Claim Missing Document
Check
Articles

INDUSTRI RUMAH TANGGA STICK WORTEL DI DELI SERDANG Siti Sutanti; Erli Mutiara
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.6873

Abstract

Abstrak Stick adalah camilan yang disenangi karena rasanya yang gurih. Stik di buat dengan berbagai rasa, salah satunya rasa wortel.  Mitra kegiatan yaitu usaha industri rumahtangga Mekar Mandiri dan usaha industri rumahtangga Merpati Putih di Kecamatan Tanjung Morawa. Tujuan Kegiatan ini pengembangan usaha pengolahan stick wortel. Kegiatan dilaksanakan 8 bulan tahun 2016. Metode Pelaksanaan melalui pendidikan, pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha, penggunaan mesin dan pendampingan. Target luaran yaitu : a) mesin pencetak stick wortel; b) stick wortel. Hasil kegiatan yang diperoleh adalah mitra mampu memproduksi stick wortel. Mitra dapat mengoperasikan mesin pencetak stick wortel dengan baik. Produksi mitra semakin banyak dan omset mitra semakin bertambah. Kata kunci: Stick, Wortel, Industri, Rumahtangga  Abstract Stick is a favorite snack because it tastes savory. Sticks are made with a variety of flavors, one of which is the taste of carrots. Activity Partners are home industry of Mekar Mandiri and Merpati Putih household business in Tanjung Morawa sub district. The purpose of this activity is the development of carrot stick processing business. Activity is implemented 8 months in 2016. Method Implementation through education, production training, business management training, machine use and assistance. Output targets are: a) carrot sticking machine; B) carrot sticks. The results of the activities obtained are the partners are able to produce carrot sticks. Partner can operate the carrot sticking machine well. Partner production is growing and partner turnover is growing. Keywords: Stick, Carrot, Industry, Household Abstrak Stick adalah camilan yang disenangi karena rasanya yang gurih. Stik di buat dengan berbagai rasa, salah satunya rasa wortel. Mitra kegiatan yaituusaha industri rumahtangga Mekar Mandiri dan usaha industri rumahtangga Merpati Putih di Kecamatan Tanjung Morawa. Tujuan Kegiatan ini pengembangan usaha pengolahan stick wortel.Kegiatan dilaksanakan 8 bulan tahun 2016. Metode Pelaksanaan melalui pendidikan, pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha, penggunaan mesin dan pendampingan. Target luaran yaitu : a) mesin pencetak stick wortel; b) stick wortel. Hasil kegiatan yang diperoleh adalahmitra mampu memproduksi stick wortel. Mitra dapat mengoperasikanmesin pencetak stick wortel dengan baik. Produksi mitra semakin banyak dan omset mitra semakin bertambah. Kata kunci:Stick, Wortel, Industri, Rumahtangga  Abstract Stick is a favorite snack because it tastes savory. Sticks are made with a variety of flavors, one of which is the taste of carrots. Activity Partners are home industry of Mekar Mandiri and Merpati Putih household business in Tanjung Morawa sub district. The purpose of this activity is the development of carrot stick processing business. Activity is implemented 8 months in 2016. Method Implementation through education, production training, business management training, machine use and assistance. Output targets are: a) carrot sticking machine; B) carrot sticks. The results of the activities obtained are the partners are able to produce carrot sticks. Partner can operate the carrot sticking machine well. Partner production is growing and partner turnover is growing. Keywords: Stick, Carrot, Industry, Household
IbM BISKUIT DAUN KATUK PELANCAR ASI Erli Mutiara; Adikahriani Adikahriani; Bisrul Hapis Tambunan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3414

Abstract

The patners for this  IbM’s activity are Female Cambodian Farmer Group and Female Farmer Group in the village of Rengas Pulau, Marelan District of Medan. The location is about 20 km away from Unimed. The objective of this activity is to provide katuk’s  flour for the production of biscuit with the application of appropriate technology to increase the farmer’s income. The implementation method for this avtivity are education, business management training, the using of oven dryer and mentoring. The output of this activity are to produce a) katuk’s flour; b) katuk’s biscuit for increasing the production of breast milk; c) katuk oven dryer. The specification of katuk oven dryer are a) oven 40×50×120cm; b) Inside material : iron plate; outside material: tin plate; shelves: iron plate; frame: iron; c)Nnumber of shelves: 6 pieces; d)Heat source : LPG (also available for electricity); e) Climate control: Auto(design for LPG); f) Drying capacity : 50 kg/hour. Results of this activity is as expected, it can be proved by the achievement of the target and the high interest and the enthusiasm of the partners when they listen to the presentation session and pay attention of the biscuit processing practices from the team leader. The production of katuk’s biscuit is ready for market thus can increase IbM’s patners income.
DEVELOPMENT OF LECTORA-BASED LEARNING MEDIA IN BASIC CULINARY COURSES TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES IN THE CULINARY STUDY PROGRAM AT UNIMED Erli Mutiara; Esi Emilia; Siti Sutanti; Dian Agustina Dalimunthe
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 3 No. 1: Jurnal Ilmiah Teunuleh | March 2022
Publisher : Teunuleh Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51612/teunuleh.v3i1.85

Abstract

The aim of this study was to develop learning media for basic culinary course. The study type is study and development using the 4D model, namely define, design, develop, and disseminate. The subjects of this study were 3 media experts, 3 content experts, and 23 students of the culinary education study program. Data collection technique used a questionnaire. Data analysis technique used a descriptive method. The results showed that the Lectora based learning media for culinary course according to content experts was in very good category with an average of 97,64 percent. According to media experts, Lectora based learning media was very good with an average of 94,45 percent. According to users, Lectora based learning media was very good with an average of 94,84 percent. Therefore, it can be concluded that the developed Lectora based learning media for basic culinary course is categorized as very good and can be used as independent learning media for students of the Culinary Education Study Program.
Analisis Penyelenggaraan Makanan Pada Pembelajaran Unit Produksi Secara Daring Di UNIMED Zainab Afifah; Riana Friska Siahaan; Nikmat Akmal; Esi Emilia; Erli Mutiara
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 1, No 2 (2021): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.659 KB) | DOI: 10.24114/jnc.v1i2.26585

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Analisis Karakteristik Konsumen, (2) Analisis Penyelenggaraan Makanan, (3) Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen, Dan (4) Analisis Evaluasi Hambatan Pembelajaran Unit Produksi Secara Daring. Lokasi penelitian di unit produksi Fakultas Teknik UNIMED. Teknik pengambilan sampel mahasiswa menggunakan total sampling sebanyak 48 orang dan sampel konsumen menggunakan purposive sampling sebanyak 48 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 – Februari 2021. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk menjaring data penyelenggaraan makanan pada pembelajaran unit produksi secara daring. Teknik analisis data yang digunakan untuk mencapai tujuan pertama , kedua, dan keempat yaitu menggunakan metode analisis deskriptif, dan untuk mencapai tujuan ketiga yaitu menggunakan metode analisis IPA (Importance Performance Analysis) dan analisis CSI (Costumer Satisfaction Index) menggunakan Microsoft Excel 2016 dan SPSS 18.00. Hasil penelitian karakteristik konsumen menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen yaitu remaja awal usia 17-25 tahun (82%), berjenis kelamin wanita (77%), dan pekerjaan mahasiswa (63%). Penyelenggaraan makanan terdiri dari perencanaan menu, pengolahan makanan dan minuman, penyajian makanan dan minuman, serta sarana dan prasarana. Tingkat kepuasan konsumen analisis IPA (Importance Performance Analysis) menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan atribut pada kuadran A meliputi tekstur minuman, porsi minuman, penyajian kemasan minuman, aroma makanan dan minuman, bumbu dan penyedap makanan, kebersihan, nilai gizi, ketepatan penggunaan kemasan makanan, ketepatan penggunaan kemasan minuman, dan jangkauan lokasi. mahasiswa menerapkan proses pengolahan makanan dan minuman dengan baik. Nilai CSI (Costumer Satisfaction Index) diperoleh sebesar 88.50 persen menunjukkan konsumen merasa sangat puas terhadap kinerja unit produksi secara daring. Sedangkan evaluasi hambatan pada pembelajaran unit produksi secara daring menunjukkan bahwa kelebihan nya yaitu lebih fleksibel (41%) dan mandiri (23%), sedangkan kekurangan nya yaitu pengelolaan sendiri (50%) dan rendahnya peminat (25%).Kata Kunci : Penyelenggaraan Makanan, Tingkat Kepuasan Konsumen, Pembelajaran Unit Produksi Secara Daring
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN JAJANAN KAKI LIMA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE Nova Fadilla Rangkuti; Esi Emilia; Erli Mutiara; Riana Friska; Fatma Tresno Ingtyas
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 1, No 1 (2021): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.344 KB) | DOI: 10.24114/jnc.v1i1.20693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi Karakteristik sosial ekonomi keluarga (Pendidikan orang tua, Pekerjaan orang tua, Pendapatan orang tua, besar keluarga dan besar uang saku remaja). (2) Menganalisis Konsumsi Makanan Jajanan Kaki lima . (3) Menganalisis Kejadian Penyakit Diare. (4) Menganalisis Hubungan Konsumsi Makanan Jajanan Kaki Lima dengan Kejadian Penyakit Diare di MI Nurul Fadhilah Bandar Setia. Penarikan sampel dilakukan dengan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 siswa. Teknik pengumpulan data Konsumsi Makanan Jajanan Kaki Lima menggunakan angket, kejadian diare menggunakan angket yang sudah di validasi. Teknik analisis data secara deskriptif dan analisis menggunakan korelasi rank spearman. Berdasarkan hasil uji korelasi rank spearman menunjukkan terdapat Hubungan Konsumsi Makanan Jajanan Kaki Lima dengan Kejadian Penyakit Diare MI Nurul Fadilah Bandar Setia dengan taraf signifikan p= 0.00 (α 0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Konsumsi Makanan Jajanan Kaki Lima dengan kejadian penyakit Diare di MI Nurul Fadhilah Bandar Setia. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DENGAN POLA MAKAN SISWA KELAS X SMK SWASTA IMELDA MEDAN Nadira Elvira; Esi Emilia; Yuspa Hanum; Erli Mutiara; Frida Dinar
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 1, No 1 (2021): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.053 KB) | DOI: 10.24114/jnc.v1i1.20694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Pengetahuan Gizi Seimbang Siswa; (2) Pola Makan Siswa; (3) Hubungan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Pola Makan Siswa. Desain Penelitian ini adalah Cross Sectional. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di SMK Swasta Imelda Medan. Waktu penelitian bulan Agustus-Desember 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Sehingga sampel diperoleh sebanyak 30 siswa. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data pola makan dikumpul menggunakan FFQ (Food Frequency Quesioner). Teknik Analisis data menggunakan deskriptif data, uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan yaitu bahwa karakteristik siswa berdasarkan umur rataan 15.03 dan Sd 0.41, jenis kelamin laki-laki sebanyak 30 persen dan perempuan sebanyak 70 persen, karakteristik keluarga yaitu besar keluarga rataan 4.53 orang dan Sd 1.33, pendidikan ayah rataan 9 tahun Sd 2.52, pendidikan ibu rataan 8 tahun Sd 3.12, pekerjaan ayah bervariasi yaitu karyawan swasta, wiraswasta, PNS, TNI, Pekerjaan ibu dikategorikan yaiu ibu rumah tangga, PNS, wiraswasta. Pendapatan keluarga Rp.1.500.000-3.500.000 dengan rataan 21.05 dan Sd 1.049. Pengetahuan gizi seimbang termasuk kategori sangat baik sebesar 43.30 persen. Polamakan siswa termasuk kategori baik sebesar 56,70 persen. Hasil analisis korelasi rank spearman terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi seimbang dengan pola makan dengan nilai p = 0,000 dengan taraf signifikan 0,05. Artinya semakin tinggi pengetahuan siswa tentang gizi seimbang maka semakin baik pola makan siswa.
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan Sabrina Agustina; Rasita Purba; Esi Emilia; Erli Mutiara; Novita Sari Harahap
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 3, No 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i1.40815

Abstract

Salah satu masalah gizi signifikan yang mempengaruhi balita dan belum terselasaikan hingga kini adalah stunting. Selain menjadi masalah di Indonesia, stunting kini menjadi isu global. Pada tahun 2019, Medan menjadi salah satu daerah lokus pencegahan stunting dengan persentase 17,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Titi Papan. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross-sectional dan dilakukan pada bulan Juni - Juli 2022 di wilayah kerja Puskesmas Titi Papan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 153 balita. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel adalah random sampling dan didapat sampel sebanyak 60 balita. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dan uji regresi logistik. Berdasarkan hasil uji chi-square dapat diketahui p-value dari masing-masing variabel terhadap kejadian stunting adalah BBLR (p=0,125), pekerjaan ibu (p=0,679), pemberian ASI eksklusif (p=0,333), pendidikan ibu (p=0,004), pendapatan keluarga (p=0,026) dan pola makan (p=0,023). Sedangkan berdasarkan hasil uji regresi logistik dapat diketahui bahwa pendidikan ibu dan pendapatan keluarga memilki risiko 2 kali lipat terhadap kejadian stunting dan pola makan memiliki risiko 6 kali lipat terhadap kejadian stunting. Maka dapat disimpulkan bahwa determinan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Titi Papan adalah pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan pola makan. Faktor yang paling berpengaruh pada kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Titi Papan adalah pola makan balita.Kata kunci: Stunting, Determinan, Pendidikan, Pendapatan, Pola Makan
Hubungan Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Anak SMP yang Tinggal di Panti Asuhan Vinesya Shintauly Siahaan; Rasita Purba; Esi Emilia; Erli Mutiara; Juliarti Juliarti
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 3, No 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i1.42724

Abstract

Untuk mencapai tumbuh kembang yang ideal, seorang anak SMP atau remaja membutuhkan zat gizi yang cukup sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya, sehingga tidak ada kejadian malnutrisi. Layaknya anak SMP pada umumnya, anak SMP yang tinggal di panti asuhan juga membutuhkan zat gizi yang sama layaknya remaja pada umumnya meski tidak tinggal bersama dengan orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecukupan zat gizi makro dengan status gizi anak SMP yang tinggal di panti asuhan. Lokasi penelitian di Panti Asuhan Sendoro dan Panti Asuhan Anugrah Kasih Abadi. Waktu penelitian Mei – Juni 2022. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling sehingga jumlah sampel adalah 48 orang. Teknik pengumpulan data kecukupan zat gizi makro diambil dari persen rata-rata konsumsi zat gizi makro yang diperoleh dari food recall 3x24 jam dan data status gizi diambil dengan menggunakan hasil pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji univariate dan uji bivariate dengan metode Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil uji bivariate menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kecukupan zat gizi makro dengan status gizi anak SMP yang tinggal di panti asuhan yang ditunjukkan dengan p value = 0.002. Penting bagi lembaga sosial untuk memperhatikan dan mempertahankan status gizi warga binaannya agar warga binaan tetap sehat. Kata kunci: kecukupan zat gizi makro, remaja, status gizi
Regarding the Relationship Knowledge of Mother Nutrition and Parenting for Young Mothers with the Nutritional Status of Children Aged 12-24 Months Nur Mei Sari; Esi Emilia Esi Emilia; Juliarti Juliarti; Erli Mutiara; Novita Sari Harahap
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.102 KB) | DOI: 10.17509/boga.v11i2.58466

Abstract

One way to improve better and quality human resources is  to pay attention to nutritional status starting from the First 1000 Days of Life in children, so that children's growth and development will also be optimal. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal nutritional knowledge and parenting style of young mothers with the nutritional status of children under two. This type of research uses a cross-sectional design with a sample of 70 respondents taken by total-sampling technique. Data analysis was performed using descriptive tests, correlation tests, and multiple linear tests. The results showed that 54.2% had poor knowledge, 55.71% had poor parenting, and 35.71% had poor nutritional status.
The Effect of Substitution of Wheat Flour with Sorghum Flour (Sorghum bicolor, L) on the Level of Consumer Preference for Cookies Sondang Dhea Farrah; Esi Emilia; Erli Mutiara; Rasita Purba; Fatma Tresno Ingtyas; Marhamah Marhamah
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.752 KB) | DOI: 10.17509/boga.v12i1.58478

Abstract

Cookies or pastries are food products made from flour that are baked to have a moisture content of less than 5%. Usually the recipe for cookie products is enriched with fat and sugar and added developer ingredients. The use of wheat flour in Indonesia is still increasing, so by utilizing sorghum flour it will be able to help reduce the use of wheat and can help the government in food diversification programs. The main factor that is seen to assess the quality and quality of a product is based on the appearance of the product presented, the aroma, and the taste of the product. The purpose of this study was to analyze the level of consumer preference (color, taste, aroma, texture) through organoleptic tests. The design of this study used experimental research with the RAL method (Completely Randomized Design). Sorghum flour substitution formulations in 4 treatments were control (T0), 50% (T1), 70% (T2), 90% (T3). The research location is at Medan State University with 30 research subjects. Organoleptic test results data were analyzed descriptively using the percentage of consumer acceptance of each cookie formulation and continued with the one-way-Anova test and continued with the DMRT (Duncan) test. The results of this study indicate that the best formula is substitution of 50 percent sorghum flour obtained from the mean value of 4.55 for the control formulation (T0), 4.34 (T1), 3.97 (T2), and 3.70 (T3).
Co-Authors Adikahriani Adikahriani Adikahriani Adikahriani, Adikahriani Adikariani Adikariani Ajeng Inggit Anugerah Akmal, Nikmat Amalia Akita Amelia, Intan Sefira andini, Anggi Andini, Ni Made Putria Mutia Anugerah, Ajeng Inggit Armaini Rambe Bisrul Hapis Tambunan Cristiani, Desy Dadang Sukandar Dalimunthe, Agustina Dalimunthe, Dian Agustina Dian Agustina Dian Agustina Dian Agustina Dalimunthe DINA AMPERA Emilia, Elisi Emilia, Esi Erni Rukmana Fatma Tresno Ingtyas Fitria, Laili Fitria, Reni Frida Dinar Fridiarty, Lelly ginting, laurena Gucie, Nadhifah Aulia Harahap, Novita Sari Hardi Firmansyah Haryana, Nila Reswari Haryati, Angelina Hasibuan , Novita Indah Hidayat Syarief HOTMARIA TAMPUBOLON Humairah, Erfiani Ikeu Tanziha Ingtyas, Fatma Tresno Juliarti Juliarti, Juliarti Khaerul Saleh Laurena Ginting Lelly Fridiarty M.Si, Dra. Adikahriani Marhamah Marhamah Mentari Arisyid Mulyadi Nadira Elvira Nanda Dwi Gusnita Nikmat Akmal Nova Fadilla Rangkuti Nur Mei Sari Nuwairy Hilda, Nuwairy Panjaitan, Fitria Ningsih Pasca Rassy, Regania Permatasari, Tyas Pratiwi, Caca Prayogo, Wisnu Purba, Edy Marjuang Purba, Nia Feronika Purba, Rasita Puspitawati Puspitawati Putri, Yuzia Eka Rachmat Mulyana Rasita Purba Riana Friska Riana Friska Siahaan Riana Friska Siahaan, Riana Friska Risti Rosmiati Risti Rosmiati Sabrina Agustina Saleh, Khaerul Salsabila, Adhenisa Sardi, Mahdalena Sasmita, Rossy Luckita Simaremare, Perawati Siregar, Bani Sirkam Siti Sutanti Sondang Dhea Farrah Sri Yunita Sugiharto Sugiharto Sutanti, Siti Tobing, Marnala Vinesya Shintauly Siahaan Yanti, Elvi Novi Yatty Destani Sandy Yudia Wulandari YUNITA , SRI Yuspa Hanum Zainab Afifah