Claim Missing Document
Check
Articles

Bentuk Satuan Lingual dan Nilai Pendidikan Dalam Kearifan Lokal Pasatotang Suku Samawa Rahmani, Nanda Hafizhah; Mahsun, Mahsun; Burhanuddin, Burhanuddin; Saharudin, Saharudin
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i3.4294

Abstract

Language, culture, and education are interrelated in shaping the character of society. Language is the main tool for passing on culture and educational values, while culture shapes values ​​in education. Education plays a role in preserving language and culture through teaching history, literature, and local values. This study aims to describe the form of lingual units and educational values ​​in the local wisdom of the Pasatotang of the Samawa Tribe on Sumbawa Island, West Nusa Tenggara. Pasatotang, which means advice, is an oral tradition that contains moral messages, manners, and profound life values. This study combines structural linguistics and ethnolinguistic approaches to explore the language structure and cultural meaning contained in pasatotang, which plays a role in shaping the character and social behavior of society. The research data were obtained from the book Pasatotang by LATS Anorawi (2016), which consists of words, phrases, and sentences that function as lingual units in this tradition. Data collection methods include literature study techniques, reading techniques, and note-taking techniques to interpret lingual forms and educational values ​​in order to achieve the desired data with instruments in the form of table data analysis guidelines. Data analysis in this study was conducted by systematically reviewing documents through documentation techniques. The collected data were reduced, classified into themes and codes, then interpreted and presented in the form of narratives, tables, or images to illustrate the meaning behind the speech and support the research findings. This study found that the local wisdom of Pasatotang of the Samawa tribe contains lingual units in the form of words, clauses, and discourses, and contains religious, moral, and social educational values ​​that form noble and characterful characters that are associated with the theory of Ki Hadjar Dewantara.
Implementasi Antena Microstrip Patch Elips pada Frekuensi 2,3 GHz untuk Penguatan Sinyal Internet Amsal, Andi Yasir; Kango, Riklan; Mahsun, Mahsun; Albar, Muhammad
Jurnal Ilmu Komputer (JUIK) Vol 5, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/juik.v5i2.4283

Abstract

Kualitas sinyal internet yang buruk menjadi permasalahan utama di banyak area, termasuk di TK Tunas Bangsa Terpadu, yang menghambat proses pembelajaran yang memerlukan koneksi internet yang stabil. Masalah ini disebabkan oleh sinyal yang lemah dari penyedia layanan yang tidak memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan antena microstrip patch elips pada frekuensi 2,3 GHz untuk meningkatkan kualitas sinyal internet. Sebagai solusi, antena dirancang menggunakan material FR4 epoxy dengan konfigurasi MIMO 2x2 dan MIMO 4x4 untuk memperkuat sinyal dan meningkatkan kapasitas jaringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi antena menggunakan perangkat lunak CST Studio Suite 2019, diikuti dengan fabrikasi antena dan pengujian lapangan untuk mengukur kecepatan unduh, unggah, PING, dan jitter. Hasil simulasi menunjukkan bahwa antena MIMO 2x2 menghasilkan VSWR 1,91160, return loss -25,2379 dB, dan gain 2,304 dB, sementara MIMO 4x4 menunjukkan VSWR 1,87547, return loss -35,048 dB, dan gain 2,180 dB. Pengujian lapangan menunjukkan bahwa antena MIMO 2x2 mampu mencapai kecepatan unduh 9,627 Mbps dan unggah 0,304 Mbps, sedangkan MIMO 4x4 mencapai kecepatan unduh 10,924 Mbps dan unggah 0,342 Mbps. Meskipun kedua konfigurasi antena memberikan peningkatan yang signifikan, penggunaan MIMO 4x4 menunjukkan kinerja yang lebih optimal. Penelitian ini menyarankan penggunaan antena MIMO 4x4 sebagai solusi terbaik untuk memperkuat sinyal internet di lokasi dengan masalah sinyal yang lemah.
MAKNA PERIBAHASA BIMA PADA MASYARAKAT DESA WADUKOPA KECAMATAN SOROMANDI KABUPATEN BIMA Nurwidayanti, Nurwidayanti; Mahsun, Mahsun; Sirulhaq, Ahmad
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 24 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v24i1.13087

Abstract

This research aims to describe the form and meaning of Bima proverbs in the Wadukopa Village community, Soromandi District, Bima Regency. The typa of research is descriptive qualitative research. The data source for this study is informants or the Wadukopa community. The data collection methode used in the study was through observation, interviews, and documentation. Observation data in the form of notes related to the behavior and interactions of informants, the interview data in the from information about proverb obtained through a question and answer process between the interviewer and the informant. While the documentation data in the form of written materials that have passed related to Bima proverbs. The data analysis method uses intralingual and extralingual equivalents. Intralingual iquivalents are used analyze the linguistic meaning in proverbs, while extralingual is used to understand how the culture context influence proverbs. Based on the result of the data analysis, it was found that the form of Bima proverbs in the Wadukopa community consists of proverbs in the form of proverbs, parable proverbs, and proverbs of proverbs/sayings. Meanwhile, the meaning of proverbs found in the Wadukopa village community is the denotative and connotative meanings as well as the cultures views of the community which are used to advise, motivative, provide support, remind and make the community aware, especially the younger generation who still lack knowledge. Proverbs can also be used to shape the character of the younger generation. By using proverbs in speaking, it is considered to prioritize politeness in language without saying it directly.
Menelisik Strategi Pemasaran Online dalam Meningkatkan Pembelian Konsumen pada Produk Usaha Rumah Amuma Mahsun, Mahsun; Nury Khirdany, Elvin; Faisol, Faisol
Journal of Economic and Business Vol 1 No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/joebis.v1i2.80

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini antara lain: a) Untuk mengetahui strategi pemasaran online produk usaha Rumah Amuma, dan b) Untuk mengetahui strategi pemasaran online dalam meningkatkan pembelian produk usaha Rumah Amuma. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan sumber data observasi,  wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini di temukan bahwa: a) strategi pemasaran online yang di lakukan oleh Rumah Amuma dengan menggunakan media online yang berupa aplikasi online shop diantaranya shopee, lazada, dan tokopedia, adapun juga menggunakan aplikasi media sosial diantaranya whatsapp, instagram, facebook, dan tiktok, dengan menggunakan handphone serta akses jaringan internet., dan b) Upaya dalam meningkatkan pembelian konsumen Rumah Amuma menjaga kualitas produknya serta memberikan informasi kepada konsumen terkait tentang manfaat dan cara penyimpanan produk. Rumah Amuma juga memberikan respon secara cepat serta memberikan jawaban singkat dan jelas, dengan tetap menjaga sopan santun dan etika dalam berkomonikasi. Hal ini dapat peningkatkan pendapatan penjualan dan meningkatkan minat pembelian konsumen.
Modern Payment Solutions for Zakat Fitrah: a Shariah Legal Examination of Pay Later Systems in Marketplaces Saekhu, Saekhu; Musyafak, Najahan; Mahsun, Mahsun
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2022.13.2.28792

Abstract

This study examines the use of Pay Later systems offered by digital marketplaces, such as Gopay and Shopee, as a method for fulfilling zakat fitrah obligations. While financial technology has enhanced accessibility and efficiency in zakat management, its integration with credit-based instruments raises significant Shariah concerns. This study is contextualized from a qualitative approach that combines normative legal analysis with digital ethnography, exploring whether deferred payment models align with Islamic jurisprudence and the objectives of Shariah. We highlight findings that although Pay Later provides convenience for zakat payers, it introduces elements of debt that risk contradicting the principle of immediacy in zakat fitrah. Nonetheless, under certain circumstances, such as compliance with DSN-MUI regulations and avoidance of riba, Pay Later may be considered permissible as a means of fee. This paper contributes to the growing discourse on Islamic fintech by clarifying the legal and ethical boundaries of credit-based worship payments and offers practical recommendations for zakat institutions to collaborate with fintech providers while safeguarding the integrity of religious obligations.
Istihsan in Determination of the Lunar Month: Jurisprudential Flexibility for Harmonizing the Ummah Ananda Sy, Geubrina Rizky; Qiromi, Nur Mahmudi; Mahsun, Mahsun; Tajrid, Amir
Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/sinthop.v4.i1.33.123-135

Abstract

This article examines the role of Istihsan as a method of Islamic jurisprudential flexibility in determining Islamic law, particularly regarding the beginning of the lunar month, and reviews the positions of the four prominent schools of jurisprudence (Hanafi, Maliki, Hanbali, and Shafi'i) toward its application. Istihsan, which etymologically means "considering something better," remains a debated method of ijtihad among Islamic jurisprudence scholars (ushuliyyin), although still practically utilized. This study aims to explore how Istihsan functions as a jurisprudential catalyst in the application of astronomical science (Ilmu Falak), especially concerning the determination of lunar months, offering potential solutions for harmonizing differences among the Muslim community. Employing descriptive qualitative methods, the study uses primary sources from fiqh documentation related to Istihsan and astronomy, supplemented by secondary literature. The findings indicate that the Hanafi, Maliki, and some Hanbali scholars accept Istihsan with varying definitions and practical implementations. In contrast, the Shafi'i school rejects Istihsan, considering it as a form of subjective ijtihad lacking strong scriptural justification. Nevertheless, Istihsan serves as a foundation for jurisprudential flexibility, enabling Islamic law to effectively respond to contemporary challenges. Specifically, Istihsan acts as a bridge between the hisab (astronomical calculations) and rukyat (direct lunar observation) methods. It provides adaptive and maslahah-oriented solutions, such as prioritizing hisab in cases of doubtful rukyat, or vice versa, prioritizing rukyat to maintain unity within the community. Practically, Istihsan is exemplified through the Indonesian government's isbat sessions, which require integrated collaboration among scholars, astronomers, and government institutions, always maintaining compliance with definitive (qath'i) texts and public welfare (maslahah mursalah).
Strategi Pembangunan dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian di Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Mahsun, Mahsun
Indonesian Journal of Research and Service Studies Vol. 1 No. 9 (2024): Indonesian Journal of Research and Service Studies
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/9zj6ed54

Abstract

Mahsun. 2161201504. Development Strategy to Improve the Economy in Jatimulyo Village, Jenggawah District, Jember Regency. Management Study Program, Ahmad Dahlan Institute of Technology and Business, Jakarta. Supervisor: HUSNAYETTI, SE., M.M. The Jatimulyo Village Government, Jenggawah District, Jember Regency, is the driving force behind implementing the National Development program in the village. The purpose of this study is to determine the development strategy in Jatimulyo Village, Jenggawah District, Jember Regency, from planning, implementation, and supervision, and to determine how the Jatimulyo Village Government improves the economy. This research is a qualitative descriptive study. The data sources used are primary and secondary data. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the process of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Development Strategy in Efforts to Improve the Economy in Jatimulyo Village, Jenggawah District, Jember Regency has been implemented well starting from the planning stage, implementation of development and supervision can be said to be in accordance with the applicable regulations and laws, however, even though the implementation of the development has had a direct impact on the village community, in reality it has not been fully able to improve the economy of the Jatimulyo Village community and has not been able to eradicate poverty in the Village.
Inovasi dan Perubahan dalam Manajemen Pendidikan Islam Mukhammad Fajrul Falah Ashshiddig; Mahsun, Mahsun
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 4: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i4.8050

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang tinggi. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi, manajemen pendidikan Islam dituntut untuk berinovasi agar tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep inovasi dan perubahan dalam manajemen pendidikan Islam serta strategi implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi dalam pendidikan Islam mencakup pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penerapan kepemimpinan inovatif. Meskipun demikian, terdapat berbagai tantangan dalam penerapan inovasi, seperti kesenjangan akses teknologi, resistensi terhadap perubahan, serta keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan strategi inovatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Integrasi teknologi dalam pendidikan Islam harus dilakukan secara bijak agar tetap mempertahankan nilai-nilai Islam. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, inovasi dalam manajemen pendidikan Islam dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencetak generasi yang unggul secara intelektual serta berakhlak mulia.
Teori Realisme dalam Pendidikan Islam Handayani, Oktaviana; Mahsun, Mahsun
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 4: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i4.8055

Abstract

Teori Realisme dalam pendidikan Islam berfokus pada pengembangan pemahaman tentang realitas kehidupan yang bersumber dari wahyu Tuhan dan pengalaman manusia. Dalam konteks ini, realisme tidak hanya dilihat sebagai suatu pandangan yang mengutamakan pengalaman inderawi, tetapi juga sebagai penerimaan terhadap kenyataan spiritual dan moral yang terkandung dalam ajaran Islam. Dalam pendidikan Islam, teori ini mengajarkan bahwa pengetahuan tidak hanya berasal dari dunia fisik, tetapi juga dari sumber-sumber ilahi yang mengarah pada pemahaman yang lebih mendalam mengenai kehidupan, Tuhan, dan hubungan manusia dengan alam semesta. Pendidikan yang berbasis pada realisme dalam Islam menekankan pentingnya pengembangan akal sehat, penanaman nilai-nilai moral, serta pembekalan siswa dengan kemampuan untuk memahami dan menghadapi dunia nyata sesuai dengan ajaran agama. Teori ini juga memandang bahwa pendidikan harus berlandaskan pada prinsip-prinsip yang membawa individu untuk memahami dan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik secara personal maupun sosial. Dalam hal ini, guru berperan sebagai pembimbing yang mengarahkan siswa untuk menghubungkan teori dengan praktik kehidupan nyata berdasarkan ajaran agama. Secara keseluruhan, teori realisme dalam pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk individu yang mampu hidup selaras dengan dunia nyata, memiliki kemampuan kritis, dan mengaktualisasikan ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan mereka.
Refleksi Dan Pengembangan Profesional Islam Mustaghfiroh, Asri Arofah As’adati; Mahsun, Mahsun
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 4: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i4.8074

Abstract

Dalam dunia yang terus berkembang, profesional Muslim menghadapi tantangan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam praktik profesional mereka. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya refleksi dalam pengembangan profesional berbasis Islam, sekaligus memberikan panduan praktis untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan kerja. Melalui metode deskriptif analitis, artikel ini mengeksplorasi dimensi refleksi, prinsip pengembangan profesional Islami, dan strategi untuk mewujudkan integrasi yang harmonis antara nilai spiritual dan profesionalitas. Kesimpulannya, pengembangan profesional Islam memerlukan pendekatan holistik yang mencakup refleksi, pembelajaran berkelanjutan, dan komitmen terhadap etika Islami.
Co-Authors Abdul Basit Adha, Isna Adha, Isna Dia’ul Adha, Isna Diaul Ahmad Sirulhaq Al Hakim, Muhammad Fadloli Albar, Muhammad Amir Tajrid Amsal, Andi Yasir Ananda Sy, Geubrina Rizky angga wahyu aditya Aniqoh, Aniqoh Anton Yudhana Apitalia, Sri Asni, Sukria Asno Azzawagama Firdaus Asyhar, Muhammad Azis, Muhamad Sahril Badelah, Badelah Bakri, Baiq Fahriatin Bambang Jati Kusuma, Bambang Jati Burhanuddin Burhanuddin Burhanudin Burhanudin Butsainah, Hurriyatun Chairunissa, Baiq Inda dedi irawan Devina Sanchia Samosir Dhian, Baiq Medy Destarien Dini Eka Fitriani Faisol Faisol Faizah Faizah Fathurrahim, Fathurrahim Fatihin, Moh. Khoirul Firdaus, Muhammad Aris Fitriah, Ulfah Gozali, Gozali Habibi, Putrawan Handayani, Oktaviana Handoko, Tri Akbar Hayati, Nona Sintia Rizki Hijriah, B. Siti I Putu Septian Adi Prayuda Ibda, Hamidulloh Imam Riadi Imansyah, Ainul Iwansyah, Iwansyah Izzudin, Ahmad Johan Mahyudi, Johan Jumail, Muhamad jumratul akbar, jumratul Kango, Riklan Karim, Syarul Khairussibyan, Muh. Khusnul Khotimah khusnul khotimah Lana, Elsa Setia Lestari, Fujiah M. Zaini, M. Mahfud, Tuatual Mahrus Mahrus, Mahrus Maryani Maryani Mar’atussolichah, Mar’atussolichah Mohamad Jumail Muamilah, Husnul Mubarok, Alaik Muhaimi, Lalu Muhajir Muhajir, Muhajir Muhammad Sukri Mukhammad Fajrul Falah Ashshiddig Muniri Muniri, Muniri Musaddat, Syaiful Mussadat, Mussadat Mustaghfiroh, Asri Arofah As’adati Musyafak, Najahan Mutiah, Uryun Muzianti, Yeni Nurfidah, Nurfidah Nurwidayanti, Nurwidayanti Nury Khirdany, Elvin Pahmi, Syamsul Primus Gadu Qiromi, Nur Mahmudi Raharja, Romi Rahmani, Nanda Hafizhah Ratna Dewi Kusumawati Reza Arviciena Sakti Rosmayanti, Nur Ida Rosyad, Mushoffa Basyir S, Aswandikari Sablan, Sablan Saekhu Saekhu Saharudin Saharudin Sarwadi, Gita Si Luh Putu Damayanti Sofan, Mukhamad Taufiq Sri Adiningsih Sudirman Sudirman sukri Sukri, sukri Sukri, Muhammad , Sumilang, Anten Suriati, Ni Luh Susilawati, Susilawati Syambirawansah, Dedet Syech Idrus Syukron, Farida Tia Rahmatika Wahidah, Baiq Wangsa Makasa, Ambok Panaik Wasid Wasid Wiryandanu, Jihana Wiwik Handayani Yudhi Kurniawan Zahari Yuliani, Made Yulianti, Wiwik Zulkarnain Zulkarnain