Claim Missing Document
Check
Articles

Found 59 Documents
Search
Journal : Jurnal Geodesi Undip

PENGAMATAN DEFORMASI SESAR KALIGARANG DENGAN GPS TAHUN 2015 Fathullah, Amal; Awaluddin, Moehammad; Haniah, Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.044 KB)

Abstract

ABSTRAKKegiatan tektonik di Kota Semarang menyebabkan terbentuknya sesar. Di selatan Semarang terdapat sesar naik (thrust fault). Sesar ini dipotong oleh sesar mendatar yang berarah barat laut- tenggara atau timur laut - barat daya, diantaranya sesar Kaligarang. Sesar Kaligarang berada di lembah sungai kaligarang. Sungai Kaligarang membelah wilayah Semarang pada arah hampir utara – selatan.Untuk mengetahui kondisi deformasi dari Sesar Kaligarang maka dilakukan pengamatan secara berkala. Pengamatan dilakukan pada titik- titik kontrol yang telah ada dengan menggunakan GPS Dual Frequency. Pengukuran titik-titik kontrol dilakukan dengan metode statik, dan pengamatan dilakukan selama 7-8 jam. Data pengamatan diolah dengan scientific software, yaitu GAMIT 10.5. Hasil dari pengolahan data dengan GAMIT 10.5. adalah koordinat geosentris, kemudian koordinat ditransformasikan ke koordinat toposentrik dengan koordinat origin data koordinat tahun 2014 untuk titik kontrol lama dan untuk titik baru menggunakan koordinat pengamatan Maret 2015 sebagai origin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui tipe sesar dan laju geser dari Sesar Kaligarang.Hasil dari penelitian ini adalah terjadinya pergeseran yang signifikan dari masing – masing titik pengamatan dengan pergeseran terbesar mencapai  0,132 m/tahun, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada Sesar Kaligarang terjadi deformasi. Menurut hasil dari penelitian ini tipe Sesar Kaligarang adalah sesar geser menganan. Nilai dari slip rate dan locking depth dari Sesar Kaligarang belum bisa ditentukan karena nilai pergeseran terlalu besar dengan  kecepatan pergeseran sesar antara 1,1 mm/tahun hingga 26,5 mm/tahun pada bidang di sebelah barat sesar, sedangkan untuk bagian  timur sesar memiliki kisaran kecepatan pergeseran antara 7,9 mm/tahun hingga 10 mm/tahun.Kata Kunci : GAMIT 10.5, GPS, Locking depth, Sesar Kaligarang, , Slip rate    ABSTRACTTectonic activity in Semarang  led to the formation of the fault. In the South of Semarang, there is sesar (thrust fault). These faults are cut by flattening the west trending fault sea- southeast or northeast - southwest, including  Kaligarang fault . Kaligarang river divides the area of Semarang on North - South direction virtually.To determine the condition of deformation of Fault Kaligarang then conducted observations periodically. The observation is done at existing control point using GPS Dual Frequency. Measurement of control points is done with static methods, and observations made during the 7-8 hours. Observation data processed with scientific software, namely GAMIT 10.5. The results of data processing by Gamit 10.5. is a geocentric coordinates, and the coordinates are transformed into coordinates with the coordinates origin toposentrik coordinate data in 2014 for the old control point and for a new point using the coordinate observations in March 2015 as the origin. The purpose of this research is to know the fault type and Fault rate slide from Kaligarang.The results of this research is the occurrence of a significant displacement from each observation point with the greatest displacement  reaches 0,132 m/year, so it can be concluded that at Fault Kaligarang occured deformation. According to the results of this research type of Fault Kaligarang is right-lateral strike slip fault. The value of the slip rate and locking depth of Sesar Kaligarang can not be determined because of a displacement in values large to speed displacement fault between 1,1 mm/year to 26.5 mm/year in the field of fault to the West, while the eastern part of the fault to have a range of speeds displacement between 7.9 mm/year up to 10 mm/year.Keywords:  GAMIT 10.5, GPS,  Kaligarang Faul, Locking depth t, Slip rate *)Penulis, Penanggungjawab
PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH DI KECAMATAN GAYAMSARI KOTA SEMARANG TAHUN 2004 DAN 2014 Ahadi, Muhammad Ardhi; Subiyanto, Sawitri; Haniah, Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.236 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi JawaTengah yang memiliki 16 kecamatan, salah satunya adalah kecamatan Gayamsari. Berkembangnya kecamatan Gayamsari dari tahun ke tahun yang salah satunya disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan penduduk mengakibatkan adanya pengendalian pemanfaatan/ penggunaan lahan yang mana diharapkan mampu untuk menampung aktivitas penduduk yang selalu  berkembang. Perubahan penggunaan lahan dan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi mengakibatkan nilai tanah di Kecamatan Gayamsari mengalami perubahan. Sehingga diperlukan penelitian untuk melakukan analisis perubahan penggunaan lahan terhadap perubahan nilai tanah.                Pada awalnya penelitian ini dilakukan dengan pembuatan zona awal dengan menggunakan peta administrasi Kecamatan Gayamsari dan citra Quickbird. Selanjutnya dilakukan pembuatan peta zona nilai tanah tahun 2004 dan tahun 2014. Pada peta penggunaan lahan tahun 2004 dan tahun 2014 dilakukan overlay, sehingga diperoleh peta perubahan penggunaan lahan. Pada tahap akhir dilakukan analisis perubahan penggunaan lahan terhadap perubahan nilai tanah di Kecamatan Gayamsari.                Hasil penelitian menunjukkan total luas perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Gayamsari dalam kurun waktu tahun 2004 ke tahun 2014 adalah 106 ha. Perubahan penggunaan lahan terbesar terjadi pada penggunaan lahan tegalan menjadi pemukiman dengan luas sebesar 24 ha. Sementara perubahan penggunaan lahan terkecil terjadi pada penggunaan lahan kosong menjadi perdagangan dan jasa dengan luas sebesar 0,16 ha. Kenaikan nilai tanah tertinggi terjadi pada perubahan lahan kosong menjadi perdagangan dan jasa yaitu sebesar Rp. 1.678.000 per m2. Sedangkan kenaikan nilai tanah terendah terjadi pada perubahan lahan tambak menjadi lahan kosong yaitu sebesar Rp. 44.000 per m2. Kata Kunci : Kecamatan Gayamsari, perubahan penggunaan lahan, perubahan nilai tanah ABSTRACTSemarang city is the capital of Central Java Province which has 16 districts, one of the districts is Gayamsari. Gayamsari district was growing from year to year, one of caused by increased population growth resulted in the control of utilization or land use which is expected to be able to accommodate the ever growing population activities. Changes in land use and community activities are quite high resulting the value of land in the Gayamsari district is changes. So that research is needed to perform the analysis of land use change on changes in the value of land.This research was originally done by making an initial zone using administrative map of Gayamsari district and Quickbird imagery. Furthermore, the making of maps of land value zone in 2004 and 2014. In the land use maps of 2004 and 2014 have been overlaid, in order to obtain a map of land use changes. At the final stage of the analysis of land use changes to changes in the value of land in Gayamsari district.The results showed the total area of land use change in Gayamsari district in the period 2004 to 2014 was 106 ha. The land-use change occurs on dry land into residential use with an area of 24 ha. While the smallest land-use change occurs in the use of unused land into a trade and services with an area of 0,16 ha. The highest increase in value of land occur on changes of  the unused land into a trade and services in the amount of Rp. 1.678.000 per m2. While the lowest increase in value of land occur on changes of the fishpond into unused land is Rp. 44.000 per m2. Keywords : Gayamsari District, changes in land use, changes in the value of land    *) Penulis, PenanggungJawab
ANALISIS POLA KEKERINGAN LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN KENDAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA THERMAL VEGETATION INDEX DARI CITRA SATELIT MODIS TERRA Munir, Muchammad Misbachul; Sasmito, Bandi; Haniah, Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.46 KB)

Abstract

ABSTRAK                Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang terkena dampak kekeringan karena kemarau panjang. Ancaman kekeringan akibat pengaruh iklim tidak dapat dihindari, tetapi dapat diminimalkan dampaknya jika pola kekeringan di suatu daerah dapat diketahui.Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan aplikasi dari penginderaan jauh yaitu melalui pengolahan dan analisis menggunakan algoritma Thermal Vegetation Index (TVI) yang merupakan rasio antara Land Surface Temperature (LST) dan Enhanced Vegetation Index (EVI) untuk mengkaji sebaran dan pola kekeringan pertanian Kabupaten Kendal tahun 2010-2014 yang kemudian akan dihubungkan dengan karakteristik wilayahnya untuk mengetahui keterkaitannya dengan kekeringan di Kabupaten Kendal.Kejadian kekeringan sangat luas terjadi pada bulan September 2012 dengan luas 17.275,792 ha, sedangkan yang terendah terjadi pada bulan September 2010 seluas 998,699 ha. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa karakteristik fisik lahan berpengaruh terhadap kejadian kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Kendal. Kata Kunci: EVI, Kekeringan lahan pertanian, LST, MODIS, TVI  ABSTRACT Kendal is one of the areas affected by drought. Threat of drought due to climate influences can not be avoided but the impact can be minimized if the pattern of drought in a region may be known.One way that used by using the application of remote sensing is through the processing and analysis algorithms Thermal Vegetation Index (TVI) which is the ratio between Land Surface Temperature (LST) and Enhanced Vegetation Index (EVI) to assess the distribution and patterns of agricultural drought Kendal in the year 2010-2014 will be connected to the characteristics of the region to determine its relevance to the drought in Kendal.The widest drought occurred in September 2012 with an area of 17275.792 ha, while the lowest drought occurred in September 2010 covering an area of 998.699 ha. Statistical analysis showed that the physical characteristics of the land effect on the incidence of agricultural drought in Kendal. Keywords: Agricultural drought, EVI, LST, MODIS, TVI *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS LOKASI RAWAN BENCANA KEKERINGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN BLORA TAHUN 2017 DONY AGIL PRASETYO; Andri Suprayogi; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.21 KB)

Abstract

Kabupaten Blora merupakan satu  dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Terletak di ujung timur Jawa Tengah dan berbatasan dengan provinsi Jawa Timur. Kabupaten Blora berada pada ketinggian 96-280 mdpl dan dilewati gugusan pegunungan Kendeng Utara yang merupakan pegunungan kapur sehingga kondisi tanah gersang dan tandus. Oleh karena itu hampir setiap tahun pada musim kemarau sebagian besar wilayah Kabupaten Blora mengalami kekeringan. SIG (Sistem Informasi Geografis) merupakan metode yang tepat dalam menyajikan aspek spasial (keruangan). Sistem informasi geografis mempunyai manfaat yang dapat digunakan untuk mengetahui persebaran kekeringan dan tingkat kekeringan di Kabupaten Blora. Pada penelitian ini mempertimbangkan lima parameter untuk mendukung dalam analisis lokasi rawan bencana kekeringan, adapun kelima parameter tersebut antara lain penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, jarak terhadap sungai. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk menunjukan bobot masing-masing parameter dan dianalisis menggunakan software arcGIS untuk menghasilkan data dalam bentuk spasial sehingga menghasilkan sebuah  analisis lokasi rawan bencana kekeringan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peta persebaran kekeringan dan tingkat kekeringan di Kabupaten Blora. Tingkat kekeringan di Kabupaten Blora dibagi menjadi lima kelas, yaitu kekeringan sangat berat sebesar 25.50%, kekeringan berat sebesar 20.11%, kekeringan sedang sebesar 32.78%, kekeringan ringan sebesar 17.56% dan kekeringan sangat ringan sebesar 4.06%. Kecamatan yang memiliki wilayah kekeringan berat paling luas adalah Kecamatan Kunduran dengan luas 10266.299 ha, sedangkan Kecamatan yang memiliki wilayah kekeringan berat paling sempit adalah kecamatan Bogorejo dengan luas 615.474 ha. Tingkat resiko kekeringan di Kabupaten Blora cukup tinggi terjadi pada bulan April sampai dengan September pada tahun 2017.
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN METODE OVERLAY DENGAN SCORING BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Kurnia Darmawan; Hani’ah Hani’ah; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.419 KB)

Abstract

ABSTRAK Sampang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang menjadi langganan banjir ketika musim penghujan. Selain faktor curah hujan yang tinggi, beberapa faktor lain seperti kemiringan lereng dan ketinggian lahan, jenis tanah dan penggunaan lahan serta kerapatan sungai digunakan sebagai parameter pada penelitian tingkat kerawanan banjir.Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang ada, dimana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot dan nilai yang sesuai dengan pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.2.1. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan objek daerah rawan banjir dalam bentuk digital.Hasil yang diperoleh berupa peta rawan banjir dimana lokasi yang sangat rawan tersebar di hampir seluruh bagian selatan dengan rincian 359.266 km2 (29.3%) berkategori sangat rawan, 803.250 km2 (65.52%) cukup rawan, dan 63.497 km2 (5.18%) tidak rawan. Sementara itu, kemiringan lereng menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir. Selain memiliki bobot yang besar, sebaran kemiringan 0-8% di hampir seluruh wilayah bagian selatan mempunyai kategori sangat rawan akan bencana banjir. Hal ini disebabkan oleh wilayah yang cenderung datar dan rendah sehingga berpotensi menjadi tampungan air ketika hujan yang mengakibatkan terjadi banjir. Kata Kunci : Banjir, Kabupaten Sampang, Overlay, Scoring, Sistem Informasi Geografis ABSTRACT Sampang is one of regency in Madura which always flood when rain. Beside the rainfall was too high, other factors likes slope and elevation of land, soil type and land use, and the last is density of river used as a parameter to study the vulnerability of flood.This research used overlay method with scoring between the existing parameters, each parameters is done by assigning weights scoring process and the value associated with each classification then be overlaid using ArcGIS software 10.2.1. This software use Geographic Information Systems (GIS) to explain and present the object of flood-prone areas in digital form.The results is a map of flood-prone areas that spread throughout the southern part with details of 359.266 km2 (29.3%) which very vulnerable category, 803.250 km2 (65.52%) was quite vulnerable, and 63.497 km2 (5.18%) was not vulnerable. Beside that, slope is the main factor causing flood. In addition to larger given weight, slope with 0-8% were spread in most part of southern region wich has extreme prone category to floods. This situation caused by region tend to be flat and low that it could potentially be a bin of water when it rains so that it can make flood. Keywords: Flood, Geographic Information System, Overlay, Sampang Regency, Scoring.
ANALISIS DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLID DAN KANDUNGAN KLOROFIL-A PERAIRAN BANJIR KANAL BARAT SEMARANG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 dan SENTINEL-2A Humaira Qanita; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.104 KB)

Abstract

Data penginderaan jauh dapat memudahkan dalam penelitian terkait perairan serta pengambilan keputusan maupun pemantauan kondisi perairan dari waktu ke waktu secara efektif. Teknik penginderaan jauh telah digunakan secara luas untuk mengukur parameter kualitatif perairan. Konsentrasi dari klorofil-a dan kandungan total suspended solids merupakan beberapa indikator dalam parameter kualitas air yang dapat diperoleh menggunakan data penginderaan jauh. Pada penelitian ini data citra satelit Landsat 8 OLI dan Sentinel-2A MSI digunakan untuk menentukan konsentrasi klorofil-a dan kandungan total suspended solids di Perairan Banjir Kanal Barat Semarang. Data citra satelit Landsat 8 dan Sentinel-2A kemudian diproses menggunakan beberapa algoritma penentu konsentrasi klorofil-a dan kandungan total suspended solids yang selanjutnya dibandingkan dengan data in-situ perairan. Pengambilan sampel air secara langsung di Banjir Kanal Barat Semarang dilakukan pada tanggal 10 September 2018 yang bertepatan dengan akuisisi data citra Landsat 8 dan selisih kurang dari 48 jam dengan data Sentinel-2A. Sampel yang telah diambil kemudian melalui proses uji laboratorium untuk selanjutnya menjadi parameter penentu algoritma terbaik untuk proses pemetaan distribusi total suspended solids dan kandungan klorofil-a Perairan Banjir Kanal Semarang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dalam rentang enam bulan distribusi total suspended solids di Perairan Banjir Kanal Barat didominasi kelas memenuhi baku mutu/kondisi baik (0-1 mg/L) sebesar 42,78 % dan kelas terendah yaitu tercemar sedang (5-10 mg/L) sebesar 12,5%. Sedangkan untuk konsentrasi klorofil-a didominasi status hipereutrof (15-200 mg/m3) 30,7% dan status terendah adalah mesotrof (2-5 mg/m3) 17,1%.
ANALISIS AKURASI PEMODELAN 3D MENGGUNAKAN METODE CLOSE RANGE PHOTOGRAMMETRY (CRP), UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) DAN TERRESTRIAL LASER SCANNER (TLS) Bernard Ray Barus; Yudo Prasetyo; Hani'ah hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.576 KB)

Abstract

ABSTRAKPatung Diponegoro merupakan salah satu ikon penting yang berada di kawasan kampus Universitas Diponegoro. Karena patung yang baru berada didaerah Widya Puraya. Oleh karena itu banyak orang yang mengunjungi patung tersebut. Patung Diponegoro juga mengalami pengikisan oleh alam (angin, air hujan, dan lain-lain). Maka dari itu, dibutuhkan upaya pelestarian patung Diponegoro tersebut agar tidak rusak dan hilang keberadaannya oleh zaman.Pada penelitian kali ini, akan menggunakan tiga alat yang akan diuji ketelitiannya terhadap patung Diponegoro yaitu kamera non metrik, Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Terrestrial Laser Scanner (TLS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Close Range Photogrametry dengan membandingkan hasil visualisasi model dan menguji ketelitian model tiga dimensi dengan perbandingan jarak hasil ukur lapangan Total Station. Dari hasil visualisasi dan ketelitian model tiga dimensi akan didapatkan hasil mana yang lebih baik antara kamera non metrik, UAV maupun TLS.Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa TLS  memiliki tingkat ketelitian geometrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kamera non metrik dan UAV. Hal ini ditunjukkan dengan hasil tingkat ketelitian akurasi pada TLS sebesar 0,0067 ±0,0087 meter untuk Patung Pangeran Diponegoro. Sedangkan pada kamera non metrikdidapatkan hasil tingkat ketelitianyang lebih rendah yaitu sebesar 0,1615 ±0,0593 meter pada Patung Pangeran Diponegoro. Sementara itu Pada UAV didapatkan tingkat ketelitian yang cukup baik dibandingkan dengan kamera yaitu sebesar 0,0162±0,0133 meter. Berdasarkan hasil visualisasi model tiga dimensi antara kamera, UAV dan TLS didapatkan hasil bahwa UAV dan TLS menghasilkan model yang lebih baik dibandingkan dengan model tiga dimensi yang dihasilkan oleh kamera non metrik.Dengan hasil analisis pada penelitian ini diharapkan hasil pemodelan 3D dengan kamera dan UAV dapat digunakan sebagai upaya pelestarian patung Diponegoro.
PENENTUAN PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH BERDASARKAN HARGA PASAR UNTUK PENINGKATAN NJOP DI KECAMATAN ARGOMULYO KOTA SALATIGA Rizky Silvandie; Sawitri Subiyanto; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.609 KB)

Abstract

AbstrakNJOP merupakan acuan untuk penentuan nilai dari suatu objek pajak yang dimiliki seseorang. Sehingga perlu dilakukan penelitian apakan nilai yang tertera sesuai dengan harga pasar atau tidak. Karena akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah yang bersangkutan.  Kecamatan Argomulyo merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kota Salatiga yang memiliki luas 1.852.690 Ha dengan 6 kelurahan. Bervariasinya penggunaan lahan di Kecamatan Argomulyo ini membuat pengawasan akan pembayaran Pajak Bumi Bangunan harus lebih diperhatikan terutama  banyaknya Industri besar yang berada dalam wilayah ini. Zona Nilai Tanah (ZNT) merupakan area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama. ZNT digunakan sebagai acuan penarikan pajak salah satunya untuk penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)            Penelitian ini awalnya dilakukan pembuatan zona untuk menentukan titik sampel yang akan dicari. Kemudian membuat peta zona nilai tanah berdasarkan Nilai Indeks Rata-rata dan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) Kecamatan Argomulyo. Setelah  Langkah selanjutnya membandingkan perbedaan antara kedua peta tersebut apabila digunakan sebagai acuan penarikan PBB. Dalam pelaksanaanya penelitian ini menggunakan software Microsoft Office 2013 dan ArcGIS 10.0.Hasil Penelitian menunjukan terdapat 93 zona untuk peta ZNT NIR dan NJOP. Sedangkan dari analisis pajak  menunjukkan bahwa perbedaan pemungutan pajak saat menggunakan nilai NIR dan NJOP cukup jauh berbeda. Dan kenaikan pemungutan pajak PBB mengalami kenaikan sebesar 5922,35% dari data NJOP ke data NIR.Kata Kunci : Pajak Bumi Bangunan (PBB), Zona Nilai Tanah (ZNT), Nilai Indeks Rata-rata (NIR), Nilai Jual Obejek Pajak (NJOP) ABSTRACTNJOP is a reference for determining the value of an object of one's own taxes. So it is necessary to study whether the value stated in accordance with the market price or not. Because it will affect the income of the region concerned. Argomulyo subdistrict is one of the sub-district located in Salatiga which has an area of 1.85269 million hectares with 6 wards. The variation of terrain using in Argomulyo makes the controlling of PBB (Building and Land Tax) payment should be gave more intensive attention especially for the industrial area. Zona Nilai Tanah (ZNT) is an area which shows the relatively similar value of the terrain. ZNT is being used as a determining reference of PBB (Building and Land Tax).This study begins with zone making to determine sample point which would be answer. After that we make ZNT map based on Average Index Value (NIR) and Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) of Argomulyo sub-district. Then, we compare the difference of both maps as if we used it as PBB determination based. Microsoft Office 2013 and ArcGIS 10.0 are used on executing the data and result.The result showed there are 93 zones for ZNT, NIR, and NJOP maps. Whereas the tax analysis showed that there is a significant difference between NIR and NJOP tax determination based. And tax value will rise of 5,299.35% from NJOP data to NIR data.Keywords: building and land tax (PBB), zona nilai tanah (ZNT), average index value (NIR), nilai jual obyek pajak (NJOP).
ANALISIS SEA LEVEL RISE DAN PENENTUAN KOMPONEN PASUT DENGAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT ALTIMETRI JASON-2 TAHUN 2011-2014 (Studi Kasus : Perairan Sumatera Bagian Timur) Andri Yanto Parulian Tamba; Bandi Sasmito; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.216 KB)

Abstract

ABSTRAK                Pemanasan global merupakan faktor penyebab kenaikan permukaan air laut. Dalam kurun waktu lama mengakibatkan peningkatan abrasi pantai, erosi garis pantai, penggenangan suatu wilayah daratan dan bisa menenggelamkan pulau-pulau kecil serta meningkatnya intensitas dan frekuensi banjir. Pada Perairan Sumatera bagian Timur yang merupakan jalur pelayaran diperlukan data kenaikan muka laut untuk keamanan jalur laut.                Pada penelitian ini menggunakan data hasil pengamatan satelit altimetri Jason-2 periode 2011-2014 di tiga titik pengamatan, yaitu : Perairan Banda Aceh, Perairan Belawan dan Perairan Lampung.Interpolasi data satelit menggunakan metode pembobotan invers jarak dengan menggunakan perangkat lunak matlab. Penelitian ini menggunakan analisis trend linier dan analisis harmonik untuk mengetahui nilai kenaikan permukaan laut dan nilai komponen pasang surut air laut pada Perairan Sumatera bagian Timur.                Pada pengamatan Satelit Altimetri Jason-2 periode 2011-2014 menunjukkan adanya fenomena sea level rise pada Perairan Sumatera bagian Timur dengan rata-rata nilai kenaikan sebesar +15,4605 mm/tahun. Dengan kenaikan tertinggi berada di perairan Banda Aceh dengan nilai +23,5588mm/tahun dan terendah +7,3621 mm/tahun berada pada dua titik yaitu perairan Belawan dan perairan Lampung. Komponen pasang surut pada Perairan Sumatera bagian Timur dengan pengamatan Satelit Altimetri Jason-2 selama tahun 2011-2014 menghasilkan nilai amplitudo N2 rata-rata sebesar 0,0529 m, nilai amplitudo M2 rata-rata sebesar 0,3215 m, nilai amplitudo S2 rata-rata sebesar 0,1835 m, nilai amplitudo K2 rata-rata sebesar 0,1006 m, nilai amplitudo O1 rata-rata sebesar 0,066 m, nilai amplitudo P1 rata-rata sebesar 0,10504 m, nilai amplitudo K1 rata-rata sebesar 0,0174 m, nilai amplitudo M4 rata-rata sebesar 0,0507 m, nilai amplitudo MS4 rata-rata sebesar 0,1627 m,dan nilai elevasi HHWL rata-rata sebesar 1,1169 m,  nilai elevasi MHWL rata-rata sebesar 0,7037 m, nilai elevasi rata-rata MSL sebesar 0,0916 m, nilai elevasi rata-rata MLWL sebesar -0,5206 m, nilai elevasi CDL rata-rata sebesar -0,7118 m, nilai elevasi LLWL rata-rata sebesar -0,9337 m.Kata Kunci : laut,kenaikan muka laut, pasang surut, satelit altimetri ABSTRACT                Global warming is a factor contributing to sea level rise. In the period of time resulting in increased coastal erosion, shoreline erosion, sinking of coastal areas  and can submerge small islands and the increased intensity and frequency of floods. On the Eastern part of Sumatera Island Ocean is a cruise line to sea level rise data are necessary for the security of the sea lanes.                This research use sea surface observational data using the altimetry satellite Jason-2 2011-2014 at three observation points, namely: Banda Aceh Ocean, Belawan Ocean and Lampung Ocean. Interpolation satellite data using the inverse distance weighting method using matlab software. This study uses a linear trend analysis and harmonic analysis to determine the value of sea-level rise and the value component of the tide in the waters of eastern Sumatra.                Sea surface observations using Jason-2 altimetry satellites data in the 2011-2014 period showed the phenomenon of sea level rise on the eastern part of Sumatera Island Ocean with the average increase value by +15.4605 mm / year. The highest increase was in the Banda Aceh Ocean with the value + 23,5588mm / year and the lowest was +7.3621 mm / year at two points, namely Belawan Ocean and Lampung Ocean. The ocean tide components on  the Eastern part of Sumatra Island Ocean with observation satellites Jason-2 altimetry during 2011-2014 resulted in an average amplitude value N2 amounted to 0.0529 m, the average amplitude value M2 at 0.3215 m, the average amplitude value S2 at 0.1835 m, the average amplitude value K2 at 0.1006 m, the average amplitude value O1 at 0,066 m, the average amplitude value P1 at 0.10504 m, the average amplitude value K1 at 0.0174 m, the average amplitude value M4 at 0.0507 m, the average amplitude value MS4 at 0.1627 m, and the average HHWL elevation value at  1.1169 m, the average MHWL elevation value at 0,7037 m, the average MSL elevation value at 0.0916 m, the average MLWL elevation value at  -0.5206 m, the average CDL elevation value at -0.7118 m and the average LLWL elevation value at - 0.9337 m.Keyword : sea , sea level rise, ocean tide, altimetry satellite*) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN PENDEKATAN KEBUTUHAN OKSIGEN DI KOTA PEKALONGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DANI PURBA; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.424 KB)

Abstract

RTH adalah area memanjang/jalur dan mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Fungsi hijau dalam ruang terbuka hijau (RTH) kota sebagai ‘paru-paru’ kota, merupakan salah satu aspek berlangsungnya fungsi daur ulang, antara gas karbondioksida (CO2) dan oksigen (O2). Selain itu, masih banyak fungsi RTH termasuk fungsi estetika seperti rekreasi publik, secara aktif maupun pasif. Pada penelitian ini menggunakan Citra Resolusi Tinggi dari Citra Quickbird tahun 2015, Citra Sentinel-2A tahun 2018,  Peta Tata Guna Lahan Kota Pekalongan, Peta Jaringan Jalan, dan Peta Jaringan Sungai Kota Pekalongan. Selain itu, data yang digunakan berupa data non spasial seperti data jumlah penduduk, jumlah ternak, dan kendaraan bermotor Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah digitasi on screen pada citra quickbird tahun 2015 dan untuk updating dilakukan dengan Citra Sentinel-2A. Jenis RTH yang diteliti dalam penelitian ini adalah hutan kota, jalur hijau, lapangan,  pemakaman, sempadan pantai, sempadan rel kereta api, sempadan sungai, taman dan RTH Privat. Informasi yang ditampilkan dalam  Peta RTH ini yaitu 1:5000.  Kota Pekalongan memiliki 622,08 Ha (13,75%)  Ruang Terbuka Hijau yang terdiri atas 220,85 Ha (4,88%) RTH Publik dan 401,24 Ha (8,87%) RTH Privat. Selain itu, dalam penelitian ini juga melakukan kesesuaian dengan luasan dari peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan dan didapatkan luasan RTH existing tidak memenuhi luasannya dengan peraturan tersebut. Bila dilihat dari kebutuhan oksigen, Kota Pekalongan memerlukan 690,95 Ha (15,3%) RTH dan RTH existing 622,08 (13,75%) Ha, perlu penambahan luasan RTH sebesar 68,87 Ha (1,52%) lagi agar terpenuhi RTH di Kota Pekalongan.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Abdul Muthalib Abu Darda Ade Naufalita Adhelina Rinta Iswari Ahmad Dani Ahmad Mujahid, Ahmad Ainin, Mohammad Alfi Dian Ranu Wijaya Alfian Adi Atmaja Alhabsyi, Hadija Almira Delarizka Amal Fathullah, Amal Anastasia Astuti Andi Abdul Hamzah, Andi Abdul Andri Suprayogi Andri Yanto Parulian Tamba Anisa Isna Yesiana Arief Laila Nugraha Ariescha Eko Yuniarto Arsyad, Berti Arwan Putra Wijaya Auliannisa Auliannisa Bagus Yuli Arianto Bahtiar Ibnu Lonita Bandi Sasmito Bernard Ray Barus Chalik, Sitti Aisyah DANI PURBA Diah Ratna Setianingrum Dian Triandini Nurcahyo Diana Nukita Dikwan, Ivananda DITHO TANJUNG PRAKOSO Djuaeni, Muh. Napis DONY AGIL PRASETYO Dwi Uzteyqah Exacty Ekawati Ekawati Fadillah Amin, Nur Fajri, Ahmad Maulana Fida Wulan Istiaji Fikri, Alfikri Rausen Aditya Frandi Barata Simamora Gadalla, Mohamed Saad Abdelkhalk Galih Putro Pamungkas Garancang, Sabaruddin Giustia Puspa Geoda Guntur, Ahmad Hamdan Hamzah, Nur Afifah Hanif Arafah Mustofa Harjum, Mohamad Hasan Basyri Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Herman J Waluyo Hijab, Zainal Abidin Humaira Qanita Husnul Khatimah, A. Ilham Ramadhan Ilham, Muh Ilolu, Roymanto Ilyas, Hamka Indah Risnawati Jumadil, Jumadil Kartono, Akhmad Fadhillah Kasim, Amrah Kemas Abdul Fatah Kundharu Saddhono Kurnia Darmawan Kurniawan Putra Widya Wardana Luluk Dita Shafitri Maghfirah, Tadzkiratul Mahira, Mahira Mazazatu Rosyada Miolo, Mukhtar I MIRTA INDRIASTUTI Moehammad Awaluddin Mualim, Masna Muchammad Misbachul Munir, Muchammad Misbachul Muhammad Ardhi Ahadi, Muhammad Ardhi Muhammad Danny Rahman Muhammad Hakqi Munir Munir, Munir Muzakkir Muzakkir Nasrul Arfianto Nawas, Kamaluddin Abu Nur Hamzah Nurhadi Bashit Panji Pratama Putra Rd. Pintyo Pratomo Priambodo Rendi Aulia Retno Winarni Rida Hilyati Sauda Rizky Silvandie Rosika Dyah Pratiwi Satrio Wicaksono Sawitri Subiyanto Setiawan, Syarif Agus Sindy Pariamanda Singgih Wahyu Nugroho Sinta, Priti Sri Purwatik Sri Rahmayanti, Sri Sulaiman Hakim Sinaga Supardi Supardi Sutomo Kahar Syahruddin Usman, Syahruddin Syamsuddin, Naidin Syarifa Naula Husna TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tegar Dio Arsadya Rahadian Torkis Lubis Victor Andreas Tarigan Wahyu Adi Yuliyanto Widodo, Panggih Yenny Paras Dasuka Yesi Monika Manik Yudo Prasetyo Yunus, Abdul Qayyim Zia Ul Maksum