p-Index From 2021 - 2026
6.203
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIMENSIA: Jurnal Kajian Sosiologi JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Indonesian Journal of Conservation Abdimas Forum Ilmu Sosial Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Wahana Didaktika KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Solidarity: Journal of Education, Society and Culture UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Ijtimaiya : Journal of Social Science and Teaching Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Progress in Social Development Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Prosiding Seminar Nasional Sasindo Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Journal of Education Research Jurnal Puruhita Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Jurnal Riptek Jurnal Sosiologi Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Solidarity : Journal of Education, Social dan Culture Jurnal Bina Desa Indonesian Journal of Conservation Journal of Community Empowerment Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Forum Ilmu Sosial Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)
Claim Missing Document
Check
Articles

SOCIAL AND CULTURAL PROBLEMS IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL; COMPARATIVE STUDY IN FIVE BOARDING SCHOOL IN JAVA-SUMATRA Restu Tria Anugrah; Rahma Vitranti; Shonia Ummu Khabibah; Ihda Fatrisia; Karni Karni; Salma Putri Adani; Didi Pramono
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 14, No 1 (2022): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v14i1.30507

Abstract

Pesantren is a place to study which is more important education and learning based on religious knowledge. Generations of graduates from Islamic boarding schools are expected to be able to develop and practice knowledge in society in accordance with religious values. Islamic boarding schools that are established in Indonesia certainly have differences, both from the history, learning methods, facilities, problems, and even culture. This study aims to find out the problems and culture in Islamic boarding schools, especially Islamic boarding schools located in Pekalongan , Wonosobo, Banjarnegara, Karawang, and also North Bengkulu. As for the descriptive method with a comparative approach is the method used, which is useful in comparing a phenomenon, event, and also the symptoms that occur. The benefits that can be obtained from the results of conducting this research are that it can provide an overview of the problems are culture that exist in Islamic boarding schools. The results obtained are the similarity of problems such as truancy, ilness, and lack of educator. The differences are the type of pesantren, history, and also complementary facilities. In addition, cleaning the environment has become a culture that is carried out in the five pesantren. The conclusion in this study is that in dealing with problems that arise, the need for cooperation between pesantren residents and mutual support for each other. The differences are the type of pesantren, history, and also complementary facilities. In addition, cleaning the environment has become a culture that is carried out in the five pesantren. The conclusion in this study is that in dealing with problems that arise, the need for cooperation between pesantren residents and mutual support for each other. The differences are the type of pesantren, history, and also complementary facilities. In addition, cleaning the environment has become a culture that is carried out in the five pesantren. The conclusion in this study is that in dealing with problems that arise, the need for cooperation between pesantren residents and mutual support for each other.
GERAKAN MASYARAKAT SAMIN TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN (ANALISIS SEMIOTIK JOHN FISKE DALAM FILM “SAMIN VS SEMEN”) Pramana Herjati Putra Dionchi; Hasna Barara M; Destria Sibarani; Zahra Nabila Luthfianisasa; Dina Puspa Ringga; Didi Pramono
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.122 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2022.18.1.5152

Abstract

Kaum Subaltern merupakan sebutan untuk sesuatu hal yang memiliki keterbatasan akses , dengan kata lain adanya kaum ini dikarenakan adanya proses terpinggirkannya dari segala kemajuan yang berada di sekitar lingkungannya. Seperti halnya masyarakat Samin yang merupakan masyarakat dengan kearifan lokalnya yang terpinggirkan oleh derasnya arus globalisasi. Penelitian ini ditujukan untuk dapat menganalisis hal- hal yang melatarbelakangi masyarakat Samin sebagai kaum subaltern dan bagaimana perjuangan kaum subaltern untuk menyuarakan suaranya dalam film documenter “Samin vs Semen” . Dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan proses analisisnya menggabungkan teori ilmu komunikasi dan juga teori sosiologi , Dimana penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori analisi semiotika John Fiske yang menggunakan tiga level realitas , representasi , dan ideologi . Setelah itu mengidentifikasi hasil analisis dengan teori Subaltern milik Gayatri Spivak. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa di film “Samin vs Semen” terlihat dan teridentifikasi bahwa Masyarakat Samin merupakan kaum Subaltern ¸ Karena mereka adalah masyarakat asli yang terpinggirkan karena adanya pembangunan pabrik semen di daerah tempat tinggal mereka sendiri yaitu di pegunungan Kendeng , Jawa Tengah . Selain itu , masyarakat Samin (Subaltern) ikut aktif dalam menyuarakan penolakan pabrik semen.
ANALISIS TINDAK TUTUR PERLOKUSI DALAM VIDEO WEBINAR “REFORMASI PENDIDIKAN INDONESIA” PADA SALURAN YOUTUBE KEMENDIKBUD RI Tubagus Luthfi Yahya Zaenurie; Ervina Dwi Anggraeni; Didi Pramono; Asep Purwo Yudi Utomo
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22088

Abstract

Salah satu materi mata kuliah pragmatik adalah tentang tindak tutur perlokusi. Menurut Tarigan (2009) tindak tutur perlokusi adalah tindak tutur seseorang saat melakukan sesuatu tindakan dengan mengatakan sesuatu. Sederhananya tindak tutur perlokusi adalah saat seseorang mengatakan sesuatu, kemudian seseorang tersebut meyakinkan pendengar atau penyimak tentang sesuatu yang ia katakan. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk dapat meyakinkan seseorang tentang apa yang telah ia katakan. Berdasarkan hal tersebut maka di buatlah penelitian ini untuk dapat melihat bagaimana seseorang dapat meyakinkan orang lain atas apa yang telah ia katakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tau tentang tindak tutur perlokusi salah satu Menteri di Indonesia yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim. Kondisi pandemi seperti ini membuat Nadiem Makarim sering memberikan nasihat melalui berbagai media massa kepada para pelajar di Indonesia agar tetap semangat dalam belajar. Hal itu menunjukan bahwa Nadiem Makarim dapat meyakinkan pelajar untuk selalu semangat belajar. Selain itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara Nadiem Makarim secara tidak langsung mempengaruhi pendengarnya mengenai apa yang telah ia tuturkan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode menyimak serta memakai teknik simak catat. Data penelitian ini berdasar pada video webinar berjudul “Reformasi Pendidikan Nasional” pada saluran Youtube Kemendikbud RI.  Penelitian ini menghasilkan temuan berupa tuturan ajakan, menakut-nakuti dan perintah. Tindak tutur perlokusi yang ditemukan terdapat penanda tuturan mengajak, menakut-nakuti, dan memerintah. Manfaat penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan dalam bidang pragmatik khusunya pada materi tindak tutur perlokusi dan pengaruh yang di timbulkan dari tuturan tersebut.Kata Kunci: tindak tutur, penutur, efek tuturan, perlokusi, pendengar
TINDAK TUTUR LOKUSI DAN ILOKUSI PADA PEMBELAJARAN SISWA SMP PGRI 1 CILONGOK Irchas Dwika Suryandaru; Agnes Riska Rifatul Imammi; Didi Pramono; Asep Purwo Yudi Utomo
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22084

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tindak tutur jenis lokusi dan ilokusi pada pembelajaran siswa SMP PGRI 1 Cilongok. Tujuan penelitian ini adalah menjabarkan jenis tindak tutur yang guru gunakan saat pembelajaran dalam video pembelajaran yang terjadi di kelas VIII SMP PGRI 1 Cilongok. Artikel penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan ini bersumber dari materi dan video pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berasal dari analisis observasi. Hasil penelitian artikel ini adalah terdapat jenis tindak tutur oleh guru pada proses kegiatan belajar mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 PGRI Cilongok, yaitu tindak tutur lokusi dan ilokusi. Dalam penelitian ini memperoleh empat tuturan untuk jenis tindak tutur lokusi, sedangkan ilokusi berjumlah satu tuturan saja. Tindak tutur lokusi yang ditemukan dan dianalisis tidak memiliki makna ganda dan lugas, sedangkan tindak tutur ilokusi memiliki maksud lain dari makna sebenarnya. Lalu, ditemukan fungsi atau kategori Searle dari ujaran-ujaran tersebut yang terdiri atas fungsi ekspresif dan didominasi oleh fungsi direktif. Oleh karena itu, setiap tindak tutur memiliki sebuah makna dan maksud, namun setiap maksud tersebut harus disesuaikan dengan konteks atau situasi tutur yang sedang terjadi dan melibatkan fungsi yang berbeda. Artikel ini diharapkan memberi manfaat dalam bentuk kontribusi penelitian dalam bentuk pemahaman lebih mendalam terkait tindak tutur dalam pembelajaran antara guru dan peserta didik, khususnya tindak tutur lokusi dan ilokusi. Manfaat lain yang ada dalam penelitian ini adalah memberikan kontribusi dalam penggunaan referensi atau sebagai acuan dalam pembuatan artikel selanjutnya dengan topik tindak tutur jenis lokusi dan ilokusi.Kata-kata kunci: pragmatik, tindak tutur, lokusi, ilokusi
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA PODCAST MUSLIM DAN COKI: “ANGGOTA DPR YANG TERTIDUR SAAT RAPAT"” Andhika Gusti Ramadhan; Iflahul Amal; Didi Pramono; Asep Purwo Yudi Utomo
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22087

Abstract

Tindak tutur dapat diartikan sebagai tindakan yang mengatur cara bertutur yang baik. Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur yang selain berfungsi menginformasikan sesuatu, dapat juga digunakan untuk melakukan sesuatu. Latar belakang kami menyelesaikan jurnal ini selain untuk menambah pengetahuan kami terkait ilokusi juga sebagai tugas akhir mata kuliah pragmatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan, mengidentifikasi, serta mengkaji bentuk-bentuk tuturan ilokusi yang terdapat pada podcast Muslim dan Coki : “Anggota DPR yang Tertidur saat Rapat”. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data yang kami gunakan untuk dapat menyelesaikan penelitian ini menggunakan podcast Muslim dan Coki: “Anggota DPR yang Tertidur saat Rapat ”. Data tersebut kami kumpulkan dengan menggunakan teknik menyimak serta kami mengamati dan mencatat hasil pengamatan kami. Pada penelitian ini kami dapat mengidentifikasi serta mengumpulkan tindak tutur ilokusi pada podcast Muslim dan Coki: “Anggota DPR yang Tertidur saat Rapat”. Setelah peneliti mengadakan penelitian ini, peneliti berharap dapat memberikan ilmu baru serta pemahaman yang lebih mendalam terkait tindak tutur ilokusi yang terdapat pada ujaran dan dapat berguna untuk penelitian-penelitian berikutnya serta dapat memberikan ilmu dan pemahaman baru untuk khalayak ramai.Kata Kunci: ilokusi, tindak tutur, podcast, ujaran, pragmatik
Analisis Stigmatisasi terhadap Perilaku Diskriminasi Agama Leluhur dan Kepercayaan Lokal Nekha Dewi Anggraeni; Adiyatma Rakhmawati; Rochamah Nur Hidayah; Noven Tresandya; Didi Pramono
SOSIETAS Vol 12, No 1 (2022): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v12i1.48067

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran dan penjelasan mengenai stigmatisasi keberadaan agama leluhur dan kepercayaan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kepustakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan penulisan artikel ini. Pada artikel ini penulis memberikan analisisnya mengenai salah satu agama leluhur yang terkena stigma yaitu agama marapu dan juga aliran kepercayaan kebatinan. Penulis juga mencoba untuk menjelaskan mengenai bentuk perilaku diskriminatif terhadap agama dan kepercayaan leluhur yang disertai dengan dampak yang ditimbulkan dari adanya perilaku tersebut. Masih sangat minim bentuk kesadaran dari masyarakat untuk tidak melakukan stigmatisasi terhadap agama leluhur dan juga kepercayaan lokal, maka dari itu diperlukannya literasi pemahaman yang luas terkait masalah ini.
GERAKAN MASYARAKAT SAMIN TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN (ANALISIS SEMIOTIK JOHN FISKE DALAM FILM “SAMIN VS SEMEN”) Pramana Herjati Putra Dionchi; Hasna Barara M; Destria Sibarani; Zahra Nabila Luthfianisasa; Dina Puspa Ringga; Didi Pramono
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.122 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2022.18.1.5152

Abstract

Kaum Subaltern merupakan sebutan untuk sesuatu hal yang memiliki keterbatasan akses , dengan kata lain adanya kaum ini dikarenakan adanya proses terpinggirkannya dari segala kemajuan yang berada di sekitar lingkungannya. Seperti halnya masyarakat Samin yang merupakan masyarakat dengan kearifan lokalnya yang terpinggirkan oleh derasnya arus globalisasi. Penelitian ini ditujukan untuk dapat menganalisis hal- hal yang melatarbelakangi masyarakat Samin sebagai kaum subaltern dan bagaimana perjuangan kaum subaltern untuk menyuarakan suaranya dalam film documenter “Samin vs Semen” . Dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan proses analisisnya menggabungkan teori ilmu komunikasi dan juga teori sosiologi , Dimana penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori analisi semiotika John Fiske yang menggunakan tiga level realitas , representasi , dan ideologi . Setelah itu mengidentifikasi hasil analisis dengan teori Subaltern milik Gayatri Spivak. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa di film “Samin vs Semen” terlihat dan teridentifikasi bahwa Masyarakat Samin merupakan kaum Subaltern ¸ Karena mereka adalah masyarakat asli yang terpinggirkan karena adanya pembangunan pabrik semen di daerah tempat tinggal mereka sendiri yaitu di pegunungan Kendeng , Jawa Tengah . Selain itu , masyarakat Samin (Subaltern) ikut aktif dalam menyuarakan penolakan pabrik semen.
FENOMENA FLEXING DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI AJANG PENGAKUAN KELAS SOSIAL DENGAN KAJIAN TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL Nur Khayati; Dinda Apriliyanti; Victoria Nastacia Sudiana; Aji Setiawan; Didi Pramono
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 9, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.32543

Abstract

AbstrakPenelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskripsi yang dimaksud ialah peneliti menggambarkan berbagai situasi, kondisi, dan berbagai variable. Penelitian ini dengan teknik data sekunder dan pencarian foto di media sosial dalam mencari data yang relevan yang mampu menambah wawasan bagi peneliti. Fenomena flexing dimasukan dalam teori fungsionalisme struktural, flexing menjadi budaya baru dan menjadi tontonan yang menjamur di kalangan msyarakat. Media sosial seperti instagram, tiktok, dan facebook dengan konten  flexing menjadi isu dan diperbincangkan semua kalangan kelas sosial. Memamerkan harta di sosial media bertujuan untuk mendapatkan penghargaan, kehormatan, dan status sosial yang mana kekayaan yang dimiliki belum tentu benar atas kepemilikan aset sendiri. 
Exploiting of Natural Resources as Livelihoods of The Border Citizens in The Sebatik Island, North Kalimantan Brata, Nugroho Trisnu; Wicaksono, Harto; Pramono, Didi
Komunitas Vol 12, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v12i2.24392

Abstract

This study aims to discuss social values of political-economic activities in the community that lives in a village located on the state border and to study the narration of the community toward the existence of the state. This research uses a qualitative method, and the data is collected through observation and interview. The research location is in Sungai Limau Village, Sebatik Tengah District, Nunukan Regency, North Kalimantan Province. This paper shows that in Sebatik Island, especially in Sungai Limau Village, there is a change in the environment . There are many banana trees in that village. In the beginning, bananas are considered to have low economic value. But then, there is a creative idea from one of the local people, which is initiating a processed banana. After being processed, bananas turn out to have higher economic value. They see a marketing opportunity in Tawau City, Sabah, Malaysia, across the state border, and it is hard for them to go through the border. For the local people, the state border is no longer considered a ‘sacred area’ and forbidden to enter. Based on the research, it can be concluded that the environment may seem to have limitations in fulfilling people's needs, but then, there is actually hidden potential of natural resources that can be processed to meet their needs.
The Authority of Kyai Toward the Santri: A Review of Gender Construction at Pondok Pesantren Pramono, Didi
Komunitas Vol 10, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v10i1.8142

Abstract

The purpose of the study are assess the perception of Kyai and students about the gender construction, analyze the power of Kyai in forming gender construction, analyzing the social interactions between Kyai, students, and society. This study used a qualitative approach, with research location is in Al-Hikmah 2 Benda Boarding School Sirampog District, Brebes. Conclusions of the study are Kyai and students have moderate views on the construction of gender, but in practice it is still ambiguous because it could not distinguish between nature and gender. This perception creates stereotypes that lead to the injustices against women, including subordination, marginalization, and the double burden in terms of access, participation, control, and benefits. Gender construction in boarding school reinforced by Kyai’s position in a dialectical process of externalization, objectification, and internalization. The patron-client relationship between Kyai, students, and society further strengthen the position of Kyai as a significant other in the process of gender construction in boarding school.
Co-Authors Adiansyah, Darel Viko Adiyatma Rakhmawati Af'idah, Nabila Zakiyyatul Agnes Riska Rifatul Imammi Ahmad Nafi Aji Setiawan Amaliyah, Khasiatun Ananto, Novian Puji Andhika Gusti Ramadhan Anrichal, Raharditya Antari Ayuning Arsi Apriliyanti, Dinda Aprillianty Belinda Ayu Nadifa Putri Asep Purwo Yudi Utomo Asih, Rizqi Amalia Dwi Atika Wijaya Azkia, Rizka Noor Budiyono, Muhammad Dandy Prayoga Destria Sibarani Devia Fitri Alfiana Dina Puspa Ringga Dinda Apriliyanti Dini Agustin Dzikrillah, Nurfaizzatu Edi Kurniawan Edo Maulana Elly Kismini Elsa Lutmiranita Amanatin Ema Kartika Ervina Dwi Anggraeni Fairuz Quamilla Hilmina Fajar Fajar Fatrisia, Ihda Fauzi, Lesa Fina Nayla Farha Fivi Ananda Amellya Putri Fransiska, Junita Dwi Fulia Aji Gustaman, Fulia Aji Hanafi, Asti Handika Mukti Hanifah, Ulin Hardi Saputro, Iwan Hartati Sulistyo Rini Harto Wicaksono Harto Wicaksono, Harto Hasna Barara M Hendri Irawan Heri Tjahjono Hibban, Muhammad Arkan ida lutfi ayuningtyas Iflahul Amal Ihda Fatrisia Ika Setyowati Indarti, Eka Irawan , Hendri Irchas Dwika Suryandaru Islamy, Amilia Buana Dewi Isnarto, Isnarto Julianto, Dimas Karni Karni Kuncoro Bayu Prasetyo Kurniawan, Muhammad Andi Kusumaningtyas, Zahra Kyarto, Abdullah Fariz Lubna Askhiya , Siti Ma'rifatun Nisa Maharani, Annisa Tetty Manggali, Ratna Maria Ayu Puspita Martanti, Nadia Luki Masrukhi Masrukhi Masrukhi Moh Yasir Alimi Nadya Kamilata Arzaqi Nafisah, Jazilatun Nai’lah Cahaya Putri Naila Rahmaniyatul Wulida Naufal Hafiz Ikhsan Nazaruddin Akhmad Nekha Dewi Anggraeni Ngabiyanto - Ninuk Sholikhah Akhiroh Noven Tresandya Noviani Achmad Putri Nugraheni Arumsari Nugroho Trisnu Brata Nur Khayati Nurul Fatimah Oktavia, Hasna Tri Otniel Linuwih Agung Maulana Pramana Herjati Putra Dionchi Pramudanti, Yolinda Prasetya, Heldi Prayoga, Dandy Radini Sinta, Radini Rahma Vitranti Rahmadani, Anisya Refiyan, Tio Putra Restu Ayu Mumpuni, Restu Ayu Restu Tria Anugrah Rochamah Nur Hidayah Rossi Galih Kesuma, Rossi Galih Rudi Salam Ruhadi Ruhadi Salma Putri Adani Setyawan, Muhamad Andi Shafaa Salsabila Durotul Azis Sholikhah Akhiroh, Ninuk Shonia Ummu Khabibah Siswandi Siswandi Sukrisna Syahwa Putri Restivalia Syakira Desmalia Rizma Syifa Ifada, Hanif Tita U’ut Oktavia Tubagus Luthfi Yahya Zaenurie Tutik Wijayanti Tutik Wijayanti, Tutik Ulum, Jauharul Ulung, Benny Victoria Nastacia Sudiana Vina Nurul Husna Wafiana, Mufita Widhiyanto, Riyadi Winarno, Yohanes Yanitama, Arka Yulianti Bakari Yuniati, Eka Zaematul Mahbubah Zahra Nabila Luthfianisasa Zunitasari, Sindy