p-Index From 2021 - 2026
8.583
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Asupan Protein dan Lama Pengobatan dengan Indeks Massa Tubuh Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga Qurrota'aini, Nafila Happy; Mardiyati, Nur Lathifah; Widyawati, I Gusti Ngurah; Isnaeni, Farida Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2377

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang dapat memengaruhi indeks massa tubuh penderitanya. Pasien tuberkulosis paru seringkali mengalami penurunan status gizi yang disebabkan gangguan metabolisme akibat inflamasi dan respon imun. Selain itu dapat terjadi pula penurunan nafsu makan dan asupan makan termasuk protein yang disebabkan efek samping dari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini melibatkan 55 responden pasien tuberkulosis paru. Data yang diambil pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan tujuan menguji korelasi antar variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sebanyak 52,7% responden memiliki asupan protein yang kurang dan sebanyak 69,1% responden yang berada pada fase pengobatan lanjutan. Berdasarkan Uji Rank Spearman pada pengujian hubungan asupan protein dengan indeks massa tubuh, diperoleh hasil, yakni p = 0,005, yang berarti terdapat hubungan antara keduanya. Sementara itu, pada pengujian hubungan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh diperoleh hasil p = 0,376 yang berarti tidak ada hubungan antar keduanya. Saran bagi Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga diharapkan dapat memberikan konseling kepada pasien agar pasien lebih sadar mengenai pemenuhan kebutuhan zat gizi khususnya protein, serta saran bagi pasien diharapkan untuk meningkatkan konsumsi protein baik dari sumber protein hewani maupun nabati agar kebutuhan zat gizi tercukupi.
Perbedaan Perilaku Membaca Label Informasi NIlai Gizi berdasarkan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Kurniawati, Lintang; Mustikaningrum, Fitriana; Kurnia, Pramudya; Mardiyati, Nur Lathifah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1354

Abstract

Status gizi dapat dipengaruhi oleh pola makan dan pola makan dipengaruhi oleh perilaku membaca label informasi nilai gizi. Perempuan lebih memperhatikan pola makan sehat atau menjalani diet dibanding laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan perilaku membaca label informasi nilai gizi berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dengan cara random sampling didapat jumlah sampel sebanyak 64 perempuan dan 46 laki-laki. Data perilaku membaca label informasi nilai gizi diperoleh dari kuesioner yang berisi 27 pertanyaan dengan skala likert yang mencakup skor 1 hingga 4 (tidak pernah, jarang, sering, dan selalu. Analisis data menggunakan uji mann whitney dengan hasil nilai p sebesar 0,00. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa ada perbedaan perilaku membaca label informasi nilai gizi berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian selanjutnya perlu diteliti lebih luas terkait variabel lain yang berkaitan dengan perilaku membaca label informasi nilai gizi.
Nutritional Status of Adolescents Based on Stress Levels and Energy Intake in Surakarta: Cross-Sectional Study Tri Nawang Wulan Nurhayati; Firmansyah; Nur Lathifah Mardiyati
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/8tdhdj10

Abstract

Adolescents are a group that is vulnerable to nutritional problems due to various physiological and psychosocial changes. In Indonesia, the prevalence of malnutrition and overnutrition among adolescents is still relatively high. Various factors directly affect nutritional status, namely food intake, as well as indirect factors such as stress. Stress can disrupt eating behavior and affect appetite regulation, resulting in changes in energy intake and body weight. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and energy intake with the nutritional status of adolescents in Surakarta. This study used an observational method with a cross-sectional approach involving 155 respondents using simple random sampling. Stress levels were measured using the Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) questionnaire, energy intake was assessed through a 7-day food record, and nutritional status was measured using z-scores with age-specific body mass index (BMI-for-Age). The results of the study, which were tested using Chi-Square and correlation tests, showed that there was a relationship between stress levels and nutritional status (p = 0.000; r = 0.317) and a relationship between energy intake and nutritional status (p = 0.000; r = 0.494). In conclusion, stress levels and energy intake are interrelated factors that affect the nutritional status of adolescents This study shows the need for interventions focused on stress management education and the promotion of a balanced diet to improve adolescent health.
Hubungan Durasi Tidur dan Asupan Energi dengan Status Gizi Siswa SMP Negeri 22 Surakarta Arman, Salsa Avia; Mardiyati, Nur Lathifah; Sarbini, Dwi
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3106

Abstract

Masa remaja adalah periode krusial dalam kehidupan yang ditandai dengan percepatan pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kebutuhan gizi menjadi lebih tinggi. Namun, perubahan dalam gaya hidup dan pola makan yang tidak seimbang sering kali menyebabkan ketidaksesuaian antara kebutuhan gizi dan makanan yang dikonsumsi. Selain itu, durasi tidur juga berperan dalam memengaruhi proses metabolisme dan nafsu makan. Studi ini bertujuan untuk menilai keterkaitan antara lamanya tidur dan konsumsi energi dengan kondisi gizi pada siswa SMP Negeri 22 Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 141 responden yang berusia antara 14 hingga 17 tahun, yang dipilih secara acak. Data diperoleh melalui wawancara dengan metode pengingat makanan selama 3 × 24 jam, pencatatan durasi tidur, serta pengukuran status gizi berdasarkan indeks massa tubuh menurut usia (IMT/U) menggunakan nilai z-score. Analisis mengenai hubungan dilaksanakan dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank, yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara durasi tidur (p = 0,469) dan asupan energi (p = 0,112) terhadap status gizi. Sebagai kesimpulan, walaupun tidak terdapat hubungan yang signifikan, mayoritas siswa mengalami kekurangan energi serta kurang tidur yang dapat berpengaruh negatif terhadap konsentrasi dan kesehatan. Dengan demikian, sekolah harus menyelenggarakan program pendidikan dan pencegahan untuk membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
Correlation of Total Fruit Vegetable Consumption with WHR & WTHR of Indonesian Nutrition Science Female Students Widyastuti, Andhika Nara Vista; 'Aziz, Fathimah Nurul; Mardiyati, Nur Lathifah
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2020: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.362 KB) | DOI: 10.23917/iseth.1268

Abstract

Purpose: This project is aimed to determine the relationship between total consumption of fruit vegetable with waist to hip ratio (WHR) and waist to height ratio (WTHR) on female students of Muhammadiyah University of Surakarta (UMS) majoring nutrition program. Methodology: The research was observational with a cross-sectional design. A total of 45 samples used in this study. Data collections were taken by using identity questionnaire, anthropometry measurements of WHR and WTHR and fruit vegetable consumption obtained using a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Analysis of data applied Spearman Rank correlation test.Results: All respondents consume fruits vegetables less than recommendations (<400gr/day). This study found that 13.3% and 28.9% respondents had abdominal obesity of WHR and WTHR, respectively. Respondent with WHR normal status were 86.7% and 71.1% of WTHR. Data analysis found that p-value = 0.825 for the relationship between the total of fruit vegetable consumption with WHR and p-value= 0.809 for the relationship between the total of fruit vegetable consumption with WTHR. There was no relationship between the total of fruit vegetable consumption with WHR and WTHR. Applications/Originality/Value: Basic data on the WHR and WTHR which can indicate the risk of abdominal obesity, especially in women and vegetable fruit processing methods must be considered as one of the factors that can affect the nutritional status.
NUTTEENS- PROGRAM EDUKASI GIZI REMAJA SACARA DARING SEBAGAI UPAYA MINIMALISASI MISPERSEPSI STATUS GIZI PADA SISWA SMA BATIK 1 SURAKARTA DI MASA PANDEMI Mardiyati, Nur Lathifah; Alfatihah, Aulia; Septiyana, Nur Azizah Dewi
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.52 KB) | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v2i1.47

Abstract

Masa remaja merupakan periode pertumbuhan maksimal seseorang sehingga pemenuhan nutrisi yang seimbang selama masa ini sangat dibutuhkan. Persepsi tubuh atau body image secara umum dialami oleh mereka yang menganggap bahwa penampilan adalah hal yang paling penting dalam kehidupan, termasuk pada masa remaja. Mispersepsi berat badan dapat mempengaruhi pola makan seseorang. Strategi utama yang disarankan untuk meningkatkan nutrisi remaja salah satunya dengan modifikasi perilaku untuk menghasilkan perubahan pola makan melalui edukasi yang ramah remaja yaitu dengan pemberian edukasi mengenai body image dan gizi seimbang secara daring. Seluruh siswa baik dari Program IPA maupun IPS mengalami peningkatan nilai setelah mendapatkan edukasi gizi meskipun dilakukan secara daring sebesar 12,96 poin. Peningkatan poin siswa IPA lebih tinggi dibandingkan pada siswa IPS (IPA 16,21 poin & IPS 7,87 poin).
Thyroid Dysfunction, Total Cholesterol Levels and Anthropometric Status in Women of Reproductive Age in Iodine Deficient Area of Prambanan Sub-District, Sleman Regency, Indonesia Mutalazimah, M; Appannah, Geeta; Mardiyati, Nur Lathifah; Isnaeni, Farida Nur; Kurnia, Pramudya
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.198 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2022.17.2.67-76

Abstract

This study aimed to determine the relationship between thyroid dysfunction with Total Cholesterol levels (TC), Body Mass Index (BMI), Waist Circumference (WC) and Waist to hip Circumference Ratio (WHR). The cross-sectional observational study was conducted in the endemic iodine deficiency areas in Prambanan Sub-district, Sleman Regency. A total subject of 134 women of reproductive age were selected randomly from the source population of 592. Thyroid dysfunction determined by Thyroid Stimulating Hormone (TSH) and Free Thyroxine (FT4) level were measured by ELISA method. Total cholesterol level was measured by colorimetric method using a spectrophotometer. We also measured the weight and height for BMI calculation as well as the WC and Hip Circumference (HC). Chi-Square test was applied to analyze association between thyroid dysfunction with TC levels, BMI, WC and WHR. Results found the percentage of thyroid dysfunction in subjects was 39.6% (hypothyroidism 4.5% and hyperthyroidism 35.1%). The percentage of subjects with hypercholesterolemia was 34.3%. The BMI calculation found that the underweight, overweight and obesity proportions were 6.7%; 16.4% and 27.6% respectively; WC >80 cm was 29.9% and WHR >0.85 was 38.8%. There was no association between thyroid dysfunction and TC levels, BMI and WC (p>0.05) respectively. Meanwhile thyroid dysfunction was significantly associated with WHR (p<0.05). Therefore, women in reproductive age with thyroid dysfunction should be aware of their increasing abdominal adiposity.
HUBUNGAN KEBIASAAN JAJAN DAN JUMLAH UANG SAKU DENGAN STATUS GIZI SISWA SMA DI BANJARSARI SURAKARTA Dewi, Sylfi Carmelia; Puspitasari, Dyah Intan; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51776

Abstract

Pada masa remaja, terutama di jenjang sekolah menengah atas (SMA), terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sehingga diperlukan asupan gizi yang seimbang. Pada periode ini, remaja mulai memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan makanan, termasuk kebiasaan membeli jajanan di luar rumah. Selain itu, besarnya uang saku yang diterima siswa juga berperan dalam memengaruhi status gizi, karena jumlah uang saku dapat memengaruhi jenis serta frekuensi makanan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara kebiasaan jajan dan jumlah uang saku dengan status gizi siswa SMA di Banjarsari, Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Sebanyak 154 responden dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu siswa aktif dan bersedia menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan untuk menentukan IMT/U, menggunakan kuesioner kebiasaan jajan, hubungan kebiasaan jajan dan jumlah uang saku dengan status gizi dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 64,3% siswa memiliki status gizi normal, 59,1% kebiasaan jajan siswa berada dalam kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan kebiasaan jajan dengan status gizi dengan nilai p = 0,007. Namun, pada jumlah uang saku dengan status gizi tidak terdapat hubungan dengan nilai p = 0,189. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan jajan dengan status gizi siswa SMA di Banjarsari, Surakarta. Sedangkan pada uang saku dengan status gizi tidak memiliki hubungan signifikan secara langsung menunjukkan bahwa uang saku bukan satu-satunya penentu status gizi.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN PERSEPSI TUBUH DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Belinda, Icha Rebeca Tias; Puspitasari, Dyah Intan; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51989

Abstract

Masalah gizi seperti status gizi kurang dan gizi lebih, rentan dialami oleh kelompok usia produktif yang termasuk dalam periode dewasa. Status gizi dapat dipengaruhi beberapa faktor salah satunya adalah pengetahuan gizi dan persepsi tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara persepsi tubuh dengan status gizi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian dengan observasional menggunakan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel simple random sampling dengan sampel sebanyak 41 responden. Data tingkat pengetahuan gizi diperoleh dari kuisioner pengetahuan gizi dengan jumlah pertanyaan 25 soal dan data persepsi tubuh diperoleh dari kuesioner Multidemensional Body Self Relation Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) jumlah pertanyaan 30 soal. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 4,9% responden memiliki pengetahuan gizi tidak baik, persepsi tubuh dengan kategori negatif sebanyak 36,6%, status gizi underweight 22%, overweight 12,2% dan obesitas I sebesar 22%. Hasil uji korelasi yaitu  p-value = 0,126 untuk pengetahuan gizi dengan status gizi, kemudian p-value = 0,127 untuk body image dengan status gizi. Tidak terdapat  hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi pada pada responden. Tidak terdapat hubungan antara persepsi tubuh dengan status gizi pada responden.
Hubungan antara Asupan Fe dan Pengetahuan Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Anggota UKM Futsal Universitas di Surakarta Anas Tasya Ardea Zerlind; Siti Zulaekah; Farida Nur Isnaeni; Nur Lathifah Mardiyati
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1069

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan faktor penting yang mempengaruhi performa atlet, khususnya dalam olahraga futsal yang menuntut daya tahan dan kecepatan tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalam mendukung kebugaran jasmani adalah asupan zat besi (Fe) dan tingkat pengetahuan gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat besi (Fe) dan pengetahuan gizi dengan tingkat kebugaran jasmani pada anggota UKM Futsal empat universitas di Karesidenan Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Data asupan Fe dikumpulkan melalui wawancara recall 3x24 jam, data pengetahuan gizi diperoleh melalui kuesioner, dan tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan Beep Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan Fe defisit (55,77%), pengetahuan gizi cukup (15,38%), dan tingkat kebugaran jasmani sangat kurang (36,54%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan Fe dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,603). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,585). Semakin baik asupan Fe dan pengetahuan gizi atlet, maka semakin baik pula tingkat kebugaran jasmani yang dimiliki. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program edukasi gizi dan perencanaan pola makan yang tepat bagi atlet futsal untuk meningkatkan performa dan kebugaran jasmani.
Co-Authors 'Aziz, Fathimah Nurul Adelia Triana Putri Afifah Zakiyatul Aulia Agustin, Yuriza Agustin, Yuriza Ahmad Ari Shodikin Alfatihah, Aulia Amalia, Norma Diena Amanda, Ghaisani Shella Anas Tasya Ardea Zerlind Anindya Rahmaningtyas Appannah, Geeta aprilia ariantika Aprilia, Isna Ardhana Yusfranda Ari Noviana Putri ariantika, aprilia Arif Pristianto Aristawidya Dwi Rahmadevi Arman, Salsa Avia Arum Kusumaning Ttyas Atika Rianti Utami Aulia Arina Salwa Aulia Firdhayani Aulia Kusuma Dewi Aura Putri Kristyantya Azza Rohidatus Soleha Belinda, Icha Rebeca Tias Binti Che Ku Jusoh, Tengku Farizan Izzi Chemita Andien Prahasti Clarissa Amalia Nanda Cynthia Agustina Danar Praseptiangga Dendy Murdiyanto Devina Putri Yuniardi Dewi, Sylfi Carmelia Diana Fatmasari Dimas Rahadian Aji Muhammad Dwi Sarbini Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Elida Soviana Endang Nur Widiyaningsih Fadillah, Kurniawati Farida Nur Isnaeni Firda Dwi Anggriany Firmansyah Firmansyah Fitri Aulia Naufal Fitriana Mustikaningrum Ghina Kamila Hanifah, Intan Uzy Hasan Priya Atmaja Hasan Priya Atmaja Hidayati, Kartika Rohmah Imtinan Mauriko Safitri Isma Dewi Istianah Nur Adila Izra Firmansyah Jihan Fadhila Kartika Rohmah Hidayati Khayla Febriannisa' Khoirina Ngizzati Pujiani Khoirunnisa’ Ramadhan Mahfiroh Krisnaya Widyastuti Layla Bonita Salsabila Lintang Kurniawati Luluk Ria Rakhma Magistra Ammar Alghifari Martianny, Dewi Nabila Maulina Dita Amelia Melati Pujianti Merlin Anugraheni Mochamad Bagoes Nata Samudra Mochammad Imron Awalludin Muhammad Rafly Nugroho Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Nabila Nur Farestiana Nasywa Nadhifa Qonita Putri Nendika Dyah Ayu Murika Sari Niken Asih Pangastuti Niken Asih Pangastuti Ningtyas, Puput F.E. Norma Diena Amalia Norma Diena Amalia Nur Jihan Anggraini Nurmala Dewi, Nurmala Pangastuti, Niken Asih Partya, Cheylla Evalia Bintang Pradita Wahyuningtyas Pramudya Kurnia Pramudya Kurnia Pratama, Clarisa Imelia Agustin Sanja Prayudhi, Laily Maulidya Kusumaning Puspitasari, Dyah Intan Qurrota'aini, Nafila Happy Rahma, Finna Armita Rahmaningtyas, Anindya Ramadhani, Nanda Sintya Ramadhoni, Farhan Dian Rini Anggita rossy pratiwi Salma Khoirunnisa Saputra, Muhammad Rhaufly Dwi Arga Satrio Wiyono Septiyana, Nur Azizah Dewi Septriyani Kaswindiarti Serin Izzatut Taqiyah Setia Asyanti Shodikin, Ahmad Ari Sintya Bella Pratiwi Siswa Oktaviani Pratiwi Siti Noor Aulya Faridha Siti Zulaekah Sudrajah Warajati Kisnawaty Syah Falaifi, Faqih Jibran Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tri Nawang Wulan Nurhayati Umi Kurniawati Wachid Yahya Wardana, Agung Setya Widianto, Shafwan Rafif Widyastuti, Andhika Nara Vista Widyawati, I Gusti Ngurah Wiwik Wuandari Wuandari, Wiwik Yudiatna, Clara Cessa Putri Yuriza Agustin Zerlind, Anas Tasya Ardea Zulfiana Nurlaili Zulia Setiyaningrum Zulia Setiyaningrum