p-Index From 2021 - 2026
7.279
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Jurnal Ushuluddin An-Nida' Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam El-Mashlahah Justitia et Pax Jurnal Cahaya Keadilan JOURNAL EQUITABLE Al-Amwal Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies BILANCIA Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu Jurnal Pendidikan dan Konseling Borneo Law Review Journal BENING Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam TERAJU : Jurnal Syariah dan Hukum IJELR: International Journal of Education, Language, and Religion Al-Awqaf: Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam Journal of Nahdlatul Ulama Studies Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan An-natiq: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM KEPRI) Mabahits JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Jurnal Integrasi Ilmu Syariah (Jisrah) QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Millah: Journal of Religious Studies Jurnal Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau Al Barakat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Tahqiqa: Jurnal Pemikiran Hukum Islam At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam El-Uqud: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Multicultural Islamic Education Review Al-Qudwah: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis El Dusturie: Jurnal Hukum dan Perundang-undangan Al-khidmah: Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat ISLAMITSCH FAMILIERECHT JOURNAL Al-Wasatiyah: Journal of Religious Moderation NALAR FIQH: Jurnal Hukum Islam Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Hukum dan Konstitusi Indonesian Journal of Law and Syariah (IJLS) Al Fuadiy: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Cybercrime Dalam Perspektif Hukum Pidana Islam: Tantangan Formulasi Sanksi Di Era Digital Ahmad Farid; Hajid Aflah al-Hafidz; Maulana Firmansyah; Asrizal Saiin
El-Dusturie Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Islam Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eldusturie.v5i1.12671

Abstract

Abstract: Cybercrime from the perspective of Islamic criminal law presents significant challenges in formulating appropriate sanctions in the digital era, particularly as the rapid development of information technology has generated new forms of crime that are not explicitly addressed in classical Islamic legal literature. This study aims to evaluate the extent to which the principles of Islamic criminal law can accommodate the phenomenon of cybercrime and how contemporary ijtihad can be applied to formulate fair and relevant sanctions. Using a normative legal approach through the analysis of classical and contemporary Islamic legal sources, this study finds the necessity of reformulating the concepts of jarīmah and ta‘zīr within the digital context to preserve the continued relevance of Islamic criminal law. This reformulation involves expanding the concept of jarīmah to include the protection of digital data as māl mutaqawwim (legally recognized property) and developing proportionate digital ta‘zīr sanctions based on the severity and impact of the offense. Such reformulation must remain aligned with the objectives of maqāṣid al-sharī‘ah the protection of religion, life, intellect, lineage, and property given that cybercrime poses significant threats to moral and social security. Therefore, the enforcement of Islamic criminal law should emphasize preventive and educational measures while also engaging constructively with positive law to establish a comprehensive and adaptive legal framework responsive to modern technological developments.Keywords: Cybercrime; Islamic Criminal Law; Ta’zir, Digital Era; Sanction Formulation  Abstrak: Kejahatan siber dari perspektif hukum pidana Islam menghadirkan tantangan besar dalam merumuskan sanksi yang tepat di era digital, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi informasi telah melahirkan bentuk-bentuk kejahatan baru yang tidak dibahas secara eksplisit dalam literatur klasik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana prinsip-prinsip hukum pidana Islam mampu mengakomodasi fenomena cybercrime serta bagaimana ijtihad kontemporer dapat diterapkan untuk merumuskan sanksi yang adil dan relevan. Dengan menggunakan pendekatan hukum normatif melalui analisis sumber-sumber hukum Islam klasik dan modern, penelitian ini menemukan perlunya reformulasi konsep jarimah dan ta’zir dalam konteks digital guna menjaga relevansi hukum Islam. Reformulasi tersebut dilakukan dengan memperluas konsep jarīmah pada perlindungan data sebagai māl mutaqawwim dan merumuskan sanksi ta‘zīr digital yang proporsional sesuai tingkat dampaknya. Reformulasi hukuman ini perlu selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah untuk menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, mengingat kejahatan digital juga mengancam keamanan moral dan sosial. Oleh karena itu, penegakan hukum Islam harus mengedepankan aspek preventif, edukatif, serta bekerja sama dengan hukum positif agar tercipta sistem hukum yang komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi modern. Kata Kunci: Kejahatan Siber; Hukum Pidana Islam; Ta’zir; Era Digital; Perumusan
Call for Boycott of Pro-Israel Products in MUI Fatwa: An Analysis of Tafsīr Maqaṣidi Annisa Fitrah; Asrizal Saiin; Anwar M. Radiamoda
Al-Qudwah: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v2i2.29786

Abstract

This research analyzes the call to boycott Israeli products issued by the Indonesian Ulema Council (MUI) from the perspective of maqāṣidic exegesis (tafsīr maqaṣidi). The maqāṣidic approach in interpreting the Qur'an emphasizes the objectives of Sharia (maqāṣid al-sharī'ah), which include the preservation of religion (ḥifẓ al-Dīn), preservation of life (ḥifẓ al-Nafs), preservation of intellect (ḥifẓ al-'Aql), preservation of wealth (ḥifẓ al-Māl), and preservation of the state (ḥifẓ al-Daulah). The MUI's fatwa committee supports the boycott as a form of solidarity, aligning with the principles of justice and humanity in Islam, while also challenging the genocide committed by Israel against the Palestinian people. This paper is a type of library research, utilizing descriptive-analytical analysis. The findings of this research affirm that the boycott is viewed as an act of "amr ma'ruf nahi munkar," an effort to prevent wrongdoing and promote goodness. In the context of ḥifẓ al-Nafs, this boycott aims to protect human life and dignity from oppression. In the context of ḥifẓ al-'Aql, the boycott raises awareness among Muslims about global political and humanitarian issues. From the aspect of ḥifẓ al-Māl, the boycott encourages the ethical use of wealth and supports products not involved in oppression. Lastly, from the perspective of ḥifẓ al-Daulah, the boycott contributes to maintaining domestic stability and influencing foreign policy that supports peace. Moreover, the MUI fatwa on boycotting Israeli products is consistent with the maqāṣid al-sharī'ah, emphasizing the importance of such actions in achieving the welfare of the Muslim community and global society.Abstrak: Penelitian ini menganalisis seruan boikot produk Israel yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari perspektif tafsīrmaqaṣidi. Pendekatan maqashidi dalam menafsirkan Al-Qur'ān menekankan pada tujuan syariah (maqashid syariah), yaitu ḥifẓ al-Dīn(pemeliharaan agama), ḥifẓ al-Nafs (memelihara jiwa/kehidupan), ḥifẓ al-'Aql (memelihara akal), ḥifẓ al-Mal (memelihara harta), dan ḥifẓal-Daulah (memelihara negara). Komisi fatwa MUI mendukung pemboikotan sebagai bentuk solidaritas dan sejalan dengan prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam Islam sekaligus menantang genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina. Tulisan ini termasuk penelitian kepustakaan (library research), dan menggunakan analisis deskriptif-analitik. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa boikot ini dipandang sebagai tindakan amar makruf nahi mungkar, sebuah upaya untuk mencegah kemungkaran dan mempromosikan kebaikan. Dalam konteks ḥifẓ al-Nafs, pemboikotan ini bertujuan untuk melindungi nyawa dan martabat manusia dari penindasan. Dalam konteks ḥifẓ al-'Aql, boikot meningkatkan kesadaran di kalangan umat Islam tentang isu-isu politik dan kemanusiaan global. Dari aspek ḥifẓ al-Mal, boikot mendorong penggunaan harta secara etis dan mendukung produk-produk yang tidak terlibat dalam penindasan. Terakhir, dari sisi ḥifẓ al-Daulah, boikot berkontribusi dalam menjaga stabilitas dalam negeri dan mempengaruhi kebijakan luar negeri yang mendukung perdamaian. Di sisi lain, fatwa MUI tentang pemboikotan produk Israel selaras dengan maqaṣid al-syari’ah, yang menekankan pentingnya tindakan tersebut dalam mencapai kesejahteraan masyarakat muslim dan masyarakat global.
Marriage Registration as an Instrument of Legal Certainty: A Normative Analysis of the Dualism Between National Law and Islamic Law Zahra Tania Rafa; Siti Halimah Tusakdiah; Asrizal Saiin
Jurnal Ad Dustur Vol. 2 No. 2 (2026): Ad-Dustur
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study originates from the background of the essential role of marriage registration in the Indonesian legal system, as the absence of state registration despite the religious validity of marriage through consent (ijab qabul), witnesses, and dowry creates a legal gap that affects social legitimacy and the protection of family rights. The purpose of this research is to analyze the urgency of marriage registration from the perspectives of Islamic law and national law by examining its normative, juridical, and sociological dimensions. Employing a normative legal research method combined with Gustav Radbruch’s theory of legal certainty and the Islamic principles of maqāṣid al-sharī‘ah, this study explores the function of registration in ensuring legal order and protection. The findings reveal that unregistered marriages generate serious consequences, particularly for women and children, including loss of inheritance rights, lack of legal recognition, and increased vulnerability to injustice. The study concludes that marriage registration represents a form of maslahah mursalah and sadd al-dharā’i‘ that aligns with constitutional guarantees, and it plays a dual role as an instrument of rights protection and social justice as well as a safeguard for the sanctity of marriage within the state’s legal framework.
Safari Masjid Cilik: Membangun Karakter Spiritual Anak melalui Masjid Muhammad Rahman; Siti Nurjanah; Siti Nur Aini Dwi Rahmawati; Khoirunnisa Azzahra Sagala; Khairunnisa Azzahra; Bella Saphira; Tira Lufiya; Muhammad Rianto; Roles Janeri; Ari Susandi; Nur Muharram; Asrizal Saiin
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAI Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/khidmatuna.v5i1.1142

Abstract

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran pengurus Masjid Jami’ Al-Mukminin, Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan Kepulauan Riau terhadap menurunnya minat generasi muda dalam memakmurkan masjid. Lokasi masjid yang berdekatan dengan SDN 002 Teluk Sebong menjadi peluang strategis untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan karakter anak. Sasaran kegiatan difokuskan pada anak-anak kelas empat hingga enam sekolah dasar dengan tujuan membangun karakter spiritual sejak dini melalui pendekatan edukasi yang inovatif dan menyenangkan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi singkat mengenai pentingnya mencintai masjid, disertai dengan aktivitas interaktif yang menekankan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri. Pendekatan yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) dengan melibatkan peran aktif masyarakat, orang tua, dan tenaga pendidik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan masjid, serta tumbuhnya dukungan masyarakat terhadap upaya membangun generasi cinta masjid. Dengan demikian, Safari Masjid Cilik menjadi langkah awal dalam menyiapkan generasi penerus yang berkarakter spiritual, sehingga mampu meraih kesuksesan dunia dan akhirat, khususnya di Desa Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan Kepulauan Riau.
Co-Authors Afriadi, Putra Afrizal Nur Agustiar Agustiar Ahmad Chuzairi Ahmad Farid Ahmad Iffan Aidillah Suja Aliem Amsalu Annisa Fitrah Anwar M. Raadiamoda Anwar M. Radiamoda April, Muhammad Ari Hidayat, Muhammad Yayad Ari Susandi Aribbilah, Ilhamuddin Armita, Pipin Asla Annisa Soleha, Putri Asrizal Assril aziwantoro, juni Badarussyamsi, Badarussyamsi Bashori Bashori Bella Saphira Candra Wesnedi Cecep Soleh Kurniawan Darmayanti, Pipit Debana, Muhammad Zaky Dewi Lestari Dina Suci Hasanah Simanungkalit Elviandri, Elviandri Enung Asmaya Farkhani Farkhani Fauzi Fauzi Fery Adi Alwiyon Firdaus Firdaus Freska Salsabila Hajazi, Moh. Zaidi Hajid Aflah al-Hafidz Hasbi Umar Hasibuan, Supri Yadin Hermanto Harun Hilda Amelia, Annisa Humaira Ahmad Ikrom, Dawamil Ilhammuddin Aribbillah Ilhammuddin Aribbillah Karina Talia Putri Khairunnisa Azzahra Khaoirunnisa Azzahra Sagala Khoirunnisa Azzahra Sagala Lola Abellia Lukmanul Hakim M Azmi M TAUFIQ M. Asrafil M. Indra M. Iqbal Maulana Putra Mashair Idris Maulana Firmansyah Maulana Yusuf Maulana Yusuf Maya Duwi Ayunda Moetia Septi Mohamad Karuok Mohd Faizulamri Mohd Saad Muchimah, Muchimah Muh. Rizki Muh. Rizki Muh. Rizki Muhammad April Muhammad Fadhli Muhammad Gilang Aidil Saputra Muhammad Rahman Muhammad Rianto Muhammad Ridho Nur Muhammad Rizki Nadi Putra Nadi Putra Nur Khasanah Nur Muharram Nurhidayati, Riezka Nyoto Nyoto Nyoto, Nyoto Pipin Armita Pipin Armita Pipin Armita Pipin Armita Putri Aningsih, Anita Radiamoda, Anwar M. Rahma Islamiati Rahmat Hidayatullah Rahmat syah Raihana Raihana Raihana Raihana Raja Hesti Hafriza Riezka Nurhidayati Rihana Hidayanti Roles Janeri Santoso, Hani Hafizah Putri Sefiyani, Dewi Siti Halimah Tusakdiah Siti Maheran Siti Nur Aini Dwi Rahmawati Siti Nurjanah Stevani Ameliya Putri Sudanto Supani supani supani Supriyadin Hasibuan Susandi, Ari Tira Lufiya Tri Wahyuni Lestari Umar, M. Hasbi Valijon Ghafurjonovich Macsudov Venita Wulandari Wardan, Enda Zahra Tania Rafa Zaitun Zaitun Zia Ulfuat Hisam Abdillah Zia Ulfuat Hisam Abdillah Zulfa Hudiyani Zulfan Efendi