Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SELF CONCEPT TERHADAP PERILAKU SHOPPING ADDICTION PADA SISWA SMAN 2 BAE KUDUS Jumanto, Ahmad; Hidayati, Richma; Kusmanto, Agung Slamet
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 2, No 1 (2023): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING APRIL 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mrgc.v2i1.9709

Abstract

Maladaptive behavior is an action that tends to have a negative impact on both psychological and physical individuals, one of which is shopping addiction. This study aims to determine the effect of individual self-concept on shopping addiction behavior where it is hoped that this research will provide an overview for guidance and counseling teachers in improving student self-concept. The collection techniques used are self-concept and shopping addiction scales. The results obtained from this study are the calculated T value of 2.680 2.042 T table, the regression coefficient value is 49.032 (+) and R Square of 0.193 means that there is a positive influence of cell concept on shopping addiction of SMAN 2 Bae Kudus students by 19.3%.
MENGATASI INTOLERANSI SISWA MENGGUNAKAN KONSELING BEHAVIORISTIK TEKNIK KONTRAK PERILAKU DI SMAN 2 BAE KUDUS Nada, Via Qotrun; Hidayati, Richma; Kiswantoro, Arista
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 3, No 2 (2024): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mrgc.v3i2.11182

Abstract

The aims of this study are: 1. To describe the factors that cause students at SMAN 2 Bae Kudus to have intolerance. 2. Overcoming student intolerance using behavioristic counseling with behavioral contract techniques at SMAN 2 Bae Kudus.The type of research used is guidance and counseling case studies with qualitative methods; the subjects studied were two students from SMAN 2 Bae Kudus. The methods used in this study are interviews, observation and documentation in an in-depth way so that later you can obtain accurate data about the problem under study, namely the problem of intolerance behavior. Based on the research results, it can be concluded that there are two factors that cause intolerance in students, namely internal factors and external factors. There are several factors that cause MF to behave intolerantly, namely not liking informatics lessons even with the teacher, feeling uncomfortable in class, and often talking to himself with his classmates or around his bench when the lesson is in progress. While the factors that cause JI to behave intolerantly are feeling bored with math lessons, not liking math lessons, sleeping during class, and playing on their own cellphones when lessons are in progress, Therefore, what makes MF and JI counselees behave intolerantly is not respecting and respecting others, not introspecting himself, not paying attention to and listening to his teacher, talking to himself and playing in class when lessons begin, and imposing the will of others. After carrying out individual counseling using a behavioristic approach, the counselee's behavior contract technique can eliminate his bad behavior and change it to a better one.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN TEMAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING Siswanto, Nafisa Alva; Hidayati, Richma; Gudnanto, Gudnanto
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 3, No 2 (2024): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mrgc.v3i2.11180

Abstract

The aim of this research is to determine the improvement of students' communication skills through group guidance services using role playing techniques. Communication skills: Communication is a speaking skill possessed by a person that can be used in verbal and nonverbal techniques that can be used to understand or resolve a conflict constructively.This type of research is quantitative research. The method used by researchers is Quasi Experimental research. The subjects of this research were class XI Mipa 5, totaling 16 students. which will be divided into 2 groups, namely the control group and the experimental group. The dependent variable in this research is improving students' communication skills, while the independent variable is group guidance services using role playing techniques.The results of this research indicate that before group guidance was carried out using the role playing technique (pretest), the condition of students' communication skills tended to be low with an average of 48.625 and after being given group guidance using the role playing technique (posttest), students' communication skills experienced a significant increase with an average of 62,375.From the results of the hypothesis test, it was found that there was a significant difference regarding students' communication skills before and after being given group guidance services using role playing techniques, with a significance of 0.012. Thus it can be concluded that implementing group guidance services using role playing techniques can improve students' communication skills.
The Differences of Students’ Self-Confidence Level in Full Day Class and Regular Class of Elementary School Hidayati, Richma; Hidayah, Nur
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.882 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v9i4.22356

Abstract

This study aims to compare the students’ self-confidence between special classes (full day class) and regular classes. The method used is a quantitative study with a comparative study as a research design. The research subjects were 90 students, 30 students form special class and 60 students from regular class. The results of this study have provided an overview of the differences between special classes and regular classes affecting the level of student confidence where students in special classes have high self-confidence compared to students in regular classes. And it can be concluded that self-confidence is formed and develops through the learning process in one's interactions with the environment so that class differences make different levels of student confidence.
SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC): ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA Sumarwiyah, Sumarwiyah; Zamroni, Edris; Hidayati, Richma
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.918 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v1i2.409

Abstract

Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga.
LAYANAN INFORMASI KARIR MEMBANTU PESERTA DIDIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KARIR Hidayati, Richma
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.515 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v1i1.258

Abstract

Peserta didik akan selalu dihadapkan dengan sejumlah alternatif,baik yang berhubungan kehidupan pribadi, sosial, belajarmaupun kariernya. Mereka sering mengalami kesulitan untukmengambil keputusan dalam menentukan alternatif mana yangharus dipilih. Salah satunya adalah kesulitan dalam memahamidiri yang berkaitan dengan karirnya dan pengambilan keputusanyang berhubungan dengan rencana-rencana karier yang akandipilih untuk masa depannya. Kesulitan-kesulitan untukmengambil keputusan karier dapat dihindari ketika siswamemiliki sejumlah informasi yang memadai tentang hal-hal yangberhubungan dengan dunia kariernya. Karena itu mereka perlumendapatkan layanan informassi karir, bimbingan danpendampingan secara penuh supaya memperoleh pemahamanyang memadai tentang berbagai kondisi dan karakteristikdirinya, baik tentang bakat, minat, cita-cita, berbagai kekuatanserta kelemahan yang ada dalam dirinya dan tidak salah dalammenentukan karir yang dipilihnya.
LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN MEDIA ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Hidayati, Richma
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.021 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i1.553

Abstract

?Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk melakukan pekerjaan dan memecahkan permasalahan yang ada dalam kehidupan di masyarakat. Melalui layanan penguasaan konten, siswa dipacu untuk dapat meningkatkan ketranpilan berpikir kritisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui layanan penguasaan konten dengan media ular tangga. Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan Konseling. Berdasarkan hasil postes siklus I dan hasil observasi yang telah dilakukan, diperoleh ketuntasan belajar yang dibandingkan dengan KKM (nilai 75), diperoleh hasil bahwa sebanyak 8 siswa (62%) tuntas melaksanakan pembelajaran dan sebanyak 5 siswa (38%) tidak tuntas dalam siklus satu ini. Jika dilihat dari kriteria berpikir kritis, diperoleh hasil bahwa sebanyak 6 siswa (46%) berada dalam kategori sangat kritis, sebanyak 3 siswa (23%) berada dalam kategori kritis, sebanyak 3 siswa (23%) berada dalam kategori cukup kritis dan satu siswa (7%) berada dalam kategori tidak kritis.Setelah dilakukan siklus kedua layanan penguasaan konten dengan media ular tangga diperoleh hasil peningkatan yang signifikan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa sebanyak 12 siswa (93%) tuntas melaksanakan pembelajaran dan sebanyak 1 siswa (7%) tidak tuntas dalam sikul II ini. Jika dilihat dari kriteria berpikir kritis, diperoleh hasil bahwa sebanyak 10 siswa (77%) berada dalam kategori sangat kritis, dan sebanyak 3 siswa (23%) berada dalam kategori kritis.
Peningkatan Mental ATLIT Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Permainan Simulasi Hidayati, Richma; Kiswantoro, Arista; Kusmanto, Agung Slamet; Fadkhurosi, Adnan
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v10i1.11297

Abstract

Peningkatan Mental Atlit Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Permainan Simulasi. Masalah penelitian ini percaya diri atlit yang rendah.Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan percaya diri dengan layanan bimbingan kelompok teknik permainan simulasi pada atlit tarung drajat0.Metode penelitian ini adalah Eksperiment.Subjek penelitian sebanyak 20 orang atlit yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Percaya Diri.Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan percaya diri atlit setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik permainan simulasi. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan rata – rata 8,04% serta hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Test, diperoleh -2.803 = 1.645 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan penelitan adalah bimbingan kelompok teknik permainan simulasi dapat digunakan untuk meningkatkan percaya diri pada atlit. 
KONSELING ANAK DENGAN KELUARBIASAAN GANDA (TWICE EXCEPTIONALITY) Hidayati, Richma; Gumulyo, Anggun Dewi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.151 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i2.745

Abstract

Pemahaman mengenai bakat istimewa/cerdas istimewa pada saat ini masih sangat bervariasi baik dikalangan para orang tua, para pendidik/guru maupun masyarakat pada umumnya. Anak berbakat istimewa/cerdas istimewa sering kali dipandang sebagai anak didik yang mampu berprestasi istimewa di berbagai bidang dan tidak menunjukkan adanya kekurangan atau kelemahan dalam bidang apapun dalam belajar. Anak yang memiliki bakat istimewa/cerdas istimewa adalah anak yang super/istimewa yang tidak memiliki kelemahan sama sekali dalam mengikuti pendidikan. Keluarbiasaan ganda yang terjadi pada diri individu merupakan karunia Tuhan yang patut disyukuri, sebagai konselor kita tentu harus mampu mencarikan jalan keluar supaya anak didik (individu tersebut) dapat tumbuh kembang secara maksimal baik secara individu, maupun sebagai makhluk sosial. Sebgai individu, anak memiliki dan membutuhkan bimbingan, layanan untuk tumbuh kembang menjadi pribadi yang unggul dalam bidang nilai, norma, kognisi, persepsi, sikap, dan tingkah lakunya.
Peran Konselor Sekolah Dalam Membangun Etika Siswa Generasi Alpha Virera, Dinda Rossa Aldyan; Lestari, Indah; Hidayati, Richma; Mawadati, Khusnia
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.721254

Abstract

Etika adalah aturan perilaku yang berkaitan dengan kesopanan atau etika, sopan santun, moral, dan akhlak mulia, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai etika tertentu pada diri siswa, yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. . Menjadi bagian penting menempatkan peran konselor sekolah dalam membentuk etika siswa dan cara menghadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai panutan dalam pembentukan etika siswa. Salah satu cara untuk membentuk etika siswa adalah dengan menggunakan metode bimbingan kelompok, Bimbingan Kelompok merupakan salah satu teknik bimbingan konseling yang efektif untuk pembentukan etika siswa
Co-Authors - Sucipto - Sumarwiyah, - Agung Slamet Kusmanto Ahyani, Devyta Alyana, Adinda Ayu Amalia, Khusnu Arista Kiswantoro, Arista Aryanti Sagita Aulia Wasi A Cikal, Richie Annisa Dewi Syafitri Diah Kurniati Diana Ermawati Dini Rakhmawati Edris Zamroni Elina Septi Rahayu Ellen Anggi F Fadhurosi, Adnan Fadkhurosi, Adnan Fahmi, Firdaus Yulian Fitrianingsih, Fera Gudnanto, Gudnanto Gumulyo, Anggun Dewi Gumulyo, Anggun Dewi IM. Hambali Indah Lestari Indah Lestari Indah Lestari, Indah Ita Nur Octaviana Izzah, Nailatul Juliastanti, Rheni Jumanto, Ahmad Kurniawan, Filla Febri Kusmanto, Agung Slamat Kusumaningtyas, Yuniar Mima Lia Anggun Ristiyana Lovika Ardana Riswari M. Ramli M. Ramli Ma'rufah, Durrotun Martinaloka, Jesi Masturi Masturi Mawadati, Khusnia Mohamed Nor Azhari bin Azman Muhammad Agus Muljanto Muhammad Ikhwan Hidayat Muhammad Sholikhan Nada, Via Qotrun Nailatul Izzah Nanda Gita Pratiwi Nazulla Niftira Nindya Nazulla Niftyra Nindya Nindya, Nazulla Niftira Novi Putri Pertiwi Nugraheni, Luthfa Nur Hidayah Nur Hidayah Nuraeningsih Oktafia, Rulyana Mutiara Padmi Dhyah Yulianti Pratiwi , Ika Ari Rusiana Salsabila, Putri SANTOSO SANTOSO Santoso Santoso Santoso Santoso Sari, Siwi Villa Intan Sekar Dwi Ardianti Siswanto, Edy Siswanto, Nafisa Alva Slamet, Agung Sofyan Aji, Muhamad Ali Sri Utaminingsih Sri Utaminingsih Sumarwiyah Sumarwiyah, Sumarwiyah Susilo Rahardjo Syafitri, Dewi Syariful Anam Titis Sulistyowati Tri Suyati Triyono Triyono Veninda Herinawati Virera, Dinda Rossa Aldyan WISNU PRABOWO