Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Strategi Manajemen Pembelajaran Bahasa Inggris dalam Mendorong Literasi Berbahasa Nurhayati, Eti; Fadjarajani, Siti; Mulya, Gumilar; Marwan, Iis
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2164

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi manajemen pembelajaran Bahasa Inggris yang diterapkan di SMP Negeri 2 Sodonghilir dalam upaya komprehensif untuk meningkatkan literasi berbahasa siswa. Latar belakang masalah penelitian ini adalah rendahnya tingkat literasi nasional yang terkonfirmasi oleh data PISA, serta implementasi program bahasa asing di sekolah yang seringkali belum maksimal, meskipun penting untuk meningkatkan mutu dan keunggulan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sodonghilir. Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama: wawancara mendalam dengan guru dan siswa; observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengajar dan sarana prasarana; serta studi dokumentasi. Proses penelitian dilakukan melalui tahapan orientasi, eksplorasi, dan verifikasi data menggunakan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran Bahasa Inggris telah berjalan sesuai prinsip yang berlaku, meliputi empat aspek intrakurikuler: perencanaan kolaboratif, pengorganisasian, pelaksanaan yang diperkaya kurikulum, dan evaluasi berkala. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketidakmerataan kompetensi awal dan hambatan psikologis siswa, sekolah menerapkan solusi berupa forum kolaboratif guru dwi-mingguan, dan penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti lomba pidato dan bercerita. Manajemen yang terstruktur ini secara nyata berupaya mengatasi kesenjangan literasi dan meningkatkan kompetensi berbahasa siswa secara menyeluruh.
KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN INDIVIDUAL (PPI) PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Eti Nurhayati; Deri Hendriawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.39253

Abstract

This research aims to describe the impact of collaboration between parents and teachers in implementing the Individualized Education Program (IEP) for an 11-year-old 5th-grade student with intellectual disabilities in an inclusive elementary school. Previously, the lack of synergy between the school and home caused significant obstacles to the student's academic and adaptive development. The research method used is a qualitative case study with data collection techniques through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that before the collaboration, the student experienced developmental stagnation. After the participatory development of the IEP, accompanied by routine weekly meetings between teachers and parents, the student showed significant progress in functional reading skills and self-independence. Consistency of treatment at school and home became a key factor for success. This study concludes that structured collaboration through the IEP is crucial in optimizing the potential of children with intellectual disabilities.
Gender Bias Communication Among Santris in Pesantren Nurhidayah, Yayah Yayah; Nurhayati, Eti
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.7059

Abstract

For decades, there has been a biased pattern of communication between genders in society, including among the Al-Ishlah santris (students) in pesantren (Islamic boarding school) in Cirebon - West Java, subject studied by the writers. The communication of male and female santris has unique ways. From the beginning, pesantren offers the different treatment to male and female santris, both in rules, ethics, sanctions, communication, and relationships in general. In addition, the teaching of classic kitabs (books/holy books) still contains a lot of gender biases. This study aims to identify several gender biases and stereotypes in various forms of communication between male and female santris in pesantren. This research used descriptive qualitative methods, data collection techniques using interviews and observations to santris, and data analysis techniques carried out qualitatively in the form of narrative descriptions. The results of the study show there are many gender biases and stereotypes in various forms of communication, such as: communication style, conversation initiatives, intensity of conducting conversation, intensity of interruption, dominance in conversation, intensity of making humor, eye contact, spatial distance, body language, smile, and touch.Keywords: communication, gender bias, pesantren 
PENGARUH PENGGUNAAN BILINGUAL MODULE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi Kasus di MAN 2 Kota Cirebon) eti nurhayati; anis septiawati
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i1.68

Abstract

Mata pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan dan merupakanbagian integral dari pendidikan nasional dan tidak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan ilmu pengetahuan lainnyaRendahnya minat belajar matematika siswa, mengakibatkan aktivitas dalam kegiatan belajar siswa dalam mengikuti prosespembelajaran di dalam kelas belum seperti yang kita harapkan. Kegiatan siswa yang memperhatikan pelajaran yangditerangkan oleh guru masih sedikit, sehingga materi pelajaran yang disampaikan kurang dipahami siswa. Untuk mengatashal tersebut, penggunaan media adalah salah satu alternatif yang bisa digunakan agar konsep-konsep matematika bisa lebihdipahami oleh siswa. Salah satu bentuk media yang dapat digunakan adalah alat peraga kartu persamaan. Tujuan daripenelitian ini adalah : pertama, ingin mengetahui seberapa besar respon siswa dalam penggunaan alat peraga kartupersamaan dalam pembelajaran matematika. Kedua, ingin mengetahui seberapa besar prestasi belajar matematika siswa dkelas VII MTs Darul Falah Cijati Kabupaten Majalengka. Ketiga, ingin mengetahui adakah pengaruh penggunaan alaperaga kartu persamaan terhadap prestasi belajar matematika siswa.Alat peraga kartu persamaan adalah suatu bentuk alat peraga matematika yang berkonsep dasar pada Persamaan Linear SatuVariabel. Alat peraga ini mudah didapatkan dan dibuat bersama-sama siswa, karena bahan dasarnya terbuat dari kertas lipat.Alat peraga ini juga bermanfaat untuk membantu mempermudah menyelesaikan persamaan linear satu variabel.Dalam penelitian ini, terdapat 2 variabel yaitu penggunaan alat peraga kartu persamaan sebagai variabel bebas (X) danprestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs DaruFalah Cijati Kabupaten Majalengka tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 142 siswa. Sampel yang dipilih adalah 1kelas sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dantes.Pada umumnya siswa menyatakan setuju pembelajaran matematika menggunakan alat peraga kartu persamaan di kelas VIMTs Darul Falah Cijati Kab. Majalengka. Hal ini dapat dilihat dari respon siswa dilihat dari hasil angket bahwa sebanyak77,1% siswa memberikan respon tinggi dan 22,9% siswa memberikan respon rendah. Berdasarkan uji statistik didapabahwa thitung > ttabel yaitu 6,704 > 2,035 yang berarti bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis a (Ha) diterima.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikanKata Kunci : kartu persamaan, PLSV
Patriarki yang Berempati, Perempuan yang Merespons: Asimetri Tutur dalam Lagu-Lagu Duet Rhoma Irama Dwi Firli Ashari; Ernimawati Halawa; Eti Nurhayati; Herawati Herawati
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 2 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i2.2837

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi gender dan relasi kuasa dalam empat lagu duet Rhoma Irama, yaitu “Mandul” (1974), “Cuma Kamu” (1976), “Malam Terakhir” (1972), dan “Pertemuan” (1995), dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills. Kerangka analisis Mills digunakan untuk menelaah posisi subjek-objek, posisi pembaca/pendengar, serta implikasi sosial yang terkandung dalam lirik lagu-lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat lagu secara konsisten menempatkan laki-laki sebagai subjek dominan yang mengontrol narasi, sementara perempuan diposisikan sebagai objek pasif yang bergantung pada keputusan dan otoritas laki-laki. Dalam “Mandul”, kemandulan dikonstruksi sebagai beban perempuan dan empati laki-laki berfungsi sebagai bentuk “pengampunan” patriarki. Dalam “Cuma Kamu”, ketergantungan emosional dinormalisasi tanpa memberi ruang bagi suara perempuan. Lagu “Malam Terakhir” menampilkan laki-laki sebagai pengendali momen perpisahan, sedangkan perempuan hanya menerima dan menurut. Dalam “Pertemuan”, meskipun liriknya menggambarkan kerinduan bersama, posisi perempuan tetap pasif dan ditentukan oleh narasi laki-laki. Secara keseluruhan, lagu-lagu duet Rhoma Irama mereproduksi dan memperkuat ideologi patriarki melalui musik dangdut sebagai medium budaya populer yang memiliki jangkauan luas di masyarakat Indonesia.