p-Index From 2021 - 2026
8.321
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Paediatrica Indonesiana Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Belitung Nursing Journal Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Journal of Islamic Nursing Jurnal Kreativitas PKM JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Journal of Telenursing (JOTING) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Keperawatan Florence Nightingale An Idea Health Journal Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju (JPMIM) Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Journal of Health and Nutrition Research Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Jurnal Keperawatan Bunda Delima Riset Informasi Kesehatan Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Journal of Public Health and Pharmacy Journal of Innovative and Creativity Indonesian Jurnal of Nursing Sciences and Practice Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Holistik Jurnal Kesehatan Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Paparan Asap Rokok Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita Purwati, Nyimas Heny; Natasha, Dhea; Permatasari, Irma; Indanah; Nurohmah, Endah; Maemunah , Ai
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 4 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i4.24357

Abstract

Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between attitude, knowledge and exposure to cigarette smoke and the incidence of pneumonia in toddlers Methods: This research is an analytical descriptive research with a cross sectional approach. The population in this study is mothers who have children with pneumonia with a total of 33 toddlers. Sampling technique with the Total Sampling method, Data collection technique using a questionnaire that has been tested for validity and reality. Results: There was a significant relationship between parental knowledge (p value:0.019; OR: 0.127) and exposure to cigarette smoke (pvalue: 0.02; OR: 7) with the incidence of pneumonia in toddlers and there was no significant relationship between parental attitudes and the incidence of pneumonia (p value:0.09) Conclusion: There was a significant relationship between maternal knowledge and exposure to cigarette smoke and the incidence of pneumonia in toddlers with a p value of < 0.05, and toddlers exposed to cigarette smoke were 7 times more likely to suffer from pneumonia compared to toddlers who were not exposed to cigarette smoke.
Upaya meningkatkan tingkat pengetahuan ibu tentang diare melalui edukasi interaktif langsung Supriatin, Titin; Purwati, Nyimas Heny; Yanti, Lindesi; Sari, Maya
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/wr56jj66

Abstract

Latar Belakang: Diare adalah suatu  kondisi yang ditandai dengan buang air besar yang lebih sering dari biasanya, lebih dari tiga kali sehari, disertai perubahan bentuk tinja menjadi lebih cair. Diare masih menjadi salah satu penyebab utama anak-anak di Indonesia jatuh sakit bahkan kehilangan nyawa. Data menunjukkan bahwa sekitar 12 hingga 13 persen balita mengalami diare, menjadikannya masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2019. Tercatat sebanyak 9% anak berusia di bawah 1 tahun, 11,5% anak usia 1–4 tahun, dan 6,2% anak usia di atas 4 tahun mengalami diare. Angka ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, salah satunya dengan memberikan edukasi kepada para ibu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare melalui edukasi interaktif secara langsung di Posyandu.Metode: Edukatif partisipatif melalui ceramah tanya jawab, pemberian edukasi secara langsung dengan menggunakan media leaflet.Hasil: Ada peningkatan yang cukup berarti pada tingkat pengetahuan ibu tentang diare. Rata-rata skor tingkat pengetahuan ibu meningkat dari 5,06 menjadi 8,94. (Nilai p < 0,05).Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa  edukasi yang diberikan memberi dampak positif ada peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan diare. Sarah yang diberikan edukasi secara rutin pada ibu-ibu di Posyandu.
Gerakan ibu peduli pneumonia: edukasi kesehatan untuk mencegah pneumonia pada balita Yanti, Lindesi; Purwati, Nyimas Heny; Supriatin, Titin; Mayasari, Mayasari
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nmw0eh78

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak di Indonesia. Salah satu faktor resiko adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang pencegahan dan penanganan pneumonia. Edukasi berperan penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu tentang cara mencegah pneumonia sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam pencegahan pneumonia.Metode: Edukasi diberikan kepada 38 ibu yang memiliki balita di RW 11 Cempaka Putih.  Pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan berganda sebanyak 12 pertanyaan.  Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi.Hasil: Rata-rata skor pengetahuan ibu meningkat dari 5,92 pada pre-test menjadi 11,00 pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan  (p-value <0,05) artinya  terdapat peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi kesehatan tentang pencegahan pneumonia.Kesimpulan: Edukasi terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan pneumonia pada balita.
Efektivitas edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi Purwati, Nyimas Heny; Sari, Maya; Yanti, Lindesi; Supriatin, Titin
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/j5s0rf87

Abstract

Latar Belakang: Penyakit menular seperti campak, difteri, dan pertusis masih menjadi tantangan kesehatan anak di Indonesia, meskipun dapat dicegah melalui imunisasi. Pengetahuan ibu yang rendah mengenai penyakit dan imunisasi menjadi kendala utama dalam peningkatan cakupan. Posyandu memiliki potensi strategis untuk edukasi yang efektif.Metode: Penelitian pra-eksperimental dengan desain one group pretest- posttest ini melibatkan 25 ibu balita di Posyandu Cempaka Putih. Edukasi dilakukan secara interaktif selama 30 menit. Instrumen berupa kuesioner pilihan ganda, dianalisis menggunakan uji paired t-test dan Shapiro-Wilk.Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 6,72 menjadi 13,56 (p < 0,001), dengan distribusi normal (p = 0,067) dan efektivitas tinggi (Cohen’s d = 5,21).Kesimpulan: Edukasi kesehatan di posyandu efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Disarankan agar edukasi rutin dilaksanakan secara berkelanjutan
PELATIHAN KADER POSYANDU MENINGKATKAN PENGETAHUAN SKRINING PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA Dayana Noprida; Damayanti Palopa; Sarini Sarini; Tri Imroatun; Wahyuni Agustina; Sahariah Sahariah; Titin Sutini; Anita Apriliawati; Nyimas Heny Purwati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1352

Abstract

Pada masa periode emas, balita akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan cepat serta tidak dapat terulang kembali. Adanya penyimpangan pada tahap ini akan sulit diatasi bila sudah terlambat terjadi. Adanya skrining perkembangan pada balita menggunakan Kuesioner Pra Skrining Prekembangan (KPSP) menjadi fasilitasi untuk melakukan deteksi secara dini. Skrining KPSP dapat dilakukan oleh tenaga non kesehatan termasuk Kader. Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur memiliki jumlah kader yang banyak namun masih sedikit yang memiliki pengetahuan tentang skrining KPSP. Adanya pandemic Covid membuat pertemuan secara langsung tidak dapat dilakukan. Pelatihan off the job training dapat menjadi alternatif bagi kader Posyandu Balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader terhadap peningkatan pengetahuan skrining dengan instrumen KPSP pada kader Posyandu wilayah Pasar ReboDesain penelitian menggunakan Pre experiment one group pre-test-posttest without control. Subjek penelitian ini adalah kader Posyandtu Wilayah Pasar Rebo Jakarta Timur yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 70 kader. Penelitian menggunakan metode off the job training via zoom meeting. Analsis data menggunakan uji T Paired. Hasil penelitian didapatkan peningkatan pengetahuan rata-rata kader adalah 29,64±13,08. Uji statistic didapatkan  p value=0,000 yang berarti bahwa ada pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap peningkatan pengetahuan tentang skrining pertumbuhan dan perkembangan  balita dengan KPSP di Wilayah Pasar Rebo Jakarta. Pelatihan kader dengan metode off the job training dinilai efektif pada masa pandemic Covid 19 untuk meningkatkan pengetahuan kader dalam deteksi perkembangan bayi menggunakan KPSP.
Halotherapy pada Anak dengan Penyakit Respirasi: A Scooping Review Kartika Alifah; Suci Dewi Utami; Yuke Liza Fitri Dhadila; Tazkiah Aulia; Anita Apriliawati; Nyimas Heny Purwati; Titin Sutini; Awaliah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4458

Abstract

Latar Belakang: Penyakit pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada anak, dengan angka kejadian tinggi di tingkat global dan nasional. Implementasi kebijakan seperti Practical Approach to Lung Health (PAL) masih menghadapi kendala, terutama dalam hal fasilitas diagnostik dan akses terapi inhalasi. Haloterapi, sebagai pendekatan non-farmakologis, menunjukkan potensi membantu meredakan gejala dan memperbaiki fungsi paru pada anak dengan gangguan pernapasan. Tujuan: Tinjauan cakupan ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait penerapan halotherapy pada anak-anak dengan gangguan respirasi. Metode: Studi ini menggunakan kerangka kerja PCC (Population, Concept, Context) dengan populasi anak usia <18 tahun yang mengalami gangguan respirasi, konsep halotherapy, dan konteks pelayanan kesehatan (RS dan klinik) tanpa batasan geografis. Literatur dicari melalui database PubMed, ProQuest, dan ScienceDirect menggunakan kombinasi kata kunci dan operator boolean. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi. Hasil: Terdapat 9 artikel yang diinklusikan yang menunjukkan bahwa halotherapy menjanjikan dalam meningkatkan fungsi paru, mengurangi gejala, dan memperpendek masa rawat inap pada berbagai kondisi respirasi anak. Efektivitas paling konsisten ditemukan pada penggunaan saline hipertonik 3% pada pasien bronkiolitis. Kombinasi halotherapy dan senam pernapasan juga menunjukkan manfaat tambahan pada anak dengan asma. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, namun hasil antar studi masih bervariasi. Kesimpulan: Halotherapy dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang aman dan menjanjikan bagi anak-anak dengan gangguan respirasi ringan hingga sedang, serta menjadi bagian dari pendekatan multidisiplin dalam layanan kesehatan anak.
Asuhan Keperawatan pada Bayi dengan Stenosis Pilorus Hipertrofik Menggunakan Pendekatan Teori Self-Care Orem Suci Dewi Utami; Nyimas Heny Purwati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4462

Abstract

Latar Belakang: Stenosis pilorus hipertrofik (SPH) merupakan kelainan gastroenterologis yang umum terjadi pada bayi usia 2–8 minggu. Kondisi ini ditandai dengan hipertrofi otot pilorus yang menyebabkan obstruksi saluran keluar lambung. Pendekatan teori keperawatan diperlukan untuk memberikan asuhan yang holistik dan terstruktur. Teori Self-Care Orem menekankan peran perawat dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar bayi yang mengalami defisit self-care. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan teori Self-Care Orem dalam asuhan keperawatan bayi dengan stenosis pilorus hipertrofik, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan. Metode: Desain studi literatur yang menggambarkan proses pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada bayi dengan SPH. Pendekatan teori Orem digunakan untuk merencanakan intervensi dengan sistem wholly compensatory, partially compensatory, dan supportive-educative. Hasil: Masalah keperawatan utama yang ditemukan meliputi defisit nutrisi, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, intoleransi aktivitas, nyeri akut, defisit pengetahuan orang tua, dan risiko gangguan pertumbuhan. Intervensi berbasis teori Orem berfokus pada stabilisasi cairan dan nutrisi sebelum dan sesudah operasi pyloromyotomy, manajemen nyeri, serta edukasi orang tua. Hasil menunjukkan perbaikan status nutrisi dan cairan, penurunan gejala nyeri, serta peningkatan pemahaman orang tua terhadap perawatan pascaoperasi. Kesimpulan: Pendekatan teori Self-Care Orem efektif dalam memberikan asuhan keperawatan holistik pada bayi dengan SPH. Perawat berperan penting sebagai pendukung dan pendidik keluarga dalam manajemen pra dan pascaoperasi.
Efektivitas Family Centered Care Terhadap Kadar Glukosa Darah Dan HBA1C Pada Anak Dengan DM Tipe 1: Tinjauan Sistematis Dan Meta-Analisis Suci Dewi Utami; Ika Novika; Yesa Junita Sari; Kartika Alifah; Nuryati; Yuke Liza Fitri Dhadila; Tazkiah Aulia; Elmi Susanti; Nyimas Heny Purwati; Dhea Natashia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4464

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus tipe 1 (DM tipe 1) merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen yang kompleks. Pada anak, dukungan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kontrol glikemik dan mencegah komplikasi. Pendekatan family-centered care (FCC) diyakini efektif untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dalam pengelolaan diabetes anak. Tujuan: Mengidentifikasi dan mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis keluarga terhadap kadar glukosa darah dan HbA1c pada anak dengan DM tipe 1. Metode: Systematic review dan meta-analisis dilakukan sesuai pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed, ProQuest, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci MeSH. Artikel yang disertakan merupakan randomized controlled trial (RCT) yang melibatkan anak dengan DM tipe 1, melaporkan hasil kadar glukosa darah dan HbA1c, serta menggunakan intervensi berbasis keluarga. Hasil: Dari 1.862 artikel yang diidentifikasi, enam memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berbasis keluarga secara signifikan menurunkan kadar HbA1c (p < 0.05) dan kadar gula darah puasa dibandingkan perawatan rutin. Beberapa model efektif yang ditemukan termasuk family-centered empowerment model, edukasi keluarga intensif, dan intervensi berbasis web. Kesimpulan: Intervensi berbasis keluarga terbukti efektif meningkatkan kontrol glikemik anak dengan DM tipe 1. Penerapan FCC perlu diintegrasikan dalam praktik keperawatan anak untuk mendukung manajemen jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup pasien serta keluarga.
Asuhan Keperawatan Anak Diabetes Ketoasidosis dan Gangguan Kebutuhan Dasar: Nutrisi Dengan Pendekatan Teori Model Adaptasi Calista Roy Ika Novika; Nyimas Heny Purwati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4616

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Ketoasidosis (DKA) merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang sering dialami anak-anak dan membutuhkan intervensi keperawatan yang komprehensif, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar nutrisi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna, persepsi, dan pengalaman dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan DKA menggunakan pendekatan Roy Adaptation Model (RAM). Desain penelitian: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur. Subjek penelitian adalah seorang anak dengan Diabetes Ketoasidosis yang dirawat di ruang perawatan anak. Penerapan teori yang digunakan adalah Roy Adaptation Model, yang mengklasifikasikan intervensi keperawatan ke dalam 4 model teori sistem: input, kontrol, efektor, output. Hasil : artikel ini menunjukkan bahwa penerapan RAM membantu perawat dalam mengidentifikasi stimulus, respon adaptasi, dan intervensi yang sesuai, terutama dalam mengoptimalkan pola nutrisi untuk mendukung pemulihan . Diagnosa keperawatan utama adalah Deficit Nutrisi, Ketidakstabilan kadar glukosa darah Berhubungan dengan Hiperglikemia, Hipovolemia, Pola Napas Tidak efektif, Risiko perfusi serebral tidak. Intervensi keperawatan yang sesuai meliputi manajemen lingkungan, manajemen nyeri, manajemen hipertermi, pemantauan fungsi neurologis, serta pencegahan infeksi. Integrasi RAM dengan standar nasional keperawatan terbukti mendukung adaptasi anak secara holistik. Studi ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam memfasilitasi adaptasi fisiologis dan psikososial anak melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi yang adekuat.
Asuhan Keperawatan Pada Anak Yang Mengalami Asma Dengan Pendekatan Teori Caring Watson Yesa Junita Sari; Nyimas Heny Purwati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4617

Abstract

Latar Belakang : Asma pada anak merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan penanganan komprehensif, tidak hanya dari aspek medis, tetapi juga dukungan emosional dan psikososial. Artikel ini bertujuan untuk menggali makna, persepsi, dan pengalaman perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan asma menggunakan pendekatan teori Caring Jean Watson. Metode : Desain penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan litelatur. Subjek penelitian adalah seorang anak dengan asma yang di rawat diruang perawatan anak. Penerapan teori yang digunakan adalah Caring jean watson. Hasil : Pengkajian menunjukkan bahwa penerapan teori Caring Watson mampu meningkatkan rasa aman, kepercayaan, serta kolaborasi anak dan keluarga dalam manajemen asma. Pembahasan menekankan pada sepuluh faktor karatif Watson yang tercermin dalam interaksi perawat-anak-keluarga. Kesimpulan : Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi praktik keperawatan anak, bahwa aspek caring menjadi landasan utama dalam mendukung proses penyembuhan dan kualitas hidup anak dengan asma.
Co-Authors Achmad Fauzi Agustia, Wahyuni Amalia, Hayuni Amelia Hartika Rani Anggareani, Aniek Anita Anita Anita Apriliawati Anita Apriliawati Apriliawati, Anita Apriliawati, Anita Arofiati, Fitri Awaliah Awaliah, Awaliah Bambang Supriyatno Budiyati , Dwi Chindyca Anna Tasya Dais, Exsos Grend Damayanti Palopa Damayanti Polapa Dayana Noprida Desty Lismayanti Dhea Natashia Dhea Natashia Dina Rahmawati Dwi Budiyati Dwi Riniasih Elmi Susanti Endah Wahyuni Eni Widiastuti Ermawati Uki Eva Desvita Evi Sofyan Fadhillah, Harif Farizal , Rinezia Rinza Farizal, Rinezia Rinza Firmansyah Firmansyah Fitri Haryanti Fitriana, Anantusia Fitriyati, Fitriyati Hamidah . Handayani, Roswati Harif Fadhilah Harun, Rukmini Heriadi, Ronny Ibnu Hajar Idyatul Hasanah Ika Novika Imroatun, Tri Indah Rosmaya Indanah Irawati, Diana Irna Nursanti Istinganah Istinganah Kadewi, Ami Kartika Alifah Karwati, Eti Komariah, Elis Kurnianingsih, Neniek Laily, Dayang Lestari, Popy Lindesi Yanti Lumbatoruan, Astuti Lusty, junita Maemunah , Ai Maharani, Rahayu Maimunah, Ai Maya Sari Mayasari Mayasari, Mayasari Misparsih, Misparsih Muhamad Hadi Muhammad Hadi Muhammad Hadi Munaya Fauziah Mursiah Mursiah Mursiah, Mursiah Narawangsa, Asri Natasha, Dhea Natashia, Dhea Nuraidah Nuraidah, Nuraidah Nurhayati Nurohmah, Endah Nursalam Nursalam Nursanti, Irna Nuryati Permatasari, Irma Prabawati, Dewi Prastowo Sidi Pramono Purnamawati, Dewi Purwani, Emy Putri, Amelia Eka Rahayu Maharani Rahmania, Sarah Rani, Amelia Hartika Rayasari, Fitrian Renhoran, Farida Rinezia Rinza Farizal Riza Fitri Rohman Azzam Ruriwinita, Ruriwinita Sahariah Sahariah Sahariah Sahariah Sahariah Sahureka, Marthina Sahureka, Marthine Sari, Denny Novita Mayang Sarini Sarini Sarini Sarini Sarini Sarini Sarini Satinah Satinah Selvia Novitasari Setiawati, Dewi Nur setiyaningrum, titik Siti Nurlaelah Slametiningsih Slametiningsih Sofyan, Evi Sri Mulati Nendah Agreta Suci Dewi Utami Suhendar Sulaeman Sulaiman, Suhendar Sulistiawati, Helda Sulistiawati, Reni Syamikar Baridwan Syamsir Syamsul Anwar, Syamsul Tazkiah Aulia Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Titi Sulastri Titik Setyaningrum TITIN SUPRIATIN, TITIN Titin Sutini Titin Sutini Tri Imroatun Tri Imroatun Tri Imrotun Triana Srisantyorini Tuti Nuraini Upik Rahmi, Upik Wahyu Hidayati Wahyuni Agustia Wahyuni Agustina Wahyuni, Emmy Putri Yanny Trisyani Yeni Rustina Yeni Rustina Yesa Junita Sari Yuke Liza Fitri Dhadila Yulianti, Dian Anggur Yundari, Yundari Yuniarsih Yuniarsih Zainal Munir Zein, Jus Yuly Evi Zein