Claim Missing Document
Check
Articles

TIPOLOGI KONVERSI BANGUNAN TUA DI PUSAT KOTA STUDI KASUS PECINAN DI SINGAPURA DAN PETAK SEMBILAN DI JAKARTA Purwantiasning, Ari Widyati; Mauliani, Lily; Aqli, Wafirul
Nalars Vol 11, No 2 (2012): NALARs Volume 11 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Nalars

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Sebuah bangunan tua biasanya akan terbengkalai. Hal ini menjadi masalah utama sebuah pusat kota, karena selain mengganggu wajah kota juga akan merusak penampilan sebuah kota ataupun membuat sebuah bangunan tidak layak huni sebagaimana mesinya. Keberadaan sebuah bangunan tua sebaiknya menjadikannya aikon sebuah kota bersejarah.  Salah satu usaha dalam mengaplikasikan konsep konservasi adalah dengan mengkonversikan sebuah bangunan tua menjadi fungsi baru yang lebih bermanfaat baik bagi pengguna bangunan maupun bagi lingkungan sekitarnya.  Perubahan fungsi sebuah bangunan tua dikenal juga sebagai konsep konversi bangunan tua. Tujuan dari konsep ini adalah untuk mencari fungsi yang lebih layak huni bagi bangunan tua tersebut baik secara ekonomi maupun efisiensi dalam pemeliharaannya, sehingga bangunan-bangunan tua tersebut tidak lagi terbengkalai dan tidak terawat lagi. Pada kenyataannya, konsep konversi bangunan tua dipilih sebagai salah satu upaya dalam konservasi bangunan karena terlihat bahwa fungsi bangunan-bangunan tua tersebut tidak lagi layak dan sesuai bila dipertahankan.   Kata kunci: konversi, konservasi, bangunan tua, pecinan ABSTRACT. An unoccupied old building, usually will be neglected. This will become a major issue in city center, either will interfere the face as well as the image of the city or will make the building is not worth anymore. The existence of an old building should become an icon of the historic city. One of an application in applying the concept of conservation is by converting the old building into a new function which more useful either for the people or the environment.  The changing and make over the function of an old building has been known as a conversion of an old building. The goal of this concept is to find a feasible use of the building economically and efficiently in maintenance, thus the building will be not neglected and remain untreated anymore. In fact, the concept of building conversion has been selected as a conservation effort because it has been seen that the function of old building is no longer approriated if retained.  Keywords: conversion, conservation, old buildings, china town
Kajian Konsep Teori Lima Elemen Citra Kota pada Kawasan Kota Lama Semarang Rafsyanjani, Muhammad Akbar; Purwantiasning, Ari Widyati
Arsir Vol 3, No 2 (2019): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v3i2.2219

Abstract

Kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan kawasan yang memiliki makna tradisional dan modern pada saat ini. kutipan buku Image Of The City secara umum ialah kota harus mempunyai ciri khas dari sebuah kota. Dikarenakan kota adalah menimbulkan karateristik yang berbeda-beda. Misalkan dari Kawasan Kota Lama Semarang mempunyai ciri khas dengan penataan kota dengan sistem grid, maupun banyaknya persimpangan jalan untuk lalu lalang manusia. Maka dari itu, Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk menjelaskan bagaimana penerapan Kawasan Kota Lama Semarang Jakarta dengan teori lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch, kemudian untuk mengkaji teori lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch, serta dapat menjelaskan prinsip-prinsip teori lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch terhadap Kawasan Kota Lama Semarang. Prinsip-prinsip lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch adalah Path, Edges, Node, District, Landmark. Oleh sebab itu, hasil dalam penelitian kali ini akan menjelaskan Kawasan Kota Lama Semarang dengan konsep teori lima elemen citra kota yang akan dijabarkan antara lain pathnya pada kawasan ini dapat menghubungkan antar bangunan, kemudian edgesnya ditunjukkan dengan pembatas jembatan berok, kemudian nodenya ditunjukkan dengan banyaknya persimpangan jalan, dan hanya sedikit titik kumpulnya, kemudian districtnya ditunjukkan dengan pola deretan bangunannya, landmarknya ditunjukkan dengan gereja blenduk.Kata kunci : Lima Elemen, Kevin Lynch, Kawasan Kota Lama Semarang
EKSPLORASI DESA TENGANAN PEGERINGSINGAN BALI SEBAGAI AREA KONSERVASI Purwantiasning, Ari Widyati
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplor seberapa jauh Desa Tenganan Pegeringsingan sebagaisatu dari beberapa desa di Bali yang disebut sebagai Desa Bali Aga, mengaplikasikan konsepkonservasi di dalam areanya. Tenganan sebagai satu dari desa-desa kuno di Bali yangmempunyai budaya dan tradisi yang masih murni telah terpilih menjadi area konservasi. SebagaiDesa Kuno, Tenganan menjadi satu dari obyek atraksi turis di Bali lama sejak Bali menjadipulau turis di Indonesia. Keunikan bentuk ba-ngunan, pola hunian, pola desa, pola kehidupanmasyarakanya serta tradisi kuat mereka menjadi nilai-nilai yang atraktif bagi turis untukberkunjung ke Desa ini. Arsitektur Bali umumnya dan Tenganan khususnya, mempunyai karakterunik tersendiri yang tidak da-pat ditemui di tempat lain. Arsitektur tradisional di desa ini sangatsensitif dengan peru-bahan yang dipengaruhi oleh faktor eksternal baik secara langsung maupuntidak lang-sung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan akan memaparkanim-plementasi dan aplikasi dari konsep konservasi di Tenganan Pegeringsingan yang telahmenutup diri sejak tahunan dari dunia dan masyarakat luar. Sebagai hasil akhir, pe-nelitian iniakan memberikan sebuah solusi tentang bagaimana sebuah area konservasi mempertahankandiri dari faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kemurnian Desa TengananPegeringsingan.
KAJIAN TENTANG ALIH FUNGSI HUNIAN MENJADI TEMPAT USAHA Purwantiasning, Ari Widyati
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep hunian dan tempat usaha, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat baik kalangan menengah bawah maupun menengah atas. Hanya saja konsep tersebut diaplikasikan dalam berbagai bentuk yang memberikan perbedaan yang signifikan, apalagi dalam perencanaan maupun penggunaan ruangnya. Biasanya pada kalangan menengah bawah, penggunaan salah satu ruang hunian menjadi tempat usaha merupakan hal yang biasa karena kebutuhan mendesak sebagai wujud tindakan dalam peningkatan taraf ekonomi keluarga. Sementara itu pada kalangan menengah atas, biasanya penggunaan ruang hunian menjadi tempat usaha sudah direncanakan dari awal, sehingga konsep hunian-usaha diaplikasikan dalam konsep bangunan rumah toko atau yang dikenal sebagai ruko. Konsep rumah toko ini merupakan konsep baru yang terencana baik, sebagai aplikasi dan adopsi dari penggabungan maupun alih fungsi ruang hunian menjadi tempat usaha pada masyarakat kelas menengah bawah. Tulisan ini mengangkat judul alih fungsi hunian menjadi tempat usaha, yang memaparkan konsep tersebut dari akarnya yaitu konsep dan fungsi hunian, konsep dan fungsi ruang, munculnya konsep rumah toko sampai dengan pro dan kontra terhadap konsep rumah toko tersebut. Dari paparan konsep tersebut, dapat diambil sebuah benang merah bahwa konsep rumah toko dapat diaplikasikan sejauh kegiatan usaha tidak mengganggu fungsi ruang dan hunian dalam kegiatan rumah tangga.
Kajian Konsep Kontekstual Warna pada Bangunan di Kawasan Kota Tua Jakarta Thania, Bella Mareta; Purwantiasning, Ari Widyati
Arsir Vol 4, No 1 (2020): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v4i1.2321

Abstract

Konsep dalam bidang arsitektur sangat beragam, salah satunya adalah konsep arsitektur kontekstual. Arsitektur kontekstual yaitu konsep yang memperhatikan lingkungan sekitar dengan mempertahankan karakter suatu bangunan khususnya pada kawasan bersejarah. Penerapan arsitektur kontekstual sangat penting pada suatu kawasan bersejarah karena dapat mempertahankan identitas suatu kawasan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami dan mengidentifikasi penerapan prinsip arsitektur kontekstual dalam segi warna pada kawasan bersejarah.  Arsitektur kontekstual dalam segi warna memiliki dua prinsip yaitu kontras dan harmoni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode ini memiliki dua cara dalam mengumpulkan data yaitu, melakukan observasi langsung dan mengkaji data literatur yang berhubungan dengan penelitian yang akan dijelaskan secara deskriptif. Penelitian kajian konsep arsitektur kontekstual warna pada bangunan di kawasan bersejarah ini dilakukan di Kawasan Kota Tua Jakarta yang merupakan kawasan bersejarah. Pada penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman dan hasil identifikasi penerapan prinsip arsitektur kontekstual dalam segi warna pada Kawasan Kota Tua Jakarta.
Kajian Arsitektur Hybrid pada Bangunan Museum Tai Kwun Hongkong Pratama, Anggi Putra; Purwantiasning, Ari Widyati
Arsir Vol 4, No 1 (2020): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v4i1.2333

Abstract

Hybrid dapat dijabarkan sebagai sebuah persilangan atau penggabungan dua unsur yang berbeda, sehingga arsitektur hybrid dapat diartikan sebagai percampuran dua unsur disain  bangunan yang berbeda fungsi ataupun tipologinya menjadi satu dan menjadi kesinambungan antara kekuatan dan kegunaan, yang diterapkan baik dalam bentuk maupun gaya arsitektur. Terdapat beberapa bangunan yang menerapkan konsep hybrid, salah satunya adalah pada bangunan museum. Bangunan museum biasanya merupakan bangunan yang dialihfungsikan dari bangunan bersejarah sehingga terkesan tua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif dengan menyajikan sebuah studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penerapan arsitektur hybrid pada bangunan Museum Tai Kwun Hongkong dilihat dari tahapan karakteristik hybrid, dengan menjelaskan tahapan-tahapan hybrid yang digunakan pada bangunan Museum Tai Kwun. Hasil akhir dari penelitian berupa sebuah kajian tentang bagaimana arsitektur hybrid dalam penerapannya pada bangunan bersejarah yang dialihfungsikan sebagai sebuah museum dengan menyajikan penerapan dari kombinasi dua buah gaya arsitektur yang berbeda.
KAJIAN ADAPTIVE REUSE PADA BANGUNAN DI KOTA TUA JAKARTA Saputra, Muhammad Rizky; Purwantiasning, Ari Widyati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3046.33 KB)

Abstract

ABSTRAK. Banyak bangunan bersejarah di Indonesia yang terbengkalai. Beberapa bangunan di Kota Tua Jakarta sempat terbengkalai namun difungsikan kembali. Penerapan adaptive reuse pada beberapa bangunan ini dapat menjadi referensi bagi penerapan adaptive reuse berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kiat-kiat yang diterapkan pada beberapa bangunan ini sehingga dapat diterapkan pada bangunan lain yang terbengkalai juga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan mengkaji sejarah bangunan mulai dari masa kolonial, renovasi hingga sekarang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan tolak ukur keberhasilan dalam penerapan adaptive reuse pada bangunan bersejarah. Aspek adative reuse berupa presentasi nilai bangunan diterapkan pada Kedai Seni Djakarte, Kerta Niaga dan Wonderloft Hostel. Sustainability bangunan diterapkan dengan baik oleh Wonderloft Hotel, dan Perawatan bangunan diterapkan dengan baik oleh Kedai Seni DjakarteKata Kunci: Adaptive Reuse, Kota Tua Jakarta, Konservasi, Bangunan Bersejarah ABSTRACT. Many historical buildings in Indonesia are abandoned. Some of the buildings in Jakarta Old Town had been abandoned but was re-functioned. The applications of adaptive reuse at these buldings can be  references for the subsequent implementation of adaptive reuse. The purpose of this study was to find out the strategies implemented to these buildings so that it could also be applied to other abandoned buildings. The research method is descriptive qualitative with a historical approach. The research was carried out by direct observation and study of the history of buildings from the colonial era, renovation era up until now. The results of this study are expected to be a reference and the measure of success in applying adaptive reuse to historic buildings. The adative reuse aspect in the form of building value presentation is applied to Djakarte Art Shop, Kerta Niaga and Wonderloft Hostel. Building sustainability is well implemented by Wonderloft Hotel, and building maintenance is well implemented by Kedai Seni Djakarte. Keywords: Adaptive Reuse, Jakarta Old Town, Conservation, Historic Building
PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA DI CIREUNDEU DENGAN PENDEKATAN ANALOGI Ramadhan, Agam Didik; Purwantiasning, Ari Widyati; Lissimia, Finta
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2784.209 KB)

Abstract

ABSTRAK. Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta merupakan sebuah sarana yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku. Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta berfungsi untuk mewadahi berbagai kegiatan yang berhubungan dengan membaca dan mengakses data yang diperlukan oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewujudkan suatu Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan pendekatan analogi yang membuka wawasan terhadap perencanaan dan perancangan perpustakaan di Indonesia. Rumusan permasalahan perancangan pencarian pengetahuan, bagaimana Perpustakaan dapat menjadi menjadi landmark di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta, bagaimana menerapkan pendekatan analogi dalam desain Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta. Metode yang digunakan dalam laporan ini menggunakan metode pengumpulan data, analisa, dan penusunan konsep. Dengan hal tersebut, maka Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta ini nantinya diharapkan menjadi Pepustakaan yang dapat mewadahi kebutuhan ruang dan menjadi landmark sehingga meningkatkan minat baca akademisi Universitas Muhammadiyah Jakarta di Cirendeu.Kata Kunci : Perpustakaan, Pusat, Universitas, Muhammadiyah, JakartaABSTRACT. Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta is a means provided for the maintenance and use of book collections. Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta Jakarta serves to accommodate various activities related to reading and accessing data required by all student of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta. The purpose of this project is to plan a Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta with an analogical approach as an insight into the knowledge of library planning in Indonesia. The formulation of the problem is knowledge research, how the Library can become a landmark in the Univrsitas Muhammadiyah Jakarta how to apply the analogical approach in the design of Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta. The methods in this report archived by data collection, analysis, and conceptualization methods. With that, the Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta is later expected to become a library that can accommodate the needs of space and become a landmark that increases academic reading interest in reading academics Univrsitas Muhammadiyah Jakarta, Cirendeu.Keywords : Library, Central, University, Muhammadiyah, Jakarta
KAJIAN PERMEABILITY DAN IMAGEABILITY KAWASAN KOTA TUA JAKARTA ZONA INTI (TEORI KEVIN LYNCH) Himawan, Muchamad Taufiqur; Hermawan, Adi; Purnama, Dinar Agung; Purwantiasning, Ari Widyati
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2(2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kawasan zona inti Kota Tua Jakarta berdasarkan Permeabilty dan Imageability yang dikenalkan oleh Kevin Lynch. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk memberikan pemahaman akan teori yang ada dengan fakta yang ada di lapangan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data sekunder berdasarkan literatur dan beberapa data primer yang diambil pada kawasan Kota Tua Jakarta. Secara garis besar kawasan Kota Tua memiliki permeability yang baik namun dari segi imageability masih terdapat beberapa aspek yang perlu dikembangkan
KAJIAN KONSEP IMAGEABILITY DAN PERMEABILITY DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN PUSAT KOTA BARU PARAHYANGAN Fajar, Putra Fajar; Purwantiasning, Ari Widyati
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 Ni. 1 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i1.28307

Abstract

Kawasan Kota Baru Parahyangan merupakan Kawasan di kota bandung yang terletak di sebelah barat kota bandung. Kawasan ini merupakan Kawasan kota mandiri pemekaran dari kota bandung dan menjadi kota satelit. Kawasan kota baru parahyangan memiliki berbagai fasilitas seperti kantor, komersial, residensial, rekreasi, olahraga, dan fasilitas umum. Arsitektur Kawasan KBP Sebagian besar memiliki gaya modern tropis yang mana bentuk penyesuaian iklim kota bandung yang sejuk, serta infrastruktur yang dibangun secara matang dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep imageability dan permeability dalam pengembangan pusat kota baru parahyangan dengan menggunakan teori kevin lynch. Imageability merupakan penggambaran kualitas fisik yang dimiliki suatu objek atau Kawasan. Permeability merupakan kualitas aksesibilitas dan aktivitas pergerakan manusia pada suatu Kawasan. Kawasan Kota Baru Parahyangan memiliki imageability dan permeability cukup baik.
Co-Authors Aditya Wicaksono Agam Didik Ramadhan AGAM DIDIK Ramadhan Ahmad Azis Mulyantoro Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Yusuf Aisy, Karlina Rohadatul Al-Amin, Roby Alief Muzakkii Saliim Pertama Alreiga Referendiza Wiraprama Alreiga Referendiza Wiraprama, Alreiga Referendiza Andiani Imantaka Andik Krisdianto Andrea Gina Karima Angel Palastri Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari Anggoro Cipto Ismoyo anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Annisa Shafa Kamila ari Hadi weepee ari Hadi weepee, ari Hadi Asa Aulia Asep Septian Ashadi Astriani Putri Wulandari Aulia Widya Chandra Aulia widya Chandra Bella Mareta Thania Buana, Muhammad Cakra Cahyo Abdi Rasid Cahyo Agung Nugroho Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi hantono, Dedi Dimas Bayu Bintoro Dinda Wahyuning Hati Dwi Andika Agusliyanto Erlangga, Agus EVI PUSPITASARI PUSPITASARI Fadwah Maghfurah Faiz Al Farisi Fajar, Putra Fajar, Putra Fajar Faridzal Faridzal Farrel Ghifari Fauzi Firdaus Ferdianto Yanu Suprihatin Finta Lissimia Finta Lissimia Finta Lissimia, Finta Firdaus, Lutpi Alfian Ghifari, Farrel Ghiffari Goldra Putra N Ghulam Akhmad Al Faqi Giriana, Dewinta Firda Halim Saputra Halimah, Hana Handri Saputra HANIFIANTO, RIFQI Hermawan, Adi Hibatullah, Helmi Bariq Hilman Fadhillah Himawan, Muchamad Taufiqur IBRAHIM, SHAFA ARMELIA Ilfaya Ilham Burhanudin Ilham Pane Ivan Junanda Izzat Fadhlur Rahman Junaedi Junaedi kartika dwi cahyanti Kintan Gumanti Artha Kurnia, Yudi kus yusron hanif Lily Mauliani Lily Mauliani Lily Mauliani Luqmanul Hakim Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi, Lutfi Meisanti, Meisanti Mohammad Baskoro Muhammad Akbar Rafsyanjani Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Cakra Buana Muhammad Faiz Akmal Muhammad Ibnu Fachry Muhammad Rizky Saputra Muhammad Syafrizal Faqih Muhammad, Nurhuda Ali Musthapha, Zainal Mustofa Sakhid Nasir Ali Ridho Nurhidayah Komala Nurhidayah Nurhidayah Komala Nurhidayah, Nurhidayah Komala Nursandi, Izwan Ariq Nusyawal, Muhammad Fikri Pane, Ilham paramita rusadi Pratama, Anggi Putra Priambudi Dwi Prasetyo Priambudi Dwi Prasetyo Purnama, Dinar Agung Putra Fajar PUTRI, ALIFVIA MALINDA Putri, Shely Pratiwi Sanjaya Rafsyanjani, Muhammad Akbar Ramadhan, Agam Didik Ratna Dewi Nur'aini Retdia Sofiana Rudy Thalib Rustama Fasda Bimaktumaru Saeful Bahri Saputra, Muhammad Rizky Sari Hibatunnisa Fadhilah Satrio Aji Nugroho Prasetya Satrio Wibowo Sejati Pertiwi, Dewi Milenia Zhasmin Septiawan, Wawan Setiawan, Sandy Shely Pratiwi Sanjaya Putri Sidabutar, Yuanita F D Sri Indriani Solehah Suranta Ginting Syah, Ervin Taufik Hidayat Thania, Bella Mareta Tiara Amelia Tiara, Naria Vidalia Tri Kusumawati Ully Irma Maulina Hanafiah Vivaldi Rizqi Hisyam Vivaldi Rizqi Hisyam Wafirul Aqli Wardany, Mutia Setya Wawan Gunawan Yandri, Sepli Yeptadian Sari Yeptadian Sari Yoyok - Agustina Yudi Kurnia Zelly Rinaldi