p-Index From 2021 - 2026
9.951
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan JURNAL LITIGASI (e-Journal) Jurnal Ketahanan Nasional Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar EDUKASI JURNAL IQRA´ Al Ishlah Jurnal Pendidikan JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) PEDAGOGIA JCES (Journal of Character Education Society) IQRO: Journal of Islamic Education Etika Demokrasi Jurnal Basicedu Journal of Moral and Civic Education Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Basic and Applied Education Research Journal (BAERJ) Anglophile Journal JURNAL PENDIDIKAN IPS Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Jurnal Basicedu Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan TROPICAL BIOSCIENCE: Journal of Biological Science JPM Journal of Innovative and Creativity Jurnal Aksara Raga RUKASI: Jurnal Ilmiah Perkembangan Pendidikan dan Pembelajaran SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik dan Kewarganegaran Forum Ilmu Sosial BHAKTI JIVANA Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Civic Disposition melalui Pendekatan Moral pada Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Sukamiskin Provinsi Jawa Barat Halimah, Lili -; Nurlela, Khoffifah
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.432 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v5.n1.2020.pp34-43

Abstract

Di era yang sangat pesat akan perkembangan teknologi ini pasti berdampak pada penyimpangan prilaku anak-anak yang kian sulit diatasi. Apabila masalah ini terus menerus terjadi maka akan berdampak negatif bagi pengembangan karakter generasi muda, remaja, masyarakat dan orang tua. Tujuan penelitiaan adalah untuk mengetahui representasi civic disposition melalui pendekatan moral pada anak didik pemasyarakatan di lembaga pembinaan khusus anak Sukamiskin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan subjek penelitian adalah anak-anak yang sedang bersangkutan dengan hukum atau ABH. Hasil penelitian menunjukan bahwa LPKA Sukamiskin merupaka lembaga yang efektif  bagi pembentukan karakter yang baik bagi anak didik pemasyarakatan. Pembinaan dan pendidikan yang ditanamkan berupa kesadaran agama, berbangsa dan bernegara, kemampuan intelektual dan kecerdasan, kesadaran hukum, dan integrasi diri dengan masyarakat. Hal tersebut nampak dari perubahan sikap anak didik selama proses pembinaan sampai masa tahanan selesai.Representation of Civic Disposition through the Moral Approach in Correctional Students in Sukamiskin Children's Special Development Institution (LPKA) West Java Province. In an era of rapid technological development, this will inevitably have an impact on the deviations of children's behavior that is difficult to overcome. If this problem continues it will have a negative impact on the development of the character of the younger generation, adolescents, society and parents. The purpose of this research is to find out the representation of civil disposition through moral contributions to correctional students in Sukamiskin children's development institutions. This study uses qualitative and research subjects are children who are approved by law or ABH. The results showed that LPKA Sukamiskin was an effective institution for good character for correctional students. The fostering that is applied is the fostering and education of religious awareness, fostering and education of national and state awareness, fostering and education of intelligence and intelligence skills, capability of fostering and educating legal awareness, fostering and education integrating oneself with the community. This can be seen from the change in attitudes of students during the coaching process until the detention period is complete.
Kandungan Senyawa Nutrisi dan Aktivitas Farmakologis pada Tanaman Anting-anting (Acalypha indica L.): Sebuah Ulasan HALIMAH, LILI; JULYANTI, ANISA; FAUZI, MUHAMMAD IKHSAN
Tropical Bioscience : Journal Of Biological Science Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v3i2.9492

Abstract

Anting-anting (Acalypha indica L.) merupakan jenis tanaman yang mudah dijumpai di Indonesia dan dimanfaatkan sejak lama sebagai tanaman obat. Acalypha indica merupakan anggota dari famili Euphorbiaceae yang memiliki persebaran luas, baik di daerah tropis maupun subtropis, dan diperkirakan terdiri dari sekitar 450 spesies. Habitat A. indica berada di daerah tropis, seperti Asia, Afrika, dan Amerika. Tanaman anting-anting diklasifikasikan ke dalam kingdom Plantae, divisi Spermatophyta, kelas Magnoliopsida, ordo Euphorbiales, dan famili Euphorbiaceae.  Dalam ulasan ini, metode yang digunakan adalah studi literatur dengan melibatkan proses telaah dari berbagai referensi, seperti jurnal ilmiah. Kandungan nutrisi pada A. indica di antaranya berupa karbohidrat, protein, vitamin, lipid, zat besi, tembaga, seng, nikel, dan kromium. Selain itu, A. indica mengandung senyawa fitokimia, seperti alkaloid, tanin, steroid, saponin, senyawa fenolik, dan flavonoid. Adanya metabolit sekunder yang terkandung pada A. indica menjadikannya sebagai tanaman yang memiliki aktivitas farmakologis, di antaranya sebagai antioksidan, antibakteri, antiparasit, dan antidiabetes. Selain itu, masyarakat juga mempergunakan tanaman ini untuk tujuan pengobatan tradisional, di antaranya mengobati berbagai penyakit kulit seperti eksim dan luka sayat.
Penguatan Karakter Cinta Tanah Air melalui Tari Narantika Rarangganis Hendrawan, Jajang Hendar; Halimah, Lili; Kokom, Kokom
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3716

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan Pembelajaran Seni Budaya berbasis kearifan lokal Tari Narantika Rarangganis dalam pembelajaran nilai cinta tanah air di SMAN 2 Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Pembelajaran Seni Budaya berbasis kearifan lokal dengan menampilkan tari Narantika Rarangganis sebagai tarian daerah Jawa Barat yang berwatak cinta damai, menjaga tanah air, kekeluargaan, atau silaturrahmi, serta memelihara dan mengembangkan nilai kearifan lokal. Upaya penanaman rasa cinta tanah air melalui Pembelajaran Seni Budaya, meliputi pertunjukan budaya, bulan bahasa, pendidikan karakter, pengenalan budaya daerah, dan pelaksanaan prakarsa perbaikan sekolah yang mencakup pelestarian budaya daerah.
Speech Disfluency Made by Male and Female Learners at Kampung Inggris Semarang Abimanto, Dhanan; Hidayah, Yayuk; Halimah, Lili; Hasyim, Umar Al Faruq A
Anglophile Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Anglophile Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/anglophile.v1i2.219

Abstract

In utterance, there must be some disfluency whether in normal people or in stutterer. Moreover, the disfluency would be different if it was categorized into two based on the gender. The researchers’ figures out the disfluency based on the gender, male and female. The article was to find out any types of disfluency that appear on the male and female speeches, to find the dominant type of disfluency occured in male and female speeches, the difference between male and female speeches, and the factors causing the disfluency made by male and female speeches. The sample was 24 English learners at Kampung Inggris Semarang, 12 males and 12 females. In collecting the data the researchers used observation and interview. In analysing the data, the researchers used the theory from Clark and Wasow supported by Johnson and Bortfeld et.al. The result showed that nine types of disfluency occur in learners’ speech, i.e filler, silent pause, revision, incomplete phrase, broken word, repetition, grammatical disfluency, prolongation, and false start. The dominant disfluency occured in male and female speeches was filler. In the dominant disfluency, males produced more filers than females, whereas silent pause was more produced in female speeches. Besides, there was some factors causing disfluency made by male and female learners of Kampung Inggris Semarang, which were related to psychological factors. It included cognitive factors and affective factors. In total, male produced more disfluency than female. Besides that male learner made more factors which could affect the disfluency in their speeches than female learners, male learners were more likely not in mastering grammar and vocabularies and getting prepared in materials. Keywords: Speech Disfulency, Factors Speech Disfluency, Disfluency
Menumbuhkembangkan Karakter Anak Panti Melalui Permainan Edukatif Studi Panti Asuhan Ulul Azmi Kota Cimahi Eneng Martini; Jajang Hendar H; Lili Halimah; Purwanto Purwanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 4 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v4i1.637

Abstract

Character is very important to instill from an early age, because nowadays quite a few children grow up with global flows and intense use of gadgets. The implication of this is their character development in the future. In this program, the service activities we hold are given the theme "Growing the Character of Orphanage Children Through Educational Games", with a case study at the Ulul Azmi Orphanage, Cimahi City. This program aims to provide alternative positive activities for children so they can be free from using gadgets and at the same time refresh their minds. Character development in this activity is carried out through two main stages. First, this program targets elementary school children from grade one to grade six, with a more interactive method so that it is not boring. Second, through the medium of educational games, various moral messages can be conveyed in a way that is more interesting and easy for children of their age to understand. Thus, it is hoped that this program can help orphanage children to form positive characters from an early age.
Eksistensi Kebudayaan Kampung Adat Banceuy sebagai Warisan Nenek Moyang dalam Melestarikan Budaya Lokal Desa Sanca Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Neneng Tri Puspita; Lili Halimah; Moh Isman Al Latif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v4i2.638

Abstract

Banceuy Traditional Village, located in Sanca Village, Ciater District, Subang Regency, West Java, is one of the traditional villages rich in cultural values ​​and traditions. This study aims to explore how the preservation of culture and local wisdom in Banceuy Traditional Village can affect the socio-economic development of the community. With a qualitative approach and field research methods, data were collected through interviews with traditional leaders, local communities, and observations of traditional and artistic activities. The results of the study indicate that the preservation of culture and local wisdom has a positive impact on improving the economy, especially through the culture-based tourism sector and sustainable natural resource management. This study also emphasizes the importance of traditional education in ensuring cultural sustainability among the younger generation.
Menghidupkan Kembali Kaulinan Barudak Dalam Upaya Mencegah Penggunaan Gadget Secara Berlebihan Pada Anak Dibawah Umur dan Ekonomi Praktis dizaman Modern Halimah, Lili
aksararaga Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v6i1.59

Abstract

Di era digital, gawai (gadget) seakan tak terpisahkan dari kehidupan anak. Penggunaan gadget yang berlebihan nyatanya berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Untuk menanggulangi hal ini, menghidupkan kembali "kaulinan barudak" (permainan anak) tradisional menjadi langkah strategis. Kaulinan barudak tak hanya menyenangkan, tapi juga kaya manfaat. Permainan seperti petak umpet, engrang-engrang, atau gobak sodor melatih motorik kasar dan kemampuan bersosialisasi. Selain itu, permainan seperti congklak atau egrang batok mengasah kecerdasan dan sportivitas. Bandingkan dengan gadget yang cenderung menghasilkan sifat individualistis dan kurangnya aktivitas fisik. Menghidupkan kembali kaulinan barudak membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Orang tua memegang peranan penting. Kenalkanlah anak pada permainan tradisional. Ajak mereka membuat alat permainan bersama menggunakan bahan sederhana. Luangkan waktu untuk bermain bersama anak. Selain keluarga, sekolah juga bisa berperan aktif. Alokasi waktu khusus untuk bermain tradisional dalam kegiatan sekolah dapat menjadi langkah awal. Libatkan anak dalam kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis permainan tradisional. Komunitas dan pemerintah daerah juga bisa ikut serta. Penyelenggaraan festival permainan rakyat atau lomba kaulinan barudak dapat menjadi daya tarik bagi anak. Bekerja sama dengan komunitas permainan tradisional untuk mengadakan pelatihan pembuatan alat permainan atau menjadi narasumber tentang sejarah dan filosofi kaulinan barudak di sekolah-sekolah bisa dipertimbangkan. Dengan menghidupkan kembali kaulinan barudak, kita tidak hanya melestarikan budaya, namun juga berupaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berjiwa sosial. Anak-anak pun dapat memiliki keseimbangan dalam menggunakan gadget dan menikmati permainan yang sesungguhnya.
PENANAMAN KESADARAN HUKUM CYBERCRIME DI KALANGAN GENERASI MUDA Tripuspita, Neneng; Halimah, Lili; Hendrawan, Jajang Hendar; Khotimah, Nurul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.29996

Abstract

Abstrak: Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, media sosial telah menjadi platform yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial. Namun, keberadaan media sosial juga membuka ruang bagi munculnya berbagai bentuk kejahatan siber (cyber crime). Kejahatan ini dapat mencakup penipuan, pencurian data pribadi, perundungan daring (cyberbullying), hingga penyebaran konten ilegal. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan masyarakat tentang bahaya cyber crime serta cara menghadapinya. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam mengurangi dampak cyber crime dengan meningkatkan kesadaran, etika digital, dan pemahaman hukum di kalangan masyarakat. Artikel ini mengulas peran pendidikan kewarganegaraan dalam menghadapi tantangan cyber crime dan pentingnya literasi digital di era media social. Artikel ini membahas hubungan antara cyber crime di media sosial dengan pendidikan kewarganegaraan serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya tersebut.Along with the rapid development of information technology, social media has become a very influential platform in social life. However, the existence of social media also opens up space for the emergence of various forms of cybercrime. These crimes can include fraud, theft of personal data, cyberbullying, and the spread of illegal content. Civic education has an important role in shaping people's character and knowledge about the dangers of cyber crime and how to deal with it. Civic education has an important role in reducing the impact of cyber crime by increasing awareness, digital ethics, and legal understanding among the public. This article reviews the role of civic education in facing the challenges of cyber crime and the importance of digital literacy in the era of social media. This article discusses the relationship between cybercrime on social media and civic education and strategies that can be applied to increase public awareness of these dangers.
MENGENAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU WARISAN BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUNDA Hendrawan, Jajang Hendar; Halimah, Lili; Alatif, Muhamad Isman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i1.29914

Abstract

Abstrak: Kampung Adat Cireundeu, yang berdiri sejak abad ke-16 di Kecamatan Cimahi Selatan, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu benteng terakhir budaya Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan tradisi dan adat istiadat yang masih dijalankan oleh masyarakat Kampung Adat Cireundeu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Adat Cireundeu masih memegang teguh tradisi Sunda Wiwitan, yang mengajarkan harmonisasi antara manusia dengan alam. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan perajin, dengan singkong sebagai makanan pokok yang diolah menjadi berbagai produk pangan. Rumah-rumah di kampung ini mempertahankan arsitektur tradisional Sunda dan kampung ini sering dijadikan tujuan wisata budaya dan pendidikan.Hukum adat di Kampung Cireundeu mencakup berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk pernikahan, warisan, kelahiran, kematian, dan pangan, dengan sanksi sosial sebagai hukuman bagi pelanggaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah mempertahankan tradisi dan adat istiadat di tengah arus modernisasi. Upaya pelestarian dilakukan melalui pendidikan budaya kepada generasi muda dan promosi pariwisata budaya. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Kampung Adat Cireundeu serta mendorong upaya pelestarian budaya tersebut di masa depan.Abstract: The Cireundeu Traditional Village, established in the 16th century in South Cimahi District, West Java, is known as one of the last strongholds of Sundanese culture. This research aims to identify and document the traditions and customs still practiced by the Cireundeu Traditional Village community. The research method used is qualitative with an ethnographic approach. Data collection techniques include participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies.The results show that the Cireundeu Traditional Village community still adheres firmly to Sunda Wiwitan traditions, which teach the harmonization between humans and nature. Most residents work as farmers and craftsmen, with cassava as their staple food, which is processed into various food products. The houses in this village maintain traditional Sundanese architecture, and the village is often a destination for cultural and educational tourism.Customary laws in Cireundeu Village cover various aspects of social life, including marriage, inheritance, birth, death, and food, with social sanctions as punishment for violations. The main challenge faced is maintaining traditions and customs amidst the tide of modernization. Preservation efforts are carried out through cultural education for the younger generation and the promotion of cultural tourism.This research is expected to enhance understanding and appreciation of the cultural richness of the Cireundeu Traditional Village and encourage efforts to preserve this culture in the future.
MEMBANGUN KESADARAN HUKUM PADA USIA DINI MELALUI PENTAS DRAMA SEDERHANA DI KAMPUNG TUGUMUKTI KBB Halimah, Lili; Wulandari, Ayu
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i4.29950

Abstract

Abstrak: Upaya pencegahan dinilai sangat penting dan bisa dimulai dari dalam keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Pemahaman dibidang hukum khusunya diterapkan pada anak-anak dan remaja akan mudah dipahami apabila dilakukan dengan metode permainan (drama), karena anak-anak lebih suka hal-hal yang mereka anggap menyenangkan. Adapaun tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum dikalangan anak-anak sehingga diharapkan bisa menciptakan generasi yang taat akan hukum. Metode yang dilakukan yakni metode tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pemberian materi, pembagian kelompok dan seluruh pesertanya mempragakannya dengan memainkan drama yang telah disusun. Dalam kegiatan ini bisa dilihat bahwa anak-anak lebih mengerti pada saat praktek dibandingkan pada saat pemberian materi. Untuk membangun kesadaran hukum sejak dini, tidak harus menunggu setelah terjadi pelanggaran dan penindakan oleh penegak hukum. Upaya pencegahan dinilai sangat penting dan bisa dimulai dari dalam keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Dengan adanya kesadaran hukum ini kita akan menyaksikan tidak adanya pelanggaran sehingga kehidupan yang ideal akan ditemui.Abstract: Prevention efforts are important and can start from within the family as the smallest unit of society. Understanding the field of law especially applied to children and adolescents, will make it easy to know if it is done by the game method (drama) because children prefer things that they find fun. The purpose of this activity is to increase understanding and awareness of the law among children, which is expected to create a generation that obeys the law. The methods carried out are the planning stage method and the implementation stage. This community service is carried out by providing materials, dividing groups and all participants practice it by playing the drama that has been arranged. In this activity, it can be seen that the children understand better during practice than when given material. To build legal awareness from an early age, there is no need to wait after violations and enforcement by law enforcement. Prevention efforts are important and can start from within the family as the smallest unit of society. With this legal awareness, we will witness the absence of violations so that an ideal life will be found.
Co-Authors Abdul Azis Wahab Abimanto, Dhanan Agustina Retnoasih Ai Ratnahayati Ai Ratnahayati Ai Wita Wasilah Alatif, Muhamad Isman Aling Heryani Anis Suryaningsih Anis Suryaningsih Suryaningsih Anisah Arfiawati, Fristi Arnie Fajar Arnie Fajar Arnie Fajar Ayu Wulandari Azhari, Nurul Devi Andriyani Dewi Shopiah Dinna Daniati Edy Sofyan, Edy Eneng Martini Eneng Serli Eriwan Edna Pratama Ernandia Pandikar Ernawati Simatupang Eva Enzelia Barus Faizah Farida Sartika Fauzi, Muhammad Ikhsan Feniawati Darmana Feniawati Darmana, Feniawati Darmana Fredy Fredy Guntara, Diki Halibanon, Dewi Saparina Hari Rudiana Hartati, Yayu Setia Hasim Bisri, Hasim Hasyim, Umar Al Faruq A Hendrawan, Jajang Hendrawan, Jajang Hendar Heni Heryani Heni Heryani Heni Heryani Heni Heryani, Heni Heryani Herlina Herlina Heryani , Heni Hidayah, Yayuk Ichtiat, Helmi Qodrat Idrus Affandi Iis Suryani Herdiah Indah Khoirunnisa Tosin Indah Kristina Wulandari Indah Kristina Wulandari Ismi Sujastika Jajang Hendar H Jajang Hendar Hendrawan JULYANTI, ANISA Kencana Barus, Mada Khaerul Syobar Khaerul Syobar Kokom Kokom Kokom Kokom Kokom, Kokom Koswara, Yustandi Koswara Laksmi Puspitasari Lilis Setiawati Lilis Suryani Linda Nurkania M. Andriansah Mada Kencana Barus Mada Kencana Barus Marwan Effendi Marzuki , Marzuki Meiwatizal Trihastuti Mira Moh Isman Al Latif Muhammad Andriansyah Purba Nanang Zakaria Nasim, Eman Sulaeman Neneng Tri Puspita Neneng Tri Puspita Neneng Tripuspita Nufikha Ulfah, Nufikha Nur Pitri Arisandi Nurhayati, Tita Nurlela, Khoffifah Nurul Azhari Nurul Azhari nurul khotimah Nurul, Siti Fauziah Pandikar, Ernandia Purwanto Purwanto Purwanto Ramadhani Irma Tripalupi Ratna Wulan Munggaran Ratnasari Ratnasari Redjeki, Finny Regina Dalih Gandes Ivoni Lubis Retnoasih, Agustina Risti Aulia Ulfah rizkyarian, muhammadyoga Roza Ruspita SEPTIANI SEPTIANI Shaleh, R. Komarudin Siti Amini Siti Hodijah Siti Hodijah Siti Sangadah Siti Sangadah Siti Saniah, Siti Sopii Sopii Tedi Sutisna Tia Ihsantiani Umar Al Faruq A Hasyim Weti Sri Nuryani Jamilah Yadi Budiman Yayu Setia Hartati Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yeni Siti Rokayah Yeni Siti Rokayah Yomi Romlah, Oom Yusi Sri Mulyan Yusi Sri Mulyani