Articles
Training Of Disaster Safe Education Unit As An Effort To Reduce The Risk Of Disaster Schools In Surakarta: Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Sebagai Upaya Pengurangan Resiko Bencana Di Sekolah Rawan Bencana Surakarta
Eska Dwi Prajayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2213
Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Dampak bencana terhadap anak salah satunya adalah dampak pendidikan yang berakibat putus sekolah, kehilangan dokumen sampai ke penurunak kualitas pendidikan. Satuan Pendidikan Aman Bencana merupakan sebuah upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana pasa satuan pendidikan. Pengetahuan tentang SPAB harus dimiliki oleh tenaga pendidik sebagai upaya untuk meminimalkan resiko terjadinya korban di satuan pendidikan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada peserta didik tentang SPAB terutama di satuan pendidikan yang rawan bencana banjir. Metode dalam kegiatan ini adalah pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari dimana hari pertama diberikan pembekalan materi tentang SPAB dengan cara ceramah dan hari kedua dilakukan simulasi pelaksanaan SPAB dilingkungan sekolah. Hasil dari kegiatan ini setelah dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan tentang SPAB diperoleh hasil 97% guru TK mengalami peningkatan pengetahuan dari total peserta 63 guru TK ABA Kota Surakarta. Kesimpulan kegiatan ini setelah dilakukan pelatihan SPAB selama 2 hari satuan pendidik mampu mengaplikasikan SPAB dan diharapkan mampu diimplementasikan di Satuan Pendidikan TK Aisyiyah Se Surakarta
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA KEKERINGAN DI DESA JEMOWO: COMMUNITY PREPAREDNESS FOR DROUGHT IN JEMOWO VILLAGE
Eska Dwi Prajayanti;
Tri Susilowati;
Panggah Widodo
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 13 No. 01 (2025): Vol. 13 No.1 , Januari 2025
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52236/ih.v13i1.684
Pendahuluan: Kekeringan merupakan bencana alam dengan karakteristik utama menurunnya ketersediaan air pada daerah tertentu dengan jangka waktu tertentu. Berdasarkan data Riset Badan Negara Penanggulangan Bencana (BNPB) Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga kejadian bencana kekeringan pada tahun 2023. Kabupaten Boyolali menjadi salah satu wilayah yang terkena bencana kekeringan. Kesiapsiagaan harus dilakukan oleh setiap individu dengan tujuan meminimalisir korban atau dampak dari bencana kekeringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat desa Jemowo dalam menghadapi bencana kekeringan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif dengan sampel sejumlah 95 kepala keluarga di desa Jemowo. Hasil: Kesiapsiagaan di desa Jemowo dari segi pengetahuan memiliki indeks kesiapsiagaan 78,4, Rencana untuk Penyelamatan indeks kesiapsiagaan sebesar 58,9, Peringatan Bencana indeks kesiapsiagaan 68,3 dan Kemampuan Mobilisasi memiliki indeks kesiapsiagaan 79. Kesimpulan: Kesiapsiagaan di desa Jemowo memiliki tingkat kesiapsiagaan dalam kategori siap dari segi pengetahuan masyarakat dan kemampuan mobilisasi, sedangkan untuk Rencana untuk penyelamatan dalam kategori hampir siap dan peringatan bencana masih dalam kategori kurang siap.
MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA DI SEKOLAH MELALUI PELATIHAN SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA (SPAB)
Mulyaningsih;
Eska Dwi Prajayanti
Empowerment Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/empowerment.v5i1.1814
Bencana adalah suatu fenomena yang mengancam kualitas hidup masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam, dan faktor manusia. Ini menyebabkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan efek psikologis. Sekolah berada di lokasi yang rawan bencana dan sering mengalami kerusakan. Pemerintah harus memberikan perhatian khusus pada fasilitas publik penting ini karena kerusakan dapat berdampak pada siswa. Pendidikan kebencanaan sangat penting dilakukan dalam komunitas, terutama di sekolah. Sekolah adalah tempat di mana pendidikan kebencanaan dapat dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Ini dapat dicapai melalui sosialisasi, pelatihan, dan pengintegrasian materi pendidikan kebencanaan ke dalam mata pelajaran yang mungkin diintegrasikan. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bagi guru TK ABA Surakarta. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Mei 2024 yang diikuti 63 guru. Hasil kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan guru dari nilai rata-rata 94,59 menjadi 96,79 sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana di sekolah
Edukasi Mitigasi Bencana Dengan Metode Peer Group Pada Warga Desa Kwarasan Kecamatan Grogol
Prajayanti, Eska Dwi;
Susilowati, Tri;
Rahmawati, Dyah Nur
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58545/djpm.v2i2.142
Bencana banjir merupakan fenomena alam yang terjadi karena dipicu oleh proses alamiah dan aktivitas manusia yang tidak terkendali dalam mengeksploitasi alam. Desa Kwarasan merupakan salah satu daerah di Kecamatan Grogol kabupaten Sukoharjo yang Memiliki potensi tinggi terkena banjir yang disebabkan meluapnya debit air dari aliran anak sungai Bengawan Solo. Kejadian banjir di desa Kwarasan sudah sering terjadi. Masyarakat sudah menerima berbagai informasi tentang kesiapsiagaan, hanya saja masyarakat belum bisa melakukan upaya maksimal karena informasi yang diterima belum mengarah pada kondisi yang dialami oleh warga desa. Tujuan edukasi mitigasi bencana didasarkan dari analisis situasi pada warga Desa Kwarasan dengan tujuan warga Desa mampu menetukan mitigasi bencana yang tepat sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Metode yang digunakan dalam pengabdian Masyarakat ini adalah dengan metode peergroup dengan membuat kelompok diskusi pada warga. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan hasil bahwa pengetahuan dari 15 warga desa yang mengikuti kegiatan ini mengalami peningkatan dari sebelumnya hanya 3 warga yang Memiliki pengetahuan baik menjadi 12 warga yang Memiliki pengetahuan baik. Tidak ada warga yang Memiliki pengetahuan kurang setelah dilakukan edukasi mitigasi bencana. Edukasi mitigasi bencana ini dilakukan berdasarkan analisis situasi yang sebelumnya di diskusikan Bersama dengan warga. Materi yang disajikan terkait mitigasi bencana disesuaikan dengan situasi yang ada di Desa Kwarasan.
PENERAPAN DZIKIR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERATIF BEDAH MAYOR DI BANGSAL FLAMBOYAN 7 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.MOEWARDI SURAKARTA
Syafi’i Ma’arif, Imtihan;
Wulandari, Isti;
Dwi Prajayanti, Eska
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jiik.v2i3.32903
Tindakan operasi bedah telah menjadi komponen pelayanan kesehatan yang essensial pada banyak negara di dunia. World Health Organization (WHO) jumlah klien yang menjalani tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Diperkirakan setiap tahun ada 165 juta tindakan bedah di lakukan di seluruh Dunia. Tercatat di tahun 2020 ada 234 juta jiwa klien di semua rumah sakit di dunia. Tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2020 mencapai hingga 1,2 juta jiwa. Gejala kecemasan yang dialami pasien pre operasi dapat menyebabkan munculya tandatanda stimulasi simpatis dan stres. Untuk mengatasi kecemasan terapi non farmakologinya yaitu dengan dzikir. Mengetahui hasil penerapan “Terapi Dzikir Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Oprasi Bedah Mayor Di Bangsal Flamboyan 7 RSUD dr. Moewardi Surakarta”. Penerapan bersifat deskriptif, desain penelitian studi kasus ini menggunakan One grub Pretest dan Postest, sampel 2 responden, instrument penelitian kuesioner Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS), penerapan menggunakan terapi dzikir. Menunjukkan data sesudah dilakukan penerapan terapi dzikir di dapatkan pasien mengalami penurunan kecemasan selama di ruang bangsal flamboyan 7. Diperoleh hasil Ny.E dan Ny.W mengalami kecemasan ringan. Terapi dzikir yang di lakukan di ruang bangsal flamboyan 7 dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre oprasi yang sebelum di lakukan di kategorikan cemas sedang kemudian turun menjadi cemas ringan.
Kesiapsiagaan Warga Desa Kwarasan Kecamatan Grogol dalam Menghadapi Bencana Banjir
Eska Dwi Prajayanti;
Tri Susilowati
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan September 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v21i2.1244
Bencana banjir merupakan fenomena alam, yang terjadi karena dipicu oleh proses alamiah dan aktivitas manusia yang tidak terkendali dalam mengeksploitasi alam. Dampak bencana banjir yang terjadi di Indonesia antara lain rusaknya infrastruktur, kerugian material dan kehilangan lapangan pekerjaan sampai adanya korban jiwa yang meninggal dunia. Dampak bencana banjir dapat diminimalisir melalui kesiapsiagaan. Pentingnya kesiapsiagaan masyarakat baik disemua kalangan mampu menurunkan resiko kerugian dari bencana banjir.Tujuan: Menganalisa kesiapsiagaan warga Desa Kwarasan Kecamatan Grogol dalam menghadapi bencana banjir. Metode yang digunakan adalah cross sectional sehingga data yang diambil langsung didapatkan waktu bertemu dengan responden. Penelitian ini Memiliki variable bebas yaitu kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana banjir.Sample pada penelitian ini adalah kepala keluarga dengan jumlah 82 responden. Hasil penelitian mayoritas warga desa Kwarasan Kecamatan Grogol Memiliki pengetahuan tentang kesiapsiagaan dalam kategori baik (97,6%), mayoritas warga siap dengan rencana tanggap darurat sejumlah 70% dan siap dengan peringatan dini sejumlah 76%. Tingkat kesiapsiagaan warga Desa Kwarasan Kecamatan Grogol mayoritas Kesiapsiagaan sangat tinggi (51%). Kesimpulan: Kesiapsiagaan warga Desa kwarasan kecamatan Grogol mayoritas dalam kategori sangat tinggi didukung dengan pengetahuan yang baik serta kesiapan dalam tanggap darurat dan peringatan dini.
Efficacy of Warm Water Compress and Aloe Vera Therapy for Fever Management in Preschoolers: A Study at Cempaka High Care Unit, Dr. Moewardi Hospital
Oktaviana, Putri;
Prajayanti, Eska Dwi;
Ratrinaningsih, Suciana
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 5 No 1: April 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58545/jkki.v5i1.490
Background: Hyperthermia is a condition that often occurs in preschool children due to infection or inflammation. If not treated immediately, hyperthermia can cause complications such as dehydration and febrile seizures. One safe and effective non-pharmacological method is warm water compresses, which help lower body temperature by increasing heat evaporation and stimulating vasodilation, thereby improving blood circulation. Objective: This study aims to determine the effectiveness of warm water compresses in lowering body temperature in preschool children with hyperthermia in the Cempaka High Care Unit of Dr. Moewardi Hospital, Surakarta. Method: This study used a descriptive case study method on two children with hyperthermia. Body temperature was measured before and after giving warm water compresses for 15-20 minutes every 4 hours. Results: Child Patient S's body temperature decreased from 39.0°C to 36.4°C and Child Patient M's from 38.2°C to 36.2°C within 24-48 hours after the intervention. Conclusion: Warm water compresses have been proven effective, safe, and simple as a non-pharmacological method in lowering the body temperature of preschool children.
Penerapan Terapi Musik Religi terhadap Nyeri pada Pasien Fraktur di Bangsal Flamboyan 5 RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Opie Yunia Widiati;
Eska Dwi Prajayanti;
Isti Wulandari
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 3 (2025): Juli: Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62383/vimed.v2i3.2124
Fracture is a condition in which the bone structure is severed or damaged due to external pressure on the bone. Fractures can be caused by direct impact, sudden twisting movements, or even by extreme muscle contractions. The WHO states that the prevalence rate of fractures increased from 2020 by approximately 13 million (2.7%). The Ministry of Health in 2023 stated that in Indonesia around 8 million people had fractures. To determine the results of the application of religious music therapy on pain in fracture patients in Flamboyant Ward 5 of Dr Moewardi Surakarta Hospital. The application uses a case study method with a research sample of 2 respondents, the research instrument uses NRS. The intervention group reduced pain from a scale of 6 to 4, and in the control group reduced pain from a scale of 5 to 4. From this study it can be concluded that religious music therapy is more effective to reduce pain.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pengetahuan Lansia Tentang Penanganan Pertama Luka Bakar Di Desa Bedoro Sragen Jawa Tengah
Susilowati, Tri;
Prajayanti, Eska Dwi;
Purwanto, Purwanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v12i6.17814
World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah lansia di Indonesia meningkat hingga 1,5 miliar jiwa di tahun 2050. Lansia lebih sering mengalami kecelakaan di rumah daripada kelompok usia lainnya. Salah satu kecelakaan tersebut adalah luka bakar. Penanganan pertama luka bakar selama tiga dekade terakhir meningkatkan kelangsungan hidup dan menurunkan angka kematian korban luka bakar. Angka kematian dengan luka bakar pada area permukaan tubuh 50% pada dewasa muda saat ini telah menurun dari 50% turun menjadi kurang dari 10%. Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pengetahuan lansia tentang penanganan pertama luka bakar. Rancangan dengan penelitian analitik. Survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia di Kelurahan Bedoro sebanyak 1.670 orang. Sampel adalah 10% dari total populasi yaitu sebanyak 167 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, kriteria inklusi ; berusia lebih dari 60 tahun, masih mampu berkomunikasi dengan baik, bertempat tinggal di Desa Bedoro, kriteria eksklusi adalah lansia sakit dan tidak bersedia menjadi responden. Sebagian besar dukungan keluarga responden dalam kategori kurang yaitu sebanyak 78 ( 46,7%), sebagian besar pengetahuan responden dalam kategori kurang yaitu sebanyak 71 ( 42,5%), analisis menunjukkan bahwa nilai P Value adalah 0,337 dimana P Value > dari 0,05. Kesimpulan : terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pengetahuan lansia tentang penanganan pertama luka bakar.
Penerapan Senam Low Impact Terhadap Nilai Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Gondangrejo Kabupaten Karanganyar
Sandra Cika Febiyana;
Eska Dwi Prajayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v4i7.1756
Kejadian hipertensi merupakan masalah utama Kesehatan yang bertahan diindonnesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Teknik yang digunakan untuk mengontrol nilai tekanan darah pada lansia dengan terapi non-farmakologis yaitu menggunakan Latihan fisik/ Senam Low Impact yang bermanfaat untuk meningkatkan dan mempertahankan Kesehatan daya tahan jantung, paru, pembuluh darah, oto dan sendi. Prevalensi hipertensi menurut World Health Organization terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan sampai 2025 akan ada 1,5 miliar orang. Menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia kelompok usia diatas 60 tahun terdapat 22,9% responden yang terdiagnosis. Prevalensi hipertensi lansia di Jawa Tengah sebanyak 233,05%. Tujuan penelitian ini yaitu mendiskripsikan hasil penerapan senam low impact terhadap nilai tekanan darah pada lansia penderita hipertensi diwilayah Gondangrejo kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini menggunaan metode studi kasus dengan menerapkan senam low impact terhadap nilai tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Adanya penurunan nilai tekanan darah setelah pemberian senam low impact pada Ny.S dan Ny.R dari hipertensi derajat 1 menjadi normal dan normal tinggi. Senam Low Impact mampu menurunkan nilai tekanan darah pada lansia hipertensi