Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Penanganan Abrasi Menggunakan Tanaman Mangrove Pada Pantai Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. SANDI; MUHAMMAD SABIR; ANDI MAKBUL SYAMSURI; HAMZAH AL IMRAN
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol. 6 No. 1 (2024): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v6i1.2973

Abstract

Kabupaten sinjai merupakan salah satu daerah yang berada disulawesi selatan yang mempunyai kawasan hutan mangrove paling luas sekitar 960 ha yang sebagian besar hutan mangrovenya ada di kecamatan sinjai timur, desa tongke-tongke. Desa tongke-tongke memiliki panjang garis pantai -+ 2 km dan hutan mangrove dengan luas 78,00 ha. Hutan mangrove di desa tongke-tongke adalah hasil swadaya masyarakat yang saat ini berumur sekitar 37 tahun dihitung dari tahun pertama penanamannya,kegiatan ini bertujuaan.Untuk Mengetahui seberapa besar efektivitas tanaman pelindung dalam menanggulangi abrasi pantai dan mengetahui tinggi gelombang, refraksi gelombang, dan gelombang pecah yang terjadi di pantai tongke-tongke meggunakan admiralty dan metode hindcasting.Hasil penelitiaan menunjukkan elevasi muka air pasang (rob) tertinggi barada pada ketinggian 0,7149 m diatas permukaan laut rata-rata (MLS) dan mengakibatkan potensi luas daerah genangan mencapai -134,6 cm dan muka air tertinggi 134.7 dan metode hindcasting di dapat tinggi gelombang (H) dan priode gelombang (T) maksimum arah tenggara yang dapat dilihat pada tabel yaitu pada tahun 2019 adalah yang terbesar dimana H = 0,809 m dan T = 5,825 m. Kata Kunci: Admiralty, ArcGIS,kabupaten Sinjai, dan Pasang surut.
Integrating multi-criteria decision making and public sentiment analysis for sustainable urban green space planning Muhammad Syafaat S. Kuba; Muhammad Faisal; Nurnawaty Nurnawaty; Titik Khawa Abdul Rahman; Andi Makbul Syamsuri; Muhyiddin AM Hayat; Rizki Yusliana Bakti
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 15, No 2: April 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eei.v15i2.11168

Abstract

Sustainable planning of green open spaces (GOS) requires decision-making models that combine expert evaluation with public input. This study proposes a novel hybrid framework that integrates multi-criteria group decision making (MCGDM) with public sentiment analysis to support community-based and data-driven urban planning. The workflow consists of evaluating 25 community-proposed GOS locations using stepwise weight assessment ratio analysis (SWARA) for criteria weighting and MABAC-BORDA for multi-criteria ranking, resulting in 11 feasible alternatives. To incorporate community perspectives, a term frequency-inverse document frequency-support vector machine (TF-IDF–SVM) classifier was applied to 1500 public comments, where SVM achieved the highest accuracy (0.80–0.96). The integrated approach improves ranking stability, reduces decision ambiguity, and strengthens alignment between expert judgment and community sentiment. This study contributes a transparent, participatory decision-support model that unifies MCGDM and sentiment analysis to enhance the effectiveness of sustainable GOS planning.
Efektivitas Deflektor Silinder Pori Bertulang dalam Mengendalikan Aliran di Sekitar Pilar Jembatan Aksan Ali; Nenny Karim; Andi Makbul Syamsuri; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.247

Abstract

ABSTRAK Gerusan lokal di sekitar pilar jembatan merupakan salah satu penyebab utama kegagalan struktur dalam sistem hidraulik akibat interaksi kompleks antara aliran turbulen dan elemen fondasi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh pemasangan deflektor arus bawah air (Underwater Current Deflector/UCD) berbentuk silinder pori bertulang (SPB) terhadap karakteristik aliran di sekitar pilar jembatan. Eksperimen dilakukan di laboratorium menggunakan model fisik dalam saluran terbuka dengan kondisi debit yang dikendalikan. Kecepatan aliran dan kedalaman air diukur, serta bilangan Froude dan Reynolds dihitung sebelum dan sesudah pemasangan SPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deflektor secara signifikan menurunkan kecepatan aliran dan mengubah rezim aliran dari kondisi superkritis menjadi subkritis. Transisi ini mengindikasikan penurunan energi hidraulik dan turbulensi, sehingga meminimalkan potensi mobilisasi sedimen dan gerusan lokal. Analisis komparatif menegaskan efektivitas SPB dalam menstabilkan pola aliran dan menurunkan indikator energi aliran. Struktur berpori pada deflektor berperan sebagai peredam energi aliran, menjadikannya alternatif perlindungan hidraulik yang menjanjikan dibandingkan metode struktural konvensional. Meskipun temuan ini signifikan, studi ini juga mengakui keterbatasan model skala laboratorium dalam mereplikasi kondisi sungai alami secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian lanjutan melalui validasi lapangan dan simulasi numerik sangat dianjurkan. Studi ini memberikan dasar praktis bagi pengembangan deflektor hidraulik untuk perlindungan pilar jembatan. ABSTRACT Local scour around bridge piers is a major cause of structural failure in hydraulic systems due to complex interactions between turbulent flows and foundation elements. This study investigates the effect of installing an underwater current deflector (UCD) in the form of a reinforced pore cylinder (SPB) on flow characteristics around a bridge pier. A laboratory flume experiment was conducted using physical models at controlled discharge conditions. Flow velocity and water depth were measured, and Froude and Reynolds numbers were calculated before and after the installation of the SPB. The results show that the deflector significantly reduces flow velocity and shifts flow regimes from supercritical to subcritical conditions. This transition indicates a reduction in hydraulic energy and turbulence, thus minimizing the potential for sediment mobilization and local scour. Comparative analysis confirmed the effectiveness of the SPB in stabilizing flow patterns and reducing flow energy indicators. The porous structure of the deflector acts as a flow energy dissipator, making it a promising hydraulic protection alternative to traditional structural methods. While the findings are significant, the study acknowledges the limitations of laboratory-scale models in replicating real river conditions. Further research involving field validation and numerical simulations is recommended. This study provides a practical basis for the development of hydraulic deflectors for bridge pier protection.