Claim Missing Document
Check
Articles

VALIDITAS PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PJBL BERBASIS TIK Mochamad Andik; Heny Sulistyaningrum; Agus Wardhono
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 8 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v8i1.2614

Abstract

Pada abad ke-21, kemajuan dalam bidang sains dan teknologi mengalami kemajuan yang pesat. Pengembangan media pembelajaran IPA berbasis TIK untuk merupakan salahsatu solusi untuk mengadapi abad ke-21 oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas produk media pembelajaran IPA berbasis TIK pada materi perkembangbiakan tumbuhan untuk siswa kelas VI SD agar layak digunakan dalam pembelajaran, dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Brog and Gall yang terdiri 10 tahap, akan tetapi peneliti hanya mengambil 2 tahapan, validasi desain, dan revisi desain. Media pembelajaran IPA berbasis TIK diuji coba awal untuk mengetahui kelayakan produk. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran IPA berbasis TIK menurut ahli materi 90,90% (sangat valid), dan ahli media 90,00 % (sangat valid), Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran IPA berbasis TIK dinyatakan (sangat valid) 90% digunakan sebagai media pembelajaran untuk siswa kelas VI SD.
Peningkatan Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Pelatihan Koding dan Kecerdasan Buatan Mu'jizatin Fadiana; Pujiati Pujiati; Zenny Taufikurrizal; Warli Warli; Heny Sulistyaningrum
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.514

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi literasi digital yang kuat, termasuk kemampuan berpikir komputasional dan pemahaman tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun, sebagian besar guru sekolah dasar masih memiliki kemampuan literasi digital yang rendah dan cenderung berperan sebagai pengguna pasif teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru sekolah dasar melalui pelatihan koding menggunakan Scratch dan pengenalan konsep dasar AI. Pelatihan dilaksanakan di KKG Gugus Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, selama dua bulan (September–Oktober 2025) dengan melibatkan 27 guru SD. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, pendampingan implementasi, dan evaluasi. Instrumen evaluasi meliputi pre-test dan post-test pada tiga aspek: pengetahuan digital, kemampuan berpikir komputasional, dan pemahaman AI. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata literasi digital sebesar 52,5%, dengan rincian peningkatan pengetahuan dasar digital sebesar 41,9%, kemampuan berpikir komputasional sebesar 47,5%, dan pemahaman AI sebesar 68,2%. Pasca-pelatihan, 87% peserta berhasil mengintegrasikan media pembelajaran berbasis Scratch dan elemen AI sederhana ke dalam RPP. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital guru serta mendorong perubahan paradigma dari pengguna teknologi menjadi kreator pembelajaran digital yang inovatif.
Analisis Etnomatematika pada Perhitungan Weton sebagai Konteks Pembelajaran Matematika Kelas V Sekolah Dasar Sulistiyowati; Mujizatin Fadiana; Heny Sulistyaningrum
Jurnal Lensa Pendas Vol 11 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v11i1.5687

Abstract

Pendekatan etnomatematika menempatkan budaya sebagai sumber pengetahuan matematis yang bermakna dalam pembelajaran. Salah satu praktik budaya yang mengandung struktur matematis adalah perhitungan weton dalam tradisi masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep-konsep matematika yang terkandung dalam perhitungan weton serta mengkaji relevansinya sebagai konteks pembelajaran matematika kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian etnomatematika. Data diperoleh melalui studi pustaka dan analisis dokumen terhadap praktik perhitungan weton, literatur budaya Jawa, serta dokumen kurikulum dan buku teks matematika sekolah dasar. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengidentifikasi dan menafsirkan konsep-konsep matematika yang muncul dalam perhitungan weton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan weton mengandung konsep sistem bilangan, operasi penjumlahan, pola siklus, dan klasifikasi. Selain itu, siklus pertemuan antara hari dan pasaran mencerminkan konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) yang relevan dengan materi matematika sekolah dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa perhitungan weton dapat dipahami sebagai bentuk matematika informal yang sistematis dan logis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa weton memiliki potensi sebagai konteks pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna di sekolah dasar. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian etnomatematika, dan secara praktis memberikan alternatif bagi guru dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika secara ilmiah dan edukatif. Kata kunci: etnomatematika, weton, budaya Jawa, pembelajaran matematika kontekstual, sekolah dasar
Pengaruh Penerapan Problem Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Deep Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X Ida Nur Aini; Heny Sulistyaningrum
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.5196

Abstract

Rendahnya kapasitas berpikir kritis matematis siswa salah satunya dipicu oleh dominasi instruksi tradisional yang berpusat pada penugasan, ditambah lagi dengan kurangnya pemahaman konsep yang kokoh khususnya pada materi persamaan eksponensial. Menanggapi problem tersebut, integrasi pendekatan deep learning ke dalam model Problem Based Learning (PBL) dinilai sebagai langkah strategis yang efektif dalam menstimulasi partisipasi aktif siswa selama kegiatan belajar. Riset ini secara spesifik bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana dampak implementasi PBL berbasis deep learning terhadap kapabilitas berpikir kritis matematis peserta didik dengan menggunakan metode kuantitatif berdesain quasi experiment dengan model nonequivalent control group. Populasi riset mencakup seluruh siswa kelas X SMAN 3 Tuban tahun ajaran 2025/2026 yang terdiri dari 36 orang di kelas eksperimen serta 36 orang lainnya di kelas kontrol. Data yang dihimpun melalui pretest dan posttest mengenai materi persamaan eksponensial kemudian diproses menggunakan uji independent sample t-test setelah memastikan data memenuhi kriteria normalitas dan homogenitas. Dengan hasil pengujian hipotesis sebesar thitung = 10,729 dan taraf signifikansi 0,000 < 0,050 serta selisih rerata mencapai 13,533, terkonfirmasi bahwa distribusi data memenuhi syarat normal dan homogen. Temuan tersebut membuktikan bahwa penggunaan model PBL dipadukan pendekatan deep learning membawa pengaruh yang signifikan dan positif bagi kemampuan berpikir kritis matematis siswa, sehingga metode ini sangat layak dijadikan pilihan pembelajaran yang efektif dalam mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi pada topik persamaan eksponensial.
Efektivitas Model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Penguasaan Konsep Matematis Siswa MTs Al-Mufazah Sukolilo Bancar Tuban Tomi Arjun Firmansah; Heny Sulistyaningrum
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.5261

Abstract

Bancar, Kabupaten Tuban ditunjukkan oleh nilai rata-rata pretest yang hanya mencapai 52,76 dan tidak satu pun dari 29 siswa (0,0%) yang berhasil mencapai KKTP 70, menjadi latar belakang utama penelitian ini. Kondisi tersebut dipicu oleh dominasi pembelajaran prosedural yang minim kontekstualisasi, sehingga siswa tidak mampu membangun pemahaman konseptual yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penguasaan konsep matematis siswa kelas VIII MTs Al-Mufazza sebelum dan sesudah penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL); (2) menganalisis efektivitas model CTL terhadap peningkatan penguasaan konsep matematis berdasarkan nilai N-Gain Hake; dan (3) mengkaji distribusi kategori efektivitas pembelajaran CTL pada tiap individu siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh 29 siswa kelas VIII MTs Al-Mufazza tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan konsep matematis berbentuk uraian yang mencakup lima indikator: menyatakan ulang konsep, mengklasifikasi objek, memberi contoh dan bukan contoh, menyajikan representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah. Efektivitas dianalisis menggunakan rumus N-Gain Hake. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan: nilai rata-rata posttest mencapai 77,76 (naik 25,00 poin dari pretest), persentase ketuntasan KKM melonjak dari 0,0% menjadi 96,6%, dan rata-rata N-Gain sebesar 0,538 (kategori sedang) dengan tidak ada siswa yang berada pada kategori N-Gain rendah. Temuan ini membuktikan bahwa model CTL efektif meningkatkan penguasaan konsep matematis siswa MTs melalui kontekstualisasi materi dengan kehidupan nyata yang mendorong konstruksi pengetahuan aktif dan bermakna. Implikasi praktis penelitian ini adalah penerapan CTL dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran matematika yang efektif di lingkungan madrasah pedesaan.
Pengaruh Pembelajaran Mendalam Berbasis Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas X Aini, Ida Nur; Sulistyaningrum, Heny
Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/kmwxdw87

Abstract

This study analyzes the impact of implementing the Problem Based Learning (PBL) model, which emphasizes deep learning, on students' mathematical problem-solving skills, given the ongoing difficulties faced by tenth-grade students at SMAN 3 Tuban in the 2025/2026 academic year regarding selecting critical information, synthesizing concepts, and applying knowledge to real-world situations. Utilizing a quantitative approach with a quasi-experimental, nonequivalent control group design, this research assesses the effectiveness of the model by assigning class X-D as the experimental group and X-E as the control group, each comprising 36 students selected via cluster random sampling. Data processing was conducted using normality tests, homogeneity tests, and Independent Sample t-tests based on the results of pretest and posttest essay assessments. The findings indicate that H₀ is rejected and H₁ is accepted, with the mean posttest score of the experimental group significantly outperforming that of the control group at a significance level of 0.000 (< 0.05), thereby confirming that the deep learning-oriented PBL model has a significant impact on enhancing students' mathematical problem-solving proficiency.
Penerapan Contextual Teaching and Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa MTs Firmansah, Tomi Arjun; Sulistyaningrum, Heny
Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/dh026s59

Abstract

The low learning motivation of eighth-grade students at MTs Al-Mufazah Sukolilo Bancar Tuban formed the background of this study, as indicated by a pre cycle average motivation score of 63.9 (moderate category), with only 17% of students reaching the high category. This condition was driven by the dominance of conventional, teacher-centered learning that lacked relevance to students' real life contexts. This study aims to describe the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model within a deep learning framework in mathematics instruction, to analyze the improvement of students' learning motivation, and to evaluate the achievement of high motivation indicators in each cycle. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles, each comprising planning, action, observation, and reflection stages. The subjects were 29 eighth-grade students of MTs Al-Mufazah in the 2025/2026 academic year. Data were collected through a learning motivation questionnaire, classroom observation sheets, and teacher interviews, then analyzed using a descriptive comparative method. The results showed a significant and sustained increase in motivation: the average score rose from 63.9 (pre cycle) to 71.7 (cycle I) and 81.7 (cycle II). By the end of cycle II, 97% of students had reached the moderately high or high category, exceeding the 75% success indicator, with 66% classified as high (score ≥85) and 31% as moderately-high. These findings indicate that the CTL model, which contextualizes mathematics with students' real-life experiences, effectively enhances learning motivation, making mathematics learning more meaningful and deep