Claim Missing Document
Check
Articles

Found 238 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

Pengaruh Kebutuhan Akan Informasi Tentang Figur Publik dan Intensitas Mengakses Berita Clickbait di Situs Berita Media Daring Terhadap Tingkat Kepuasan Pembaca yang Mengaksesnya Hajar Azizatun Niswah; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.249 KB)

Abstract

Situs berita yang ada di media daring, demi mendapatkan jumlah pengunjung (pageviews) yang banyak, menggunakan berita clickbait sebagai strategi ampuh karena dianggap efektif untuk menarik pengiklan dan mendapatkan keuntungan. Tanpa mempedulikan Kode Etik Jurnalistik yang benar dan unsur berita yang lengkap, berita clickbait merambah di segala aspek termasuk di berita mengenai figur publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kebutuhan akan informasi tentang figur publik dan intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat berusia 20-49 tahun yang mengakses situs berita media daring minimal tiga kali dalam satu minggu. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 100 responden.            Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara kebutuhan akan informasi tentang figur publik dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya, dan intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya karena nilai signifikansinya 0,280 dan 0,348 (>0,05). Selanjutnya, kebutuhan akan informasi tentang figur publik dan intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring sama-sama tidak berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya karena nilai signifikansinya 0,313 (>0,05). Tidak adanya pengaruh dari hasil penelitian menunjukkan bahwa responden selektif dalam mencari informasi yang bisa memuaskan dirinya, dan menunjukkan bahwa berita clickbait tidak dapat menghasilkan kepuasan bagi pembacanya. Saran yang diberikan yaitu tidak adanya pengaruh kebutuhan akan informasi tentang figur publik, intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya adalah hasil yang menggembirakan. Dengan begitu, berita clickbait bisa diabaikan dan tidak perlu diperhatikan karena tidak berbahaya sebab tidak bisa memberikan kepuasan bagi para pembacanya.
PRODUKSI PROGRAM ACARA MUSICAHOLIC EDISI SPESIAL TALK SHOW METAL SEBAGAI PROGRAM DIRECTOR Triangga Ardiyanto; Tandiyo Pradekso; Muchammad Bayu widagdo
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.639 KB)

Abstract

PRODUKSI PROGRAM ACARA MUSICAHOLIC EDISI SPESIAL TALKSHOW METAL SEBAGAI PROGRAM DIRECTORKarya BidangDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan strata 1Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikPenyusunNama : Triangga ArdiyantoNIM : D2C007079JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013ABSTRAKSIAcara yang bertajuk tentang musik hampir ada di semua stasiun televisi, namunprogram musik yang saat ini marak bukanlah sebuah produk jurnalistik dan hanyamenayangkan aliran musik mainstrem. Aliran musik non mainstream jarangdiangkat karena dianggap tidak mampu mendongkrak rating, oleh karean itualiranmusic non mainstream menjadi altenatif produk jusnalistik yang menarik dansegar untuk diangkat, karena tema yang diambil tidak terpaku kepada kebutuhanpasar.Program talk show tentang musik metal dibuat untuk mengangkat komunitasmusik metal dibuat dengan memadukan antara informasi dan entertainment ataulebih dikenal dengan edutaiment.Secara umum ada empat tahap dalam pembuatan talkshow yaitu pra produksidimulai dari mencari ide produksi sampai mempersiapkan director treatment, danmelakukan persiapan dan latihan yang bersifat teknis bersama dengan kerabatkerja, pada tahap produksi tugas yg di lakukan antara lain mengarahkan acara danmemastikan seluruh gambar dapat digunakan, dan diakhiri dengan mengevaluasihasil kerja serta memastikan layak siar.Adapun kendala yang dihadapi selama proses produksi adalah adanya pergantiannarasumber karena salah satu narasumber berhalangan hadir, adanya perubahanjadwal pelaksanaan produksi, karena keterbatasan waktu liputan maka VT diambildari file yang sudah ada sebelumnya. Untuk anggaran justru terdapatpenghematan untuk sewa pick up, fee narasumber, fee presenter, namun adapenambahan anggaran untuk biaya editing.Setelah kita mengkaji tugas dan tanggung jawab serta peran seorang programdirector, disebutkan bahwa seorang program director mempunyai andil yangsangat besar dalam terlaksananya sebuah produksi , selain itu seorang programdirector juga harus mengontrol proses produksi dan memperhatikan secara detailkelengkapan produksi demi lancarnya program acara yang telah direncanakan.Kata Kunci: talk show, musik metal, program directorABSTRACTThere is a lot tv program who use music as it theme, but the music program that iscurrently emerging is not a product of journalism and only broadcast mainstremmusic. Non-mainstream music genre rarely broadcasted because they are not ableto boost ratings, that is why non mainstream music become an attractivealternative jusnalistik products which is interisting and fresh to be appointed,because the theme is taken is not glued to the needs of the market.Talk show programs about metal music is made to lift the metal music communitycreated with combination of information and entertainment, better known byedutainment.Generally there is three stage on talkshow production that is pre-productionstarted from ideas inquiry until preparing director treatment dan doing preparationand rehearsal which is technically with production crew, at production stage taskthat has to be done are directing program and ensure every picture can be usedand ended with evaluate and ensure the program can be broadcastedThe obstacles encountered during the production process is a change of speaker asone speaker was unable to attend, a change in schedule of production, due to thelimited time of coverage, the VT derived from pre-existing file. For budget thereis a saving that come from pick up rental, speaker fees, presenter fees, but noadditional budget for the cost of editing.After reviewing duties and responsibilities of the role of a program director, it isstated that a program director has contributed greatly to the establishment of aproduction , other than that a program director must also carefully controlproduction procces and watch every detail of production complementary for theprogram that has ben plannedKeyword : talk show, metal music, program directorBAB IPENDAHULUAN1.1. LATAR BELAKANGDewasa ini dalam keseharian kita tidak bisa terlepas dari televisi. Melaluitelevisi kita bisa mendapatkan bberbagai informasi baik politik, sosial, budaya,agama dan ekonomi. Dari sekian banyak media komunikasi massa seperti suratkabar, majalah, radio, televisi dan internet ternyata televisilah yang palingdiminati banyak khalayak. Karena kelebihan-kelebihannya yang dapat menyajikaninformasi dengan menarik melalui audio visual memudahkan khalayak untukmenerima informasi secara cepat dan mudah.Televisi sangat berperan dalam berbagai aspek kehidupan diantaranyadalam bidang pendidikan, pada waktu tertentu sesuai dengan masing-masingjadwal televisi swasta ataupun negeri ditampilkan acara yang bertemakan edukasidiantaranya berbagai kuis berbasis pengetahuan/cerdas cermat, debat, workshopataupun seminar yang mendukung pendidikan. Kemudian dalam bidang ekonomiinformasi dikemas dalam beragam siaran berita dan acara-acara talk show yangmembahas issue perekonomian dalam maupun luar negeri misalnya, membahastentang nilai kurs dollar, ketahanan pangan, eksport-import dan lain sebagainya.Sedangkan dalam bidang entertainment kini terus menyajikan berita up to datesesuai dengan perkembangan dunia dan sekarang entertainment mendominasibisnis pertelevisian global. Begitu mudah untuk mengkomunikasikan apa sajayang dilakukan oleh para selebritis melalui acara infotainment.Musik adalah salah satu konten acara yang digemari oleh semua kalangan.Seiring dengan berkembangnya industri pertelevisian di tanah air, mulaibermunculan acara-acara yang bertemakan musik hampir di setiap pertelevisianIndonesia baik lokal maupun nasional seperti Inbox (SCTV), Dahsyat (RCTI),Spektakuler (Indosiar), dan lain sebagainya.Bisa dibilang program musik yang sedang marak saat ini bukanlah sebuahproduk jurnalistik namun hanya sebagai budaya popular pemuas kebutuhanmasyarakat akan musik, karena didalamnya tidak ada kegiatan menyiapkan berita,menulis, maupun mengedit sesuatu yang berupa catatan atau laporan sebuahkejadian. Seharusnya acara musik di televisi dapat dikemas lebih menarik denganmemadukan unsur informasi, edukasi dan hiburan yang sesuai dengan fungsitelevisi itu sendiri .Pada dasarnya setiap manusia memiliki rasa keingintahuan yang cukupbesar terhadap semua hal, tidak terkecuali terhadap aliran musik non mainstreamyang saat ini kurang diangkat oleh media, karena dianggap hanya disukai olehsegelintir orang dan kurang menguntungkan dalam hal komersil.Aliran musik non mainstream dapat menjadi altenatif produk jusnalistikyang menarik dan segar untuk diangkat, karena tema yang diambil tidak terpakukepada kebutuhan pasar dan memiliki tempat tersendiri dihati audiens nyakhususnya bagi penggemar musik non mainstream.Musik metal diangkat sebagai tema acara karena selain memilikipenggemar fanatik juga mempunyai berbagai hal menarik yang belum diketahuioleh banyak, seperti: Musik metal yang rumit Teknik bermusik yang tinggi Aksi panggung yang eksploratif Jarangnya plagiarisme Lirik musik metal kebanyakan fiksional Musik metal mempunyai banyak sub-genre(http://www.jelajahunik.us/2012/06/6-hal-menarik-tentang-aliran-death.html)Seperti jenis musik ekstrim lainnya, keberadaan musik metal juga seringmemunculkan opini negatif dari masyarakat karena gaya hidup yang keras danbebas, namun mereka tetap bisa bertahan dengan idealismenya hingga sekarangterutama dalam bermusik. Oleh karena itu musik metal menjadi layak danmenarik untuk diangkat sebagai tema program acara Musicaholic.1.2. TUJUANTujuan program talk show dengan tema musik metal ini adalahmengangkat komunitas musik Metal di Semarang dan memberikan informasikepada pemirsa mengenai perkembangan musik Metal di Semarang.Acara ini memadukan antara informasi dan hiburan atau lebih dikenaldengan edutaiment. Secara konseptual program ini berisi informasi yang bergunadan bermakna dibalut dalam konsep hiburan yang santai sehingga informasi lebihbisa diterima oleh khalayak serta dikemas dalam talk show interaktif agar lebihmenarik. Pesan yang ingin disampaikan program ini adalah agar audience dapatmenikmati acara musik yang lebih variatif dengan memperhatikan fungsijurnalistik di dalamnya tanpa perlu memperlebar jurang perbedaan karena genremusik.1.3. SIGNIFIKANSI1.3.1 Akademis : Secara akademis, pembuatan acara Talk Show inidapat digunakan sebagai sarana untukmengaplikasikan ilmu yang mahasiswa dapatkanselama perkuliahan. Khususnya di bidangpemrograman penyiaran dan produksi studio. Talkshow ini menjadi salah satu kontribusi jurnalistikdalam bentuk audio visual.1.3.2 Praktis : Sebagai rujukan bagi jurnalis media televisi dalammengemas sebuah acara yang mengangkat suatu temaacara pada televisi lokal.1.3.3 Sosial : Memberikan pengetahuan dan wawasan kepadakhalayak mengenai musik dan budaya metal.1.4. KONSEP ACARAProgram ini diharapkan akan menarik audiens karena program initermasuk program limited edition dimana tidak semua media eletronikmengangkat musik non mainstream sebagai tema suatu program acara khususnyaacara musik, sehingga audiens diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan iniuntuk mengetahui lebih jauh tentang perkembangan komunitas metal yang ada diKota Semarang pada khususnya.Untuk mengangkat musik dan komunitas metal di Jawa Tengah khususnyadi Semarang, mahasiswa akan bekerjasama dengan salah stasiun televisi lokal diSemarang dalam proses produksi dan penayangan acara talk show yang akanmahasiswa. Karena televisi lokal memiliki kedekatan (proximity) dan targetaudience yang sesuai dengan acara talk show yang akan diselenggarakan.Televisi lokal Semarang yang akan mahasiswa ajak untuk bekerja samaadalah PRO TV, dengan berbagai pertimbangan antara lain televisi ini belumpernah membuat acara talk show yang membahas musik metal ataupun komunitasmetal.Acara ini berdurasi tiga puluh menit berisi liputan event konser musikyang telah berlangsung di Kota Semarang disajikan lengkap dengan informasikonser yang akan dilangsungkan di kota tersebut. Ditambah dengan ulasan musikdan video klip group group band lokal, dan juga dilengkapi dengan profil groupgroup band yang telah diliput dan beragam video klip lagu top dari group bandmancanegara.1.5. KONSEP PRODUKSIKonsep produksi dibagi menjadi dua bagian yaitu, produksi liputan danproduksi talk show.1.5.1 Produksi Talk showa. Lokasi di studio indoor yang terletak di lantai 3 kantor PRO TV.Studio berukuran 10 x 12 m dengan daya lighting lampuflourescent 4 bank sebesar 200 watt dilengkapi dengan standarperedam suara untuk produksi acara televisi.b. Tinggi lighting dengan lantai adalan 3 meter, dan jarak lightingdengan kamera adalah 1,5 meter.c. Produksi akan menggunakan 3 kamera, yaitu 2 kamera denganmerk JVC GY-DV550, serta 1 kamera dengan merk JVC KYF560,kamera akan dilengkapi dengan teleprompter dengan LCD15’ dengan software EZ PrompterXPd. Untuk perlengkapan audio, presenter dan narasumber masingmasingakan menggunakan Clip On dengan merk SONY ECM77B.e. Pergerakan dan variasi angel kamera akan di mix menggunakanswitcher 8 channel.f. Seluruh kamera akan diposisikan kurang lebih 4 meter dari obyekbidikan. Kamera 1 dan 2 akan bergerak dinamis mengikuti alurdialog, kamera 3 akan berfungsi sebagai kamera Master dancenderung statis.g. Properti acara akan menggunakan satu set meja kursi dengandilengkapi karpet berukuran 3 x 4m, background set yang terbuatdari kayu dan didesain khusus untuk acara talk show.h. Talk show akan dipandu dengan presenter wanita yang mempunyaikarakter muda dan ceria. Presenter akan mengenakan setelan bajuala komunitas musik metal. Presenter wanita dipilih karenamayoritas pemirsa acara musicaholic adalah laki-laki.i. Narasumber berjumlah 3 orang, yakni Bambang Iss (PengamatMusik dan Musisi Senior Semarang), Rudy Murdock (Vokalisgroup band "Radical Corps"), Imam Putre (Ketua SBS (ScatteredBrains Society) dan gitaris group band Putre Faction).1.5.2 Floor Plan1.6 ProduksiBerikut adalah rincian kegiatan yang akan dilakukan pada tahapproduksi:a. Loading property. Proses loading dilakukan dengan cara mengangkutbarang dari lokasi persewaan alat ke studio dan kemudian dilanjutkandengan pengecekan ksiapan serta kelengkapan properti.Pelaksana: Trianggab. Setting studio, yaitu tata ruang studio dan penempatan perlengkapan dibuatdengan semenarik mungkin juga memiliki hubungan dengan tema yangdiambil.Pelaksana: Mahendra dan Trianggac. Briefing awal pada Crew dan narasumber. Hal ini bertujuan untukkelancaran pada saat produksi berjalan, selain itu juga demi membentukkesiapan narasumber agar dapat mengerti apa yang harus dilakukan padasaat produksi berlangsung.Pelaksana: Mahendra dan Trianggad. Gladi bersih, tujuan dari kegiatan ini guna untuk melihat kesiapan darinarasumber dan kru pada saat produksi juga memastikan semua peralatanberfungsi dengan baik agar tidak terjadi kesalahan pada saat produksiberlangsung. Pelaksana: Mahendra dan Trianggae. Shoting talk show.Pelaksana: mahendra dan Trianggaf. Evaluasi on the spot pasca pelaksanaan produksi talk show.Pelaksana: Mahendra dan Triangga1.7 Pasca ProduksiYang akan dilakukan pada tahapan ini meliputi:a. Pemindahan material video dari kamera ke komputer (capturing).Pelaksana: Triangga Ardianto dan Arif Hidayatb. Pengecekan fakta (fast checking) dan pencemaran nama baik (libel check)dari naskah yang telah ditulis, serta gambar yang telah diambil. Proses inimerupakan upaya evaluasi terhadap kemungkinan adanya kesalahan,antara lain terkait kelengkapan penyebutan nama narasumber danpenyebutan nama tempat. Seleksi gambar juga akan dilakukan untukkepentingan editing gambar.Pelaksana: Mahendra, Triangga Ardianto dan Arif Hidayatc. Editing gambar, yakni proses menggabungkan gambar sesuai dengannaskah. Penggabungan gambar akan disesuaikan dengan naskah dan SSGyang sudah di susun sebelumnya.Pelaksana: Triangga Ardianto dan Arif Hidayatd. Evaluasi hasil akhir.Pelaksana: Mahendra Zulkifli, Triangga Ardianto dan Suryo Putroe. Penayangan hasil dari produksi talk show di stasiun televisi yang sudahdipilih yaitu PRO TV Semarang.PENUTUPKarya Bidang dalam bentuk Program acara Musikaholic edisi spesial talkshow metal berdurasi 30 menit ini telah sukses ditayangkan di PRO TV Semarangpada tanggal 19 mei 2013 pukul 22.30. Pihak PRO TV sejak awal sangat antusiasdengan konsep acara yang mahasiswa tawarkan. Konsep acara yang ditawarkanini memadukan antara informasi dan entertainment, sehingga informasi lebih bisaditerima oleh pemirsa serta pemirsa tidak akan merasa jenuh.KesimpulanSebagai Program Director telah menjalani kewajiban yang seharusnyadilakukan sesuai dengan bidangnya, hal tersebut dapat dilihat dengan mampunyaProgram Director memimpin para kerabat kerja selama produksi berlangsungserta mengatasi dan melewati kendala-kendala yang muncul ditengah-tengahkegiatan produksi. Program acara Musicaholic edisi spesial Talk show Metal telahsukses ditayangkan dan sesuai dengan tujuan awal acara ini dibuat, dimana acaraini ingin mengangkat komunitas musik metal di Kota Semarang dan dapatmemberikan informasi kepada pemirsa mengenai perkembangan musik metal diKota Semarang. Sesuai dengan fungsinya seorang Program Director yang dapatmenuntun dan memimpin kegiatan produksi, selain itu juga yang terpenting bagiseorang Program Director yaitu memiliki tanggungjawab besar atas hasilkaryanya untuk membuat suatu tayangan layak ditonton dan dinikmati olehmasyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tanggapan dari orang-orangyang menyaksikan acara Musicaholic Edisi Spesial Talk show Metal.Daftar PustakaBukuBurton, Graeme. Membincangkan Televisi (Sebuah pengantar Kepada Studitelevisi). Yogyakarta. Jalasutra. 2007Arifirii, Eva. Broadcasting to be broadcaster. Yogyakarta. Graha Ilmu. 2010Djamal, Hidajanto dan Andi Fachruddin. Dasar-Dasar Penyiaran (Sejarah,Organisasi, Operasional, dan Regilasi).Jakarta. Kencana. 2011Santana.K, Septiawan. (2003). Jurnalisme Investigatif. Jakarta: Yayasan OborIndonesia.Subroto, Darwanto Sastro. Produksi Acara Televisi. Yogyakarta. Duta WacanaUniversity Press. 1994Team AnneAhira.com. Mengenal Dasar Jurnalistik Adalah Penting. Dikutip dariWahyudi.J.B. Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Televisi.Jakarta: PT Pusaka Utama Grafiti.1996Wibowo, Fred. Dasar-dasar Produksi Program Televisi. Jakarta Rasindo. 1997InternetPujilaksono, Setiyo . Mengenal Lebih Jauh Tentang Televisi. Dikutip dariAsiaaudiovisualra09setiyopujilaksono’s BlogDwi Lestari, Kristina. Dasar-Dasar Jurnalistik. Dikutip darihttp://pelitaku.sabda.org/dasar_dasar_jurnalistik(Diakses tanggal 7 April2012)http://asiaaudiovisualra09setiyopujilaksono.wordpress.com/2009/07/06/mengenallebih-jauh-tentang-televisi/ (Diakses tanggal 8 April 2012)http://www.anneahira.com/jurnalistik-adalah.htm (Diakses tanggal 7 April 2012)http://www.indoreggae.com/artikel4.html (Diakses tanggal 7 April 2012)http://www.seputarinfomusik.blogspot.com/sejarah-musik-metal-dunia.html(diakses tanggal 7 April 2012) oleh Beje “Sejarah Musik Metal Dunia”Team AnneAhira.com. Dasar Sebuah Produk Jurnalistik. Dikutip dariwww.anneahira.com/produk-jurnalistik.htm (Diakses tanggal 7 April2012)
Branding Komunitas Lumpia Komik Melalui Kegiatan Public Relations (Divisi Project Officer) Ahmad Fikar Harakan; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3231.301 KB)

Abstract

Pada awal tahun 2014 keadaan industri komik Indonesia mulai bangkit, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya bermunculan judul komik lokal seperti Si Juki, Tuti and Friends, Nebi, Si Gundul, Nusantaranger dan judul komik lainnya. Hal ini menyebabkan tumbuhnya komunitas penggemar komik lokal, salah satunya adalah Lumpia Komik. Lumpia komik adalah sebuah komunitas pecinta komik yang didirikan pada bulan Maret 2014 oleh beberapa pecinta komik dan komikus yang ingin mendukung dan memajukan industri komik lokal, khususnya di kota Semarang. Masih dininya usia dari Lumpia Komik menyebabkan kurangnya awareness masyarakat terhadap komunitas ini apalagi ikut bergabung dalam keanggotaan Lumpia Komik.Tujuan dilakukannya kegiatan kampanye public relations ini adalah untuk memperkenalkan Lumpia Komik lebih dekat dengan melalui minat atau interest target audience terhadap bacaan komik, proses pembuatan komik yang mudah dan pengenalan industri komik lokal Indonesia. Dalam hal ini, dengan cara mengikuti seluruh kegiatan Lumpia Komik.Audiens yang menjadi target primer adalah pelajar siswa dan mahasiswa berusia 16-21 tahun yang menyukai komik dan berdomisili di Kota Semarang dan sekitarnya, target sekunder adalah adalah siswa dan siswi SMP dan masyarakat umum yang menyukai komik. Teori yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah teori persuasif, konsep brand activation dan public relations. Strategi yangdigunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan menggunakan PR dan brand activation.Sebagai Project Officer, penulis bertanggung jawab dalam pembuatan communication planning Lumpia Komik serta penyusunan program dan konseprangkaian acara secara keseluruhan. Taktik public relations ini menggunakan pendekatan persuasif secara personal, menggunakan iklan berupa video, komunikasi dua arah dengan menggunakan sosial media, program Bikin Komik Besar, workshop Bebas Kumpul Bareng, Berbagi Komik Berarti dan lomba selfie bareng komik mini.Hasil kegiatan kampanye public relations ini adalah peningkatan awareness terhadap Lumpia Komik sebanyak 12%, dari 8% menjadi 20%. Diikuti penambahan anggota member komunitas Lumpia Komik sebanyak 21 anggota baru.Kata kunci : Project Officer, Kampanye Public Relations, IMC (Integrated Marketing communication), Lumpia Komik, Komunitas, Komik
Karya Bidang Program Tayangan Gitaran Sore-Sore PROTV (Sebagai Project Officer, Program Director dan Produksi) Manggala Hadi Prawira; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.496 KB)

Abstract

Televisi lokal sebagai media televisi yang berbeda dengan televisi nasional mempunyai keunggulan dalam tayangan yang disajikan. Tayangan televisi lokaldapat menyajikan konten acara yang menitik beratkan kepada potensi budaya lokal yang ada di setiap daerah sehingga bisa menumbuhkan kedekatan antara penonton dengan sebuah tayangan. Namun pada kenyataannya hal itu tidak mampu membuat televisi lokal seperti PROTV dengan Tayangan Gitaran Sore Sore menjadi pilihan utama tontonan bagi masyarakat Semarang dan tentunya pemasukan iklan juga terkena dampaknya. Hal ini dikarenakan belum adanya pesan yang dapat menghubungkan antara masyarakat Semarang dan sekitarnya dengan Tayangan Gitaran Sore-Sore. Karya Bidang ini dilakukan untuk membangun sebuah komunikasi yang menghubungkan masyarakat Semarang dan sekitaranya dengan tayangan Gitaran Sore-Sore. Sehingga kenaikan behavior menonton acara Gitaran Sore-Sore dapat tercapai. Hal ini juga berpengaruh terhadap pemasukan iklan pada tayangan ini.Pesan yang dibangun dalam kegiatan ini adalah “Jelajah Dunia Semarang Lewat Obrolan”. Dengan memiliki pemahaman tentang kondisi psikografis dari masyarakat dan menuangkan dalam bentuk kegiatan, kemampuaan berkoordinasi dengan baik dengan pihak yang terkait, maupun hal lainnya yang dilaksanakan secara tepat, Tugas yang dibebankan kepada penulis dapat dikatakan berhasil. Berdasarkan hasil riset yang dilaksanakan setelah kegiatan berlangsung,goals frekuensi menonton (1 kali dalam seminggu) tayangan Gitaran Sore-Sore di jam tay ang yang baru mampu mencapai 64% dari yang semula 31%. Berarti kenaikan yang dicapai yaitu 33%, melebihi target yang ditentukan yaitu 20%.Dari divisi bisnis dan komunikasi target pengiklan juga dapat dicapai yaitu dilihat dari tercukupinya biaya produksi program tayangan dan kegiatan komunikasi yang dilakukan. Dari hal-hal tersebut maka dapat dikatakan Produksi Program Tayangan Gitaran Sore Sore berhasil .Kata Kunci : Gitaran Sore-Sore PROTV, Komunikasi Marketing, Program, Marketing
Hubungan Terpaan Iklan Televisi Kosmetik Wardah dan Citra Merek dengan Minat Membeli Frida Asih Pratiwi; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.275 KB)

Abstract

Iklan televisi masih digemari oleh para produsen untuk mempromosikan dan mengkomunikasikan produknya ke khalayak. Salah satunya yaitu Kosmetik Wardah. Wardah menampilkan berbagai informasi ke dalam iklan televisinya. Dengan iklan televisinya tersebut, Wardah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan yang nantinya akan merangsang minat untuk membeli prduk kosmetik Wardah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji hubungan terpaan iklan televisi kosmetik Wardah dan citra merek dengan minat membeli produk kosmetik Wardah. Teori yang digunakan adalah Teori Respon Kognitif (Cognitive Response Approach) dan Teori Pemrosesan-Informasi (Information Processing Theory)dari McGuire. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian explanatory(penjelasan). Sedangkan Teknik pengambilan sampelnya adalah Randomdengan total sampel sebanyak 85 responden. Alat yang digunakan untuk analisis data adalah uji statistik Kendall’s tau_b.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara terpaan iklan televisi kosmetik Wardah dengan minat membeli produk kosmetik Wardah. Ditunjukkan pada angka signifikan sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi0.333. Hasil pengujian hipotesis kedua yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara citra merek dengan minat membeli produk kosmetik Wardah. Hipotesis kedua ini ditunjukkan dengan hasil signifikan yaitu sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi 0,670. Kata Kunci : Iklan Televisi Kosmetik Wardah, Citra Merek, dan Minat Membeli
Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Loyalitas Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Diponegoro Infra Ranisetya; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.254 KB)

Abstract

1Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Loyalitas AnggotaBadan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UniversitasDiponegoroSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata IJurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama: Infra RanisetyaNIM: D2C009092JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG20132HUBUNGAN IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN LOYALITASANGGOTA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA KELUARGA MAHASISWAUNIVERSITAS DIPONEGOROABSTRAKPermasalahan mengenai loyalitas anggota dalam organisasi mahasiswa BEM KM Undipditunjukkan dengan terdapat anggota yang memutuskan untuk keluar dari organisasi¸adanya pergantian kedudukan dalam organisasi, hingga permasalahan komunikasi yangmelibatkan hubungan antar anggota organisasi dikhawatirkan akan berdampak padakeberlangsungan organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara iklim komunikasi organisasi (x)dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (y). Variabel bebas (x) dijabarkan menjadi 6variabel yaitu kepercayaan (x1), pembuatan keputusan bersama (x2), kejujuran (x3),keterbukaan dalam komunikasi ke bawah (x4), mendengarkan dalam komunikasi keatas (x5), perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi (x6) dengan loyalitas anggotaBadan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM KM Undip). Kerangkakonsep yang menghubungkan variabel menggunakan pemikiran Guzley (dalam Pacedan Faules, 2000:155) yang menyebutkan bahwa iklim komunikasi tertentu memberipedoman bagi keputusan dan perilaku individu, sehingga berhubungan dengan loyalitasanggota.Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe explanatorydengan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Sedangkan teknik pengambilansampel menggunakan proportional random dengan jumlah 126 responden. Uji hipotesisdalam penelitian ini menggunakan metode statistik Korelasi Rank Kendall’s Tau.Teknik ini digunakan untuk mencari koefisien korelasi antara data ordinal dan dataordinal lainnya.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan nilai koefisien korelasi antarakepercayaan (x1) dengan loyalitas (y) sebesar 0,423 dengan nilai signifikan 0,000 <0,01, artinya terdapat hubungan positif antara (x1) dan (y) pada taraf kepercayaan 99%.Nilai koefisien korelasi pengambilan keputusan bersama (x2) dengan loyalitas (y)sebesar 0,420 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,01, artinya terdapat hubungan positifantara (x2) dan (y) pada taraf kepercayaan 99%. Kemudian untuk variabel kejujuran(x3) dengan loyalitas (y) mempunyai nilai koefisien korelasi sebesar 0,462 dengan nilaisignifikansi 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan positif antara (x3) dan (y) padataraf kepercayaan 99%. Untuk variabel keterbukaan dalam komunikasi ke atas (x4)dengan loyalitas (y) mempunyai nilai koefisien korelasi sebesar 0,373 dengan nilaisignifikan 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan positif antara (x4) dengan (y)pada taraf kepercayaan 99%. Selanjutnya variabel mendengarkan dalam komunikasi kebawah (x5) dengan loyalitas (y) memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,496 dengannilai signifikansi 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan positif antara (x5) dan (y)pada taraf kepercayaan 99%. Variabel perhatian pada tujuan berkinerja tinggi (x6)dengan loyalitas (y) mempunyai koefisien korelasi sebesar 0.405 dengan nilai signifikan0,000 < 0,01 yang menandakan adanya hubungan positif antara (x6) dengan (y) padataraf kepercayaan 99%.Keyword : Iklim Komunikasi Organisasi, Loyalitas Anggota Organisasi, BEM KMUndip3ORGANIZATION’S COMMUNICATION CLIMATE AND THE MEMBER’SLOYALTY AT BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA KELUARGAMAHASISWA DIPONEGORO UNIVERSITYABSTRACTIndicator for BEM KM Undip member's loyalty is shown by some problems happenedsuch as members who decide to resign, structure organization changes, communicationmatter between organization's member, which will affect organization sustainability inachieving organization's vision and mission. This research aims to find out thecorrelation between organization's communication climates (x) with the loyalty MemberBEM KM Undip (y). The variable (x) are divided into 6 variables (x 1) trust, shareddecision making (x 2) (x 3), honesty, openness in communication downward (x 4),listening in upward communications (x 5), attention on high performance goals (x 6)and the loyalty of BEM KM Undip. The conceptual framework of that relate to thesevariables are based on Guzley (in Pace and Faules, 2000: 155) who stated that theorganization’s communication climate provides guidelines for decisions and behavioron individuals, thus affecting member's loyalty.This research used explanatory type with quantitative research method approach.The sampling technique is using Proportional random which have 126 respondents assamples. The hypothesis test is using Kendall's Tau Rank Correlation statistic methodsto find the correlation between these variables on ordinal data.Based on the research result that were calculate with Kendall's Tau RankCorrelation, a correlation coefficient value between the honesty (x1) and member'sloyalty (y) is 0,423 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that there is acorrelation between (x1) and (y) at the 99% level. Then, the result for correlationcoefficient value between shared decision making (x2) and member’s loyalty (y) is0,420 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that there is a correlation between(x2) and (y) at the 99% level. The result for correlation coefficient value between thehonesty (x3) with member’s loyalty (y) is 0,462 with a significant value of 0,000 < 0,01,means that there is a correlation between (x3) and (y) at the 99% level. Next, the resultfor correlation coefficient value between openness in communication downward (x4)and member’s loyalty (y) is 0,373 with a significant value of 0,000 < 0,01, means thatthere is a correlation between (x4) and (y) at the 99% level. Then, the result forcorrelation coefficient value between listening in upward communications (x5) andmember’s loyalty (y) is 0,496 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that thereis a correlation between (x5) and (y) at the 99% level. The last, the result for correlationcoefficient value between attention on high performance goals (x6) and member’sloyalty (y) is 0,405 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that there is acorrelation between (x6) and (y) at the 99% level.Keyword: Organization’s Communication Climates, Organization Member’s Loyalty,BEM KM Undip4Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Loyalitas AnggotaBadan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UniversitasDiponegoroLatar BelakangOrganisasi mahasiswa merupakan suatu sistem terbuka dan terus-menerus mengalamiperubahan, karena selalu menghadapi tantangan baru dari lingkungan dan perlumenyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang selalu berubah tersebut, misalnyakondisi sosial. Hal yang penting dan fundamental di dalam sebuah organisasi adalahloyalitas dari setiapnya yang akan sangat menentukan kemajuan dan perkembanganorganisasi mengingat adanya berbagai tantangan yang seringkali dialami oleh sebuahorganisasi. Tanpa adanya loyalitas, maka sebuah organisasi tidak akan berjalan denganbaik bahkan terkadang tidak akan mampu bertahan apabila di dalamnya tidak diterapkansikap loyal. Sikap loyalitas anggota dapat dikatakan sebagai kesetiaan terhadaporganisasinya. Apabila para anggota organisasi memiliki loyalitas terhadaporganisasinya, maka ia akan merasa memiliki kesadaran akan kewajiban untukmenjunjung tinggi nilai-nilai yang diberlakukan dalam organisasi, mempunyai rasamemiliki terhadap organisasi yang tinggi serta mempertahankan keanggotaannya demikemajuan organisasinya. Semua itu dapat terlihat dari anggota organisasi yangmendukung setiap program kerja organisasi yang telah dijalankan dan akanmengerjakan bagiannya dengan baik dan penuh tanggung jawab.Masalah-masalah yang berkaitan dengan loyalitas anggota organisasi mahasiswadalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro dapat dilihat dari tingginyajumlah pergantian menteri hingga mencapai 5 orang pada kepengurusan periode2008/2009 dan jumlah anggota resign yang mencapai 15 orang pada kepengurusan52009/2010 dalam satu tahun kepengurusan. Selain itu terdapat beberapa hal yangmenunjukkan rendahnya loyalitas yaitu rendahnya partisipasi anggota organisasi dalamberbagai aktivitas organisasi seperti dalam mengikuti rapat harian anggota BEM bahkanketika menjalankan program kerja BEM KM Undip. Beberapa masalah tersebutmenjadi sebuah dinamika di dalam organisasi BEM KM Undip mengingat periodekepengurusan hanya satu tahun saja. Dengan adanya anggota yang pasif, pergantianmenteri dan anggota yang resign tentu akan membawa pengaruh terhadapkeberlangsungan organisasi. Program kerja yang seharusnya dapat dijalankan denganlancar menjadi terhambat sehingga nantinya tentu berdampak pada pencapaian tujuantujuanorganisasi.Hal-hal yang berkaitan dengan masalah loyalitas anggota organisasi tersebutbisa terjadi salah satunya disebabkan oleh iklim komunikasi organisasi yang kurangkondusif di dalamnya. Iklim komunikasi organisasi yang kurang kondusif dapatditunjukan dengan adanya konflik terkait dengan hubungan komunikasi antar anggota.Seperti sikap yang diberlakukan oleh salah satu Menteri BEM dalam satu kementrianperiode tersebut terlalu kaku dimana hubungan komunikasi yang terjalin hanya secarastruktural organisasi dan tidak ada komunikasi antar pribadi yang terjalin yangmengakibatkan kurangnya keakraban atau keintiman antara menteri. Hal inimengakibatkan staf merasa kurang diperhatikan sehingga tidak memunculkan sense ofbelonging. Kurangnya komunikasi yang bersifat cultural atau intim antara pimpinan danstaf membuat staf BEM jenuh untuk mengerjakan program kerja di BEM. Selain itu,iklim komunikasi organisasi yang kurang kondusif juga dapat terlihat dari pendapat darianggota yang dipandang kurang penting dalam pembuatan keputusan maupun masukandalam pelaksanaan program kerja. Padahal seharusnya dalam sebuah organisasi, setiap6anggota berperan dan mempunyai kesempatan yang sama untuk berpendapat demipencapaian tujuan organisasi.Kerangka Teori dan MetodologiKerangka konsep yang menghubungkan variabel menggunakan pemikiran Guzley(dalam Pace dan Faules, 2000:155) yang menyebutkan bahwa iklim komunikasi tertentumemberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu, sehingga berhubungan denganloyalitas anggota. Mowday, Steers, & Porter (dalam Pace dan Faules, 2000:156)menyatakan bahwa kesediaan untuk melakukan usaha sungguh-sungguh atas namaorganisasi, kepercayaan yang kuat serta penerimaan atas tujuan serta nilai-nilaiorganisasi, dan keinginan yang besar untuk mempertahankan keanggotaan dalamorganisasi adalah faktor komitmen (loyalitas) organisasi. Sehingga dapat dikatakanbahwa iklim komunikasi dalam organisasi mempunyai konsekuensi penting bagipergantian dan masa kerja anggota dalam organisasi. Iklim komunikasi yang positifcenderung meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi.Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe explanatorydengan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Sedangkan teknik pengambilansampel menggunakan proportional random dengan jumlah 126 responden. Uji hipotesisdalam penelitian ini menggunakan metode statistik Korelasi Rank Kendall’s Tau.Teknik ini digunakan untuk mencari koefisien korelasi antara data ordinal dan dataordinal lainnya.HasilSesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan iklim komunikasiorganisasi yang terdiri dari enam aspek yaitu kepercayaan, pembuatan keputusan7bersama, kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi ke atas, mendengarkan dalamkomunikasi ke bawah, perhatian pada tujuan berkinerja tinggi dengan loyalitas anggotaBEM KM Undip, maka hasil dalam penelitian ini adalah:1. Terdapat hubungan positif antara kepercayaan dengan loyalitas anggota BEMKM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubungan antara kepercayaan denganloyalitas anggota BEM KM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasiRank Kendall, diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengankoefisien korelasi kepercayaan (x1) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip(Y) sebesar 0,423. Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000< 0,01 yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangatsignifikan, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.2. Terdapat hubungan positif antara pembuatan keputusan bersama denganloyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubungan antarapembuatan keputusan bersama dengan loyalitas anggota menggunakanperhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperoleh hasil bahwa nilaisignifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi pembuatan keputusanbersama (x2) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar 0,420. Halini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,01 yang berartikedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangat signifikan, hipotesisalternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.3. Terdapat hubungan positif antara kejujuran dengan loyalitas anggota BEM KMUndip. Berdasarkan hasil analisis hubungan antara kejujuran dengan loyalitasanggota BEM KM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasi RankKendall, diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien8korelasi kejujuran (x3) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar0,462. Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,01yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangat signifikan,hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.4. Terdapat hubungan positif antara keterbukaan dalam komunikasi ke bawahdengan loyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubunganantara keterbukaan dalam komunikasi ke bawah dengan loyalitas anggota BEMKM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperolehhasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasiketerbukaan dalam komunikasi ke bawah (x4) dengan loyalitas anggota BEMKM Undip (Y) sebesar 0,373. Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansisebesar 0,000 < 0,01 yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubunganyang sangat signifikan, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho)ditolak.5. Terdapat hubungan positif antara mendengarkan dalam komunikasi ke atasdengan loyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubunganantara mendengarkan dalam komunikasi ke atas dengan loyalitas anggota BEMKM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperolehhasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasikepercayaan (x1) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar 0,496.Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,01 yangberarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangat signifikan,hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.96. Terdapat hubungan positif antara perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggidengan loyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis perhatianpada tujuan-tujuan berkinerja tinggi dengan loyalitas anggota BEM KM Undipmenggunakan perhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperoleh hasil bahwaberkinerja tinggi (x6) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar0,405. Hal ini dapat dikatakan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisienkorelasi perhatian pada tujuan-tujuan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 <0,01 yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangatsignifikan, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.KesimpulanDari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam iklim komunikasi, variabelkepercayaan (x1), pembuatan keputusan bersama (x2), kejujuran (x3), keterbukaandalam komunikasi ke bawah (x4), mendengarkan dalam komunikasi ke atas (x5), danperhatian pada tujuan–tujuan berkinerja tinggi (x6) , masing-masing mempunyaihubungan positif dengan loyalitas anggota (Y).DAFTAR PUSTAKAMuhammad, Arni. 2009. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi AksaraPace, R. Wayne., dan Faules, Don. F. 2006. Komunikasi Organisasi StrategiMeningkatkan Kinerja Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Mowday, Richard T., Richard M. Steers, dan Lyman W.Porter. 1979. “TheMeasurement of Organizational Commitment”. Journal of Vocational Behavior,14.Peterson, Brent D., dan R Wayne Pace. 1985. Organizational Communication Profile.Provo,Utah: Organizational Associates.10Redding, W. Charles. 1972. Communication within the Organization: An InterpretiveReview of Theory and Research. New York: Industrial Communication Council.Nawawi, Hadari. 1987. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta:Gadjah MadaUniversity PressDennis, Harry S. 1974. The Construction of a Managerial Communication ClimateInventory for Use in Complex Organizations. Makalah yang disajikan pada pertemuantahunan Asosiasi Komunikasi Internasional New Orleans.Guzley, Ruth M. 1992. Organizational Climate and Communication Climate.Management Communication Quarterly.Devito, Joseph A. 1997. Komunikasi Antarmanusia. New York: Hunter College of theCity. University of New York.Umar, Husein. 2002.Metode Riset Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT GramediaPustaka UtamaSugiono. 2006. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV ALFABETAJurnalUtomo, Budi. 2002. Menentukan Faktor-Faktor Kepuasan Kerja dan Tingkat KepuasanKerja Terhadap Loyalitas Karyawan PT. P. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan,Vol.7 (2), 171 – 188.Mowday, Richard T., Richard M.Steers, dan Lyman W. Porter. 1979. The Measurementof Organizational Commitment”. Journal of Vocational Behavior, 14, 224-247Internethttp://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_mahasiswa_di_Indonesiadiunduh pada 8 April 2013, pukul 21.00http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_mahasiswa_di_Indonesia11diunduh pada 8 April 2013, pukul 21.10http://edukasi.kompasiana.com/2012/02/10/melihat-lebih-dekat-badan-eksekutifmahasiswa-437194.htmldiunduh pada 9 April 2013, pukul 20.30Sumber LainLaporan Pertanggung Jawaban BEM KM Undip 2008-2012Daftar Pengurus BEM KM Universitas Diponegoro 2013www.bemkmundip.ac.idSkripsiAstrid Christina. 2012. Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan LoyalitasAnggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Diponegoro. Universitas Diponegoro.Skripsi Astri Lestari. 2012. Pengaruh Iklim komunikasi Organisasi terhadap LoyalitasKaryawan English First Pluit Jakarta. Universitas Tarumanegara.Skripsi RR Mira Ayu Prameswari. 2007. Hubungan Iklim Organisasi dengan LoyalitasKaryawan Garden Palace Hotel Surabaya. Universitas Petra Christian.
Hubungan Terpaan Iklan Indoeskrim “Kisah Legenda Nusantara” , Terpaan Publisitas, dan Terpaan Promosi Penjualan dengan Keputusan Pembelian Indoeskrim Meriza Lestari; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.947 KB)

Abstract

Indonesia merupakan pangsa pasar potensial bagi produk es krim. Hingga saat ini Indonesia hanya memiliki dua pemain utama yaitu Walls yang menguasai pasar sekitar 65 persen, Campina 20-25 persen. Sisa 10 persen, menjadi pangsa pasar Indoeskrim, Diamond,dan es krim rumahan lainnya. Konsumen es krim cenderung tidak loyal, salah satu alasanya karena produk es krim merupakan produk dengan keterlibatan rendah sehingga konsumen tidak berpikir panjang dalam menentukkan produk, maka dari itu inovasi dari produk sangatlah diperlukan. Berdasarkan hal tersebut Indoeskrim mengeluarkan jenis es krim baru dan dipasarkan dengan memanfaatkan iklan, publisitas dan promosi penjualan sebagai alat komunikasi pemasaran. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan iklan indoeskrim “Kisah Legenda Nusantara”, terpaan publisitas, dan terpaan promosi penjualan dengan keputusan pembelian Indoeskrim. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang dengan usia 17-37 tahun di kota Semarang yang telah terkena terpaan iklan, terpaan publisitas dan terpaan promosi penjualan Indoeskrim. Hasil dari analisis korelasi Pearson menunjukan bahwa terpaan iklan Indoeskrim “Kisah Legenda Nusantara” dengan keputusan pembelian Indoeskrim memiliki hubungan yang sangat signifikan, ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.670. Sedangkan terpaan publisitas dengan keputusan pembelian Indoeskrim juga memiliki hubungan yang sangat signifikan yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.649. Selanjutnya untuk terpaan promosi penjualan dengan keputusan pembelian Indoeskrim didapatkan hasil sangat signifikan dengan nilai signifikansi 0.000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.799 Dengan hasil tersebut disarankan kepada Indoeskrim untuk mengemas tagline dalam iklan menggunakan audio visual agar masyarakat lebih mengingat produk. Selain itu dapat pula memanfaatkan momen publisitas yang telah diraih dengan menghadirkan kembali kegiatan promosi yang lebih menarik dan lebih banyak mengulas kualitas produk. Dengan harapan publisitas terkait produk lebih tinggi dan konsumen kembali menaruh perhatian pada produk dari sisi produk itu sendiri.
Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk, dan Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian Paket Internet Smartfren Super 4G Unlimited Bella Yunita; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 8, No 3: Juli 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.44 KB)

Abstract

This study aims to determine whether there is an influence of brand image, product quality, and price perception on purchasing decisions of the Smartfren Super 4G Unlimited internet package. This research is an explanatory research object of men and women aged 17-25 years who know or use the Smartfren Super 4G Unlimited internet package in the city of Semarang. Testing is done using simple linear analysis. The results showed that the three variables did not have an influence on purchasing decisions of the Smartfren Super 4G Unlimited internet package with a significant value of brand image of 0.626 (> 0.05), product quality of 0.708 (> 0.05), and price perception of 0.331 (> 0.05).
PENGARUH TERPAAN PUBLISITAS HIJABERS COMMUNITY DI MEDIA MASSA DAN INTENSITAS INTERAKSI DENGAN PEER GROUP TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN HIJAB DI KALANGAN REMAJA Intan Mashitasari; Tandiyo Pradekso; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.248 KB)

Abstract

Nama : Intan MashitasariNIM : D2C009137Judul : Pengaruh Terpaan Publisitas Hijabers Community Di MediaMassa dan Intensitas Interaksi Dengan Peer GroupTerhadap Sikap Dan Perilaku Dalam PengambilanKeputusan Menggunakan Hijab Di Kalangan RemajaABSTRAKDewasa ini banyak bermunculan komunitas muslim di Indonesia, salah satunya adalah HijabersCommunity yang bertujuan mengajak muslimah untuk berhijab. Namun, meskipun HijabersCommuniy telah memberikan terpaan publisitas di media massa, masih banyak muslimah diIndonesia yang enggan memutuskan untuk berhijab. Memang tidak dapat dipungkiri bahwabanyak faktor yang melatarbelakangi seseorang dalam memutuskan untuk menggunakan hijab,salah satunya adalah faktor intensitas interaksi dengan peer group. Tujuan penelitian ini untukmengkaji seberapa besar pengaruh antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massadan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikap dan perilaku dalam pengambilankeputusan menggunakan hijab di kalangan remaja. Teori yang digunakan adalah Teori NilaiEkspektasi (Expectancy-Value Theory) dari Martin Fishbein dan Teori Pemrosesan-Informasi(Information Processing Theory) dari McGuire. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitianini adalah tipe penelitian explanatory (penjelasan). Sedangkan Teknik pengambilan sampelnyaadalah Non Random dengan total sampel sebanyak 45 responden. Alat yang digunakan untukanalisis data adalah uji statistik Kendall’s tau_b, Konkordasi Kendall (W), dan Multinominallogistic regression.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan terdapat pengaruh yangsignifikan antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massa dan intensitas interaksidengan peer group terhadap sikap remaja pada penggunaan hijab. Ditunjukkan pada angkasignifikan sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi 0.927 dan 0,842. Lain halnya dengan hasilpengujian hipotesis kedua yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antarasikap remaja pada penggunaan hijab terhadap perilaku dalam pengambilan keputusanmenggunakan hijab di kalangan remaja. Hipotesis kedua dalam penelitian ini ditolak denganangka signifikan pada variabel sikap sebesar 0,171 atau p > 0,05. Variasi variabel dependen yangdapat dijelaskan oleh variabel independen hanya sebesar 7,5% dan sisanya sebesar 92,5%dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Artinya adalah sikap hanya mampu memberikan kontribusipada perubahan perilaku hanya sebesar 7,5%, sehingga tidak cukup kuat pengaruhnya karenaperubahan perilaku 92,5% nya justru dipengaruhi oleh faktor lain di luar sikap.Kata Kunci : Hijabers Community, Peer Group, HijabABSTRACTNowadays many of the emerging muslim community in Indonesia, one of which is the HijaberCommunity which aims to spurring muslim women to thhe use of hijab. However, despiteHijabers Communiy has given exposure to publicity in the mass media, many muslim women inIndonesia who reluctantly decide to the use of hijab. It cannot be denied that a lot of factors thataffect a person's aspect in deciding to use a hijab, one of which is the factor intensity ofinteraction with peer group. The purpose of this research was to examine the extent of theinfluence of exposure publicity to Hijabers Community in the mass media and the intensity ofthe interaction with the peer group against attitudes and behaviors in decision-making using hijabamong adolescents. Theory used is Expectancy-Value Theory from Martin Fishbein andInformation Processing Theory of Mcguire. Research type used in this research is type researchexplanatory. While the technique of making sampelnya was a Non Random sample totaling asmany as 45 of the respondents. While the tools used for data analysis is statistical tests Kendall’sTau_b, Konkordasi Kendall (W), and Multinominal logistic regression.The results of research on the testing of hypotheses first shows that there are significantinfluence between of exposure publicity to Hijabers Community in the mass media and intensityof interaction with peer group with the teenager on the use of hijab. A significant number areshown on the registration of the correlation coefficient 0.000 and 0.927 and 0.842. Another is thecase with the results of the testing of hypotheses second which indicates there is no significantinfluence between attitude teenagers on the use of hijab against behavior in decision making useof hijab among teenagers. The second hypothesis in this research rejected with the number ofsignificant on the variables of attitude of 0,171 or p > 0,05. Variation the dependent variable thatcan be described by the independent variable is only 7.5 % and the rest by 92,5 % described byother causes. That means attitude could only contributed to change behavior only 7.5 %, so notstrong enough its influence because of 92,5 % behavioral change influenced by these factorsbeyond attitude.Keywords : Hijabers Community, Peer Group, Hijab.1. Latar BelakangDewasa ini, perkembangan media komunikasi yang semakin maju berdampak padaperubahan bentuk sarana komunikasi massa yang semakin beragam. Jika adanya perkembanganmedia komunikasi biasanya berkaitan dengan media massa sebagai sarana untuk berkomunikasi,kini tidak hanya media massa saja yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan.Namun, penyampaian pesan dapat pula dilakukan dengan membentuk suatu komunitas.Komunitas menjadi salah satu media komunikasi yang dapat menciptakan kedekatantersendiri dengan khalayak. Karena komunitas dianggap sebagai wadah yang tepat untukberkumpul dan mengekspresikan diri di antara orang-orang yang memiliki kesamaan hobi,interest, serta visi dan misi. Hal ini dapat terlihat dengan banyaknya komunitas-komunitas yangmuncul di tengah masyarakat. Salah satunya adalah munculnya Hijabers Community yang akhirakhirini ‘happening’ di kalangan remaja muslim Indonesia.Hijabers Community merupakan komunitas wanita berhijab yang didirikan pada 27November 2010 di Jakarta. Sekitar 30 perempuan dari berbagai latar belakang dan profesiberkumpul untuk berbagi visi mereka untuk membentuk sebuah komunitas yang mengakomodasikegiatan yang terkait dengan hijab dan muslimah. Dari fashion untuk studi Islam dan dari gayahijab untuk belajar Islam.Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai visi dan misi tersebut adalah melaluikegitan publisitas. Jika dibandingkan dengan sosialisasi, iklan, maupun berita, aktivitas publisitasakan lebih mudah masuk ke benak target sasaran. Sebab, kerja publisitas sering mempromosikanapa saja, siapa saja, di mana saja, dan dengan cara apa saja. Selain itu, publisitas sendirimempunyai fungsi untuk menarik perhatian dan menciptakan kesadaran dengan cara apapunyang kredibel dan relevan. Oleh karenanya, publisitas terkait dua pihak yakni pihak yangmendapatkan publisitas dan pihak yang membuat publisitas (Liliweri, 2011: 457).Sejak berdiri November 2010 lalu, dengan memanfaatkan media massa, baik itu mediatradisional, media elektroik, media luar ruangan, hingga new media, berbagai bentuk upayamewujudkan visi dan misi Hijabers Community pun telah banyak dilakukan. Sebagai bentukkegiatan terpaan publisitas di media massa tersebut, setiap Selasa berita mengenai HijabersCommunity menjadi rubik khusus di surat kabar Republika bagian Suplemen Republika yaituLeisure, dengan nama Hijabers Community Corner. Hijabers Community juga membuat bukumengenai fashion muslimah yang di dalamnya berisi ulasan cara bergaya dan berhijab stylistyang terinspirasi dari street style wanita modern di Eropa. Bahkan untuk menunjukkaneksistensinya, Hijabers Community juga membuat fans page di new media berupa blogkomunitas, Facebook, Twitter, Instagram, dan Account Youtube yang selalu mengupdateinformasi-informasi seputar hijab dan muslimah.Langkah Hijabers Community untuk mengajak muslimah di Indonesia agar tidak ragu dalamberhijab juga banyak diikuti oleh komunitas muslim di kota-kota besar di Indonesia, salahsatunya Kota Semarang yang menyebut dirinya sebagai Hijabi Community Semarang. Secaragaris besar, komunitas yang didirikan pada Juni 2011 ini memiliki fokus orientasi yang samadengan Hijabers Community. Dengan anggota kurang lebih 300 wanita muslimah di Semarangdan jumlah followers twitter yang mencapai 985 serta 3.674 orang teman di facebook, HijabiCommunity Semarang ini muncul sebagai wadah untuk menyampaikan syiar Islam dalammendorong muslimah di Semarang untuk menggunakan hijab. (http//14fo%20hs/berdirinyaforum-hijabers-fhb.html diunduh pada 13 Januari 2013 pukul 21:25 WIB).Lahirnya komunitas muslim di Semarang bukan tanpa alasan. Menurut Badan Pusat StatistikJawa Tengah, jumlah penduduk di Wilayah Semarang pada 2010 sebanyak 978.253 jiwa, dimana 873.421 jiwa (93,54 %) dari jumlah tersebut adalah pemeluk agama Islam. Hal inimenunjukkan bahwa Semarang adalah daerah yang sesuai untuk dijadikan sebagai sasaranpublisitas dari komunitas hijabers, sebab sebagian besar penduduknya adalah muslim.Publisitas yang dilakukan Hijabers Community merupakan upaya yang bisa berhasil bilamasing-masing individu dalam merespon pesan akan berperilaku seperti yang diharapkan.Keberhasilan bisa terjadi bila pesan yang disampaikan telah dapat menyentuh aspek behaviordari masing-masing individu.Secara global di awal 2010, berdasarkan Data Sensus Penduduk 2010: Badan Pusat StatistikRepublik Indonesia, tercatat jumlah penduduk Indonesia saat itu adalah 237.556.363 jiwa. Darijumlah penduduk tersebut, 207.176.162 jiwa atau sekitar 87,18% memeluk agama Islam.Sedangkan berdasarkan data dari Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) KementerianPerindustrian terkait dengan acara Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2012, menurut EuisSaidah, kurang lebih hingga 2012 hanya 20 juta penduduk Indonesia yang telah menggunakanhijab. (http://ikm.kemenperin.go.id/ diunduh pada 14 Januari 2013 pukul 10:15 WIB).Melihat minimnya pengguna hijab di Indonesia tersebut menunjukkan meskipun telahbanyak upaya strategi komunikasi yang telah dilakukan melalui kegiatan publisitas sejak 2010lalu, tidak berdampak pada perubahan perilaku muslimah dalam memutuskan untuk berhijab.Hal tersebut berarti kegiatan publisitas yang dilakukan Hijabers Community tidak efektif, sebabvisi dan misi telah dikomunikasikan, namun tetap tidak berdampak pada perubahan perilaku darimuslimah Indonesia.Memang tidak dapat dipungkiri jika banyak faktor yang melatarbelakangi seseorang dalammemutuskan untuk menggunakan hijab. Tidak hanya peran media massa saja yang dapatmemberikan rangsangan seseorang untuk memutuskan menggunakan hijab, namun faktorintensitas interaksi dengan peer group pun diduga mampu memberikan dorongan tersendiri.Intensitas interaksi dengan peer group dapat menimbulkan pengaruh perubahan perilaku/kepercayaan menuju norma yang dianut dalam kedekatan hubungan mereka. Bila sejumlah orangdalam peer groupnya mengatakan atau melakukan tindakan tertentu, ada kecenderungan orangorangyang terjalin kedekatan hubungan dengan peer group ikut berinteraksi untuk mengatakandan melakukan tindakan yang sama.2. Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh antara terpaan publisitasHijabers Community di media massa dan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikapdan perilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab di kalangan remaja.3. Kerangka TeoriPenelitian ini menggunakan Teori Nilai Ekspektasi (Expectancy-Value Theory) dariMartin Fishbein yang secara garis besarnya menjelaskan bahwa perubahan perilaku seseorangtidak hanya dipengaruhi oleh terpaan informasi saja, namun faktor lain di luar informasi punmemiliki pengaruh yang signifikan. Faktor lain di luar informasi tersebut adalah faktor intensitasinteraksi dengan teman. Perlu disadari bahwa setiap rangsangan yang melalui media massabukanlah satu-satunya rangsangan yang menerpa individu dalam suatu saat tertentu, melainkanmerupakan salah satu dari sekian banyak rangsangan yang ada. Dalam menerima pesan-pesankomunikasi dari media massa, orang tidak hanya memperoleh dari interaksinya dengan mediasaja, akan tetapi terkadang diperoleh melalui hubungan atau kontak sosial dengan orang lain(lingkungan). Hubungan sosial seperti itulah yang merupakan salah satu variabel yang turutmenentukan besarnya pengaruh media massa. Meskipun sesungguhnya individu yang menerimapesan, akan tetapi tidak dapat dipungkiri jika pengaruh kelompok sosial dan masyarakat melekatdan memberikan pengaruh.Meskipun asumsi dasar dalam Expectancy-Value Theory menjelaskan bahwa informasi danteman hanya mampu menyentuh aspek sikap (afektif) saja. Namun, dalam penjelasannyaFishbein mengemukakan bahwa fungsi sikap seseorang mampu mempengaruhi tujuan seseorangdalam melakukan sebuah perilaku (behavior) tertentu, karenanya perilaku seseorang seringditentukan oleh sikap mereka.Dan diperkuat dengan menggunakan Teori Pemrosesan-Informasi (InformationProcessing Theory) dari McGuire yang menjelaskan tentang adanya hubungan bahwa perubahanperilaku seseorang dapat terlihat dari sikapnya. Ketika seseorang mengalami perubahan sikapbisa jadi diikuti pula dengan perubahan perilaku. Sebab, perilaku seseorang seringkali ditentukanoleh sikap mereka. Pernyataan yang mengemukakan bahwa terdapat hubungan antara sikap danperilaku sesuai dengan penjelasan di atas diperkuat oleh Teori Pemrosesan-Informasi(Information Processing Theory) dari McGuire. Teori ini menyebutkan bahwa perubahan sikapterdiri dari beberapa tahapan yang masing-masing tahapannya merupakan kejadian penting yangdijadikan patokan untuk tahap selanjutnya, yaitu tahap perubahan perilaku. Tahapan-tahapantersebut adalah sebagai berikut :1. Pesan dikomunikasikan2. Penerima pesan memperhatikan3. Muncul rasa suka atau tertarik4. Penerima memahami pesan (mempelajari sesuatu)5. Penerima terpengaruh dan yakin dengan argumen dari pesan (perubahan sikap)6. Penyimpanan informasi pesan dalam memori7. Kesepakatan dan pemunculan kembali informasi8. Pengambilan keputusan berdasarkan pemunculan kembali informasi9. Berperilaku sesuai dengan keputusan(Severin & Tankard, 2005: 204).Selain itu, mengutip dari Werner J. Severin dan James W. Tankard, yang menyebutkanbahwa sikap memiliki tiga komponen yaitu : komponen afektif (mengacu pada kesukaan atauperasaan terhadap sebuah objek), komponen kognitif (mengacu pada keyakinan terhadap sebuahobjek), dan komponen perilaku (yang mengacu pada tindakan terhadap objek) menunjukkanbahwa ketika seseorang mengalami perubahan sikap diikuti pula dengan perubahan perilakuyang nyata. Misalnya, ketika remaja memiliki sikap tertarik dengan informasi tentang hijab yangdisampaikan oleh Hijabers Community, maka : Afektif, tertarik dan menyukai informasi-informasi yang berkaitan dengan trend berhijab Kognitif, yakin bahwa informasi tentang trend hijab tersebut baik dan sesuai untuk remajadan dapat membuatnya lebih gaya dan tampak lebih alim/ muslimah Perilaku, mencari informasi tentang trend hijab yang lebih rinci di media massa misalnya,mengumpulkan tutorial hijab, dan memutuskan untuk berhijab.4. Hasil PenelitianHubungan variabel terpaan publisitas Hijabers Community (X1) dan intensitas interaksidengan peer group (X2) dengan sikap remaja (Z) diketahui dari angka taraf signifikan dankoefisien korelasi hasil pengujian uji statistik Kendall's Tau_b. Taraf signifikan pada penelitianini menunjukkan angka signifikansi sebesar 0.000. Sedangkan koefisien korelasi ditunjukkandengan angka 0.927 dan 0,842 yang artinya Ha1 (Hipotesis Alternative) dalam penelitian iniditerima yaitu terdapat hubungan antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massadan intensitas interaksi peer group dengan sikap remaja pada penggunaan hijab.Ketentuan pengujian hipotesis diterima atau ditolak adalah dengan melihat signifikansi dankoefisien korelasi. Nilai signifikansi yang digunakan adalah <1% dengan koefisien korelasi >0,3.Apabila signifikansi kurang dari sama dengan 1% dan koefisien korelasi lebih dari sama dengan0,3 maka Ha1 diterima dan Ho1 ditolak. Signifikansi untuk variabel terpaan publisitas danintensitas interaksi (X) adalah 0,000 berarti di bawah 0,01 dengan koefisien korelasi 0.927 dan0,842 (lebih dari 0,3) maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwavariabel terpaan publisitas Hijabers Community di media massa (X1) dan intensitas interaksidengan peer group (X2) benar-benar berhubungan dengan sikap remaja pada penggunaan hijab(Z).Hubungan variabel independen terhadap dependen ini signifikan pada taraf kepercayaanpada level 0,01 sehingga dapat dikatakan hubungan variabel terpaan publisitas HijabersCommunity di media massa (X1) dan intensitas interaksi dengan peer group (X2) dengan sikapremaja pada penggunaan hijab (Z) sangat signifikan pada taraf kepercayaan 99%.Sedangkan pada Konkordasi Kendall (W) menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar0,925 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dengan hasil tersebut dapat diinterpretasikanbahwa hipotesis pada Ha1 yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara terpaanpublisitas Hijabers Community dan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikap remajapada penggunaan hijab diterima. Artinya bahwa tingginya terpaan publisitas yang disampaikanoleh Hijabers Community di media dan tingginya intensitas berinteraksi dengan peer group dapatmemberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap remaja pada penggunaan hijab.Pengaruh variabel sikap remaja pada penggunaan hijab (Z) terhadap perilaku dalampengambilan keputusan menggunakan hijab di kalangan remaja (Y) diketahui dari angka PseudoR-Square (nilai R2), Likelihood Ratio Test (angka taraf signifikan), dan Parameter Estimates(angka persentase variabel prediktor).Perhitungan Pseudo R-Square pada penelitian ini menunjukkan anka R2 sebesar 7,5%, yangberarti variasi variabel dependen (perilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab dikalangan remaja) yang dapat dijelaskan oleh variabel prediktor adalah hanya sebesar 7,5% dansisanya sebesar 92,5% dijelaskan oleh variasi lain di luar model. Intinya adalah semakin kecilnilai R2 berarti semakin terbatas kemampuan prediktor atau variabel independen (X) dalammenjelaskan variasi variabel dependen (Y).Sedangkan perhitungan Likelihood ratio test menunjukkan kontribusi setiap variabelprediktor terhadap model sebesar 0,171. Yang berarti bahwa variabel prediktor tersebut tidakmemberikan kontribusi pada model atau bisa dikatakan tidak memberikan pengaruh padavariabel dependen yaitu perilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab di kalanganremaja karena angka pada taraf signifikan Likelihood ratio test adalah p > 0,05 yaitu 0,171. Padaperhitungan Parameter Estimates, diperoleh hasil bahwa sikap remaja pada penggunaan hijabtidak mempengaruhi probabilitas remaja dalam memutuskan menggunakan hijab dengan nilaikoefisien -0,061 dan signifikan pada 0,691 atau p > 0,05 dengan nilai Odd Ratio 0,941.Berdasarkan semua perhitungan dalam Multinominal Logistic Regression di atas dapatdisimpulkan bahwa penelitian dalam Ha2 ini tidak signifikan sehingga Ha2 ditolak yang artinyatidak terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap remaja pada penggunaan hijab (Z) terhadapperilaku dalam pengambilan keputusan menggunakan hijab di kalangan remaja (Y).5. KesimpulanDari hasil penelitian pengaruh antara terpaan publisitas Hijabers Community di media massadan intensitas interaksi dengan peer group terhadap sikap dan perilaku dalam pengambilankeputusan menggunakan hijab di kalangan remaja dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :a. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik Kendall’s Tau_b danKonkordasi Kendall (W) didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antaraterpaan publisitas Hijabers Community (X1) dan intensitas interaksi dengan peer group (X2)terhadap sikap remaja pada penggunaan hijab (Z). Yang artinya semakin tinggi terpaanpublisitas yang disampaikan oleh Hijabers Community di media massa dan semakin tinggiintensitas interaksi dengan peer group maka sikap remaja terhadap penggunaan hijab positif.b. Lain halnya dengan hasil pengujian hipotesis kedua. Berdasarkan pengujian hipotesis keduayang menguji adanya pengaruh antara variabel sikap (Z) terhadap variabel perilaku dalampengambilan keputusan (Y) didapati hasil bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikanantara sikap remaja pada penggunaan hijab terhadap perilaku dalam pengambilan keputusanmenggunakan hijab di kalangan remaja. Yang artinya meskipun sikap remaja terhadappenggunaan hijab menunjukkan sikap positif namun tidak berpengaruh pada perilaku remajadalam memutuskan untuk menggunakan hijab.6. Daftar PustakaBungin, Burhan. (2006). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan DiskurusTeknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Prenada Media Group.Fajar, Marhaeni. (2009). Ilmu Komunikasi: Tori dan Praktik. Jakarta: Graha Ilmu.Ghozali, Imam. (2009). Analisis Multivariate Lanjutan Dengan Program SPSS.Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Hurlock, Elizabeth B. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan SepanjangRentang Kehidupan. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.Kriyantono, Rachmat. (2010). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: KencanaPrenada Media Group.Liliweri, Alo. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Kencana.Nina Winangsih Syam & Dadang Sugiana (2001). Perencanaan Pesan dan Media.Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka.Rakhmat, Jalaluddin. (2006). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Santrock, John W. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja (Edisi Keenam). Jakarta:Erlangga.Slamet, Santosa. (2006). Dinamika Kelompok (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.Sutisna. (2003). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT. RemajaRosdakarya Offset.Sugiyono, (2008). Statistik Non Parametris Untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D. Bandung:Alfabeta.Venus, Antar. (2007). Manajemen Kampanye. Bandung: Simiosan Rekatama Mada.Vivian, John. (2008). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Prenada Media Group.Werner J. Severin & James W. Tankard. (2005). Teori Komunikasi : Sejarah, Metode,dan Terapan di Dalam Media Massa (edisi kelima). Jakarta: Kencana.W. Littlejohn, Stephen, & A. Foss, Karen. (2009). Teori Komunikai: Theories of HumanCommunication (Edisi 9). Jakarta: Salemba Humanika.W. Littlejohn, Stephen. (1996). Theories of Human Communication (5th edition).California: Sage Publication, Inc.Jurnal :Alfiana, Miftakhul N. (2013). Hubungan Terpaan Iklan Provider di Televisi dan InteraksiTeman Sebaya Dengan Perilaku Imitasi Bahasa Iklan Oleh Remaja. Skripsi.Universitas Diponegoro.Suhaemi, Susi. (2010). Pengaruh Intensitas Membaca Rubrik Mode Majalah Gadis danDukungan Orang Tua terhadap Perilaku Imitasi pada Penampilan Diri RemajaPutri. Skripsi. Universitas Diponegoro.Sunaryo, Ahmad. (2012). Hubungan Terpaan Iklan Produk Fashion di Majalah Remajadan Interaksi Peer Group terhadap Perilaku Konsumtif Remaja dalam Berpakaian.Skripsi. Universitas Diponegoro.Internet :http//%20hs/9747-cantik-dan-gaya-bersama-hijabers-community.html diunduh pada 13Januari 2013 pukul 21:15 WIBhttp//20hs/Hijabers%20Community%20Indonesia%20_%20Blog%20Telur.htm diunduhpada 21 Mei 2013 pukul 21:45 WIBhttp//14fo%20hs/berdirinya-forum-hijabers-fhb.html diunduh pada 13 Januari 2013 pukul21:25 WIBhttp://ikm.kemenperin.go.id/ diunduh pada 14 Januari 2013 pukul 10:15 WIBhttp://id.wikipedia.org/wiki/Jilbab diunduh pada 10 November 2013 pukul 20:37 WIB
PRODUKSI PROGRAM KULINER PADA PROGRAM ACARA WISATA JALAN KULINER CAKRA SEMARANG TV (Peran dan Pertanggungjawaban sebagai Penulis Naskah dan Pemandu Acara) Theresia Dita Anggraini; Hedi Pudjo Santosa; I Nyoman Winata; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.705 KB)

Abstract

Kuliner adalah segala hal yang berhubungan dengan konsumsi makanan seharihari.Kuliner merupakan bagian dari gaya hidup dan untuk itu menarik untukdiangkat menjadi sebuah tayangan televisi. Wisata Jalan Kuliner adalah salah satuprogram acara di stasiun TV lokal Cakra Semarang TV yang mengangkat temaini. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai kuliner yang enak danmenarik baik dari sisi historis maupun cita rasa. Diharapkan acara ini mampumenjadi referensi bagi penonton yang ingin menambah wawasan dan pengalamandalam menikmati makanan di Semarang. Untuk itu penulis beserta tim membuatnews feature ini ke dalam acara tersebut. Dengan tujuan yang kurang lebih sama;untuk mengemas informasi mengenai bagaimana cara menikmati, menampilkanproses pembuatan secara mendalam, serta nilai historis dari berbagai jajanan diSemarang.Jajanan klenyem, timus, lumpia, tahu isi rebung, wingko babat, gandos, wedangrempah, dan wedang kacang tanah merupakan jajanan di semarang yang masihdiminati oleh sebagian besar masyarakat. News feature ini dibuat dalam empatepisode, yang tayang sekali setiap minggunya selama empat minggu berturut-turutdan dibagi berdasarkan bahan dasar jajanannya. Di tiap episode penulis besertatim mewawancarai narasumber yang berkaitan dengan jajanan yang dibahas.Narasumber tersebut seperti penjual, pembuat jajanan, konsumen, maupun pendapat masyarakat umum.Kata kunci: Kuliner, wisata, televisi
Co-Authors Achmad Habibie Taufiqqur Rahman Adi Nugroho Adinda Sekar Cinantya Aditia Nurul Huda Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Afif Hazly Hasibuan Agraha Dwita Sulistyajati Agus Naryoso Ahda Hanif Fauzi Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aike Ingget Pratiwi Aisah Putri Sajidah, Aisah Putri Ajeng Rengganis, Sekar Albert Rivai Sinaga Aldi Atwinda Jauhar Aldiansyah, Duvit Aldila Leksana Wati Alexandra Parahita Bening Kesumaputri Alif Ibrahim Alya Anwar, Rizqika Alyssa Jasmine Aurelia Rahmiqatrunnada Amrina Rida Hapsari Ananda Erfan Musthafa Andrea Oktavia, Helga Anggi Pramesthi Kusumarasri Anggia Anggraini Anjar Mukti Yuni Pamungkas, Anjar Mukti Annisa Aulia Mahari Annisa Kusumawardhani Annisya Winarni Putri Aprida Mulya, Resti Ardelia Fitriani, Neysa Ardini Koesfarmasiana, Ardini Arfika Pertiwi Putri Arif Nurochman Arinda Putri Oktaviani Aryatama Wibawa, Michael Asep Virgo Asri Aulia Rachmawati Asri Nugraheningtyas Astrid Damayanti Asty Setiandini Atika Nabila Atina Primaningtyas Aulia Nur Awang Asmoro Ayu Puspitasari, Ramadhiana Ayu Saraswati Ayu Sri Purnama, Ayu Sri Azzahira Putri Zakaria, Grandhis Badri Ilham Ramadhan Bagoes Praswanda, Yusrizal Bagoes Widjanarko Banun Diyah Ardani Bareta Hendy Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Bella Yunita Binarso Budiono Budiono Bisma Alief Charisma Rahma Dinasih Chintya Dyah Meidyasari Daffa Satriowibowo Daniel Dwi Listantyo Dara Pramitha Darda Putranto, Addakhil Deansa Putri Deni Arifiin Destima Nursylva Anggraningrum Devi Pranasningtias Indriani Dhira Widya Prasya, Dhira Dhiyah Puspita Sari Dhyah Shanti Nur Kartika Dimas Muhammad Distian Jobi Ridwan Diyan Hafdinovianti Ayu Kinasih Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Donik Agus Setiyanto DONNA RADITA MERITSEBA DR Sunarto Dwi Mulya Ningsih Dwi Purbaningrum Eggie Nurmahabbi Eka Ardianto Farasila, Iraisa Farisa Dian Utami Fariz Dewanto Fatma Izzatussayidati Febri Ariyadi Febriana Handayani Febriandani, Anisa Fitriyani, Putri Frida Asih Pratiwi Galuh Perwitasari Ghaliyah Julya Almira Ghana Pratama, Albert Ghela Rakhma Islamey Ghita Kriska Dwi Ananda Gilang Wicaksono Hajar Azizatun Niswah Hamidah, Nadiya Handi Aditia Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas S, Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hardiyanto, Muhamad Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrikus Setya Pradhana Henny Novita Rumono Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ibrahim Muhammad Ramadhan Ichsan Wahyu Pratama Imam Muttaqin Indah Puspawardhani Indra Septia BW Infra Ranisetya Intan Mashitasari Ira Astri Rasika Jaya Pramono Adi Jimmy Fachrurrozy Jody Suryamar Yudha Joyo Nur Suyanto Gono Kanaya Az Zahrah Karunia Yusuf, Kevin Kembang Soca Paranggani Khairani, Indah Khairunnisya Sholikhah Kinanati Bunga Wulansari Krisna Adryanto Lintang Jati Rahina Lintang Ratri Rahmiaji LISTIANTO HINDRA PRAMONO Lizzatul Farhatiningsih Lucia Eka Pravitasari Luh Rani Wijayanti M Bayu Widagdo Maharani Easter Mahendra Zulkifli Manggala Hadi Prawira Marcia Julifar Ardianto Marsha Fildzaishma Marshanda Putri, Tyara Martia Mutiara Tasuki Marwah Gayatri Purnado Maya Lestari Melinda Wita Satryani Meriza Lestari Meta Detiana Putri Mohammad Akbar Rizal Hamidi Much Yulianto Much. Yulianto Muchamad Yulianto Muchammad Bayu widagdo MUHAMMAD ABDUSSHOMAD Muhammad Bayu widagdo Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Fadhel Raditya Muhammad Rofiuddin Muhamy Akbar Iedani Muliawati, Ditha N S Ulfa Naafisa Maulida Pratama Nabila Rezki, Anisa Nadia Dwi Agustina Nadia Hutaminingtyas Nanik Sudaryningtyas, Nanik Naura Kamila Prasetyanti Nicho Putera Gustantyo Nidya Aldila Nikita Putri Mahardhika Nikolas Prima Ginting Ninda Nadya Nur Akbar Noni Meisavitri Novi Rosmaningrum NS Ulfa Nungki Dwi Widyastuti Nur Dyah Kusumawardhani Putri Nur Shafira, Hana Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurist Surrayya Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurrist Surayya Ulfa Nurul Avita Sari Nurul Hasfi Otto Fauzie Haloho Pipin F.P. Lestari Prabowo Nurwidagdyo Pranamya Dewati Prescilla Roesalya Primada Qurrota Ayun Pungkas Dwitanto Purwoko, Agus R. Sigit Pandhu Kusumawardana Radika Oktavianti, Dina Raihan Triaffandra Ramadhan, Maulana Ramadhinda, Azzahra Randyani Rarasati Raymond Soelistiono Filemon Raynaldo Faulana Pamungkas Reichan Anantyo, Muhamad Resty Widyanty Revana Meylani Rhola Bachtiar Raharjo Rifki Nur Pratiwi Rifqah Nailah Rijalul Vikry Rizka Amalia Rizka Arsianti Rizky Amalya Hadiningtyas Rizqi Ganis Ashari Rohedy Ayucandra Rohmat Pambudi Roli Harni Purba, Juita Rony Kristanto Setiawan Rosita Kemala Sari Rosyada Setijawan, Amrina Rumi Aulia Rahmanisa S Rouli Manalu Safira Nurin Aghnia Santa Cicilia Sinabariba Septian Aldo Pradita Septiana Hadiwinoto, Jessica Septiana Wulandari Suparyo Setyabudi, Gunawan Shafira Inas Nurina Shahnaz Natasha Anya Sigit Haryadi Sofi Kumala Fatma Sofianisa Rahmawati Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Tan Faizal Rachman Tasya Nadia Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Teresia Kinta Wuryandini Theresia Dita Anggraini Thriyani Rahmania Titan Armaya Tiur Agata, Elisa Tjen Jocelyn Ivana Tri Muriati Harahap, Anggi Tri Utami Triangga Ardiyanto Trixie Salawati Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Uci Andriani Veriska, Veriska Vicho Whisnurangga Vinny Avilla Barus Wahyu Aji Hernawan, Dhimas Wahyu Kuncoro Aji, Danar Wahyu Nur R, Efrilia Wahyu Widiyaningrum Widya Andhika Aji Wina Natasya Saragih Wiwid Noor Rakhmad Yanu Angga Andaru, Yanu Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yohanes Rico Ananda Putra, Yohanes Yuan Stephanie Yuliantika Hapsari Yunita Indriyaswari Yusriana, Amida YUSUF AKBAR, MUHAMMAD Zainul Asngadah Fatmawati Zelda Elsa Khabibah Zulfikar Mufti