p-Index From 2021 - 2026
7.868
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Hidup Peserta Prolanis Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Instrumen Dqol-BCI di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau Kendari Hilda Harun; Paridah Paridah
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.949

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease that significantly impacts patients' quality of life, particularly among participants of the Chronic Disease Management Program (Prolanis) in primary healthcare facilities. Quality of life is an important indicator in evaluating the success of comprehensive chronic disease management. This study aimed to describe the quality of life of T2DM Prolanis participants at Puskesmas Mokoau, Kendari City, using the Diabetes Quality of Life Brief Clinical Inventory (DQoL-BCI) instrument. This was a descriptive quantitative study with a cross-sectional approach. The population consisted of all T2DM Prolanis participants in the working area of Puskesmas Mokoau, Kendari City, Southeast Sulawesi Province. Total sampling was employed, where all T2DM Prolanis participants who met the inclusion criteria were included as respondents, totaling 35 participants. Quality of life was measured using the DQoL-BCI instrument (Burroughs, 2004) comprising 15 items on a 1–5 Likert scale. Data were analyzed using univariate analysis including frequency distribution, mean, and standard deviation. Most respondents were aged 61–72 years (60.0%), female (57.1%), educated at diploma/bachelor level (68.6%), and had been diagnosed with DM for 1–2 years (60.0%). The quality of life of T2DM Prolanis participants showed that 48.6% had good quality of life, 25.7% moderate, and 25.7% poor, with a mean score of 55.63 ± 15.14. Nearly half of T2DM Prolanis participants had good quality of life; however, a significant proportion with moderate and poor quality of life requires further attention and intervention.
Manfaat Senyawa Bioaktif Kerang Tiram dan Abalon Bagi Kesehatan Reproduksi: Tinjauan Literatur Paridah; Minnati Zulfa Anika; Hafizah Aulia; Ferlin Dewi Puspitasari; Zainal; Fitriani Iqbal; Syahrul Ramadhan
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25740

Abstract

Kesehatan reproduksi sangat penting untuk kualitas hidup dan keberlangsungan generasi. Diketahui bahwa stres oksidatif, inflamasi, dan ketidakseimbangan hormonal adalah beberapa penyebab gangguan reproduksi pada pria dan wanita. Makanan berbasis biota laut, yang mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat membantu proses reproduksi, telah menjadi subjek pengembangan baru-baru ini. Diketahui bahwa kerang tiram (oyster) dan abalon sangat kaya akan zinc, taurine, selenium, peptida bioaktif, polisakarida, dan asam lemak tak jenuh ganda yang penting untuk aktivitas biologis sistem reproduksi.Dengan menggunakan metode review literatur, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana senyawa bioaktif pada kerang tiram dan abalon dapat membantu kesehatan reproduksi. Dengan menggunakan artikel yang relevan dari tahun 2014–2026, database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Frontiers digunakan untuk mencari literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif pada kerang tiram dan abalon berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan sitoprotektif, melindungi sel reproduksi dari kerusakan oksidatif, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, menjaga keseimbangan hormonal, dan mendukung kualitas sperma dan fungsi testis. Kandungan zinc pada tiram diketahui berkontribusi pada spermatogenesis dan sintesis testosteron, dan peptida bioaktif dan taurine berkontribusi pada spermatogenesis dan sintesis testosteron. Namun, bukti ilmiah tentang efektivitas dan cara kerjanya perlu diperkuat dengan penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia.
PENGARUH SUBTITUSI PUREE BAYAM TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN Fe STIK UBI JALAR ORANYE (IPOMOEA BATATAS L.) SEBAGAI KUDAPAN SUMBER ZAT BESI Rosdhaniyah Rosdhaniyah; Febriana Muchtar; Paridah Paridah
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 03 (2026): JULI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat besi (Fe) merupakan mineral esensial yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Kekurangan asupan zat besi dapat meningkatkan risiko anemia sehingga diperlukan inovasi pangan berbasis bahan lokal sebagai alternatif sumber zat besi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan kudapan berupa stik ubi jalar oranye dengan substitusi puree bayam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi puree bayam terhadap sifat organoleptik dan kandungan zat besi (Fe) pada stik ubi jalar oranye. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan substitusi puree bayam, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Sifat organoleptik diuji menggunakan uji tingkat kesukaan dengan skala hedonik 1-5, dan kandungan Fe dilakukan menggunakan spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan uji Mann–Whitney. sedangkan kandungan Fe perlakuan kontrol dan perlakuan terbaik dianalisis menggunakan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi puree bayam berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, dan rasa, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kerenyahan. Formula terbaik berdasarkan metode De Garmo adalah P3 (15%) dengan kandungan Fe sebesar 8,69 ± 1,90 mg/100 g dan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan kontrol (p=0,203). Stik ubi jalar oranye dengan substitusi puree bayam 15% berpotensi dikembangkan sebagai kudapan sumber zat besi.
Hubungan Energi, Gizi Makro dan Mikro dengan Kebugaran Jasmani Atlet Bola UHO Priska Oktavia; Wa Ode Salma; Paridah Paridah
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.169

Abstract

Asupan zat gizi makro sangat penting untuk kebugaran jasmani, terutama kekuatan otot. Zat gizi makro berfungsi sebagai sumber energi dan mendukung pertumbuhan otot, sementara zat gizi mikro seperti zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah yang mengantarkan nutrisi ke otot. Berdasarkan data Sport Development Index (SDI) tahun 2021, tingkat kebugaran jasmani masyarakat Indonesia berada pada kategori kurang sekali (53.63%), kurang (22.68%), dan hanya 5.86% yang tergolong baik atau unggul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh atlet sepak bola Universitas Halu Oleo yang berjumlah 40 orang dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan energi (p=0.000), protein (p=0.003), lemak (p=0.001), karbohidrat (p=0.017), dan zat besi (p=0.005) dengan tingkat kebugaran jasmani atlet. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan vitamin C (p=0.448) dengan kebugaran jasmani atlet sepak bola Universitas Halu Oleo.
Hubungan Besaran Uang Saku Dengan Konsumsi Ultra-Processed Food Pada Mahasiswa Gizi Tahun 2026 Renni Meliahsari; Ruwiah; Paridah; Irma Yunawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 7 (2026): GJMI - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i7.2260

Abstract

Konsumsi ultra-processed food (UPF) meningkat pesat di negara berpenghasilan menengah dan berkaitan dengan berbagai luaran kesehatan merugikan. Uang saku menentukan daya beli pangan mahasiswa, namun perannya belum banyak diteliti. Adapun tujuan dari penelitian ini Adalah untuk menganalisis hubungan besaran uang saku dengan konsumsi UPF pada mahasiswa. Penelitian merupakan desain cross-sectional pada 165 mahasiswa. Uang saku dikategorikan berdasarkan median, yaitu kurang dari Rp1.000.000 dan ≥ Rp1.000.000; konsumsi UPF dikategorikan sering atau jarang. Analisis menggunakan uji chi-square dengan kemaknaan 5%. Hasil yang didapatkan bahwa sebanyak 52,1% responden tergolong sering mengonsumsi UPF. Proporsi tersebut mencapai 66,3% pada kelompok uang saku Rp1.000.000 atau lebih dibandingkan 35,5% pada kelompok di bawahnya (p < 0,001). Adapun kesimpulannya Adalah besaran uang saku berhubungan bermakna dengan konsumsi UPF. Intervensi gizi kampus perlu menyasar literasi pangan, bukan sekadar keterbatasan ekonomi
THE RELATIONSHIP OF NUTRITIONAL KNOWLEDGE AND BODY IMAGE PERCEPTION WITH NUTRITIONAL STATUS AMONG ADOLESCENT GIRLS AT SMA NEGERI 5 KENDARI Putri Awalnda Pratiwi; Febriana Muchtar; Paridah Paridah
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 4 No. 03 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutritional status among adolescent girls is an important indicator of health, growth, and development. Nutritional knowledge and body image perception are considered factors associated with nutritional status; however, previous studies have reported inconsistent findings. This study aimed to analyze the relationship between nutritional knowledge and body image perception with the nutritional status of adolescent girls at SMA Negeri 5 Kendari. This study employed a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 517 female students in grades X and XI, with a sample of 249 respondents selected using a stratified random sampling technique. Data on nutritional knowledge were collected using a structured questionnaire, body image perception was assessed using the Body Shape Questionnaire (BSQ), and nutritional status was determined based on Body Mass Index-for-Age (BMI-for-Age). The Chi-square test indicated no significant relationship between nutritional knowledge and nutritional status (p = 0.116) or between body image perception and nutritional status (p = 0.062). It can be concluded that nutritional knowledge and body image perception were not significantly associated with the nutritional status of adolescent girls at SMA Negeri 5 Kendari. Therefore, efforts to improve adolescents' nutritional status should also consider other contributing factors, such as dietary habits, physical activity, socioeconomic conditions, and family support.
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Pencegahan Diabetes Melitus pada Siswa SMP Negeri 5 Kendari Paridah Paridah; Ramadhan Tosepu; Nurmaladewi Nurmaladewi; Fifi Nirmala; Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i2.3295

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is one of the most prevalent non-communicable diseases worldwide, including Among the most common non-communicable diseases globally including Indonesia diabetes mellitus (DM) is The rising incidence of Diabetes Mellitus is partly driven by little awareness of the disease's risk factors and preventative actions. Adolescents are a key audience for health education since this time is so important for developing good habits. This study sought to evaluate how health education influences students' knowledge of Diabetes Mellitus prevention at SMP Negeri 5 Kendari. Using a one-group pretest-posttest method, this quantitative study adopted a pre-experimental design. On April 16, 2026, SMP Negeri 5 Kendari used total sampling to choose 33 pupils for the study. Before and following the health education program, data were gathered using a structured questionnaire administered. Descriptive statistics frequency distributions and percentages—were used to examine the data. Most respondents had a decent degree of knowledge (69.7%) before the intervention; 24.2% had a very good level of knowledge and 6.1% had a fair level of knowledge. After the health education program, the percentage of respondents with a very good level of knowledge rose to 69.7%; those with a good level of knowledge made up 30.3% and no respondents were left in the fair knowledge group. Health education successfully raised students' knowledge of diabetes Mellitus prevention. Hence, health education can be a good health promotion tool to improve teenagers' knowledge and help to support early diabetes mellitus prevention.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afifa Yunizah Agnes Mersatika Hartoyo Agung Agung Ahmadi, Dedi Ajeng, Nimas Akbar Tukan, Ramdya Al Fitrah, Talitah Albrina Roza Rezkillah Alfadat, Ramsia Alfianur Alfianur Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andi Hamriani Astry Rabiul Kautsar Aswatun Hasanah Ayuniar Firna Ayuningtyas Mardhatillah Baco, Asmar Baikole, Ulfah Sarmila Burhan Burhan, Burhan Choiriyah Choiriyah Darajat, Sakia Devi Maharani Devi Savitri Effendy Devi Savitri Effendy Dewa Hiro Prayatmi Dewi Agustina Dewi Wijayanti Diyna Awliya Aziyzah Effendi, Devi Savitri Elva Pristiani, Elva Erlina FARIT REZAL Febriana Muchtar Ferlin Dewi Puspitasari Ferniati Ferniati Fifi Indri Yanni Fifi Nirmala Firza Azzahra Fithria Fithria Fitriani Iqbal Hafizah Aulia Hanafi, Winda Ardani Handayani, Listy Hariati Lestari Hariati Lestari Harleli, Harleli Hartati bahar Hartati Bahar Helsa Yulia Helvinawati, Helvinawati Heni Delfita Maharani Hilda Harun Indrayani, Siti Irma Irma Irma Irma Irma Yunawati Isdawati, Isdawati Isro, Lailatal Jafriati Joni Joni Jufri, Nurnashriana Jumakil Jumakil Jumakil, Jumakil Junaid Junaid, Junaid Jusniar Rusli Afa JUSNIAR RUSLIAFA Karimuna, Siti Rabbani Karimuna, Siti Rabbani La Doni, La Doni La Ode Ali Imran Ahmad La Ode Ali Imran Ahmad, La Ode Ali Imran Laumara, Taqiyyah Tsabita Lesmana, Hendy Lestari , Hariati Lina Yanti Lisnawaty Lisnawaty Lisnawaty, Lisnawaty Listy Handayani Madda, Hasmidah Meizi Melinda Septiani Seba Minnati Zulfa Anika Muchtar, Febriana Muh. Fahruly Muh. Ilham Sholihin, Muh. Ilham MUSDALIFA MUSDALIFA Naila Khalisa Sumadi Najihah, Najihah Nani Yuniar Napitupulu, Regia Nirmala Nirmala G, Fifi Nur Cahyani Dwi Lestari Nur Vandila Kalapat Nurcahyati Nurcahyati Nurfadillah Nurfadillah Nurhasanah Nurhasanah Nurhijrianti Akib Nurjanah, Sitti Nurmaladewi Nurmaladewi Nurmulya, Wa Ode Sitti Nurnashriana J. NUZUL WIJAYA Ose, Maria Imaculata Parman, Dewy Haryanti Priska Oktavia Pujianto, Ahmat Puspitasari, Sri Ayu Andini Putri Awalnda Pratiwi Putu Eka Meiyana Erawan, Putu Eka Meiyana Rachma, Lula Nur Rahayu, Cici Rahman Rahman Rahman Rahman Rajwa Fauziyah. F Ramadhan Tosepu Ramadhan Tosepu Ramadhan Tosepu Rastika Dwiyanti Liaran Renni Meliahsari Resqy, Resqy Nongri Anesta Rezal, Farid Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali Rizkita Nur Ainun Rosdhaniyah Rosdhaniyah Runi Dwiana Umirlan Ruslan Majid, Ruslan Ruwiah Ruwiah Sabrina Wahyuni Meyitia Saldy Yusuf Sari, Bulan Sari, Wa Ode Sitti Rahma Sarifah Sarifah Sarnianti Sartiah Yusran Selvia Febrianti Sesy Dwi Prinita Jafarudin Sety, La Ode Muhamad Siti Nurfadilah H Siti Rabbani Karimuna Sitti Nur Afridasari Sri Rezki Sudarni Sanipa SUKAMTI . Sulistia Piadi Sunarti Syahrul Ramadhan Takdir Tahir Tyas Nur Fathona Umar, Sastrind Januarni WA ODE CHAERUNNISA Wa Ode Karmila Wa Ode Nur Adawiyah Yusryah Wa Ode Salma Wa Ode Siti Aisyah Nur Cahyani Wahyudi, Donny Tri Wahyuni, Deka Warman Warman Warsyadi, Fadhil Dwinendra Palawa Wati, Nasyrah Yasrul Yunawati, Irma Yuni Yuni YUNI, YUNI Yusran, Sartiah Zainal Zaputri, Rita