Denny Widaya Lukman
Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Escherichia coli O157:H7 Bacteria Antibiotic Resistant Isolated from Flies at Food Courts in IPB Dramaga Campus Aminudin, Muhammad Rizki; Lukman, Denny Widaya; Sudarwanto, Mirnawati Bachrum; Pisestyani, Herwin
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.99843

Abstract

Several human and animal pathogens transmit into the food chain through houseflies as mechanical vectors, one of which is E. coli O157:H7. E. coli O157:H7 can express Shiga toxin (Stx) which can cause diarrhea, hemorrhagic colitis, and potentially fatal hemolytic-uremic syndrome (HUS) in humans. Some pathogen strains show resistance against various antibiotics, causing complex health problems. This study aims to analyze the presence of antibiotic-resistant E. coli O157:H7 bacteria carried by houseflies (M. domestica) in the food court IPB Dramaga campus area. Detection of E. coli O157:H7 on fly legs using qPCR method based on MU 7.2.3.32-8. E. coli O157:H7 isolates were tested for sensitivity to the antibiotic’s ciprofloxacin, ampicillin, tetracycline, trimethoprim-sulfamethoxazole, cefepime, chloramphenicol, ceftazidime, cefotaxime, and ceftriaxone using the Kirby Bauer disc diffusion method. This study isolated 5 E. coli isolates (5/40; 12.5%), and 2 of them were confirmed as E. coli O157:H7. One isolate of E. coli O157:H7 was resistant against ampicillin and tetracycline, and one isolate was resistant against ampicillin, tetracycline, trimethoprim-sulfamethoxazole, and ceftazidime. The multi-drug resistance was identified only in 1 isolate of E. coli O157:H7.Houseflies collected from the food court have the potential to transmit antibiotic-resistant E. coli O157:H7 around the IPB campus.
Economic Impact of Foot and Mouth Disease in Dairy Farmers at Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Indonesia Taufiqqurrahman, Mas; Sudarnika, Etih; Lukman, Denny Widaya
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.103474

Abstract

This study aims to analyze the economic impact of the foot and mouth disease (FMD) outbreak on dairy farmers who are members of the Pangalengan South Bandung Livestock Cooperative (KPBS). Data were collected through structured questionnaires, in-depth interviews, and field observations of 100 FMD-affected farmers during September-November 2023, with follow-up evaluation one year after the outbreak. The results showed that during the outbreak (29 days), the average loss per farmer reached IDR 44,018,068 or IDR 6,288,295 per head, mostly due to decreased milk production, dairy cow mortality, and disease control costs, including treatment, vaccination, and disinfection. One year after the outbreak (365 days), economic losses were IDR 46,077,090 or IDR 6,582,441 per head, dominated by the residual impact of FMD in the form of a 39.75% reduction in milk yield (18.31 kg/day). Economic losses also involved additional costs, such as vector control and livestock burial, which further burdened farmers. These findings highlight the importance of more effective FMD control policies, including mass vaccination, improved biosecurity and financial assistance for affected farmers, to reduce economic impacts and support long-term recovery.
Praktik Biosekuriti pada Pedagang Unggas Hidup di Pasar Tradisional di Bogor Terhadap Pencegahan Avian Influenza Saukhan, Falih Prenata; Sudarnika, Etih Etih Sudarnika; Lukman, Denny Widaya
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.104820

Abstract

Penyakit avian influenza (AI) merupakan penyakit zoonotik yang mengancam kesehatan manusia. Unggas hidup yang dijual di di pasar tradisional merupakan berpotensi menjadi sumber penularan virus AI, sehingga dibutuhkan langkah pencegahan dan pengendalian penyakit di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik biosekuriti pada pedagang unggas hidup di wilayah Bogor sebagai langkah pencegahan penularan penyakit AI. Penelitian dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang disusun sebagai alat untu mengidentifikasi karakteristik pedagang unggas dan penerapan praktik biosekuriti. Sebanyak 30 pedagang diwawancarai sebagai responden di 3 pasar tradisional di Kota Bogor dan 7 pasar tradisional di Kabupaten Bogor. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui gambaran terkait karakteristik pedagang unggas serta praktik biosekuriti yang dilakukan pedagang. Hasil penelitian menunjukkan praktik biosekuriti terhadap penyakit AI belum sepenuhnya diterapkan oleh pedagang unggas di wilayah Bogor, terutama pada aspek isolasi hewan sakit dan sanitasi. Selain itu kesadaran pedagang unggas untuk melaporkan kejadian penyakit masih sangat rendah (20%). Penerapan praktik biosekuriti pada pedagang perlu ditingkatkan melalui penyuluhan terkait penyakit AI serta perbaikan sarana dan prasarana kios unggas. Kata kunci : Avian Influenza, Biosekuriti,  Pedagang unggas hidup, Kios unggas
RESISTENSI Salmonella spp. TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIK PADA DAGING ITIK DI KABUPATEN BOGOR YANG DAPAT MEMENGARUHI KESEHATAN KONSUMEN (Resistance of Salmonella spp. to Several Antibiotics from Duck Meat in Bogor District that Could Influence Consumer Health) Loisa, Loisa; Lukman, Denny Widaya; Latif, Hadri
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 10, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v10i2.5040

Abstract

This study aimed to determine the presence of Salmonella spp. in duck meat and to identify the resistance of Salmonella spp. against several antibiotics in duck meat associated with food safety. Total of 52 meat samples of ducks was collected from 5 subdistricts in Bogor District, i.e., Cariu-Jonggol, Gunung Sindur, Klapanunggal, Parung Panjang, and Ciomas based on the assumption of 95% confidence level, 50% predicted prevalence, and 10% standard error. The results showed that three samples (5.8%) were positive Salmonella spp. The majority of Salmonella spp. isolated from duck meat showed resistance against erythromycin (66.7%), streptomycin (33.3%), and chloramphenicol (33.3%). Nevertheless, Salmonella spp. was still sensitive againts enrofloxacin, trimethoprim sulfamethoxazole, cephalothin, ampicillin, nalidixid acid, tetracycline, and gentamicin.
DAYA TAHAN HIDUP Toxoplasma gondii DALAM SUSU KAMBING SETELAH PASTEURISASI SUHU TINGGI WAKTU SINGKAT Saridewi, Rismayani; Lukman, Denny Widaya; Sudarwanto, Mirnawati; Cahyaningsih, Umi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2824

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah menetapkan daya tahan hidup takizoit Toxoplasma gondii galur RH dalam susu kambing setelah dipasteurisasi pada suhu tinggi dalam waktu singkat. Dalam penelitian ini digunakan metode in vivo dan mencit diinfeksi dengan takizoit Toxoplasma gondii galur RH secara intraperitoneal dengan konsentrasi 2,76x106 takizoit/ekor. Mencit dibagi atas tiga kelompok perlakuan, yaitu susu pasteurisasi dan takizoit yang dipanaskan pada suhu 72 C selama 15 detik (P), susu pasteurisasi dan takizoit tanpa dipanaskan sebagai kontrol positif (KP), dan susu pasteurisasi tanpa takizoit sebagai kontrol negatif (KN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan takizoit di dalam cairan peritoneal pada P dan KN. Takizoit Toxoplasma gondii galur RH ditemukan pada KP yang mempunyai jumlah konsentrasi hampir sama sebelum dan setelah infeksi.
KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN HIGIENE SANITASI PEDAGANG DAGING AYAM DI PASAR TRADISIONAL DI KOTA JAKARTA Sidabalok, Hasudungan A; Widaya Lukman, Denny; Purnawarman, Trioso
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2794

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pedagang daging ayam (umur, tingkat pendidikan, pengalaman berjualan, pelatihan, dan statuskepegawaian) di pasar tradisional di Kota Jakarta dan hubungan antara karakteristik tersebut dengan pengetahuan terkait higiene dan sanitasiketika berjualan daging ayam. Sebanyak 217 pedagang daging ayam di pasar tradisional di DKI Jakarta digunakan sebagai responden. Metodepenentuan sampel dengan cluster random sampling dan penentuan sampel pasar dengan probability proportional to size (PPS). Data dianalisissecara deskriptif dan hubungan antara peubah diuji dengan uji Gamma. Hasil yang diperoleh adalah hampir seluruh responden (n= 216; 99,5%)berumur di atas 21 tahun, sebagian besar responden (n= 105: 52,3%) lulus SMP dan SMA, dan kebanyakan responden memiliki pengalamanberjualan 3 tahun. Tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori sedang sampai dengan baik (n= 209; 96,3%). Hasil analisis datamenunjukkan terdapat hubungan nyata antara pendidikan dengan pengetahuan (P0,05) dengan kekuatan korelasi sedang (r= 0,357), serta antara pengalaman dan pengetahuan (P0,05) dengan terdapat hubungan nyata antara pendidikan dengan pengetahuan (P0,05) mempunyai korelasi sedang (r= 0,357), serta antara pengalaman dan pengetahuan (P0,05) mempunyai korelasi lemah (r= 0,296).
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Telur Ayam Arab : Effect of Storage Temperature and Time on The Quality of Eggs from An Arabian Chicken Pisestyani, Herwin; Putra Wijaya, Erlangga; Widaya Lukman, Denny; Handharyani, Ekowati
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.3.224-230

Abstract

Minimnya pasokan telur ayam lokal (kampung) menjadi peluang pasar bagi telur ayam arab, dikarenakan kemiripan bentuk, ukuran dan warna cangkangnya sehingga sulit untuk dibedakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan kualitas telur ayam arab selama penyimpanan di refrigerator dan suhu kamar. Penelitian eksperimental ini didesain menggunakan sistem rancangan acak kelompok, kelompok perlakuan terdiri dari telur yang disimpan di refrigerator menggunakan rak telur (K1), refrigerator menggunakan keranjang (K2), suhu ruang menggunakan rak telur (K3), dan suhu ruang menggunakan keranjang (K4). Parameter yang diamati, yaitu bobot telur, tinggi kantung udara, Indeks Kuning Telur (IKT), Indeks Putih Telur (IPT), dan Haugh unit (HU). Lima butir telur pada masing-masing kelompok diamati kualitasnya selama 45 hari penyimpanan dengan interval 5 hari sehingga total sampel berjumlah 200 butir. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata (P<0,05) pada semua parameter kualitas telur terhadap waktu penyimpanan telur ayam Arab. Telur ayam Arab yang disimpan di suhu ruang dan refrigerator menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0,05). Telur yang disimpan di rak telur dan di keranjang tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Faktor yang memengaruhi kualitas telur secara signifikan yaitu suhu dan waktu penyimpanan. Penempatan telur di refrigerator mampu mempertahankan kualitas telur ayam Arab lebih lama.
Detection of ESBL-Encoding Genes in Antibiotic-Resistant Escherichia coli Isolated from Houseflies (Musca domestica) in Campus Food Court Lukman, Denny Widaya; Pisestyani, Herwin; Aminudin, Muhammad Rizki; Supriyono, Supriyono; Sukmawinata, Eddy
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.105866

Abstract

Escherichia coli is a dangerous pathogen that is reported to bring about disease in humans as well as animals. E. coli is commonly associated with diseases due to food contamination. Some strains of the pathogen have shown resistance to various antibiotics, one of them is ESBL-E. coli, leading to complex problems in health. The transmission of pathogenic bacteria in the environment can be mediated by houseflies (Musca domestica). This study aimed to analyze the presence of antibiotic-resistant E. coli bacteria and detect resistance genes carried by houseflies (M. domestica) collected from food courts in IPB University, Dramaga Bogor, Indonesia. The study included isolation and identification of E. coli bacteria based on ISO 16649-2: 2001 standards. E. coliisolates are then tested for antibiotic sensitivity using the Kirby Bauer disc diffusion method based on CLSI in 2023. Antibiotics tested included ciprofloxacin, ampicillin, tetracycline, trimethoprim-sulfamethoxazole, chloramphenicol, ceftazidime, and cefotaxime. Then, the identification of genes encoding ESBL resistance (blaCTX, blaTEM, and blaSHV) was conducted. The study found 5 isolates (5/40; 12.5%). Total 4 isolates of 5 isolates indicated resistance against two or several antibiotics tested. Detection of genes encoding ESBL resistance in 5 E. coli isolates showed that 2 isolates (40%) were positive for the blaTEM gene but did not show positive results for blaCTX and blaSHV genes. The appearance of antibiotic-resistant E. coli in houseflies in food court in campus should be taken into account. 
Keberadaan bakteri multiresisten Escherichia coli penghasil ESBL/AmpC, Klebsiella oxytoca dan Kluyvera spp. diisolasi dari lingkungan ayam rumah potong hewan di Pondok Rumput, Bogor, Indonesia: Keberadaan bakteri multiresisten Escherichia coli penghasil ESBL/AmpC, Klebsiella oxytoca dan Kluyvera spp. diisolasi dari lingkungan ayam rumah potong hewan di Pondok Rumput, Bogor, Indonesia Kalanjati, Woro Wulandari; Sudarwanto, Mirnawati; Lukman, Denny Widaya
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.3.472-477

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, bakteri resisten multidrug meningkat secara signifikan dan mencemari karkas ayam melalui rantai produksi. Penelitian ini mengidentifikasi keberadaan Enterobactericeae penghasil ESBL/AmpC yang dikumpulkan dari lingkungan pemotongan ayam. Sampel diambil sebelum proses penyembelihan dari beberapa titik lokasi yang telah ditentukan. Dari total 84 sampel yang diuji, 30 isolat positif Enterobactericeae terdiri dari 22 isolat E. coli, 6 isolat Klebsiella oxytoca, dan 1 isolat Kluyvera spp. Uji konfirmasi fenotipik ESBL/AmpC dan uji resisten antibiotik terhadap 18 jenis antibiotik dilakukan dengan menggunakan kit komersial MASTDISCS D68C dan uji kepekaan difusi cakram Kirby-Bauer dengan interpretasi CLSI (2014). Semua isolat menunjukkan resistensi terhadap penisilin, ampisilin, amoksisilin, sefotaksim, sefpodoksim, seftazidim dan beberapa isolat menunjukkan resistensi terhadap streptomisin, gentamisin, trimetoprim-sulfametoksasol, tetrasiklin, kanamisin, doksisiklin, colistin sulfat, sefalotin dan polimiksin, neomisin. keberadaan Enterobactericeae penghasil ESBL/AmpC yang ditemukan pada wadah karkas, wadah jeroan, lantai karkas, area penanganan jeroan, pisau dan mesin penarik bulu. Adanya bakteri resisten di lingkungan pemotongan ayam dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik dan transmisi gen resistensi terhadap bakteri lain yang dapat menyebar ke karkas yang berpotensi merugikan manusia.
Co-Authors Abdul Zahid Abdulwahed Ahmed Hassan Aditya Primawidyawan Afiff , Usamah Agus Wijaya Agustin Indrawati Ahmad Nurhakim Aminudin, Muhammad Rizki Andrijanto Hauferson Angi Anindya Kurniawati Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi Ardilasunu Wicaksono Asah Hilaliah Bambang Pontjo Priosoeryanto Bambang Sumiarto Chaerul Basri Chandra Utami Wirawati Debby Fadhilah Pazra Devi Yanti Sari Edi Sukmawinata Eko Agus Srihanto Ekowati Handharyani Elisabet Tangkonda Engki Zelpina Erfiandini Eka Puspita Etih Sudarnika Eulis Tanti Marlina Ewald Usleber Fachriyan Hasmi Pasaribu Hadri Latif Hasudungan A Sidabalok Hasudungan A Sidabalok, Hasudungan A Heri Yulianto Herwin Pisestyani I Gusti Made Krisna Erawan I Wayan Suardana I Wayan Teguh Wawan I wayan Teguh Wibawan IETJE WIENTARSIH Indra Permana, Indra Inriyanti Assa Irena Ivania Kalanjati, Woro Wulandari Kallau, Novalino Harold Geoffrey Kamil Riski Sidik koekoeh santoso Kumala Andri Asari Loisa Loisa Loisa, Loisa Manuel da Costa Maya Shofa Milawarni Milawarni Minarwati Sudarwanto Mirnawati B Sudarwanto Mirnawati Bachrum Sudarwanto Mirnawati Baharudin Sudarwanto Mirnawati Baharudin Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto Mirnawati Sudarwanto MIRNAWATI SUDARWANTO Naoaki Misawa Nararya Adinata Nugraha, Arifin Budiman Pierre Dorny Platika Widiyani Putra Wijaya, Erlangga Putut Isworo Arimurti Rahmat Setya Adji Rakhmi Ros Sari Ramadhani, Nada Nursaffana Razali Razali Rinaldi Ghurafa Rismayani Saridewi Rismayani Saridewi, Rismayani Risqika Akla Velayati Rochman Naim Ronald Tarigan Roostita L Balia Rotinsulu, Dordia Anindita Saukhan, Falih Prenata Sekarsana, Disty Ayu Siti Gusti Ningrum sri murtini . Sudarwanto, Mirnawati Bachrum Sukmawinata, Eddy Supriyono Supriyono Surachmi Setiyaningsih Surachmi Setyaningsih Surachmi Setyaninigsih Taufiqqurrahman, Mas Trioso Purnawarman Umi Cahyaningsih Widagdo Sri Nugroho Wyanda Arnafia Yusuf Ridwan