Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MEDIA AUDIOVIUSAL DAN METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BIOGRAFI SISWA KELAS X MAN 3 TULUNGAGUNG Mufida, Choirotul; Muyassaroh, Muyassaroh
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 4 No 02 (2022): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v4i02.71

Abstract

Media and learning strategies encompass all aspects of lesson preparation and assessment, including assessment tools. Students have an easier time absorbing and making sense of course content when suitable media and methods are used. At MAN 3 Tulungagung, one of the Indonesian language instructors makes good use of various media and techniques to ensure that her students learn the language. The Indonesian language instructors at MAN 3 Tulungagung rely on audiovisual materials and classroom discussion to teach their students the language. It is believed that by using these media and methods, a pleasant and non-saturating learning environment will be created, which will improve the learning quality and student values, particularly when it comes to learning to write biography texts. Due to the prevalence of this issue, academics are keen to delve further into the topic of learning device selection, particularly as it pertains to the use of audiovisual media and discussion techniques. The study falls under the category of qualitative research. An X class MAN 3 Bone student is the object of this investigation. The audiovisual medium and discussion techniques are the objects of his research. The three main methods used to collect data in qualitative research are interviews, observations, and documentation. This study's analysis consists of data processing, data presentation, and conclusion drawing. It is clear from the data analysis that the Indonesian MAN 3 Tulungagung teacher can effectively use AV materials and discussion techniques to help her students learn to write biographies. Planning, executing, and evaluating are the three phases of this method's application to media.
DOMINASI IDEOLOGI FAMILIASME TERHADAP DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL-NOVEL INDONESIA DENGAN PENDEKATAN KRITIK SASTRA FEMINIS Muyassaroh, Muyassaroh
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diskriminasi yang dialami perempuan sebagai akibat adanya praktik ideologi familialisme di tengah masyarakat yang diceritakan dalam novel-novel Indonesia. Ideologi familialisme adalah ideologi yang menempatkan perempuan hanyalah sebagai istri dan ibu yang baik. Keberadaan ideologi ini menjadikan perempuan semakin terpinggir karena mengharuskan perempuan tunduk berada dalam rumah. Oleh karena itu, muncul gerakan feminisme yang berusaha melepaskan berbagai kontrol laki-laki dan menuntut kesetaraan gender. Sumber data penelitian ini adalah sebelas novel Indonesia yang terbit pada tahun 1920—2000. Metode dan teknik analisis yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif sehingga hasil penelitian adalah penjelasan berupa kata-kata bukan angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi familialisme yang menjadi penyebab terpinggirkannya perempuan dalam novel-novel Indonesia periode 1920—2000-an, meliputi perjodohan, poligami, kepatuhan mutlak istri pada suami, dan bergantung pada laki-laki.This study aims to analyze the discrimination experienced by women as a result of the practice of familial ideology in society told in Indonesian novels. The ideology of familialism is an ideology that places women only as good wives and mothers. The existence of this ideology makes women even more marginalized because it requires women to being in the house. Therefore, a feminist movement emerged, trying to release male controls and the demand of gender equality. The data sources of this research are eleven Indonesian novels published in 1920-2000. The method and analysis technique used are descriptive qualitative so that the results of the research are explanations in the form of words and not numbers. The results showed that the ideology of familialism become the cause of the marginalization of women in Indonesian novels for the period 1920-2000, including matchmaking, polygamy, absolute compliance of wives to husbands, and dependence on men.
Analysis of Deixis at Warung Kopi Podcast with Fajar Nugra and Tante Ernie Makki, Abd Aziz; Ilyas, M; Samudra, Raihan Ahmad; Muyassaroh, Muyassaroh
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 1, No 2: 2024
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v1i2.52

Abstract

This research aims to describe the use of deixis in Warung Kopi Podcast. This type of research is qualitative research with descriptive method. The data in this study is the use of deixis contained in the speech or conversation in Warung Kopi Podcast. The data source of this research were obtained from episodes that had been selected from the Warung Kopi Podcast that airs on YouTube. The data collection method uses listening and note-taking methods. The result of this research is the use of five types of deixis, namely persona deixis, place deixis, time deixis, social deixis, and discourse deixis. The first persona deixis found in PWK is "I" "we". The second persona deixis found is “you”. The third persona deixis found is "he/she". Place deixis found in PWK is "there". The time deixis found in PWK is the use of the word "itu". The social deixis found in PWK are "pimp" and "chairman". Discourse deixis found in PWK is "anaphora discourse" and "katafora discourse”. 
Gangguan Pendengaran pada Anak dengan Sindrom Bartter Muyassaroh, Muyassaroh; Pratomo, Santo Mudha; Muryawan, Heru
Sari Pediatri Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.3.2024.183-8

Abstract

Latar belakang. Sindrom Bartter merupakan gangguan tubulus ginjal ditandai dengan hiperaldosteronisme sekunder, alkalosis metabolik hipokalemia, disertai tekanan darah yang normal atau rendah. Gangguan elektrolit akibat kelainan ginjal, berpengaruh pada telinga bagian dalam mengakibatkan gangguan pendengaran. Tujuan. Mengetahui gangguan pendengaran pada anak dengan Sindrom Bartter. Metode. Dilakukan pencarian di PubMed, Google Schoolar, dan Cochrane dengan menggunakan kata kunci “Hearing loss”, “barter syndrome”, dan “hypokalemia”. Hasil pencarian dievaluasi menggunakan kriteria eksklusi dan inklusi. Selanjutnya dilakukan telaah kritis dengan memperhatikan validitas, kepentingan dan penerapan pada pasien terhadap artikel lengkap dari studi yang terseleksi. Hasil. Diperoleh satu studi yang relevan dengan pertanyaan klinis dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Luaran dari studi ini memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh gangguan pendengaran pada pasien dengan Sindrom Bartter.Kesimpulan. Gangguan elektrolit pada anak dengan Sindrom Bartter memengaruhi pendengaran. Tata laksana farmakologi dan rehabilitasi dapat mengatasi gangguan komunikasi yang terjadi. 
KONSEP RECHTERLIJK PARDON TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA RINGAN UNTUK MENGATASI OVER CAPACITY LEMBAGA PEMASYARAKATAN Muyassaroh, Muyassaroh; Ridwan, Ridwan; Rofiana, Reine
LEGALITAS : Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/lg.v8i1.7019

Abstract

Kejahatan yang semakin berkembang, menyebabkan over capacity lembaga pemasyarakatan, penyumbang terbesar, menempati urutan kedua yakni tindak pidana pencurian yang di dalamnya termasuk pencurian ringan. Berdasarkan hal tersebut permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini yakni mengenai bagaimana pertimbangan yang biasanya diberikan oleh hakim terhadap pelaku tindak pidana ringan (tipiring) dalam KUHP Lama dan bagaimana konsep permaafan hakim (rechterlijk pardon) dalam KUHP Baru terhadap pelaku tindak pidana ringan, sebagai upaya untuk membantu mengatasi over capacity lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan undangundang. Sumber data yang digunakan menggunakan sumber data sekunder dari bahan hukum primer, kemudian dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pertimbangan hakim yang biasanya diberikan hakim terhadap pelaku tipiring khususnya pada pencurian ringan, hanya berupa pertimbangan kaku yang sesuai dengan ketentuan undang-undang, tanpa mempertimbangkan bahwa hakim dapat mempertimbangkan rasa keadilan yang tengah hidup dalam masyarakat. Permaafan hakim yang diberikan terhadap pelaku tindak pidana ringan khususnya pencurian ringan dapat diberikan hakim dengan memperhatikan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat sehingga apabila hakim dengan keyakinannya memandang bahwa penjatuhan pidana tidakbermanfaat untuk mencegah pelaku mengulangi tindak pidana dan berpendapat bahwa pemberian maaf akan membawa manfaat serta dampak yang lebih baik bagi pelaku maka hakim dapat memberikan Permaafan. Berdasarkan hal tersebut konsep rechterlijk pardon dalam KUHP Baru sangat penting untuk segera diterapkan untuk mengatasi over capacity lembaga pemasyarakatan.
An Implementation of an Internal Quality Assurance System in Improving the Quality of Senior High School Education: A Systematic Literature Review Mukhlisin, Muhammad Khoirul; Ulfatin, Nurul; Muyassaroh, Muyassaroh
English Language Teaching Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internal quality assurance is implemented by referring to national education standards, to realize national education goals. Internal quality is now not only applied in universities, but is also applied in primary and secondary education. So that quality assurance and fulfillment of education quality standards in primary and secondary education units are more guaranteed and focused. This article is the result of analysis by reviewing literature related to the topic of discussion. The aim of this research is to determine and describe the implementation of the Internal Quality Assurance System cycle. The model used is literature study or literature review. The results of this research show that quality improvement activities implemented in accordance with the stages of the SPMI cycle carried out by senior secondary schools include: one, school self-evaluation based on education quality report cards, second, quality improvement planning by establishing a quality assurance committee and re-analyzing the evaluation results. school itself, third, implementation of quality improvements, fourth, monitoring, evaluation and results of quality improvements after quality improvements have been carried out, and fifth, quality planning again for the coming year. The results of implementing internal quality assurance have an impact on a more innovative learning process, student achievement and school achievement, to customer satisfaction both internal and external, as well as fulfillment of eight national education standards. Keywords: Implementation, Quality Assurance, Internal Quality
Gangguan Pendengaran Pasca Parotitis Epidemica Pratama, Aditya Agung; Muyassaroh, Muyassaroh; Orviyanti, Gerin
Sari Pediatri Vol 27, No 5 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.5.2026.345-53

Abstract

Latar belakang. Parotitis merupakan salah satu penyakit yang sering ditemukan pada fasilitas layanan primer. Penanganan parotitis yang tidak dilakukan dengan baik dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti gangguan pendengaran. Pemeriksaan audiometri pada pasien dengan riwayat parotitis ditemukan adanya gangguan dengar derajat sangat berat sehingga penatalaksanaan dan pencegahan terhadap parotitis sebaiknya dapat dilakukan dengan baik untuk mencegah komplikasi tersebut.Tujuan. Mempelajari bagaimana kasus parotitis menyebabkan gangguan pendengaran.Metode. Pencarian tinjauan sistematis berdasarkan diagram alur PRISMA dilakukan pada tiga basis data (PubMed, Cochrane Library, ScienceDirect) dengan kata kunci (“mumps” OR “parotitis” ) AND (“hearing loss” or “hearing impairment”) didapatkan 229 jurnal. Hasil skrining didapatkan tiga jurnal yang dianalisis.Hasil. Komplikasi parotitis menyebabkan gangguan pendengaran yang ditandai dengan hasil audiogram kurang dengar derajat sangat berat. Adanya keterlibatan kerusakan sistem vestibulokoklear diduga menjadi penyebab adanya gangguan pendengaran. Kesimpulan. Parotitis dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Pencegahan seperti vaksinasi parotitis perlu dilakukan pada individu agar komplikasi ini dapat dicegah.
Students’ Perspectives on Lecturers’ Code-Switching in Efl Classes and Its Impact on Students’ Speaking Skills Hanifa, Hanifa; Muyassaroh, Muyassaroh
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 9 No 1 (2026): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v9i1.1460

Abstract

This study aims to investigate students’ perceptions of lecturers’ code-switching practices in EFL classrooms and their impact on students’ speaking skills. Specifically, the study focuses on how code-switching supports speaking development, influences students’ confidence, and affects their attention span during the learning process.This research employed a qualitative approach using semi-structured interviews as the main data collection technique. The participants were fifth-semester students of the English Education Department at Al-Qolam University. The interview data were collected in both Indonesian and English to allow participants to express their views naturally. The data were analyzed thematically to identify recurring patterns and key themes related to code-switching and speaking skills. The findings reveal that most students perceive code-switching as a beneficial pedagogical strategy. Code-switching helps students understand learning materials more clearly, increases confidence to speak English, and creates a more supportive classroom atmosphere. Although code-switching does not directly improve speaking fluency, it indirectly supports speaking development by enhancing comprehension and reducing anxiety. However, the findings also indicate that excessive use of code-switching may lead to students’ dependency on translation, potentially limiting their exposure to English. Additionally, code-switching was found to help maintain students’ attention span, particularly when dealing with complex materials or task instructions. Based on these findings, this study recommends that lecturers use code-switching strategically and proportionally in EFL classrooms. Code-switching should function as pedagogical support rather than a substitute for English instruction, especially in speaking-focused courses. Future research is suggested to explore lecturers’ perspectives and classroom observations to gain a more comprehensive understanding of code-switching practices in EFL contexts..
Co-Authors Akla Akla Al Masyrukhi, Nanang Arrahman Alfiansyach, Ari Aminuyati Angraini, Hani Nur Anitarakhmi Handaratri Annabila, Zulfa Nida Asma Antono, Dwi Antono, Dwi Arsita, Cynthia Arwanto, Arwedi Asthika, Ismiar Azka, Aditya Fadillah Budiarti, Rery Budiarti, Rery Budiarti, Rizqi Putri Nourma Cahyani, Nastiti Dwi Dewi, Anna Mailasari Kusuma Dewi, Nila Santia Dylan, Moatti Elsania, Farin Elvianto Dwi Daryono Endah Budi Permana Putri Endah Kusuma Rastini Fahriani, Dita Karisma Faidliyah Nilna Minah Farokah, Farokah Febriani, Ridha Patria Gerin Orviyanti Hanifa, Hanifa Harimbi Setyawati Haryantin, St. Heru Muryawan Ika Mardiyanti Ilyas, M Kartika, Rini Krishnasari, Erneza Dewi Kusumaningrum, Lely Lirans Tia Kusuma Makki, Abd Aziz Maria Belladonna, Maria Marliyawati, Dwi Maya Damayanti Meilani, Susan Mohammad Istnaeny Hudha Mufida, Choirotul Muhammad Yusuf Mukhlisin, Muhammad Khoirul Murbani, Ita Mustafiyanti, Mustafiyanti Nabiilah, Nabiilah Nanadiwardhana S, M. Nabil Tsalatsaputra Noviani, Dwi Nugroho, Nur Iman Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro Nurul Ulfatin Pramana, Chrisma Prameswari, Sekar Natasya Pratama, Aditya Agung Pratomo, Santo Mudha Pujo Widodo, Pujo Putri , Mesi Pramesia Putri, Aldila Rahmita Rachmawati, Nurul Aisyah Rahma Yunita, Rahma Rahmi, Rizki Nur Ramayanti, Rizka Ridwan, Ridwan Rikha Liemiyah Rofiana, Reine Ruspita, Dian Ayu Salsabila, Frida Samudra, Raihan Ahmad Sari, Nungki Merinda sayuti, fajri imam Siswi Astuti Situmorang, Rosanti Putri Subekti, Rohmatullah Sudiyatno Sudiyatno Syafiqurrahman, Syafiqurrahman Tri Lestari Tri Poespowati Ulfa, Loriana Vaiza, Vira Amelia Jenylaf Willy Yusmawan, Willy Yunika, Kanthi Zalukhu, Putri Krisdayanti Zulfikar Naftali, Zulfikar