Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS ANTI JERAWAT EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP Staphylococcus epidermidis SECARA IN SILICO DAN IN VITRO Meliana, Sekar; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Marissa Angelina
Berita Biologi Vol 25 No 1 (2026): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2026.13447

Abstract

Keanekaragaman hayati di Indonesia yang melimpah menjadikan tanaman obat sebagai sumber potensial penemuan obat baru di tengah meningkatnya resistensi antibiotik. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) adalah salah satu tanaman yang kaya akan senyawa bioaktif, termasuk flavonoid, dan telah terbukti memiliki beragam aktivitas terapeutik, termasuk antibakteri. Jerawat, masalah kulit umum yang disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus epidermidis, sering menunjukkan resistensi terhadap antibiotik konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi buah mahkota dewa terhadap S. epidermidis secara in silico dan in vitro melalui identifikasi kandungan kimia. Metode yang digunakan untuk uji in silico yaitu penambatan molekuler terhadap reseptor Filamenting temperature-sensitive mutant Z (FtsZ) yang merupakan salah satu protein utama pada Staphylococcus epidermidis. Metode pengujian in vitro dilakukan melalui penentuan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM). Hasil LC-HRMS pada ekstrak dan dua fraksi menunjukkan beberapa senyawa aktif seperti quercetin dan naringenin yang berpotensi sebagai agen antijerawat. Hasil in silico menunjukkan bahwa semua ligan uji berpotensi sebagai inhibitor protein FtsZ Staphylococcus epidermidis dengan nilai energi afinitas yang lebih tinggi dari tetrasiklin sebagai ligan pembanding. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi etil asetat, dan fraksi butanol buah mahkota dewa memiliki nilai KHM yang berkisar pada konsentrasi 0,25-1% dan KBM pada konsentrasi 0,25-1%. Berdasarkan hasil pengujian in silico dan in vitro dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi buah mahkota dewa memiliki potensi sebagai agen antijerawat.
Tingkat Kontaminasi Tembaga dan Timbal pada Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Eko Purnomo; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Anto Budiharjo; Arina Tri Lunggani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1378-1384

Abstract

ABSTRAKPencemaran polutan logam berat tembaga (Cu) dan timbal (Pb) di perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (PTES), diakibatkan oleh dampak aktivitas pelabuhan, pelayaran, proses industri dan buangan limbah domestik perkotaan. Hal ini berdampak negatif pada keberlanjutan ekosistem akuatik dan masyarakat setempat, sehingga diperlukan kajian terkait pencemaran logam berat tembaga dan timbal di perairan PTES. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan referensi mengenai kondisi terkini terkait tingkat pencemaran logam Cu dan Pb di perairan PTES, serta membandingkan tingkat cemaran terhadap standar kualitas lingkungan. Metode penelitian ini mengukur konsentrasi Cu dan Pb pada lapisan sedimen dan perairan di tiga stasiun sampling. Metode pengukuran logam Cu dan Pb menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Data konsentrasi logam berat yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar kualitas sedimen (Sediment Quality Guidelines, SQG) dari U.S. Environmental Protection Agency (US EPA) untuk sampel sedimen dan standar PP RI No. 22 Tahun 2021 untuk sampel air, untuk mendapatkan status cemaran Cu dan Pb. Berdasarkan hasil kajian, status cemaran Cu dan Pb di sedimen berada dalam kategori tidak tercemar (SQG US EPA). Dimana konsentrasi logam berat tertinggi berada pada stasiun 1 dengan konsentrasi Cu yaitu 10.99 ppm dan konsentrasi Pb yaitu 0.03 ppm. Sedangkan status cemaran Cu dalam perairan berada dalam kategori aman dengan konsnetrasi Cu pada semua stasiun yaitu 0.01 ppm. Sementara itu, status Pb dalam perairan berada di atas baku mutu dan tercemar berdasarkan PP RI No. 22 Tahun 2021, dengan konsentrasi Pb pada ketiga stasiun yaitu 1.00 ppm, 1.20 ppm dan 1.60 ppm. Konsentrasi logam berat terutama Pb di perairan dapat mempengaruhi ekosistem akuatik, prioritas penanganan dan penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengupayakan teknologi remediasi logam berat di perairan PTES. ABSTRACTThe contamination of heavy metals, particularly copper (Cu) and lead (Pb), in the waters of Tanjung Emas Port, Semarang (PTES), is primarily attributed to maritime operations, industrial processes, and domestic waste. This pollution poses significant threats to the sustainability of aquatic ecosystems and the well-being of surrounding communities. Therefore, an in-depth assessment of Cu and Pb pollution in PTES waters is urgently needed. This study aims to provide an updated reference on the current levels of Cu and Pb contamination in the PTES waters and to compare these concentrations against established environmental quality standards. The research methodology involved measuring Cu and Pb concentrations in both sediment and water samples collected from three stations. The levels of Cu and Pb were determined using AAS. The obtained heavy metal concentration data were compared against the Sediment Quality Guidelines (SQG) set by the US EPA for sediment samples, and the Indonesian Government Regulation (PP R1) No. 22 of 2021 for water samples. The study revealed that the contamination status of Cu and Pb in sediments was classified as "unpolluted" based on the SQG US EPA. The highest concentrations were recorded at Station 1, with Cu at 10.99 ppm and Pb at 0.03 ppm. Copper contamination in water samples from all stations was found to be within safe limits. However, Pb concentrations in water samples exceeded the quality standards set by PP RI No. 22 Tahun 2021, indicating a polluted status. Pb concentrations were recorded at 1.00 ppm, 1.20 ppm, and 1.60 ppm across the three sampling stations, respectively. The elevated levels of Pb in the aquatic environment could significantly impact the local ecosystem, highlighting the urgent need for prioritizing mitigation measures and advancing further research for developing and implementing effective heavy metal remediation technologies in the waters of PTES.
Co-Authors Agung Suprihadi Agung Suprihadi Agus Sabdono Agus Setiadi Agus Subagio Alfiatuzzahra, Diva Anggoro, Naufal Sebastian Annisa Fadillah Annisa Nur Ayuningtyas Anto Budiharjo Anto Budiharjo Ardan, Kanaya Chandra Ajeng Sotya Arina Tri Lunggani Arina Tri Lunggani Aris Ismanto Asih Rismiarti, Asih Athried Elsima Az-Zahra, Salwa Zubaidah Azis Rifai Badzlin, Zahrah Syahmina Baskoro Rochaddi Bintoro Rudi Saputro, Bintoro Rudi Budi Raharjo Chatarina Umbul Wahyuni Choirunnisaa, Nadia Maharani Jasmine Christina Ratna Handayani, Christina Ratna Christina Retna Handayani, Christina Retna Clara Yully Diana Ekaristi Denis Denny Nugroho Sugianto Denny Nurkertamanda Dinalhaq, Putri Cahya Dinda Khairunnisa, Dinda Djuara P Lubis Doktorasaintifika, Heradita Kaniaazzahra Dudi Hardianto, Dudi Eiffeliena Nur'aini Fisikaningputri Purwienanti Eko Purnomo Eko Purnomo Elke Gildantia Elsima, Athried Endang Dwi Purbajanti Endang Kusdiyantini Erfianti, Tia Fiona Aqhila Dewi Fitri Arum Sasi, Fitri Arum Furgeva, Natasha Gentur Handoyo Hadi Endrawati Hapsari, Hererapratita Aysha Heksa Raihan Hererapratita Aysha Hapsari Herida, Azalia Puspa Hersugondo Hersugondo Herusugondo Herusugondo Hidayati, Bintang Nurul Imam Misbach Imam Mishbach Indah Sulistyarini Indras Marhaendrajaya Is Helianti IS HELIANTI Isnaeni, Aissya Safriliana Istiana, Rohma Ita Widowati Izzudin, Maulana Zidan Jihadi, Muhammad Shulhan Joedono Soedarsono Joedoro Sudarsono Karima, Radhita Kurniantoro, Vangga Deswanto Prasetyo Kurniawati, Mufida Budi Lilis Sugiarti Lilis Sugiarti Lina Mulyawati Maharani, Prabaswara Nasywa Maria, Atina Marissa Angelina Maulidya, Shaula Dzikra Mawarni, Shelina Nurunnisa Maya Aresteria Meliana, Sekar MG Isworo Rukmi Monalita, Ramadhebi Muhammad Amal Nurhakim, Muhammad Amal Muhammad Anwar Djaelani Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Iskandar Zulkarnain Muhammad Mulyadi, Muhammad Muhammad Zainuri Mulyawati, Lina Natasha Furgeva Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Okti Hajeng Kristiadi Pasha, Muhammad Affan Rahayu, Annisa Rizky Razana, Aqila Khaira Rejeki Siti Ferniah Retno Hartati Risma Wiharyanti Rizko, Nurmalisa Robertus Triaji Mahendrajaya Roslenawati Roslenawati Rudhi Pribadi Safirah, Dearesty Sarwo Edi Wibowo, Sarwo Edi Shasabila, Analies Devi Siti Maimunah Siti Nur Jannah Siti Nur Jannah Solly Aryza Sonny Abdi Setiyawan, Sonny Abdi Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Pujiyanto Sri Rustini Subagiyo Subagiyo Sulis Setyowati, Sulis Suryani, Oda Gracia Ariela Sutrisno Anggoro Tony Hadibarata, Tony Tri Rahayu, Hesti Triwibowo Yuwono Wahyu Dewi Utari Haryanti Wahyuningsih, Candra Wardaja, Bodhicitta Widianingsih Widianingsih Wijanarka Wijanarka Yann Hardivillier Yason Lukman Sudjito, Yason Lukman Yosef Purwoko Yoshua Mario Sumbodo Yudi Yunanto Yumna Rahmadias Hanifa Yunior William Susanto Yuvita Muliastuti