Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pelatihan metode 4MW (Membaca, Menulis, Menghitung, Mengaji dan Kewirausahaan) dengan anak-anak dari Panti Asuhan Rumah Anak Tercinta, Kapala Batas-Penang, Malaysia Ritha F. Dalimunthe; Ameilia Zuliyanti Siregar; Meutia Nauly; Hairani Siregar; Pujiati Pujiati; Syarifah Syarifah; Eva Syahfitri Nasution; Saidatulakmal Binti Mohd; Mohd Faiz Fansuri bin Mohd Affandy; Noor Faizah Anak Abu Hassan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29929

Abstract

Abstrak Pemberdayaan anak-anak panti asuhan melalui metode 4MW (Membaca, Menulis, Berhitung, Mengaji, dan Berwirausaha) di Malaysia menjadi fokus penting untuk meningkatkan pengetahuan, kesejahteraan ekonomi dan sosial. Anak-anak di panti asuhan yang dikelola memiliki potensi yang besar, namun seringkali terkendala oleh masalah keterbatasan akses infrastruktur, permodalan, dan kurangnya pemahaman dalam memanfaatkan teknologi informasi. Program Pengabdian Mandiri Internasional melalui penerapan metode 4MW digadang-gadang sebagai solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan membaca, menulis, berhitung, mengaji dan jiwa kewirausahaan anak-anak panti asuhan. Kendala utama yang dihadapi antara lain: kurangnya waktu untuk berlatih membaca dan berhitung, terbatasnya akses dan sumber daya untuk pelatihan, serta mahalnya biaya untuk penggunaan internet. Selain itu, stereotip sosial dan keterbatasan waktu juga menghambat keterlibatan penuh anak-anak panti asuhan dalam dunia pendidikan dan jiwa kewirausahaan. Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Sumatera Utara (USI) bersama dengan Pusat Kajian Wanita dan Gender (Kanita) Universiti Sain Malaysia (USM) membuat program Pengabdian Internasional Mandiri bersama Panti Asuhan Rumah Kesayangan di Penang, Malaysia melalui Program 4MW. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar anak-anak panti asuhan memahami dan lebih mahir dalam membaca, menulis, berhitung, mengaji dan berwirausaha. Penguasaan konsep 4MW mencapai hasil 90% dimana  tercapai peningkatan pengetahuan 4 MW, upaya pemberdayaan anak-anak panti asuhan di bidang pendidikan dan ekonomi, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini bagi anak-anak panti asuhan. Kata kunci: anak panti asuhan; 4MW; USM; USU; pelayanan internasional AbstractEmpowering orphanage children through the 4MW method (Reading, Writing, Counting, Reciting the Koran, and Entrepreneurship) in Malaysia is an important focus to improve knowledge, economic and social welfare. Children in orphanages that are managed have great potential, but are often constrained by problems of limited access to infrastructure, capital, and lack of understanding in utilizing information technology. The Mandiri International Service Program through the application of the 4MW method is predicted to be a solution that can improve the knowledge, skills of reading, writing, counting, reciting the Koran and the entrepreneurial spirit of orphanage children. The main obstacles faced include: lack of time to practice reading and arithmetic, limited access, and resources for training, and high costs for internet use. In addition, social stereotypes and time constraints also hinder the full involvement of orphanage children in the world of education and entrepreneurial spirit. The Center for Gender and Child Studies (PSGA) of the University of North Sumatra (USI) together with the Center for Women and Gender Research (Kanita) of Universiti Sain Malaysia (USM) created an Independent International Service program with the Rumah Kesayangan Orphanage in Penang, Malaysia through the 4MW Program. This community service program aims to provide training and assistance so that the children of the orphanage understand and are more proficient in reading, writing, counting, reciting the Koran and entrepreneurship. Built up of 4MW concept will open up new opportunities in understanding in the field of education. This program supports efforts to empower children of the orphanage in the fields of education and economy, fostering an early entrepreneurial spirit for children of the orphanage. Keywords: orphanage children; 4MW; USM; USU; international service
Pemberdayaan dan kemandirian Desa Binaan Bagan Kuala, Kabupaten Serdang Bedagai melalui inisiatif pengabdian masyarakat yang berfokus pada ekowisata dan pengembangan produk pewarna alami ecoprint Mohammad Basyuni; Iwan Risnasari; Bejo Slamet; Deni Elfiati; Yunasfi Yunasfi; Ahmad Baiquni Rangkuti; Erni Jumilawaty; Etti Sartina Siregar; Ameilia Zuliyanti Siregar; Alfian Mubaraq; Andi Aznan Aznawi; Meutia Nauly
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27477

Abstract

Abstract Pemberdayaan masyarakat dan kemandirian ekonomi merupakan elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan menganalisis keberhasilan pemberdayaan dan penguatan kemandirian masyarakat Desa Bagan Kuala, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Indonesia melalui inisiatif yang berfokus pada ekowisata dan pengembangan produk pewarna alami ecoprint. Program ini melibatkan 50 peserta lokal yang terbagi ke dalam dua kelompok mitra: Kelompok Pengrajin Ecoprint dan Kelompok Pengelola Ekowisata Mangrove. Kedua kelompok ini mendapatkan pelatihan intensif tentang pembuatan produk ecoprint ramah lingkungan menggunakan pewarna alami dari flora lokal, serta manajemen ekowisata berbasis konservasi lingkungan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan kelompok mitra sebesar 70%, dengan diversifikasi produk ecoprint meningkat dari tiga jenis menjadi tujuh jenis, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan pengrajin hingga 20%. Selain itu, Kelompok Pengelola Ekowisata berhasil menarik lebih dari 200 pengunjung dalam enam bulan pertama, memberikan tambahan pendapatan sebesar 15% bagi desa. Inisiatif pemberdayaan ini juga meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok mitra dengan membekali mereka untuk mengelola usaha secara mandiri, termasuk pemasaran produk ecoprint dan paket wisata mangrove. Program ini memperkuat kapasitas organisasi kelompok mitra dalam manajemen bisnis berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan konservasi seperti penanaman mangrove. Dengan partisipasi aktif masyarakat, inisiatif ini berhasil meningkatkan hasil ekonomi sekaligus mempromosikan upaya konservasi lingkungan jangka panjang di Desa Bagan Kuala. Program ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) PBB, terutama TPB 1 (Tanpa Kemiskinan), TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan TPB 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan). Kata kunci: pemberdayaan; kemandirian; ecoprint; ekowisata; konservasi mangrove Abstract Community empowerment and economic independence are essential for sustainable development. This study analyzes the success of empowering and fostering independence within the community of Bagan Kuala Village, Serdang Bedagai, through initiatives focused on ecotourism and the development of natural dye ecoprint products. The program involved 50 local participants organized into two partner groups: the Ecoprint Artisan Group and the Mangrove Ecotourism Management Group. Both groups underwent intensive training on producing eco-friendly ecoprint products using natural dyes from local flora, as well as managing ecotourism that emphasizes environmental conservation. Results of community service indicated a 70% improvement in the skills of the partner groups, with product diversification increasing from three to seven types of ecoprint, leading to a 20% increase in artisan income. Additionally, the Ecotourism Management Group attracted over 200 visitors within the first six months, contributing a 15% boost to village revenue. The empowerment initiatives enhanced the economic independence of the partner groups, allowing them to manage their businesses autonomously, including marketing ecoprint products and mangrove tour packages. The program also strengthened the groups’ organizational capacity in sustainable business management while fostering environmental awareness through conservation activities like mangrove planting. Through active community participation, this initiative successfully improved economic outcomes and promoted long-term environmental conservation efforts in Bagan Kuala. This program aligns with several United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Keywords: empowerment; independence; ecoprint; ecotourism; mangrove conesrvation
Pelatihan dam implementasi eko enzim mendukung pertanian ramah lingkungan memitigasi ketahanan pangan di Pesantren Al Kautsar, Medan Ameilia Zuliyanti Siregar; Zulkifli Nasution; Meutia Nauly; Tulus Tulus; Netti Herlina Siregar; Ichwana Ramli; Mahidin Mahidin; Nasrul Nasrul; Indera Sakti Nasution; Melinda Melinda; Muhibuddin Muhibuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34006

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) USU 2025 sebagai co-host dengan host Universitas Syiah Kuala (USK) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam mengolah sampah organik menjadi ekoenzim sebagai produk ramah lingkungan yang bermanfaat. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) melalui tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Pelaksanaan meliputi Sosialisasi, Pelatihan pembuatan ekoenzim, pembuatan desinfektan berbahan ekoenzim, serta implementasinya pada kegiatan berkebun. Sebanyak 40 santri (15 putra dan 25 putri, rentang usia 14-17 Tahun, santri dari kelas 1, 2, 3 SMA) yang mengikuti kegiatan,  diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test 65,25 dan post-test 93,5. Sebanyak 95% peserta menyatakan kegiatan sangat menarik, 93% menyatakan bermanfaat, dan 89% menyatakan pemahamannya meningkat. Kegiatan ini berhasil membekali santri dengan keterampilan pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna dalam bentuk eko enzim yang mendukung pertanian ramah lingkungan dan mitigasi masalah ketahanan pangan di lingkungan pesantren. Kata kunci: ekoenzim; pengolahan sampah organik; pertanian ramah lingkungan; pengabdian masyarakat. Abstract The Indonesian Collaboration Community Service (ICCS) of University Sumatera Utara Programme 2025 as co-hosy qith host was University Syiah Kuala (USK) was conducted at Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, aiming to enhance students’ knowledge and skills in processing organic waste into eco-enzyme, an environmentally friendly and beneficial product. The program adopted the Asset Based Community Development (ABCD) method through five stages: discovery, dream, design, define, and destiny. Activities included awareness sessions, eco-enzyme production training, eco-enzyme-based disinfectant preparation, and its application in gardening activities. A total of 40 students (15 males and 25 females, age rates was 14-17 years old, consit of 1, 2, 3 SMA students),  starting with a pre-test and ending with a post-test. Evaluation results indicated a significant improvement in understanding, with average pre-test and post-test scores of 65.25 and 93.5, respectively. Furthermore, 95% of participants stated the program was very interesting, 93% found it beneficial, and 89% reported increased comprehension. This program successfully equipped students with skills in organic waste processing into value-added products, while supporting environmentally friendly agriculture and contributing to food security resilience in the pesantren environment. Keywords: eco-enzyme; organic waste processing; community service; environmentally friendly agriculture.
Mapping the Potentials and Challenges of Emerging Tourism Villages: Reflections from the ASTACITA Forum as a Strategic Planning Foundation Sinulingga, Samerdanta; Nauly, Meutia; Marpaung, Jonathan Liviera
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v10i2.22038

Abstract

This article presents an early-stage analysis of the potentials and challenges faced by emerging tourism villages, using the ASTACITA Summit 2025 as a case study. Held in Kuta Gugung Village, North Sumatra, ASTACITA (Strategic Alliance for Collaborative, Inclusive, and Integrated Village Governance) served as a pioneering forum for multi-stakeholder engagement in rural development. The forum brought together actors from government, academia, business, community, and media within a structured dialogue aimed at empowering rural communities through participatory tourism planning. Utilizing a qualitative descriptive method, data were collected through participant observation, informal interviews, and documentation of collaborative sessions during the summit. The study mapped key village potentials including cultural uniqueness, natural attractions, and local entrepreneurial initiatives as well as pressing challenges such as infrastructural limitations, governance gaps, and lack of digital capacity. Through structured discussion tables and networking exchanges, the forum enabled a bottom-up identification of strategic priorities, including training needs, partnership opportunities, and local regulation frameworks. Findings suggest that the ASTACITA format not only facilitated knowledge transfer but also generated community-driven insights that can inform long-term development planning. The mapping process served as a reflective and inclusive diagnostic tool that centered local voices while aligning with national rural tourism goals. This study contributes to the discourse on participatory governance and sustainable tourism by showcasing how structured forums like ASTACITA can be harnessed for strategic, data-informed, and collaborative planning in rural contexts.
The Role of Entrepreneurship Literacy in Community Empowerment to Improve Local Economic Potential in Denai Sarang Burung Village Dalimunthe, Ritha F; Nauly, Meutia; Hafizah, Nor; Fadli; Ramadani
Neo Journal of economy and social humanities Vol 4 No 3 (2025): Neo Journal of Economy and Social Humanities
Publisher : International Publisher (YAPENBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/nejesh.v4i3.343

Abstract

This study aims to examine the role of entrepreneurial literacy in community empowerment to enhance local economic potential in Denai Sarang Burung Village. The methods used include digitalization training, strengthening market access, and collaboration with international partners. The results show that improving entrepreneurial literacy significantly increases the capacity and competitiveness of women MSME actors. The establishment of institutions such as the Merah Putih Cooperative strengthens coordination and collective marketing, supporting business sustainability. The challenges of women's dual roles as housewives and entrepreneurs have begun to be identified and are the focus of sustainable solutions. This study provides an important foundation for the development of an inclusive and sustainable community-based local economy.
Menelusuri Proses Self-Acceptence Mahasiswa Penyandang Disabilitas Gagap Bicara Di Kota Medan Munthe, Nurhalijah; Nauly, Meutia; Anggaraeni, Filia Dina
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rap.v17.i1.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penerimaan diri pada individu yang mengalami gagap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan dua subjek yang mengalami gagap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri terjadi secara bertahap, dimulai dengan kesadaran akan kondisi diri, munculnya respons emosional negatif seperti rasa malu, harga diri yang rendah, dan kecemasan, serta berpuncak pada pengalaman stigma sosial dari lingkungan. Meskipun demikian, dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya memainkan peran penting dalam membantu individu mengatasi kondisi ini. Pada akhirnya, kedua subjek menunjukkan perubahan dalam persepsi diri mereka, di mana mereka mulai memandang gagap sebagai bagian yang dapat diterima dari diri mereka, yang menunjukkan bahwa mereka telah mencapai tahap penerimaan diri. Penerimaan diri pada individu yang mengalami gagap berlangsung secara bertahap, dimulai dari respons emosional negatif hingga menghadapi stigma sosial. Dukungan dari lingkungan, terutama keluarga dan teman sebaya, berperan penting dalam membantu individu mencapai tahap penerimaan diri dan mampu menerima kondisi gagap sebagai bagian dari dirinya.
The Intervening Role of Job Satisfaction in the Relationship between Organizational Support and Burnout Putri Sartika Siregar; Meutia Nauly; Filia Dina Anggaraeni
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2354

Abstract

This study addresses the growing issue of employee burnout in high-demand organizational environments, particularly within the financial service sector. The objective of this research is to examine the effect of perceived organizational support on burnout and to analyze the mediating role of job satisfaction among employees of PT Pegadaian. A quantitative explanatory research design was employed using survey data collected from employees through structured questionnaires. The data were analyzed using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) to test both direct and indirect relationships among variables. The results reveal that perceived organizational support has a significant negative effect on burnout, indicating that higher levels of organizational support reduce employees’ psychological exhaustion. Additionally, perceived organizational support has a significant positive effect on job satisfaction, suggesting that supportive organizational practices enhance positive work attitudes. Job satisfaction also shows a significant negative effect on burnout, confirming its role as a protective psychological factor. Importantly, the findings demonstrate that job satisfaction partially mediates the relationship between perceived organizational support and burnout. This indicates that organizational support reduces burnout not only directly but also indirectly through increasing job satisfaction. These findings highlight the importance of strengthening organizational support systems and enhancing job satisfaction as strategic approaches to reducing burnout and improving employee well-being. The study contributes to the literature by providing empirical evidence on the mediating mechanism of job satisfaction in the relationship between organizational support and burnout within a state-owned enterprise context.
Peran Orang Tua dalam Mengontrol Penggunaan Gawai pada Anak Usia Dini: Literature Review Sicha Cahya Fitri; Meutia Nauly; Filia Dina Anggaraeni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.441

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan gawai pada anak usia dini, sehingga menimbulkan berbagai implikasi terhadap proses tumbuh kembang anak. Dalam kondisi tersebut, peran orang tua menjadi faktor penting dalam mengontrol penggunaan gawai agar memberikan manfaat tanpa menghambat perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam mengontrol penggunaan gawai pada anak usia dini serta bentuk pengawasan yang dilakukan dalam lingkungan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan literature review atau kajian pustaka melalui analisis kritis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi jurnal, artikel penelitian, dan literatur akademik terkait penggunaan gawai pada anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran orang tua menjadi determinan utama dalam membentuk pola penggunaan gawai pada anak melalui pembatasan durasi penggunaan, seleksi konten, pendampingan penggunaan perangkat digital, pengawasan akses internet, serta penerapan aturan penggunaan gawai. Kajian ini juga menemukan bahwa penggunaan gawai dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung pada kualitas pengawasan dan pola pengasuhan yang diterapkan. Penggunaan gawai tanpa pengawasan yang memadai berpotensi menimbulkan gangguan perkembangan sosial, emosional, motorik, dan konsentrasi belajar anak. Sebaliknya, penggunaan yang disertai pendampingan aktif dan pemanfaatan konten edukatif dapat mendukung stimulasi perkembangan anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi digital parenting sebagai strategi pengasuhan adaptif dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi pada anak usia dini.
Peran Orang Tua dalam Mengontrol Penggunaan Gawai pada Anak Usia Dini: Literature Review Sicha Cahya Fitri; Meutia Nauly; Filia Dina Anggaraeni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.441

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan gawai pada anak usia dini, sehingga menimbulkan berbagai implikasi terhadap proses tumbuh kembang anak. Dalam kondisi tersebut, peran orang tua menjadi faktor penting dalam mengontrol penggunaan gawai agar memberikan manfaat tanpa menghambat perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam mengontrol penggunaan gawai pada anak usia dini serta bentuk pengawasan yang dilakukan dalam lingkungan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan literature review atau kajian pustaka melalui analisis kritis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi jurnal, artikel penelitian, dan literatur akademik terkait penggunaan gawai pada anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran orang tua menjadi determinan utama dalam membentuk pola penggunaan gawai pada anak melalui pembatasan durasi penggunaan, seleksi konten, pendampingan penggunaan perangkat digital, pengawasan akses internet, serta penerapan aturan penggunaan gawai. Kajian ini juga menemukan bahwa penggunaan gawai dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung pada kualitas pengawasan dan pola pengasuhan yang diterapkan. Penggunaan gawai tanpa pengawasan yang memadai berpotensi menimbulkan gangguan perkembangan sosial, emosional, motorik, dan konsentrasi belajar anak. Sebaliknya, penggunaan yang disertai pendampingan aktif dan pemanfaatan konten edukatif dapat mendukung stimulasi perkembangan anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi digital parenting sebagai strategi pengasuhan adaptif dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi pada anak usia dini.
Mengalame: tradisi budaya kearifan lokal yang memupuk kebersamaan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca bencana hidrometrologi di Tapanuli Selatan Ameilia Zuliyanti Siregar; Meutia Nauly; Zaid Perdana Nasution; Arliza Juairini; Irli Masitah Marpaung; Syafiruddin Syafiruddin; Siti Meutia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38790

Abstract

AbstractThis study aims to explore the Mangalame  tradition, a traditional dodol-making activity in the Sipirok community, specifically in Aek Ngadol Village, South of Tapanuli Regency. Traditional food, Dodol AlamAlame Batak Angkola community, carried out from generation to generation before Eid al-Fitr. The service community method was carried out through direct observation of the dodol-making activity involving approximately 20–30 person from community members in Aek Ngadol during March 2026. The results indicate that the dodol-making process (Alame) uses glutinous rice flour, coconut milk, salt, vanilla or flavour, and brown sugar as the main ingredients, cooked in a large cauldron using a wood-fired stove. The time-consuming mixing process is carried out alternately, reflecting the values of mutual cooperation and strong togetherness among the residents. This tradition serves not only as a traditional holiday food, but also as a means of strengthening social solidarity, a symbol of cultural identity, and a learning tool for the younger generation in preserving ancestral heritage. Then, Keywords: traditional food; dodol alame; local wisdom AbstrakPengabdian Ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi Mangalame, yaitu kegiatan pembuatan dodol secara tradisional pada masyarakat Sipirok, khususnya di Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tradisi Ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Batak Angkola yang dilakukan secara turun-temurun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Metode pengabdian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan pembuatan dodol yang melibatkan sekitar 20–30 orang dari masyarakat di Desa Aek Ngadol pada bulan Maret 2026. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa proses pembuatan dodol (Alame) menggunakan bahan utama, berupa tepung beras ketan, santan kelapa, dan gula merah yang dimasak dalam kuali besar menggunakan tungku Kayu Bakar. Proses Pengadukan yang memakan waktu lama dilakukan secara bergantian, mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang kuat di antara warga. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan kas Hari Raya, tetapi juga sebagai sarana Mempererat solidaritas sosial, simbol identitas budaya, serta media pembelajaran bagi Generasi Muda dalam melestarikan warisan leluhur. Kata kunci: makanan tradisional; dodol alame; kearifan lokal.
Co-Authors Adelia, Nurul Ahmad Baiquni Rangkuti Alfian Mubaraq Ameilia Zuliyanti Siregar Ameilia Zuliyanti Siregar Andi Aznan Aznawi Arif Qaedi Hutagalung Arliza Juairini Azizatuz Zahro Bambang Trisakti Bejo Slamet Bejo Slamet Dadeh, Tarmidi Dalimunthe, Ritha F. Deni Elfiati Deni Elfiati Destanul Aulia, Destanul Destanul Aulia, SKM., MBA., M.Ec., Ph.D Erni Jumilawaty Erni Jumilawaty etti sartina siregar Etti Sartina Siregar Eva Syahfitri Nasution, Eva Syahfitri Fadli Fadli Fadli Fauzan nur ahmadi Filia Dina Anggaraeni Filia Dina Anggaraeni Hadiati, Lita Hafizah, Nor Hairani Siregar Ichwana Ramli Indera Sakti Nasution Indera Sakti Nasution Inneke Qamariah Irli Masitah Marpaung Irmawati Irmawati Irmawati Irvan Iwan RISNASARI Jonathan Liviera Marpaung Lumbantobing, Roida Mahidin Mahidin Mahidin Mahidin Melinda Melinda Mohammad Basyuni Mohd Faiz Fansuri bin Mohd Affandy Muhammad Bangun Siregar Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibuddin Muhibuddin Munthe, Nurhalijah Nasrul Arahman Nasrul Nasrul Nasution, Zaid Perdana Netti Herlina Siregar Noor Faizah Anak Abu Hassan Novita Anggraini Nurzainah Ginting Omar Khalifa Burhan Panjaitan, Ade Putera Arif Pujiati Pujiati Purba, Agita Nova Purba, Ridhoi Putri Sartika Siregar Qamariah, Inneke Rahma Fauziah Sinulingga, Rahma Fauziah Rajagukguk, Pasu Ramadani Ramadani Ramadani Ramadani, Ramadani Ramli, Ichwana Rangkuti, Ahmad Baiquni Ratna Saragih Ridhoi Meilona Purba Rippun Sihombing Rippun Sihombing Ritha Dalimunthe Ritha F Dalimunthe Ritha F. Dalimunthe Rizky Putra Rizky Putra, Rizky Saidatulakmal Binti Mohd Selamat, Nor Hafizah Sicha Cahya Fitri Sidabutar, Rivaldi Sinaga, Hotnida Sinulingga, Rahma F. Sinulingga, Samerdanta Siregar, Hairani Siregar, M. Bangun Siregar, Netti Herlina Siti Hafsah Hafsah Zulkarnain Siti Meutia Sri Fajar Ayu Sulastri Sulastri Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Syafiruddin Syafiruddin Syarifah Syarifah Telaumbanua, Eben Haezarni Tindaon, Wensdy Tulus Tulus Tulus Tulus Tulus Vivi Fransisca Vivi Fransisca, Vivi Yunasfi Yunasfi, Yunasfi Zaid Zega, Zulfiah Sumirna Zulkifli Nasution Zulkifli Nasution