali anak dan guru pengajar dalam penerapan perbaikan pola makan yang baik dengan berpedoman gizi seimbang pada anak. Upaya kegiatan ini dapat mencegah dan menangani kejadian stunting pada anak Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanan (TK) Bintangku, Bulak Indah, Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Metode intervensi yang dilakukan adalah penyuluhan interaktif kepada orang tua anak dan guru pengajar di sekolah. Seluruh peserta yang hadir antusias dalam kegiatan penyuluhan edukasi gizi dengan hasil mendapatkan pengetahuan yang baru setelah mengikuti rangkaian kegiatan penyuluhan. Kedepannya kegiatan ini dapat menjadi program rutin untuk orang tua dan guru pengajar sehingga dapat menjadikan anak mempunyai perilaku gizi seimbang ditunjukkan dengan status gizi yang normal dan terhindar dari masalah gizi.
PERBEDAAN INDIKATOR-INDIKATOR OBESITAS PADA LANSIA HIPERTENSI DAN NON-HIPERTENSI Mardiyati, Nur Lathifah; Agustin, Yuriza
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.74 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v1i1.90

Abstract

Banyak kejadian hipertensi yang tidak terdiagnosa dikarenakan tidak munculnya tanda dan gejala sehingga diperlukan cara penentuan peningkatan risiko hipertensi yang lebih mudah teramati, seperti dari peningkatan IMT, lingkar pinggang (LP) dan rasio lingkar pinggang-panggul (RLPP) yang juga sebagai langkah promosi kesehatan untuk mencegah peningkatan kasus hipertensi dari diri sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional yang dilaksanakan di Posyandu Lansia di Desa Bolon, Kecamatan Colomadu dengan jumlah subjek 30 untuk masing-masing kelompok yang dipilih secara consecutive sampling. Uji perbedaan dilakukan dengan Independent T-test. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden yang non-hipertensi memiliki IMT, LP dan RLPP yang normal (70%, 67% dan 77%) sedangkan untuk responden yang hipertensi sebagian besar memiliki status gizi lebih (63%, 73% dan 70%). Walaupun lebih dari separuh responden yang hipertensi memiliki IMT lebih, dari uji Independent T-test tidak menunjukkan perbedaaan yang signifikan (nilai p> 0,05). Namun, untuk LP dan RLPP menunjukkan perbedaan yang signifikan antara respoden dengan hipertensi dan tidak hipertensi (nilai p< 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada LP dan RLPP tetapi tidak dengan IMT pada lansia hipertensi dan yang tidak mengalami hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa penumpukan lemak di sekitar perut yang lebih mempengaruhi tekanan darah dibandingkan dengan IMT atau proporsi tubuh secara keseluruhan.Kata Kunci : Lansia, hipertensi, lingkar pinggang, lingkar panggul, IMT 
Hubungan Asupan Protein dan Lama Pengobatan dengan Indeks Massa Tubuh Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga Qurrota'aini, Nafila Happy; Mardiyati, Nur Lathifah; Widyawati, I Gusti Ngurah; Isnaeni, Farida Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2377

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang dapat memengaruhi indeks massa tubuh penderitanya. Pasien tuberkulosis paru seringkali mengalami penurunan status gizi yang disebabkan gangguan metabolisme akibat inflamasi dan respon imun. Selain itu dapat terjadi pula penurunan nafsu makan dan asupan makan termasuk protein yang disebabkan efek samping dari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini melibatkan 55 responden pasien tuberkulosis paru. Data yang diambil pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan tujuan menguji korelasi antar variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sebanyak 52,7% responden memiliki asupan protein yang kurang dan sebanyak 69,1% responden yang berada pada fase pengobatan lanjutan. Berdasarkan Uji Rank Spearman pada pengujian hubungan asupan protein dengan indeks massa tubuh, diperoleh hasil, yakni p = 0,005, yang berarti terdapat hubungan antara keduanya. Sementara itu, pada pengujian hubungan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh diperoleh hasil p = 0,376 yang berarti tidak ada hubungan antar keduanya. Saran bagi Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga diharapkan dapat memberikan konseling kepada pasien agar pasien lebih sadar mengenai pemenuhan kebutuhan zat gizi khususnya protein, serta saran bagi pasien diharapkan untuk meningkatkan konsumsi protein baik dari sumber protein hewani maupun nabati agar kebutuhan zat gizi tercukupi.
Hubungan antara Kebiasaan Membaca Label Kandungan Gizi Minuman Kemasan Berpemanis dengan Status Gizi pada Pelajar SMP Al Islam 1 Surakarta Pratama, Clarisa Imelia Agustin Sanja; Mardiyati, Nur Lathifah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1340

Abstract

Status gizi adalah Keadaan keseimbangan antara asupan (intake) dan kebutuhan (requirement) zat gizi yang dinyatakan menggunakan nilai Z- score berdasarkan indeks IMT/U. Kebiasaan membaca label gizi yang rendah terjadi karena kurangnya minat yang dipicu oleh rendahnya pemahaman mengenai label gizi, serta istilah yang digunakan tidak familiar di telinga masyarakat umum. Salah satu penyebab yaitu konsumsi minuman berpemanis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca label kandungan gizi minuman kemasan berpemanis dengan status gizi pada pelajar SMP AI-Islam Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid di SMP Al-Islam 1 Surakarta yang berjumlah 667 murid. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kebiasaan Membaca Label Gizi. Persentase terendah responden adalah kelompok umur 15 tahun dengan persentase 5,6% lalu kelompok umur 13 tahun dengan persentase 26,7% dan persentase tertinggi adalah kelompok umur 14 dengan persentase 67,8%. Sebagian besar responden dari penelitian ini adalah mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan yaitu sebesar 46 (51%) dan siswa dengan jenis kelamin laki – laki sebesar 44 (48,9%). Kebiasaan membaca label gizi SMP Al-Islam 1 Surakarta mayoritas responden yaitu sebanyak 46 dari 90 responden (51,1%). Status gizi SMP Al-Islam 1 Surakarta mayoritas responden yaitu sebanyak 58 dari 90 (64.4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca label gizi dengan status gizi.
PENURUNAN DERAJAT KEASAMAN SALIVA PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN YANG MENGKONSUMSI COKELAT HITAM SUKROSA, XYLITOL, DAN STEVIA Kaswindiarti, Septriyani; Saputra, Muhammad Rhaufly Dwi Arga; Yudiatna, Clara Cessa Putri; Widianto, Shafwan Rafif; Muhammad, Dimas Rahadian Aji; Praseptiangga, Danar; Murdiyanto, Dendy; Sari, Nendika Dyah Ayu Murika; Mardiyati, Nur Lathifah
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Vol 11, No 2 (2024): Vol. 11,No 2 (Desember 2024)
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v11i2.1649

Abstract

Introduction: Chocolate is a widely consumed food, particularly by children. It is often considered a contributing factor to the development of dental caries due to its high sugar content, which can lead to the formation of dental caries. Aim: This study aimed to determine whether consuming dark chocolate sweetened with sucrose, xylitol, and stevia would reduce saliva acidity in children aged 10-12 years. Methods: Twenty-one children aged 10-12 years were given dark chocolate with three sweeteners: 30% sucrose, 30% xylitol, and 1% stevia. The subjects' saliva was collected 10 minutes after chewing chocolate with sucrose on day 1, chocolate with xylitol on day 2, and chocolate with stevia on day 3 for 30 seconds and then measured by a pH meter. The measurement was repeated thrice. Result: The difference in mean saliva pH before and after treatment with the three types of chocolate were analysed using the One-way ANOVA test.  A decline in pH was observed in all treatment groups; however, the most significant decrease was observed in the sucrose chocolate group (0.34 ± 0.12), followed by the stevia chocolate group (0.26 ± 0.09), and the least significant decrease was observed in the xylitol chocolate group (0.14 ± 0.07). Conclusion: A statistically significant difference was observed in the decrease in saliva acidity among children aged 10-12 years who consumed dark chocolate containing sucrose, xylitol, and stevia
Hubungan Asupan Energi dan Asupan Protein dengan Kebugaran Jasmani pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Surakarta Imtinan Mauriko Safitri; Luluk Ria Rakhma; Nur Lathifah Mardiyati
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 1 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i1.1187

Abstract

Mahasiswa pada usia dewasa muda (18-26 tahun) berada dalam fase kritis perkembangan, di mana kebutuhan energi dan protein menjadi sangat penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan kebugaran jasmani. Namun, banyak mahasiswa yang kurang memperhatikan asupan nutrisi dan aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi kebugaran jasmani mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi dan asupan protein dengan kebugaran jasmani pada mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 64 mahasiswa yang dipilih secara acak menggunakan simple random sampling. Data asupan energi dan protein diperoleh melalui wawancara menggunakan food recall 24 jam selama 3 hari tidak berturut-turut, kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman untuk menentukan hubungan dengan kebugaran jasmani. Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki asupan energi baik (78,1%) dan protein (48,4%) yang kurang, meskipun 92,2% dari mereka memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan energi (p=0,005) dan asupan protein (p=0,007) dengan kebugaran jasmani mahasiswa. Kesimpulannya, asupan energi dan protein yang baik berperan penting dalam mendukung kebugaran jasmani mahasiswa.
Hubungan Asupan Karbohidrat dan Status Gizi dengan Kebugaran Jasmani pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Surakarta Pradita Wahyuningtyas; Luluk Ria Rakhma; Nur Lathifah Mardiyati
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 1 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i1.1188

Abstract

Mahasiswa merupakan individu yang berada dalam tahap transisi menuju dewasa, umumnya berusia antara 18 hingga 25 tahun. Masa ini adalah fase kehidupan yang penuh aktivitas, sehingga membutuhkan keseimbangan antara aktivitas fisik dan pola makan yang tepat untuk mencapai pertumbuhan yang optimal serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Data dari Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa sekitar sekitar 66,5% dari 818.507 penduduk Indonesia tercatat memiliki tingkat kebugaran yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan karbohidrat dan status gizi dengan kebugaran jasmani mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 64 mahasiswa yang diambil secara acak, dengan pengukuran asupan karbohidrat menggunakan metode food recall 3x24 jam dan penentuan status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Kebugaran jasmani diukur melalui tes kebugaran standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,1% mahasiswa memiliki asupan karbohidrat yang kurang, sedangkan 76,6% mahasiswa memiliki status gizi normal. Analisis statistik menggunakan uji Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan karbohidrat dan status gizi dengan kebugaran jasmani, dengan nilai p=0,005 untuk asupan karbohidrat dan p=0,022 untuk status gizi. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan asupan karbohidrat yang memadai dan status gizi yang baik berkontribusi terhadap peningkatan kebugaran jasmani mahasiswa. Rekomendasi untuk meningkatkan kesadaran gizi dan pola makan yang seimbang di kalangan mahasiswa juga dibahas dalam penelitian ini.
The Relationship Between Stress Levels and Carbohydrate Intake with The Nutritional Status of Students of SMPN 22 Surakarta Layla Bonita Salsabila; Nur Lathifah Mardiyati; Firmansyah Firmansyah
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 4 No. 10 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v4i10.818

Abstract

Multifactorial elements, including psychological and dietary factors such as stress levels and carbohydrate intake, influence adolescent nutritional status. This study analyzed the relationship between stress and carbohydrate intake with the nutritional status of 9th-grade students at SMPN 22 Surakarta. Using a quantitative approach with a cross-sectional design, data were collected from 141 randomly selected students. Stress levels were measured using the DASS-21 questionnaire, carbohydrate intake was assessed through a 24-hour recall over three non-consecutive days, and nutritional status was evaluated via BMI-for-age (BMI/U) z-scores. Results indicated that students with poor nutritional status exhibited higher severe stress (28.6%) and lower carbohydrate intake (10.8%). Conversely, students with better nutritional status reported moderate stress (22.7%) and higher carbohydrate intake (25%). However, bivariate analysis revealed no statistically significant relationship between stress levels and nutritional status (p=0.714), nor between carbohydrate intake and nutritional status (p=0.676). These findings suggest that stress and carbohydrate intake alone are insufficient predictors of adolescent nutritional status. Further research should investigate other influencing factors such as physical activity, overall dietary patterns, sleep quality, and psychosocial environment to address adolescent nutritional health comprehensively.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMP 1 MUHAMMADIYAH SURAKARTA Hanifah, Intan Uzy; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45881

Abstract

Masa remaja merupakan tahap penting dalam perkembangan manusia yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, yang berpengaruh besar terhadap status gizi. Status gizi remaja memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas di masa dewasa. Di Indonesia, data Riskesdas 2022 menunjukkan adanya beban ganda masalah gizi pada remaja, yakni kekurangan dan kelebihan gizi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang minuman berpemanis dengan status gizi pada remaja di SMP 1 Muhammadiyah Surakarta. Metode yang digunakan ialah desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII usia 12–15 tahun dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terkait pengetahuan minuman berpemanis dan pengukuran status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan baik tentang minuman berpemanis (59,8%) dan status gizi baik (74,13%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan status gizi (p = 0,018; r= -0,239), di mana siswa berpengetahuan baik cenderung memiliki status gizi baik (74,13%). Tingginya prevalensi gizi tidak normal pada siswa SMP 1 Muhammadiyah Surakarta menunjukkan pentingnya edukasi gizi, terutama terkait konsumsi minuman berpemanis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang minuman manis dengan status gizi remaja di sekolah tersebut.
Co-Authors 'Aziz, Fathimah Nurul Adelia Triana Putri Adila, Istianah Nur Afifah Zakiyatul Aulia Agustin, Yuriza Agustin, Yuriza Ahmad Ari Shodikin Alfatihah, Aulia Amalia, Norma Diena Amanda, Ghaisani Shella Anindya Rahmaningtyas Appannah, Geeta aprilia ariantika Aprilia, Isna Ardhana Yusfranda Ari Noviana Putri ariantika, aprilia Arif Pristianto Aristawidya Dwi Rahmadevi Arman, Salsa Avia Atika Rianti Utami Atmaja, Hasan Priya Aulia Firdhayani Aulia Kusuma Dewi Aura Putri Kristyantya Azza Rohidatus Soleha Belinda, Icha Rebeca Tias Binti Che Ku Jusoh, Tengku Farizan Izzi Chemita Andien Prahasti Clarissa Amalia Nanda Cynthia Agustina Danar Praseptiangga Dendy Murdiyanto Devina Putri Yuniardi Dewi, Sylfi Carmelia Diana Fatmasari Dimas Rahadian Aji Muhammad, Dimas Rahadian Aji Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Elida Soviana Endang Nur Widiyaningsih Fadillah, Kurniawati Farida Nur Isnaeni Firda Dwi Anggriany Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitri Aulia Naufal Fitriana Mustikaningrum Ghina Kamila Hanifah, Intan Uzy Hasan Priya Atmaja Hidayati, Kartika Rohmah Imtinan Mauriko Safitri Izra Firmansyah Jihan Fadhila Kartika Rohmah Hidayati Khayla Febriannisa' Khoirina Ngizzati Pujiani Khoirunnisa’ Ramadhan Mahfiroh Layla Bonita Salsabila Lintang Kurniawati Luluk Ria Rakhma Magistra Ammar Alghifari Martianny, Dewi Nabila Maulina Dita Amelia Merlin Anugraheni Mochamad Bagoes Nata Samudra Mochammad Imron Awalludin Muhammad Rafly Nugroho Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Nasywa Nadhifa Qonita Putri Nendika Dyah Ayu Murika Sari Niken Asih Pangastuti Niken Asih Pangastuti Ningtyas, Puput F.E. Norma Diena Amalia Norma Diena Amalia Nurmala Dewi, Nurmala Pangastuti, Niken Asih Partya, Cheylla Evalia Bintang Pradita Wahyuningtyas Pramudya Kurnia Pratama, Clarisa Imelia Agustin Sanja Prayudhi, Laily Maulidya Kusumaning Puspitasari, Dyah Intan Qurrota'aini, Nafila Happy Rahma, Finna Armita Rahmaningtyas, Anindya Ramadhani, Nanda Sintya Ramadhoni, Farhan Dian Rini Anggita rossy pratiwi Salma Khoirunnisa Salsabila, Layla Bonita Saputra, Muhammad Rhaufly Dwi Arga Septiyana, Nur Azizah Dewi Septriyani Kaswindiarti Serin Izzatut Taqiyah Setia Asyanti Setiyaningrum, Zulia Shodikin, Ahmad Ari Sintya Bella Pratiwi Siswa Oktaviani Pratiwi Siti Noor Aulya Faridha Siti Zulaekah Sudrajah Warajati Kisnawaty Syah Falaifi, Faqih Jibran Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tri Nawang Wulan Nurhayati Ttyas, Arum Kusumaning Umi Kurniawati Wachid Yahya Wardana, Agung Setya Widianto, Shafwan Rafif Widyastuti, Andhika Nara Vista Widyawati, I Gusti Ngurah Wiwik Wuandari Wiyono, Satrio Wuandari, Wiwik Yudiatna, Clara Cessa Putri Zerlind, Anas Tasya Ardea Zulfiana Nurlaili Zulia Setiyaningrum