p-Index From 2021 - 2026
10.825
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Kreatif Kontinu: Jurnal Penelitian Didaktik Matematika SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika AKSIOMA Jurnal Gantang Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika PRISMA INSPIRAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika (JUDIKA EDUCATION) Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika SIGMA MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Journal of Classroom Action Research Studies in Philosophy of Science and Education Aksioma DedikasiMU: Journal of Community Service Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Edumatika Postulat : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia JME (Journal of Mathematics Education) Jurnal Pendidikan MIPA Mathematics Education Journal Journal on Mathematics Education Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako JME (Journal of Mathematics Education) AKSIOMA Mathema: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Didaktik Matematika 12 Waiheru JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran)
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI PECAHAN BENTUK ALJABAR Rofi Julian S; Sudarman Bennu; Rita Lefrida
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Palu dalam menyelesaikan soal operasi pecahan bentuk aljabar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 siswa yang diambil dari siswa kelas VIIIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa yaitu kesalahan konseptual dan kesalahan prosedural. Kesalahan konseptual meliputi kesalahan konsep, prinsip, dan fakta. 1) Kesalahan konsep yang dilakukan yaitu: a) kesalahan tidak menyamakan penyebut pada operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar dengan penyebut berbeda, b) kesalahan konsep penjumlahan suku yang sejenis, c) kesalahan konsep pembagian pecahan bentuk aljabar yaitu kesalahan tidak membalik pecahan dari pembilang menjadi penyebut atau dari penyebut menjadi pembilang dan d) kesalahan memahami sifat disributif perkalian bentuk aljabar, 2) kesalahan prinsip yaitu kesalahan menenetukan pecahan yang senilai, dan 3) kesalahan fakta yaitu: a) kesalahan tidak menuliskan tanda negatif pada hasil operasi yang seharusnya bernilai negatif dan b) kesalahan menuliskan variabel. Kesalahan prosedural meliputi 1) kesalahan prosedur tidak lengkap yaitu: a) kesalahan tidak menyederhanakan pecahan bentuk aljabar kebentuk yang sederhana dan b) kesalahan tidak mengoperasikan jawaban yang seharusnya dapat dioperasikan, 2) kesalahan mengerjakan sembarang, 3) kesalahan operasi hitung pada bentuk aljabar dan 4) kesalahan menyederhanakan pecahan bentuk aljabar. Kata Kunci : Analisis kesalahan, konseptual dan prosedural, operasi pecahan bentuk aljabar. Abstract: This study aimed to describe the types of errors made by students in grade 19 Palu VIII SMP operation in solving algebraic fractions form. This research is a qualitative research. Subjects were 3 students drawn from 16 graders VIIIC. The results showed that the errors committed students are conceptual mistakes and procedural errors. Conceptual errors include errors of concepts, principles, and facts. 1) misconception is done as follows: a) the error did not equate the denominator of the operations of addition and subtraction fractions algebraic form the denominator is different, b) a misconception summation tribal similar, c) a misconception of the division of fractional algebraic form that the error does not reverse a fraction of numerator becomes the denominator or of the denominator into the numerator and d) errors in understanding the nature disributif multiplication algebraic form, 2) the error principle that the error determining fractions were worth, and 3) the error to the fact that: a) the error did not write a negative sign on the operating results should be negative and b) write error variable. Procedural errors include 1) an error procedure is not complete, namely: a) the error does not simplify fractions algebraic form kebentuk simple and b) the error does not operate an answer that should be operated, 2) errors do any, 3) an operation error count in shape algebra and 4) the error simplify algebra icfractions form. Keywords: error analysis, conceptual and procedural, operations fractional algebraic form.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DI KELAS VII SMP NEGERI 14 PALU Mirnawati Muin; Mustamin Idris; Rita Lefrida
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 4 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran langsung di kelas VII SMP Negeri 14 Palu. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu perbedaan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran langsung di kelas VII SMP Negeri 14 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan One-Shot Case Study Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 14 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 dan terdiri dari 10 kelas yang berjumlah 270 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah siswa kelas VII Kenanga sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas VII Matahari sebagai kelas kontrol yang berjumlah 27 orang. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 72,63 dengan standar deviasi 15,27 dan kelas kontrol 63,58 dengan standar deviasi 13,89. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung = 2,30 dan ttabel = 2,000 pada taraf signifikan 0,05, karena nilai thitung > ttabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe NHT, model pembelajaran langsung, hasil belajar. Abstract: The objective of this research is to know the difference of students achievement on addition and substraction of integer with using cooperative learning of NHT and direct learning in grade VII SMP Negeri 14 Palu. The hypothesis of this research is the difference of students achievement on addition and substraction of integer with using cooperative learning of NHT and direct learning in grade VII SMP Negeri 14 Palu. This research is experimental quantitative research with the research design using One-Shot Case Study Design. The research population is all students of grade VII SMP Negeri 14 Palu in the academic year 2016/2017 with 270 students. The sampling technique is done by simple random sampling. Classes which in the research samples are grade VII Kenanga as the experimental grade which consist of 27 students and grade VII Matahari as the control grade which consist of 27 students. From the achievement of data analysis, it obtained an average value of experimental grade is 72,63 with the deviation standard is 15,27 and the average value of control grade is 63,58 with the deviation standard is 13,89. Based on the hypothesis test calculations obtained tcount = 2,30 and ttable = 2,000 at the significant level of 0.05, because the value tcount > ttable , then H1 is accepted and H0 is rejected. So that it can be concluded that there is significant diference of achievement among students who follow the cooperative learning of NHT with the students who follow the direct learning. Keywords: Cooperative learning of NHT, direct learning, achievement.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH BANGUN RUANG SISI DATAR OLEH SISWA SMP DITINJAU DARI KECERDASAN VISUAL-SPASIAL Nur’aini Jafar; Sukayasa; Rita Lefrida
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 4 No. 4 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah bangun ruang sisi datar oleh siswa SMP yang memiliki kecerdasan visual-spasial. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 1 (satu) orang. Subjek dipilih berdasarkan hasil tes kecerdasan majemuk dengan melihat tingkat kecerdasan visual-spasial yang dominan. Pemecahan masalah pada penelitian ini mengacu pada langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) profil pada saat memahami masalah, subjek memahami kalimat pada masalah yang berikan. Subjek dapat menemukan informasi mengenai hal-hal yang diketahui dan ditanyakan. (2) Profil pada saat menyusun rencana pemecahan masalah, subjek melihat keterkaitan dari informasi pada masalah yang diberikan untuk mencari informasi baru yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. (3) Profil pada saat melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek menghubungkan antara informasi-informasi yang diperoleh, pengalaman, serta pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya untuk dapat memecahkan masalah. (4) Profil pada saat memeriksa kembali jawaban, subjek melakukannya dengan cara melihat-lihat serta sesekali menghitung hasil pekerjaannya. Kata kunci : Profil pemecahan masalah, bangun ruang sisi datar, kecerdasan visual-spasial. Abstrac: This study aimed to describe the problem solving polyhedron by junior high school students who have visual-spatial intelligence. The research was conducted in SMP Negeri 5 Palu. This research is a qualitative research. Subjects in this study amounted to 1 (one) person. Subjects were selected based on multiple intelligence test results given the level of visual-spatial intelligence are dominant. Solving the problem in this study refers to measures Polya problem solving. The results showed that (1) profile at the time to understand the problem, the subject understand the sentence on a given problem. The subject can find information about things that are known and questioned. (2) When designing the profile to solving the subject see the interconnectedness of information on a given issues to find new information that could be used to solve the problem. (3) Profiles when implementing plan problem-solving, the subject of linking the information obtained, experience and knowledge that has been previously studied in order to solve the problem. (4) Profile of the time of check answer, subjects do it by sight-seeing and occasional calculate his work. Keywords: Profile problem solving; polyhedron, visual-spatial intelligence.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPA F SMA NEGERI 1 PARIGI PADA MATERI BARISAN DAN DERET I Made Sudarsana; I Nyoman Murdiana; Rita Lefrida
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian,ini,bertujuan,untuk,mendeskripsikan,penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi barisan dan deret di kelas X IPA F SMA Negeri 1 Parigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Tanggart yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian,adalah siswa kelas X IPA F SMA Negeri 1 Parigi yang berjumlah 40 orang siswa. Pada penelitian ini juga dipilih 3 orang informan untuk keperluan wawancara dengan kualifikasi kemampuan tinggi, sedangdan rendah. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi materi barisan dan deret di kelas X IPA F SMA Negeri 1 Parigi yaitu dengan fase-fase: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyajikan/menyampaikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) evaluasi, dan 6) memberikan penghargaan. Kata Kunci: kooperatif tipe STAD, hasil belajar, barisan dan deret. Abstract: The purpose of the research is to describe the application of cooperative learning of STAD to improve student learning outcomes in the sequence and series of material in class X IPA F SMA Negeri 1 Parigi. Kind of this research is classroom action research. The design of research refered to the Kemmis and Mc. Taggarts is planning, implementation of the acting, observating and reflecting. The subject were students of class X IPA F SMA Negeri 1 Parigi totaling 40 students. In this study also have 3 people informant for the purpose of qualifying an interview with the ability of high, medium and low. This research was conducted in two cycles. Data of this research was collected through observation sheet, interview, note fields and tes. The result of the research showed that the application of cooperative learning type STAD can improve student’s learning outcomes on sequence and series material in class X IPA F SMA Negeri 1 Parigi that is with the phases: 1) Phase outlines the objectives and motivate, 2) phases present or impart information, 3) phases of organizing students into learning groups, 4) phase guide the group work and learning, 5) an evaluation phase and, 6) the award phase groups. Keyword: cooperative STAD, student echievment, sequence and series.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HUBUNGAN SUDUT PUSAT, PANJANG BUSUR, DAN LUAS JURING LINGKARAN DI KELAS VIIIB SMP ISLAM TERPADU QURROTA A’YUN PALU Winda Fitriyanti; Abdul Hamid; Rita Lefrida
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi hubungan sudut pusat, panjang busur, dan luas juring lingkaran di kelas VIIIB SMP Islam Terpadu Qurrota A’yun Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIB SMP Islam Terpadu Qurrota A’yun Palu, dan dipilih 4 orang siswa sebagai informan yang terdiri dari 2 orang berkemampuan rendah, 1 orang berkemampuan sedang, dan 1 orang berkemampuan tinggi. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT, yakni: 1) pengelompokkan dan penomoran, 2) pengajuan pertanyaan, 3) berpikir bersama, 4) menjawab. Hasil penelitian: 1) ketuntasan belajar klasikal siswa pada tes akhir tindakan siklus I mencapai 53,84%, dan pada siklus II mengalami peningkatan, yaitu diperoleh 77,77%, 2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I mencapai 78% dengan kriteria baik, dan pada siklus II mencapai 86% dengan kriteria sangat baik, 3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I mencapai 72% dengan kriteria baik, dan pada siklus II mencapai 84% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT), Hasil Belajar, Hubungan Sudut Pusat, Panjang Busur, dan Luas Juring Lingkaran. Abstract: The purpose of this research was to get description of the implementation of Numbered Heads Together (NHT) type of cooperative learning model, at the relationship of central angle, arc length, and sector area of circle material, in grade VIIIB SMP Islam Terpadu Qurrota A’yun Palu. Type of this research is classroom action research (CAR). Design of the research refers to Kemmis and Mc. Taggart research design which comprised by four components: 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) reflection. Subject of this research were students of class VIIIB SMP Islam Terpadu Qurrota A’yun Palu, then 4 students were chosen to become informants which consisted of 2 persons have low ability, 1 person has medium ability, and 1 person has high ability. The data of this research was qualitative and quantitative datas, Datas collecting techniques were observation, test, interview, and field notes. This research conducted in two cycles. The results showed that the aplication of NHT type of cooperative learning model can improve students learning outcomes by following NHT phases, consisting of: 1) grouping and numbering, 2) questioning, thingking together, and 4) answering. The result of this research: 1) percentage of students test outcomes on 1st cycle reached 53,84%, and on 2nd cycle reached 77,77%, 2) percentage of teacher observation activities on 1st cycle reached 78% by the criteria of good, and on the 2nd cycle reached 86% by the criteria of very good, 3) percentage of students observation activities on 1st cycle reached 72% by the criteria of good, and on the 2nd cycle reached 84% by the criteria of very good. Keywords: Numbered heads together (NHT) type of cooperative learning model, learning outcomes, relationship of central angle, arc length, and sector area of circle.
PENERAPAN LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN MASALAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SOAL CERITA KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG DI KELAS VII A SMP NEGERI 19 PALU Mufidah; Bakri Mallo; Rita Lefrida
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 4 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi soal cerita keliling dan luas persegi panjang di kelas VII A SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Penelitian dengan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya ini terdiri atas empat langkah, yaitu (1) memahami masalah, (2) membuat perencanaan, (3) melaksanakan perencanaan, (4) melakukan pengecekan kembali. Pada langkah I siswa menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal dengan memahami isi dari soal tersebut; pada langkah II siswa membuat rencana yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal seperti menentukan rumus yang sesuai; pada langkah III siswa melaksanakan apa yang sudah direncanakan dari tahap sebelumnya dan siap melakukan perhitungan dengan segala macam data yang diperlukan termasuk konsep dan rumus yang sesuai; pada langkah IV siswa mengecek kembali hasil yang mereka peroleh dari tahap melaksanakan perencanaan dan selanjutnya membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan peningakatan pada ketuntasan belajar klasikal dari menjadi pada siklus I. Pada siklus II menjadi dan diperoleh peningkatan aktivitas siswa dan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita keliling dan luas persegi panjang di kelas VII A SMP Negeri 19 Palu. Kata kunci: Langkah-Langkah Pemecahan Masalah Polya, Hasil Belajar, Soal Cerita, Persegi Panjang. Abstract:The purpose of this study was to describe the application of measures by Polya problem solving to improve student learning outcomes in the material about stories circumference and area of a rectangle in class VII A Junior High School 19, Palu. This study is a Class Action Research (CAR), which refers to the study design was developed by Kemmis and Mc. Taggart which consists of four components: 1) planning, 2) action, 3) observation and 4) reflection. Research with the troubleshooting steps according Polya consists of four steps: (1) understand the problem, (2) planning, (3) to carry out planning, (4) checking back. In the first step the students write down what is known and asked of matter by understanding the content of the question; in step II students create a plan that will be used in solving problems such as determining the appropriate formula; in step III students implement what is already planned from the previous stage and ready to perform calculations with all kinds of necessary data including the concepts and formulas are appropriate; in step IV student-check their results from the next phase of implementing the planning and making inferences. The results of this study indicate peningakatan on classical learning completeness of 75% to 81.3% in cycle I. In the second cycle to 88.2% and obtained an increase in activity of student and teacher activities from the first cycle to the second cycle with the criteria very well. Based on these results, we can conclude that the adoption of measures by Polya problem solving can improve student learning outcomes in solving story circumference and area of a rectangle in class VII A Junior High School 19 Palu. Keywords: Step-by-Step Problem Solving by Polya, Results Learning, Problem Stories, Rectangle.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI JARAK DALAM RUANG DIMENSI TIGA DI KELAS X MIA 2 MAN 1 PALU Rezky Hari Sentosa; Gandung Sugita; Rita Lefrida
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan pendekatan saintifik untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi jarak dalam ruang dimensi tiga di kelas X MIA 2 MAN 1 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan pema-haman siswa pada materi jarak dalam ruang dimensi tiga dengan mengikuti langkah-langkah yaitu: (1) mengamati, siswa mengamati gambar, peristiwa maupun benda sekitar yang menunjukkan jarak dalam ruang dimensi tiga. (2) menanya, peneliti dan siswa melakukan tanya jawab terkait hal yang diamati. (3) menalar, siswa mengolah data yang diperoleh dari kegiatan menanya untuk memperoleh kesimpulan. (4) mencoba, siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. (5) mengkomunikasikan, siswa bersama kelompoknya mempresen-tasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Kata kunci: Pendekatan Saintifik, Meningkatkan Pemahaman, Jarak Dalam Ruang Dimensi Tiga. Abstract: This study aims to obtain a description of the application of the scientific approach to enhance students' understanding on the main topic within the distance insolid geometry space in the class X MIA 2 MAN 1 Palu. This research is a classroom action research. The research design refers to the design of research Kemmis and Mc. Taggart, namely planning, action and observation, and reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the apply of the scientific approach can enhance students' understanding on he main topic within the solid geometry space by following these steps: (1) observe, students observe pictures, events or objects around which shows the distance in three-dimensional space. (2) ask, researchers and students conduct a question and answer related to that observed. (3) reasoning, the students process the data obtained from the activities ask for the conclusion. (4) try, students worked in groups LKS. (5) communicating, the student and his group presented the group's work to the class. Keywords: Scientific Approaches, Improving Comprehension, Distance in solid Geometry Space.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GRADIEN DI KELAS VIII A1 SMP NEGERI 14 PALU Rahmawati Dahlan; Ibnu Hadjar; Rita Lefrida
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gradien di kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gradien di kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu yaitu dengan fase-fase sebagai berikut: 1) memberikan orientasi, guru menjelaskan aturan main dalam menggunakan model pembelajaran TPS dan batasan waktu untuk tiap fase kepada siswa, 2) think (berfikir secara individu), guru memberikan LKS kepada seluruh siswa dan siswa mengerjakan LKS secara individu, 3) pair (berpasangan), guru mengelompokkan siswa secara heterogen berdasarkan hasil tes awal, 4) share (berbagi jawaban dengan pasangan lain) guru meminta setiap kelompok berbagi dengan kelompok lain tentang hasil diskusi mereka dan 5) penghargaan, siswa dinilai secara individu dan kelompok dan siswa yang memiliki skor tertinggi akan diberikan penghargaan. Kata Kunci: Kooperatif; Think Pair Share; Hasil Belajar; Gradien. Abstract: The purpose of this research was to obtain a description that applying cooperative learning type Think Pair Share (TPS) that can Improve Student’s Learning out comes on gradient material in class VIII A1 SMP Negeri 14 Palu.This research is classroom action research which refers to Kemmis’ and Mc.Taggart’s research design that including are planning, doing, observation and reflection. The results of the research showed that the application of cooperative learning type TPS can improve student’s learning outcomes on gradient material in class VIII A1 SMP Negeri 14 Palu, it follow the phases: 1) provide orientation,the teacher explains the rules of the game in using application learning of TPS and the time limit for each phase to the students, 2) think (individual thinking) the teacher distributes LKS to all students and students working individually, 3) pair (pairs) teachers classify students heterogeneously based on initial test results, 4) share (share answer with other partner) the teacher asks each group to share with other groups about the results of their discussion and 5) awards, students are assessed individually and groups and students who have the highest score will be awarded. Keywords: Cooperatif; Think Pair Share; Learning outcomes; Gradient.
PROFILE OF UNDERSTANDING THE CONCEPT OF PYTHAGORAS THEOREM OF CLASS VIII STUDENTS IN TERMS OF COGNITIVE STYLE Nita Nita; Alfisyahra Alfisyahra; Rita Lefrida; Pathuddin Pathuddin
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 9 No. 1 (2024): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v9i1.2126

Abstract

Students' concept understanding needs to be profiled so that teachers can find out the level of description and understanding of students' mathematical concepts. The purpose of this study was to describe how the understanding of students of SMP Negeri Model Integrated Madani Palu in understanding the concept of pythagorean theorem in terms of cognitive style Field Independent (FI) and Field Dependent (FD). This type of research is descriptive with qualitative approach. The subjects in this study were students of class VIII Kihajar Dewantra SMP Negeri Model Integrated Madani Palu consisting of one student cognitive style Field Independent and one student cognitive style Field Dependent selected based on the results of the GEFT test. The instruments used in this study were GEFT test, concept understanding questions and interview guidelines. The results showed that students with Field Independent cognitive style can solve problems well based on indicators of concept understanding compared to students with Gield Dependent cognitive style. Based on these conditions, in the learning process the teacher should pay attention to the learning model used in learning activities
STUDENTS' THINKING PROCESS IN SOLVING PROBLEMS IN TERMS OF GUARDIAN AND IDEALIST PERSONALITY TYPES Nur Islamiyah; Rita Lefrida; Nurhayadi Nurhayadi; Sutji Rochaminah
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 9 No. 1 (2024): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v9i1.2104

Abstract

This study aims to describe the thought process of students in solving problems in terms of personality types guardian and idealist in class XI SMA Negeri 5 Palu. This research is a qualitative descriptive research. The main instrument in this research is the researcher himself and supporting instruments are The Keirsey Temperament Sorter (KTS), math the problems, and interviews. The results of this study show that guardian students and idealist students are able to perform all stages of the thinking process in solving math problems, namely receiving information, processing information, and forming conclusions. Guardian and idealist students at the stage of receiving information read the problem well. Guardian students read enough once to understand the problem, while idealist students read repeatedly to understand the problem. At the information processing stage, guardian students can explain the problem solving plan while idealist students have difficulty explaining the solution plan. At the conclusion formation stage, guardian students consistently solve the problem according to what was previously planned. idealist students at the conclusion formation stage can solve the problem even though at the information processing stage they cannot explain the solution plan.
Co-Authors Abd. Hamid Abdul Hamid ABDUL HAMID Agung Lukito AGUNG LUKITO Ain, Nur' Alfisyahra Alfisyahra Alfisyahra . Alfisyahra Alfisyahra Alfisyahra Alfisyahra Alfisyahra, Alfisyahra Alfisyhara, Alfisyhara Almahdali , Muh Ikbal Amelia, Kadek Devy Amelia, Reski Amelia, Risna Ana Puji Lestari Ana Puji Lestari Andini Putri Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Arivi, Maharani Agustina Arnisah, Sitti Arsyil Waritsman Aswandi Aswandi Asyita Asyita Auliyah, Rifqah Awaludin Awaludin, Awaludin Ayu Qonita Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri Bakri Bakri Bakri M Bakri M Bakri M Bakri Mallo Bakri Mallo Baso Amri Baso Amri Besse Nur Anisa Charlie Alva Basompe Dahlan, Rahmawati Dahlia Dahlia Dasa Ismaimuza Desak Ketut Permatasari Desti Pujiarsih Dita Mustapa Dsiya Auralia Askanita Dwi Warli Dyah Permata Elis Safira Karindah Elsa Febriasari Evie Awuy Fahrur Razi Faisal Faisal Fajriani Fajriani Fajriani Fajriani Fani, Sri Fazlika, Jihan Febriasari, Elsa Febrina Hajiroh Fitriyanti, Winda Gandung Sugita Gandung Sugita Guci, Ammar Abdullah Joni Haerani, Novianti Hajerina Hajerina Hamsiana, Hamsiana Hasbi, Muh Hermin, Arwini Puspita Hikber Todongi Husna, Radhiatul I Luh Restini I Made Sudarsana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana Ibni Hadjar Ika Citra Pratiwi Indradewa, Rhian Indri Yani Indriana Indriana, Indriana Ira Firanda Gumita Islam, Fahrul Jaeng, Maxinus Jihan Fazlika Julian, Rofi S Kamaruddin, Kamarudin Kamarudin Kamarudin Kanarasi, Yabes Maxrobin Karniman, Tegoeh S Karniman, Tegoeh S. Khasanah, Tri Nur Lainawa, Mohamad Ruslan Lembang, Ulvina Tangke M, Bakri Ma'abud, Yusril Y Mahdayani Mahdayani, Mahdayani Mansur, Meliani Marinus B. Tandiayuk Marinus B. Tandiayuk Marnita Martavina Yustita Pala Martina Martina Maxinus Jaeng Maxinus Jaeng Mery Napitupulu Miranda, Dini Mirnawati Muin Moh. Dhuhri Surya Wirawan Mubarik Mubarik Mubarik Mubarik Mubarik MUFIDAH Mufidah Mufidah Muh Hasbi Muh. Hasbi Muh. Hasbi Muh. Hasbi Muh. Rizal Muh. Rizal Muh. Rizal Muhammad Fitrah Muhammad Fitrah, Muhammad Muin, Mirnawati Musdalifa MUSTAMIN IDRIS Mustamin Idris Mustamin Idris Mustamin Idris Mutia Nurul Ilmi Nasir, Rahma Ningsih, Firnawati Adia Nisa, Ainun Nita Nita Nita Nita nur hayati Nur Islamiah, Nur Nur Islamiyah Nur’aini, Jafar Nurhalizah Nurhalizah Nurhalizah, Nurhalizah Nurhayadi Nurhayadi Nurhayadi Nurhikma, Nurhikma Nursupiamin Nursupiamin, Nursupiamin NURUL AZIZAH Nurviani Alamanda Nur’aini Jafar Padang, Sery Londong Pathuddin Pathuddin . Pathuddin, Pathuddi Pau, Rizki Amalia Sy Pujiarsih, Desti Purwanindina, Atila Maheswari Dewi Putri, Istifanah Maharani Rafiq Badjeber Rahmadiani Rahmadiani Rahmawati Dahlan Ratna Ratna Dwi Oktavia Razi, Muhammad Fahrur Reski Amelia Rezky Hari Sentosa Riri Andini Rizal, Muh Rochmat Wijaya Rofi Julian S Rohmah, Zakiah Rolanza . Rumba, Kevin Angryawan Rydwan Balo Sabila B, Dini Nurul Sari, Septi Rahmita Sasongko, Luddy Bambang Selmi Selmi, Selmi Sentosa, Rezky Hari Sinta, Selviana Siti Hardiyanti Siti Hardiyanti Siti Rahmatia Badari Sitti Nurhaliza Sudarman Bennu Sudarsono Sudarsono . Sukayasa Sutji Rochaminah Syamsiar, Syamsiar Tajuddin Tajudin Tajudin Tatag Yuli Eko Siswono Tatag Yuli Eko Siswono Tegoeh S. Karniman Tina Ulvina Tangke Lembang Uraefatul Jannah Walanda, Richard Albert Walfrandi Yusame Warli, Dwi Welli Meinarni Widi Yanti Wijaya, Rochmat Winda Fitriyanti Wirdania, Wirdania Wisilayasa, I Gede Darma Yunita, Rezki Lola Yustitia K. Zaenudin Zulkfiri S.Pou