Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Eskalasi Usaha Perikanan Mas Koki (Carrasius auratus) di Kabupaten Tulungagung Naning Lailatul Fitriyah; Tutut Dwi Sutiknjo; Eko Yuliarsha Sidhi; Agustia Dwi Pamujiati
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v2i2.2784

Abstract

Goldfish (Carassius auratus) is an ornamental fish with promising agribusiness prospects. One of the cultivation areas with potential for development is Tulungagung Regency. The research was conducted at the Fish Cultivation Group (Pokdakan) Tirto Mulyo Asri, located in Wajak Lor Village, to analyze a particular approach to escalating goldfish culture in the area. The study adopted the Force Field Analysis (FFA) method with a qualitative descriptive analysis approach. The analysis showed five factors driving and inhibiting goldfish cultivation at the research site. The highest driving factor is consumer demand, while the highest inhibiting factor is bad weather conditions, namely the transition season (seasonal shift). The key success factor based on the driving factors for elevated consumer demand means that it focuses on maintaining consumer confidence in the products produced. On the other hand, the key success factor in overcoming the inhibiting factors for bad weather conditions or the transitional season is focusing on weather prediction through collaboration with the government, such as the BMKG. The best approach to halting goldfish culture in the Tirto Mulyo Asri Tulungagung Fish Cultivation Group is to maximize the key driving factors and minimize the key inhibiting factors.
Komparasi Penghasilan Perkebunan Tebu Antara Metode Lahan Penyewaan dan Lahan Mandiri Mochamad Jabar Rozaq Zuhdi; Tutut Dwi Sutiknjo; Eko Yuliarsha Sidhi; Agustia Dwi Pamujiati; Djunaedi Djunaedi; Kresna Widigdo Margo Utomo
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 3 No. 2 (2023): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v3i2.4721

Abstract

The plantation subsector plays a significant role in Indonesia's agricultural sector, providing a considerable supply of raw materials for the processing industry. Sugarcane is one of the key commodities in this subsector. This study aims to: 1) Identify the income from sugarcane farming under a leasing system compared to direct ownership and 2) Determine the factors contributing to the income disparity between sugarcane farmers who use the leasing system and those under direct ownership. This research applied a quantitative descriptive method to provide an overview of sugarcane farming operations in both systems. From the study results, under the direct ownership system, although the initial costs were somewhat high, fertilizer and seeds were lower, leading to a lower total production cost of approximately IDR39,334,028.00. On the other hand, the seed and fertilizer costs were relatively high under the leasing system, resulting in a total production cost of IDR45,500,578.00. Even though the revenue from the leasing-based sugarcane farming was higher than that of direct ownership, the net income from direct ownership sugarcane farming was greater than the leasing system, creating an income difference of around IDR4,745,305.00 or an added value increase of 11.84% compared to the income of leasing-based sugarcane farmers. The t-test was used for comparative analysis, and it was found that t-calculated 0.594 < t-table 1.782, indicating no significant difference between the two systems, and both are equally profitable. Subsektor perkebunan memegang peranan penting dalam bidang pertanian Indonesia, berkontribusi besar dalam pasokan bahan baku untuk industri pengolahan. Salah satu komoditi kunci dalam subsektor ini adalah tebu. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendapatan dari usaha tani tebu dalam sistem penyewaan dibandingkan dengan kepemilikan langsung. Selanjutnya penelitian ini juga bisa mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap komparasi pengasilan petani tebu yang menggunakan lahan sewa dengan lahan kepemilikan pribadi. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif untuk memperoleh gambaran tentang operasi usaha tani tebu dalam kedua sistem tersebut. Dari hasil studi, pada sistem kepemilikan langsung, meskipun biaya awal cukup tinggi, namun biaya untuk pupuk dan benih lebih rendah, sehingga total biaya produksi menjadi lebih rendah, yaitu sekitar Rp39.334.028,00. Sementara pada sistem sewa, biaya benih dan pupuk relatif tinggi, yang mengakibatkan total biaya produksi mencapai Rp45.500.578,00. Meski penerimaan dari usaha tani tebu berbasis sistem sewa lebih tinggi dibandingkan dengan sistem kepemilikan langsung, namun pendapatan bersih dari usaha tani tebu sistem kepemilikan langsung lebih besar dibandingkan dengan sistem sewa, menciptakan perbedaan pendapatan sekitar Rp4.745.305,00 atau peningkatan nilai tambah sebesar 11,84% dibandingkan dengan pendapatan petani tebu sistem sewa. Uji t digunakan untuk analisis komparatif, dan ditemukan bahwa t-hitung 0,594 < t-tabel 1,782, yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua sistem, dan keduanya sama-sama menguntungkan.
Manajemen Strategi Pengembangan Usaha Tanaman Hias Sukulen di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri Yesy Nur Gunariyati; Wiwiek Andajani; Tutut Dwi Sutiknjo; Agustia Dwi Pamujiati; I Gusti Gede Heru Marwanto; Dione Tabita Shipya
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 3 No. 2 (2023): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v3i2.4722

Abstract

Kediri Regency is one of the regencies in East Java with a large population and livelihoods from agriculture. Rapid global development means that more and more agricultural land is relocated, and its use is restricted for other purposes that are considered more profitable and produce maximum results. The alternative used is succulent cultivation. Rembang Village, Ngadiluwih District, is one of the villages that develops and cultivates ornamental plants in the Kediri Regency. The objectives of this study are: (1) to find out how business management, especially the marketing management of succulents, is. (2) to determine the internal and external factors affecting succulent cactus plant marketing. (3) to determine the right business development strategy for marketing succulent cactus plants. The data analysis method used SWOT analysis, and to achieve the goal, the data was processed in Microsoft Excel, and the results were presented in tabular form and explained clearly. The results of this study were for the strategy of developing succulent ornamental plants, marketing management of succulent ornamental plants was well designed and planned to achieve profits in the company. In the application of SWOT analysis, the IFAS value was 0.7, and the EFAS value was 0.2, located in quadrant I, which means aggressive growth.  This condition was very profitable for traders because strengths and opportunities could be utilized and overcome the problem of weaknesses and threats for the company, so the strategy applied was the S-O strategy. Kabupaten Kediri yaitu salah satu Kabupaten di Jawa Timur dengan jumlah penduduk yang besar dan  bermatapencaharian  dari  pertanian.  Perkembangan  global  yang  sangat  pesat  berarti semakin banyak lahan pertanian yang direlokasi dan dibatasi penggunaannya untuk keperluan lain yang dianggap lebih menguntungkan dan membuahkan hasil yang maksimal. Alternatif yang digunakan adalah budidaya sukulen. Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih merupakan salah satu desa yang mengembangkan dan membudidayakan tanaman hias di Kabupaten Kediri. Maksud dari penelitian ini adalah: (1) Memahami cara mengelola bisnis, terutama dalam pemasaran  tanaman  sukulen.  (2)  Mengidentifikasi faktor-faktor internal  dan eksternal  yang berpengaruh pada pemasaran tanaman kaktus sukulen. (3) Menentukan strategi yang cocok untuk mengembangkan bisnis dalam memasarkan tanaman kaktus sukulen. Metode analisis data dengan menggunakan analisis SWOT dan untuk mencapai tujuan, data diproses di Microsoft Excel lalu hasil disajikan dalam  bentuk tabel  dan dijelaskan dengan jelas.  Hasil penelitian menyebutkan bahwa perencanaan strategi pengembangan bisnis tanaman hias sukulen yang telah dirancang dengan baik, bertujuan untuk mencapai keuntungan perusahaan. Dalam penerapan analisis SWOT, ditemukan nilai IFAS sebesar 0,7 dan nilai EFAS sebesar 0,2, yang menempatkan perusahaan pada kuadran I yang mengindikasikan pertumbuhan yang agresif. Kondisi ini sangat memberikan keuntungan pedagang karena mereka dapat memanfaatkan kekuatan dan peluang sambil mengatasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Oleh karena itu, strategi S-O dapat dilaksanakan.  
Edukasi Pengolahan Pangan Lokal Berbasis Ubi Jalar di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk Agustia Dwi Pamujiati; Wiwiek Andajani; Nugraheni Hadiyanti; Lailatul Azkiyah; Rasyadan Taufiq Probojati; Nina Lisanty; Ahmad Haris Hasanudin Slamet
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7986

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu jenis pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan. Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro menjadi salah satu produsen ubi jalar di Kabupaten Nganjuk. Namun pemanfaatan ubi jalar di Kecamatan Sukomoro masih terbatas. Padahal ubi jalar dapat diolah menjadi diversifikasi produk pangan dengan nilai ekonomi tinggi.  Maka dari itu perlu dilakukan edukasi tentang pengolahan pangan lokal berbasis ubi jalar dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi serta pemanfaatan ubi jalar. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu tahap preparasi, tahap sosialisasi, tahap pelatihan dan pendampingan serta evaluasi yang dilaksanakan pada bulan April 2022. Sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah warga Dusun Gang-gang Malang Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk sebanyak 20 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan lancar. Peserta mengikuti kegiatan secara runtut dari awal hingga akhir. Peserta kegiatan ini antusias dan memberikan respon positif dalam mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis ubi. Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil evaluasi yang baik. Para peserta mendapatkan nilai rata-rata post test (84,3) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pre test (66,5). Hal ini berarti bahwa transfer ilmu yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini berhasil dilakukan. Sweet potato is one of the local foods. It has the potential to be developed. Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro became one of the sweet potato producers in Kabupaten Nganjuk. However, the utilization of sweet potatoes in Kecamatan Sukomoro is still limited. Even though sweet potatoes can be processed into diversified food products with high economic value, it is necessary to educate about local sweet potato-based food processing to increase public knowledge about the potential and utilization of sweet potatoes. The methods used in this community service are the preparation stage, the socialization stage, and the training and mentoring stage. This community service activity targets the Gang-gang Malang, Sumengko Village, Sukomoro District, Nganjuk, and Regency residents. The results of community service show that community service activities run well and smoothly. Participants took part in the activity coherently from start to finish. Participants in this activity were enthusiastic and responded positively to participating in socialization activities and sweet potato-based local food processing training.
Pendampingan Budidaya Ubi Jalar dan Pemanfaatan Daunnya sebagai Bahan Pangan Slamet, Ahmad Haris Hasanuddin; Pamujiati, Agustia Dwi; Choirina, Vifi Nurul; Sidhi, Eko Yuliarsha; Kusuma, Bagus Cahya; Alpin
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v3i2.5113

Abstract

Sweet potatoes have been used in various processed products such as flour, flakes, crackers and cakes. However, sweet potato leaves are still limited to animal feed. Sweet potato leaves contain fiber, vitamins, minerals and antioxidant compounds such as flavonoids, saponins and polyphenols, which have health potential. This community service was carried out in Kwagean Village, Nganjuk Regency, especially residents of RW 007. This community service aims to develop sweet potato cultivation in the yard and process sweet potato leaves into chips. The stages of this activity include situation analysis, licensing, outreach, cultivation practices, chip of sweet potato leaf processing practices, and mentoring for one year. The results of this activity were expected to increase knowledge and family income in Kwagean Village. This activity provided positive benefits in introducing sweet potato cultivation and sweet potato leaf processing to the Kwagean Village community, as well as enabling the transfer of knowledge and skills that can improve the welfare of residents Ubi jalar telah digunakan dalam berbagai produk olahan seperti tepung, flakes, kerupuk, dan kue. Namun, pemanfaatan daun ubi jalar masih terbatas pada pakan ternak. Padahal, daun ubi jalar mengandung serat, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan seperti flavonoid, saponin, dan polifenol yang memiliki potensi kesehatan. Penngabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Kwagean, Kabupaten Nganjuk khususnya warga RW 007. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan budidaya ubi jalar pada pekarangan dan pengolahan daun ubi jalar menjadi keripik. Tahapan kegiatan ini meliputi analisis situasi, perizinan, sosialisasi, praktek budidaya, praktek pengolahan keripik daun ubi jalar, dan pendampingan selama satu tahun. Hasil kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan pendapatan keluarga di Desa Kwagean. Kegiatan ini memberikan manfaat positif dalam mengenalkan budidaya ubi jalar dan pengolahan daun ubi jalar kepada masyarakat Desa Kwagean, serta memungkinkan transfer pengetahuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga
Menggalakkan Pertanian Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan melalui Klinik Agribisnis dan Praktek Pembuatan Biosaka Insiyah, Bindari; Hadiyanti, Nugraheni; Junaidi, Junaidi; Sidhi, Eko Yuliarsha; Arissaryadin, Arissaryadin; Pamujiati, Agustia Dwi
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5570

Abstract

This community service activity aims to enhance ecological awareness in agriculture through agribusiness clinics and the production and application of biosaka. Biosaka, as part of organic farming, can be processed independently using organic materials that are available in the surrounding environment. The methods employed in this activity include issue identification, socialization, practical demonstrations, and sustainable mentoring. The activity took place at the Kedungdowo Farmer Group Association in Kedungdowo Village, Ploso District, Jombang Regency, on February 9, 2023. The community service activity has significantly promoted the adoption of biosaka. The implementation of biosaka has resulted in positive impacts on increasing crop productivity. From the activity, participants understand the importance of agribusiness clinics and the utilization of biosaka as one of the biotechnologies in agricultural practices. Participants can utilize agribusiness clinics for consultations and exchanging ideas about agricultural endeavors. This community service activity illustrates that with the right approach and strong collaboration among various stakeholders, meaningful changes toward more sustainable and environmentally friendly agriculture can be achieved.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran ekologis dalam usaha pertanian melalui klinik agribisnis dan pembuatan, serta penerapan biosaka. Biosaka bagian dari pertanian organik dapat diolah sendiri dengan bahan organik yang bisa diperoleh lingkungan sekitar. Metode dalam kegiatan ini adalah melalui identifikasi permasalahan, sosialisasi, demonstrasi praktis, serta pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Gabungan Kelompok Tani Kedungdowo Desa Kedungdowo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang pada tanggal 9 Februari 2023. Kegiatan pengabdian masyarakat telah mendorong adopsi biosaka dalam skala yang signifikan. Implementasi biosaka telah menghasilkan dampak positif dalam meningkatkan produktivitas tanaman, Dari kegiatan tersebut peserta mengerti arti penting klinik agribisnis dan pemanfaatan biosaka sebagai salah satu bioteknologi dalam praktik pertanian. Peserta kegiatan khususnya dapat memanfaatkan klinik agribisnis untuk konsultasi, bertukar pikiran tentang usaha pertanian. Dari kegiatan tersebut adanya kerjasama, pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, dapat menciptakan perubahan yang berarti menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pendampingan dan Edukasi Petani Padi dalam Penerapan Pertanian Berkelanjutan Organik di Desa Sukorame Sunarto; Dewi, Rifani Rusiana; Pamujiati, Agustia Dwi; Hadiyanti, Nugraheni; Tafakresnanto, Chendy
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i2.6135

Abstract

Pesticides are one of the components of agri input needed to protect plants from plant pests. However, massive use of pesticides can cause various negative impacts on plants, the environment, and human health. Excessive use of pesticides in rice cultivation is still a problem that is often found in Sukorame Village, Trenggalek. Seeing this condition, there needs to be more intensive education efforts for farmers. Seeing this problem, community service activities were carried out by the Faculty of Agriculture team at Kadiri University. Community service activities were carried out with the aim of providing education to farmers regarding more environmentally friendly and sustainable pest management. This program is also expected to reduce dependence on chemical pesticides and introduce Integrated Pest Management (IPM) techniques that can help farmers increase productivity without damaging the environment. Community service activities were carried out using the Participatory Aural Appraisal (PRA) approach. This method emphasizes community participation and involvement starting from the preparation, education, training and mentoring stages. Overall, the main objectives of the program to increase farmer awareness of the dangers of pesticides and introduce the IPM method have been achieved. The community began to understand the importance of environmentally friendly pest management. After the program was implemented, farmers began to provide follow-up. It is seen that some farmers have started to adopt the IPM method as a sustainable agricultural system.  Pestisida merupakan salah satu komponen agri input yang dibutuhkan untuk melindungi tanaman dari organisme pengganggu tanaman. Namun, penggunaan pestisida secara masif dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi tanaman, lingkungan, maupun kesehatan manusia. Penggunaan pestisida berlebihan dalam budidaya padi masih menjadi masalah yang sering dijumpai di Desa Sukorame, Trenggalek. Melihat kondisi ini, perlu adanya upaya edukasi yang lebih intensif kepada para petani. Melihat permasalahan tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat oleh tim Fakultas Pertanian Universitas Kadiri. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kepada petani terkait pengelolaan hama yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan memperkenalkan teknik Integrated Pest Management (IPM) yang dapat membantu petani meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan Participatory Aural Appraisal (PRA). Metode ini menekankan partisipasi dan keterlibatan masyarakat mulai dari tahap persiapan, edukasi, pelatihan dan pendampingan. Secara keseluruhan, tujuan utama program untuk meningkatkan kesadaran petani tentang bahaya pestisida dan memperkenalkan metode IPM telah tercapai. Masyarakat mulai memahami pentingnya pengelolaan hama ramah lingkungan. Setelah pelaksanaan program, petani mulai memberikan tindak lanjut. Hal ini terlihat bahwa beberapa petani mulai mengadopsi metode IPM sebagai salah satu sistem pertanian berkelanjutan.
Analisis Pendapatan Usaha Abon Tuna Dengan Perbedaan Metode Penjualan Pada UMKM “Inti Rasa Bu Peni” Kabupaten Cilacap Priyanto, Aji; Andajani, Wiwiek; Sidhi, Eko Yuliarsha; Pamujiati, Agustia Dwi
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6336

Abstract

This study analyzes the income and R/C ratio in the Tuna Shredded Fish business, Inti Rasa Bu Peni UMKM, with a wholesale and retail sales system. This research used a case study, and the sample was determined purposively (purposive sampling). The research location was Inti Rasa Bu Peni UMKM, Tegalkamulyan Village, South Cilacap District, Cilacap Regency. The data used were primary and secondary. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and recording. The study results showed that the total costs incurred by the MSME businessman Inti Rasa Bu Peni's shredded tuna in 2022 are IDR115,654,500 with each sales system of IDR56,682,250 for wholesale sales and IDR58,972,250 for retail sales. Revenue obtained in 2022 with a wholesale and retail sales system is IDR118,750,000 and IDR113,750,000, total IDR232,00,000. The income earned by shredded tuna entrepreneurs in 2022 is IDR57,067,750 for wholesale sales, and IDR59,777,750 for retail sales, with a total value of IDR116,845,500. The R/C ratio obtained is 2.00 for wholesale sales and 2.01 for retail sales. With this business analysis, both sales systems are profitable and feasible. Perbedaan sistem penjualan akan mempengaruhi pendapatan suatu usaha. Tujuan riset ini untuk menganalisis pendapatan dan R/C Ratio pada usaha Abon Tuna UMKM Inti Rasa Bu Peni dengan sistem penjualan grosir dan ecer. Riset ini menggunakan studi kasus dan sampel ditentukan secara sengaja. Penelitian berada di UMKM Inti Rasa Bu Peni Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Data yang digunakan melibatkan penggunaan data primer dan data sekunder. Proses pengumpulan data dilaksanakan melalui metode pengamatan, interview serta pencatatan. Hasil riset mengemukakan bahwa total biaya pengolahan abon ikan pada UMKM Inti Rasa Bu Peni pada tahun 2022 adalah Rp115.654.500 dengan masing-masing sistem penjualan sebesar Rp56.682.250 untuk penjualan grosir dan Rp58.972.250 untuk penjualan ecer. Penerimaan yang diperoleh pada tahun 2022 dengan sistem penjualan grosir dan ecer yaitu sebesar Rp118.750.000 dan 113.750.000 dengan nilai total senilai Rp232.00.000. Pendapatan yang diperoleh oleh pengusaha abon ikan tuna pada tahun 2022 adalah Rp57.067.750 untuk penjualan grosir Rp59.777.750 untuk penjualan ecer dengan nilai total Rp116.845.500. Nilai R/C Ratio yang didapat adalah 2,00 untuk penjualan grosir dan 2,01 untuk penjualan ecer. Sistem penjualan grosir maupun ecer sama-sama menguntungkan serta layak untuk diusahakan.
Enhancing Product Value through Vegetable Processing Training in Dukuh Mecek Village, Jember District Lailatul Azkiyah; Yuli Witono; Agustia Dwi Pamujiati; Mukhammad Fauzi; Ardiyan Dwi Masahid; Galuh Salsabila Yusviva; Gading Rosiana Yunianto
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.5918

Abstract

The Cempakaan Dukuh farmer group in Dukuh Mencek Village, Sukorambi District, Jember Regency, actively cultivates various vegetables. Currently, this farmer group lacks knowledge and skills in processing technology for vegetable-based food products. As a result, their vegetable harvests are mainly sold in fresh form, either directly to consumers or through intermediaries, which keeps their selling prices low. To address this issue, a training program was implemented to enhance the farmers' understanding and skills in processing technology, specifically focusing on creating water spinach jerky and spinach sticks. The training involved several steps: organizing coordination meetings to prepare for the activities, delivering the training materials, facilitating discussions, and providing hands-on practice. Finally, the outcomes of the service were evaluated and reviewed. The results of the training showed that the farmer group was enthusiastic about participating in the community service activities. To evaluate their progress, pre-test and post-test assessments were conducted. The pre-test scores for each question were 56, 32, 54, 48, 40, and 45, while the post-test scores were 87, 83, 86, 80, 75, and 73. The increase in post-test scores indicates a significant improvement in the farmers' ability to utilize technology for processing water spinach jerky and spinach sticks.
NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI SALE PISANG KECAMATAN POGALAN KABUPATEN TRENGGALEK Pamujiati, Agustia Dwi; Sutiknjo, Tutut Dwi; Azkiyah, Lailatul; Lisanty, Nina; Slamet, Ahmad Haris Hasanudin; Sa'adah, Enik Nur
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.60711

Abstract

AbstrakAgroindustri sale pisang banyak ditemukan di Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek dengan mayoritas mempekerjakan saudara sebagai tenaga kerja sehingga kurang memperhitungkan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan. Hal ini akan mempengaruhi nilai tambah produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah agroindustri sale pisang di Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan metode Hayami. Sampel diambil secara sensus dengan jumlah responden sebanyak 25 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 41-45 tahun dan berpendidikan terakhir SMA. Dalam satu kali proses produksi sale pisang membutuhkan 100 kg pisang kepok dan menghasilkan 65 kg sale pisang dengan harga jual Rp 41.000 per kg. Nilai tambah agroindustri sale pisang di Kecamatan Pogalan sebesar Rp 16.350 per kg dengan rasio nilai tambah 61,35%. Keuntungan yang diperoleh industri sale pisang sebesar Rp 14.850 dengan tingkat keuntungan 90,83%. Distribusi margin terbesar adalah untuk keuntungan yaitu 72,62%, tenaga kerja 7,33%, dan input lain sebesar 20,05%. Penelitian ini menunjukkan bahwa agroindustri sale pisang di Kecamatan Pogalan memiliki nilai tambah yang tinggi dan potensial untuk dikembangkan.Kata kunci: Agroindustri, nilai tambah, sale pisang.AbstractThis research aims to determine the added value of banana chip agroindustry in Pogalan District, Trenggalek Regency. The method used is quantitative analysis using the Hayami method. The results of the study show that the majority of respondents are aged 41-45 years and have the last education level of high school. One process of producing banana chips requires 100 kg of kepok bananas and produces 65 kg of banana chips with a selling price of Rp 41,000 per kg. The added value of banana chip agroindustry in Pogalan District is Rp 16,350 per kg with an added value ratio of 61.35%. The profit obtained by the banana chip industry is Rp 14,850 with a profit rate of 90.83%. The largest margin distribution is for profit, namely 72.62%, labor 7.33%, and other inputs 20.05%. This research shows that banana chip agroindustry in Pogalan District has high added value and is potential to be developed.Keywords: Agroindustry, value added, dried banana dish.
Co-Authors Abiyyuddin, M. Farras Ahmad Haris Hasanuddin Slamet Ahmad Haris Hassanudin Slamet Ahmad Iksan Nudin Aji Priyanto Alpin Andan Diyah Wulan Arissaryadin, Arissaryadin Asikin Bahar Azkiyah, Lailatul Brihatsama, Brihatsama Dektiyansyah Nusantara Sukoco Dewi, Rifani Rusiana Dione Tabita Shipya Djoko Rahardjo Djoko Rahardjo Djoko Rahardjo Djunaedi Djunaedi Dwi Masahid, Ardiyan Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi FERDIANSYAH, MOCHAMAD Firdausi, Muhammad Riza Fitrania, Fathika Gading Rosiana Yunianto Galuh Salsabila Yusviva Heru Kurniawan Insiyah, Bindari Junaidi Junaidi Kresna Widigdo Margo Utomo Kusuma, Bagus Cahya Linawati Linawati Mariyono Mariyono Mariyono Marwanto, I Gusti Gede Heru Masahid, Ardiyan Dwi Masahid, Ardiyan Dwi Mochamad Jabar Rozaq Zuhdi Mukhammad Fauzi Mukhammad Fauzi Mulyadi, Mochtar Nova Mutmainah, Dini Nafisatul Naning Lailatul Fitriyah Natasya Puspa Rosaning Trisna Nina Lisanty Nopitasari, Santi Nugraheni Hadiyanti Puji Setiono Purbasiswanta, Johan Syahputra Putri Islami, Gadis Tiara Putro, Wahyu Rianto Rahma, Ulfa Nur Rasyadan Taufiq Probojati Rosaning Trisna, Natasya Puspa Rosiana Yunianto, Gading Sa'adah, Enik Nur Saadati, Neli Salsabila Yusviva, Galuh Sari, Difa Pramudita Satriya Bayu Aji Satriya Bayu Aji, Satriya Bayu Sekar Ayu Wulandari Setiawan, Andika Putra Siska Elvani Siti Chumidah Slamet, Ahmad Haris Hasanudin SUNARTO Suryo Wibowo, Mochamad Agus Tafakresnanto, Chendy Tjatur Prijo Rahardjo Tri Widayatsih Tutut Dwi Sutiknjo Vifi Nurul Choirina Wahyu Widiyono Widi Artini Widi Artini Wim Ambawati Wiwiek Andajani WIWIEK ANDAJANI Yesy Nur Gunariyati Yesy Nur Gunariyati Yuli Witono Yuli Witono