Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Studi Kelimpahan Pohon Peneduh di Kawasan Wisata Alam (TWA) Air Terjun Bidadari Desa Kawinda To’i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Kamullah, Kamullah; Ramndana, Ramndana; Nehru; Hartati; Azmin, Nikman; Nasir, Muh.
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.613

Abstract

Pohon peneduh adalah jenis tanaman yang berbentuk pohon dengan percabangan yang tingginya lebih dari dua meter dan dapat memberikan keteduhan serta menahan cahaya matahari yang terpancar dan berfungsi sebagai paru-paru dunia karena tumbuhan tersebut menghasilkan gas oksigen yang dibutuhkan oleh semua mahkluk hidup, sebagai penyerap gas atau partikel beracun untuk mengurangi pencemaran udara,  sebagai peredam kebisingan dan sebagai habitat burung, monyet dan berbagai jenis hewan lainnya. Jenis pohong peneduh jalan yang ada dikawasan wisata alam Air Terjun Tambora belum ada yang melaporkan, oleh karena itu perlu adanya kegiatan studi kelimpahan jenis pohon peneduh. Kelimpahan adalah jumlah yang di hadirkan oleh masing-masing spesies dari seluruh individu dalam komunitas (Campbell, 2010,h. 385). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan jenis pohon peneduh yang terdapat di Kawasan wisata alam Air Terjun Tambora Desa Kawinda To,i Kec.Tambora Kab.Bima. Jumlah keseluruhan pohon peneduh yang ditemukan dikawasan wisata alam Air Terjun Tambora berjumlah  262 pohon dengan 7 jenis pohon peneduh. Pohon peneduh ditemukan secara keseluruhan berjumlah 262 pohon, dan terdapat 7 jenis pohon peneduh yaitu Ziziphus mauritiana (bidara) yang berjumlah 22 pohon, Ficus carica (ara) yang berjumlah 47 pohon, Allophylus cobbe (keneras) yang berjumlah 43 pohon, Pittosporun undulatun (cemaran) yang berjumlah 46 pohon, Calophyllun inophyllun (nyamplung) yang berjumlah 39 pohon, Aegle marmelos (maja) yang berjumlah 35 pohon, dan Tilioideae (saru) yang berjumlah 30 pohon.
Pengaruh Campuran Berbagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Buah Naga (Hylocereus costaricensis) Nehru, Nehru; Hartati, Hartati; Azmin, Nikman; Nasir, Muh.
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.963

Abstract

Tanaman Buah Naga adalah merupakan jenis tanaman memanjat, di habitat aslinya tanaman ini memanjat tanaman lainnya untuk menopang dan bersifat epifit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh berbagai media tanam terhadap pertumbuhan tanaman buah (Hylocereus costaricensis) Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 (lima) kali perlakuan dan masing-masing pengulangan sebanyak 4 (empat) kali sehingga total perlakuan yang dilakukan sebanyak 20 (Dua puluh) kali unit perlakuan yang ditanami dengan buah naga (Hylocereus costaricensis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman buah naga (Hylocereus costaricensis) pada umur 30  HST memiliki nilai rata-rata yang tertinggi 33,60 cm. Sedangkan panjang tunas  dengan nilai rata-rata yang tertinggi 0,51 cm. Selanjutnya jumlah tunas memiliki nilai rata-rata yang tertinggi 1,9.
Potensi Senyawa Antimikrobia Simplisia Teripang Pasir (Holothuria scabra) Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Bakteri Nikman Azmin; Muh. Nasir
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2024): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Helicobacter pylori bacteria is a pleomorphic bacteria that can cause wounds and bruising in the stomach, and even lead to cancer. The use of antibiotics in the eradication of Helicobacter pylori has the effect of causing the body to become resistant to antibiotics and the global crisis has caused treatment costs to become increasingly expensive at this time. Therefore, it is necessary to think about ways to find new alternative treatments to control the growth and infection caused by Helicobacter pylori bacteria, such as traditional medicines which have the potential to have damaging effects on genes. The Ministry of Health has launched a traditional medicine development program towards phytotherapy group medicines. One natural ingredient that is thought to contain active antibacterial ingredients is sea cucumber. Sea cucumbers have long been used as a source of traditional medicine. The research results show that there are several zones of resistance from sand sea cucumber simplicia (Holothuria scabra) to inhibit the growth of Helicobacter pylori. Then there was also a change in the DNA integrity profile of the Helicobacter pylori gene due to the effect of the sand sea cucumber simplicia (Holothuria scabra), namely by not forming DNA bands.
Uji Organoleptik Teh Dari Daun Sereh (Cymbopogon citratus) Berdasarkan Lama Pengeringan Muh. Nasir; Fahruddin; Ariyansyah
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2024): JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Kekayaan alam tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal dan berpeluang besar terdapat tumbuhan-tumbuhan yang berkhasiat sebagai antioksidan. Teh merupakan minuman non alkohol yang banyak digemari oleh masyarakat. Daun teh mengandung khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia, salah satunya adalah sebagai antioksidan. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui ada pengaruh lama pengeringan terhadap kualitas teh daun sereh (Cymbopogon citratus). Dalam penelitian ini daun sereh di keringkan pada 3 varian waktu yaitu, 30 menit, 60 menit, dan 90 menit menggunakan oven listrik. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali perlakuan dan 3 kali ulangan, analisi data menggunakan uji organoleptik dengan menggunakan skala hedonik, panelis dalam penelitian ini adalah ahli tataboga, dosen dan mahasiswa. Penilaian warna paling tinggi yaitu lama pengeringan 30 menit dengan kategori Sangat suka (4) dengan nilai 55%, untuk penilaian rasa paling tinggi yaitu pada lama pengeringan 30 menit dengan kategori Suka (3) dengan nilai 45%, kemudian penilaian tekstur paling tinggi pada lama pengeringan 30 menit dengan kategori Agak suka (2) dengan nilai 46% pada lama pengeringan 30 menit dan lama pengeringan 60 menit. Dan untuk penilaian aroma pada lama pengeringan 30 menit dengan kategori Suka (3) dengan nilai 54%.
The Use of Prohibited Substances by Athlete are Covered in Doping Offenses Gunawan, Candra; Muchtar, Andhyka; Nasir, Muh.
Journal of Legal and Cultural Analytics Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jlca.v2i4.6937

Abstract

Doping is the administration of oral or paralytic drugs or concoctions to an athlete with the aim of increasing unnatural accuracy. In Indonesia, the prohibition on the use of doping consisting of prohibited substances and/or methods is regulated in Law Number 11 of 2022 concerning Sports. The use of doping is contrary to the principle of "fair play" in matches and also harms the spirit of sport which upholds the values of honesty and justice. However, currently the law on sports in Indonesia does not yet contain criminal sanctions regarding violations of the use of prohibited substances and/or methods, so it is still based on the Law on Narcotics in imposing sanctions. A normative method based on legal materials as the main source.
The Role of the National Sharia Arbitration Board in Alternative Dispute Resolution Revano, Mochamad Ricky; Nasir, Muh.; Muchtar, Andhyka
Journal of Legal and Cultural Analytics Vol. 3 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jlca.v3i1.7668

Abstract

The Sharia Arbitration Board is an institution whose mission is to resolve disputes peacefully based on Sharia principles without interference from public courts. This effort is made to provide legal certainty for legal subjects in dispute in Sharia economics. Law Number 30 of 1999 regulates that arbitration has the right to resolve problems and disputes related to civil law, including the economic, business, financial, trade, and industrial sectors by applying sharia principles. The method used is a qualitative descriptive and library research approach by analyzing documents, data, and information related to Basyarnas. This research shows that although Basyarnas' role in resolving sharia economic disputes is very important its decision position is binding on the parties.