Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Mahasiswa Universitas Negeri Manado terhadap Hegemoni Drama Pyramid Game dalam Pembelajaran Sastra Falensia Egidia Ngantung; Viktory N. J. Rotty; Intama J. Polii
Lingua Scientia Journal Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: Maret-Mei
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada persepsi mahasiswa Universitas Negeri Manado terhadap budaya Hegemoni dalam drama Pyramid Game serta implikasinya pada pembelajaran sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) persepsi mahasiswa Universitas Negeri Manado tentang budaya Hegemoni yang ditampilkan dalam drama Pyramid Game, dan (2) implikasinya pada pembelajaran sastra. Jenis penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri dari atas data primer sebagai data utama yang diperoleh melalui wawancara, serta data sekunder sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya persepsi mahasiswa terkait budaya hegemoni dalam drama Pyramid Game adalah, dalam hal Perundungan (Bullying) yang didorong oleh adanya fakta hegemoni (1) Kekayaan (2) Kecerdasan (3) Manajerial.
NILAI MORAL DALAM FILM GARA-GARA WARISAN KARYA MUHADKLY ACHO SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH Syalomita Taroreh; Wimsje Palar; Intama Polii
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12581

Abstract

The integration of moral values into literature learning is an essential strategy for strengthening students' character development. As an audiovisual literary work, film has the potential to convey moral messages that are closely related to everyday life and can therefore be utilized as an effective learning medium. This study aims to describe the moral values contained in the film Gara-Gara Warisan directed by Muhadkly Acho and to explain their implications for literature learning in schools. This research employed a qualitative descriptive method, with Gara-Gara Warisan serving as the primary data source. Data were collected through documentation and analyzed using qualitative data analysis involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal five major moral values portrayed in the film: mutual respect, family values, honesty, cooperation, and tolerance. These values are reflected through the characters' dialogues, actions, conflicts, and interactions, emphasizing the importance of respect, collaboration, and responsibility in social life. The study concludes that Gara-Gara Warisan has strong potential as a contextual medium for literature learning to support character education, enhance literary appreciation, and help students internalize moral values through meaningful learning experiences. ABSTRAK Penanaman nilai moral dalam pembelajaran sastra menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung penguatan karakter peserta didik. Film sebagai karya sastra audiovisual memiliki potensi untuk menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam film Gara-Gara Warisan karya Muhadkly Acho serta menjelaskan implikasinya dalam pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa film Gara-Gara Warisan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut memuat lima nilai moral utama, yaitu saling menghargai, kekeluargaan, kejujuran, gotong royong, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui dialog, tindakan, konflik, serta interaksi antartokoh yang menggambarkan pentingnya sikap saling menghormati, kerja sama, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa film Gara-Gara Warisan memiliki potensi sebagai media pembelajaran sastra yang kontekstual untuk mendukung penguatan pendidikan karakter, meningkatkan apresiasi sastra, serta membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai moral melalui pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.
Pembelajaran Drama Monolog dengan Menggunakan Model Bermain Peran dan Resepsi Siswa SMA Negeri 1 Beo Agtasyia Mayore; Mayske Rinny Liando; Intama Jemmy Polii
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i1.1742

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pembelajaran drama monolog dengan menggunaka model bermain peran bagi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Beo. Dalam perkembangan pendidikan, drama bukan lagi sekedar alat yang memainkan permain, tetapi alat untuk menyampaikan ilmu yang ada di dalam pendidikan formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif analitik dengan mendeskripsikan atau gambaran terhadap objek penelitian yang diteliti melalui sampel atau data yang dikumpulkan. Sejalan dengan penelitian ini maka siswa dalam kategori sangat mampu yaitu pada rentang nilai 90-100% sebanyak 3 orang, dengan jumlah nilai masing-masing. S01, S05 dan S08 mendapatkan nilai 90 siswa dikategorikan sangat mampu adalah siswa yang benar-benar memahami penjelasan tentang materi yang diberikan mengenai drama monolog menggunakan model bermain peran dan resepsi siswa. Secara umum hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan dalam berdrama monolog. Hal ini dirunjukan dengan melihat tingkat keberhasilan siswa secara keseluruhan mencapai nilai rata-rata 81.00%. Resepsi siswa terhadap pertunjukan drama monolog Mesin Tik Yang Tak Mati pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Beo menunjukkan langsung diberikan kuesioner untuk dijawab pertanyaan-pertanyaan tentang drama monolog tersebut.
Meaning of Love in the Novel "Ziarah" by Iwan Simatupang Mayske Rinny Liando; Intama Jemy Polii; Viktory Nicodemus Joufree Rotty; Maya Lidya Maria Rotty
International Journal on Integrated Education Vol. 5 No. 3 (2022): IJIE
Publisher : Researchparks Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31149/ijie.v5i3.2826

Abstract

Literature is an expression of the problems of life, philosophy and psychology, literature is spiritual wealth. Writers can be said to be experts in psychology and philosophy who express problems in life, psychology and philosophy. not by academic technique but through literary writing. The focus in this research is on the content of the novel, especially about the meaning of love in the Ziarah Novel by Iwan Simatupang according to the study of existential philosophy according to Soren Kierkegaard, namely the aesthetic stage, ethical stage, and religious stage. The problems raised in this study are guided by qualitative descriptive research methods. This method is an assessment that is not designed with statistical procedures. The purpose of this study is to describe what conditions exist in a context. Qualitative method is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words from observable behavior. The results of the study thatThe meaning of love at the Aesthetic stage of Soren Kierkegaard's Existential philosophy in Iwan Simatupang's Ziarah novel is Pleasure and Distress, The meaning of love at the Ethical stage of Soren Kierkegaard's Existential philosophy in Iwan Simatupang's Ziarah novel is Good and Evil and the Meaning of Love at the Religious stage of Soren Kierkegaard's Existential philosophy in I wan Simatupang's pilgrimage novel is Grace, Faith and Sin.
Pembelajaran Nilai Moral Keberanian dan Kemandirian dalam Film Animasi Moana Kajian Pendidikan Karakter Hellen Syelomita Pungis; Uus Martinus Kamajaya Al Katuuk M.S; Intama Jemy Polii
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1356

Abstract

Perkembangan era digital membawa tantangan terhadap pembentukan karakter peserta didik sehingga diperlukan media pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan dekat dengan kehidupan anak. Film animasi Moana (2016) dipilih karena memuat narasi perjuangan tokoh utama yang merepresentasikan keberanian dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai moral keberanian dan kemandirian dalam film Moana serta mengkaji relevansinya terhadap pendidikan karakter. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data primer berupa dialog, adegan, tindakan tokoh, konflik, dan alur cerita dalam film, sedangkan data sekunder berupa buku dan artikel ilmiah tentang pendidikan karakter, kajian film, dan teori perkembangan moral. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi tidak langsung, pencatatan adegan, serta pengelompokan data berdasarkan indikator nilai keberanian dan kemandirian. Analisis dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi tema, interpretasi makna, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan Teori Pembelajaran Sosial dan Self-Determination Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberanian direpresentasikan melalui kemampuan Moana menghadapi ketidakpastian, mengambil risiko, mempertahankan keputusan moral, dan menunjukkan empati dalam menyelesaikan konflik. Kemandirian direpresentasikan melalui kemampuan mengambil keputusan, belajar dari pengalaman, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab terhadap konsekuensi tindakan. Kedua nilai tersebut relevan untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi mandiri, bernalar kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini terbatas pada analisis satu film, sehingga penelitian lanjutan disarankan menguji implementasinya dalam pembelajaran kelas.
Analisis Makna Motivatif Drama Twenty Five Twenty One Karya Kwon Do Eun dalam Perspektif Olahraga Anggar Berbasis Pendidikan Karakter Syeren Indah Lestari Huda; Intama Jemy Polii; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1389

Abstract

The urgency of this research lies in the importance of examining drama media as a means of building motivation and character education in the younger generation.Amidst various current social challenges, such as declining learning motivation,low mental resilience,and the decline of character values like discipline and responsibility,media are needed that are not only entertaining but also capable of providing positive learning.This study aims to analyze the motivational meaning in the drama Twenty Five Twenty One by Kwon Do Eun from the perspective of fencing sports based on character education.The study uses a qualitative approach with content analysis method. Data sources are in the form of dialogues and scenes relevant to motivational meaning and character education values. Data collection techniques were carried out through watching the drama thoroughly, carefully examining, and recording data related to the focus of the study.Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The results show that there are 6 motivational meanings: (1) motivation to maintain dreams, (2) belief in one's own abilities and hope for the future, (3) positive interpretation of defeat experiences, (4) self-confidence in facing pressure, (5) mental and emotional strengthening,and (6) the importance of solidarity and togetherness. It can be concluded that the drama Twenty Five Twenty One not only functions as entertainment,but also as an educational medium containing motivational messages and character education values relevant to the younger generation. These findings confirm that digital drama as an audiovisual medium is capable of conveying motivational meanings that are aligned with character education values such as persistence,self-confidence,resilience,self-control,empathy,and solidarity.
Pesan Moral “Merdeka” dan “Guru” Karya Putu Wijaya Implikasinya Pembentukan Karakter Siswa Hosiana Kontu; Donal Matheos Ratu; Intama J. Polii
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya internalisasi nilai moral melalui karya sastra dalam dunia pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pesan moral dalam cerpen Merdeka dan Guru karya Putu Wijaya serta implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi, di mana data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dianalisis secara tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Merdeka mengandung pesan kebebasan, keberanian, kemandirian, keteguhan, serta tanggung jawab. Cerpen Guru menekankan kerja keras, ketekunan, kejujuran, penghargaan terhadap ilmu, serta inspirasi sosial. Temuan ini memperkuat karakter siswa dalam menghadapi tantangan dan memahami esensi pendidikan. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya integrasi sastra dalam kurikulum guna membentuk generasi bermoral dan bertanggung jawab sosial. Selain itu, karya sastra berperan sebagai media refleksi kritis dan penguatan nilai humanis dalam pendidikan.
Pembelajaran Menulis Teks Biografi “Joko Widodo” melalui metode Project Base Learning pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Ranoyapo Ivanda Pendong; Intama Jemy Polii; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2026): May: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/1hgzj702

Abstract

This study examines the implementation of Project-Based Learning in teaching biography writing, focusing on the figure of Joko Widodo among eighth-grade students at SMP Negeri 4 Ranoyapo. Employing an empirical descriptive-analytical approach, the research integrates quantitative and qualitative data to capture both learning outcomes and classroom processes. Data were collected through performance tests and structured observations involving 26 students selected through total sampling. The findings indicate a significant improvement in students’ writing competence, as reflected in enhanced organization, language use, and coherence in biographical texts. The learning process also revealed increased student engagement, collaboration, and critical thinking during project execution. Project-Based Learning facilitated contextual learning by connecting instructional content with real-life figures, thereby strengthening both cognitive and affective dimensions of literacy development. The study further highlights the pedagogical relevance of integrating project-oriented strategies within language instruction to promote active learning environments. These results contribute to the growing body of evidence supporting innovative instructional models in enhancing writing proficiency and meaningful learning experiences in secondary education contexts.  
Analisis Makna Pesan Self Love dalam Lirik Lagu “Answer: Love Myself” Karya Bangtan Sonyeondan (Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure) Marsella T. Tatilang; Intama Jemy Polii; Victory Nicodemus Joufree Rotty
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1367

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah pentingnya mengungkap pesan self love dalam lirik lagu sebagai bentuk komunikasi mengenai penerimaan diri dan kesehatan mental melalui budaya populer. Penelitian ini menganalisis makna pesan self love dalam lirik lagu “Answer: Love Myself” karya Bangtan Sonyeondan (BTS) menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan makna pesan self love dalam lirik lagu; (2) mengkaji hubungan antara signifier (penanda) dan signified (petanda); serta (3) menganalisis struktur penanda dan petanda yang membangun konsep self love. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen dan analisis isi. Sumber data berupa teks lirik lagu dalam bahasa Korea beserta terjemahan yang telah diverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan self love dibangun melalui lima tahapan progresif, yaitu kesadaran diri, pengakuan terhadap luka batin, pengampunan terhadap diri sendiri, harapan untuk berubah, dan afirmasi diri. Ditemukan lima jenis hubungan antara penanda dan petanda, yaitu hubungan simbolik, reflektif, prosesual, temporal, dan afirmatif. Struktur penanda dan petanda membentuk enam unit tanda yang saling berkaitan, yang secara keseluruhan membangun konsep self love sebagai proses psikologis yang berkelanjutan dalam menerima diri secara utuh, termasuk kekurangan, luka, dan kekuatan yang dimiliki. Self love dalam lagu ini diposisikan bukan sebagai bentuk narsisme, melainkan sebagai landasan psikologis dalam pembentukan identitas dan menjalani kehidupan yang bermakna. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian semiotika musik dan sastra populer, khususnya dalam mengkaji bagaimana pesan kesehatan mental dikonstruksi melalui bahasa simbolik dalam budaya populer kontemporer.
Analisis Intrinsik dan Konflik Tokoh Cerita dalam Cerpen Pelajaran Mengarang dan Manusia Kamar Karya Seno Gumira Ajidarma Riani Tendean; Nontje J Pangemanan; Intama J. Polii
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1438

Abstract

Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang merefleksikan kompleksitas realitas sosial dan kondisi psikologis manusia melalui keterkaitan antara unsur-unsur intrinsik dan konflik tokoh. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya analisis yang lebih komprehensif yang tidak hanya mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik secara terpisah, tetapi juga menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut membentuk konflik psikologis dan sosial yang dialami oleh tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik, konflik tokoh, serta keterkaitan keduanya dalam dua cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, yaitu Pelajaran Mengarang dan Manusia Kamar. Subjek penelitian terdiri atas dua cerpen yang dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan teknik membaca secara cermat (close reading) dan mencatat, yaitu dengan membaca teks secara berulang, mengidentifikasi kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang relevan, serta mengklasifikasikannya sesuai dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara kedua cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua karya tersebut mengangkat berbagai persoalan penting yang berkaitan dengan kehidupan manusia, termasuk ketidakadilan, kemunafikan, tekanan psikologis, keterasingan sosial, serta konflik antara pengalaman individu dan harapan sosial. Pelajaran Mengarang terutama menggambarkan konflik psikologis dan sosial-institusional yang dialami oleh Sandra, sedangkan Manusia Kamar lebih menekankan konflik internal, keterasingan, dan ketidakpercayaan terhadap dunia luar. Temuan ini menunjukkan bahwa unsur-unsur intrinsik tidak hanya berfungsi sebagai struktur pembangun cerita, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk konflik psikologis dan menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini berkontribusi terhadap kajian sastra dan dapat mendukung pembelajaran sastra dengan memperkuat kemampuan membaca kritis, empati, dan kesadaran sosial siswa.
Co-Authors Abdul Muqit Agtasyia Mayore Agtasyia Mayore Al Katuuk, U. M. Kamaja Andre Gunawan Herung Apsary Manoppo Ariadi, I wayan Agus Asih, Ni Wayan Suwerdhi Atika Litod Banatau, Vinca Evalda Bangkuwoli, Adel Viona Bin Ali, Sagita Deril Mangundap Dimas Setiawan Ginting Dolly Apriani Makasombo Donal Mateos Ratu Elvie A. Sepang Engka, Alfa Falensia Egidia Ngantung Fernanda Samantha Lowing Fientje Malinggas Fiona Desty Punusingon Gamar N. Manoso Ginting, Dimas Setiawan Giombalang, Anastasya Claracita Hafli L. Korah Hellen Syelomita Pungis Hosiana Kontu Indah Syaloom Metekohi Inggrid Manopo Ivanda Pendong Jakub Saddam Akbar Jerry Rommy Herter Wuisang Joni Loho Justien R R Wuisang Justien R. R. Wuisang Kamajaya AL Katuuk Karina Wulandari Mokoginta Kawengian, Kristy Presentya Kerap, Rahel Sania Kolly, Triana Meling Kombaitan, Julia Glatia Kristy Presentya Kawengian Lengkong, Atika Andreyna Linu, Cindi Gracia Novelia Litod, Atika Lonan, Talita S. Lucy L. Tami Mowilos Makasombo, Dolly Apriani Malinggas, Fientje Manoso, Gamar N. Marcellina B. Mutia Marsella T. Tatilang Maya Lidya Maria Rotty Mayske Rinny Liando Mega Yuniar Palit Meidy Atina Kuron Meike Paat Metekohi, Indah Syaloom Mira Ketsi Ambat mron, Aly Muqit, Abdul Musa, Jein Enjelina Mutiara Gloria Sambuaga Nacinda Mamonto Nontah, Rosalia Angel Nontje Jultje Pangemanan Nurhayati Nurhayati Oldie S. Meruntu Palar, Wimsje Revlin Palit, Mega Yuniar Perangin-angin, Regristri Putri Br Pobela, Giska Pontororing, Theresia Eklesia Rahelea Worek Rambing, Lucia Cristy Riani Tendean Rifka Meluwu Rosalinda Fofid Rotty, Viktory Nicodemus Joufree Ruth C. Paath Saerang, Syefiorita Angela Sahiruddin Sahiruddin Salangka, Sella D.I. Santje Iroth Selvi Suroni Dorkas Torar Suhartono, Fila Supit, Vrenisa Surupati, Reine Anseline Susan Monoarfa Syalomita Taroreh Syeren Indah Lestari Huda Thelma I.M. Wengkang Theresye Wantania Tombeng, Anggrilia S. Trinitatis Fau Tular, Irene Lingkhan Evangli Tumanduk, Brigita Veronica Oktavia Menggana Victory Nicodemus Joufree Rotty Vinca Evalda Banatau Waridin, Aulia Anggriani Waridin, Aulia Angriani Waworuntu, Michiko M. C. Wimsje Palar Wimsje Revlin Palar Yasada, Eriyanto Yohanes Bery Mokalu Yuni Sartika Dapi Yuwenda Tabuni