p-Index From 2021 - 2026
8.583
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship between Anemia Knowledge and Adherence to Taking Blood Additive Tablets with Hemoglobin Levels of Pregnant Women at Gatak Health Center Martianny, Dewi Nabila; Muwakhidah, Muwakhidah; Mardiyati, Nur Lathifah; Sarbini, Dwi
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i1.5220

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil sangat berpengaruh terhadap kepatuhan konsumsi TTD, sedangkan pada ibu hamil kadar hemoglobin dipengaruhi oleh konsumsi TTD dan asupan zat gizi diantaranya zat besi dan asam folat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan anemia dan kepatuhan minum tablet tambah darah dengan kadar hemoglobin ibu hamil di Puskesmas Gatak Kartasura. Metode: Penelitian ini menggunakan 80 sampel ibu hamil dari 8 desa di wilayah Puskesmas Gatak. Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil menggunakan metode kuesioner, sedangkan pengambilan sampel darah untuk kadar hemoglobin menggunakan metode sianmethemoglobin. Untuk jenis desain menggunakan metode observasional cross-sectional, dan untuk uji analisis hubungan menggunakan uji rank spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dengan kepatuhan (p = 0,000 < 0,05; r = 0,974), pengetahuan dengan kadar Hb (p = 0,000 < 0,05; r = 0,974), dan kepatuhan dengan kadar Hb (p = 0,000 < 0,05; r = 1,000). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara pengetahuan anemia dengan kepatuhan minum TTD, ada hubungan antara pengetahuan anemia dengan kadar hemoglobin, dan ada hubungan antara kepatuhan konsumsi TTD dengan kadar hemoglobin ibu hamil di Puskesmas Gatak, untuk kedepannya sebaiknya penelitian ini dikembangkan dalam bentuk penelitian eksperimen.   Introduction: Knowledge of anemia in pregnant women is very influential in compliance with consumption of TTD, while for pregnant women hemoglobin levels are influenced by TTD consumption and intake of nutrients including iron and folic acid. This study aims to determine the relationship between anemia knowledge and compliance with taking blood supplement tablets with hemoglobin levels of pregnant women at Puskesmas Gatak Kartasura. Method: This study used 80 samples of pregnant women from 8 villages in the Gatak Health Center area. To determine the knowledge of pregnant women using the questionnaire method, while blood sampling for hemoglobin levels using the cyanmethemoglobin method. For the type of design using cross-sectional observational methods, and for the relationship analysis test using the spearman rank test. Result: The results showed a strong relationship between knowledge and compliance (p = 0.000 < 0.05; r = 0.974), knowledge with Hb levels (p = 0.000 < 0.05; r = 0.974), and compliance with Hb levels (p = 0.000 < 0.05; r = 1.000). Conclusion: The conclusion of this study, namely there is a relationship between anemia knowledge and compliance with taking TTD, there is a relationship between anemia knowledge and hemoglobin levels, and there is a relationship between compliance with TTD consumption and hemoglobin levels of pregnant women at Gatak Health Center, in the future this research should be developed in the form of experimental research.
Hubungan Asupan Protein dan Persentase Massa Otot dengan Kebugaran Jasmani pada Anggota UKM Futsal Universitas di Surakarta Amanda, Ghaisani Shella; Zulaekah, Siti; Mardiyati, Nur Lathifah
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 13 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v13i2.4215

Abstract

Olahraga futsal menjadi salah satu cabang olahraga yang paling banyak diminati oleh seluruh kalangan, mulai dari anak anak, remaja , hingga dewasa. Dalam meningkatkan performa futsal yang optimal, penting bagi para pemain futsal untuk menjaga kebugaran jasmaninya, termasuk kebutuhan asupan protein dan persentase massa otot yang dimiliki oleh pemain futsal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dan persentase massa otot dengan kebugaran jasmani anggota futsal UKM 4 Universitas di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 52 sampel anggota futsal menggunakan convenience sampling. Hasil data yang dari analisis menggunakan Rank Spearman memperoleh hasil p value sebesar 0,871 (p > 0,05) untuk asupan protein dengan kebugaran jasmani dan 0,947 (p > 0,05) untuk persentase massa otot dengan kebugaran jasmani. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dan persentase massa otot dengan tingkat kebugaran jasmani anggota UKM futsal universitas di Surakarta.
Hubungan Durasi Tidur dan Asupan Energi dengan Status Gizi Siswa SMP Negeri 22 Surakarta Arman, Salsa Avia; Mardiyati, Nur Lathifah; Sarbini, Dwi
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3106

Abstract

Masa remaja adalah periode krusial dalam kehidupan yang ditandai dengan percepatan pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kebutuhan gizi menjadi lebih tinggi. Namun, perubahan dalam gaya hidup dan pola makan yang tidak seimbang sering kali menyebabkan ketidaksesuaian antara kebutuhan gizi dan makanan yang dikonsumsi. Selain itu, durasi tidur juga berperan dalam memengaruhi proses metabolisme dan nafsu makan. Studi ini bertujuan untuk menilai keterkaitan antara lamanya tidur dan konsumsi energi dengan kondisi gizi pada siswa SMP Negeri 22 Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 141 responden yang berusia antara 14 hingga 17 tahun, yang dipilih secara acak. Data diperoleh melalui wawancara dengan metode pengingat makanan selama 3 × 24 jam, pencatatan durasi tidur, serta pengukuran status gizi berdasarkan indeks massa tubuh menurut usia (IMT/U) menggunakan nilai z-score. Analisis mengenai hubungan dilaksanakan dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank, yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara durasi tidur (p = 0,469) dan asupan energi (p = 0,112) terhadap status gizi. Sebagai kesimpulan, walaupun tidak terdapat hubungan yang signifikan, mayoritas siswa mengalami kekurangan energi serta kurang tidur yang dapat berpengaruh negatif terhadap konsentrasi dan kesehatan. Dengan demikian, sekolah harus menyelenggarakan program pendidikan dan pencegahan untuk membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA SISWI DI SMK NEGERI 4 SURAKARTA Ramadhani, Nanda Sintya; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47266

Abstract

Dismenore primer merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri dan berdampak pada kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi dismenore primer antara lain status gizi dan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada siswi di SMK Negeri 4 Surakarta. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 57 siswi yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, kuesioner DASS-Y untuk tingkat stres, dan kuesioner WaLLID Score untuk dismenore primer. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal (70,2%) dan sebagian besar mengalami stres (80,7%). Sebanyak 93% responden mengalami dismenore primer. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian dismenore primer (p = 0,575), namun terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore primer (p = 0,001). Disimpulkan bahwa stres berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada siswi.
Hubungan Asupan Zat Besi dan Aktivitas Fisik dengan Derajat Dismenore pada Remaja Putri di SMKN 4 Surakarta Rahma, Finna Armita; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47267

Abstract

Masa remaja ditandai dengan perubahan fisiologis termasuk menarche, yang menjadi indikator awal pubertas. Dismenore, atau nyeri haid, merujuk pada gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri serta bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari. Tingginya angka kejadian dismenore di Indonesia menjadi perhatian, dengan prevalensi mencapai lebih dari 60%. Beberapa faktor seperti asupan zat besi dan aktivitas fisik diketahui berhubungan dengan tingkat keparahan dismenore. Tujuan dijalankannya penelitian ini ialah guna menganalisis korelasi diantara asupan zat besi dan aktivitas fisik dengan derajat dismenore pada siswi SMKN 4 Surakarta. Desain penelitian yang dimanfaatkan penggunaannya ialah observasional berpendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMKN 4 Surakarta dan sampelnya sejumlah 57 siswi. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode simple random sampling. Data asupan zat besi dilakukan melalui penggunaan formulir Food Frequency Questionnaire Semi Quantitative (SQ-FFQ) dalam 1 bulan terakhir, data aktivitas fisik didapat dengan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan data derajat dismenore didapatkan dengan kuesioner WaLIDD Score. Analisis data yang dimanfaatkan penggunaannya ialah uji Chi Square. Temuan memperlihatkan sebanyak 93% siswi mengalami dismenore. Sebanyak 66,7% siswi mempunyai asupan zat besi kurang. Dengan besaran 61,4% siswi dengan aktivitas fisik tidak berat. Hasil analisis statistik pada asupan zat besi dengan derajat dismenore mendapatkan nilai p-value=0,01 dan aktivitas fisik dengan derajat dismenore mendapatkan nilai p-value=0,63. Terdapat korelasi yang signifikan diantara asupan zat besi dengan derajat dismenore. Namun, tidak didapati korelasi yang signifikan diantara aktivitas fisik dengan derajat dismenore di SMKN 4 Surakarta.
Hubungan antara Asupan Fe dan Pengetahuan Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Anggota UKM Futsal Universitas di Surakarta Zerlind, Anas Tasya Ardea; Zulaekah, Siti; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1069

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan faktor penting yang mempengaruhi performa atlet, khususnya dalam olahraga futsal yang menuntut daya tahan dan kecepatan tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalam mendukung kebugaran jasmani adalah asupan zat besi (Fe) dan tingkat pengetahuan gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat besi (Fe) dan pengetahuan gizi dengan tingkat kebugaran jasmani pada anggota UKM Futsal empat universitas di Karesidenan Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Data asupan Fe dikumpulkan melalui wawancara recall 3x24 jam, data pengetahuan gizi diperoleh melalui kuesioner, dan tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan Beep Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan Fe defisit (55,77%), pengetahuan gizi cukup (15,38%), dan tingkat kebugaran jasmani sangat kurang (36,54%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan Fe dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,603). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,585). Semakin baik asupan Fe dan pengetahuan gizi atlet, maka semakin baik pula tingkat kebugaran jasmani yang dimiliki. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program edukasi gizi dan perencanaan pola makan yang tepat bagi atlet futsal untuk meningkatkan performa dan kebugaran jasmani.
HUBUNGAN ASUPAN KARBOHIDRAT DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN KEBUGARAN JASMANI ANGGOTA UKM FUTSAL UNIVERSITAS DI SURAKARTA Fadillah, Kurniawati; Zulaekah, Siti; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47369

Abstract

Futsal merupakan salah satu cabang olahraga yang menuntut kebugaran jasmani optimal pada pemain. Kebugaran jasmani yang baik akan meningkatkan kemampuan fisik dan produktivitas seorang atlet sehingga prestasi yang maksimal dapat dicapai oleh atlet. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) futsal merupakan salah satu bentuk organisasi di universitas yang memiliki potensi prestasi tinggi. Data Kemenpora menunjukkan bahwa 83,55% laki-laki usia 16-30 tahun memiliki kebugaran jasmani kategori kurang dan kurang sekali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat dan persentase lemak tubuh dengan kebugaran jasmani anggota UKM Futsal universitas di Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota ukm futsal universitas di Surakarta dengan teknik pengambilan sampel secara convenient sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara recall 3x24 jam, pengukuran komposisi tubuh menggunakan BIA dan pengukuran kebugaran jasmani menggunakan metode beep test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan karbohidrat dan kebugaran jasmani (p= 0,199) dan terdapat hubungan signifikan antara persentase lemak tubuh dengan kebugaran jasmani (p = 0,036; r= -292) di mana responden yang memiliki persentase lemak tubuh lebih 54,5% memiliki kebugaran jasmani sangat kurang dan responden yang memiliki persentase lemak tubuh obesitas 72,7% memiliki kebugaran jasmani sangat kurang. Tingginya prevalensi kebugaran jasmani yang sangat kurang membuktikan diperlukannya pengaturan persentase lemak tubuh dan konsumsi lemak pada responden untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta penting bagi responden untuk memperhatikan jenis sumber lemak dan karbohidrat yang dikonsumsi.
Hubungan Body Image dengan Perilaku Diet dan Status Gizi pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga Universitas Muhammadiyah Surakarta Mardiyati, Nur Lathifah; Partya, Cheylla Evalia Bintang
JURNAL NUTRISIA Vol 25 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v25i1.275

Abstract

Bagi mahasiswa pendidikan olahraga, tinggi badan dan bentuk otot merupakan unsurpenting karena dapat menunjang penampilannya. Kepedulian terhadap ukuran dan bentuktubuh mendorong mahasiswa pendidikan olahraga untuk melakukan perilaku diet. Perilakudiet yang salah dapat mempengaruhi status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuihubungan antara body image dengan perilaku diet dan status gizi pada mahasiswa ProgramStudi Pendidikan Olahraga Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian bersifatobservasional menggunakan metode cross sectional dengan sampel penelitian mahasiswaPendidikan Olahraga Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun angkatan 2020 sejumlah64 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data body imagediperoleh dengan menggunakan kuesioner Multidimensional Body Self RelationQuestionnaire-Appearance Scale (MBRSQ-AS) sejumlah 34 item pertanyaan. Data perilakudiet menggunakan kuesioner sejumlah 26 item pertanyaan. Status gizi diukur dengantimbangan digital dan microtoice yang dinyatakan dalam Indeks Massa Tubuh (IMT). Datadianalisis dengan uji rank spearman untuk melihat hubungan body image dengan perilakudiet dan uji pearson product moment untuk melihat hubungan body image dengan statusgizi. Hasil penelitian menunjukkan 45,3% responden memiliki body image negatif, 50%responden memiliki perilaku diet tidak sehat dan 40,6% responden memiliki status gizitidak normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara body imagedengan perilaku diet (p= 0,001) tetapi tidak terdapat hubungan antara body image denganstatus gizi (p= 0,408).
The Correlation Between Nutritional Status with Hypertension Cases of Elderly Women in Central Java Province Wuandari, Wiwik; Isnaeni, Farida Nur; Puspitasari, Dyah Intan; Mardiyati, Nur Lathifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is still the highest problem in non-communicable diseases (NCD) in Indonesia and has increased cases from previous years. One of the factors that cause hypertension is nutritional status. Objective: This study aimed to find the correlation between nutritional status and hypertension cases of elderly women in Central Java Province. Methodology: This is an observational study with cross-sectional design using secondary data. Nutritional and hypertension status in Central Java Province was derived from Baseline Health Research 2018. A total of 994 Central Java residents aged 55-64 years were used. Hypertension status was obtained from the average of three measurements of systolic/diastolic blood pressure and nutritional status according to BMI obtained from the body weight and height measurement. The chi square test with a 95% confidence level were used to analyzed the data. Results: Most of the respondents was elderly (55-59 years old) (56%), working (65.6%), had normal nutritional status (43.1%) and had hypertension (66.2%). There was a significant correlation between nutritional and hypertension status of elderly women in Central Java Province (p = 0.000). Conclusion: Nutritional status is one of the factors contributing in the insidence of hypertension. Therefore, health program in improving nutritional status is needed in order to reduce the prevalence of hypertension.
Determination of Carotenoid Bioavailability from Palm Oil Microencapsulation Amanda, Ghaisani Shella; Syah Falaifi, Faqih Jibran; Mardiyati, Nur Lathifah
International Journal of Oil Palm Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Indonesian Oil Palm Society /IOPS (Masyarakat Perkelapa-sawitan Indonesia /MAKSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35876/ijop.v7i2.123

Abstract

Indonesia is the largest palm oil supplier in the world with a total production value of 20.97 million tons. Palm oil has a high content of carotenoids that act as antioxidants in the body. However, carotenoids and their derivatives have a conjugated structure that is unstable to oxidation and easily damaged. One of the optimal efforts to maintain the stability of carotenoids is by microencapsulation. This study aims to determine the efficiency of the palm oil microencapsulation method in maintaining the carotenoid components in it. The method used in this research is Systematic Literature Review based on Google Scholar, ScienceDirect, and Springer databases with predetermined inclusion criteria. The results showed that all palm oil microencapsulation methods produced good efficiency values and stable physicochemical characteristics of carotenoids even including other micronutrients such as vitamin E, moisture content, fatty acids, etc. which were also classified as stable. Overall, the supercritical carbon dioxide (SEDS) method produced the best quality while the spray drying method is a good choice for commercial microencapsulation. The conclusion of this study is that microencapsulation is able to protect the bioavailability of carotenoids in palm oil in a stable condition with values that are still within the standard range so as to produce better palm oil products as food ingredients for further use in a food product
Co-Authors 'Aziz, Fathimah Nurul Adelia Triana Putri Afifah Zakiyatul Aulia Agustin, Yuriza Agustin, Yuriza Ahmad Ari Shodikin Alfatihah, Aulia Amalia, Norma Diena Amanda, Ghaisani Shella Anas Tasya Ardea Zerlind Anindya Rahmaningtyas Appannah, Geeta aprilia ariantika Aprilia, Isna Ardhana Yusfranda Ari Noviana Putri ariantika, aprilia Arif Pristianto Aristawidya Dwi Rahmadevi Arman, Salsa Avia Arum Kusumaning Ttyas Atika Rianti Utami Aulia Arina Salwa Aulia Firdhayani Aulia Kusuma Dewi Aura Putri Kristyantya Azza Rohidatus Soleha Belinda, Icha Rebeca Tias Binti Che Ku Jusoh, Tengku Farizan Izzi Chemita Andien Prahasti Clarissa Amalia Nanda Cynthia Agustina Danar Praseptiangga Dendy Murdiyanto Devina Putri Yuniardi Dewi, Sylfi Carmelia Diana Fatmasari Dimas Rahadian Aji Muhammad Dwi Sarbini Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Elida Soviana Endang Nur Widiyaningsih Fadillah, Kurniawati Farida Nur Isnaeni Firda Dwi Anggriany Firmansyah Firmansyah Fitri Aulia Naufal Fitriana Mustikaningrum Ghina Kamila Hanifah, Intan Uzy Hasan Priya Atmaja Hasan Priya Atmaja Hidayati, Kartika Rohmah Imtinan Mauriko Safitri Isma Dewi Istianah Nur Adila Izra Firmansyah Jihan Fadhila Kartika Rohmah Hidayati Khayla Febriannisa' Khoirina Ngizzati Pujiani Khoirunnisa’ Ramadhan Mahfiroh Krisnaya Widyastuti Layla Bonita Salsabila Lintang Kurniawati Luluk Ria Rakhma Magistra Ammar Alghifari Martianny, Dewi Nabila Maulina Dita Amelia Melati Pujianti Merlin Anugraheni Mochamad Bagoes Nata Samudra Mochammad Imron Awalludin Muhammad Rafly Nugroho Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Nabila Nur Farestiana Nasywa Nadhifa Qonita Putri Nendika Dyah Ayu Murika Sari Niken Asih Pangastuti Niken Asih Pangastuti Ningtyas, Puput F.E. Norma Diena Amalia Norma Diena Amalia Nur Jihan Anggraini Nurmala Dewi, Nurmala Pangastuti, Niken Asih Partya, Cheylla Evalia Bintang Pradita Wahyuningtyas Pramudya Kurnia Pramudya Kurnia Pratama, Clarisa Imelia Agustin Sanja Prayudhi, Laily Maulidya Kusumaning Puspitasari, Dyah Intan Qurrota'aini, Nafila Happy Rahma, Finna Armita Rahmaningtyas, Anindya Ramadhani, Nanda Sintya Ramadhoni, Farhan Dian Rini Anggita rossy pratiwi Salma Khoirunnisa Saputra, Muhammad Rhaufly Dwi Arga Satrio Wiyono Septiyana, Nur Azizah Dewi Septriyani Kaswindiarti Serin Izzatut Taqiyah Setia Asyanti Shodikin, Ahmad Ari Sintya Bella Pratiwi Siswa Oktaviani Pratiwi Siti Noor Aulya Faridha Siti Zulaekah Sudrajah Warajati Kisnawaty Syah Falaifi, Faqih Jibran Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tri Nawang Wulan Nurhayati Umi Kurniawati Wachid Yahya Wardana, Agung Setya Widianto, Shafwan Rafif Widyastuti, Andhika Nara Vista Widyawati, I Gusti Ngurah Wiwik Wuandari Wuandari, Wiwik Yudiatna, Clara Cessa Putri Yuriza Agustin Zerlind, Anas Tasya Ardea Zulfiana Nurlaili Zulia Setiyaningrum Zulia Setiyaningrum