Claim Missing Document
Check
Articles

DEVELOPMENT OF PBL E-MODULES ON POLYHEDRON CONSTRUCTIONS FOR GEOMETRICAL THINKING ABILITY Felia Dwi Rahayu; Venissa Dian Mawarsari; Rohmat Suprapto
KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2023): KALAMATIKA April 2023
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/KALAMATIKA.vol8no1.2023pp107-118

Abstract

This research aimed to address the issue of low geometry proficiency among students and the lack of teaching materials and assess the validity and practicality of utilizing PBL e-modules as a teaching aid. The research employed the ADDIE model as a development method. To assess the e-module's validity, three media and three material experts were consulted. The material expert evaluation yielded a score of 3.60, while the media expert evaluation yielded a score of 3.29, indicating that the media and material of the e-module are valid for use as teaching materials. Furthermore, a small class trial involving ten students demonstrated a practicality score of 3.35, signifying highly practical results. The field test resulted in a score of 3.25, indicating that the PBL e-module is practical. The teacher's response yielded a score of 3.74, indicating that it is practical. Consequently, the PBL e-modules developed for the geometric material on polyhedron thinking skills are valid and practical, making them suitable as teaching materials in the learning process.
Karakteristik Kemampuan Berpikir Geometri Siswa Berdasarkan Level Berpikir Van Hiele Pasca Covid-19 Felia Dwi Rahayu; Venissa Dian Mawarsari; Rohmat Suprapto
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.454 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v7i2.8372

Abstract

Abstrak. Rendahnya kemampuan geometri siswa dan dampak pembelajaran daring selama pandemi covid-19 membuat siswa kesulitan dalam mempelajari materi geomteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kemampuan berpikir geometri siswa ditinjau dari level berpikir van hiele pasca pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data tes Van Hiele Geometry Test (VHGT), tes berpikir geometris materi bangun ruang sisi datar dan wawancara mendalam. Ketiga data yang diperoleh selanjutnya dilakukan triangulasi data untuk mendapatkan simpulan dari analisis data yang diperoleh. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP N 1 Karangmoncol. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa karakteristik berpikir geometri siswa level visualisasi pasca pandemi yaitu mampu mengidentifikasi dan menunjukkan visualisasi bangun ruang serta mampu menjelaskan sifat-sifat yang dimiliki oleh bangun ruang. Sedangkan siswa pada level analisis mampu memilih seluruh gambar dengan benar dan memasangkan antara nama dan bentuk bangun, memahami sifat-sifat bangun ruang dan mampu mengimplementasikan pada visualisasi serta dapat menjelaskan sedikit hubungan antar bangun ruang. Saran kepada guru yaitu untuk melakukan perbaikan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir geometri siswa.Kata Kunci: Berpikir Geometri, Covid-19, Van Hiele.
Respon Penggunaan E-LKPD Berbasis STEM Kearifan Lokal Bernuansa Pendidikan Karakter Materi Lingkaran Kelas VIII Istiqomah Yuliani; Martyana Prihaswati; Venissa Dian Mawarsari
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 2 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v14i2.15915

Abstract

Salah satu pengaruh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan adalah media pembelajaran yang digunakan oleh pendidik. Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa dapat membantu dalam mempelajari konsep matematika yang disajikan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa yang bisa dipelajari secara mandiri maupun praktis digunakan saat pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif di MTS Muhammadiyah 03 Ngargosari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepraktisan E-LKPD berbasis STEM tema kearifan lokal bernuansa pendidikan karakter materi lingkaran kelas VIII. Pengumpulan data didapatkan dari lembar respon guru dan lembar respon siswa yang bernilai interval 1-4 kemudian diakumulasikan sesuai analisis kepraktisan dan diintepretasikan ke data deskriptif. Berdasarkan analisis uji kepraktisan, uji coba kelompok kecil dilaksanakan oleh 10 siswa kelas IX mendapatkan rerata 87% dengan kategori praktis. Hasil uji lapangan berdasarkan penilaian 19 siswa kelas VIII mendapatkan rerata 85% dengan kategori praktis, sedangkan berdasarkan penilaian 2 guru pengampu matematika mendapatkan rerata 90% dengan kategori sangat praktis. Rerata uji lapangan secara keseluruhan mendapatkan nilai 87% dengan kategori praktis. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis STEM tema kearifan lokal bernuansa pendidikan karakter materi lingkaran kelas VIII praktis dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Implementasi Problem Based Learning Berbantuan E-modul Untuk Optimalisasi Berpikir Geometris Venissa Dian Mawarsari; YL Sukestiyarno; Scolastica Mariani; Iwan Junaedi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometri merupakan materi matematika terkait dengan kehidupan sehari-hari. Geometri adalah cabang matematika yang dapat menghubungkan matematika dengan bentuk nyata. Ketika belajar geometri maka kemampuan berpikir geometri akan muncul. Namun terjadi permasalahan dalam upaya peningkatan berpikir geometris siswa, sehingga perlu adanya desain pembelajaran sebagai solusinya. Dessain pembelajaran yang tepat adalah model Problem Based Learning (PBL) berbantuan e-modul, sehingga tujuannya adalah mengoptimalkan berpikir geometris siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MT Muhammadiyah 03 Ngargosari, sedangkan sampel penelitian terdiri dari siswa kelas VIII A dan VIII B yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan metode kuantitatif . Penelitian ini menggunakan desain penelitian pretest-posttest control group design. Intrumen yang digunakan adalah tes berpikir goemetris. Hasil penelitian ini adalah 1). Adanya implementasi model PBL berbantuan media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan geometris dengan indeks N-Gain 0,68 dengan kategori kenaikan sedang, 2). Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan geometris kelas yang diajar dengan menggunakan model PBL berbantuan media pembelajaran dibandingkan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian untuk kedepan dapat mengembangkan suatu model pembelajaran yang khusus untuk meningkatkan kemampuan geometris.
Pengembangan Edu Agatrix Dengan Pendekatan Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI - Anjarwati; Dwi Sulistyaningsih; Venissa Dian Mawarsari
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi berbasis android sebagai media pembelajaran belum optimal. Berdasarkanhasil wawancara diperoleh pemahaman konsep siswa masih kurang. Hal ini dikarenakan guru dalammengajar belum memanfaatkan media secara optimal hanya menggunakan modul dalam bentuk PPTatau PDF, pembelajaran monoton dan pasif, masih minimnya atensi siswa terhadap soal-soal matriksyang susah dipecahkan dan masih enggan mencari penyelesaian untuk pemecahannya serta siswabelum memanfaatkan smartphone dengan baik untuk belajar. Berdasarkan permasalahan, solusi yangditawarkan yaitu pengembangan media dengan game edukasi petualangan. Penelitian ini merupakanpenelitian pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap Analisis, Perancangan,Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikevalidan, peningkatan pemahaman konsep, dan kepraktisan media Edu Agatrix dengan pendekataninkuiri terbimbing. Teknik pengambilan sampel adalah Convenience Sampling. Subjek uji coba skalakecil sebanyak 15 siswa dan uji coba lapangan sebanyak 30 siswa. Metode pengumpulan data denganwawancara, angket, dokumentasi dan tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi ahli,angket respon siswa dan guru, tes pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujivalidasi ahli media sebesar 4,4 dengan kriteria valid dan validasi ahli materi sebesar 4,7 dengan kriteriavalid. respon siswa sebesar 3,3 dengan kriteria praktis dan respon guru 3,5 dengan kriteria praktis.Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa pengembangan media EduAgatrix ini valid, dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas XI, dan praktis digunakansebagai media pembelajaran matematika.Kata Kunci : Pengembangan, Edu Agatrix, Inkuiri Terbimbing, Pemahaman Konsep
Implementasi Model Problem Based Learning Dipadu Pendekatan Inkuiri Terbimbing Dalam Pembelajaran Daring Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Statistika Siswa Kelas VIII Rahma Al Dheska Scarayu Syifa Amani; Venissa Dian Mawarsari; Iswahyudi Joko Suprayitno
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi, kemandirian, dan kemampuanpemecahan masalah siswa karena pembelajaran online menggunakan model pembelajarankonvensional sehingga banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal pada materistatistika. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan modelpembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan pendekatan inkuiri terbimbing. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis masalah yangdikombinasikan dengan pendekatan inkuiri terbimbing yang efektif dengan kriteria sebagai berikut:kemampuan pemecahan masalah dapat mencapai ketuntasan, ada pengaruh motivasi dankemandirian siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah, ada adalah perbedaan rata-ratakemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jenis penelitian ini adalaheksperimen. Sampel penelitian adalah kelas VIII B, VIII C, dan VIII D dengan teknik pengambilansampel adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, tes, angket,dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mencapai ketuntasankemampuan pemecahan masalah secara individual dengan rata-rata 85,31 dan ketuntasan klasikal90,625%. Sedangkan pengaruh motivasi dan kemandirian terhadap kemampuan pemecahan masalahsebesar 94,7%. Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen dankelas kontrol yaitu 85,31 untuk kelas eksperimen dan 79,5 untuk kelas kontrol. Berdasarkan hasiltersebut dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning yangdipadukan dengan pendekatan inkuiri terbimbing dalam pembelajaran online terhadap kemampuanpemecahan masalah matematis pada materi statistika siswa kelas VIII materi statistika efektif. Kata Kunci : model problem based learning, pendekatan inkuiri terbimbing, kemampuan pemecahanmasalah.
Pengembangan Mathematics Millionaire Quiz Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Daring Agung Setiawan; Dwi Sulistyaningsih; Venissa Dian Mawarsari
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi kini belum sepenuhnya diterapkan dalam proses pembelajaran atau sektor pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hasil observasi diperoleh hasil belajar siswa kurang optimal. Hal ini dikarenakan guru yang belum sepenuhnya menggunakan pembelajaran berbasis teknologi, siswa yang cenderung mengabaikan pembelajaran disebabkan oleh game, game yang dimainkan tidak mendidik dan tidak menambah wawasan, siswa yang duduk dibangku bagian belakang berbicara sendiri, siswa yang harus diberikan permasalahan nyata agar lebih memahami materi Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan suatu pengembangan mediapembelajaran game. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE dengan tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengambilan sampel yaitu convinience sampling. Subjek uji coba kelompok kecil berjumlah 20 siswa dan uji coba kelompok besar 36 siswa. Metode pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan kuisioner. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar validasi dan angket respons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validasi ahli materi dengan skor 4,57 dengankriteria valid dan validasi media dengan skor 4,27 dengan kriteria valid; hasil respons siswa diperoleh skor rata – rata 3,25 dengan kriteria sangat baik dan respons guru diperoleh skor rata – rata 3,57 dengan kriteria sangat baik.Berdasarkan hasil penelitian pengembangan dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran mathematics millionaire quiz valid dan sangat baik digunakan. Kata Kunci : Pengembangan, Mathematics Millionaire Quiz, Kontekstual
ANALISIS CRITICAL THINKING SKILL PADA MATERI PECAHAN DENGAN METODE INKUIRI MELALUI LESSON STUDY DI SD MAPANS Alifia Melati Farida; Muhammad Zany; Indra Setiawati; Yuanata Ajeng Saputri; Eko Andy Purnomo; Venissa Dian Mawasari; Eny Winaryati
Journal of Lesson Study in Teacher Education Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 No 1 2022
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jlste.v1i1.71

Abstract

The era of globalization and digitalization requires teachers to be able to innovate in managing learning. Proper management determines the success of learning. The success of learning is a series of stages of activities consisting of planning, implementation, and evaluation of learning. The quality of the learning planning stages will be better when they are compiled, implemented, and evaluated jointly by the learning team. Collaborative activities encourage participatory processes among members. Collaboration will develop and improve the learning process. Improving the quality of learning is a demand and obligation that must be done by the teacher. One way to improve the quality of learning is with lesson study activities. Critical thinking skills are very important because they can be used to solve problems and as considerations in making reasonable decisions about what to believe and what to do. A teacher needs to create a mathematics learning process that requires students to be able to develop their critical thinking skills. This study aims to analyze students' critical thinking skills in learning fractions using the inquiry method through lesson study activities for fourth grade students at SD Mapans (Muhammadiyah 08 Semarang) for the 2021/2022 academic year. The research method used is a qualitative approach with descriptive analysis methods. Recommendations that can be conveyed from this lesson study activity are (1) the ability of teachers to manage learning is very influential on the enthusiasm and response of students in participating in learning; (2) The varied learning media are able to attract students' interest and focus to participate in the learning process until the end of the activity; and (3) the right approach and method can improve the quality of learning. The conclusions from the implementation of this lesson study are (1) Learning through lesson study fosters critical thinking skills for both teachers and students; (2) Collaboration of various parties in preparing lesson plans through lesson study improves the ability of teachers to manage learning activities; and (3) the ability to think critically in students can be grown through an inquiry method approach which is collaborated in lesson study activities.
ANALISIS CRITICAL THINKING SKILL PADA MATERI PECAHAN DENGAN METODE INKUIRI MELALUI LESSON STUDY DI SD MAPANS Alifia Melati Farida; Muhammad Zany; Indra Setiawati; Yuanata Ajeng Saputri; Eko Andy Purnomo; Venissa Dian Mawasari; Eny Winaryati
Journal of Lesson Study in Teacher Education Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 No 1 2022
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jlste.v1i1.71

Abstract

The era of globalization and digitalization requires teachers to be able to innovate in managing learning. Proper management determines the success of learning. The success of learning is a series of stages of activities consisting of planning, implementation, and evaluation of learning. The quality of the learning planning stages will be better when they are compiled, implemented, and evaluated jointly by the learning team. Collaborative activities encourage participatory processes among members. Collaboration will develop and improve the learning process. Improving the quality of learning is a demand and obligation that must be done by the teacher. One way to improve the quality of learning is with lesson study activities. Critical thinking skills are very important because they can be used to solve problems and as considerations in making reasonable decisions about what to believe and what to do. A teacher needs to create a mathematics learning process that requires students to be able to develop their critical thinking skills. This study aims to analyze students' critical thinking skills in learning fractions using the inquiry method through lesson study activities for fourth grade students at SD Mapans (Muhammadiyah 08 Semarang) for the 2021/2022 academic year. The research method used is a qualitative approach with descriptive analysis methods. Recommendations that can be conveyed from this lesson study activity are (1) the ability of teachers to manage learning is very influential on the enthusiasm and response of students in participating in learning; (2) The varied learning media are able to attract students' interest and focus to participate in the learning process until the end of the activity; and (3) the right approach and method can improve the quality of learning. The conclusions from the implementation of this lesson study are (1) Learning through lesson study fosters critical thinking skills for both teachers and students; (2) Collaboration of various parties in preparing lesson plans through lesson study improves the ability of teachers to manage learning activities; and (3) the ability to think critically in students can be grown through an inquiry method approach which is collaborated in lesson study activities.
IMPLEMENTASI VIDEO PEMBELAJARAN MATERI POLA BILANGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA Kustriani, Winda; Mawarsari, Venissa Dian; Suprayitno, Iswahyudi Joko
JIPMat Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v8i2.15449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan dari media video pembelajaran berbasis kearifan lokal daerah terhadap peningkatan kemampuan literasi matematika siswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil uji kepraktisan pada kelas VIII yang berjumlah 10 siswa diperoleh hasil 86% dengan kriteria praktis. Hasil uji kelompok besar di kelas VIII dengan jumlah 23 siswa memperoleh hasil 92% dengan kriteria sangat praktis dan layak digunakan. Hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan dengan rata-rata 73,6 berdasarkan kriteria yang telah ditentukan termasuk dalam kriteria efektif. Hasil peningkatan kemampuan literasi matematis berdasarkan data uji N-Gain diperoleh nilai gain sebesar 0,7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII tergolong tinggi