p-Index From 2021 - 2026
4.956
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Smart Akuaponik Tanaman Kangkung Air Dan Budidaya Ikan Koi Menggunakan Protokol MQTT muhtadi, ahmad; Hasan, Fuad; Jamiyanti, Eva; warda, Sutra
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v5i2.9007

Abstract

Aquaponik merupakan perpaduan antara budidaya tanaman dan budidaya ikan. Akuaponik terus menerus menggunakan air dari peternakan ikan ke tanaman dan mengembalikannya ke kolam ikan. Dasar dari sistem ini adalah untuk memasok air yang optimal untuk setiap bahan baku menggunakan sistem sirkulasi, dan menggunakan kemajuan teknologi untuk memudahkan tenaga kerja manusia. Studi dengan judul “Rancang Bangun Smart Akuaponik Tanaman Kangkung Air Dan Budidaya Ikan Koi Menggunakan Protokol MQTT”. Yang dapat memantau dan mengontrol parameter tersebut dengan menggunakan smartphone sehingga memudahkan para petani atau pengguna dalam pengecekan meskipun dalam jarak jauh. Dimana ada beberapa alat yang menjadi pendukung dalam pembuatan alat tersebut adalah sensor pH sebagai pendeteksi asam dan basa pada air di akuaponik, sensor DS18B20 sebagai pendeteksi suhu air pada akuaponik, Sensor Hujan sebagai pendeteksi hujan atau tidak, motor servo sebagai penggerak untuk pembeian pakan pada ikan  Growlight sebagai pengganti cahaya matahari, LCD I2C sebagai menampilkan display, Water Pump sebagai mengalirkan air yang ada di aquarium atau kolam kepada tanaman, MQTT sebagai mengontrol hadware dari jarak jauh serta bisa menunjukkan informasi sensor, menaruh informasi visual. ESP8266 dan Arduino Nano sebagai control dari semua komponen serta dapat terhubung dengan ke wifi atau internet. Penggunaan beban jika tidak terjadi hujan pada alat ini sekitar 216 Watt perharinya, sedangkan ketika terjadi hujaan penggunaannya sekitar 375 Watt perharinya
Pemanfaatan Limbah Plastik Kresek dan Abu Serut Tebu untuk Campuran Aspal Hrc-Wc: The Utilization of Plastic Bags Waste and Bagasse Ash for HRC-WC Asphalt Mixtures Arief Purnama, ikhwan; sarpawi, sarpawi; muhtadi, ahmad
JURNAL AGRIMENT Vol. 8 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v8i2.2978

Abstract

The remaining bagasse waste from sugarcane and plastic waste, which increases annually, has had an adverse impact on the environment, both on land and in the sea. In 2010 alone, 275 million tons of plastic waste were generated worldwide. Approximately 4.8 to 12.7 million tons of that waste were discarded, polluting the oceans. Indonesia, with a coastal population of 187.2 million, produces 3.22 million tons of poorly managed plastic waste annually. An estimated 0.48 to 1.29 million tons of this plastic waste is believed to contaminate the oceans.According to Ir. Rudy Setyo Utomo, M.Sc. (a researcher at the Research and Development Agency of West Kalimantan Province), from the total accumulated waste in Pontianak City, it is estimated that 66% consists of organic waste, roughly around 265 tons per day, while 34% is inorganic waste, approximately 135 tons per day. Organic waste comprises food remains, wood, branches and leaves, paper, and cardboard. The waste from bagasse ash contains a high silica (SiO2) content of around 68.5%, which can be utilized in asphalt mixtures to enhance their quality.In addition to utilizing bagasse ash waste, the writer also incorporates plastic bag waste as a substitute in the asphalt mixture. According to research, Indonesia ranks second in the world for the largest amount of plastic waste, following China. This study aims to create 18 asphalt mixture samples using bagasse waste and plastic waste. The outcomes of this research will be used to produce a related research journal. Keywords: Plastic, Sugarcane, and Asphalt
Design of a Laboratory Scale Archemedes Screw Turbine Model Hydroelectric Power Station (PLTA) Simulator Basri, Muhammad Hasan; Muhtadi, Ahmad; Hasan, Darul
Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika Vol. 9 No. 3 (2023): September
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiteki.v9i3.26309

Abstract

The purpose of this research is to design a new model simulator of the Archimedes Screw turbine on a laboratory scale which is simple, inexpensive, environmentally friendly and for practice at the Electrical Engineering Laboratory of Nurul Jadid University by studying the efficiency of the Archimedes turbine which utilizes kinetic energy. water flow energy from the difference in upstream-downstream water head. Methods used numerical simulations have been run to evaluate the performance coefficient of the turbine alone (without friction loss or blockage augmentation), and to extend the TSR range. Numerical simulations make it possible to generate efficiency curves of Archimedes Screw turbines in both parallel and inclined configurations. The result obtained is that the proposed geometry can be used in real-life applications, providing 0.5 kW at flow velocities between 1 and 2 m/s. Novelty of hydropower simulation studies of the Archimedes turbine screw model using numerical simulation methods.
Kelembagaan pengelolaan ekowisata mangrove di Pantai Bali Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara Muhtadi, Ahmad; Sitohang, Pesta Saulina
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 1 (April, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v3i1.335

Abstract

Pelibatan masyarakat dalam pengelolaan ekowisata mangrove dapat dilakukan dalam bentuk kelembagaan yang dibangun berbasis masyarakat. Kelembagaan dapat berupa  organisasi atau wadah (players of the game) dan aturan main (rules of the game) yang mengatur kelangsungan organisasi maupun kerjasama antara anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. kajian ini diperlukan untuk membuat suatu model atau pola pengelolaan ekowisata mangrove berbasis masyarakat. Kajian ini dilakukan di ekowisata mangrove di Pantai Bali, Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara. Data yang dikumpulkan adalah kondisi sosial-ekonomi  dan kelembagaan masayarakat sekitar serta karakteristik pengunjung. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif terrhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Analisis kelembagan mengacu pada konsep kelembagaan dari Taryono (2009) dan Ruddle (1998). Hasil yang diperoleh adalah karakteristik usia masyarakat yang banyak memanfaatkan Pantai Bali tertinggi pada usia 20-29 tahun yaitu sebanyak 54%. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekowisata  mangrove, diperoleh 80%. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dilapangan diperoleh hasil karakteristik usia pengunjung yang paling banyak pada kisaran 20-29 tahun dengan latar belakangg pendidikan SLTA sebesar 65%. Saat ini terjadi dualisme pengelolaan mangrove antara masyarakat sekitar dengan PT. Obor. Perbaikan dalam struktur organisasi pengelolaan minawana menjadi langkah pertama dalam perbaikan pengelolaan. Oleh karena itu, pemerintah tentunya perlu memberikan kewewenangan terhadap Kelompok Tani Hutan sebagai organisasi resmi yang mengatur pengelolaan dilapangan. Langkah selanjutnya adalah perbaikan pengelolaan minawana adalah perbaikan dalam aturan main dalam pengelolaan. Aturan main ini terkait dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap pengelolaan minawana. Selain itu, tentunya sanksi atau imbalan apa yang diperoleh jika melanggar aturan yang ditetapkan.Community involvement in the management of mangrove ecotourism can be done in the form of community-based institutions are built. Institutions may be in an organization or container (players of the game) and rules (rules of the game), which regulates the survival of the organization as well as the cooperation between members to achieve a common goal. This study is required to make a model or pattern of mangrove community-based ecotourism management. The study was conducted in the mangrove eco-tourism in Bali Beach, District Talawi Coal County. The data collected is the socio-economic and institutional surrounding communities as well as the characteristics of the visitors. Data was analyzed using descriptive analysis terrhadap socio-economic conditions of society. Institutional analysis refers to the institutional concept of Taryono (2009) and Ruddle (1998). The results obtained are characteristic of the age of the people who are making use of the highest Bali Beach at the age of 20-29 years is 54%. Community involvement in ecotourism activities mangrove, gained 80%. Based on interviews conducted in the field result age characteristics of the visitors most in the range of 20-29 years old with a high school education background belakangg by 65%. When this happens the dualism between the surrounding community mangrove management with PT. Torch. Improvements in management organizational structure minawana be the first step in improving the management. Therefore, the government would need to give the authority to the Forest Farmers Group as an official organization governing the management field. The next step is to improve management of minawana is an improvement in the management rules. This rule is related to what can and can not do against minawana management. In addition, of course, sanctions or rewards what is gained if it violates the rules set.
Struktur komunitas biologi di Danau Pondok Lapan, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Muhtadi, Ahmad; Yunasfi, Yunasfi; Rais, F. F.; Azmi, N.; Ariska, D.
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i2.339

Abstract

Danau Pondok Lapan (DPL) adalah sebuah danau buatan yang terdapat di Kabupaten Langkat. Danau ini berfungsi sebagai sumber air, irigasi, resapan air tanah bagi masyarakat sekitar, pengendali banjir, dan kegiatan pemancingan ikan. Sampai saat ini data-data tentang danau tersebut sangatlah terbatas. Data-data terkait sumberdaya yang terdapat di danau sangat diperlukan untuk pengelolaan yang lebih tepat. Diantara beberapa data yang dimaksud adalah organisme penyusun danau. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi biologis DPL dengan melihat keragaman jenis dan struktur komunitas nekton, benthos dan plankton di perairan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari - April 2015. Hasil pencacahan plankton di DPL ditemukan 52 jenis dari 10 kelas. Ada 6 kelas dari kelompok pitoplankton dan 4 kelas dari kelompok zooplankton. Jumlah genus paling banyak ditemukan jenis fitoplankton dan zooplankton masing-masing dari kelas Chlorophyceae berjumlah 18 genus dan dari kelas Cladocera sebesar 5 genus. Nekton yang ditemukan terdapat 2 kelas yaitu Actinopterygii dan Malacostrata.Terdapat 5 Ordo nekton yang ditemukan, yaitu 4 ordo dari jenis ikan dan 1 ordo dari jenis udang. Benthos yang ditemukan hanya 3 jenis dari kelas gastropoda, yaitu Bithynia tentaculata, Pomacea canaliculata dan Campeloma decisum. Struktur komunitas plankton, nekton dan benthos relatif tidak stabil serta ada kecenderungan didominansi oleh jenis tertentu.Pondok Lapan Lake (PLL) is an artificial lake located in Langkat regency. The lake its function as source of water, irrigation, catchment area, flood control, and fishing activities. Until recently data about this lake, are limited. The data related to the resource contained in the lake is very necessary for a more appropriate management. Among some of these data are organisms that inhabit the lake. This research aims to study the biological conditions of PLL to see the diversity and community structure of nekton, benthos and plankton. Sampling was conducted in February - April 2015. PLL enumeration results in the plankton found 52 species of 10 classes. There are 6 classes of groups pitoplankton and 4 classes of zooplankton groups. Nekton found there are 7 types of two classes, namely Actinopterygii and Malacostrata. Benthos found only 3 species of gastropod class, namely Bithynia tentaculata, Pomacea canaliculata and Campeloma decisum. Community structure benthos, nekton and plankton are relatively unstable and there is a trend happening dominance by a particular type
Pola pengelolaan ekowisata mangrove di Pantai Bali Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara Sitohang, Pesta Saulina; Yunasfi, Yunasfi; Muhtadi, Ahmad
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i2.343

Abstract

Pantai Bali terletak di Batu Bara dengan luas sekitar 637,22 ha dengan luas kawasan pesisir sekitar 30,6% dari total area. Penelitian ini bertujuan untuk inventarisasi sarana dan prasarana pendukung di Pantai Bali dan membuat pola pengelolaan ekowisata mangrove di Pantai Bali. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga April 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling untuk wawancara. Konsep manajemen ekowisata Pantai Bali sepenuhnya bergantung kepada pemerintah daerah dan memberikan izin kepada publik sebagai pengelola.Bali Beach is a located in Batu Bara with an area of approximately 637.22 ha which is a coastal area about 30.6% of the total area. This study aims to inventory of facilities and supporting infrastructurein Bali Beach and create patterns of mangrove ecotourism management at Bali Beach. This research was conducted in March to April 2014.  Research method used was purposive sampling for interviews. The oncept of Bali Beach ecotourism management entirely to local governments and gives permission to public as the manager.
Development of an Evaluation Model for Islamic Religious Education and Character Education (PAI-BP) at The High School Level: Between Urgency and Effectiveness Muhtadi, Ahmad; Mulyoto, Mulyoto; Hasyim, Dardiri
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v3i02.148

Abstract

The research is aimed to: (1) identify a factual model of learning evaluation of Islamic Religious and Moral Education (PAI-BP); (2) develop the PAI-BP learning evaluation model to suit the needs of the high school education level; and (3) knowing and analyzing the effectiveness of the PAI-BP learning evaluation development model at the high school education level in Karanganyar Regency for the 2020/2021 academic year. The type of the research is development research targetting the evaluation model for Islamic Religious and Moral Education (PAI-BP) for high school level. The data collection method was done using observation, in-depth interviews, document analysis, tests, and questionnaires techniques. Data analysis was carried out by qualitative and quantitative analysis. The research concluded that: (1) The factual model of the evaluation of Islamic Religious Education and Moral Education (PAI-BP) at the high school education level currently done separately between the process of learning and its product; (2) The evaluation model developed has two main components, namely: the learning process and output. The learning process includes four subcomponents, namely: (a) teachers’ performance in the classroom, (b) teachers’ personality, (c) students’ behavior, and (d) learning facilities. Whereas the learning output includes four sub-components, namely aspects: (a) akidah akhlaq, (b) Qur'an-Hadith, (c) Fiqh, and (d) Islamic history; and (3) The effectiveness of the PAI-BP learning evaluation model developed shows that based on the experts, user and practitioner assessments, the model developed is considered as a Good model to evaluate PAI-BP learning at high school level education.
ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA MEMPAWAH muhtadi, ahmad; mulki, gusti zulkifli; elvira, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.799 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.28386

Abstract

Penyediaan RTH khususnya di wilayah perkotaan harus memperhatikan fungsinya secara efektif baik dari sisi ekologis maupun sisi planologis. Posisi RTH seharusnya memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses pembangunan suatu wilayah, bukan hanya sebagai elemen pelengkap dalam wilayah perkotaan . Kota Mempawah sebagai salah satu ibu kota kabupaten dengan pembangunan yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan akan ruang semakin tinggi yang berdampak langsung pada penataan lingkungan perkotaan yang kurang baik. Saat ini hampir seluruh kota besar di Indonesia termasuk Kota Mempawah belum memiliki kawasan RTH yang memadai dari segi kuantitas maupun kualitas untuk mereduksi dan bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan juga berfungsi sebagai sarana interaksi sosial bagi masyarakat.Tujuan Penelitian adalah mengidentifikasi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) eksisting di Kota Mempawah, menghitung kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Mempawah melalui beberapa variabel dan Memetakan lokasi potensial untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) didasarkan pada hasil analisis kebutuhan ruang dan potensi wilayah Kota Mempawah.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif,   metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.Hasil penelitian yang didapat : Berdasarkan hasil analisis berdasarkan luasan RTH publik di Kota mempawah untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka masih dibutuhkan lahan 5.060 Ha (19,17% dari luas wilayah Kota Mempawah). Ketersedian ruang terbuka hijau di Kota Mempawah dengan Pendekatan Ruang Terbuka berdasarkan kebutuhan oksigen dengan luasan 66,611 Ha pada Kota Mempawah dengan presentase luasan 26,17%, maka RTH publik yang telah ada pada wilayah Kota Mempawah masih jauh dari persyaratan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka masih dibutuhkan lahan   47 Ha   (19,17% dari luas wilayah Kota Mempawah). Berdasarkan hasil analisis jumlah penduduk, kebutuhan RTH Kota Mempawah didapatkan 12,98 Ha, RTH publik yang telah ada pada wilayah Kota Mempawah sudah cukup dan terdapat kelebihan luasan 7 Ha. Berdasarkan Hasil Analisis SNI , Kebutuhan RTH Kota Mempawah didapatkan 14,55 Ha serta terdapat kelebihan RTH publik dengan luasan 5 Ha.    Kata Kunci : Ruang Terbuka, Publik
Keragaman Makroinvertebrata Sebagai Bioindikator Status Mutu Sungai Percut, Provinsi Sumatera Utara: Keragaman Makroinvertebrata Sebagai Bioindikator Status Mutu Sungai Muhtadi, Ahmad; Varanth, Sree Viknes; Yusni, Eri; Susetya, Ipanna Enggar; Pulungan, Ahyar; Mukra, Rizal
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i2.22397

Abstract

Makroinvertebrata dapat digunakan sebagai bioindikator karena hidup menempel pada substrat dan memiliki mobilitas yang rendah sehingga tidak mudah bergerak. Sebagian makroinvertebrata sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga spesies yang ditemukan di perairan dapat dianalisis untuk memberikan gambaran tentang keadaan perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan status kesehatan kualitas air sungai percut, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2024 di sepanjang Daerah Aliran Sungai Percut, Sumatera Utara. Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada 21 stasiun, yang mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir serta anak-anak sungainya. Metode yang dapat digunakan untuk menilai kualitas perairan dengan menggunakan perhitungan indeks biotik yaitu SingScore. komunitas makroinvertebrata yang ada di Sepanjang Daerah Aliran Sungai Percut ditemukan 41 spesies dan 30 famili. Keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 11 dengan nilai 2,94 dan terendah terdapat pada stasiun 2 dengan nilai 0. Sebaran spasial makroinvertebrata yang terdapat di Daerah Aliran Sungai Percut pada bagian hulu yaitu terdapat 23 family dengan 31 spesies makroinvertebrata. Pada bagian Tengah Sungai Percut ditemukan 8 family dengan 9 spesies makroinvertebrata. Pada bagian Hilir ditemukan 10 family dengan 10 spesies makroinvertebrata. Status kualitas perairan di aliran Sungai Percut berdasarkan metode SingScore pada bagian hulu memiliki kategori Sangat Baik dan bagian tengah hingga hilir sungai Percut memiliki kategori kategori buruk
Keragaman Makroinvertebrata Sebagai Bioindikator Status Mutu Sungai Percut, Provinsi Sumatera Utara: Keragaman Makroinvertebrata Sebagai Bioindikator Status Mutu Sungai Muhtadi, Ahmad; Varanth, Sree Viknes; Yusni, Eri; Susetya, Ipanna Enggar; Pulungan, Ahyar; Mukra, Rizal
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i2.22397

Abstract

Makroinvertebrata dapat digunakan sebagai bioindikator karena hidup menempel pada substrat dan memiliki mobilitas yang rendah sehingga tidak mudah bergerak. Sebagian makroinvertebrata sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga spesies yang ditemukan di perairan dapat dianalisis untuk memberikan gambaran tentang keadaan perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan status kesehatan kualitas air sungai percut, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2024 di sepanjang Daerah Aliran Sungai Percut, Sumatera Utara. Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada 21 stasiun, yang mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir serta anak-anak sungainya. Metode yang dapat digunakan untuk menilai kualitas perairan dengan menggunakan perhitungan indeks biotik yaitu SingScore. komunitas makroinvertebrata yang ada di Sepanjang Daerah Aliran Sungai Percut ditemukan 41 spesies dan 30 famili. Keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 11 dengan nilai 2,94 dan terendah terdapat pada stasiun 2 dengan nilai 0. Sebaran spasial makroinvertebrata yang terdapat di Daerah Aliran Sungai Percut pada bagian hulu yaitu terdapat 23 family dengan 31 spesies makroinvertebrata. Pada bagian Tengah Sungai Percut ditemukan 8 family dengan 9 spesies makroinvertebrata. Pada bagian Hilir ditemukan 10 family dengan 10 spesies makroinvertebrata. Status kualitas perairan di aliran Sungai Percut berdasarkan metode SingScore pada bagian hulu memiliki kategori Sangat Baik dan bagian tengah hingga hilir sungai Percut memiliki kategori kategori buruk
Co-Authors A. Dardiri Hasyim Abbas Alfuti , Abil Abnur Kamala, Siti Adenia Constansia Sitepu Adil Junaidi Ahmad Rizki Aji, Egi Setia Ajuan Ritonga Almira, Della Ami Tjitraresmi, Ami Amirah Amirah Andari, Ella Anggita Della Lestari Ariston, Lovedrian Ashshiddiq, Muhammad Arif Asmadi asmadi Asy Syifa, Khadijah Azahirin Bagus Equity baihaki, imam Begum, Salma Berliana, Melisa Intan Binti Nur Asiyah Br. Tarigan, Sri Masnita BUDI UTOMO Citra Pangestu D. Ariska D. Ariska, D. Damanik, Mhd. Ridha Syafi'i Dani Sumaryadi Darma Bakti Daulay, Achmad T. Dede Yuanda Desrita Desrita Desy Ariska Desyandri Desyandri Dewinta, Astrid Fauzia Dinarta Hutabarat Dwi Prasetyo DWI SURYANTO Eli Halimah, Eli Elvira, - Emma Surahman, Emma Entris Sutisna, Entris Eri Yusni Etty Rabihati Eulis Safina Eva Feriadi Eva Lia Risky Sinaga Eva Ryanti F. F. Rais F. F. Rais, F. F. Fadhilah, Amanatul Fahmi Fadhli Rais Febriyanti Panjaitan Fuad Hasan Gatera, Vesara A. Gusti Zulkifli Mulki Habibi, Arya Yusuf Hafiyyan, Qalbi Harahap, Cici Maulidiah Harahap, Muhamad Haikal Firyaldi Hartanto Wahyu Sasongko Hasan, Darul Herdaningsih, Sulastri Herdaningsih, Sulastri Herdaningsih, Sulastri Hesti Wahyuningsih Hidayati, Tita Kosima Husaini, Hasbi I Gusti Ngurah Antaryama Ida Musfiroh -, Ida Musfiroh ikhwan Arief Purnama Imam Baihaqi IMROATUL CHUSNIAH Ipanna Enggar Susetya, Ipanna Enggar Irene anggraini Irvanul Arifin, Mohammad Ishak, Mohd Yusoff Isten Sweno Tamba Jamiyanti, Eva Jannah, Sutra Wardatul Junaidy, Adil Kadarwan Soewradi KANIA NABILA FAJRIANTI Kartasasmita, Rahmana E Kartasasmita, Rahmana E Kembaren, Natasyha Pebrina Br Sembiring Keri Lestari Khairunnisa Kurlillah, Rizki Kurniawan, Pramudya Lukky Mahendra Luky Mahendra Mahardi, Putri Pratama Manalu, Natasya Rebekka Manullang, Kristina Natalia Manurung, Bunga Ulita Marufi, M. Marwan, Abang Maser, Wahyu Haryati Melisa Intan Barliana Mey Susanti Miftahul Jannah Miswar Budi Mulya Moelyono Moektiwardoyo Moh. Rosan Taufel Al Farobi Moh.Rosan Taufel Alfarobi Mohammad Basyuni Muammar Muammar Muhammad Hasan Basri Muhammad Ma’rufi Muhammad Reza Cordova, Muhammad Reza Muhammad Riza Kurnia Lubis, Muhammad Riza Kurnia Mulyoto mulyoto N. Azmi N. Azmi, N. Nababan, David NADYA INDAH DEWANTI, NADYA INDAH Nanda Putri Nasution, Decy M. Carolina Nurmala Sari Nurmatias Nurmatias Nursyamsiah, Tresna Nursyamsiah, Tresna NURUL ANNISA Nurul Azmi Orbita R. Dhuha Pardamean Lubis Pasaribu, Rihan Addilah Patihul Husni Perangin Angin, Imanuel Kemenangenta Perwira, Anggun Putri Pesta Saulina Sitohang Pesta Saulina Sitohang Pindi Patana Pratiwi Pratiwi Priyogo, Prengki Pulungan, Parhan Punomo, Punomo Purba, Theresia Widi Astuti Putri Churnia Arifin Qadar Hasani Randy Setiawan, Randy Raswin Nasution Rendra Setiawan, Gusti Resky, Indah Anjar Ridwan, M. Deny Rifqi Rama Dhani Rizal Mukra Rizal Rizal Rizka Alifia Rizki Eka Putra Rizki Ridoan Rizki, A. Rosanti, Indah Rudolf Y. Ompusunggu Rusdi Leidonald Sabilah Fi Ramadhani Sandy, Sarah D. Sarah Diba Sandy Sarpawi, Sarpawi SHAFIRA SHAFIRA Sholih, Mally G. Siahaan, Vania S.P Silaban, Matthew Federich Willyam Simaremare, Elisabet Rosevenny Sinurat, Ries Ruth Rytond Siregar, Rizky Febriansyah Siregar, Zufriwandi SITI NURUL KHOTIMAH SITI SAIDAH Siti Saidah Slamet Ibrahim - Sri Hartini Suria Masriani Sinaga Syafriadi Syafriadi Syahrani, Deny Taryono, Taryono TIJANIYAH TIJANIYAH, TIJANIYAH Toibullah Siregar Triwilaswandio Wuruk Pribadi Utomo, Satriyo Varanth, Sree Viknes Vina Maratus Salsabila warda, Sutra Wardatul Jannah, Sutra Winarni, Rina Yasmiwar Susilawati Yunasfi Djayus Yunasfi Yunasfi yunasfi yunasfi Yunasfi, Yunasfi Zaenuddin Zefri Ade Gurukinayan Zufriwandi Siregar Zulham Apandy Harahap Zulham Apandy Harahap