Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI ELEMEN TEKNIS RUANG BERSAMA RUSUNAWA MAHASISWA SEBAGAI HUNIAN SEHAT DI MASA PANDEMI COVID-19 Amal, Citra Amalia; Amalia, Andi Annisa; A. Amin, Siti Fuadillah; Rifaldi, Rifaldi
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 8 No 2 (2021): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v8i2a3

Abstract

Abstrak_ Tipologi bangunan Rusunawa Mahasiswa sebagai hunian vertikal berlantai tiga atau empat nampaknya lebih berisiko menjadi tempat penularan COVID-19 dibandingkan hunian tapak. Perlu dilakukan evaluasi elemen teknis (aspek kesehatan, keamanan, dan keselamatan) pada ruang-ruang bersama di Rusunawa Mahasiswa terhadap terpenuhinya Prinsip Rumah Sehat yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2016). Serta melihat sejauh mana penerapan Protokol Kesehatan di Rusunawa Mahasiswa Kota Makassar  merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020.Lokasi penelitian yaitu Rusunawa Universitas Hasanuddin, dan Rusunawa Universitas Muslim Indonesia. Teknik analisis data dilakukan melalui metode kuantitatif deskriptif dengan pemberian skor terhadap ketercapaian indikator Prinsip Rumah Sehat berupa lantai dan dinding yang kering (tidak lembab), luas bukaan jendela minimal 1/9 luas ruang lantai, bukaan dapat ditembus sinar matahari, ketersediaan penerangan alami dan penerangan buatan di area ruang makan, upaya penanggulangan bahaya kebakaran pada area dapur, dinding kedap air, lubang angin, dan penerangan yang baik di kamar mandi. Juga pemberian skor terhadap ketercapaian indikator Penerapan Protokol Kesehatan berupa pemasangan media informasi 3M, penyediaan hand sanitizer, pengoptimalan sirkulasi udara dan sinar matahari, ketersediaan peralatan desinfektan, ketersediaan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan air mengalir, dan pengaturan jarak antar kursi minimal 1 meter dan tidak berhadapan. Hasil penelitian menemukan bahwa kedua sampel rusunawa mahasiswa secara garis besar telah memenuhi Prinsip Rumah Sehat. Sementara, penerapan sarana Protokol Kesehatan di dalam bangunan rusunawa mahasiswa di Kota Makassar masih sangat kurang.Kata kunci: Prinsip Rumah Sehat; Protokol Kesehatan; Rusunawa Mahasiswa; Ruang Bersama.Abstract_ The typology of the student flats building as a vertical residence with three or four floors seems to be more at risk of becoming a place of transmission of COVID-19 compared to a residential area. It is necessary to evaluate the technical elements (health, security, and safety aspects) in the shared spaces in the Student Flats against the fulfillment of the Healthy Home Principles issued by the Ministry of Public Works and Public Housing (2016). And see how far the implementation of the Health Protocol in Makassar City Student Flats refers to the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number HK.01.07/MENKES/382/2020. The research location is in two student flats in Makassar City, namely Rusunawa Hasanuddin University, and the Rusunawa Muslim University of Indonesia. The data analysis technique was carried out through descriptive quantitative methods by scoring the achievement of indicators of the Healthy Home Principles in the form of dry (not damp) floors and walls, a minimum window opening area of 1/9 of the floor space, openings that can be penetrated by sunlight, the availability of natural lighting and artificial lightingin the dining room area, efforts to overcome the danger of fire in the kitchen area, waterproof walls, vents, and good lighting in the bathroom. Also scoring is the achievement of indicators for the Implementation of Health Protocols in the form of installing 3M information media, providing hand sanitizers, optimizing air circulation and sunlight, availability disinfectant equipment, availability Handwashing with Soap (CTPS) and running water facilities, and setting a minimum distance between chairs of 1 meter and not facing each other. The results of the study found that the two samples of student flats, in general, had met the Healthy Home Principles. Meanwhile, the implementation of Health Protocol facilities in student flats in Makassar City is still lacking.Keywords: Healthy Home Principles; Health Protocol; Student Flats; Shared Spaces.
Tingkat Penggunaan Ruang Terbuka di Kawasan Permukiman Padat Studi Kasus Kelurahan Pattingalloang dan Kelurahan Gusung Kota Makassar Rumata, Nini Apriani; Amal, Citra Amalia; Amin, Siti Fuadillah A
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 11 No 1 (2024): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v11i1a4

Abstract

The dense area in Pattingalloang Village and Gusung Village is one of the settlements in Makassar City which has a very high-density level. The condition of the area that is very dense with buildings causes open space that functions as a space for social interaction in this area to be very narrow and even tends to be absent. The limited public space in this research location then has the potential to form a spontaneous public space so that the location of the open space is not by its function, for example, the use of roads as public space so that conflicts arise between spaces. The purpose of this research is to identify open space problems in the Pattingalloang and Gusung Urban Village Solid Settlement Areas and analyze the factors that form open space in the Pattingalloang and Gusung Urban Village Solid Settlement Areas. This research is descriptive research with a qualitative and spatial approach. The data collection technique used is field observation and conducting unstructured interviews. This data collection is based on Behavior Setting which is reviewed from various activities at the research location. The results of this study state that the problem of open space in the study area is territorial change, private space becomes public space and public space becomes private space. Factors that influence and shape the formation of open space
BARUGA ISLAMIC CENTER PALAGUNA DENGAN PENDEKTAN ARSITEKTUR HUMANIS DI KABUPATEN WAJO Muhammad Ardi Bennu; Sahabuddin Latif; Salmiah Zainuddin; Mursyid Mustafa; Aris Sakkar Dollah; Siti Fuadillah Alhumairah Amin; Ashari Abdullah
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i1.63

Abstract

Pada zaman awal perkembangan Islam kegiatan masyarakat dilakukan di Masjid seperti kegiatan ibadah, sosial, politik, dan berbagai macam bentuk kegiatan lainnya. Seiring berjalannya waktu, tempat kegiatan keislaman menjadi lebih luas tak hanya dilakukan di Masjid. Saat ini terdapat tempat kegiatan keislaman disebut Islamic Center. Tujuan dari penelitian ini mengusulkan desain sarana pusat keislaman untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan umat Islam di kabupaten Wajo. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, studi banding serta studi literatur. Selanjutnya dari data-data yang terkumpul maka dirumuskan konsep bangunan pusat keislaman yang dipadukan dengan pendekatan arsitektur humanis. Hasil penelitian ini berupa rancangan bangunan pusat keislaman skala kabupaten di kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. Islamic Center ini merupakan sebuah tempat pusat aktivitas berkaitan dengan kegiatan-kegiatan keislaman meliputi ibadah, sosial, muamalah, pendidikan, dakwah, dan sebagainya. Aplikasi konsep Arsitektur Humanis yang diterapkan memberi kemudahan akses bagi hampir semua masyarakat termasuk kaum difabel karena bangunan ini sudah menyediakan fasilitas yang memadai dan memiliki prinsip-prinsip kemanusiaan. Diharapkan dengan keberadaan pusat keislaman ini, dapat memenuhi tuntutan kebutuhan sarana yang mendukung semua fungsi aktivitas masyarakat Islam dan memudahkan kaum yang memiliki keterbatasan dalam mengaksesnya.
Analisis Tingkat Keteraturan Bangunan Hunian Kelurahan Kampung Buyang Kota Makassar Andi Annisa Amalia; Siti Fuadillah
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.93

Abstract

Kampung Buyang merupakan lokasi kategori kumuh di Kota Makassar, kriteria kekumuhan yang menonjol adalah ketidakteraturan bangunan tempat tinggal. Tujuan Penelitian untuk menganalisis tingkat keteraturan bangunan hunian dari indikator pengaturan bentuk, besaran, peletakan, dan tampilan bangunan pada kawasan permukiman dan indikator pengaturan blok lingkungan, kapling, bangunan, ketinggian dan elevasi lantai, konsep identitas lingkungan, orientasi lingkungan dan wajah jalan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan observasi lapangan dengan Indikator keteraturan bangunan tempat tinggal meliputi terpenuhinya tata cara bangunan dalam rencana rinci tata ruang dan kode lingkungan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan hanya ada dua bidang lingkungan skala bangunan yang memiliki keteraturan bangunan mencapai 100% seperti pada RT 002-RW001 dan RT001-RW002.Faktor-faktor seperti pengaturan blok lingkungan, peruntukan , struktur bangunan, material atap, dan ketinggian/elevasi lantai juga menjadi pertimbangan dalam analisis. Penelitian ini memberikan informasi tentang kondisi permukiman di Kelurahan Kampung Buyang, yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan perencanaan tata ruang dan pembangunan yang lebih efektif.
Pendekatan Arsitektur Ekologi pada Perancangan Pusat Daur Ulang Sampah Plastik di Kota Makassar Irlan Nurasyid; Siti Fuadillah A. Amin; Andi Yusri; Irnawaty Idrus; Mursyid Mustafa; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan konsep Arsitektur Ekologi dan menyusun konsep perancangan Arsitektur Ekologi pada pusat daur ulang sampah plastik di Kota Makassar. Pusat daur ulang sampah plastik sebagai salah satu upaya untuk mengurangi timbunan sampah plastik dan pencemaran lingkungan di kota Makassar. Menurut data, jumlah timbunan sampah harian kota Makassar periode 2017-2018 mencapai 1.425 Ton/hari dengan komposisi sampah plastik di Kota Makassar sebesar 16,29%. Konsep arsitektur ekologi merupakan konsep arsitektur yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, bangunan, dan lingkungan. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus, studi dokumen dan grounded theory.  Pusat daur ulang sampah plastik yang direncanakan berlokasi di kecamatan Manggala kota Makassar dengan luas tapak sebesar 21.160 m2 dan luas lahan terbangun sebesar 6.375,08 m2. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk logo daur ulang yang terdiri dari tiga massa. Siteplan terdiri dari bangunan utama, bangunan penunjang, ruang parkir, bangunan servis, halte, jalan, dan taman. Pusat daur ulang sampah plastik menerapkan empat prinsip arsitektur ekologi yaitu pemanfaatan potensi iklim, penyediaan ruang terbuka hijau, penggunaan material daur ulang, dan pemanfaatan energi alternatif panel surya. Konsep pengolahan sampah terpadu ini dapat di terapkan pada kota-kota yang padat terutama di Indonesia.
Perancangan Mal dan Apartemen dengan Pendekatan Konsep Green Building di Kota Makassar Ade Mawardi Syamsuddin; Siti Fuadillah Alhumairah; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Ashari Abdullah; Andi Yusri
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.120

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan populasi di Kota Makassar yang mencapai 1,4 juta jiwa pada tahun 2020 menghadirkan tantangan dalam pengelolaan ruang kota, khususnya penyediaan hunian dan fasilitas publik yang ramah lingkungan. Studi ini bertujuan merancang bangunan multifungsi yang mengintegrasikan apartemen dan mal menggunakan konsep Green Building, yang tidak hanya efisien dalam penggunaan lahan tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Metodologi penelitian mencakup observasi langsung di lokasi Jalan Aroepala, Makassar, serta studi literatur terkait prinsip Green Building. Analisis meliputi orientasi matahari, arah angin, tingkat kebisingan, dan aksesibilitas tapak. Fungsi bangunan dirancang dengan zonasi ruang yang jelas dan integrasi teknologi hemat energi serta material ramah lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Green Building mampu meningkatkan efisiensi energi, memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami, serta mengurangi jejak karbon. Desain ini juga menyediakan ruang multifungsi dengan zonasi yang efektif, di mana apartemen memberikan kenyamanan hunian dan mal berfungsi sebagai pusat sosial serta ekonomi. Taman vertikal dan elemen fasad hijau tidak hanya meningkatkan estetika tetapi juga mendukung ekosistem lokal. Desain ini menjadi solusi nyata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat urban sambil meminimalkan dampak lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literatur Green Building dengan menawarkan model desain yang relevan untuk kawasan urban dengan keterbatasan lahan. Implikasi dari temuan ini mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pengurangan dampak perubahan iklim. Studi ini juga membuka peluang untuk riset lebih lanjut terkait evaluasi kinerja desain setelah implementasi.   ABSTRACTThe population growth in Makassar City, reaching 1.4 million in 2020, presents challenges in urban space management, particularly in providing environmentally friendly housing and public facilities. This study aims to design a multifunctional building integrating apartments and malls using the Green Building concept, which not only optimizes land use but also supports environmental sustainability. The research methodology includes direct observations at the Jalan Aroepala site in Makassar and a literature review on Green Building principles. The analysis covers sun orientation, wind direction, noise levels, and site accessibility. Building functions are designed with clear space zoning and the integration of energy-efficient technologies and environmentally friendly materials. The findings reveal that applying Green Building principles enhances energy efficiency, maximizes natural lighting and ventilation, and reduces the carbon footprint. The design also provides multifunctional spaces with effective zoning, where apartments offer comfortable living and the mall serves as a social and economic hub. Vertical gardens and green facade elements not only improve aesthetics but also support the local ecosystem. This design presents a practical solution to meet urban societal needs while minimizing environmental impact. This study makes a significant contribution to Green Building literature by proposing a relevant design model for urban areas with limited land availability. The implications include improved community quality of life and reduced climate change impacts. Furthermore, the findings open opportunities for further research on evaluating the performance of the design post-implementation.
PERANCANGAN GEDUNG KONSER MUSIK DI KOTA MAKASSAR Alma Widiyanti; Sahabuddin Latif; Khilda Wildana Nur; Ashari Abdullah; Andi Yusri; Siti Fuadillah A.Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8779

Abstract

Musik adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Musik selalu ada di tengah-tengah kehidupan manusia. Longfellow mengatakan “music is the universal language of mankind”.Gedung konser musik adalah sebuah gedung yang berfungsi untuk menggelar konser musik atau pertunjukan musik secara langsung. Sesuai dengan tujuannya maka hal-hal teknis yang utama diperlukan adalah kondisi akustik di dalam gedung. Gedung pertunjukan musik dapat juga dijadikan sebagai bangunan monumental yang melambangkan perjalanan sejarah budaya dan karakteristik masyarakat lokal. Fasilitas yang terdapat juga dapat menjadi sarana rekreasi dan hiburan untuk penggunanya.
Perancangan Resort Tanjung Malaha dengan Pendekatan Arsitektur Hijau di Kabupaten Kolaka Ahmad Syukur; Sahabuddin Latif; Nurhikmah Paddiyatu; Aris Sakkar Dollah; Siti Fuadillah A. Amin; Rohana Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12442

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki 17.504 pulau yang mana diantara pulau ini terdapat banyak pantai yang memiliki keindahan alam yang memukau, seperti pantai Tanjung Malaha yang menjadi salah satu wisata yang cukup ternama di Sulawesi Tenggara. Namun dari sisi sarana dan prasarana Tanjung Malaha pada saat ini belum memadai, hal ini terlihat dari belum adanya kantor pengelola, restoran, musala, penginapan dan lain-lain. Oleh karena itu untuk memajukan wisata ini maka perlu adanya pengembangan berupa Perancangan Resort Tanjung Malaha di Kabupaten Kolaka. Agar rancangan ini tidak merusak lingkungan dan hemat energi maka perlu menggunakan pendekatan arsitektur hijau. Resort yang berlokasi di Tanjung Malaha, Jalan Trans Sulawesi ini memiliki luas lahan 5,019 ha. pada tapak ini terdiri beberapa resort dan bangunan penunjang berupa ruang parkir, Resepsionis dan kantor pengelola, restoran, musala, gedung karyawan dan gedung service yang total luasnya 2.754,185 m2 . konsep bentuk bangunan mengambil dari bentuk Bintang Laut Culcita SP atau yang lebih dikenal dengan nama Bintang Laut Bantal.
Makassar Creative Hub dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Muh. Arif Kurniawan; Irnawaty Idrus; Nurhikmah Paddiyatu; A. Syahriyunita syahruddin; Khilda Wildana Nur; Siti Fuadillah A. Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.8877

Abstract

Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur. Kota Makassar merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan bagi kawasan Indonesia Timur. Perkembangan industri dan pertumbuhan ekonomi tentu sangat erat kaitannya dengan generasi muda yang merupakan sebagai pelaku kreatif Makassar nantinya. Perkembangan ekonomi di Makassar sangat didukung oleh sektor industri kreatif yang juga sangat membantu ekonomi Makassar dalam perancangan Makassar Creative Hub. Sehingga melalui berbagai pertimbangan serta isu utama mengenai sarana dan prasarana untuk mengembangkan sektor-sektor industri kreatif. menjadi dasar perencanaan dan perancangan sebuah Creative Hub di Makassar. Berdirinya bangunan baru ini memadukan konsep Arsitektur Kontemporer. Yang diharapkan bisa menjadi bangunan yang iconic di Kota Makassar. Serta mampu menjadi wadah baru bagi pelaku Ekonomi Kreatif di Kota makassar agar mampu menghadapi perkembangan zaman dan menyambut perkembangan industri kreatif di masa yang akan datang.
KAWASAN WISATA TANI DI KABUPATEN WAJO DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR ORGANIK Ibrahim Salam; Sahabuddin Latif; Andi Annisa Amalia; Andi Syahruyinita; Khilda Wildana Nur; Siti Fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8736

Abstract

Dilihat dari sektor perekonomian daerah Wajo, secara eksplisit dibidang pertanian yaitu padi sangat dominan dan hampir seluru kecamatan melakukan pekerjaan dibidang persawahan atau padi, sehingga memungkin kan untuk membangun kawasan wisata tani di Kabupaten Wajo. Oleh karena itu mendasain Kawasan wisata pertanian salah satu upaya yang dapat membantu masyarakat dalam melakukan pertumbuhan daerah yang dapat menghasilkan keuntungan dalam sector pertanian maupun ekonomi untuk masyarakat sekitar dan memberikan edukasi ke pada masyarakat bahwa pertanian tidak harus selalu berada dibawa paparan sinar matahari. Untuk mendapatkan konsep yang ideal, maka dilakukan survei lokasi dan studi literatur tentang Wisata Tani dengan konsep arsitektur organik atau studi kasus dengan bangunan sejenis di beberapa tempat. Hasil desain telah dilaksanakan dengan menghasilkan gambar desain dengan luas kurang lebih 8 ha, menerapkan konsep arsitektur organik yang dapat menampilkan aplikasi modern dan tradisional. Wisata tani ini memiliki beberapa fasilitas penunjang diantaranya resto, kafe, penginapan/villa, rumah pembibitan, rumah pengembang biakan, dan masjid. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana para wisatawan di Kawasan terpenuhi.
Co-Authors A. Annisa Amalia A. Syahriyunita Syahruddin A.Syahriyunita Syahruddin Abdullah, Ashari Ade Mawardi Syamsuddin Ahmad Fadli Ahmad Syukur Alma Widiyanti Amal, Citra Amalia Amalia, A. Annisa Amalia, Andi Annisa Amalia, Citra Amelia, Yuyun Andi Annisa Amalia Andi Annisa Amalia Andi Sulfajri Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahruyinita andi Yusri Andi Yusri Anto, Aprianto Aprianto Anto Aprilia, Aprilia Dwi Anggri Astuty Aris Sakkar Dollah Aris, Aris Sakkar Dollah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Ashari, Ashari Abdullah Asriadi Asriadi Azhar, Alif Azman, Andi Baharsin, Syamsir Aman Basir, Nurmiati Citra Amalia Dapubeang, Awaludin Darwis, Nur Wahyuni Dayat, Sapril Hidayat Dollah, Aris Sakkar Fahmi, Ridwan Fath, Raja Ferdi Lamu Fitrawan Umar Fitrawan Umar Gazali, Wahyudi Rahmat Hasra, Mila Karmila Heri Hermawan Rahman Huddin, Misba Ibrahim Salam idrus, irnawati Idrus, Irnawaty Intan Batari Saputri Irawati Irawati Irlan Nurasyid irnawati idrus Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur Khilda Wildana Nur Khilda Wildana Nur Kurnianto, Ucok Kurniawan, Muh. Arif Lamu, Ferdi Latif, Sahabbuddin Latif, Sahabuddin Latif Lukamanul Hakim M muhajerin Muh. Arif Kurniawan Muh. Ilmiansah muhajerin, M Muhammad Ardi Bennu Muhammad Artha Tiranda Muhammad Rifai Saputra Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad murnawati murnawati Murnawati Murnawati, Murnawati Mursyid Mustafa Mursyid Mustafa Musa, Reski Vendi Musiin, Windi Putri Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nana Rohana Nana Rohana, Nana Nengsih, Anni Syahrilia Nini Apriani Rumata Nur Wahyuni Darwis NUR, KHILDA WILDANA Nurhikmah Paddayatu Nurhikmah Paddiyatu Nurmiati Basir Paddayatu, Nurhikmah Paddiyatu , Nurhikmah Paddiyatu, Nurhikmah Rahman, Heri Hermawan rahmat ramadan Rahmat Sopianto Raja Fath Ramadan, Rahmat Rapi, Adam Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Reski Vendi Musa Ridwan Fahmi Rifaldi Rifaldi, Rifaldi Riki Rinaldi Riki Rinaldi ROHANA ROHANA Rohana Rohana Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Safitri, Sulfika Sahabbuddin Latif Sahabuddin Latif Sahabuddin Latif Sahabuddin Latif, Sahabuddin Salam, Ibrahim Salmiah Zainuddin Salmiah Zainuddin Saputri, Intan Batari Sembiring, Rinawati Sopianto, Rahmat Sulfajri, Andi Sulfika Safitri Supardi Jaya Tammeng Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, A.Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruyinita, Andi Syam syam syam, Syam Syarif, Muhammad Syarif Syukur, Ahmad Tammeng, Supardi Jaya Tiranda, Muhammad Artha Umar, Fitrawan Wahyudi Rahmat Gazali Yusri, Andi Zainuddin, Salmiah