Claim Missing Document
Check
Articles

PKM Buah Naga Merah Di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Heri Wijaya; Yulistia Budianti Soemarie; Nurul Fatimah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 2 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v2i2.375

Abstract

Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka Program Kemitraan Masyarakat, dengan sasaran adalah masyarakat Kecamatan Samboja khususnya warga Desa Wonotirto dan Desa Beringin agung. Pelatihan dilakukan dalam lima (5) tahap. Metode pelatihan budidaya ini dengan melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada peserta tentang budidaya tanaman buah naga merah, penanganan virus dan penanganan paska panen, proses pembuatan sirup dan ice cream dari daging buah naga merah, proses pengolahan saos dan saos pedas dari limbah kulit buah naga merah, Proses pengemasan produk olahan, dan cara analisis ekonomi dan strategi pemasaran.Peserta dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama adalah petani buah naga dan kelompok kedua adalah ibu-ibu PKK. Kegiatan pertama dilakukan dengan mengundang narasumber dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.Penyampaian materi dengan metode ceramah dilakukan di dalam ruangan yang dilanjutkan dengan diskusi dan praktek yang dilakukan langsung oleh peserta pelatihan dengan dibimbing oleh pemateri
Pelatihan Pembuatan Saus Dari Limbah Kulit Buah Naga Merah Sebagai Saus sehat di Jalan Raudah Rt. 10 Kelurahan Teluk Lerong Kecamatan Samarinda Ulu Yulistia Budianti Soemarie; Anita Apriliana
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i1.414

Abstract

Daerah padat penduduk di Samarinda Kalimantan Timur salah satunya adalah Kelurahan Teluk Lerong. Didaerah ini terdapat banyak pedagang bakso, nasi goreng dan jajanan gorengan. Sebagian besar pedagang ini menggunakan bahan pelengkap berupa saus baik saus cabai maupun saus tomat. Mahalnya saus kemasan, mengakibatkan sebagian besar pedagang menggunakan saus kiloan dengan harga murah. Permasalahan yang dihadapi adalah minimnya pengetahuan mengenai dampak kesehatan penggunaan saus kiloan yang tidak terjamin mutu dan kualitasnya, mengakibatkan terjadinya penurunan derajat kesehatan di masyarakat. Hal ini juga menjadi perhatian bagi para ibu rumah tangga dalam mensiasati pembuatan saus dengan kualitas baik, aman bagi kesehatan keluarga dan harga murah.Solusi yang diberikan dari masalah diatas adalah dengan memberikan pelatihan kepada para ibu-ibu yang berada di Kelurahan Teluk Lerong (Jalan Raudah RT. 10) dalam pembuatan saus dari limbah kulit buah naga merah sebagai saus sehat untuk keluarga. Adapun peserta dari pelatihan ini adalah para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian Raudhatul Khair. Pelatihan ini dibagi menjadi 3 materi, yaitu materi mengenai nilai gizi dan kandungan dari saus dan buah naga merah, praktek pembuatan saus dari kulit buah naga merah dan pelatihan pengemasan saus.
Apocil Herbal School: Edukasi Pemanfaatan Bahan Alam melalui Praktik Pembuatan Jamu Tradisional pada Siswa SD Khoiru Ummah Banjarmasin Yulistia Budianti Soemarie; Lia Mardiana; Adzra Kamilah Ryzwandyka; Muhammad Fauzi
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1187

Abstract

Pengetahuan anak sekolah dasar mengenai manfaat jamu tradisional dan tanaman herbal sebagai upaya menjaga kesehatan masih tergolong terbatas. Selain itu, kegiatan edukasi yang mengenalkan pemanfaatan bahan alam secara praktis, khususnya dalam pembuatan jamu tradisional, masih jarang dilakukan di lingkungan sekolah terutama di kalangan SD Khoiru Ummah Banjarmasin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai pemanfaatan bahan alam melalui program Apocil Herbal School. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif mengenai Apocil Herbal School, manfaat jamu tradisional, pengenalan berbagai jenis bahan herbal, serta praktik langsung pembuatan jamu sehat berbasis bahan alam. Hasil pengabdian yang dilakukan terhadap siswa SD Khoiru ummah dengan jumlah peserta 23 orang diperoleh hasil bahwa selama kegiatan berlangsung peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama pada sesi pengenalan bahan herbal dan praktik pembuatan jamu tradisional. Nilai pre-test siswa diperoleh sebesar 56,4 meningkat menjadi 84,7 pada post-test dengan persentase peningkatan pengetahuan sebesar 50,2%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program Apocil herbal School efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai manfaat jamu tradisional dan pemanfaatan bahan alam bagi kesehatan.
REVIEW JURNAL : PENGARUH BERBAGAI JENIS BAHAN PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK TABLET PARASETAMOL Febriyanti Helia Putri; Indira Manilet; Siti Jariah; Yulistia Budianti Soemarie
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v8i1.312

Abstract

Paracetamol is an analgesic–antipyretic drug commonly formulated as a tablet dosage form. Binders play an important role in determining the physical and mechanical quality of tablets. This journal review aims to evaluate the effect of various types of binders on the physical and mechanical properties of paracetamol tablets based on studies published within the last decade. The results indicate that the type and concentration of binders influence tablet hardness, friability, and disintegration time. Excessive binder concentration may adversely affect tablet performance by increasing tablet hardness and prolonging disintegration time, while natural binders show potential as alternative binding agents in paracetamol tablet formulations.
FORMULASI BODY SCRUB EKSTRAK DAUN LABU AIR (LAGENARIA SICERARIA (MOLINA) STANDL.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN: Formulation of Body Scrub Containing Bottle Gourd Leaf Extract (Lagenaria siceraria (Molina) Standl.) as an Antioxidant Auliana Auliana; Yulistia Budianti Soemarie; Nily Su'aida
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 15 No. 1 (2026): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/qkkqpr54

Abstract

Abstract Free radicals can cause skin cell damage and accelerate premature aging; therefore, natural antioxidants are needed and can be developed into topical cosmetic preparations. Bottle gourd leaves (Lagenaria siceraria (Molina) Standl.) are known to contain secondary metabolites with potential antioxidant activity. This study aimed to formulate bottle gourd leaf extract into a body scrub, evaluate its physical quality, and determine its antioxidant activity using the ABTS method in vitro. This experimental study included plant identification, phytochemical screening, and the formulation of a body scrub with extract concentrations of 3%, 5%, and 7%. The results showed an extract yield of 17.31% and the presence of alkaloids, phenolics, flavonoids, tannins, saponins, and triterpenoids. Physical evaluation indicated that all formulations met the requirements of semisolid preparations, with pH values of 6.97–7.37, viscosity of 2646–9596 cPs, spreadability of approximately 5 cm, and good stability. Antioxidant activity testing showed that the positive control, ascorbic acid, had an IC₅₀ value of 2.95 ppm, while the extract and body scrub did not exhibit IC₅₀ values at the tested concentrations. This may be due to low levels of active compounds or interactions with the formulation matrix; therefore, further studies using higher concentrations or different methods are recommended. Keywords: Bottle Gourd Leaf, Body scrub, Secondary Metabolites, Free Radicals  ABTS (2,2’-azino-bis(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)).
ANALISIS COST OF ILLNESS PASIEN DM TIPE 2 DENGAN METFORMIN DAN GLIMEPIRIDE DI RAWAT INAP RSUD JARAGA SASAMEH KOTA BUNTOK Hasniah Hasniah; Andryanto M Hasan; Erlianti Karina; Fadillah Aris; Fauzi Muhammad; Soemarie Yulistia Budianti; Ramadhani Juwita; Noriandani Riska Ayu
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2397

Abstract

Diabetes mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin dan penurunan produksi insulin oleh pankreas. Prevalensi yang tinggi serta risiko komplikasi jangka panjang menimbulkan kebutuhan terapi berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan biaya pengobatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis farmakoekonomi dengan pendekatan cost of illness (COI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui COI pasien DM tipe 2 dengan metformin dan glimepiride peserta BPJS kesehatan di rawat inap RSUD Jaraga Sasameh Kota Buntok tahun 2023. Desain penelitian bersifat observasional deskriptif retrospektif dengan pendekatan cost of illness dari perspektif Rumah Sakit. Data sekunder diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), rekam medis pasien, serta bagian keuangan Rumah Sakit. Sampel penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat inap dengan terapi metformin atau glimepiride peserta BPJS kesehatan di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tahun 2023 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan cost of illness yaitu membandingkan seluruh komponen rata-rata dengan lama rawat inap di Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 113 pasien yang menggunakan metformin dan 70 pasien yang menggunakan glimepiride, dengan perspektif Rumah Sakit meliputi biaya langsung medis yaitu biaya obat antidiabetes (ADO) oral, obat penyerta lainnya, biaya perawatan, terapi komorbiditas, dan biaya rawat inap. Komponen biaya yang paling dominan pada kedua kelompok terapi adalah biaya perawatan, yang berkontribusi sebesar 67,09% pada terapi metformin dan 68,68% pada terapi glimepiride, diikuti oleh biaya rawat inap. Cost of illness (COI) dari perspektif Rumah Sakit pada pasien dengan terapi metformin sebesar Rp 1.367.043, sedangkan pada terapi glimepiride sebesar Rp 1.427.007. Kesimpulan pada penelitian ini adalah rata-rata biaya COI pasien yang menggunakan terapi glimepiride lebih besar dibandingkan terapi metformin.
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK MITRA SEHAT BANJARBARU: The Relationship Of Waiting Time For Prescription Services With Patient Satisfaction At Mitra Sehat Pharmacy Banjarbaru Mursidatul Jannah; Yulistia Budianti Soemarie; Hasniah Hasniah
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v7i2.187

Abstract

Wait time for prescription services is a critical indicator of the efficiency and effectiveness of pharmacy staff in processing, preparing, and dispensing medications to patients. The faster and more accurate the service process, the more it demonstrates optimal workflow and coordination within the pharmacy service unit. This study aims to determine the relationship between waiting time and patient satisfaction for prescription services at the Mitra Sehat Banjarbaru Pharmacy for the period October - November 2024. This research was conducted using quantitative research methods through a cross-sectional study design. The instrument used was a questionnaire adopted from a Likert scale with SERVQUAL dimensions. The questionnaire was distributed to respondents who received prescription services at the Mitra Sehat Banjarbaru pharmacy for the period 15 October – 15 November 2024. Based on the research results, the waiting time for prescription services was 75.2% in accordance with the expected standards. , and 24.8% did not match. Respondent satisfaction was 59.4% moderate satisfaction, 29.7% very satisfied and 10.9% less satisfied. The SPSS statistical test results show that there is a significant relationship between waiting time and respondent satisfaction (p < 0.05).
STANDARISASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI AIR DAUN MURBEI (Morus alba L.) DENGAN METODE DPPH Rizqi Noor Maulida; Yulistia Budianti Soemarie; Muhammad Fauzi
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v7i1.236

Abstract

Excessive exposure to sunlight can lead to various skin health issues, including premature aging, as the skin serves as the body’s primary external protector. Mulberry leaves (Morus alba L.) are recognized for their content of anthocyanins and phenolic compounds, which act as antioxidant agents. This study aimed to evaluate the antioxidant effectiveness of the water fraction extracted from mulberry leaves. The research process involved collecting samples, followed by remaceration with 70% ethanol, standardization tests, and fractionation through a liquid-liquid method using n-hexane, ethyl acetate, and distilled water. The water fraction yield obtained was 6.23g. In the specific standardization tests, all parameters met the required standards; however, in the non-specific tests, the ash content exceeded the requirements, registering 10.5% above the acceptable threshold of less than 42%. Antioxidant activity was assessed using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method, with quercetin as a reference. Measurement via a UV-Vis spectrophotometer revealed an IC50 value of 25.020 ± 0.223 μg/mL for the mulberry leaf water fraction, compared to an IC50 of 0.012 ± 0.009 μg/mL for quercetin, indicating that the water fraction exhibits lower antioxidant potency.
REVIEW JURNAL : PENGARUH BERBAGAI JENIS BAHAN PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK TABLET PARASETAMOL Febriyanti Helia Putri; Indira Manilet; Siti Jariah; Yulistia Budianti Soemarie
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v8i1.312

Abstract

Paracetamol is an analgesic–antipyretic drug commonly formulated as a tablet dosage form. Binders play an important role in determining the physical and mechanical quality of tablets. This journal review aims to evaluate the effect of various types of binders on the physical and mechanical properties of paracetamol tablets based on studies published within the last decade. The results indicate that the type and concentration of binders influence tablet hardness, friability, and disintegration time. Excessive binder concentration may adversely affect tablet performance by increasing tablet hardness and prolonging disintegration time, while natural binders show potential as alternative binding agents in paracetamol tablet formulations.
PEMANFAATAN GULMA TANAMAN BUNDUNG SEBAGAI BAHAN SABUN PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Aris Fadillah; Lia Mardiana; Yuniarti Falya; Juwita Ramadhani; Muliyani Muliyani; Muhammad Fauzi; Muhammad Hasan Andryanto; Yulistia Budianti Soemarie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34556

Abstract

Abstrak: Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan sabun pasca COVID-19 mendorong peningkatan penggunaannya. Ekstrak daun tanaman Bundung (Scirpus grossus), yang mudah ditemukan di persawahan, terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka dan cocok digunakan sebagai bahan aktif dalam sabun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hardskill peserta dalam memahami tanaman bundung serta cara pembuatan sabun dengan memanfaatkan daun bundung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi bersama, serta praktik langsung. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa kelas IX. Evaluasi pengetahuan siswa dilakukan dengan metode pre-post test menggunakan angket. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan skor dengan nilai rata-rata kenaikan sebesar 15,17%. Hasil evaluasi ini mengindikasikan bahwa peserta dapat menangkap materi yang disampaikan dengan baik.Abstract: The increase of public awareness on the importance in the use of soap post-COVID-19 has led to an increase in its use. The extract of Bundung (Scirpus grossus), which is commonly found in rice fields, has been proven to be effective in promoting wound healing and suitable for use as an active ingredient in soap. This program aims to improve the participants' hard skills in understanding the Bundung plant and utilize it as the active ingredient in soap-making process. The methods used in this activity include lectures, group discussions, and direct practice. The participant in this program were 30 of ninth-grade students. The evaluation of the participants' knowledge was conducted with the pre-post test method using a questionnaire. The results showed an increase in the average score by 15.17%. These results indicated that the participants were able to comprehend the material presented properly.