Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN MEMBANGUN LINGKUNGAN KOMUNITAS HARMONI Soni Akhmad Nulhaqim; Muhammad Fedryansyah; Eva Nuriyah Hidayat; Wandi Adiansah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i3.37710

Abstract

Kehidupan bermasyarakat tidak akan pernah terlepas dari konflik. Adanya konflik ini perlu dikelola dengan baik agar konflik dapat diminimalisasi dan lingkungan harmoni pada masyarakat dapat tercipta dengan baik. Upaya pengelolaan konflik dan menciptakan lingkungan harmoni perlu didorong oleh peran tokoh masyarakat setempat. Namun sayangnya, tidak semua tokoh masyarakat memiliki pemahaman, pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan upaya tersebut. Melalui kegiatan PPM berupa Pelatihan Membangun Lingkungan Komunitas Harmoni ini tim PPM berusaha untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan dalam melakukan upaya pengelolaan konflik dan menciptakan lingkungan harmoni. Kegiatan PPM ini terintegrasi dengan KKN virtual Universitas Padjadjaran periode Agustus 2021. Kelompok sasaran dari kegiatan PPM ini yaitu tokoh masyarakat di domisili mahasiswa KKN yang tersebar di Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Provinsi Lampung, dan Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan PPM ini dilakukan melalui tahap persiapan, tahap asesmen, tahap plan of treatment, tahap treatment dan tahap monitoring, evaluasi, terminasi dan reporting. Hasil dari kegiatan PPM yaitu meningkatnya pemahaman, pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran dalam melakukan upaya pengelolaan konflik dan menciptakan lingkungan harmoni.
Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap Praktik Female Genital Mutilation Shabira Marsya Supriatami; Rosma Alimi; Soni Akhmad Nulhaqim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 5, No 1 (2022): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v5i1.40250

Abstract

Female Genital Mutilations (FGM) mulai diakui secara internasional pada tahun 1960-an dengan para aktivis dan petugas medis di Afrika menyuarakan implikasi kesehatan dari praktek untuk PBB dan WHO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk dapat mengeksplorasi dan memaknai suatu fenomena sosial. FGM mungkin berasal di Afrika sebagai bagian dari ritual untuk para remaja yang kemudian menyebar ke bagian lain dunia oleh difusi. Pendapatan, urbanisasi, dan pendidikan, serta aspek suku budaya, kepercayaan agama juga berpengaruh sangat kuat pada praktik FGM di Afrika. FGM dalam segala bentuk, sudah diakui internasional selaku pelanggaran pada perempuan (HAM). FGM adalah praktek berbahaya yang diakui sebagai sebuah pelanggaran hak asasi manusia dan secara eksplisit dilarang di banyak negara Afrika dan negara-negara Barat.  Salah satu organisasi internasional yang ikut berperan aktif dalam penanganan praktik FGM yaitu World Health Organization (WHO). Dalam isu FGM, pekerja sosial dapat berperan secara langsung (direct) dengan korban FGM maupun secara tidak langsung (indirect).
PELAYANAN SOSIAL PADA ANAK JALANAN (STUDI KASUS PELAYANAN DI RUMAH SINGGAH DUKUH SEMAR, KOTA CIREBON) Fadila Ayu Utami; Hery Wibowo; Soni Akhmad Nulhaqim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 5, No 1 (2022): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v5i1.39484

Abstract

Anak jalanan menjadi permasalahan sosial tiap tahun di Indonesia, dengan jumlah peningkatan kasusnya yang tidak sedikit. Anak yang putus sekolah dan memilih berkegiatan ekonomi di jalanan, dengan umur yang belum sepantasnya turut menjadi perhatian pemerintah dan lembaga-lembaga sosial dalam melakukan penanganan masalah tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi hal tersebut, salah satunya pembentukan rumah singgah bagi anak jalanan dengan mengimplementasikan pelayanan-pelayanan sosial atas dasar kebutuhan permasalahan yang dirasakan sang anak. Pelayanan sosial adalah upaya dalam menolong pihak-pihak yang membutuhkan untuk dapat kembali menjalankan fungsi-fungsi sosial mereka sebagai manusia. Anak-anak jalanan di rumah singgah, akan mendapatkan pelayanan sosial yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Rumah Singgah Dukuh Semar adalah salah satu rumah singgah bagi anak jalanan yang berada di Kota Cirebon, Jawa Barat. Rumah singgah Dukuh Semar sudah berdiri dari awal tahun 2012 dan sudah berhasil mengembalikan anak jalanan untuk bersekolah dan tidak lagi melanjutkan kegiatan dijalanan seperti yang sebelumnya dilakukan. Pengembalian anak jalanan kesekolah memang tujuan awal dibentuknya rumah singgah ini dan dalam prosesnya untuk mencapai tujuan tersebut, rumah singgah telah bermitra kerja dengan beberapa lembaga-lembaga dalam menjalankan kegiatan pelayanan sosialnya untuk anak-anak.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif agar mendapatkan informasi dan data secara lebih mendalam. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara secara mendalam kepada informan, observasi, dokumentasi, dan juga studi pustaka. Penelitian ini membahas mengenai kegiatan pelayanan sosial di rumah singgah pada anak jalanan. Ditemukan hasil dari penelitian ini ialah terdapat kegiatan pelayanan yang dilakukan rumah singgah untuk anak jalanan, yaitu pelayanan kebutuhan pangan, pelayanan konseling, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, pelayanan keterampilan, pelayanan keagamaan, dan pelayanan rekreasi dan hiburan. Dalam mencapai tujuannya untuk dapat mengembalikan anak jalanan ke sekolah, ditemukan faktor-faktor pendukung dan penghambat dari tiap pelayanan yang diberikan rumah singgah. Faktor tersebut ialah faktor SDM, faktor keuangan, faktor sarana pra-sarana dll. Pembahasan faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pelayanan yang diberikan membuat terlihatnya indikator keberhasilan dari macam-macam kegiatan pelayanan sehingga lebih terurai dalam menjelaskan durasi pemberian layanan, sasaran penerima dan memudahkan untuk mencapai tujuan dalam membuat anak-anak jalanan dapat kembali bersekolah.Kata Kunci: Anak Jalanan, rumah singgah, pelayanan sosial
INONG BALEE DAN PEMULIHAN PASCAKONFLIK DI ACEH: ANALISIS TEORI KEKERASAN JOHAN GALTUNG Mutiah Nabilla Ulfah; Muhammad Fedryansyah; Soni Akhmad Nulhaqim
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v4i2.39989

Abstract

juga memiliki andil besar dalam gerakan separatis masyarakat Aceh. Jika dilihat dalam konteks pergerakan perempuan, perempuan anggota inong balee memiliki peran dan posisi yang sentral bagi masyarakat. Mereka bahkan terlibat dalam penyusunan strategi dan negoisasi dengan berbagai pihak. Namun dengan adanya berbagai kepentingan politik dan diskriminasi yang mengabaikan perjuangan mereka, perempuan mantan anggota inong balee justru menjadi kelompok yang harus menanggung risiko berkepanjangan dalam proses pemulihan pascakonflik yang tidak sepenuhnya melibatkan dan mengutamakan posisi mereka saat menjalani integrasi ke dalam masyarakat secara umum. Berkaitan dengan isu tersebut, kajian dalam artikel ini disusun untuk mengkaji konteks sejarah terbentuknya inong balee. Artikel ini juga disusun untuk menganalisis proses pemulihan pascakonflik yang dilakukan bagi para perempuan mantan anggota inong balee. Berdasarkan tujuan tersebut, maka artikel ini disusun dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari data sekunder melalui teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Kajian dalam pemulihan pascakonflik bagi para perempuan mantan anggota inong balee dalam artikel ini mengacu pada teori kekerasan yang dikembangkan oleh Johan Galtung. Teori kekerasan tersebut akan menjadi dasar kajian sosiologis yang dapat menjelaskan proses terjadinya pertentangan antarkelompok yang berakar pada adanya sikap dan pertentangan. Sikap dan pertentangan dalam teori kekerasan Galtung tersebut kemudian dapat termanifestasi menjadi sebuah konflik. Analisis mengenai pemulihan pascakonflik yang dilalui oleh para perempuan mantan anggota inong balee dalam artikel ini juga akan mengacu pada berbagai kajian terdahulu yang fokus membahas isu konflik dan gender. Hasil kajian dalam artikel ini menjelaskan bahwa adanya ketidakadilan gender dan peminggiran isu mengenai inong balee menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan pascakonflik bagi para perempuan mantan anggota inong balee di Aceh.
ANALISIS SEGITIGA SPK PADA KEKERASAN LANGSUNG ANTAR ORGANISASI KEMASYARAKATAN (ORMAS) FORUM BETAWI REMPUG (FBR) DAN PEMUDA PANCASILA (PP) Dina Elina Saragih; Soni Akhmad Nulhaqim; Muhammad Fedryansyah
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v4i2.40000

Abstract

Di Indonesia, ormas mulai bermunculan ketika terjadi perubahan sosial ekonomi pada masa kolonial, khususnya saat kapitalis merkantilis diperkenalkan oleh Belanda. Menurut data Kementerian Dalam Negeri jumlah ormas di Indonesia sampai tahun 2019 telah mencapai 431.465. Akhir-akhir ini keberadaan ormas yang seharusnya diharapkan dapat mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat malah sebaliknya menjadi hal yang meresahkan. Tulisan ini akan membahas tentang salah satu ormas terbesar di Indonesia yaitu Pemuda Pancasila (PP) yang belakangan ini terlibat konflik dengan ormas Forum Betawi Rembug (FBR). Kedua ormas ini dalam berita media tercatat mengalami konflik yang berlangsung berulang-ulang bahkan berujung kepada kekerasan. Tulisan ini mencoba untuk mengeksplorasi kekerasan langsung dalam kejadian-kejadian konflik yang terjadi diantara kedua ormas ini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menyunting, merangkum hasil atau temuan sebelumnya yang telah dikelompokkan, kemudian dibantu dengan analisis segitiga SPK Galtung. Dengan analisis Segitiga ABC ditemukan aspek attitude, behaviour dan Contradiction pada konflik yang terjadi di antara kedua ormas ini. Diharapkan dengan temuan aspek tersebut pemerintah maupun ormas yang terlibat semakin dapat menemukan solusi yang ideal untuk adanya terwujudnya resolusi konflik. In Indonesia, mass organizations began to emerge when socio-economic changes occurred during the colonial period, especially when mercantilist capitalists were introduced by the Dutch. According to data from the Ministry of Home Affairs, the number of mass organizations in Indonesia until 2019 has reached 431,465. Lately, the existence of mass organizations that should be expected to support the realization of social welfare has instead become a disturbing thing. This article will discuss one of the largest mass organizations in Indonesia, namely Pancasila Youth (PP), which has recently been involved in a conflict with the Betawi Rembug Forum (FBR) mass organization. The media reported that these two mass organizations experienced repeated conflicts that even led to violence. This paper tries to explore direct violence in conflict incidents that occurred between these two mass organizations. The method used in writing this article is a literature study. Data analysis in this study was carried out by editing, summarizing the results or previous findings that had been grouped, then assisted by an analysis of the Galtung SPK triangle. With the ABC Triangle analysis, attitude, behavior and contradiction aspects were found in the conflicts that occurred between the two mass organizations. And it is hoped that with the findings of these aspects, the government and the mass organizations involved will increasingly be able to find ideal solutions for the realization of conflict resolution.
UPAYA ORGANISASI INTERNASIONAL DALAM MENANGANI KRISIS KEMANUSIAAN DI YAMAN Vini Oktaviani; Nadila Auludya Rahma Putri; Soni Akhmad Nulhaqim
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v4i2.40248

Abstract

Sejak tahun 1992 sebelum terjadinya krisis Arab Spring, terlebih dahulu Yaman telah mengalami krisis ekonomi yang memicu terjadinya konflik diantara presiden Yaman utara dan Yaman selatan. Kemudian keadaan ini semakin diperparah dengan munculnya kelompok Al-Houthi yang mencoba untuk memisahkan diri dan menjadi negara merdeka. Pertentangan yang terjadi di Yaman mengakibatkan banyak sekali dampak buruk bagi semua masyrakat Yaman. Kondisi ini mengakibatkan Yaman mengalami krisis kemanusiaan karena kekurangan pangan, banyaknya kasus malnutrisi, dan lain sebagainya. Kondisi Yaman di perparah dengan adanya konflik Ukraina-Rusia, karena sebagian besar gandum di impor dari dua negara tersebut yang mengakibatkan Yaman kesulitan untuk memperoleh gandum sebagai bahan pokok. Adanya krisis kemanusiaan di Yaman sudah sewajarnya menjadi perhatian internasional. Metode penelitian yang digunakan ialah melalui pendekatan studi kepustakaan dengan teknik mengumpulkan data melalui buku, jurnal, internet, atau literatur tertulis lainnya sebagai landasan kepenulisan. Saat ini sudah banyak organisasi-organisasi internasional yang ikut andil dalam menangani krisis kemanusiaan di Yaman. FAO, WFP, dan UNICEF menjadi salah satu dari organisasi internasional yang ikut andil dalam membantu Yaman. Kehadirannya banyak memberikan dampak baik, namun masih tetap diperlukan kontribusi lebih dari berbagai pihak.Kata Kunci : Yaman, Krisis Kemanusiaan, Organisasi Internasional
“Validasi Data Kependudukan” Apps as A Representation of Sustainable Public Governance Soni Akhmad Nulhaqim; Nandang Alamsah Deliarnoor; Taqiya Arini Putri
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 11, No 1: January 2023
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v11i1.6592

Abstract

The era of digitalization has brought improvement and progress in various facets of public life, particularly in the aspect of public governance sustainability. However, as a social phenomenon, digitization in the governance process is inseparable from the population and civil registry conflicts which are intertwined. As a narrow practical example, the implementation of Validasi Data Kependudukan Apps in the Nanggerang Village of Sumedang Regency represents the empirical occurrence that digitalization represented by the Apps in the realm of public governance does not operate as expected, on the other hand, population and civil registry conflicts arise over the presence of the application implementation and its policies. This study aims to examine the application of “Validasi Data Kependudukan” in Nanggerang Village, Sumedang Regency as a social phenomenon representing sustainable public governance. A qualitative descriptive method with interview and empirical observation are conducted as  analytical tool. In a conclusion, this study reveals that the existence of a Validasi Data Kependudukan Apps is the impact of the digitalization process in the government and is a derivative of the application that has been implemented in Sumedang Regency. Throughout the implementation process, there are problems with public awareness related to the existence of this application, causing conflicts between the government and the community itself in terms of managing population documents. Accommodation is an obstacle to existing awareness problems and has an impact on the ideals of sustainable public governance.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA ORGANISASI PELAYANAN SOSIAL UNTUK PENYANDANG DISABILITAS (STUDI KASUS PADA YAYASAN BIRUKU INDONESIA) Djulaiha Sukmana; Soni Akhmad Nulhaqim; Nurliana Cipta Apsari
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 14 No. 1 (2023): Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v14i1.5814

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia sangat diperlukan karena memiliki aspek yang penting dalam meningkatkan produktivitas kerja dan membantu percepatan pencapaian tujuan organisasi, (Kettner, 2013).Seperti halnya organisasi lain pada umumnya, organisasi pelayanan sosial juga memerlukan fungsi manajemen, yaitu : planning, organizing, Human Resaurce Development (HRD), fundraising dan system information, dan aspek sumber daya manusia berada dalam fungsi manajemen HRD atau pengembangan sumber daya manusia . Secara lebih spesifik, pada pengembangan sumber daya manusia terdapat 7 aspek yang perlu dipahami, yaitu mengenai seleksi, perekrutan, orientasi, pelatihan, pengembangan, penilaian kinerja, dan pemutusan hubungan kerja, (Kettner, 2013). Untuk melaksanakan kompetensi pengembangan sumber daya manusia, dalam praktiknya akan melalui tahapan-tahapan tersebut yang akan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan (Action Plan) dan juga disesuaikan dengan kebutuhan organisasi (Setiani, 2013), salah satu kegiatan pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan program pendidikan dan pelatihan. Pada organisasi layanan manusia yang memberikan pelayanan sosial bagi penyandang disabilitas pendidikan dan pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada akan keahlian dan kopetensi khusus yang harus diperhatikan bagi pemberian layanan, (Setiani, 2013). Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan dan pelatihan pada organisasi pelayanan sosial bagi penyandang disabilitas dengan metode penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mendapatkan gambaran mengenai pentingnya pengembangan sumber daya manusia pada organisasi pelayanan sosial bagi penyandang disabilitas.
Analisis Pekerjaan Sosial Ibu Asuh Di Sos Children Village Karya Bhakti Ria Pembangunan, Cibubur, Jakarta Timur Elma Purna Deka; Soni Akhmad Nulhaqim
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 1 No. 04 (2020): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.441 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v1i04.46

Abstract

Tujuan Penelitian bahwa analisis pekerjaan suatu kegiatan sistematis dalam menelaah suatu pekerjaan dengan menentukan tugas, kewajiban dan tanggung jawab dari suatu pekerjaan, pengetahuan, kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dalam suatu organisasi. Metode Penelitian yang dilakukan ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Terdapat 15 ibu asuh di SOS Children’s Village ini. Mereka memiliki tugas selayaknya ibu di dlaam suatu keluarga. Hasil Penelitian Menunjukan Untuk menjadi ibu asuh dibutuhkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, tetapi persyaratan utama adalah memiliki sikap atau jiwa keibuan dikarenakan mereka akan berhadapan dengan berbagai macam anak asuh yang memiliki berbagai macam kepribadian dengan latar belakang keluarga yang berbeda. Selanjutnya mereka akan mengikuti serangkaian tes sampai pada akhirnya diterima sebagai ibu asuh maupun asisten dari ibu asuh di SOS Children’s Village.
IMPLEMENTASI PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI ANAK KORBAN TINDAK KEKERASAN Shafira Putri Ramadhani; Soni Akhmad Nulhaqim; Risna Resnawaty
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 5, No 2 (2022): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Bulan Desember Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v5i2.39080

Abstract

AbstrakKekerasan terhadap anak adalah suatu tindakan yang dapat menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembang dan kelangsungan hidup anak. Akibatnya anak akan mengalami kerugian melalui dampak yang ia rasakan baik secara fisik maupun secara mental. Hal ini tentunya menjadi permasalahan yang perlu diatasi. Melalui program Perlindungan Khusus Anak yang dilaksanakan oleh DP3AKB Kabuapaten Majalengka, dilaksanakan upaya-upaya melalui kegiatan yang ditujukan agar anak terpenuhi haknya, yaitu hak untuk mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses implementasi program yang dilaksanakan oleh DP3AKB. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan yang terlibat dalam penelitian berjumlah 9 orang.Hasil penelitian ini menggambarkan tentang implementsi program Perlindungan Khusus Anak yang dilakukan oleh DP3AKB dalam upaya penanganan kekerasan pada anak yang didalamnya membahas 4 aspek implementasi program yaitu communications, resources, attitudes, bureaucracy. Kegiatan yang dilakukan oleh DP3AKB berfokus pada upaya pencegahan kekerasan melalui sosialisasi dan juga penanganan kekerasan pada anak melalui pendampingan kasus yang melibatkan kerjasama dengan berbagai pihak. Kegiatan dalam program tersebut dapat terlaksana karena adanya komunikasi yang bersifat koordinatif, sumber daya yang dialokasikan dalam pelaksanaan program, sikap para implementator yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pelaksanaan program dan juga aturan dalam birokrasi yang mana setiap implementator memiliki kewenangan dan porsinya masing-masing terhadap tugas yang dijalankan. Namun masih perlu adanya inovasi melalui pengembangan implementasi program untuk menunjang peningkatan kinerja dari para implementator agar dapat meminimalisir semakin banyaknya anak yang menjadi korban kekerasan.     
Co-Authors Ade Tatan Adi Fahrudin Ai Siti Mardiah Ajruni Wulandestie Arifin Ajruni Wulandestie Arifin, Ajruni Wulandestie Alavi, Khadijah Aliim, Tahrizi Fathul Alma Fildzah Aufar Anjani, Firda Dwi Arie Surya Gutama Ashari Utomo Putra Ashari Utomo Putra, Ashari Utomo Asyia, Arifah Di'Faeni Nurul Asyia, Arifah Di’Faeni Nurul Aurellia Shinta Purnamasari Auriel Karina Siti Zutema Azhar, Jihan Kamilla Berry Choresyo Berry Choresyo, Berry Binahayati Rusyidi Bryan Matheus Marley Haliwela Deliarnoor, Nandang Alamsah Denny Maulana Pratama Diana Hardhing Dina Elina Saragih Djulaiha Sukmana Dyana C Jatnika Eka Nurwahyuliningsih Elma Purna Deka Elprida Riyanny Syalis Eva Nuriyah Hidayat Eva Nuriyah Hidayat Fadila Ayu Utami Fadilah Putri Fadilah Putri, Fadilah Faishal Nur’Arafa Supandi Fauzi, Rizki Muhammad Firda Dwi Anjani Fitri Ismail Fitri Ismail, Fitri Gigin Ginanjar Kamil Basar Gigin Ginanjar Kamil Basyar Gigin Kamil Basar Gisela Adio Ros Maria Hadiyanto A. Rachim Hadiyanto A. Rachim Hadiyanto A. Rachim Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hafid Ramdhani Hafid Ramdhani, Hafid Hafni Khofifah Solihat Hanum, Fauziah Helmi Tachejadi Soerjono Hery Wibowo, Hery Iin Rizkiyah Imaunudin Kudus Ishak Fadlurrohim Johani, Riany Ambonnari Khofiyya Fathimah A.F Kudus, Imaunudin Lia Yulia Louisiani Mansoni Isnajati Mallia Hartani Margana, Borromeus Brave Grady Maryatun Maryatun Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Muhamad Fariz Salman Zulkipli Muhamad Nur Affandi Muhammad Akbar Muhammad Akbar Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muhammad Ferdryansyah Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Muhammad Sahrul Muthia Fadhila Khairunnisa Mutiah Nabilla Ulfah Nadila Auludya Rahma Putri Nadilla, Hanifah Fatwa Nandang Alamsah Deliarnoor Nandang Alamsah Deliarnoor Nastia, Gina Indah Permata Nunung Nurwati Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Ode Esa Sinarta Praratya, Atalia Pratama, Yudhistira Anugerah Pristhalia Vernanda Gunawan Putri, Nadila Auludya Rahma Putri, Nadila Auludya Rahma Putri R. Dudy Heryadi Rachim, Hadiyanto Abdul Rajih Faiz Rabbani Ramadhan Pancasilawan Ratna Sari Ratna Sari Rd. Dewi Ismawati Reza Rinaldy REZA RINALDY Reza Rinaldy, Reza Riansyah Riansyah Riany Ambonnari Johani Ridwan Herianto Ridwan Herianto, Ridwan Rini Hartini Rinda Andayani Risna Resnawaty Risna Resnawaty, Risna Rizeki Hardiansyah Rizki Bunga Lestari Rizki Bunga Lestari Rizki Bunga Lestari Rizki Bunga Lestari, Rizki Bunga Rizki Muhammad Fauzi Rizkiyah, Iin Rohadi Rohadi Rosa Gamayanti Rosma Alimi RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Safri Sholehuddin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Salma Matla Ilpaj Salwa Salwa Santoso Tri Raharjo Shabira Marsya Supriatami Shafira Putri Ramadhani Shinta Ressmy Cakra Ningrat Sinarta, Ode Esa Sinurat, Gabriela Dameni Natalia Sri Sulastri Sri Sulastri Suci Rahmadhani Sukmana, Djulaiha Susi Hendriani Susi Hendriani Taqiya Arini Putri Tesa Amyata Putri Vini Oktaviani Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah, Wandi Wildan M. Nur Ikhsan Wildan Muhammad Nur Ik'hsan Willya Achmad Windy Dermawan Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yon Daryono Yudhistira Anugerah Pratama Yulia Puspita Dewi Yundari, Yundari Zakiah Alfi Haryani Zulham Hamidan Lubis