Claim Missing Document
Check
Articles

THE ROLE OF VILLAGE FUND CASH TRANSFER AS AN EFFORT REDUCING POVERTY RATES IN MEKARSARI VILLAGE, CIANJUR DISTRICT, CIANJUR REGENCY Muhamad Fariz Salman Zulkipli; Soni Akhmad Nulhaqim; Gigin Ginanjar Kamil Basar
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 02 (2023): Jurnal Ekonomi, Perode April - Juni 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 pandemic not only disrupts health but also has an impact on the economic order of all countries. Launching from the Benefita 5(2) Journal, the impact of the pandemic on the economy can cause low investor sentiment toward the market which ultimately makes the market negative. The Covid-19 pandemic entered Indonesia in 2020, the impact felt made the Indonesian economy bad, especially for people in the poor category, so there needs to be government efforts to overcome this problem. And to overcome this, one of the efforts made by the Indonesian government is to refocus the budget from various existing budget items. And one of the budget items that is also being refocused is the Village Fund. The main priority for using Village Funds this year is a social protection program in the form of Village BLT. Village BLT is a cash gift to poor or indigent families in the village sourced from the Village Fund. This provision aims to help the rural poor, reduce the economic impact of the Covid-19 pandemic, and become an additional income to increase the purchasing power of the poor in meeting their basic daily needs. Village funds, which are intended for village development and development, are diverted into cash assistance funds called Village Fund Direct Cash Assistance (BLT Dana Desa). Therefore, this study aims to determine the role of Village Fund BLT in reducing the poverty level of people in the village. To achieve the above goals, researchers here use a descriptive qualitative research approach. The method of data collection is structured interviews and documentation. Data analysis used consists of data education, information collection, and conclusions. The results showed that the Village Fund Direct Cash Transfer greatly helped the community's economy. Because it increases people's purchasing power.
Kewirausahaan Sosial Dalam Bank Sampah Sabilulungan Kecamatan Tamansari Kota Bandung Bryan Matheus Marley Haliwela; Soni Akhmad Nulhaqim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.48823

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan aspek kewirausahaan sosial di dalam pengelolaan sampah oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan aspek kewirausahaan sosial dalam pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Bank Sampah Sabilulungan, ditinjau dari konsep yang dikemukakan oleh Gregory Dees. Penelitian ini berlokasi di Bank Sampah Sabilulungan Kecamatan Tamansari Kota Bandung.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi non partisipatif, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Dan pedoman penelitian yang digunakan antara lain pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Dalam proses pengolahan dan analisis data pada penelitian ini, peneliti melakukan reduksi data untuk merangkum, memilih, dan memfokuskan kepada hal-hal yang penting. Dilanjutkan dengan penyajian data dan diakhiri dengan menarik kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian menunjukan masih terdapat ketidaksesuaian pada beberapa indikator dalam aspek kewirausahaan sosial dalam pengelolaan sampah di Bank Sampah Sabilulungan. Adapun dalam aspek mendefinisikan misi sudah sudah sesuai pada indikator dalam mendefinisikan misi, dan menangani hambatan, tetapi kurang sesuai dalam indikator menjalankan misi. Penerapan aspek mengenali peluang baru sudah sesuai pada indikator menentukan peluang baru dan merealisasikan ide. Penerapan aspek proses mobilisasi sumber daya sudah sesuai pada indikator sumber daya yang dimanfaatkan. Penerapan aspek manajemen resiko masih tidak sesuai pada indikator mengidentifikasi resiko yang dihadapi tetapi cukup sesuai pada indikator penanganan risiko. Penerapan aspek mengidentifikasi dan menarik pelanggan sudah sesuai pada kedua indikator yaitu mengidentifikasi pelanggan dan menarik pelanggan. Penerapan aspek terakhir manajemen keuangan masih belum sesuai, maka diperlukan pengembangan terhadap manajemen keuangan.Melihat masih adanya kekurangan dalam penerapan aspek kewirausahaan sosial pada pengelolaan sampah di Bank Sampah Sabilulungan, maka diperlukan inovasi berupa pengembangan aspek mendefinisikan misi, proses manajemen resiko, dan proses manajemen keuangan guna membantu meningkatkan kegiatan pengelolaan sampah.
PERAN ORGANISASI INTERNASIONAL SERTA RESPON PEKERJA SOSIAL TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN Ai Siti Mardiah; Hafni Khofifah Solihat; Soni Akhmad Nulhaqim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.40302

Abstract

ABSTRAKKasus kekerasan terhadap anak kini marak terjadi bahkan menjadi masalah nasional maupun internasional. Di banyak negara, kekerasan terhadap anak pun marak terjadi, seperti kekerasan emosional, kekerasan fisik, dan kekerasan seksual. Kekerasan semakin merajalela bahkan sudah menjadi suatu “hal yang lumrah” upaya untuk perlindungan  anak  menjadi isu yang urgent, terutama bagi mereka yang beresiko. Kekerasan dapat terjadi dimanapun dan oleh siapapun, namun kebanyakan pelaku kekerasan terhadap anak ini terjadi di lingkungan keluarga, teman atau bahkan saudara dan tetangga terdekat. Oleh karena itu, penyelesaian dalam kasus ini yaitu bagaimana organisasi internasional berperan serta respon pekerja sosial dalam permasalahan ini. Maka, dalam penelitian ini peneliti menggunakan sebuah metode dalam penulisan artikel ini adalah metode penelitian studi literatur. Yang mana hasil atau temuan dalam penelitian ini yaitu bagaimana peran organisasi internasional serta bagaimana seorang pekerja sosial dalam merespon kasus kekerasan ini serta melihat bagaimana berjalannya sebuah organisasi internasional yang menangani kasus tersebut.Kata kunci: Kekerasan terhadap Anak di Dunia,   Hukum Internasional Kekerasan terhadap Anak,   Peran Pekerja Sosial terhadap Kekerasan terhadap Anak,   SDGs. ABSTRACTCases of violence against children are now rife and even become a national and international problem. In many countries, violence against children is also rampant, such as emotional violence, physical violence, and sexual violence. Violence is increasingly rampant and has even become a "common thing." efforts to protect children are an urgent issue, especially for those who are at risk. Violence can occur anywhere and by anyone, but most of the perpetrators of violence against children occur in the family, friends or even relatives and closest neighbors. Therefore, the solution in this case is how international organizations participate in the response of social workers to this problem. So, in this study the researcher used a method in writing this article which was a literature study research method. Which results or findings in this study are how the role of international organizations and how a social worker responds to this case of violence and see how an international organization handles the case.Keyword: Violence against Children in the World,   International Law on Violence against Children,   Role of Social Workers in Violence against Children,   SDGs.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PROGRAM HIV DI LEMBAGA PELAYANAN SOSIAL PKBI JAWA BARAT Elprida Riyanny Syalis; Soni Akhmad Nulhaqim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.34178

Abstract

Organisasi Pelayanan Sosial merupakan swadah yang dibentuk dengan tujuan membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan sosial. Salah satu faktor yang menentukan dalam pencapaian tujuan dari suatu organisasi pelayanan soisal adalah sistem Informasi. Sistem informasi adalah sistem yang menyediakan informasi guna mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses manajerial lembaga, khususnya pada aspek Sistem Informasi Manajemen (SIM). Metode yang dilakukan dalam proses penelitian ini yaitu dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi serta menggunakan analisis SWOT. Dari hasil penelitian program HIV memiliki sistem informasi yaitu sistem informasi spiritia (SIS) namun SIS ini memiliki kelemahan yaitu kurangnya akomodir dalam keseluruhan situasi lapangan dan data yang disajikan masih terbatas sehingga membutuh pengolahan lebih lanjut.
REKAYASA MODEL PERLINDUNGAN LANJUT USIA DENGAN PENDEKATAN “PENTA HELIX” DI INDONESIA Muhammad Akbar; Soni Akhmad Nulhaqim; Nandang Alamsah Deliarnoor; Risna Resnawaty
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Biyan Edisi Khusus
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur Harapan Hidup Indonesia mencapai 71,57 Tahun. Bonus demografi di 2030 diharapkan menciptakan lanjut usia produktif agar kelompok lanjut usia tidak menjadi kelompok yang rentan. Pemangku kepentingan “Penta Helix” dapat berpartisipasi dengan berbagai kegiatan. Akademisi memiliki pengetahuan dan keterampilan dengan konseptualisasi, teori yang relevan berbasis penelitian. Bisnis menjadi sarana pendukung dari pemberi dana maupun mempertahankan nilai-nilai yang ada di masyarakat sekitar melalui program CSR. Masyarakat sebagai subjek menemukenali masalah dan kebutuhan pemecahan masalah yang dilaksanakan. Media, berperan mendukung publikasi, edukasi informasi sehingga dikenal masyarakat. Pemerintah berperan sebagai pengontrol memiliki regulasi terkait perlindungan lanjut usia. Rekayasa model perlindungan lanjut usia dengan pendekatan “Penta Helix” perlu dilakukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik dengan tahap awal pencarian kata kunci sebagai penelitian "Penta Helix" melalui dari Scopus dengan menggunakan VOSviewer untuk database dasar. Penyaringan data diperoleh 47 artikel yang berkaitan kemudian menggunakan program metadata dengan memvisualisasikan tren penelitian dan memiliki peluang penelitian di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis data terkait menghasilkan 9 cluster dengan topik yang berpusat pada sektor sinergitas dan kolaborasi “Penta Helix” serta artikel penelitian sedang ditinjau yaitu penanganan perlindungan lanjut usia belum pernah dilakukan. Perlindungan kepada lanjut usia tidak hanya menjadi pemerintah dan keluarga saja namun diharapkan kolaborasi pemangku kepentingan “Penta Helix” dapat memberikan pelayanan kepada lanjut usia secara maksimal dan komprehensif. Kata Kunci : Umur Harapan hidup, Lanjut Usia; Bibliometrik; Penta Helix; Kesejahteraan Lanjut Usia.
Pasal Karet UU ITE dan Peyelesaian Konflik Digital di Indonesia Shinta Ressmy Cakra Ningrat; Soni Akhmad Nulhaqim
Epistemik: Indonesian Journal of Social and Political Science Vol 4 No 2: Oktober, 2023
Publisher : Epistemik Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57266/epistemik.v4i2.158

Abstract

The Electronic Information and Transaction Law (UU ITE) is a problem for several groups, namely activists, pro-democracy groups, academics and students. The ITE Law specifically regulates digital law in Indonesia. This research will answer how civil society groups have demanded a revision of the ITE Law since 2016. The method used in this research is descriptive qualitative. In addition, this research is based on data collected from various mass media, scientific research journals, v-dem datasets and reports from Non-Government Organizations such as SAFEnet. The results of this study conclude that the ITE Law does not resolve conflicts that occur in the online domain, but adds to existing conflicts, as evidenced by the existence of virtual politics and digital repression. The civil society movement demanding the revision of the ITE Law has had a positive impact on democracy. Meanwhile, the government that passed the ITE Law showed a trend of stagnation and a decline in democracy because it showed poor rule of law.
Peran Lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sebagai Upaya Resolusi Konflik Di Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang Jawa Barat Alma Fildzah Aufar; Faishal Nur’Arafa Supandi; Salma Matla Ilpaj; Gisela Adio Ros Maria; Soni Akhmad Nulhaqim; Muhammad Fedryansyah
Aliansi Special Issue September 2022 : Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v0i0.41962

Abstract

Lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan lembaga yang lahir bagi kepentingan kesejahteraan masyarakat yang dijalankan oleh perempuan. Selain itu PKK juga menjadi salah satu wadah yang mendukung perempuan dalam menjalankan peran ganda di dalam keluarga dan masyarakat, antara lain menjadi seorang ibu dan seorang pelaku pemberdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran yang dilakukan oleh lembaga PKK sebagai lembaga yang mengakomodasi berbagai kegiatan kolektif sehingga memungkinkan adanya penurunan intensi konflik yang terjadi di masyarakat dan atau menciptakan kondisi lingkungan yang harmonis di masyarakat. Penelitian ini berlokasi di Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat berdasarkan konflik Agraria yang terjadi di desa tersebut. Masyarakat lokal berusaha untuk mewujudkan resolusi konflik, salah satu pihaknya yaitu dari peran PKK. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data melalui metode analisis data sekunder dari hasil kajian literatur artikel dan jurnal yang relevan terkait peran lembaga PKK. Hasil penelitian ini merujuk kepada 10 program pokok yang dimiliki oleh lembaga PKK, meliputi: (1) penghayatan dan pengamalan pancasila, (2) gotong royong, (3) pangan, (4) sandang, (5) perumahan dan tata laksana rumah tangga, (6) pendidikan dan keterampilan, (7) kesehatan, (8) pengembangan kehidupan koperasi, (9) kelestarian lingkungan hidup, dan (10) perencanaan sehat. Hal tersebut berpengaruh dalam penciptaan kondisi lingkungan masyarakat yang lebih baik. The Family Welfare Empowerment Institute (PKK) is an institution that was born for the benefit of the welfare of the community run by women. In addition, the PKK is also one of the containers that support women in carrying out dual roles in the family and society, including being a mother and an enabler. This study aims to describe the role played by PKK as an institution that accommodates various collective activities so as to allow a decrease in the intensity of conflict that occurs in the community and or create a harmonious environmental condition in the community. This research is located in Genteng Village, Sukasari Subdistrict, Sumedang Regency, West Java based on Agrarian conflicts that occurred in the village. Local communities are trying to bring about conflict resolution, one of the parties is from the PKK's role. This research was conducted by collecting data through a secondary data analysis method from the results of literature studies of relevant articles and journals related to the role of PKK institutions. The results of this study refer to 10 main programs owned by PKK institutions, including: (1) the perception and practice of Pancasila, (2) gotong royong, (3) food, (4) clothing, (5) housing and household governance, (6) education and skills, (7) health, (8) cooperative life development, (9) environmental sustainability, and (10) healthy planning. This is influential in creating better community environment conditions.
Peran Pelopor Perdamaian Provinsi Dki Jakarta Dalam Penanganan Konflik Sosial Soni Akhmad Nulhaqim; Muhammad Fedryansyah; Eva Nuriyah Hidayat; Wandi Adiansah
Aliansi Special Issue September 2022 : Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v0i0.41868

Abstract

Tenaga Pelopor Perdamaian merupakan relawan sosial masyarakat yang diberikan tugas untuk penanganan konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran Tenaga Pelopor Perdamaian di wilayah Provinsi DKI Jakarta dalam penanganan konflik sosial yang meliputi pencegahan konflik sosial, pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan pasca konflik sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan melalui tahapan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tahap pencegahan konflik, tenaga Pelopor Perdamaian berperan dalam upaya peningkatan kapasitas kelembagaan dan sistem peringatan dini. Dalam pemenuhan kebutuhan dasar pelopor perdamaian berperan sebagai relawan yang memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan pelayanan psikososial dalam kondisi kedaruratan bagi korban konflik sosial dan pengungsi. Sementara itu pada pemulihan pasca konflik, pelopor perdamaian berperan dalam upaya mengembalikan keadaan dan memperbaiki hubungan yang tidak harmonis dalam masyarakat akibat konflik melalui kegiatan rekonsiliasi, rehabilitasi dan rekonstruksi. Pelopor Perdamaian are community social volunteers who are assigned the task of handling social conflicts. This study aims to examine the role of Pelopor Perdamaian in the DKI Jakarta Province in handling social conflicts which include preventing social conflicts, fulfilling basic needs and post-social conflict recovery. The research method used in this research is descriptive qualitative. The data used in the form of primary data and secondary data. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews and documentation studies. Data processing techniques are carried out through the stages of data reduction, data display and drawing conclusions. The results showed that in the conflict prevention stage, Pelopor Perdamaian played a role in efforts to increase institutional capacity and early warning systems. In fulfilling the basic needs of Pelopor Perdamaian, they act as volunteers who meet the needs of food, clothing and psychosocial services in emergency conditions for victims of social conflict and refugees. Meanwhile, in post-conflict recovery, Pelopor Perdamaian play a role in efforts to restore the situation and improve relations that are not harmonious in the community due to conflict through reconciliation, rehabilitation and reconstruction activities.
Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Suku Anak Dalam Melalui Program Pendidikan Eka Nurwahyuliningsih; Soni Akhmad Nulhaqim; Hadiyanto Abdul Rachim
Aliansi Special Issue September 2022 : Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v0i0.41870

Abstract

Indigenous community with residential locations that are quite far from reach make it difficult to access educational services that have been provided by the government. The need for education for remote community is something that needs to be pursued, considering the right to education for all citizens. Education plays a very important role in helping remote indigenous community understand life's problems, are able to think independently, create business opportunities and are sensitive to the times. It can be seen clearly that in remote indigenous community the critical ability of indigenous community is still weak, even the number of educated indigenous community is still lacking. Based on the 2013 BAPPENAS, it is stated that some of the indigenous peoples hope that education can be used to defend themselves and deal with outsiders without loss. This article discusses an approach used in empowering community to achieve a good standard of living. This study is based on a literature study by examining several credible reference sources consisting of news articles, the latest scientific articles and books that are relevant to the topic of discussion. This article focuses on the importance of education for indigenous community, empowerment through an educational approach is one of the provisions obtained by indigenous community in adapting to current changes and facing the challenges of this modern era. Komunitas adat dengan lokasi tempat tinggal yang cukup jauh dari jangkauan menyebabkan sulit mengakses layanan pendidikan yang telah disediakan oleh pemerintah. Kebutuhan pendidikan bagi komunitas adat terpencil menjadi hal yang perlu diupayakan, hal ini mengingat adanya hak atas pendidikan bagi semua warga negara. Pendidikan sangat berperan untuk membantu komunitas adat terpencil dalam memahami persoalan hidup, mampu berpikir mandiri, kreatif menciptakan peluang usaha dan peka terhadap tuntutan zaman. Dengan kasatmata dapat dilihat bahwa di lingkungan permukiman komunitas adat terpencil kemampuan kritis komunitas adat masih lemah bahkan jumlah kaum terdidik dikalangan komunitas adat masih kurang. Berdasarkan publikasi Bappenas tahun 2013, disebutkan bahwa beberapa dari masyarakat adat mengharapkan pendidikan dapat digunakan untuk mempertahankan diri dan berhadapan dengan orang luar tanpa dirugikan. Artikel ini membahas pendidikan sebagai suatu pendekatan yang digunakan dalam memberdayakan komunitas adat agar dapat mencapai taraf hidup yang baik. Kajian ini didasarkan pada studi literatur dengan menelaah beberapa sumber referensi yang kredibel terdiri dari artikel berita, artikel ilmiah terbaru dan buku yang sesuai dengan topik pembahasan. Artikel ini menitikberatkan pada pentingnya pendidikan bagi komunitas adat, pemberdayaan melalui pendekatan pendidikan menjadi salah satu bekal yang diperoleh komunitas adat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan saat ini serta menghadapi tantangan zaman modern ini.
Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Pemecahan Konflik Agraria di Desa Genteng, Kabupaten Sumedang Ade Tatan; Wildan M. Nur Ikhsan; Rajih Faiz Rabbani; Soni Akhmad Nulhaqim; Muhammad Fedryansyah
Aliansi Special Issue September 2022 : Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v0i0.41871

Abstract

Desa Genteng merupakan wilayah yang berada di kabupaten Sumedang yang sebagian besar wilayahnya pertanian. Dalam sejarah kolonialisme Hindia Belanda sampai dalam masa transisi orderbaru, konflik agraria sering terjadi antara penduduk lokal dengan penguasa lahan. Hingga saat ini konflik masih terasa di Desa Genteng. Maka dari itu, di dalam melakukan pemecahan masalah tersebut dibutuhkan peran dari berbagai stakeholder yang ada salah satunya adalah peran organisasi kepemudaan (pemuda Pancasila) yang ada di Desa Genteng, pendalaman tentang peran oragnisasi kepemudaan dalam pemecahan konflik agraria perlu di lakukan untuk menemukan titik terang serta pencegahan yang efektif agar konflik agraria dapat di minimalisir.Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui bagaimana peran organisasi kepemudaan yang ada di desa Genteng dalam pemecahan konflik agraria yang terjadi di Desa Genteng, Kecamatan Sukasari Sumedang. Selain itu artikel ini bertujuan untuk memberikan perspektif bahwa organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam resolusi konflik agraria di Desa Genteng Kabupaten Sumedang.Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah studi literatur, data yang digunakan dalam artikel ini didapatkan melalui data base google scholar dan menghasilkan journal, artikel ilmiah dan literatur review yang sesuai dengan isu atau permasalahan yang akan diteliti oleh peneliti yaitu peran organisasi kepemudaan dalam pemecahan konflik agraria.Didalam pemecahan konflik agraria yang terjadi di Desa Genteng, organisasi kepemudaan mempunyai peran sebagai aktor revitalisasi dan pengamalan nilai-nilai Pancasila didalam bidang kehidupan bermasyarakat, mengayomi dan melakukan pemberdayaan pemuda dan masyarakat, menyerap aspirasi masyarakat, melakukan upaya untuk mendapatkan hak masyarakat petani di Desa Genteng. Genteng Village is an area located in Sumedang district which is mostly agricultural.  In the history of Dutch East Indies colonialism until the transition to the new order, agrarian conflicts often occurred between local residents and landowners.  Until now, the conflict is still felt in Gemteng Village.  Therefore, in solving these problems, the role of various stakeholders is needed, one of which is the role of youth organizations (Pancasila youth) in Genteng Village effectively so that agrarian conflicts can be minimized.The purpose of this article is to find out how the role of youth organizations (Pemuda Pensila) in Genteng Village in solving agrarian conflicts that occurred in Genteng Village, Sukasari Sumedang District.  In addition, this article aims to provide a perspective that youth organizations have an important role in the resolution of agrarian conflicts in Genteng Village, Sumedang Regency.  The method used in this study is a literature study, the data used in this article is obtained through the Google Scholar database and produces journals, scientific articles and literature reviews that are in accordance with the issues or problems to be studied by researchers, namely the role of youth organizations in solving agrarian conflicts.In solving agrarian conflicts that occurred in Genteng Village, youth organizations (Pancasila youth) have a role as actors in revitalizing and practicing Pancasila values in the field of social life, protecting and empowering youth and the community, absorbing community aspirations, making efforts to obtain community rights farmers in Genteng Village.
Co-Authors Ade Tatan Adi Fahrudin Ai Siti Mardiah Ajruni Wulandestie Arifin Ajruni Wulandestie Arifin, Ajruni Wulandestie Alavi, Khadijah Aliim, Tahrizi Fathul Alma Fildzah Aufar Anjani, Firda Dwi Arie Surya Gutama Ashari Utomo Putra Ashari Utomo Putra, Ashari Utomo Asyia, Arifah Di'Faeni Nurul Asyia, Arifah Di’Faeni Nurul Aurellia Shinta Purnamasari Auriel Karina Siti Zutema Azhar, Jihan Kamilla Berry Choresyo Berry Choresyo, Berry Binahayati Rusyidi Bryan Matheus Marley Haliwela Denny Maulana Pratama Diana Hardhing Dina Elina Saragih Djulaiha Sukmana Dyana C Jatnika Eka Nurwahyuliningsih Eka Nurwahyuliningsih Elma Purna Deka Elprida Riyanny Syalis Eva Nuriyah Hidayat Eva Nuriyah Hidayat Fadila Ayu Utami Fadilah Putri Fadilah Putri, Fadilah Faishal Nur’Arafa Supandi Fauzi, Rizki Muhammad Firda Dwi Anjani Fitri Ismail Fitri Ismail, Fitri Gigin Ginanjar Kamil Basar Gisela Adio Ros Maria Hadiyanto A Rachim Hadiyanto A. Rachim Hadiyanto A. Rachim Hadiyanto A. Rachim Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hafid Ramdhani Hafid Ramdhani, Hafid Hafni Khofifah Solihat Hanum, Fauziah Helmi Tachejadi Soerjono Hery Wibowo, Hery Iin Rizkiyah Imaunudin Kudus Ishak Fadlurrohim Johani, Riany Ambonnari Khofiyya Fathimah A.F Kudus, Imaunudin Lia Yulia Louisiani Mansoni Isnajati Mallia Hartani Margana, Borromeus Brave Grady Maryatun Maryatun Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Muhamad Fariz Salman Zulkipli Muhamad Nur Affandi Muhammad Akbar Muhammad Akbar Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muhammad Ferdryansyah Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Muhammad Sahrul Muthia Fadhila Khairunnisa Mutiah Nabilla Ulfah Nadila Auludya Rahma Putri Nadilla, Hanifah Fatwa Nandang Alamsah Deliarnoor Nastia, Gina Indah Permata Nunung Nurwati Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Ode Esa Sinarta Praratya, Atalia Pratama, Yudhistira Anugerah Pristhalia Vernanda Gunawan Putri, Nadila Auludya Rahma Putri, Nadila Auludya Rahma Putri R. Dudy Heryadi Rachim, Hadiyanto Abdul Rajih Faiz Rabbani Ramadhan Pancasilawan Ratna Sari Ratna Sari Rd. Dewi Ismawati Reza Rinaldy REZA RINALDY Reza Rinaldy, Reza Riansyah Riansyah Riany Ambonnari Johani Ridwan Herianto Ridwan Herianto, Ridwan Rini Hartini Rinda Andayani Risna Resnawaty Risna Resnawaty, Risna Rizeki Hardiansyah Rizki Bunga Lestari Rizki Bunga Lestari Rizki Bunga Lestari Rizki Bunga Lestari, Rizki Bunga Rizki Muhammad Fauzi Rizkiyah, Iin Rohadi Rohadi Rosa Gamayanti Rosma Alimi RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Safri Sholehuddin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Salma Matla Ilpaj Salwa Salwa Santoso Tri Raharjo Shabira Marsya Supriatami Shafira Putri Ramadhani Shinta Ressmy Cakra Ningrat Sinarta, Ode Esa Sinurat, Gabriela Dameni Natalia Sri Sulastri Sri Sulastri Suci Rahmadhani Sukmana, Djulaiha Susi Hendriani Susi Hendriani Taqiya Arini Putri Tesa Amyata Putri Vini Oktaviani Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah, Wandi Wildan M. Nur Ikhsan Wildan Muhammad Nur Ik'hsan Willya Achmad Windy Dermawan Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yon Daryono Yudhistira Anugerah Pratama Yulia Puspita Dewi Yundari, Yundari Zakiah Alfi Haryani Zulham Hamidan Lubis