Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Facing Academic Stress: The Role of Hardiness and the Moderating Effect of Social Support in Psychology Students Purba, Agita Nova; Nauly, Meutia; Hadiati, Lita
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.16062

Abstract

Master's degree students in professional psychology are vulnerable to experiencing constraints and obstacles during their educational journey, which can lead to the emergence of academic stress. This study aims to investigate the role of social support in moderating the relationship between hardiness and academic stress among master's degree students in professional psychology. Accidental sampling, which is a nonprobability sampling technique, is used in the sampling method. The participants consisted of 225 master's degree students in professional psychology in Indonesia who were currently enrolled in the Praktik Kerja Profesi Psikologi (PKPP) and/or Thesis. The research instruments utilized three scales: the academic stress scale, the hardiness scale, and the social support scale. The data were analyzed using moderation regression analysis. The findings of the study indicate that (1) there is an influence of hardiness on academic stress among master's degree students in Professional Psychology, (2) there is an influence of social support on academic stress among master’s degree students in Professional Psychology, and (3) Social support weakens the influence of the relationship between hardiness and academic stress on students of Master Psychology Professions. Mahasiswa Magister Psikologi Profesi rentan mengalami kendala dan hambatan selama proses menempuh pendidikan yang dapat mengakibatkan munculnya stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran dukungan sosial dalam memoderasi hardiness terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi. Accidental sampling, yang merupakan teknik nonprobability sampling, digunakan dalam metode pengambilan sampel. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 225 mahasiswa Magister Psikologi Profesi di Indonesia yang sedang mengikuti mata kuliah Praktik Kerja Profesi Psikologi (PKPP) dan/atau Tesis. Alat ukur penelitian menggunakan tiga skala yaitu skala stres akademik, skala hardiness dan skala dukungan sosial. Teknik Analisa data yang digunakan yaitu analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh hardiness terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi, (2) Terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi, dan (3) Dukungan sosial memperlemah pengaruh antara hubungan hardiness terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi.
Universal-Diverse Orientation Promotes Congruent Ethnic and National Identities: A Preliminary Research Note: [Universal-Diverse Orientation Menguatkan Keselarasan Identitas Suku Bangsa dan Nasional: Catatan Penelitian Preliminer] Burhan, Omar Khalifa; Nauly, Meutia; Purba, Ridhoi Meilona; Sinulingga, Rahma F.; Irmawati
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 37 No 2 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 2, 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v37i2.4655

Abstract

The present study conceptualizes “Unity in Diversity” as a condition in which individuals’ ethnic and national identities are congruent. This condition is achievable by internalizing universal-diverse orientation. The authors provide support for this idea through a cross-sectional survey (N = 400), and observed a positive relationship between individuals’ ethnic and national identities among individuals with high universal-diverse orientation. Such a relationship was absent among individuals with low universal-diverse orientation. Based on the results, the authors recommend socializing universal-diverse orientation to promote a sense of “Unity in Diversity” among individuals within a multicultural society, such as that of Indonesia. Studi ini mengonseptualisasi “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai kondisi ketika terdapat keselarasan identitas suku bangsa dan nasional seorang individu. Kondisi ini bisa dicapai melalui internalisasi universal-diverse orientation. Penulis menyediakan data yang mendukung konsep ini melalui survei cross-sectional (N = 400), dan menemukan hubungan positif antara identitas suku bangsa dan identitas nasional pada individu dengan universal-diverse orientation tinggi. Hubungan ini tidak ditemukan pada individu dengan universal-diverse orientation rendah. Berdasarkan temuan ini, penulis merekomendasikan upaya sosialisasi universal-diverse orientation untuk menguatkan rasa “Bhinneka Tunggal Ika” pada individu dalam masyarakat multikultur layaknya Indonesia.
Pelatihan metode 4MW (Membaca, Menulis, Menghitung, Mengaji dan Kewirausahaan) dengan anak-anak dari Panti Asuhan Rumah Anak Tercinta, Kapala Batas-Penang, Malaysia Ritha F. Dalimunthe; Ameilia Zuliyanti Siregar; Meutia Nauly; Hairani Siregar; Pujiati Pujiati; Syarifah Syarifah; Eva Syahfitri Nasution; Saidatulakmal Binti Mohd; Mohd Faiz Fansuri bin Mohd Affandy; Noor Faizah Anak Abu Hassan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29929

Abstract

Abstrak Pemberdayaan anak-anak panti asuhan melalui metode 4MW (Membaca, Menulis, Berhitung, Mengaji, dan Berwirausaha) di Malaysia menjadi fokus penting untuk meningkatkan pengetahuan, kesejahteraan ekonomi dan sosial. Anak-anak di panti asuhan yang dikelola memiliki potensi yang besar, namun seringkali terkendala oleh masalah keterbatasan akses infrastruktur, permodalan, dan kurangnya pemahaman dalam memanfaatkan teknologi informasi. Program Pengabdian Mandiri Internasional melalui penerapan metode 4MW digadang-gadang sebagai solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan membaca, menulis, berhitung, mengaji dan jiwa kewirausahaan anak-anak panti asuhan. Kendala utama yang dihadapi antara lain: kurangnya waktu untuk berlatih membaca dan berhitung, terbatasnya akses dan sumber daya untuk pelatihan, serta mahalnya biaya untuk penggunaan internet. Selain itu, stereotip sosial dan keterbatasan waktu juga menghambat keterlibatan penuh anak-anak panti asuhan dalam dunia pendidikan dan jiwa kewirausahaan. Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Sumatera Utara (USI) bersama dengan Pusat Kajian Wanita dan Gender (Kanita) Universiti Sain Malaysia (USM) membuat program Pengabdian Internasional Mandiri bersama Panti Asuhan Rumah Kesayangan di Penang, Malaysia melalui Program 4MW. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar anak-anak panti asuhan memahami dan lebih mahir dalam membaca, menulis, berhitung, mengaji dan berwirausaha. Penguasaan konsep 4MW mencapai hasil 90% dimana  tercapai peningkatan pengetahuan 4 MW, upaya pemberdayaan anak-anak panti asuhan di bidang pendidikan dan ekonomi, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini bagi anak-anak panti asuhan. Kata kunci: anak panti asuhan; 4MW; USM; USU; pelayanan internasional AbstractEmpowering orphanage children through the 4MW method (Reading, Writing, Counting, Reciting the Koran, and Entrepreneurship) in Malaysia is an important focus to improve knowledge, economic and social welfare. Children in orphanages that are managed have great potential, but are often constrained by problems of limited access to infrastructure, capital, and lack of understanding in utilizing information technology. The Mandiri International Service Program through the application of the 4MW method is predicted to be a solution that can improve the knowledge, skills of reading, writing, counting, reciting the Koran and the entrepreneurial spirit of orphanage children. The main obstacles faced include: lack of time to practice reading and arithmetic, limited access, and resources for training, and high costs for internet use. In addition, social stereotypes and time constraints also hinder the full involvement of orphanage children in the world of education and entrepreneurial spirit. The Center for Gender and Child Studies (PSGA) of the University of North Sumatra (USI) together with the Center for Women and Gender Research (Kanita) of Universiti Sain Malaysia (USM) created an Independent International Service program with the Rumah Kesayangan Orphanage in Penang, Malaysia through the 4MW Program. This community service program aims to provide training and assistance so that the children of the orphanage understand and are more proficient in reading, writing, counting, reciting the Koran and entrepreneurship. Built up of 4MW concept will open up new opportunities in understanding in the field of education. This program supports efforts to empower children of the orphanage in the fields of education and economy, fostering an early entrepreneurial spirit for children of the orphanage. Keywords: orphanage children; 4MW; USM; USU; international service
Pemberdayaan dan kemandirian Desa Binaan Bagan Kuala, Kabupaten Serdang Bedagai melalui inisiatif pengabdian masyarakat yang berfokus pada ekowisata dan pengembangan produk pewarna alami ecoprint Mohammad Basyuni; Iwan Risnasari; Bejo Slamet; Deni Elfiati; Yunasfi Yunasfi; Ahmad Baiquni Rangkuti; Erni Jumilawaty; Etti Sartina Siregar; Ameilia Zuliyanti Siregar; Alfian Mubaraq; Andi Aznan Aznawi; Meutia Nauly
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27477

Abstract

Abstract Pemberdayaan masyarakat dan kemandirian ekonomi merupakan elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan menganalisis keberhasilan pemberdayaan dan penguatan kemandirian masyarakat Desa Bagan Kuala, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Indonesia melalui inisiatif yang berfokus pada ekowisata dan pengembangan produk pewarna alami ecoprint. Program ini melibatkan 50 peserta lokal yang terbagi ke dalam dua kelompok mitra: Kelompok Pengrajin Ecoprint dan Kelompok Pengelola Ekowisata Mangrove. Kedua kelompok ini mendapatkan pelatihan intensif tentang pembuatan produk ecoprint ramah lingkungan menggunakan pewarna alami dari flora lokal, serta manajemen ekowisata berbasis konservasi lingkungan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan kelompok mitra sebesar 70%, dengan diversifikasi produk ecoprint meningkat dari tiga jenis menjadi tujuh jenis, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan pengrajin hingga 20%. Selain itu, Kelompok Pengelola Ekowisata berhasil menarik lebih dari 200 pengunjung dalam enam bulan pertama, memberikan tambahan pendapatan sebesar 15% bagi desa. Inisiatif pemberdayaan ini juga meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok mitra dengan membekali mereka untuk mengelola usaha secara mandiri, termasuk pemasaran produk ecoprint dan paket wisata mangrove. Program ini memperkuat kapasitas organisasi kelompok mitra dalam manajemen bisnis berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan konservasi seperti penanaman mangrove. Dengan partisipasi aktif masyarakat, inisiatif ini berhasil meningkatkan hasil ekonomi sekaligus mempromosikan upaya konservasi lingkungan jangka panjang di Desa Bagan Kuala. Program ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) PBB, terutama TPB 1 (Tanpa Kemiskinan), TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan TPB 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan). Kata kunci: pemberdayaan; kemandirian; ecoprint; ekowisata; konservasi mangrove Abstract Community empowerment and economic independence are essential for sustainable development. This study analyzes the success of empowering and fostering independence within the community of Bagan Kuala Village, Serdang Bedagai, through initiatives focused on ecotourism and the development of natural dye ecoprint products. The program involved 50 local participants organized into two partner groups: the Ecoprint Artisan Group and the Mangrove Ecotourism Management Group. Both groups underwent intensive training on producing eco-friendly ecoprint products using natural dyes from local flora, as well as managing ecotourism that emphasizes environmental conservation. Results of community service indicated a 70% improvement in the skills of the partner groups, with product diversification increasing from three to seven types of ecoprint, leading to a 20% increase in artisan income. Additionally, the Ecotourism Management Group attracted over 200 visitors within the first six months, contributing a 15% boost to village revenue. The empowerment initiatives enhanced the economic independence of the partner groups, allowing them to manage their businesses autonomously, including marketing ecoprint products and mangrove tour packages. The program also strengthened the groups’ organizational capacity in sustainable business management while fostering environmental awareness through conservation activities like mangrove planting. Through active community participation, this initiative successfully improved economic outcomes and promoted long-term environmental conservation efforts in Bagan Kuala. This program aligns with several United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Keywords: empowerment; independence; ecoprint; ecotourism; mangrove conesrvation
Pelatihan dam implementasi eko enzim mendukung pertanian ramah lingkungan memitigasi ketahanan pangan di Pesantren Al Kautsar, Medan Ameilia Zuliyanti Siregar; Zulkifli Nasution; Meutia Nauly; Tulus Tulus; Netti Herlina Siregar; Ichwana Ramli; Mahidin Mahidin; Nasrul Nasrul; Indera Sakti Nasution; Melinda Melinda; Muhibuddin Muhibuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34006

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) USU 2025 sebagai co-host dengan host Universitas Syiah Kuala (USK) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam mengolah sampah organik menjadi ekoenzim sebagai produk ramah lingkungan yang bermanfaat. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) melalui tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Pelaksanaan meliputi Sosialisasi, Pelatihan pembuatan ekoenzim, pembuatan desinfektan berbahan ekoenzim, serta implementasinya pada kegiatan berkebun. Sebanyak 40 santri (15 putra dan 25 putri, rentang usia 14-17 Tahun, santri dari kelas 1, 2, 3 SMA) yang mengikuti kegiatan,  diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test 65,25 dan post-test 93,5. Sebanyak 95% peserta menyatakan kegiatan sangat menarik, 93% menyatakan bermanfaat, dan 89% menyatakan pemahamannya meningkat. Kegiatan ini berhasil membekali santri dengan keterampilan pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna dalam bentuk eko enzim yang mendukung pertanian ramah lingkungan dan mitigasi masalah ketahanan pangan di lingkungan pesantren. Kata kunci: ekoenzim; pengolahan sampah organik; pertanian ramah lingkungan; pengabdian masyarakat. Abstract The Indonesian Collaboration Community Service (ICCS) of University Sumatera Utara Programme 2025 as co-hosy qith host was University Syiah Kuala (USK) was conducted at Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, aiming to enhance students’ knowledge and skills in processing organic waste into eco-enzyme, an environmentally friendly and beneficial product. The program adopted the Asset Based Community Development (ABCD) method through five stages: discovery, dream, design, define, and destiny. Activities included awareness sessions, eco-enzyme production training, eco-enzyme-based disinfectant preparation, and its application in gardening activities. A total of 40 students (15 males and 25 females, age rates was 14-17 years old, consit of 1, 2, 3 SMA students),  starting with a pre-test and ending with a post-test. Evaluation results indicated a significant improvement in understanding, with average pre-test and post-test scores of 65.25 and 93.5, respectively. Furthermore, 95% of participants stated the program was very interesting, 93% found it beneficial, and 89% reported increased comprehension. This program successfully equipped students with skills in organic waste processing into value-added products, while supporting environmentally friendly agriculture and contributing to food security resilience in the pesantren environment. Keywords: eco-enzyme; organic waste processing; community service; environmentally friendly agriculture.
Mapping the Potentials and Challenges of Emerging Tourism Villages: Reflections from the ASTACITA Forum as a Strategic Planning Foundation Sinulingga, Samerdanta; Nauly, Meutia; Marpaung, Jonathan Liviera
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v10i2.22038

Abstract

This article presents an early-stage analysis of the potentials and challenges faced by emerging tourism villages, using the ASTACITA Summit 2025 as a case study. Held in Kuta Gugung Village, North Sumatra, ASTACITA (Strategic Alliance for Collaborative, Inclusive, and Integrated Village Governance) served as a pioneering forum for multi-stakeholder engagement in rural development. The forum brought together actors from government, academia, business, community, and media within a structured dialogue aimed at empowering rural communities through participatory tourism planning. Utilizing a qualitative descriptive method, data were collected through participant observation, informal interviews, and documentation of collaborative sessions during the summit. The study mapped key village potentials including cultural uniqueness, natural attractions, and local entrepreneurial initiatives as well as pressing challenges such as infrastructural limitations, governance gaps, and lack of digital capacity. Through structured discussion tables and networking exchanges, the forum enabled a bottom-up identification of strategic priorities, including training needs, partnership opportunities, and local regulation frameworks. Findings suggest that the ASTACITA format not only facilitated knowledge transfer but also generated community-driven insights that can inform long-term development planning. The mapping process served as a reflective and inclusive diagnostic tool that centered local voices while aligning with national rural tourism goals. This study contributes to the discourse on participatory governance and sustainable tourism by showcasing how structured forums like ASTACITA can be harnessed for strategic, data-informed, and collaborative planning in rural contexts.
The Role of Entrepreneurship Literacy in Community Empowerment to Improve Local Economic Potential in Denai Sarang Burung Village Ritha F Dalimunthe; Meutia Nauly; Nor Hafizah; Fadli; Ramadani
Neo Journal of economy and social humanities Vol 4 No 3 (2025): Neo Journal of Economy and Social Humanities
Publisher : International Publisher (YAPENBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/nejesh.v4i3.343

Abstract

This study aims to examine the role of entrepreneurial literacy in community empowerment to enhance local economic potential in Denai Sarang Burung Village. The methods used include digitalization training, strengthening market access, and collaboration with international partners. The results show that improving entrepreneurial literacy significantly increases the capacity and competitiveness of women MSME actors. The establishment of institutions such as the Merah Putih Cooperative strengthens coordination and collective marketing, supporting business sustainability. The challenges of women's dual roles as housewives and entrepreneurs have begun to be identified and are the focus of sustainable solutions. This study provides an important foundation for the development of an inclusive and sustainable community-based local economy.
Co-Authors Adelia, Nurul Ahmad Baiquni Rangkuti Alfian Mubaraq Ameilia Zuliyanti Siregar Ameilia Zuliyanti Siregar Andi Aznan Aznawi Arif Qaedi Hutagalung Azizatuz Zahro Bambang Trisakti Bejo Slamet Bejo Slamet Dadeh, Tarmidi Dalimunthe, Ritha F. Deni Elfiati Deni Elfiati Destanul Aulia, Destanul Destanul Aulia, SKM., MBA., M.Ec., Ph.D Erni Jumilawaty Erni Jumilawaty etti sartina siregar Etti Sartina Siregar Eva Syahfitri Nasution, Eva Syahfitri Fadli Fadli Fadli Fauzan nur ahmadi Hadiati, Lita Hairani Siregar Ichwana Ramli Indera Sakti Nasution Indera Sakti Nasution Inneke Qamariah Irmawati Irmawati Irmawati Irvan Iwan RISNASARI Jonathan Liviera Marpaung Lumbantobing, Roida Mahidin Mahidin Mahidin Mahidin Melinda Melinda Mohammad Basyuni Mohd Faiz Fansuri bin Mohd Affandy Muhammad Bangun Siregar Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibuddin Muhibuddin Nasrul Arahman Nasrul Nasrul Netti Herlina Siregar Noor Faizah Anak Abu Hassan Nor Hafizah Novita Anggraini Nurzainah Ginting Omar Khalifa Burhan Panjaitan, Ade Putera Arif Pujiati Pujiati Purba, Agita Nova Purba, Ridhoi Qamariah, Inneke Rahma Fauziah Sinulingga, Rahma Fauziah Rajagukguk, Pasu Ramadani Ramadani Ramadani Ramadani Ramadani, Ramadani Ramli, Ichwana Rangkuti, Ahmad Baiquni Ridhoi Meilona Purba Rippun Sihombing Rippun Sihombing Ritha Dalimunthe Ritha F Dalimunthe Ritha F. Dalimunthe Rizky Putra Rizky Putra, Rizky Saidatulakmal Binti Mohd Saragih, Ratna Selamat, Nor Hafizah Sidabutar, Rivaldi Sinaga, Hotnida Sinulingga, Rahma F. Sinulingga, Samerdanta Siregar, Hairani Siregar, M. Bangun Siregar, Netti Herlina Siti Hafsah Hafsah Zulkarnain Sri Fajar Ayu Sulastri Sulastri Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Syarifah Telaumbanua, Eben Haezarni Tindaon, Wensdy Tulus Tulus Tulus Tulus Tulus Vivi Fransisca Vivi Fransisca, Vivi Yunasfi Yunasfi, Yunasfi Zaid Zega, Zulfiah Sumirna Zulkifli Nasution Zulkifli Nasution