Claim Missing Document
Check
Articles

Triple Helix dalam Aksi: Strategi Kemitraan Kampus-Industri untuk Inovasi Berkelanjutan Citra Dwi Palenti; Ririn Gusti; Aflin Julianto; Pani Aswin
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.662-670

Abstract

Education in Indonesia plays a strategic role in human development. The educational process can change behavior, improve skills, foster religious approaches, develop the potential for awareness, and become independent individuals. This study aims to determine the potential for campuses to contribute to sustainable innovation through a triple helix approach. The method used is a quantitative field research approach involving campuses, industry, and the government. The results show that research contributions to industry (average = 4.2; standard deviation = 0.7) and knowledge transfer (average = 4.0; standard deviation = 0.6) are in the high category. In the industrial aspect, support for innovation programs received a fairly high score (average = 3.9; standard deviation = 0.8), while investment obligations in research were at a moderate level (average = 3.7; standard deviation = 0.9). Furthermore, pro-innovation regulations (Mean = 3.8; Standard Deviation = 0.7) and funding facilitation (Mean = 3.6; Standard Deviation = 0.8) are in the moderate category and Collaboration between actors in the triple helix model shows good results. The level of synergy between campuses and industry (Mean = 4.1; Standard Deviation = 0.6) and the sustainability of joint programs (Mean = 4.0; Standard Deviation = 0.7) are in the good category. Based on the research results that have been obtained, the triple helix model is a collaborative model design that can be used in human development. It is found that industrial collaboration supports research in the world of academic campuses plays a role in research and practical value for the industrial world. Furthermore, collaboration between actors shows good results involving not only campuses, industry, and government, but also the community as end users. The government plays a role as a facilitator and driver that supports the growth of innovation.
STRATEGI PERENCANAAN KOMUNIKASI PADA KOMUNITAS GERAKAN SUBUH BERJAMAAH DI KOTA BENGKULU Balqis Kusuma Dewi; Citra Dwi Palenti; Nia Ulfasari
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i1.29491

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi komunikasi Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek empat orang melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi waktu, subjek, dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GSB menggunakan strategi komunikasi tatap muka dan media digital. Tatap muka dilakukan melalui hubungan personal dengan pengurus masjid, sedangkan media digital seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi. Strategi produksi media dirancang sesuai kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan karakteristik audiens. Pendekatan ini efektif menjangkau lintas usia, khususnya generasi muda, serta mendorong perubahan perilaku keagamaan, sosial, dan sikap individu melalui pembinaan rutin berbasis Al-Qur’an. Dampak positif juga terlihat pada kehidupan keluarga, akademik, dan masyarakat. Dengan demikian, strategi komunikasi dan pembinaan GSB terbukti mampu menumbuhkan kesadaran keagamaan serta partisipasi sosial berkelanjutan.
TAHAPAN PELATIHAN MEMBATIK BAGI WARGA BINAAN PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) PEREMPUAN KELAS IIB BENGKULU Winda Juniati; Citra Dwi Palenti; Lenni Mantili Hutauruk
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i1.30293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelatihan membatik bagi warga binaan pada Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Perempuan Kelas IIB Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta divalidasi menggunakan teknik triangulasi sumber, waktu dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pelatihan membatik dilaksanakan melalui tahapan sistematis yang diawali dengan asesmen awal untuk memetakan minat, bakat, dan kemampuan dasar warga binaan. Hasil asesmen menjadi dasar dalam penentuan program pembinaan melalui sidang TPP agar pelatihan yang diberikan tepat sasaran. Tahap pelatihan difokuskan pada pembekalan keterampilan membatik secara bertahap, mulai dari pengenalan bahan dan alat, pembuatan pola, teknik mencanting, pewarnaan, hingga. Proses evaluasi (penilaian) mencakup penilaian aspek pengetahuan melalui tes lisan, sikap melalui observasi kedisiplinan dan tanggung jawab, serta keterampilan melalui penilaian kualitas hasil karya batik. Pelatihan ini memberikan dampak signifikan berupa peningkatan keterampilan teknis membatik, pembentukan sikap positif seperti kemandirian dan ketekunan, serta peningkatan kepercayaan diri warga binaan.