Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENANAMAN NILAI-NILAI KEISLAMAN BAGI ANAK USIA DINI Eti Nurhayati
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.505 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i2.816

Abstract

ABSTRACTAlong with the progress achieved in the current era of globalization, there is a crisis of moral and religious. Various delinquency increasingly become a phenomenon among teens and adults, in addition to the commitment and consistent of religious has not been seen in some teenagers and adults. It is pointed out, due to religious education and Islamic values are less effective when they were inculcated in early childhood. Therefore, inculcate Islamic values to children as early as possible is very important because it will become the foundation for their life as an adult. This study aims to: (1) formulating the Islamic values that are important inculcated to early childhood, (2) explore the potential of children that can be developed to inculcate Islamic values to them, (3) identify methods and strategies effective to inculcate Islamic values to early childhood. This study uses descriptive qualitative, data collection techniques using intensive observation of the learning process and in-depth interviews and then analyzed qualitatively in narrative form.Results of this study conclude: (1) The Islamic values are important to early childhood inculcated includes four major components, namely: the values of faith, worship, akhlaq karimah, and reading the Qur'an. (2) Some of the potential early childhood include the potential physical and psychological, such as: physical, brain, motivation, attention, memory, and cognitive foundations on which to accept Islamic values inculcated to them. (3) The method effectively used, such as: the provision of religious knowledge in an integrated way or separately with each theme, habituation, warning, giving the example, create an religious environment, cooperation with parents in the religious education of children in the family, such as: habituation prayer, fasting, manners of interacting, and particularly in learning to read the Qur'an. An effective strategy is mainly done by the principle of "learn as you play", giving rewards to children as reinforcement to the actions and behavior, and creating an environment that is fun.Key Words: The Islamic Values, Early Childhood, Early Childhood Education.
MEMAHAMI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI (Perspektif Psikologi Perkembangan) Eti Nurhayati
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.037 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v1i2.738

Abstract

Anak usia dini (early childhood) memiliki karakteristik berbeda dengan usia sebelum dan sesudahnya, baik dalam fisik-biologis, motorik, kognitif, moral, dan psikososialnya. Oleh karena itu perlakuan dan pendidikan untuk anak usia dini juga spesifik, di mana harus mempertimbangkan kesesuaian dengan usia kronologis serta pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk itu, bagi orang tua/calon orangtua, pendidik/calon pendidik, maupun pihak yang terkait dan concern di bidang pendidikan prasekolah, merupakan keniscayaan untuk memahami tumbuh kembang anak usia dini yang bertujuan untuk membantu menumbuh-kembangkan anak-anak secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Keniscayaan itu disebabkan anak usia dini sedang berada pada masa emas (golden age) dalam rentang kehidupan (lifespan) manusia, karena pada masa itulah dasar-dasar kepribadian diletakkan untuk kehidupan berikutnya di masa dewasa kelak sebagai pribadi manusia yang seutuhnya. Kata kunci: Perkembangan fisik, motorik, kognitif, psikososial; Anak usia Dini.
LITERASI AWAL AL-QUR’AN UNTUK ANAK USIA DINI DENGAN TEKNIK READING ALOUD Eti Nurhayati
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.727 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v5i1.3981

Abstract

berkembang luas di Indonesia untuk para pebelajar pemula, termasuk anak usia dini. Berdasarkan studi penulis, ditemukan setidaknya enam belas metode dan sembilan teknik pemelajaran al-Qur’an. Metode-metode tersebut adalah: Baghdadiyah klasik, Baghdadi ala Malaysia, Barqi, Tilawati, Qira’ati, Iqra, Iqra Terpadu, Iqra Klasikal, Lamma, Nahdhiyah, Wafa, Muyassar, Yanbu’a, Ummi, Rubaiyat, dan Ijmali. Tekniknya antara lain: Al-Bana, Al-Bayan, Sintetik, Bunyi, Meniru, Campuran, Libat, Talqin, dan Specch&Read Aloud (SRA). Setiap metode dan teknik tersebut memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan. Studi ini difokuskan untuk mengetahui bagaimana efektivitas dan efisiensi teknik Reading aloud digunakan sebagai pengenalan literasi awal al-Qur’an untuk anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif di RA Al-Ishlah Bobos Cirebon. Kesimpulan penelitian: (1) Teknik Reading aloud sangat efektif digunakan dalam pemelajaran literasi awal al-Qur’an untuk anak usia dini, terutama dalam pengucapan huruf hijaiyyah, lafadz, ayat, dan surah al-Qur’an (2) Teknik Reading aloud sangat efisien digunakan dalam pemelajaran literasi awal al-Qur’an ukarena efisien, mudah, murah, simpel, dan fleksibel digunakan oleh guru, dan menyenangkan bagi anak usia dini.
THE DEVELOPMENT OF HUMAN CAPITAL FOR THE HALAL INDUSTRY: ISLAMIC MANAGEMENT PERSPECTIVE Abdus Salam Dz; Eti Nurhayati
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 7 No 02 (2019): NIZHAM
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.274 KB)

Abstract

The basic resource of activity in every industry is humans. The most successful industry managers are those who manage human capital effectively and efficiently. The halal industry must be truly halal in its inputs, processes and products. Because of that, productive Islamic human capital is needed in managing the halal industry. This study aims to: (1) offer an understanding of the importance of Islamic human capital productivity management, (2) discuss the pattern of developing productive human capital in the management of the halal industry. This study uses qualitative analysis of various related literature, so as to produce a normative description. The results of the study concluded: (1) managing the halal industry required Islamic human capital productivity, (2) in its development needed a management pattern derived from Islamic teachings.
Transformasi Kreasi Kebudayaan Wayang Potel Sebagai Media Internalisasi Nilai Psiko-Religius Ibrohim Ibrohim; Eti Nurhayati; Septi Gumiandari
PANGGUNG Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i3.2203

Abstract

Pertunjukan wayang belum diakui menjadi media dan sumber pembelajaran. Pandangan terhadap pertunjukan wayang lebih sebagai hiburan daripada sebagai media pembelajaran. Kemunculan wayang “Potel” merupakan upaya untuk merevitalisasi eksistensi pewayangan sebagai media pembelajaran dan melestarikan tradisi kearifan lokal masyarakat Jawa Barat. Penelitian lapangan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini: (1) Transformasi kebudayaan wayang Potel merupakan representasi dari wayang konvensional ke wayang baru yang tidak hanya sebagai media hiburan, namun dapat menjadi sebagai media, materi, sumber, dan metode pembelajaran di lembaga pendidikan Islam, seperti masjid, mushala, pondok pesantren, dan madrasah; (2) Nilai-nilai psiko-religius yang terkandung dalam pertunjukan Wayang Potel secara ringkas tercakup dalam hubungan baik dengan Allah, hubungan baik antar manusia, dan hubungan baik dengan lingkungan; (3) Proses internalisasi psiko-religius diperoleh dari pesan yang terkandung dalam lakon maupun tokoh dalam wayang Potel melalui proses imitasi, identifikasi, dan internalisasi.Kata Kunci: Transformasi, Internalisasi, Nilai psiko-religius, Wayang potel
PENGARUH PEMBERIAN ASUPAN GIZI SEIMBANG TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Deviea Ajeng Rohima; Aip Saripudin; Eti Nurhayati; Diani Magasida
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v9i1.14037

Abstract

Balanced nutrition is the daily dietary composition that contains nutrients in the type and amount that suits the needs of the body. Giving balanced nutrition intake plays an important role in child growth and maturation development of brain nervous system that became the center of cognitive abilities of children.lack of some nutrients can have a negative impact on the process of growth and brain development of children. Early childhood requires more nutritional intake than adults, as children are still in the growth and development stage. Early childhood is a golden age for the development of one of them cognitive development. The type of research used is ex post facto research using a quantitative approach. While the purpose of the study was to determine the intake of balanced nutrition provided by parents to children, to know the cognitive development of children, and to determine the effect of balanced nutrition intake on early childhood cognitive development. from the results of research, it is obtained data that the provision of balanced nutrition intake in TK Budi Asih IX entered in good category with the percentage value of 76,75% is at intervals of 70%-79%, early childhood cognitive development in TK Budi Asih IX enter in very good category with the percentage value of 89% is at intervals of 80%-100%, and the influence of balanced nutrition intake to early childhood cognitive development in TK Budi Asih IX is 0,736 (73,6%) which means the provision of balanced nutrition has a significant influence on early childhood cognitive development in TK Budi Asih IX Cipinang Village Rajagaluh District Majalengka Regency.
The Effect of Using Number Piggy Bank Media on the Symbolic Thinking Ability of 5-6 Years Old Children Khoirunnisa, Khiyar; Nurhayati, Eti; Jazariyah, Jazariyah
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 4 No. 2 (2023): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v4i2.146

Abstract

The ability to think symbolically is one of the essential aspects of cognitive development to be achieved by early childhood. However, reality shows that some children's ability to think symbolically still needs to be achieved optimally. For this reason, a learning media that functions as an educational game tool is used, namely a number piggy bank. For this reason, this study aims to determine the role of using number piggy banks in learning in early childhood classes in the age range of 5-6 years. Furthermore, it is to determine the effect of using the media on developing their symbolic thinking skills. The type of research used in this study is mixed-method. The data analysis technique used was descriptive and statistical analysis using the chi-squared method (?²). The data collection techniques were observation, tests, interviews, and documentation. The results showed that the number piggy bank was declared to affect symbolic thinking skills in children aged 5-6 at a kindergarten in Kuningan Regency, West Java, Indonesia. It is based on observations of teacher and student activities, which show 82.3% after using the number piggy bank media and 78.6% in the results of symbolic thinking abilities in children aged 5-6 years obtaining BSH qualifications (developing as expected). As well as the results of validity tests and statistical calculations, the use of number piggy banks affects the ability to think symbolically in children aged 5-6 years obtained Z-count (44.15) > Z-table (1.879).   Abstrak Kemampuan berpikir simbolik merupakan salah satu aspek perkembangan kognitif yang penting untuk dicapai oleh anak usia dini. Namun realita menunjukkan bahwa kemampuan berpikir simbolik pada beberapa anak masih belum tercapai secara optimal. Untuk itu digunakanlah sebuah media pembelajaran yang sekaligus berfungsi sebagai alat permainan edukatif, yaitu celengan angka. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penggunaan media celengan angka dalam pembelajaran di kelas anak-anak usia dini dalam rentang usia 5-6 tahun. Selanjutnya ialah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tersebut terhadap perkembangan kemampuan berpikir simbolik mereka. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed-method. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif dan analisis statistik berupa metode chi-kuadrat (?²). Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media celengan angka dinyatakan berpengaruh terhadap kemampuan berpikir simbolik pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Lestari Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. Hal tersebut berdasarkan observasi terhadap aktivitas guru dan siswa yang menunjukkan persentase sebesar 82,3% setelah penggunaan media celengan angka dan 78,6% dihasil kemampuan berpikir simbolik pada anak usia 5-6 tahun memperoleh kualifikasi BSH (bekembang sesuai harapan). Serta hasil uji validitas dan perhitungan secara statistik penggunaan media celengan angka berpengaruh terhadap kemampuan berpikir simbolik pada anak usia 5-6 tahun diperoleh Z-hitung (44,15) > Z-tabel (1,879).
Transformasi Kreasi Kebudayaan Wayang Potel Sebagai Media Internalisasi Nilai Psiko-Religius Ibrohim Ibrohim; Eti Nurhayati; Septi Gumiandari
PANGGUNG Vol 32 No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i3.2203

Abstract

Pertunjukan wayang belum diakui menjadi media dan sumber pembelajaran. Pandangan terhadap pertunjukan wayang lebih sebagai hiburan daripada sebagai media pembelajaran. Kemunculan wayang “Potel” merupakan upaya untuk merevitalisasi eksistensi pewayangan sebagai media pembelajaran dan melestarikan tradisi kearifan lokal masyarakat Jawa Barat. Penelitian lapangan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini: (1) Transformasi kebudayaan wayang Potel merupakan representasi dari wayang konvensional ke wayang baru yang tidak hanya sebagai media hiburan, namun dapat menjadi sebagai media, materi, sumber, dan metode pembelajaran di lembaga pendidikan Islam, seperti masjid, mushala, pondok pesantren, dan madrasah; (2) Nilai-nilai psiko-religius yang terkandung dalam pertunjukan Wayang Potel secara ringkas tercakup dalam hubungan baik dengan Allah, hubungan baik antar manusia, dan hubungan baik dengan lingkungan; (3) Proses internalisasi psiko-religius diperoleh dari pesan yang terkandung dalam lakon maupun tokoh dalam wayang Potel melalui proses imitasi, identifikasi, dan internalisasi.Kata Kunci: Transformasi, Internalisasi, Nilai psiko-religius, Wayang potel
Pengembangan Media Box of Number Berbasis Tematik untuk Pembelajaran Matematika Permulaan Anak Usia 4-5 Tahun Ulfah, Maulidya; Nurhayati, Eti; Abyati, Hindun
Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Islamic Early Childhood Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Education, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2027.379 KB) | DOI: 10.14421/al-athfal.2019.52-03

Abstract

Media plays to improve in achieving a learning goal because it can help teachers deliver learning material quickly. This research develops thematic-based box of number media that aims to introduce the beginning of mathematics to children aged 4-5 years so that it can delight children in learning. The resulting media include three themes, names of plants, myself, and the universe. This type of research used in this research is Research and Development (RnD). The results showed that the media box of number obtained an assessment from media experts with the criteria of feasible, namely the percentage of 92.5%, which previously earned 62.5%. Assessment by material experts get "decent" standards, with a percentage of 97.5% from 62.5% previously. While the results of the evaluation by users get the criteria "feasible" with a percentage of 95%. These results can be concluded that the thematic-based box of number media is suitable for beginning mathematics learning in children aged 4-5 years.
KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN ISLAM MENURUT FAQIHUDDIN A.K. DAN RELEVANSINYA DENGAN SISTEM PEMBELAJARAN (Studi Kasus di Institut Studi Islam Fahmina) Azizaturrosyidah, Umi; Amali, Muhammad Faiz; Fatimah, Siti; Nurhayati, Eti
MASILE Vol 4 No 2 (2023): Masile Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Insitut Pesantren Babakan cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/masile.v5iNo 2.85

Abstract

AbstrakPendidikan Islam mempunyai peran penting dalam mewujudkan kesetaraan gender, karenadalam pendidikan Islam memiliki prinsip-prinsip demokrasi dan juga kebebasan dalam hal pendidikan, yaitu adanya prinsip persamaan dan kesempatan yang sama dalam belajar tanpadibedakan stratifikasi sosialnya. Seperti di zaman sekarang ini yang sudah mulaibermunculan tempat-tempat pendidikan yang tidak membedakan antara laki-laki danperempuan, seperti di Institute Islam Fahmina (ISIF) yang menjadi tempat penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk; (1). Menganalisis pemikiran Faqihuddin A.K. terkait kesetaraan gender dalam dunia Pendidikan. (2). Menganalisis implementasi pemikiran Faqihuddin A.K. dalam kurikulum di ISIF. (3). Menganalisis implementasi pemikiran Faqihuddin A.K. dalam proses pembelajaran di ISIF. Metode dalam penelitian ini menggunakan Metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa gender tidak bisa berdiri sendiri, untuk mengukur adil atau tidak terhadap laki-laki dan perempuan maka menggunakan perspektif keadilan gender atau sering disebut analisis gender. Mansour Fakih dalam bukunya analisis gender dan transformasi social menyebutkan bahwa untuk mengetahui bagaimana perbedaan gender menyebabkan ketidak adilan gender, dapat dilihat melalui berbagai manifestasi ketidakadilan yang ada, yakni diantara lima hal tersebutadalah marginalisasi, subordinasi,beban ganda,violence dan stigmasisasi. Strategi yang digunakan dalam kurikulum di ISIF menggunakan 3 pilar, yaitu: (1) Berbasis intelektual pesantren, (2) Mengaitkan teori praktik transformasi social, (3) Mengurus utamakan perspektif keadilan kemanusiaan demokrasi dan kebudayaan local. Di ISIF masih menggunakan pola pembelajaran yang berpusat pada Lembaga atau dosen. Proses pembelajaran di ISIF juga menggunakan strategi active learning, dan disini juga menggunakan 40% teori yang bersumber dari referensi seperti buku-buku pegangan dosenataupun lainya, dan 60% praktek turun langsung ke masyarakat untuk mencari kasus terkaitdengan isu-isu gender.Kata Kunci: Kesetaraan Gender, Proses Pembelajaran, ISIF Cirebon