Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hukum dan Pertanggungjawaban Tindak Pidana Penyelenggara Pemilu di Kota Serang Nasir, Muh.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak dari pelanggaran pemilu yang begitu luas, maka sebenarnya pelanggaran pemilu bukanlah kategori atau tipe kejahatan biasa, melainkan kejahatan luar biasa. Undangundang Pemilu legislatif telah memuat rumusan delik dan ancaman pidana terhadap pelanggaran pemilu, termasuk juga mekanisme di dalam penyelesaiannya. Dalam kajian teoritik untuk dapat dipidananya seseorang adalah sangat terkait dengan pertanggungjawaban pidana. Fokus pembahasan pada legal issue yaitu bagaimana karakteristik Tindak Pidana Pemilu? dan Bagaimana Pertanggungjawaban pidana pelakunya?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian yuridis normatif dengan pertimbangan bahwa titik tolak penelitian adalah analisis terhadap peraturan perundang-undangan dalam kerangka hukum nasional Indonesia sendiri. Serta menggunakan Pendekatan perundang- undangan (statute approach), Pendekatan konsep (conceptual approach), dan Pendekatan kasus (case approach). Hasil Penelitian menunjukan bahwa tindak pidana pemilu memiliki karakteristik yang berbeda dengan tindak pidana pada umumnya, peneliti mengklasifikasikan karakteristik Tindak Pidana Pemilu berdasarkan Jenis Tindak Pidananya yang merupakan tindak pidana khusus yang memiliki spesifikasi berbeda dalam KUHP. Perbuatan yang dilarang, meliputi: pelanggaran berkaitan dengan kampanye, sebelum dan selama kampanye, berkaitan dengan penghitungan suara dan atau lembaga yang melakukan penghitungan cepat dan mengumumkan hasil penghitungan cepat. Berdasarkan Jenis Perbuatan Pidana dalam Undang-undang Perbuatan-perbuatan yang dapat digolongkan sebagai tindak pidana pemilihan umum (Pemilu) diatur dalam Pasal 488 s.d Pasal 554 Undang-Undang Pemilihan Umum 2017. Berdasarkan Sanksi Pidana, Sistem sanksi pidana dalam tindak pidana pemilu bersifat komulatif yaitu penggabungan sanksi pidana penjara dan denda sekaligus dikenakan kepada pelaku. Hal ini menyimpang dari sistem pemidanaan dalam KUHP Pasal 10, karena dalam KUHP, pidana pokok hanya dapat dijatuhkan satu jenis pidana pokok saja, tidak boleh antara jenis-jenis pidana pokok dijatuhkan secara bersama-sama. Berdasarkan Subjek Hukum yang terdiri dari Setiap Orang Maupun Badan Hukum/Korporasi. Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana pemilu didasarkan terpenuhinya unsure perbuatan yang dilarang dan adanya unsur kesalahan yang berupa kesengajaan dalam kemampuan terdakwa untuk bertanggungjawab, tidak ada alasan pemaaf bagi pelaku tindak pidana pemilu.
Pemberdayaan Kelompok Tenun Muna Pa'a Desa Ranggo melalui Teknologi Pewarnaan Alam dalam Menunjang Pembangunan Berkelanjutan Nasir, Muh.; Azmin, Nikman; Fauzi, Azra; Ruslan, Ruslan; Sandi, Ahmad; Sitaman, Sitaman
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i4.1148

Abstract

Urgensi dilakukan program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) pada Kelompok Pengrajin Tenun Anggrek Desa Ranggo sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kain tenun Muna Pa’a yang berkelanjutan. Teknologi yang digunakan berupa Pewarnaan Alam. Penerapan teknologi pewarna alam sebagai penunjang pembangunan berkelanjutan. Tujuan program ini adalah menerapkan teknologi peawarna alam dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Kelompok pengrajin Muna Pa’a melakukan produksi kain tenun Muna Pa’a menggunakan pewarna alam. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan diawali dengan kegiatan sosialisasi program kepada mitra. Tahap selanjutnya adalah pelatihan pembuatan pewarna alam di antaranya persiapan alat dan bahan pembuatan pewarna alam, mengumpulkan bahan pewarna alam, penyiapan benang, penyiapan alat memasak. Tahap terakhir adalah pembuatan produk kain tenun menggunakan pewarna alam. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini adalah produk kain tenun muna pa’a yang dihasilkan menggunakan teknologi pewarna alam memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pewarna sintetis. Penggunaan pewarna alam pada produksi kain tenun muna pa’a dapat meningkatan jumlah kualitas kain tenun dan produksi mencapai 100% dan meningkatkan nilai jual produk kain tenun mencapai 95%. Produksi kain tenun muna pa’a. Di samping itu, produk kain tenun muna pa’a yang dihasilkan lebih menghasilkan warna yang lebih eksotis, elegan dan juga ramah lingkungan.
Pelatihan Pewarnaan Alami Untuk Pembuatan Kain Tenun Muna Pa’a Di Desa Ranggo Kabupaten Dompu Nasir, Muh.; Azmin, Nikman; Sandi, Ahmad; Sitaman, Sitaman; Nehru, Nehru
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i2.1156

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan pewarnaan alami untuk pembuatan kain tenun Muna Pa’a di desa Ranggo, kabupaten Dompu dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan apresiasi masyarakat terhadap teknik pewarnaan alami tradisional. metode penelitian yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara, dan analisis data kualitatif untuk memahami dampak pelatihan terhadap peserta. hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pewarnaan alami memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang proses pewarnaan alami, penggunaan bahan-bahan alami lokal, serta pentingnya pelestarian warisan budaya. selain itu, pelatihan ini juga berhasil meningkatkan keterampilan praktis peserta dalam menerapkan teknik pewarnaan alami pada kain tenun bima. temuan penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya pendekatan edukatif dalam melestarikan tradisi pewarnaan alami dan mengembangkan industri kerajinan lokal. implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan program pelatihan pewarnaan alami yang lebih luas dan berkelanjutan di berbagai komunitas kerajinan tradisional.
Studi Kelimpahan Pohon Peneduh di Kawasan Wisata Alam (TWA) Air Terjun Bidadari Desa Kawinda To’i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Kamullah, Kamullah; Ramndana, Ramndana; Nehru; Hartati; Azmin, Nikman; Nasir, Muh.
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.613

Abstract

Pohon peneduh adalah jenis tanaman yang berbentuk pohon dengan percabangan yang tingginya lebih dari dua meter dan dapat memberikan keteduhan serta menahan cahaya matahari yang terpancar dan berfungsi sebagai paru-paru dunia karena tumbuhan tersebut menghasilkan gas oksigen yang dibutuhkan oleh semua mahkluk hidup, sebagai penyerap gas atau partikel beracun untuk mengurangi pencemaran udara,  sebagai peredam kebisingan dan sebagai habitat burung, monyet dan berbagai jenis hewan lainnya. Jenis pohong peneduh jalan yang ada dikawasan wisata alam Air Terjun Tambora belum ada yang melaporkan, oleh karena itu perlu adanya kegiatan studi kelimpahan jenis pohon peneduh. Kelimpahan adalah jumlah yang di hadirkan oleh masing-masing spesies dari seluruh individu dalam komunitas (Campbell, 2010,h. 385). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan jenis pohon peneduh yang terdapat di Kawasan wisata alam Air Terjun Tambora Desa Kawinda To,i Kec.Tambora Kab.Bima. Jumlah keseluruhan pohon peneduh yang ditemukan dikawasan wisata alam Air Terjun Tambora berjumlah  262 pohon dengan 7 jenis pohon peneduh. Pohon peneduh ditemukan secara keseluruhan berjumlah 262 pohon, dan terdapat 7 jenis pohon peneduh yaitu Ziziphus mauritiana (bidara) yang berjumlah 22 pohon, Ficus carica (ara) yang berjumlah 47 pohon, Allophylus cobbe (keneras) yang berjumlah 43 pohon, Pittosporun undulatun (cemaran) yang berjumlah 46 pohon, Calophyllun inophyllun (nyamplung) yang berjumlah 39 pohon, Aegle marmelos (maja) yang berjumlah 35 pohon, dan Tilioideae (saru) yang berjumlah 30 pohon.
Pengaruh Campuran Berbagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Buah Naga (Hylocereus costaricensis) Nehru, Nehru; Hartati, Hartati; Azmin, Nikman; Nasir, Muh.
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.963

Abstract

Tanaman Buah Naga adalah merupakan jenis tanaman memanjat, di habitat aslinya tanaman ini memanjat tanaman lainnya untuk menopang dan bersifat epifit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh berbagai media tanam terhadap pertumbuhan tanaman buah (Hylocereus costaricensis) Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 (lima) kali perlakuan dan masing-masing pengulangan sebanyak 4 (empat) kali sehingga total perlakuan yang dilakukan sebanyak 20 (Dua puluh) kali unit perlakuan yang ditanami dengan buah naga (Hylocereus costaricensis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman buah naga (Hylocereus costaricensis) pada umur 30  HST memiliki nilai rata-rata yang tertinggi 33,60 cm. Sedangkan panjang tunas  dengan nilai rata-rata yang tertinggi 0,51 cm. Selanjutnya jumlah tunas memiliki nilai rata-rata yang tertinggi 1,9.
Potensi Senyawa Antimikrobia Simplisia Teripang Pasir (Holothuria scabra) Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Bakteri Nikman Azmin; Muh. Nasir
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2024): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Helicobacter pylori bacteria is a pleomorphic bacteria that can cause wounds and bruising in the stomach, and even lead to cancer. The use of antibiotics in the eradication of Helicobacter pylori has the effect of causing the body to become resistant to antibiotics and the global crisis has caused treatment costs to become increasingly expensive at this time. Therefore, it is necessary to think about ways to find new alternative treatments to control the growth and infection caused by Helicobacter pylori bacteria, such as traditional medicines which have the potential to have damaging effects on genes. The Ministry of Health has launched a traditional medicine development program towards phytotherapy group medicines. One natural ingredient that is thought to contain active antibacterial ingredients is sea cucumber. Sea cucumbers have long been used as a source of traditional medicine. The research results show that there are several zones of resistance from sand sea cucumber simplicia (Holothuria scabra) to inhibit the growth of Helicobacter pylori. Then there was also a change in the DNA integrity profile of the Helicobacter pylori gene due to the effect of the sand sea cucumber simplicia (Holothuria scabra), namely by not forming DNA bands.
Uji Organoleptik Teh Dari Daun Sereh (Cymbopogon citratus) Berdasarkan Lama Pengeringan Muh. Nasir; Fahruddin; Ariyansyah
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2024): JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Kekayaan alam tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal dan berpeluang besar terdapat tumbuhan-tumbuhan yang berkhasiat sebagai antioksidan. Teh merupakan minuman non alkohol yang banyak digemari oleh masyarakat. Daun teh mengandung khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia, salah satunya adalah sebagai antioksidan. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui ada pengaruh lama pengeringan terhadap kualitas teh daun sereh (Cymbopogon citratus). Dalam penelitian ini daun sereh di keringkan pada 3 varian waktu yaitu, 30 menit, 60 menit, dan 90 menit menggunakan oven listrik. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali perlakuan dan 3 kali ulangan, analisi data menggunakan uji organoleptik dengan menggunakan skala hedonik, panelis dalam penelitian ini adalah ahli tataboga, dosen dan mahasiswa. Penilaian warna paling tinggi yaitu lama pengeringan 30 menit dengan kategori Sangat suka (4) dengan nilai 55%, untuk penilaian rasa paling tinggi yaitu pada lama pengeringan 30 menit dengan kategori Suka (3) dengan nilai 45%, kemudian penilaian tekstur paling tinggi pada lama pengeringan 30 menit dengan kategori Agak suka (2) dengan nilai 46% pada lama pengeringan 30 menit dan lama pengeringan 60 menit. Dan untuk penilaian aroma pada lama pengeringan 30 menit dengan kategori Suka (3) dengan nilai 54%.
The Use of Prohibited Substances by Athlete are Covered in Doping Offenses Gunawan, Candra; Muchtar, Andhyka; Nasir, Muh.
Journal of Legal and Cultural Analytics Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jlca.v2i4.6937

Abstract

Doping is the administration of oral or paralytic drugs or concoctions to an athlete with the aim of increasing unnatural accuracy. In Indonesia, the prohibition on the use of doping consisting of prohibited substances and/or methods is regulated in Law Number 11 of 2022 concerning Sports. The use of doping is contrary to the principle of "fair play" in matches and also harms the spirit of sport which upholds the values of honesty and justice. However, currently the law on sports in Indonesia does not yet contain criminal sanctions regarding violations of the use of prohibited substances and/or methods, so it is still based on the Law on Narcotics in imposing sanctions. A normative method based on legal materials as the main source.
The Role of the National Sharia Arbitration Board in Alternative Dispute Resolution Revano, Mochamad Ricky; Nasir, Muh.; Muchtar, Andhyka
Journal of Legal and Cultural Analytics Vol. 3 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jlca.v3i1.7668

Abstract

The Sharia Arbitration Board is an institution whose mission is to resolve disputes peacefully based on Sharia principles without interference from public courts. This effort is made to provide legal certainty for legal subjects in dispute in Sharia economics. Law Number 30 of 1999 regulates that arbitration has the right to resolve problems and disputes related to civil law, including the economic, business, financial, trade, and industrial sectors by applying sharia principles. The method used is a qualitative descriptive and library research approach by analyzing documents, data, and information related to Basyarnas. This research shows that although Basyarnas' role in resolving sharia economic disputes is very important its decision position is binding on the parties.
Efforts to Legalize Cannabis for Medicine, Reviewed from Legal Sociology Nasir, Muh.
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 22 No. 001 (2023): Pena Justisia (Special Issue)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v22i3.4757

Abstract

Indonesia as a country that adopted  the 1961 Single Convention on Narcotics and the Protocol that changed it, refers to Political principles. Which was ratified  by Law No. 35 of 20009 concerning narcotics. Narcotics abuse is prohibited and threatened with imprisonment as well as narcotics addicts who do not report to recover are also threatened with criminal punishment, but the coercive effort and punishment are in the form of rehabilitation. Modern medicine  is a method of treatment that is carried out based on scientific  research and based on knowledge from various aspects, medical  treatment uses several applied scientific disciplines in treating a disease, the way of examining and diagnosing diseases is more accurate. The problem in this study is how  can the potential legalization of cannabis for treatment be realized in Indonesia? How can  the legalization of marijuana for treatment be applied in Indonesia? The objectives of this research are. To find out and analyze whether the potential for legalization of cannabis for treatment can be realized in Indonesia. The research method used is  a normative  research method through a library research approach or a literature review method using  the analytical descriptive writing method. From the results of the data collected from the laboratory research.The results of the study show that. The legalization of marijuana for treatment can be realized in Indonesia in terms of existing laws, in Law No. 35 of 2009 Health Law No. 17 of 2023 article 139. Judging from the benefits,  the Narcotics  Law and the Health Law, and Islamic religious law are allowed, which through   mechanisms or exceptions under certain conditions are allowed, and also from sociology of society there are also marijuana used in daily life. In the application or implementation of the legalization of marijuana for treatment, there are several factors that hinder  the legalization of marijuana for treatment, the Convention