Claim Missing Document
Check
Articles

UJI ANTIDIABETES FRAKSI AIR, ETIL ASETAT DAN n-HEKSAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) PADA TIKUS PUTIH METODE INDUKSI ALOKSAN Musfiroh, Ida; Asy Syifa, Khadijah; Muhtadi, Ahmad
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i2.179

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia L.) adalah salah satu tanaman obat yang dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes fraksi air, etil asetat dan n-heksan buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada tikus putih dengan menggunakan metode induksi aloksan dan untuk mengetahui fraksi yang memberikan aktivitas penurunan kadar glukosa darah paling baik. Metode penelitian meliputi: ekstraksi simplisia buah mengkudu dengan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan fraksinasi dengan metode Ekstraksi Cair-Cair (ECC), uji aktivitas antidiabetes fraksi air, etil asetat dan ­n-heksan ekstrak etanol buah mengkudu dosis 1,2 g/kg BB pada tikus diabetes. Hasil pengujian dengan analisis statistik dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan pemberian fraksi air, etil asetat dan ­n-heksan ekstrak etanol buah mengkudu memberikan aktivitas penurunan kadar glukosa darah yang signifikan jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Pada hari ke-5 perlakuan fraksi ­n-heksan ekstrak etanol buah mengkudu memberikan penurunan kadar glukosa darah paling baik yaitu sebesar 71,99% bila dibandingkan dengan dengan penurunan kadar glukosa darah fraksi air dan etil asetat terhadap kontrol negatif.
Water Quality Degradation in the Deli River Watershed, North Sumatra: Impacts of Land Use and Pollution Sources Leidonald, Rusdi; Muhtadi, Ahmad; Ashshiddiq, Muhammad Arif; Siahaan, Vania S.P; Manurung, Bunga Ulita
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.4.669

Abstract

Daerah Aliran Sungai Deli berperan penting dalam siklus hidrologi bagi di wilayah Medan dan sekitarnya. DAS Deli merupakan sumber air bersih untuk kota Medan. penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kondisi kualitas air dan melaporkan statu mutu perairan secara spasial di DAS Deli. Waktu pengambilan sampel air Sungai Deli dilakukan pada bulan Juni-Juli tahun 2023 di Daerah Aliran Sungai Deli, Provinsi Sumatera Utara. Titik lokasi pengamatan dilakukan secara purposive sampling pada 46 titik yang berbeda secara spasial. Lokasi pengamatan tersebut mewakili bagian hilir (5 titik), tengah (16 titik), hulu (10 titik), dan termasuk anak-anak sungainya (15 titik). Penentuan status pencemaran DAS Deli menggunakan metode Indeks Pencemaran, National Sanitation Foundation-Water Quality Index (NSF-WQI), Canadian Council of Minister of The Environment (CCME), dan metode Singscore. Secara umum DAS Deli dicirikan dengan substrat pasir-kerikil dari hilir hingga hulu (Sub DAS Petane, Babura, dan Bekala) dan hanya sedikit yang bersubstrat berbatu di bagian hulu Sungai Sembahe di Sibolangit. Hal inilah yang menyebabkan DAS Deli secara umum terlihat keruh karena substrat mengalami pengadukan sehingga tingkat kekeruhan menjadi lebih tinggi. Kekeruhan di Sungai Deli mencapai 6.6 NTU hingga 78.3 NTU. Perairan yang selalu jernih hanya ditemukan pada substrat berbatu di bagian tengah sub DAS petane dan hulu sungai Sembahe. Berdasarkan hasil perhitungan dari berbagai indeks kualitas air dan metode bioindicator menunjukkan bahwa secara spasial kondisi perairan di DAS Deli bervariasi mulai dari kondisi yang buruk hingga baik/sangat baik. Kondisi sungai paling buruk terdapat pada bagian hilir di sub DAS Sei Sekambing dan Sub DAS Deli dengan status perairan yang tercemar sedang hingga buruk. Status perairan yang baik ditemukan pada bagian hulu sungai Sembahe
Penerapan Keselamatan Konstruksi pada Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak Muhtadi, Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2430

Abstract

Keselamatan konstruksi sangat penting untuk proyek konstruksi, pelanggaran standar keselamatan masih sering terjadi di Indonesia, terutama pada proyek kecil dan menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) menerapkan keselamatan konstruksi selama praktik kerja lapangan (PKL). Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif digunakan. Populasi penelitian terdiri dari 132 siswa semester V dari Program D3 Teknik Sipil pada tahun 2023, dan sampel penelitian berjumlah 57 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi keselamatan konstruksi secara umum berada dalam kategori "Baik", dengan pemahaman tentang keselamatan konstruksi (87,94%), penggunaan alat pelindung diri (85,75%), kepatuhan terhadap prosedur keselamatan (87,17%), pengawasan dan fasilitas keselamatan (88,45%), dan penanganan kecelakaan dan risiko (82,01%). Tetapi ada beberapa masalah yang ditemukan, seperti kurangnya budaya untuk melaporkan risiko, kualitas alat pelindung diri yang buruk, dan kurangnya simulasi tanggap darurat. Keselamatan konstruksi telah diterapkan dengan baik, ada peluang untuk meningkatkan pelatihan tanggap darurat, fasilitas keselamatan, dan penggabungan studi kasus ke dalam Project Base Learning (PBL). Diharapkan penelitian ini akan membantu memperbaiki kurikulum pendidikan vokasi di POLNEP untuk meningkatkan budaya keselamatan konstruksi pada mahasiswa.
The Effect of Tides on Plankton Communities in the Belawan River Estuary, North Sumatra Leidonald, Rusdi; Muhtadi, Ahmad; Harahap, Cici Maulidiah; Mukra, Rizal; Ishak, Mohd Yusoff; Hasani, Qadar
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 33 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.33.1.114-128

Abstract

The Belawan Estuary is a highly important economic and logistics hub in Sumatra, serving as the primary maritime transportation route in western Indonesia. This estuary is also utilized for multiple purposes, including industrial activity, residential areas, and fisheries. These activities inevitably influence water quality, which in turn affects the presence and population dynamics of plankton in the estuary. This study aimed to examine the spatial and temporal distribution of plankton communities in the Belawan Estuary. Observation points were selected from eight locations representing different activities and regions, including areas near the sea, the middle section, and areas close to land. Plankton samples were collected during high and low tides following the tidal cycle (new moon, first quarter, full moon, and last quarter). Principal component analysis was performed to determine the influence of tidal cycles on plankton composition and abundance in the estuary. A total of 64 plankton genera from 16 classes were identified in the estuary. spatially, the highest abundance was recorded in the mouth estuary during low tide. Temporally, the highest plankton abundance across stations was during the first quarter phase at low tide. These findings indicate that tidal cycles significantly influence plankton abundance in the Belawan Estuary. This phenomenon is attributed to the tidal currents that transport nutrients from the lower layers to the surface waters during both high and low tides. Changes in plankton abundance and species composition can serve as indicators of water fertility in this region and reflect the impacts of changes in environmental conditions.
PENATAAN SARANA DAN PRASARANA KAWASAN PEMUKIMAN JALAN HIDAYAT DUSUN MERPATI DESA SUNGAI KAKAP: PENATAAN SARANA DAN PRASARANA KAWASAN PEMUKIMAN JALAN HIDAYAT DUSUN MERPATI DESA SUNGAI KAKAP Abnur Kamala, Siti; Jannah, Miftahul; muhtadi, ahmad; Resky, Indah Anjar
RETENSI Vol. 4 No. 1 (2023): Retensi
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Polnep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/retensi.v4i1.766

Abstract

Many factors encourage the formation of a slum area, especially those in the Sungai Kakap area, Kubu RayaRegency, West Kalimantan. Apart form the geographical location, most slum areas are also caused byinadequate facilities and infrastructure. A slum environment is defined as an environment that is not feasibleor not in accordance with spatial planning. The government’s limitations in providing and facilitatingfacilities and infrastructure make people choose their own alternatives to maintain their lives. The purposeand benefit of writing this research is as a medium for channeling the aspirations of the community aboutfacilities and infrastructure that are still not well realized, so that the are becomes a healthy, comfortable andbeautiful area. In conducting research, data such as primary and secondary data are required. Primary datais obtained form surveys or observations made by the author directly in the field, while secondary data isobtained through local government agencies or institutions. The results of this research area in the form ofstructuring road network infrastructure, structuring a clean water network using a 5 m3 water tank for apopulation 13000 people in the next ten years, structuring waste network infrastructure by calculating thevolume of community waste, the number of TPS needs and transporting waste using carts in the area understudy.
Rancang Bangun Smart Akuaponik Tanaman Kangkung Air Dan Budidaya Ikan Koi Menggunakan Protokol MQTT muhtadi, ahmad; Hasan, Fuad; Jamiyanti, Eva; warda, Sutra
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v5i2.9007

Abstract

Aquaponik merupakan perpaduan antara budidaya tanaman dan budidaya ikan. Akuaponik terus menerus menggunakan air dari peternakan ikan ke tanaman dan mengembalikannya ke kolam ikan. Dasar dari sistem ini adalah untuk memasok air yang optimal untuk setiap bahan baku menggunakan sistem sirkulasi, dan menggunakan kemajuan teknologi untuk memudahkan tenaga kerja manusia. Studi dengan judul “Rancang Bangun Smart Akuaponik Tanaman Kangkung Air Dan Budidaya Ikan Koi Menggunakan Protokol MQTT”. Yang dapat memantau dan mengontrol parameter tersebut dengan menggunakan smartphone sehingga memudahkan para petani atau pengguna dalam pengecekan meskipun dalam jarak jauh. Dimana ada beberapa alat yang menjadi pendukung dalam pembuatan alat tersebut adalah sensor pH sebagai pendeteksi asam dan basa pada air di akuaponik, sensor DS18B20 sebagai pendeteksi suhu air pada akuaponik, Sensor Hujan sebagai pendeteksi hujan atau tidak, motor servo sebagai penggerak untuk pembeian pakan pada ikan  Growlight sebagai pengganti cahaya matahari, LCD I2C sebagai menampilkan display, Water Pump sebagai mengalirkan air yang ada di aquarium atau kolam kepada tanaman, MQTT sebagai mengontrol hadware dari jarak jauh serta bisa menunjukkan informasi sensor, menaruh informasi visual. ESP8266 dan Arduino Nano sebagai control dari semua komponen serta dapat terhubung dengan ke wifi atau internet. Penggunaan beban jika tidak terjadi hujan pada alat ini sekitar 216 Watt perharinya, sedangkan ketika terjadi hujaan penggunaannya sekitar 375 Watt perharinya
Pemanfaatan Limbah Plastik Kresek dan Abu Serut Tebu untuk Campuran Aspal Hrc-Wc: The Utilization of Plastic Bags Waste and Bagasse Ash for HRC-WC Asphalt Mixtures Arief Purnama, ikhwan; sarpawi, sarpawi; muhtadi, ahmad
JURNAL AGRIMENT Vol. 8 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v8i2.2978

Abstract

The remaining bagasse waste from sugarcane and plastic waste, which increases annually, has had an adverse impact on the environment, both on land and in the sea. In 2010 alone, 275 million tons of plastic waste were generated worldwide. Approximately 4.8 to 12.7 million tons of that waste were discarded, polluting the oceans. Indonesia, with a coastal population of 187.2 million, produces 3.22 million tons of poorly managed plastic waste annually. An estimated 0.48 to 1.29 million tons of this plastic waste is believed to contaminate the oceans.According to Ir. Rudy Setyo Utomo, M.Sc. (a researcher at the Research and Development Agency of West Kalimantan Province), from the total accumulated waste in Pontianak City, it is estimated that 66% consists of organic waste, roughly around 265 tons per day, while 34% is inorganic waste, approximately 135 tons per day. Organic waste comprises food remains, wood, branches and leaves, paper, and cardboard. The waste from bagasse ash contains a high silica (SiO2) content of around 68.5%, which can be utilized in asphalt mixtures to enhance their quality.In addition to utilizing bagasse ash waste, the writer also incorporates plastic bag waste as a substitute in the asphalt mixture. According to research, Indonesia ranks second in the world for the largest amount of plastic waste, following China. This study aims to create 18 asphalt mixture samples using bagasse waste and plastic waste. The outcomes of this research will be used to produce a related research journal. Keywords: Plastic, Sugarcane, and Asphalt
Design of a Laboratory Scale Archemedes Screw Turbine Model Hydroelectric Power Station (PLTA) Simulator Basri, Muhammad Hasan; Muhtadi, Ahmad; Hasan, Darul
Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika Vol. 9 No. 3 (2023): September
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiteki.v9i3.26309

Abstract

The purpose of this research is to design a new model simulator of the Archimedes Screw turbine on a laboratory scale which is simple, inexpensive, environmentally friendly and for practice at the Electrical Engineering Laboratory of Nurul Jadid University by studying the efficiency of the Archimedes turbine which utilizes kinetic energy. water flow energy from the difference in upstream-downstream water head. Methods used numerical simulations have been run to evaluate the performance coefficient of the turbine alone (without friction loss or blockage augmentation), and to extend the TSR range. Numerical simulations make it possible to generate efficiency curves of Archimedes Screw turbines in both parallel and inclined configurations. The result obtained is that the proposed geometry can be used in real-life applications, providing 0.5 kW at flow velocities between 1 and 2 m/s. Novelty of hydropower simulation studies of the Archimedes turbine screw model using numerical simulation methods.
Kelembagaan pengelolaan ekowisata mangrove di Pantai Bali Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara Muhtadi, Ahmad; Sitohang, Pesta Saulina
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 1 (April, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v3i1.335

Abstract

Pelibatan masyarakat dalam pengelolaan ekowisata mangrove dapat dilakukan dalam bentuk kelembagaan yang dibangun berbasis masyarakat. Kelembagaan dapat berupa  organisasi atau wadah (players of the game) dan aturan main (rules of the game) yang mengatur kelangsungan organisasi maupun kerjasama antara anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. kajian ini diperlukan untuk membuat suatu model atau pola pengelolaan ekowisata mangrove berbasis masyarakat. Kajian ini dilakukan di ekowisata mangrove di Pantai Bali, Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara. Data yang dikumpulkan adalah kondisi sosial-ekonomi  dan kelembagaan masayarakat sekitar serta karakteristik pengunjung. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif terrhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Analisis kelembagan mengacu pada konsep kelembagaan dari Taryono (2009) dan Ruddle (1998). Hasil yang diperoleh adalah karakteristik usia masyarakat yang banyak memanfaatkan Pantai Bali tertinggi pada usia 20-29 tahun yaitu sebanyak 54%. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekowisata  mangrove, diperoleh 80%. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dilapangan diperoleh hasil karakteristik usia pengunjung yang paling banyak pada kisaran 20-29 tahun dengan latar belakangg pendidikan SLTA sebesar 65%. Saat ini terjadi dualisme pengelolaan mangrove antara masyarakat sekitar dengan PT. Obor. Perbaikan dalam struktur organisasi pengelolaan minawana menjadi langkah pertama dalam perbaikan pengelolaan. Oleh karena itu, pemerintah tentunya perlu memberikan kewewenangan terhadap Kelompok Tani Hutan sebagai organisasi resmi yang mengatur pengelolaan dilapangan. Langkah selanjutnya adalah perbaikan pengelolaan minawana adalah perbaikan dalam aturan main dalam pengelolaan. Aturan main ini terkait dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap pengelolaan minawana. Selain itu, tentunya sanksi atau imbalan apa yang diperoleh jika melanggar aturan yang ditetapkan.Community involvement in the management of mangrove ecotourism can be done in the form of community-based institutions are built. Institutions may be in an organization or container (players of the game) and rules (rules of the game), which regulates the survival of the organization as well as the cooperation between members to achieve a common goal. This study is required to make a model or pattern of mangrove community-based ecotourism management. The study was conducted in the mangrove eco-tourism in Bali Beach, District Talawi Coal County. The data collected is the socio-economic and institutional surrounding communities as well as the characteristics of the visitors. Data was analyzed using descriptive analysis terrhadap socio-economic conditions of society. Institutional analysis refers to the institutional concept of Taryono (2009) and Ruddle (1998). The results obtained are characteristic of the age of the people who are making use of the highest Bali Beach at the age of 20-29 years is 54%. Community involvement in ecotourism activities mangrove, gained 80%. Based on interviews conducted in the field result age characteristics of the visitors most in the range of 20-29 years old with a high school education background belakangg by 65%. When this happens the dualism between the surrounding community mangrove management with PT. Torch. Improvements in management organizational structure minawana be the first step in improving the management. Therefore, the government would need to give the authority to the Forest Farmers Group as an official organization governing the management field. The next step is to improve management of minawana is an improvement in the management rules. This rule is related to what can and can not do against minawana management. In addition, of course, sanctions or rewards what is gained if it violates the rules set.
Struktur komunitas biologi di Danau Pondok Lapan, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Muhtadi, Ahmad; Yunasfi, Yunasfi; Rais, F. F.; Azmi, N.; Ariska, D.
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i2.339

Abstract

Danau Pondok Lapan (DPL) adalah sebuah danau buatan yang terdapat di Kabupaten Langkat. Danau ini berfungsi sebagai sumber air, irigasi, resapan air tanah bagi masyarakat sekitar, pengendali banjir, dan kegiatan pemancingan ikan. Sampai saat ini data-data tentang danau tersebut sangatlah terbatas. Data-data terkait sumberdaya yang terdapat di danau sangat diperlukan untuk pengelolaan yang lebih tepat. Diantara beberapa data yang dimaksud adalah organisme penyusun danau. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi biologis DPL dengan melihat keragaman jenis dan struktur komunitas nekton, benthos dan plankton di perairan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari - April 2015. Hasil pencacahan plankton di DPL ditemukan 52 jenis dari 10 kelas. Ada 6 kelas dari kelompok pitoplankton dan 4 kelas dari kelompok zooplankton. Jumlah genus paling banyak ditemukan jenis fitoplankton dan zooplankton masing-masing dari kelas Chlorophyceae berjumlah 18 genus dan dari kelas Cladocera sebesar 5 genus. Nekton yang ditemukan terdapat 2 kelas yaitu Actinopterygii dan Malacostrata.Terdapat 5 Ordo nekton yang ditemukan, yaitu 4 ordo dari jenis ikan dan 1 ordo dari jenis udang. Benthos yang ditemukan hanya 3 jenis dari kelas gastropoda, yaitu Bithynia tentaculata, Pomacea canaliculata dan Campeloma decisum. Struktur komunitas plankton, nekton dan benthos relatif tidak stabil serta ada kecenderungan didominansi oleh jenis tertentu.Pondok Lapan Lake (PLL) is an artificial lake located in Langkat regency. The lake its function as source of water, irrigation, catchment area, flood control, and fishing activities. Until recently data about this lake, are limited. The data related to the resource contained in the lake is very necessary for a more appropriate management. Among some of these data are organisms that inhabit the lake. This research aims to study the biological conditions of PLL to see the diversity and community structure of nekton, benthos and plankton. Sampling was conducted in February - April 2015. PLL enumeration results in the plankton found 52 species of 10 classes. There are 6 classes of groups pitoplankton and 4 classes of zooplankton groups. Nekton found there are 7 types of two classes, namely Actinopterygii and Malacostrata. Benthos found only 3 species of gastropod class, namely Bithynia tentaculata, Pomacea canaliculata and Campeloma decisum. Community structure benthos, nekton and plankton are relatively unstable and there is a trend happening dominance by a particular type
Co-Authors A. Dardiri Hasyim Abbas Alfuti , Abil Abnur Kamala, Siti Adenia Constansia Sitepu Adil Junaidi Ahmad Rizki Aji, Egi Setia Ajuan Ritonga Almira, Della Ami Tjitraresmi, Ami Amirah Amirah Andari, Ella Anggita Della Lestari Ani Rahmawati Arief Purnama, ikhwan Ashshiddiq, Muhammad Arif Asmadi asmadi Asy Syifa, Khadijah baihaki, imam Berliana, Melisa Intan Binti Nur Asiyah BUDI UTOMO Citra Pangestu D. Ariska D. Ariska, D. Dani Sumaryadi Darma Bakti Daulay, Achmad T. Dede Yuanda Desrita Desrita Desy Ariska Desyandri Desyandri Dewinta, Astrid Fauzia Dinarta Hutabarat Dwi Prasetyo DWI SURYANTO Eli Halimah, Eli Elvira, - Emma Surahman, Emma Entris Sutisna, Entris Eri Yusni Eulis Safina Eva Feriadi Eva Lia Risky Sinaga F. F. Rais F. F. Rais, F. F. Fadhilah, Amanatul Fahmi Fadhli Rais Febriyanti Panjaitan Fuad Hasan Gatera, Vesara A. Gusti Zulkifli Mulki Hafiyyan, Qalbi Harahap, Cici Maulidiah Harahap, Muhamad Haikal Firyaldi Hasan, Darul Herdaningsih, Sulastri Herdaningsih, Sulastri Herdaningsih, Sulastri Hesti Wahyuningsih Hidayati, Tita Kosima I Gusti Ngurah Antaryama Ida Musfiroh, Ida ikhwan Arief Purnama Imam Baihaqi IMROATUL CHUSNIAH Ipanna Enggar Susetya, Ipanna Enggar Irene anggraini Irvanul Arifin, Mohammad Ishak, Mohd Yusoff Isten Sweno Tamba Jamiyanti, Eva Jannah, Sutra Wardatul Junaidy, Adil Kadarwan Soewradi KANIA NABILA FAJRIANTI Kartasasmita, Rahmana E Kartasasmita, Rahmana E Kembaren, Natasyha Pebrina Br Sembiring Keri Lestari Khairunnisa Kurlillah, Rizki Manalu, Natasya Rebekka Manullang, Kristina Natalia Manurung, Bunga Ulita Marufi, M. Marwan, Abang Maser, Wahyu Haryati Melisa Intan Barliana, Melisa Intan Mey Susanti Miftahul Jannah Miswar Budi Mulya Moelyono Moektiwardoyo Mohammad Basyuni Muammar Muammar Muhammad Hasan Basri Muhammad Ma’rufi Muhammad Reza Cordova, Muhammad Reza Mulyoto mulyoto N. Azmi N. Azmi, N. Nababan, David NADYA INDAH DEWANTI, NADYA INDAH Nanda Putri Nazara, Wilman Nurmala Sari Nurmatias Nurmatias Nursyamsiah, Tresna Nursyamsiah, Tresna NURUL ANNISA Nurul Azmi Orbita R. Dhuha Pardamean Lubis Pasaribu, Rihan Addilah Patihul Husni Perangin Angin, Imanuel Kemenangenta Perwira, Anggun Putri Pesta Saulina Sitohang Pesta Saulina Sitohang Pindi Patana Pratiwi Pratiwi Priyogo, Prengki Punomo, Punomo Purba, Theresia Widi Astuti Putri Churnia Arifin Qadar Hasani Rabihati, Etty Rambe, Ade Septiya Jumiani Randy Setiawan, Randy Raswin Nasution Rendra Setiawan, Gusti Resky, Indah Anjar Ridwan, M. Deny Rifqi Rama Dhani Rizal Mukra Rizal Rizal Rizki Eka Putra Rizki Ridoan Rizki, A. Rosanti, Indah Rudolf Y. Ompusunggu Rusdi Leidonald Ryanti, Eva Sabilah Fi Ramadhani Sandy, Sarah D. Sarah Diba Sandy Sarpawi, Sarpawi Sasongko, Hartanto Wahyu SHAFIRA SHAFIRA Sholih, Mally G. Siahaan, Vania S.P Silaban, Matthew Federich Willyam Simaremare, Elisabet Rosevenny Sinurat, Ries Ruth Rytond Siregar, Rizky Febriansyah Siregar, Zufriwandi SITI NURUL KHOTIMAH Siti Saidah SITI SAIDAH Slamet Ibrahim Sri Hartini Suria Masriani Sinaga Syafriadi Syafriadi Taryono, Taryono TIJANIYAH TIJANIYAH, TIJANIYAH Toibullah Siregar Triwilaswandio Wuruk Pribadi Utomo, Satriyo Varanth, Sree Viknes Vina Maratus Salsabila warda, Sutra Wardatul Jannah, Sutra Winarni, Rina Yasmiwar Susilawati Yunasfi Djayus Yunasfi Yunasfi yunasfi yunasfi Yunasfi, Yunasfi Zefri Ade Gurukinayan Zufriwandi Siregar Zulham Apandy Harahap Zulham Apandy Harahap