Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Sanksi Adat Kasepekang Akibat Perubahan Wangsa Dari Si Menjadi Gusti di Banjar Adat Kutaraga Desa Bongkasa Kabupaten Badung Suwitra, I Made; Sagita, I Kadek Yoga Ary; Sudibya, Diah Gayatri
Jurnal Analogi Hukum 276-281
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.7.3.2025.276-281

Abstract

Di Bali, tata adat dan norma-norma masyarakat diarahkan, dipelihara, dan diatur oleh sebuah lembaga yang dikenal sebagai Desa Adat. Pelanggaran terhadap peraturan yang ditetapkan oleh Desa Adat dapat berakibat pada pemberian sanksi adat, yang dikenal sebagai Kasepekang. Kasepekang merupakan salah satu bentuk sanksi adat di Bali, di mana individu yang terkena sanksi tersebut akan mengalami pengucilan, pengasingan, atau pemecatan dari kegiatan di desa (Madesa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kebangsawan yang ada di Bali. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini: (1) Bagaimana penerapan sanksi adat kasepekang di Desa Adat Kutaraga Desa Bongkasa dan (2) Bagaimana prosedur penerapan sanksi adat kasepekang di Desa Adat Kutaraga Desa Bongkasa?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris. Adapun sumber data penelitian ini adalah data primer yaitu melalui penelitian di lapangan dan data sekunder yaitu tulisan literatur para ahli dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan Wangsa di desa adat Kutaraga, tidak dapat diterima oleh masyarakat sehingga dijatuhi sanksi kasepekang. Hal ini diharapkan agar masyarakat sadar dan taat dengan pararem atau awig-awig yang telah menjadi kesepakatan masyarakat Banjar adat.
Hak Waris Anak Perempuan Dalam Hukum Adat Bali di Desa Adat Renon Yulandini, Ni Kadek Ayu Cahya; Suwitra, I Made; Sudibya, Diah Gayatri
Jurnal Analogi Hukum 338-345
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.7.3.2025.338-345

Abstract

Awig-awig Desa Adat Renon dapat dinyatakan mempunyai keunikan dalam hukum adat waris yang berorientasi pada gender sehingga hak mewaris anak perempuan dan anak laki-laki sama. Di Bali, sistem keturunan patrilineal diikuti dimana hanya keturunan laki-laki yang akan menjadi pewaris dalam keluarga karena mengikuti garis keturunan ayah. Pokok persoalan dalam studi ini adalah (1) Bagaimanahak waris bagi anak perempuan di Desa Adat Renon? dan (2) Bagaimana hak tersebut diterapkan dalam proses pembagian warisan?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan menganalisis UU dan regulasi terkait dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan konseptual. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang didapatkan langsung dari informan dan responden, serta data sekunder yang menggunakan bahan hukum baik primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Adat Renon, Bendesa Adat dan Masyarakat masih belum mengimplementasikan isi dari awig-awig dan Keputusan Pesamuhan Agung MUDP Bali Nomor 01//KEP/PSM/-3MDP Bali/X/2010. Hal ini disebabkan karena krama adat masih kuat dalam mempertahankan dresta, serta kebiasaan-kebiasaan dan menyesuaikan diri dengan kesepakatan dan situasi ekonomi keluarga.
Penataan Pertanahan Desa Sidan Berbasis Ekowisata Untuk Pembangunan Berkelanjutan Astara, I Wayan Wesna; Agung, Anak Agung Istri; Mahendrawati, Ni Luh Made; Wesna, Putu Ayu Sriasih; Utama, I Wayan Kartika Jaya; Permatasari, Indah; Budiartha, I Nyoman Putu; Suwitra, I Made; Sukandia, I Nyoman
Postgraduated Community Service Journal 102-108
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.6.2.2025.102-108

Abstract

Land management integrated with ecotourism is crucial for sustainable village development in rural Bali, where natural and cultural potential is often hampered by irregular land management, a lack of legal certainty over customary land, and the risk of agricultural land conversion. This community service program aims to address these issues in Sidan Village, Gianyar District, through an ecotourism-based land management approach to optimize tourism potential such as Kissidan Eco Hill while preserving the environment and cultural values. The methods used included land law socialization, the application of digital mapping technology for land inventory and zoning, and sustainability strategies through strengthening village and customary village institutions. Results showed increased community understanding of regulations such as the Basic Agrarian Law (UUPA), the Integrated Land Management System (PTSL), and the LP2B Protection Law, which differentiates between productive agricultural and tourism areas, as well as strengthened synergy between institutions to mitigate the risk of land disputes. Overall, this program successfully established Sidan Village as a model for sustainable ecotourism, balancing economic development, environmental conservation, and local wisdom through orderly and law-based land management.
Cancellation of Overlapping Land Rights Certificates Without Judicial Mechanism Hermanta, I Gede; Suwitra, I Made; Alit Puspadma, I Nyoman
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i3.2253

Abstract

Land title certificates are administrative state products that serve as strong evidentiary instruments to ensure legal certainty in land law. However, the issuance of overlapping certificates persists in practice, creating disputes and legal uncertainty. This research aims to analyze the authority of the National Land Agency in canceling overlapping land title certificates and to assess the extent to which such cancellations provide legal certainty. It also examines BPN’s responsibility arising from such cancellation, particularly in relation to good-faith certificate holders. This research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches, analyzed through interpretative legal reasoning. The findings indicate that the authority to cancel overlapping land title certificates, exercised by the Head of the Regional Land Office and, in certain circumstances, by the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency, constitutes a lawful delegation and substitution of authority as an administrative corrective mechanism. Nevertheless, the existence of substantively identical authority across different hierarchical levels without clear limitations, combined with the absence of temporal restrictions on administrative cancellation, results in a form of legal certainty that remains relative and nonfinal, as such decisions may still be subject to judicial review. Furthermore, BPN’s authority in the administrative cancellation of overlapping certificates is limited to the administrative domain and lacks adequate compensation mechanisms for good-faith holders, thereby failing to achieve substantive justice. This study recommends clearer delineation of cancellation authority and explicit mechanisms for legal protection and remedies to strengthen legal certainty and justice in land administration.
The Relevance of Certainty and Fairness to Notary Honorarium Values in the Notary Position Law Wangsa, I Gusti Agung Wisnu Satria; Suwitra, I Made; Utama, I Wayan Kartika Jaya
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 3 (2026): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i3.3121

Abstract

This study discusses the regulation of notary fees in Article 36 of the Notary Law (UUJN) in relation to the principles of legal certainty and justice. The problem arises because this provision regulates the maximum fee, but does not provide clear parameters regarding economic and sociological values, nor does it regulate the minimum fee. This study uses a normative legal research method with a regulatory approach and a conceptual approach using primary, secondary, and tertiary legal materials. The results of the study show that the regulation of notary fees provides legal legitimacy for notaries to receive compensation for the legal services they provide and aims to provide legal protection for notaries and the public. However, the ambiguity of the norms in this provision has the potential to cause differences in interpretation and tariff competition between notaries. Therefore, the determination of notary fees needs to be done proportionally by taking into account legal provisions, professional codes of ethics, and social conditions.
Perlindungan terhadap Eksploitasi Anak pada Platform Youtube Cahya, Dewa Ayu Putu Mulya; Mahaputra, I B GD Agustya; Suwitra, I Made
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model perlindungan terhadap anak dari praktik eksploitasi pada platform YouTube. Perkembangan pesat teknologi digital, khususnya media berbasis video seperti YouTube, telah mendorong meningkatnya keterlibatan anak dalam pembuatan konten yang berorientasi pada monetisasi. Dalam praktiknya, tidak sedikit anak yang dijadikan sebagai objek konten untuk memperoleh keuntungan ekonomi, popularitas, maupun kepentingan tertentu dari pihak lain, sehingga berpotensi menimbulkan tindakan eksploitasi terhadap anak. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana pengaturan mengenai eksploitasi anak pada platform YouTube, dan (2) bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang menjadi korban eksploitasi di platform YouTube. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan konseptual. Kajian dilakukan terhadap beberapa peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak, antara lain Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif negara telah memiliki berbagai instrumen hukum yang dapat digunakan untuk melindungi anak dari eksploitasi, baik dalam bentuk eksploitasi ekonomi maupun seksual di ruang digital. Namun demikian, belum adanya regulasi yang secara khusus mengatur eksploitasi anak pada platform YouTube menyebabkan penegakan hukum masih bersifat umum dan menghadapi berbagai kendala dalam penerapannya
Co-Authors A A NGR Raka Dani Wiryantha A. A. Dwi Ani Agustini Agus Suarnegara Alit Puspadma, I Nyoman Anak Agung Istri Agung ANGGARINI, Komang Desy Bagiaarta, I Putu BUDIADNYANA, I Gusti Putu Cahya, Dewa Ayu Putu Mulya Chindrawati, Anak Agung Sagung Manik Cokorda Gde Yudha Putra Cokorda Gede Ramaputra Damayanti, Ni Luh Putu Sulis Dewi Datrini, Luh Kade Datrini, Luh Kade Deno, Aprianus Mario DEVI, Ni Kadek Candra Nanda Dewa Made Sutarja Dewi, Ida Ayu Made Wahyuni Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Diah gayatry Sudibya Elanda Welhelmina Doko Gayatri Sudibya Hartana, Herry Jaya Hermanta, I Gede I Gede Bagus Indra Baskara I Gede Yudha Rana I Gusti Ayu Maha Patni I Gusti Bagus Udayana I Ketut Irianto I Ketut Selamet I Ketut Sukadana I Ketut Sukadana I Ketut Sukadana I Made Agus Mertajaya I Made Darma Temaja I Made Mardika I Made Minggu Widyantara I MADE MINGGU WIDYANTARA, I MADE MINGGU I Made Sepud I Made Sepud I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Sujana I Nyoman Sukandia I Nyoman Sutama I Putu Ade Surya I Putu Bagiaarta I Putu Gian Favian Adhi Pradana I Putu Suantika I Wayan Arthana I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Kartika Jaya Utama I Wayan Subawa I Wayan Subawa I Wayan Wahyu Dinata I Wayan Wesna Astara I Wayan Wesna Astara Indah Permatasari Irianto, I Ketut Irianto, I Ketut Kadek Andy krisnanta Kananda, Slamet klaudio klaudio Luh Kade Datrini Luh Made Mahendrawati Luh Putu Sudini Luh Putu Sudini Luh Suriati Mahajony, Ketut Rai Mahaputra, I B GD Agustya Nandiri, Ni Putu Sawitri Ni Kadek Putri Juniari Ni Kadek Ratna Dewi Ni Kadek Yuli Adeani Ni Made Rustini, Ni Made Ni Putu Sawitri Nandari Ni Putu Sawitri Nandiri Ni Wayan Kertiasih Nindhya Pemayun, Tjokorda Udiana Nyoman Suarjana Partiwi Dwi Astuti, Partiwi Dwi Prabhadika, Putu Yudi PRADYAN, I Gusti Ngurah Agung Krisna Putri, Kadek Karina Putu Aditya Palguna Yoga Putu Ayu Sriasih Wesna Ramaputra, Cokorda Gede Renaya, Nengah Sagita, I Kadek Yoga Ary Selamet, I Ketut Suamba, I Made Suantika, I Putu Sudibya, Diah Gayatri Sudibya, Dyah Gayatri Sumiati, Ni Kadek Sutarja, Dewa Made Umbu Rendhy Ahadie Ndjurumbaha Wangsa, I Gusti Agung Wisnu Satria Warsita, I Putu Andre Wesna Astara, I Wayana Widiati, Ida Ayu Putu Yulandini, Ni Kadek Ayu Cahya