Claim Missing Document
Check
Articles

PEMAHAMAN GURU BAHASA INDONESIA SMP DAN MTS DI KOTA BIMA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS Lestari, Fujiah; Mahsun, Mahsun; Burhanudin, Burhanudin
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 5 No 2 (2022): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v5i2.6156

Abstract

This study aims to obtain information about the understanding of junior high school teachers and MTs in the city of Bima towards learning text-based Indonesian. This type of research is a descriptive study using qualitative and quantitative approaches. The targets in this study are Indonesian of junior high school and MTs language teachers in the city of Bima. The method used in the process of collecting data in this research is the listening method and proficient method. While the method used in data analysis is the intralingual equivalent method of HBB, HBS, and HBSP techniques. Based on the analysis results obtained that the understanding of Indonesian of junior high school and MTs in the city of Mataram towards learning Indonesian based on text categorized less fortunate. The understanding of junior high school teachers and MTs Indonesian language teachers in Bima on text-based Indonesian language learning is able to understand the types of texts based on their genre, because all respondents are able to describe their understanding in the text itself. From the point of view of the understanding of Indonesian of junior high school and MTs language teachers in the city of Bima on learning text-based Indonesian language is able to understand the structure of the text based on its genre, because all respondents were able to describe their understanding in the text based on the genre. The understanding of junior high school and MTs Indonesian language teachers in Bima on learning text-based Indonesian is less able to understand the use of linguistic tools in the text, because most respondents are less able to describe their understanding in text based on their genre. And finally, the understanding of  junior high school and MTs Indonesian language teachers in Bima on learning text-based Indonesian in Bima City is able to understand the social objectives in the text, because all respondents are able to describe their understanding in text based on their genre.Keywords: Teacher Understanding, Indonesian Language Learning, Text.
Sistem Budaya dalam Prosesi Pernikahan Adat Bima di Kecematan Donggo Kabupaten Bima (Kajian Antropolinguistik) Imansyah, Ainul; Mahsun, Mahsun; Sirulhaq, Ahmad
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i1.5808

Abstract

The purpose of this study was to describe the form of lingual units in the traditional wedding procession of Bima Kecematan Donggo Bima Regency, as well as to describe the cultural views of the people in the traditional wedding procession of Bima in Kecematan Donggo Bima Regency. Penelitin is a descriptive language research. The results showed that the form of lingual units in the traditional Bima wedding procession in Donggo District, Bima Regency, includes various words and phrases that are used specifically to mark each stage of the procession. Each of these lingual units has a deep meaning that corresponds to a cultural and symbolic value in each stage of the procession, from the beginning to the post-wedding. The people of Donggo Sub-District, Kabupaten Bima, still view traditional wedding processions as an important part of their cultural identity. This tradition is preserved for generations with the support of traditional leaders, youth, and humanists, who play an active role in maintaining and continuing this wedding custom as a form of togetherness and respect for ancestors.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Sofan, Mukhamad Taufiq; Mahsun, Mahsun; Fatihin, Moh. Khoirul; Muhajir, Muhajir
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8224

Abstract

Gaya kepemimpinan kepala sekolah memegang peran penting dalam menentukan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pendekatan literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengkaji penelitian relevan yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis yang mengedepankan kolaborasi, partisipasi aktif, dan komunikasi terbuka mampu menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif untuk pengembangan kompetensi siswa. Kepala sekolah yang menerapkan gaya kepemimpinan ini cenderung lebih berhasil dalam membangun hubungan yang harmonis dengan guru, siswa, dan masyarakat, sehingga mendukung tercapainya kualitas pendidikan yang lebih baik. Selain itu, kepemimpinan demokratis mendorong peningkatan inovasi dalam pembelajaran dan pembinaan karakter siswa yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mengidentifikasi nilai-nilai kepemimpinan yang relevan untuk pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan
Penerapan Prinsip Eksistensialisme dalam Pendidikan Anak Usia Dini Maryani, Maryani; Mahsun, Mahsun
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8068

Abstract

Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang menekankan kebebasan individu, tanggung jawab, dan pencarian makna hidup. Dalam konteks pendidikan anak usia dini (PAUD), pendekatan eksistensialisme berperan dalam membangun kemandirian, kreativitas, dan kesadaran diri anak sejak dini. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip eksistensialisme dapat diterapkan dalam pendidikan anak usia dini untuk mendukung perkembangannya secara optimal. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan eksistensialisme di PAUD dapat dilakukan melalui strategi pembelajaran berbasis eksplorasi, pengalaman langsung, dan memberikan kebebasan yang bertanggung jawab kepada anak dalam memilih aktivitasnya.
Teori Idealism dalam Pendidikan Islam Fitriah, Ulfah; Mahsun, Mahsun
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8075

Abstract

Teori idealisme dalam pendidikan Islam adalah sebuah pendekatan filosofis yang menegaskan bahwa realitas sejati ada dalam dunia gagasan, bukan hanya dalam pengalaman yang tampak. Dalam konteks pendidikan, idealisme menekankan pentingnya pengembangan intelektual, etika, dan spiritual bagi siswa sebagai tujuan utama. Pendidikan Islam selaras dengan prinsip-prinsip idealisme karena fokus pada nilai-nilai ketuhanan (tauhid), perilaku baik, dan pengembangan jiwa yang mengarah pada kehidupan setelah mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep idealisme dalam pendidikan Islam, bagaimana penerapannya dalam sistem pendidikan, serta efeknya terhadap metode pengajaran, kurikulum, dan tujuan pendidikan Islam. Dengan menerapkan metode penelitian kualitatif yang berbasis pada tinjauan pustaka, penelitian ini menemukan bahwa teori idealisme dalam pendidikan Islam menuntut adanya sinergi antara pengetahuan dan nilai-nilai spiritual, yang menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana secara moral dan memiliki kesadaran spiritual yang mendalam. Pendidikan Islam yang didasarkan pada idealisme berusaha menciptakan individu yang utuh (insan kamil) dengan keseimbangan antara pengetahuan dan keimanan, sehingga mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Selain itu, pendekatan idealisme dalam pendidikan Islam juga membentuk kurikulum dengan fokus pada ilmu agama dan ilmu umum yang saling mendukung, serta metode pengajaran yang menekankan refleksi, dialog, dan penginternalisasian nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, teori idealisme menjadi landasan yang solid bagi pendidikan Islam dalam membentuk individu yang berakhlak baik dan berilmu sebagai pemimpin di dunia.
Ujaran Kebencian pada Akun Instagram Willie Salim: Suatu Kajian Linguistik Forensik: Hate Speech on Willie Salim's Instagram Account: A Forensic Linguistic Study Hayati, Nona Sintia Rizki; Sirulhaq, Ahmad; Mahsun, Mahsun
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 01 (2025): Artikel Riset Periode Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i01.5848

Abstract

This study aims to analyze hate speech on Willie Salim's Instagram account through a forensic linguistic approach. Hate speech on social media has become an increasingly complex social problem that affects many individuals and communities. Therefore, it is important to identify and analyze hate speech to support law enforcement in the digital realm. The research method used is descriptive qualitative. Data were collected through observation and documentation techniques on comments that were considered to contain elements of hatred, such as insults, threats, and other provocative speech, on Willie Salim's Instagram account uploads. This study also utilized lexical, semantic, and pragmatic analysis techniques to explore the language patterns in these comments. Based on the results of the analysis, several categories of hate speech were found, including: (1) insults, (2) blasphemy, and (3) spreading fake news. Each category was analyzed from a lexical, semantic, and pragmatic perspective, which showed certain language patterns used to express hatred. This study also revealed that hate speech is often conveyed in implicit and explicit forms to weaken or intimidate certain individuals. The implications of these findings indicate the importance of forensic linguistics in identifying hate speech as an initial step in the law enforcement process in the digital realm. In addition, this study is expected to contribute to the development of more effective regulations in dealing with hate speech on social media, thereby creating a safer digital space for its users.
Bentuk Satuan Lingual dan Nilai Pendidikan Dalam Kearifan Lokal Pasatotang Suku Samawa Rahmani, Nanda Hafizhah; Mahsun, Mahsun; Burhanuddin, Burhanuddin; Saharudin, Saharudin
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i3.4294

Abstract

Language, culture, and education are interrelated in shaping the character of society. Language is the main tool for passing on culture and educational values, while culture shapes values ​​in education. Education plays a role in preserving language and culture through teaching history, literature, and local values. This study aims to describe the form of lingual units and educational values ​​in the local wisdom of the Pasatotang of the Samawa Tribe on Sumbawa Island, West Nusa Tenggara. Pasatotang, which means advice, is an oral tradition that contains moral messages, manners, and profound life values. This study combines structural linguistics and ethnolinguistic approaches to explore the language structure and cultural meaning contained in pasatotang, which plays a role in shaping the character and social behavior of society. The research data were obtained from the book Pasatotang by LATS Anorawi (2016), which consists of words, phrases, and sentences that function as lingual units in this tradition. Data collection methods include literature study techniques, reading techniques, and note-taking techniques to interpret lingual forms and educational values ​​in order to achieve the desired data with instruments in the form of table data analysis guidelines. Data analysis in this study was conducted by systematically reviewing documents through documentation techniques. The collected data were reduced, classified into themes and codes, then interpreted and presented in the form of narratives, tables, or images to illustrate the meaning behind the speech and support the research findings. This study found that the local wisdom of Pasatotang of the Samawa tribe contains lingual units in the form of words, clauses, and discourses, and contains religious, moral, and social educational values ​​that form noble and characterful characters that are associated with the theory of Ki Hadjar Dewantara.
Implementasi Antena Microstrip Patch Elips pada Frekuensi 2,3 GHz untuk Penguatan Sinyal Internet Amsal, Andi Yasir; Kango, Riklan; Mahsun, Mahsun; Albar, Muhammad
Jurnal Ilmu Komputer (JUIK) Vol 5, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/juik.v5i2.4283

Abstract

Kualitas sinyal internet yang buruk menjadi permasalahan utama di banyak area, termasuk di TK Tunas Bangsa Terpadu, yang menghambat proses pembelajaran yang memerlukan koneksi internet yang stabil. Masalah ini disebabkan oleh sinyal yang lemah dari penyedia layanan yang tidak memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan antena microstrip patch elips pada frekuensi 2,3 GHz untuk meningkatkan kualitas sinyal internet. Sebagai solusi, antena dirancang menggunakan material FR4 epoxy dengan konfigurasi MIMO 2x2 dan MIMO 4x4 untuk memperkuat sinyal dan meningkatkan kapasitas jaringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi antena menggunakan perangkat lunak CST Studio Suite 2019, diikuti dengan fabrikasi antena dan pengujian lapangan untuk mengukur kecepatan unduh, unggah, PING, dan jitter. Hasil simulasi menunjukkan bahwa antena MIMO 2x2 menghasilkan VSWR 1,91160, return loss -25,2379 dB, dan gain 2,304 dB, sementara MIMO 4x4 menunjukkan VSWR 1,87547, return loss -35,048 dB, dan gain 2,180 dB. Pengujian lapangan menunjukkan bahwa antena MIMO 2x2 mampu mencapai kecepatan unduh 9,627 Mbps dan unggah 0,304 Mbps, sedangkan MIMO 4x4 mencapai kecepatan unduh 10,924 Mbps dan unggah 0,342 Mbps. Meskipun kedua konfigurasi antena memberikan peningkatan yang signifikan, penggunaan MIMO 4x4 menunjukkan kinerja yang lebih optimal. Penelitian ini menyarankan penggunaan antena MIMO 4x4 sebagai solusi terbaik untuk memperkuat sinyal internet di lokasi dengan masalah sinyal yang lemah.
Istihsan in Determination of the Lunar Month: Jurisprudential Flexibility for Harmonizing the Ummah Ananda Sy, Geubrina Rizky; Qiromi, Nur Mahmudi; Mahsun, Mahsun; Tajrid, Amir
Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/sinthop.v4.i1.33.123-135

Abstract

This article examines the role of Istihsan as a method of Islamic jurisprudential flexibility in determining Islamic law, particularly regarding the beginning of the lunar month, and reviews the positions of the four prominent schools of jurisprudence (Hanafi, Maliki, Hanbali, and Shafi'i) toward its application. Istihsan, which etymologically means "considering something better," remains a debated method of ijtihad among Islamic jurisprudence scholars (ushuliyyin), although still practically utilized. This study aims to explore how Istihsan functions as a jurisprudential catalyst in the application of astronomical science (Ilmu Falak), especially concerning the determination of lunar months, offering potential solutions for harmonizing differences among the Muslim community. Employing descriptive qualitative methods, the study uses primary sources from fiqh documentation related to Istihsan and astronomy, supplemented by secondary literature. The findings indicate that the Hanafi, Maliki, and some Hanbali scholars accept Istihsan with varying definitions and practical implementations. In contrast, the Shafi'i school rejects Istihsan, considering it as a form of subjective ijtihad lacking strong scriptural justification. Nevertheless, Istihsan serves as a foundation for jurisprudential flexibility, enabling Islamic law to effectively respond to contemporary challenges. Specifically, Istihsan acts as a bridge between the hisab (astronomical calculations) and rukyat (direct lunar observation) methods. It provides adaptive and maslahah-oriented solutions, such as prioritizing hisab in cases of doubtful rukyat, or vice versa, prioritizing rukyat to maintain unity within the community. Practically, Istihsan is exemplified through the Indonesian government's isbat sessions, which require integrated collaboration among scholars, astronomers, and government institutions, always maintaining compliance with definitive (qath'i) texts and public welfare (maslahah mursalah).
Inovasi dan Perubahan dalam Manajemen Pendidikan Islam Mukhammad Fajrul Falah Ashshiddig; Mahsun, Mahsun
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 4: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i4.8050

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang tinggi. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi, manajemen pendidikan Islam dituntut untuk berinovasi agar tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep inovasi dan perubahan dalam manajemen pendidikan Islam serta strategi implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi dalam pendidikan Islam mencakup pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penerapan kepemimpinan inovatif. Meskipun demikian, terdapat berbagai tantangan dalam penerapan inovasi, seperti kesenjangan akses teknologi, resistensi terhadap perubahan, serta keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan strategi inovatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Integrasi teknologi dalam pendidikan Islam harus dilakukan secara bijak agar tetap mempertahankan nilai-nilai Islam. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, inovasi dalam manajemen pendidikan Islam dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencetak generasi yang unggul secara intelektual serta berakhlak mulia.
Co-Authors Abdul Basit Ach. Shobri Adha, Isna Adha, Isna Dia’ul Adha, Isna Diaul Ahmad Sirulhaq Al Hakim, Muhammad Fadloli Albar, Muhammad Amir Tajrid Amsal, Andi Yasir Ananda Sy, Geubrina Rizky Aniqoh, Aniqoh Anton Yudhana Apitalia, Sri Asni, Sukria Asno Azzawagama Firdaus Asyhar, Muhammad Azis, Muhamad Sahril Aziz, Nur Chotimah Badelah, Badelah Bakri, Baiq Fahriatin Burhanuddin Burhanuddin Burhanudin Burhanudin Butsainah, Hurriyatun Chairunissa, Baiq Inda dedi irawan Dhian, Baiq Medy Destarien Dini Eka Fitriani Faizah Faizah Fathurrahim, Fathurrahim Fatihin, Moh. Khoirul Firdaus, Muhammad Aris Fitriah, Ulfah Habibi, Putrawan Hafid Hafid, Hafid Handayani, Oktaviana Hayati, Nona Sintia Rizki Hijriah, B. Siti I Putu Septian Adi Prayuda Ibda, Hamidulloh Imam Riadi Imansyah, Ainul Iwansyah, Iwansyah Izzudin, Ahmad Johan Mahyudi, Johan Jumail, Muhamad jumratul akbar, jumratul Kango, Riklan Khairussibyan, Muh. khusnul khotimah Khusnul Khotimah Lana, Elsa Setia Lestari, Fujiah M. Zaini, M. Mahrus Mahrus, Mahrus Maryani Maryani Mar’atussolichah, Mar’atussolichah Mohamad Jumail Mubarok, Alaik Muhaimi, Lalu Muhajir Muhajir, Muhajir Muhammad Sukri Mukhammad Fajrul Falah Ashshiddig Muniri Musaddat, Syaiful Mussadat, Mussadat Mustaghfiroh, Asri Arofah As’adati Mutiah, Uryun Muzianti, Yeni Nurfidah, Nurfidah Primus Gadu Qiromi, Nur Mahmudi Raharja, Romi Rahmani, Nanda Hafizhah Ratna Dewi Kusumawati Reza Arviciena Sakti Ridho, Muhammad Zainul Rosmayanti, Nur Ida Rosyad, Mushoffa Basyir S, Aswandikari Sablan, Sablan Saharudin Saharudin Salihin, Agus Sarwadi, Gita Si Luh Putu Damayanti Siti Nur Hidayati Sofan, Mukhamad Taufiq Sri Adiningsih Sudirman Sudirman sukri Sukri, sukri Sukri, Muhammad , Sumilang, Anten Suriati, Ni Luh Syambirawansah, Dedet Syech Idrus Syukron, Farida Wahidah, Baiq Wangsa Makasa, Ambok Panaik Wasid Wasid Wiryandanu, Jihana Wiwik Handayani Yudhi Kurniawan Zahari Yuliani, Made Yulianti, Wiwik